Lompat ke isi

Efek barnum: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27743867; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Efek Barnum''' atau '''efek Forer''', juga disebut sebagai '''efek Barnum-Forer''', adalah suatu fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat deskripsi mengenai diri mereka yang seolah dibuat khusus untuk mereka, padahal deskripsi itu sebenarnya sangat umum sehingga dapat berlaku untuk banyak orang. Efek ini menjelaskan mengapa banyak orang percaya dengan [[praktik-praktik tidak ilmiah]] seperti [[astrologi]], ramalan, [[grafologi]], [[aura (paranormal)|pembacaan aura]] dan beberapa jenis [[tes kepribadian]].
[[File:Jumbo_the_elephant_-_3b52419u.jpg|thumb|right|280px|Jumbo the elephant - 3b52419u]]


Fenomena yang terkait dengan efek Forer adalah [[validasi subjektif]]. Validasi subjektif terjadi ketika dua peristiwa yang acak dan tidak terkait dianggap berhubungan agar sesuai dengan keyakinan, harapan atau hipotesis seseorang. Contohnya, saat membaca kolom [[horoskop]], pembaca secara aktif mencoba mengaitkan isi horoskop tersebut dengan aspek kepribadian mereka.
'''Efek Barnum''' atau '''efek Forer''', juga disebut sebagai '''efek Barnum-Forer''', adalah suatu fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat deskripsi mengenai diri mereka yang seolah dibuat khusus untuk mereka, padahal deskripsi itu sebenarnya sangat umum sehingga dapat berlaku untuk banyak orang. Efek ini menjelaskan mengapa banyak orang percaya dengan [[praktik-praktik tidak ilmiah]] seperti [[astrologi]], ramalan, [[grafologi]], [[aura (paranormal)|pembacaan aura]] dan beberapa jenis [[tes kepribadian]].<ref>Jerome Tobacyk. [http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1207/s15327752jpa5204_13 Paranormal Beliefs and the Barnum Effect]. ''Journal of Personality Assessment''. June 10, 2010. hlm. 737-739.</ref>


"Percobaan klasik" yang menunjukkan keberadaan efek Forer dilakukan pada tahun 1948. [[Psikolog]] [[Bertram Forer|Bertram R. Forer]] membagikan teks psikologi kepada 39 mahasiswa psikologinya dan mereka diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan deskripsi kepribadian mereka berdasarkan hasil tes tersebut. Satu minggu kemudian, Forer memberikan kepada setiap mahasiswa sebuah deskripsi yang seolah ditulis khusus untuk mereka. Kebanyakan mahasiswa merasa bahwa hasil tes kepribadian tersebut akurat, dengan rata-rata penilaian sebesar 4,26 dalam skala dari 0 hingga 5. Kenyataannya, mereka semua mendapatkan "deskripsi kepribadian" yang sama. Forer juga menyusun "hasil tes kepribadian" tersebut dari buku astrologi dan kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang sangat umum. Contoh kalimat-kalimatnya adalah "kamu ingin agar orang lain menyukaimu", "kamu cenderung kritis kepada dirimu sendiri", atau "kamu punya kapasitas yang belum sepenuhnya kamu gali."
Fenomena yang terkait dengan efek Forer adalah [[validasi subjektif]].<ref>David F. Marks. ''The Psychology of the Psychic''. Prometheus Books. 2000. hlm. 41. ISBN 1-57392-798-8.</ref> Validasi subjektif terjadi ketika dua peristiwa yang acak dan tidak terkait dianggap berhubungan agar sesuai dengan keyakinan, harapan atau hipotesis seseorang. Contohnya, saat membaca kolom [[horoskop]], pembaca secara aktif mencoba mengaitkan isi horoskop tersebut dengan aspek kepribadian mereka.
 
== Catatan kaki ==


"Percobaan klasik" yang menunjukkan keberadaan efek Forer dilakukan pada tahun 1948.<ref>Denis Dutton. [http://www.denisdutton.com/cold_reading.htm The Cold Reading Technique]. ''Denis Dutton''.</ref> [[Psikolog]] [[Bertram Forer|Bertram R. Forer]] membagikan teks psikologi kepada 39 mahasiswa psikologinya dan mereka diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan deskripsi kepribadian mereka berdasarkan hasil tes tersebut. Satu minggu kemudian, Forer memberikan kepada setiap mahasiswa sebuah deskripsi yang seolah ditulis khusus untuk mereka. Kebanyakan mahasiswa merasa bahwa hasil tes kepribadian tersebut akurat, dengan rata-rata penilaian sebesar 4,26 dalam skala dari 0 hingga 5. Kenyataannya, mereka semua mendapatkan "deskripsi kepribadian" yang sama. Forer juga menyusun "hasil tes kepribadian" tersebut dari buku astrologi dan kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang sangat umum.<ref>B.R. Forer. [http://apsychoserver.psych.arizona.edu/JJBAReprints/PSYC621/Forer_The%20fallacy%20of%20personal%20validation_1949.pdf The fallacy of personal validation: A classroom demonstration of gullibility]. ''Journal of Abnormal and Social Psychology''. American Psychological Association. 1949. Vol. 44 (1). hlm. 118–123. doi:10.1037/h0059240.</ref> Contoh kalimat-kalimatnya adalah "kamu ingin agar orang lain menyukaimu", "kamu cenderung kritis kepada dirimu sendiri", atau "kamu punya kapasitas yang belum sepenuhnya kamu gali."<ref>B.R. Forer. [http://apsychoserver.psych.arizona.edu/JJBAReprints/PSYC621/Forer_The%20fallacy%20of%20personal%20validation_1949.pdf The fallacy of personal validation: A classroom demonstration of gullibility]. ''Journal of Abnormal and Social Psychology''. American Psychological Association. 1949. Vol. 44 (1). hlm. 118–123. doi:10.1037/h0059240.</ref>


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 12: Baris 11:
* [http://www.skepdic.com/forer.html Skeptic's Dictionary: the Forer effect]
* [http://www.skepdic.com/forer.html Skeptic's Dictionary: the Forer effect]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+barnum&oldid=27743867 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27743867 (2025-08-26T19:53:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+barnum&oldid=27743867 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27743867 (2025-08-26T19:53:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 18.01

Jumbo the elephant - 3b52419u

Efek Barnum atau efek Forer, juga disebut sebagai efek Barnum-Forer, adalah suatu fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat deskripsi mengenai diri mereka yang seolah dibuat khusus untuk mereka, padahal deskripsi itu sebenarnya sangat umum sehingga dapat berlaku untuk banyak orang. Efek ini menjelaskan mengapa banyak orang percaya dengan praktik-praktik tidak ilmiah seperti astrologi, ramalan, grafologi, pembacaan aura dan beberapa jenis tes kepribadian.[1]

Fenomena yang terkait dengan efek Forer adalah validasi subjektif.[2] Validasi subjektif terjadi ketika dua peristiwa yang acak dan tidak terkait dianggap berhubungan agar sesuai dengan keyakinan, harapan atau hipotesis seseorang. Contohnya, saat membaca kolom horoskop, pembaca secara aktif mencoba mengaitkan isi horoskop tersebut dengan aspek kepribadian mereka.

"Percobaan klasik" yang menunjukkan keberadaan efek Forer dilakukan pada tahun 1948.[3] Psikolog Bertram R. Forer membagikan teks psikologi kepada 39 mahasiswa psikologinya dan mereka diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan deskripsi kepribadian mereka berdasarkan hasil tes tersebut. Satu minggu kemudian, Forer memberikan kepada setiap mahasiswa sebuah deskripsi yang seolah ditulis khusus untuk mereka. Kebanyakan mahasiswa merasa bahwa hasil tes kepribadian tersebut akurat, dengan rata-rata penilaian sebesar 4,26 dalam skala dari 0 hingga 5. Kenyataannya, mereka semua mendapatkan "deskripsi kepribadian" yang sama. Forer juga menyusun "hasil tes kepribadian" tersebut dari buku astrologi dan kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang sangat umum.[4] Contoh kalimat-kalimatnya adalah "kamu ingin agar orang lain menyukaimu", "kamu cenderung kritis kepada dirimu sendiri", atau "kamu punya kapasitas yang belum sepenuhnya kamu gali."[5]

Pranala luar

Referensi

  1. Jerome Tobacyk. Paranormal Beliefs and the Barnum Effect. Journal of Personality Assessment. June 10, 2010. hlm. 737-739.
  2. David F. Marks. The Psychology of the Psychic. Prometheus Books. 2000. hlm. 41. ISBN 1-57392-798-8.
  3. Denis Dutton. The Cold Reading Technique. Denis Dutton.
  4. B.R. Forer. The fallacy of personal validation: A classroom demonstration of gullibility. Journal of Abnormal and Social Psychology. American Psychological Association. 1949. Vol. 44 (1). hlm. 118–123. doi:10.1037/h0059240.
  5. B.R. Forer. The fallacy of personal validation: A classroom demonstration of gullibility. Journal of Abnormal and Social Psychology. American Psychological Association. 1949. Vol. 44 (1). hlm. 118–123. doi:10.1037/h0059240.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27743867 (2025-08-26T19:53:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.