Janggut: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29019753; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki UNISSULA: konten Islami dan pengetahuan umum netral |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
=== Islam === | === Islam === | ||
Dalam [[syariat Islam]], umat [[Muslim]] disunnahkan untuk memotong habis kumis dan memelihara janggut, sekiranya orang tersebut berbakat memiliki janggut. | Dalam [[syariat Islam]], umat [[Muslim]] disunnahkan untuk memotong habis kumis dan memelihara janggut, sekiranya orang tersebut berbakat memiliki janggut. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
Revisi terkini sejak 8 September 2026 13.29
Janggut atau jenggot adalah rambut wajah yang tumbuh pada daerah dagu, pipi, dan leher pria. Rambut di daerah di atas bibir kadang juga dikelompokkan sebagai "janggut" walaupun secara spesifik lebih sering disebut kumis. Ilmu yang mempelajari janggut disebut pogonologi. Sepanjang sejarah, pria berjanggut telah diasosiasikan dengan berbagai atribut seperti bijaksana, maskulin, atau berstatus tinggi, tetapi kadang juga diasosiasikan sebagai kurang rapi atau eksentrik.
Biologi
Janggut berkembang selama masa pubertas. Pertumbuhan janggut terkait dengan stimulasi folikel rambut di daerah tersebut oleh dihidrotestosteron, yang terus memengaruhi pertumbuhan janggut setelah pubertas. Dihydrotestosterone juga menyebabkan kebotakan. Dihidrotestosteron diproduksi dari testosteron, yang kadarnya bervariasi sesuai musim. Tingkat pertumbuhan janggut juga bersifat genetik.
Evolusi
Ahli biologi mencirikan jenggot sebagai karakteristik seksual sekunder karena mereka hanya ditemui pada satu jenis kelamin, tetapi tidak memainkan peran langsung dalam reproduksi. Charles Darwin pertama kali menyarankan penjelasan evolusioner yang mungkin tentang janggut dalam karyanya The Descent of Man, yang berhipotesis bahwa proses seleksi seksual mungkin telah menyebabkan tumbuhnya janggut. Ahli biologi modern telah menegaskan kembali peran seleksi seksual dalam evolusi janggut, menyimpulkan tentang adanya bukti bahwa mayoritas wanita menganggap pria dengan janggut lebih menarik daripada pria tanpa janggut.
Dalam agama
Islam
Dalam syariat Islam, umat Muslim disunnahkan untuk memotong habis kumis dan memelihara janggut, sekiranya orang tersebut berbakat memiliki janggut.
Referensi
Baca lanjut
- (reprinted 2014 by the British Library, )
- (alternative title: Beards: an "omnium gatherum")
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29019753 (2026-03-08T17:50:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.