Penjenamaan digital: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28455927; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Penjenamaan merek digital atau pencitraan merek digital''' ([[bahasa inggris]]: ''digital branding'') merupakan teknik [[manajemen merek]] yang menggunakan perpaduan antara [[pencitraan merek internet]] dan [[pemasaran digital]] untuk mengembangkan sebuah [[merek]] melalui berbagai rana digital, termasuk di dalamnya hubungan berbasis internet, [[aplikasi]] berbasis gawai ataupun konten media lainnya. | '''Penjenamaan merek digital atau pencitraan merek digital''' ([[bahasa inggris]]: ''digital branding'') merupakan teknik [[manajemen merek]] yang menggunakan perpaduan antara [[pencitraan merek internet]] dan [[pemasaran digital]] untuk mengembangkan sebuah [[merek]] melalui berbagai rana digital, termasuk di dalamnya hubungan berbasis internet, [[aplikasi]] <ref>Kartikeya Kompella. [https://books.google.com/books?id=-ZY3BAAAQBAJ&q=mobile%2520app%2520branding The Definitive Book of Branding]. SAGE Publications India. 2014-08-05. ISBN 9789351501046.</ref><ref>David Chiles. [https://books.google.com/books?id=JL8GBAAAQBAJ Apps: Everything You Need To Know]. David Paul Chiles. 2013-05-08.</ref>berbasis gawai ataupun konten media lainnya.<ref>Hank Ostholthoff. [http://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/4-ways-to-master-the-art_b_9377440.html 4 Ways to Master the Art of Digital Branding]. ''The Huffington Post''.</ref> | ||
== Konsep dasar == | == Konsep dasar == | ||
Pencitraan merek digital bertujuan untuk menciptakan hubungan antara konsumen dan produk ataupun jasa yang ditawarkan, | Pencitraan merek digital bertujuan untuk menciptakan hubungan antara konsumen dan produk ataupun jasa yang ditawarkan, <ref>Chris Wilson. [http://freshpeel.com/2009/04/interview-with-brand-consultant-and-author-marty-neumeier/ Interview with Brand Consultant and Author Marty Neumeier]. ''Fresh Peel''. 21 April 2009.</ref><ref>[http://www.entrepreneur.com/encyclopedia/branding Branding Definition]. ''Entrepreneur''.</ref> sehingga merek tersebut dapat dikenali di dunia digital.<ref>David C. Edelman. [https://hbr.org/2010/12/branding-in-the-digital-age-youre-spending-your-money-in-all-the-wrong-places Branding in the Digital Age]. ''Harvard Business Review''. 2010-12-01.</ref> Secara singkat, tujuan akhir dari pencitraan merek digital tidak melulu untuk meningkatkan penjualan, tetapi untuk meningkatkan kesadaran, gambaran serta gaya dari merek tersebut. Pencitraan merek digital pada akhirnya akan menciptakan [[Loyalitas merek|loyalitas]] konsumen dalam jangka panjang. | ||
Pembentukan merek yang mapan membutuhkan setidaknya empat poin utama | Pembentukan merek yang mapan membutuhkan setidaknya empat poin utama <ref>Hank Ostholthoff. [http://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/4-ways-to-master-the-art_b_9377440.html 4 Ways to Master the Art of Digital Branding]. ''The Huffington Post''. Ostholthoff, Hank. [http://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/4-ways-to-master-the-art_b_9377440.html "4 Ways to Master the Art of Digital Branding"]. ''The Huffington Post'' . Retrieved 2016-03-12 .</ref> | ||
# Membangun kisah latar belakang dari merek digital | # Membangun kisah latar belakang dari merek digital | ||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
== Dampak digital dalam pencitraan merek == | == Dampak digital dalam pencitraan merek == | ||
Sebelum munculnya era [[internet]], informasi tentang berbagai perusahaan maupun calon konsumen terasa sedikit terbatasi karena kurangnya akses informasi, pemisahan geografis serta kurangnya interaksi. | Sebelum munculnya era [[internet]], informasi tentang berbagai perusahaan maupun calon konsumen terasa sedikit terbatasi karena kurangnya akses informasi, pemisahan geografis serta kurangnya interaksi. <ref>Ryan Shelley CPBI. [https://www.smamarketing.net/blog/then-vs-now-how-the-internet-continues-to-transform-traditional-marketing Then vs Now: How the Internet Continues to Transform Traditional Marketing]. ''www.smamarketing.net''.</ref> Kemunculan internet dan situs jejaring pada akhirnya mengubah pencitraan merek:<ref>[https://digitalmarketinginstitute.com/blog/the-evolution-of-digital-marketing-30-years-in-the-past-and-future The Evolution of Digital Marketing: 30 Years in the Past & Future]. ''digitalmarketinginstitute.com''.</ref> internet telah mengubah interaksi antara merek dan konsumen; lalu situs jejaring memfasilitasi penjualan dan [[pemasaran daring]], serta membantu mengumpulkan data konsumen dengan lebih komprehensif. <ref>[https://itchronicles.com/big-data/how-do-big-companies-collect-customer-data/ How Do Big Companies Collect Customer Data?]. ''ITChronicles''. 2019-01-14.</ref> | ||
== Saluran pencitraan merek digital == | == Saluran pencitraan merek digital == | ||
Menurut CEO dari Mabbly, Hank Ostholthoff, pencitraan merek digital difasilitasi oleh beberapa saluran. Sebagai seorang pengiklan, salah satu tujuan utamanya ialah menemukan saluran yang menghasilkan hubungan komunikasi dua arah yang maksimal serta [[Pengembalian investasi|tingkat pengembalian investasi]] yang terbaik bagi brand | Menurut CEO dari Mabbly, Hank Ostholthoff, pencitraan merek digital difasilitasi oleh beberapa saluran. Sebagai seorang pengiklan, salah satu tujuan utamanya ialah menemukan saluran yang menghasilkan hubungan komunikasi dua arah yang maksimal serta [[Pengembalian investasi|tingkat pengembalian investasi]] yang terbaik bagi brand<ref>Hank Ostholthoff. [http://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/4-ways-to-master-the-art_b_9377440.html 4 Ways to Master the Art of Digital Branding]. ''The Huffington Post''. Ostholthoff, Hank. [http://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/4-ways-to-master-the-art_b_9377440.html "4 Ways to Master the Art of Digital Branding"]. ''The Huffington Post'' . Retrieved 2016-03-12 .</ref> | ||
Ada beberapa saluran pemasaran online yang tersedia, yaitu: | Ada beberapa saluran pemasaran online yang tersedia, yaitu: <ref>Pratik Dholakiya. [http://www.entrepreneur.com/article/244802 3 Digital Marketing Channels That Work for Every Advertiser]. ''Entrepreneur''. 14 April 2015.</ref> | ||
* [[Pemasaran dengan media sosial|Pemasaran media baru]] | * [[Pemasaran dengan media sosial|Pemasaran media baru]] | ||
| Baris 26: | Baris 26: | ||
* [[Merek internet|Pencitraan merek internet]] | * [[Merek internet|Pencitraan merek internet]] | ||
** [[Pemasaran email]] | ** [[Pemasaran email]] | ||
** [[Pemasaran pencarian]] | ** [[Pemasaran pencarian]] <ref>Jansen, B. J., Sobel, K., and Zhang, M. (2011) [https://faculty.ist.psu.edu/jjansen/academic/jansen_branded_keywords_2011.pdf The Brand Effect of Key Phrases and Advertisements in Sponsored Search]. International Journal of Electronic Commerce. 6(1), 77-106.</ref> | ||
** [[Media sosial]] | ** [[Media sosial]] | ||
** [[Layanan jejaring sosial|Jaringan sosial]] | ** [[Layanan jejaring sosial|Jaringan sosial]] <ref>[http://www.digitaldoughnut.com/blog/blog/4-important-digital-marketing-channels-you-should-know-about 4 Important Digital Marketing Channels You Should Know About]. ''Digital Doughnut''.</ref> | ||
** [[Hubungan masyarakat|Hubungan Masyarakat Daring]] | ** [[Hubungan masyarakat|Hubungan Masyarakat Daring]] | ||
* [[Iklan permainan|Iklan game]] | * [[Iklan permainan|Iklan game]] <ref>Ian Cocoran. [https://books.google.com/books?id=1mmCDwAAQBAJ&q=digital+branding+within+games&pg=PT7 The Art of Digital Branding]. Simon and Schuster. 2010-06-29. ISBN 978-1-58115-802-1.</ref> | ||
* [[Iklan video]] | * [[Iklan video]] <ref>R. Kay Green. [http://www.huffingtonpost.com/r-kay-green/online-brand-presence_b_3140951.html 7 Highly-Effective Ways to Maximize Your Online Brand Presence]. ''Huffington Post''. 25 April 2013.</ref> <ref>Nicole Fallon. [http://www.businessnewsdaily.com/5590-online-brand-management-tips.html 7 Highly-Effective Ways to Maximize Your Online Brand Presence]. ''Business News Daily''. 10 December 2013.</ref> | ||
* [[Pemasaran bergerak|Pemasaran SMS]] | * [[Pemasaran bergerak|Pemasaran SMS]] | ||
* Pencitraan merek di [[Alam metasemesta|MetaVerse]] | * Pencitraan merek di [[Alam metasemesta|MetaVerse]] | ||
== Pencitraan digital personal == | == Pencitraan digital personal == | ||
Setelah media sosial telah terbentuk dan berevolusi selama beberapa dekade terakhir, pencitraan merek digital telah menjadi hal yang personal. Banyak individu yang menggunakan media sosial untuk mencitrakan dan memasarkan dirinya dalam membangun kehidupan personal maupun profesional. Akibatnya, batasan antara sisi personal dan profesional sering kali dirasa mulai menghilang. | Setelah media sosial telah terbentuk dan berevolusi selama beberapa dekade terakhir, pencitraan merek digital telah menjadi hal yang personal. Banyak individu yang menggunakan media sosial untuk mencitrakan dan memasarkan dirinya dalam membangun kehidupan personal maupun profesional.<ref>Katie Rutherford. [https://cci.utk.edu/2021/02/24/looking-back-on-a-decade-of-social-media Looking Back on a Decade of Social Media - College of Communication and Information]. 2021-02-24.</ref> Akibatnya, batasan antara sisi personal dan profesional sering kali dirasa mulai menghilang. | ||
Individu yang aktif di media sosial harusnya sadar bahwa segala hal yang ada di media sosial adalah untuk konsumsi publik dan bisa saja diakses oleh kolega, klien dan mitra profesional lainnya. Banyak perguruan tinggi dan perusahaan yang telah membuat aturan tertentu dalam menggunakan media sosial. Profil media sosial yang dikurasi secara baik tentunya akan menarik bagi calon atasan, sedangkan tidak tampil secara baik di media sosial tentunya mengurangi kesempatan untuk dipertimbangkan sebagai pegawai. | Individu yang aktif di media sosial harusnya sadar bahwa segala hal yang ada di media sosial adalah untuk konsumsi publik dan bisa saja diakses oleh kolega, klien dan mitra profesional lainnya. Banyak perguruan tinggi dan perusahaan yang telah membuat aturan tertentu dalam menggunakan media sosial. Profil media sosial yang dikurasi secara baik tentunya akan menarik bagi calon atasan, sedangkan tidak tampil secara baik di media sosial tentunya mengurangi kesempatan untuk dipertimbangkan sebagai pegawai. <ref>Courtney A. Kleppinger. [https://www.ajpe.org/content/79/6/79 Personal Digital Branding as a Professional Asset in the Digital Age]. ''American Journal of Pharmaceutical Education''. 2015-08-25. Vol. 79 (6). hlm. 79. doi:10.5688/ajpe79679.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penjenamaan+digital&oldid=28455927 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28455927 (2025-11-13T09:19:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penjenamaan+digital&oldid=28455927 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28455927 (2025-11-13T09:19:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 23.04
Penjenamaan merek digital atau pencitraan merek digital (bahasa inggris: digital branding) merupakan teknik manajemen merek yang menggunakan perpaduan antara pencitraan merek internet dan pemasaran digital untuk mengembangkan sebuah merek melalui berbagai rana digital, termasuk di dalamnya hubungan berbasis internet, aplikasi [1][2]berbasis gawai ataupun konten media lainnya.[3]
Konsep dasar
Pencitraan merek digital bertujuan untuk menciptakan hubungan antara konsumen dan produk ataupun jasa yang ditawarkan, [4][5] sehingga merek tersebut dapat dikenali di dunia digital.[6] Secara singkat, tujuan akhir dari pencitraan merek digital tidak melulu untuk meningkatkan penjualan, tetapi untuk meningkatkan kesadaran, gambaran serta gaya dari merek tersebut. Pencitraan merek digital pada akhirnya akan menciptakan loyalitas konsumen dalam jangka panjang.
Pembentukan merek yang mapan membutuhkan setidaknya empat poin utama [7]
- Membangun kisah latar belakang dari merek digital
- Kreativitas dalam media digital dan pemasaran
- Saluran dan konten digital didistribusikan ke saluran sesuai dengan data dan kebiasaan konsumen
- Menciptakan hubungan digital antara merek dengan konsumen
Dampak digital dalam pencitraan merek
Sebelum munculnya era internet, informasi tentang berbagai perusahaan maupun calon konsumen terasa sedikit terbatasi karena kurangnya akses informasi, pemisahan geografis serta kurangnya interaksi. [8] Kemunculan internet dan situs jejaring pada akhirnya mengubah pencitraan merek:[9] internet telah mengubah interaksi antara merek dan konsumen; lalu situs jejaring memfasilitasi penjualan dan pemasaran daring, serta membantu mengumpulkan data konsumen dengan lebih komprehensif. [10]
Saluran pencitraan merek digital
Menurut CEO dari Mabbly, Hank Ostholthoff, pencitraan merek digital difasilitasi oleh beberapa saluran. Sebagai seorang pengiklan, salah satu tujuan utamanya ialah menemukan saluran yang menghasilkan hubungan komunikasi dua arah yang maksimal serta tingkat pengembalian investasi yang terbaik bagi brand[11]
Ada beberapa saluran pemasaran online yang tersedia, yaitu: [12]
- Pemasaran media baru
- Pemasaran lintas media
- Media ritel
- Pemasaran afiliasi
- Iklan bergambar
- Pencitraan merek internet
- Iklan game [15]
- Iklan video [16] [17]
- Pemasaran SMS
- Pencitraan merek di MetaVerse
Pencitraan digital personal
Setelah media sosial telah terbentuk dan berevolusi selama beberapa dekade terakhir, pencitraan merek digital telah menjadi hal yang personal. Banyak individu yang menggunakan media sosial untuk mencitrakan dan memasarkan dirinya dalam membangun kehidupan personal maupun profesional.[18] Akibatnya, batasan antara sisi personal dan profesional sering kali dirasa mulai menghilang.
Individu yang aktif di media sosial harusnya sadar bahwa segala hal yang ada di media sosial adalah untuk konsumsi publik dan bisa saja diakses oleh kolega, klien dan mitra profesional lainnya. Banyak perguruan tinggi dan perusahaan yang telah membuat aturan tertentu dalam menggunakan media sosial. Profil media sosial yang dikurasi secara baik tentunya akan menarik bagi calon atasan, sedangkan tidak tampil secara baik di media sosial tentunya mengurangi kesempatan untuk dipertimbangkan sebagai pegawai. [19]
Referensi
- ↑ Kartikeya Kompella. The Definitive Book of Branding. SAGE Publications India. 2014-08-05. ISBN 9789351501046.
- ↑ David Chiles. Apps: Everything You Need To Know. David Paul Chiles. 2013-05-08.
- ↑ Hank Ostholthoff. 4 Ways to Master the Art of Digital Branding. The Huffington Post.
- ↑ Chris Wilson. Interview with Brand Consultant and Author Marty Neumeier. Fresh Peel. 21 April 2009.
- ↑ Branding Definition. Entrepreneur.
- ↑ David C. Edelman. Branding in the Digital Age. Harvard Business Review. 2010-12-01.
- ↑ Hank Ostholthoff. 4 Ways to Master the Art of Digital Branding. The Huffington Post. Ostholthoff, Hank. "4 Ways to Master the Art of Digital Branding". The Huffington Post . Retrieved 2016-03-12 .
- ↑ Ryan Shelley CPBI. Then vs Now: How the Internet Continues to Transform Traditional Marketing. www.smamarketing.net.
- ↑ The Evolution of Digital Marketing: 30 Years in the Past & Future. digitalmarketinginstitute.com.
- ↑ How Do Big Companies Collect Customer Data?. ITChronicles. 2019-01-14.
- ↑ Hank Ostholthoff. 4 Ways to Master the Art of Digital Branding. The Huffington Post. Ostholthoff, Hank. "4 Ways to Master the Art of Digital Branding". The Huffington Post . Retrieved 2016-03-12 .
- ↑ Pratik Dholakiya. 3 Digital Marketing Channels That Work for Every Advertiser. Entrepreneur. 14 April 2015.
- ↑ Jansen, B. J., Sobel, K., and Zhang, M. (2011) The Brand Effect of Key Phrases and Advertisements in Sponsored Search. International Journal of Electronic Commerce. 6(1), 77-106.
- ↑ 4 Important Digital Marketing Channels You Should Know About. Digital Doughnut.
- ↑ Ian Cocoran. The Art of Digital Branding. Simon and Schuster. 2010-06-29. ISBN 978-1-58115-802-1.
- ↑ R. Kay Green. 7 Highly-Effective Ways to Maximize Your Online Brand Presence. Huffington Post. 25 April 2013.
- ↑ Nicole Fallon. 7 Highly-Effective Ways to Maximize Your Online Brand Presence. Business News Daily. 10 December 2013.
- ↑ Katie Rutherford. Looking Back on a Decade of Social Media - College of Communication and Information. 2021-02-24.
- ↑ Courtney A. Kleppinger. Personal Digital Branding as a Professional Asset in the Digital Age. American Journal of Pharmaceutical Education. 2015-08-25. Vol. 79 (6). hlm. 79. doi:10.5688/ajpe79679.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28455927 (2025-11-13T09:19:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.