Perantaian maju: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27381504; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Perantaian maju''' merupakan metode yang digunakan dalam [[sistem pakar]] dengan menggunakan sistem pelacakan ke depan. Tahapannya dimulai dari sekumpulan fakta dan berakhir di kesimpulan. Metode perantaian maju dimulai dari fakta-fakta yang sudah diketahui dalam sistem pakar. Selanjutnya premis yang telah disesuaikan dengan fakta yang sudah diketahui akan digunakan dengan menggunakan aturan tertentu. Fakta-fakta tersebut diberikan oleh pengguna yang digunakan untuk melakukan pengujian menggunakan aturan yang berakhir pada suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada. Dimulai dari bagian kiri yakni dengan memakai kode ''IF'' yang merupakan pencocokan fakta atau pernyataan yaitu premis dari informasi dengan fakta sebagai masukan bagi komputer. Selanjutnya, akan diarahkan kepada kesimpulan yang memakai kode ''THEN'''.''''' | '''Perantaian maju''' merupakan metode yang digunakan dalam [[sistem pakar]] dengan menggunakan sistem pelacakan ke depan. Tahapannya dimulai dari sekumpulan fakta dan berakhir di kesimpulan. Metode perantaian maju dimulai dari fakta-fakta yang sudah diketahui dalam sistem pakar. Selanjutnya premis yang telah disesuaikan dengan fakta yang sudah diketahui akan digunakan dengan menggunakan aturan tertentu.<ref>Ulti Desi Arni. [https://garudacyber.co.id/artikel/1530-sistem-pakar-dengan-metode-forward-chaining Sistem Pakar dengan Metode Forward Chaining]. ''Garuda Cyber Indonesia''. 10 Januari 2019.</ref> Fakta-fakta tersebut diberikan oleh pengguna yang digunakan untuk melakukan pengujian menggunakan aturan yang berakhir pada suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada. Dimulai dari bagian kiri yakni dengan memakai kode ''IF'' yang merupakan pencocokan fakta atau pernyataan yaitu premis dari informasi dengan fakta sebagai masukan bagi komputer. Selanjutnya, akan diarahkan kepada kesimpulan yang memakai kode ''THEN'''.''''' | ||
== Model == | == Model == | ||
Perantaian maju dimodelkan dengan kode ''IF'' dan ''THEN''. Kode IF menjadi [[informasi]] masukan yang bentuknya dapat berupa data, bukti, gejala, atau temuan lainnya. Sedangkan kode ''THEN'' merupakan kesimpulan yang bentuknya dapat berupa hipotesa, tujuan, penjelasan atau diagnosis. Metode perantaian maju sesuai untuk mengatasi masalah pengendalian dan peramalan. | Perantaian maju dimodelkan dengan kode ''IF'' dan ''THEN''. Kode IF menjadi [[informasi]] masukan yang bentuknya dapat berupa data, bukti, gejala, atau temuan lainnya. Sedangkan kode ''THEN'' merupakan kesimpulan yang bentuknya dapat berupa hipotesa, tujuan, penjelasan atau diagnosis.<ref>Nazaruddin Ahmad Iskandar. [http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2943271&val=26046&title=Metode%20Forward%20Chaining%20untuk%20Deteksi%20Penyakit%20Pada%20Tanaman%20Kentang Metode Forward Chaining untuk Deteksi Penyakit Pada Tanaman Kentang]. ''JINTECH: Jurnal of Information Technology''. 2020. Vol. 1 (2). hlm. 7-19.</ref> Metode perantaian maju sesuai untuk mengatasi masalah pengendalian dan peramalan. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perantaian+maju&oldid=27381504 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27381504 (2025-06-09T03:49:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perantaian+maju&oldid=27381504 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27381504 (2025-06-09T03:49:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.14
Perantaian maju merupakan metode yang digunakan dalam sistem pakar dengan menggunakan sistem pelacakan ke depan. Tahapannya dimulai dari sekumpulan fakta dan berakhir di kesimpulan. Metode perantaian maju dimulai dari fakta-fakta yang sudah diketahui dalam sistem pakar. Selanjutnya premis yang telah disesuaikan dengan fakta yang sudah diketahui akan digunakan dengan menggunakan aturan tertentu.[1] Fakta-fakta tersebut diberikan oleh pengguna yang digunakan untuk melakukan pengujian menggunakan aturan yang berakhir pada suatu kesimpulan berdasarkan fakta yang ada. Dimulai dari bagian kiri yakni dengan memakai kode IF yang merupakan pencocokan fakta atau pernyataan yaitu premis dari informasi dengan fakta sebagai masukan bagi komputer. Selanjutnya, akan diarahkan kepada kesimpulan yang memakai kode THEN.
Model
Perantaian maju dimodelkan dengan kode IF dan THEN. Kode IF menjadi informasi masukan yang bentuknya dapat berupa data, bukti, gejala, atau temuan lainnya. Sedangkan kode THEN merupakan kesimpulan yang bentuknya dapat berupa hipotesa, tujuan, penjelasan atau diagnosis.[2] Metode perantaian maju sesuai untuk mengatasi masalah pengendalian dan peramalan.
Referensi
- ↑ Ulti Desi Arni. Sistem Pakar dengan Metode Forward Chaining. Garuda Cyber Indonesia. 10 Januari 2019.
- ↑ Nazaruddin Ahmad Iskandar. Metode Forward Chaining untuk Deteksi Penyakit Pada Tanaman Kentang. JINTECH: Jurnal of Information Technology. 2020. Vol. 1 (2). hlm. 7-19.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27381504 (2025-06-09T03:49:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.