Lompat ke isi

Takhingga: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
Baris 12: Baris 12:
Banyak kata dalam [[bahasa Indonesia]] yang digunakan untuk menunjukkan maksud takhingga. Kata ketakhinggaan, ketakberhinggaan, ketakterhinggaan, ketidakberhinggaan semuanya memiliki maksud yang sama.<ref>Muhamad Sabirin. [https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/edumat/article/view/581 Konsep Ketakhinggaan dalam Matematika]. ''EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika''. 2016-05-18. Vol. 2 (1). doi:10.20527/edumat.v2i1.581.</ref>
Banyak kata dalam [[bahasa Indonesia]] yang digunakan untuk menunjukkan maksud takhingga. Kata ketakhinggaan, ketakberhinggaan, ketakterhinggaan, ketidakberhinggaan semuanya memiliki maksud yang sama.<ref>Muhamad Sabirin. [https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/edumat/article/view/581 Konsep Ketakhinggaan dalam Matematika]. ''EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika''. 2016-05-18. Vol. 2 (1). doi:10.20527/edumat.v2i1.581.</ref>


'''Ananta'''<ref>Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia [https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata ananta pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan].</ref> juga menunjukkan makna takhingga, dan juga memiliki penggunaan dan arti tertentu dalam [[Agama Hindu]].<ref>I. Nyoman Kardika. [http://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/Sphatika/article/view/1525 Tattwa Siwa Siddhanta Indonesia dalam Teologi Hindu]. ''Sphatika: Jurnal Teologi''. 2020-07-02. Vol. 10 (1). hlm. 37–45. doi:10.25078/sp.v10i1.1525.</ref>


Ada juga ungkapan dalam [[bahasa Melayu Klasik]] yang dapat dimaknai sebagai takhingga, di antaranya adalah "tiada tepermanai", "tiada terkira-kira", dan "tiada terhisabkan".<ref>Shaharir bin Mohamad Zain. [https://books.google.co.id/books?id=SfqnCgAAQBAJ Istilah dan Konsep Pengukuran Tradisional Alam Melayu (Penerbit USM)]. Penerbit USM. 2012. ISBN 978-983-861-670-6.</ref>
Ada juga ungkapan dalam [[bahasa Melayu Klasik]] yang dapat dimaknai sebagai takhingga, di antaranya adalah "tiada tepermanai", "tiada terkira-kira", dan "tiada terhisabkan".<ref>Shaharir bin Mohamad Zain. [https://books.google.co.id/books?id=SfqnCgAAQBAJ Istilah dan Konsep Pengukuran Tradisional Alam Melayu (Penerbit USM)]. Penerbit USM. 2012. ISBN 978-983-861-670-6.</ref>

Revisi terkini sejak 9 September 2026 09.09

Simbol dari takhingga

Takhingga, takterhingga,[1] ananta, atau infinit () adalah konsep sesuatu yang tidak memiliki batas maupun ujung atau sesuatu yang lebih besar dari suatu batas yang ditetapkan.[2] Takhingga sering dilambangkan dengan simbol ∞.

Dalam percakapan sehari-hari orang dapat mengartikan takhingga sebagai "sesuatu yang lebih besar dari segala yang mungkin". Sehingga kadang kata takhingga digunakan untuk menerangkan benda hingga tetapi seakan berterusan tak henti-henti atau sukar untuk menghitungnya. Kadang pula orang bergurau tentang sesuatu yang lebih besar dari takhingga, katakanlah takhingga tambah satu.[3] Tetapi dalam matematika bilangan seperti itu terdefinisi dalam sistem bilangan tertentu, seperti bilangan transfinit.

Ada juga definisi lain dalam bidang teori himpunan yang mengatakan bahwa takhingga bukan benar-benar bilangan, tapi hanya merujuk kepada kardinalitas, yaitu besarnya sejenis himpunan.

Karena ia tidak berlaku seperti bilangan yang biasa kita pakai dalam aritmetika, ia dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat beberapa objek matematika. Contohnya, berapa digit yang ada dalam representasi desimal untuk bilangan π. Atau seperti limx0+1x=+ yang mengatakan bahwa limit untuk 1x adalah takhingga yang positif ketika x menuju kepada 0 dari sisi positif.

Peristilahan

Banyak kata dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk menunjukkan maksud takhingga. Kata ketakhinggaan, ketakberhinggaan, ketakterhinggaan, ketidakberhinggaan semuanya memiliki maksud yang sama.[4]


Ada juga ungkapan dalam bahasa Melayu Klasik yang dapat dimaknai sebagai takhingga, di antaranya adalah "tiada tepermanai", "tiada terkira-kira", dan "tiada terhisabkan".[5]

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Bana G. Kartasasmita. Kamus Matematika : matematika dasar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1993. ISBN 978-979-459-017-1.
  3. Angela Brennan - Infinity plus One, 2011 - Roslyn Oxley9 Gallery. web.archive.org. 2017-03-13.
  4. Muhamad Sabirin. Konsep Ketakhinggaan dalam Matematika. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika. 2016-05-18. Vol. 2 (1). doi:10.20527/edumat.v2i1.581.
  5. Shaharir bin Mohamad Zain. Istilah dan Konsep Pengukuran Tradisional Alam Melayu (Penerbit USM). Penerbit USM. 2012. ISBN 978-983-861-670-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28486490 (2025-11-14T09:46:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.