Metode Jacobi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28481376; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 40: | Baris 40: | ||
== Algoritma Metode Iterasi Jacobi == | == Algoritma Metode Iterasi Jacobi == | ||
INPUT: | INPUT: | ||
: <math>n</math>, A, b, dan hampiran awal '''Y'''=(y<sub>1</sub> y<sub>2</sub> y<sub>3</sub>...y<sub>n</sub>)<sup>T</sup>, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N | : <math>n</math>, A, b, dan hampiran awal '''Y'''=(y<sub>1</sub> y<sub>2</sub> y<sub>3</sub>...y<sub>n</sub>)<sup>T</sup>, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N | ||
| Baris 59: | Baris 58: | ||
'''Input:''' , (diagonal dominant) matrix <math>A</math>, right-hand side vector <math>b</math>, convergence criterion | '''Input:''' , (diagonal dominant) matrix <math>A</math>, right-hand side vector <math>b</math>, convergence criterion | ||
'''Output:''' | '''Output:''' | ||
'''Comments:''' | '''Comments:''' | ||
'''while''' convergence not reached '''do''' | '''while''' convergence not reached '''do''' | ||
| Baris 77: | Baris 75: | ||
== Algoritma Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk ''software'' Matlab == | == Algoritma Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk ''software'' Matlab == | ||
Penggunaan [[Algoritma|algoritme]] Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk matlab. [[MATLAB|Matlab]] merupakan program pengolahan data numerik. | Penggunaan [[Algoritma|algoritme]] Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk matlab. [[MATLAB|Matlab]] merupakan program pengolahan data numerik. | ||
| Baris 238: | Baris 235: | ||
=== Contoh lain === | === Contoh lain === | ||
Contohnya kita diberi sistem linier berikut: | Contohnya kita diberi sistem linier berikut: | ||
| Baris 263: | Baris 259: | ||
Dengan menggunakan perkiraan yang diperoleh, prosedur iteratif diulangi sampai akurasi yang diinginkan tercapai. Berikut ini adalah solusi yang diperkirakan setelah lima iterasi. | Dengan menggunakan perkiraan yang diperoleh, prosedur iteratif diulangi sampai akurasi yang diinginkan tercapai. Berikut ini adalah solusi yang diperkirakan setelah lima iterasi. | ||
{| class="wikitable" border="1" | |||
|- | |||
! <math>x_1</math> | |||
! <math>x_2</math> | |||
! <math>x_3</math> | |||
! <math>x_4</math> | |||
|- | |||
| 0.6 | |||
| 2.27272 | |||
| -1.1 | |||
| 1.875 | |||
|- | |||
| 1.04727 | |||
| 1.7159 | |||
| -0.80522 | |||
| 0.88522 | |||
|- | |||
| 0.93263 | |||
| 2.05330 | |||
| -1.0493 | |||
| 1.13088 | |||
|- | |||
| 1.01519 | |||
| 1.95369 | |||
| -0.9681 | |||
| 0.97384 | |||
|- | |||
| 0.98899 | |||
| 2.0114 | |||
| -1.0102 | |||
| 1.02135 | |||
|} | |||
Solusi yang tepat dari sistem ini adalah . | Solusi yang tepat dari sistem ini adalah . | ||
| Baris 269: | Baris 296: | ||
Prosedur numerik berikut hanya melakukan iterasi untuk menghasilkan vektor solusi. | Prosedur numerik berikut hanya melakukan iterasi untuk menghasilkan vektor solusi. | ||
<syntaxhighlight lang="python"> | |||
def jacobi(A, b, x_init, epsilon=1e-10, max_iterations=500): | |||
D = np.diag(np.diag(A)) | |||
LU = A - D | |||
x = x_init | |||
for i in range(max_iterations): | |||
D_inv = np.diag(1 / np.diag(D)) | |||
x_new = np.dot(D_inv, b - np.dot(LU, x)) | |||
if np.linalg.norm(x_new - x) < epsilon: | |||
return x_new | |||
x = x_new | |||
return x | |||
# problem data | |||
A = np.array([ | |||
[5, 2, 1, 1], | |||
[2, 6, 2, 1], | |||
[1, 2, 7, 1], | |||
[1, 1, 2, 8] | |||
]) | |||
b = np.array([29, 31, 26, 19]) | |||
# you can choose any starting vector | |||
x_init = np.zeros(len(b)) | |||
x = jacobi(A, b, x_init) | |||
print("x:", x) | |||
print("computed b:", np.dot(A, x)) | |||
print("real b:", b) | |||
</syntaxhighlight> | |||
Menghasilkan keluaran: | Menghasilkan keluaran: | ||
| Baris 279: | Baris 336: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
*[[Metode Gauss–Seidel]] | *[[Metode Gauss–Seidel]] | ||
*[[Relaksasi berlebihan berturut-turut]] | *[[Relaksasi berlebihan berturut-turut]] | ||
| Baris 285: | Baris 341: | ||
*[[Propagasi Keyakinan#Propagasi keyakinan Gaussian .28GaBP.29|Propagasi Keyakinan Gaussian]] | *[[Propagasi Keyakinan#Propagasi keyakinan Gaussian .28GaBP.29|Propagasi Keyakinan Gaussian]] | ||
* [[Pemisahan matriks]] | * [[Pemisahan matriks]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* [http://www.math-linux.com/spip.php?article49 Jacobi Method from www.math-linux.com] | * [http://www.math-linux.com/spip.php?article49 Jacobi Method from www.math-linux.com] | ||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+Jacobi&oldid=28481376 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28481376 (2025-11-14T07:29:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metode+Jacobi&oldid=28481376 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28481376 (2025-11-14T07:29:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.20
Metode Iterasi Jacobi merupakan salah satu bidang analisis numerik yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan persamaan linear dan sering dijumpai dalam berbagai disiplin ilmu. Metode Iterasi Jacobi merupakan salah satu metode tak langsung, yaitu bermula dari suatu hampiran penyelesaian awal dan kemudian berusaha memperbaiki hampiran dalam tak berhingga tetapi langkah konvergen. Metode Iterasi Jacobi ini digunakan untuk menyelesaikan persamaan linear berukuran besar dan proporsi koefisien nolnya besar.
Metode ini ditemukan oleh matematikawan yang berasal dari Jerman, Carl Gustav Jacob Jacobi. Penemuan ini diperkirakan pada tahun 1800-an.
Kalau kita mengubah dalam Sistem Persamaan Linear, maka dapat ditulis sebagai berikut
Kemudian, diketahui bahwa , di mana merupakan matriks diagonal, merupakan matriks segitiga bawah, dan merupakan matriks segitiga atas.
Kemudian, persamaan di atas dapat diubah menjadi:
Kemudian,
Jika ditulis dalam aturan iteratif, maka metode Jacobi dapat ditulis sebagai:
di mana merupakan banyaknya iterasi. Jika menyatakan hampiran ke- penyelesaian SPL, maka adalah hampiran awal.
Deskripsi
Jadi
menjadi sistem kuadrat dari nilai dalam persamaan linier yaitu:
Setelah itu nilai dapat diuraikan menjadi komponen diagonal , bagian segitiga bawah dan bagian segitiga atas :
Algoritma Metode Iterasi Jacobi
INPUT:
- , A, b, dan hampiran awal Y=(y1 y2 y3...yn)T, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N
OUTPUT:
- X=(x1 x2 x3...xn)T, vektor galat hampiran , dan yang merupakan matriks dengan baris vektor-vektor hampiran selama iterasi.
- Set penghitung iterasi k=1
- WHILE DO
- FOR , Hitung
- SET
- IF ||X_Y||<T THEN STOP
- Tambah penghitung iterasi,
- FOR , Set yi=xi
- SET Y=(y1 y2 y3...yn)T
- Tulis pesan "Metode gagal setelah N iterasi"
- STOP
Input: , (diagonal dominant) matrix , right-hand side vector , convergence criterion Output: Comments:
while convergence not reached do
for i := 1 step until n do
for j := 1 step until n do
if j ≠ i then
end
end
</math>}}
end
end
Algoritma Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk software Matlab
Penggunaan algoritme Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk matlab. Matlab merupakan program pengolahan data numerik.
INPUT:
- , A, b, dan hampiran awal Y=(y1 y2 y3...yn)T, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N
OUTPUT:
- X=(x1 x2 x3...xn)T, vektor galat hampiran , dan yang merupakan matriks dengan baris vektor-vektor hampiran selama iterasi.
- H=X0'
- n=length (b)
- X=X0
- for k:=1 until N
- for i:=i until n,
- S = b (i) - A (i,[1:i-1,i+1:n]) * X0 ([1:i-1,i+1:n])
- X(i) = S / A (i,i)
- end
- g = abs (X-X0)
- err = norm (g)
- relerr = err / (norm (X)+eps)
- X0 = X
- H = [H;X0']
- if (err<T)|(relerr<T), break, end
- for i:=i until n,
- end
Kekonvergenan
MEtode ini akan bernilai konvergen jika matriksnya merupakan matriks dominan secara diagonal, yaitu apabila unsur diagonal pada kolom tersebut lebih besar dari penjumlahan unsur-unsur lainnya pada kolom tersebut.
Contoh
Sistem linear dari bentuk dengan perkiraan awal diberikan oleh
Kami menggunakan persamaan , dijelaskan di atas, untuk memperkirakan . Pertama, kami menulis ulang persamaan dalam bentuk yang lebih mudah , dimana dan . Dari nilai-nilai yang diketahui
we determine as
Further, is found as
Dengan dan dihitung, kami perkirakan sebagai :
Hasil iterasi berikutnya
Proses ini diulangi sampai konvergensi (yaitu, sampai kecil). Solusi setelah 25 iterasi adalah
Contoh lain
Contohnya kita diberi sistem linier berikut:
Bila kita memilih sebagai pendekatan awal, maka solusi perkiraan pertama diberikan oleh
Dengan menggunakan perkiraan yang diperoleh, prosedur iteratif diulangi sampai akurasi yang diinginkan tercapai. Berikut ini adalah solusi yang diperkirakan setelah lima iterasi.
| 0.6 | 2.27272 | -1.1 | 1.875 |
| 1.04727 | 1.7159 | -0.80522 | 0.88522 |
| 0.93263 | 2.05330 | -1.0493 | 1.13088 |
| 1.01519 | 1.95369 | -0.9681 | 0.97384 |
| 0.98899 | 2.0114 | -1.0102 | 1.02135 |
Solusi yang tepat dari sistem ini adalah .
Contoh menggunakan Python dan NumPy
Prosedur numerik berikut hanya melakukan iterasi untuk menghasilkan vektor solusi.
<syntaxhighlight lang="python"> def jacobi(A, b, x_init, epsilon=1e-10, max_iterations=500):
D = np.diag(np.diag(A))
LU = A - D
x = x_init
for i in range(max_iterations):
D_inv = np.diag(1 / np.diag(D))
x_new = np.dot(D_inv, b - np.dot(LU, x))
if np.linalg.norm(x_new - x) < epsilon:
return x_new
x = x_new
return x
- problem data
A = np.array([
[5, 2, 1, 1], [2, 6, 2, 1], [1, 2, 7, 1], [1, 1, 2, 8]
]) b = np.array([29, 31, 26, 19])
- you can choose any starting vector
x_init = np.zeros(len(b)) x = jacobi(A, b, x_init)
print("x:", x) print("computed b:", np.dot(A, x)) print("real b:", b) </syntaxhighlight>
Menghasilkan keluaran:
x: [3.99275362 2.95410628 2.16183575 0.96618357] computed b: [29. 31. 26. 19.] real b: [29 31 26 19]
Lihat pula
- Metode Gauss–Seidel
- Relaksasi berlebihan berturut-turut
- Metode berulang§Sistem linier
- Propagasi Keyakinan Gaussian
- Pemisahan matriks
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28481376 (2025-11-14T07:29:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.