Lompat ke isi

Notasi Einstein: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28454453; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Notasi Einstein''' atau '''Konvensi penjumlahan Einstein''' adalah sebuah konvensi notasi yang biasa digunakan dalam penerapan [[aljabar linier]] dalam [[fisika]], terutama ketika berurusan dengan rumus koordinat. Konvensi ini diperkenalkan oleh [[Albert Einstein]] pada tahun 1916.
'''Notasi Einstein''' atau '''Konvensi penjumlahan Einstein''' adalah sebuah konvensi notasi yang biasa digunakan dalam penerapan [[aljabar linier]] dalam [[fisika]], terutama ketika berurusan dengan rumus koordinat. Konvensi ini diperkenalkan oleh [[Albert Einstein]] pada tahun 1916.<ref>Albert Einstein. [http://www.alberteinstein.info/gallery/gtext3.html The Foundation of the General Theory of Relativity]. ''Annalen der Physik''. 1916.</ref>


Menurut konvensi ini, bila sebuah indeks variabel muncul dua kali dalam satu suku, sekali dalam indeks atas (superskrip) dan sekali lagi di bawah ([[subskrip]]), berarti secara tersirat kita menjumlahkan semua nilai yang mungkin. Dalam penerapan yang tipikal, indeks ini adalah 1,2,3 (mewakili ketiga dimensi [[ruang Euklid]] fisik) atau 0,1,2,3 atau 1,2,3,4 (mewakili keempat dimensi [[Ruang waktu|ruang-waktu]], atau [[ruang Minkowski]]), tetapi banyaknya indeks tersebut bisa berapa saja. Pada beberapa penerapan indeks tersebut bisa merupakan anggota himpunan tak terhingga. [[Indeks notasi abstrak]] adalah peningkatan atas notasi Einstein.
Menurut konvensi ini, bila sebuah indeks variabel muncul dua kali dalam satu suku, sekali dalam indeks atas (superskrip) dan sekali lagi di bawah ([[subskrip]]), berarti secara tersirat kita menjumlahkan semua nilai yang mungkin. Dalam penerapan yang tipikal, indeks ini adalah 1,2,3 (mewakili ketiga dimensi [[ruang Euklid]] fisik) atau 0,1,2,3 atau 1,2,3,4 (mewakili keempat dimensi [[Ruang waktu|ruang-waktu]], atau [[ruang Minkowski]]), tetapi banyaknya indeks tersebut bisa berapa saja. Pada beberapa penerapan indeks tersebut bisa merupakan anggota himpunan tak terhingga. [[Indeks notasi abstrak]] adalah peningkatan atas notasi Einstein.
Baris 25: Baris 25:
Keuntungan notasi Einstein adalah indeks yang muncul dua kali atau lebih dalam satu suku menyiratkan penjumlahan pada indeks tersebut, sehingga simbol penjumlahan (<math>\sigma</math>) tidak diperlukan.
Keuntungan notasi Einstein adalah indeks yang muncul dua kali atau lebih dalam satu suku menyiratkan penjumlahan pada indeks tersebut, sehingga simbol penjumlahan (<math>\sigma</math>) tidak diperlukan.


== Rujukan ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Notasi+Einstein&oldid=28454453 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28454453 (2025-11-13T08:46:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Notasi+Einstein&oldid=28454453 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28454453 (2025-11-13T08:46:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.09

Notasi Einstein atau Konvensi penjumlahan Einstein adalah sebuah konvensi notasi yang biasa digunakan dalam penerapan aljabar linier dalam fisika, terutama ketika berurusan dengan rumus koordinat. Konvensi ini diperkenalkan oleh Albert Einstein pada tahun 1916.[1]

Menurut konvensi ini, bila sebuah indeks variabel muncul dua kali dalam satu suku, sekali dalam indeks atas (superskrip) dan sekali lagi di bawah (subskrip), berarti secara tersirat kita menjumlahkan semua nilai yang mungkin. Dalam penerapan yang tipikal, indeks ini adalah 1,2,3 (mewakili ketiga dimensi ruang Euklid fisik) atau 0,1,2,3 atau 1,2,3,4 (mewakili keempat dimensi ruang-waktu, atau ruang Minkowski), tetapi banyaknya indeks tersebut bisa berapa saja. Pada beberapa penerapan indeks tersebut bisa merupakan anggota himpunan tak terhingga. Indeks notasi abstrak adalah peningkatan atas notasi Einstein.

Dalam Teori Relativitas Umum, huruf Yunani dan huruf Latin digunakan untuk membedakan penjumlahan terhadap 1,2,3 atau 0,1,2,3. Biasanya huruf Latin i, j, ... digunakan untuk 1, 2, 3 dan huruf Yunani μ, ν, ... untuk 0,1,2,3. Konvensi tanda bisa berbeda-beda.

Perlu diingat tidak ada hukum fisika atau gagasan baru yang dihasilkan dari notasi Einstein. Konvensi ini hanya membantu mengenali hubungan dan kesetangkupan yang sering tersembunyi oleh notasi konvensional.

Dalam beberapa bidang, notasi Einstein sering dirujuk sebagai notasi indeks saja. Penggunaan penjumlahan secara tersirat pada pengulangan indeks juga disebut sebagai "Konvensi penjumlahan Einstein.

Gagasan dasar notasi Einstein sangat sederhana. Notasi ini memungkinkan penggantian rumus panjang seperti:

y=c1x1+c2x2+c3x3+...+cnxn

yang biasanya diringkas menjadi:

y=i=1ncixi

dengan rumus yang bahkan lebih sederhana lagi, dalam notasi Einstein

y=cixi

Dalam notasi Einstein, indeks seperti i dalam persamaan di atas dapat muncul baik sebagai subskrip ataupun superskrip. Letak indeks ini punya maksud khusus. Perlu diingat untuk tidak menafsirkan indeks yang muncul pada posisi superskrip sebagai pangkat, yang merupakan konvensi baku dalam aljabar. Di sini, i dalam posisi superskrip di atas simbol x menunjukkan indeks bilangan bulat yang berjalan dari 1 ke n.

Keuntungan notasi Einstein adalah indeks yang muncul dua kali atau lebih dalam satu suku menyiratkan penjumlahan pada indeks tersebut, sehingga simbol penjumlahan (σ) tidak diperlukan.

Referensi

  1. Albert Einstein. The Foundation of the General Theory of Relativity. Annalen der Physik. 1916.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28454453 (2025-11-13T08:46:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.