Finiter: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23885720; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 4: | Baris 4: | ||
== Argumen finiter == | == Argumen finiter == | ||
'''Argumen finiter''' adalah salah satu translasi menjadi [[himpunan hingga]] proposisi simbolis mulai dari yang terbatas set [[aksioma]] s. Dengan kata lain, ini adalah [[bukti matematika|bukti]] (termasuk semua asumsi) yang dituliskan pada selembar kertas yang cukup besar. | '''Argumen finiter''' adalah salah satu translasi menjadi [[himpunan hingga]] proposisi simbolis mulai dari yang terbatas<ref>Jumlah aksioma yang ''direferensikan'' dalam argumen pasti akan terbatas karena buktinya terbatas, tetapi jumlah aksioma yang '' dipilih '' ini tidak terbatas jika sistem memiliki skema aksioma , misalnya skema aksioma kalkulus proposisional.</ref> set [[aksioma]] s. Dengan kata lain, ini adalah [[bukti matematika|bukti]] (termasuk semua asumsi) yang dituliskan pada selembar kertas yang cukup besar. | ||
Sebaliknya, '''[[logika tak hingga]]''' mempelajari logika yang memungkinkan [[pernyataan (logika)|pernyataan]] dan [[bukti matematika|bukti]]. Dalam logika seperti itu, menganggap [[pembilang eksistensial]], misalnya, sebagai turunan dari [[disjungsi]] tak hingga. | Sebaliknya, '''[[logika tak hingga]]''' mempelajari logika yang memungkinkan [[pernyataan (logika)|pernyataan]] dan [[bukti matematika|bukti]]. Dalam logika seperti itu, menganggap [[pembilang eksistensial]], misalnya, sebagai turunan dari [[disjungsi]] tak hingga. | ||
| Baris 14: | Baris 14: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
*[http://plato.stanford.edu/entries/logic-infinitary/ Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on Infinitary Logic] | *[http://plato.stanford.edu/entries/logic-infinitary/ Stanford Encyclopedia of Philosophy entry on Infinitary Logic] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Finiter&oldid=23885720 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23885720 (2023-07-21T20:03:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Finiter&oldid=23885720 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 23885720 (2023-07-21T20:03:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.11
Dalam matematika dan logika, operasi adalah finiter jika ariti hingga, yaitu jika memiliki jumlah nilai input yang terbatas. Demikian pula, infiniter Operasi adalah operasi dengan bilangan tak hingga dari nilai masukan.
Dalam matematika standar, operasi adalah finiter menurut definisi. Oleh karena itu istilah-istilah ini biasanya hanya digunakan dalam konteks logika tak hingga.
Argumen finiter
Argumen finiter adalah salah satu translasi menjadi himpunan hingga proposisi simbolis mulai dari yang terbatas[1] set aksioma s. Dengan kata lain, ini adalah bukti (termasuk semua asumsi) yang dituliskan pada selembar kertas yang cukup besar.
Sebaliknya, logika tak hingga mempelajari logika yang memungkinkan pernyataan dan bukti. Dalam logika seperti itu, menganggap pembilang eksistensial, misalnya, sebagai turunan dari disjungsi tak hingga.
Sejarah
Logikawan di awal abad ke-20 bertujuan untuk memecahkan masalah dasar, seperti, "Apa dasar matematika yang sebenarnya?" Program ini mampu menulis ulang semua matematika menggunakan bahasa yang sepenuhnya sintaksis tanpa semantik. Dalam kata-kata David Hilbert (mengacu pada geometri), "tidak masalah jika kita menyebutnya kursi, meja dan cangkir bir atau poin, garis dan bidang."
Penekanan pada keterbatasan berasal dari gagasan bahwa pemikiran matematis manusia didasarkan pada sejumlah prinsip yang terbatas dan semua alasan pada dasarnya mengikuti satu aturan: modus ponens. Proyeknya adalah untuk memperbaiki jumlah simbol yang terbatas (pada dasarnya angka 1, 2, 3, ... huruf alfabet dan beberapa simbol khusus seperti "+", "⇒", "(" , ")", dll.), memberikan sejumlah proposisi terbatas yang diekspresikan dalam simbol-simbol itu, yang akan diambil sebagai "fondasi" (aksioma), dan beberapa kaidah inferensi yang akan memodelkan cara manusia.
Catatan
Pranala luar
Referensi
- ↑ Jumlah aksioma yang direferensikan dalam argumen pasti akan terbatas karena buktinya terbatas, tetapi jumlah aksioma yang dipilih ini tidak terbatas jika sistem memiliki skema aksioma , misalnya skema aksioma kalkulus proposisional.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23885720 (2023-07-21T20:03:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.