Geometri analitis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26337217; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Portrait_of_René_Descartes,_bust,_three-quarter_facing_left_in_an_oval_border,_(white_background_removed).png|thumb|right|280px|Portrait of René Descartes, bust, three-quarter facing left in an oval border, (white background removed)]] | |||
'''Geometri Analitis''', juga disebut '''geometri koordinat''' dan dahulu disebut '''geometri Kartesius''', adalah pembahasan geometri menggunakan prinsip-prinsip [[aljabar]] menggunakan [[bilangan riil]]. Biasanya, [[sistem koordinat Kartesius]] diterapkan untuk menyelesaikan persamaan [[bidang]], [[garis]], garis lurus, dan persegi, yang sering dalam pengukuran 2 atau 3 dimensi. Seperti yang diajarkan di buku pelajaran sekolah, geometri analitis dapat dijelaskan dengan sederhana: terfokus pada pendefinisian bentuk bangun dalam bilangan dan menjadikan sebagai sebuah hasil perhitungan. Hasil perhitungan dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor atau bangun. Bagaimanapun juga beberapa output numerik juga membentuk vektor. Ada anggapan bahwa lahirnya geometri analitis adalah permulaan matematika modern. | '''Geometri Analitis''', juga disebut '''geometri koordinat''' dan dahulu disebut '''geometri Kartesius''', adalah pembahasan geometri menggunakan prinsip-prinsip [[aljabar]] menggunakan [[bilangan riil]]. Biasanya, [[sistem koordinat Kartesius]] diterapkan untuk menyelesaikan persamaan [[bidang]], [[garis]], garis lurus, dan persegi, yang sering dalam pengukuran 2 atau 3 dimensi. Seperti yang diajarkan di buku pelajaran sekolah, geometri analitis dapat dijelaskan dengan sederhana: terfokus pada pendefinisian bentuk bangun dalam bilangan dan menjadikan sebagai sebuah hasil perhitungan. Hasil perhitungan dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor atau bangun. Bagaimanapun juga beberapa output numerik juga membentuk vektor. Ada anggapan bahwa lahirnya geometri analitis adalah permulaan matematika modern. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Matematikawan Yunani berhasil memecahkan masalah dan membuktikan teorema dengan menggunakan metode yang merangkai penggunaan koordinat dan ternyata itu adalah geometri analitik. | Matematikawan Yunani berhasil memecahkan masalah dan membuktikan teorema dengan menggunakan metode yang merangkai penggunaan koordinat dan ternyata itu adalah geometri analitik.<ref>Carl B. (Carl Benjamin) Boyer. [https://archive.org/details/historyofmathema00boye/page/94 A history of mathematics]. New York : Wiley. 1991. ISBN 978-0-471-54397-8.</ref> | ||
Apollonius dari Perga , dalam ''On Determinate Section'' , membahas masalah dengan cara yang dapat disebut geometri analitik satu dimensi; dengan pertanyaan tentang menemukan titik-titik pada garis yang memiliki rasio terhadap yang lain.<ref>Carl B. (Carl Benjamin) Boyer. [https://archive.org/details/historyofmathema00boye/page/94 A history of mathematics]. New York : Wiley. 1991. ISBN 978-0-471-54397-8.</ref> | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 13: | Baris 12: | ||
* [http://www.mygeometryteacher.com/ Membangung objek geometri analitis] | * [http://www.mygeometryteacher.com/ Membangung objek geometri analitis] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Geometri+analitis&oldid=26337217 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26337217 (2024-09-23T07:16:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 08.56

Geometri Analitis, juga disebut geometri koordinat dan dahulu disebut geometri Kartesius, adalah pembahasan geometri menggunakan prinsip-prinsip aljabar menggunakan bilangan riil. Biasanya, sistem koordinat Kartesius diterapkan untuk menyelesaikan persamaan bidang, garis, garis lurus, dan persegi, yang sering dalam pengukuran 2 atau 3 dimensi. Seperti yang diajarkan di buku pelajaran sekolah, geometri analitis dapat dijelaskan dengan sederhana: terfokus pada pendefinisian bentuk bangun dalam bilangan dan menjadikan sebagai sebuah hasil perhitungan. Hasil perhitungan dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor atau bangun. Bagaimanapun juga beberapa output numerik juga membentuk vektor. Ada anggapan bahwa lahirnya geometri analitis adalah permulaan matematika modern.
Sejarah
Matematikawan Yunani berhasil memecahkan masalah dan membuktikan teorema dengan menggunakan metode yang merangkai penggunaan koordinat dan ternyata itu adalah geometri analitik.[1]
Apollonius dari Perga , dalam On Determinate Section , membahas masalah dengan cara yang dapat disebut geometri analitik satu dimensi; dengan pertanyaan tentang menemukan titik-titik pada garis yang memiliki rasio terhadap yang lain.[2]
Pranala luar
- Topik Coordinate Geometry dengan animasi interaktif
- Membangung objek geometri analitis
Referensi
- ↑ Carl B. (Carl Benjamin) Boyer. A history of mathematics. New York : Wiley. 1991. ISBN 978-0-471-54397-8.
- ↑ Carl B. (Carl Benjamin) Boyer. A history of mathematics. New York : Wiley. 1991. ISBN 978-0-471-54397-8.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26337217 (2024-09-23T07:16:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.