Konsekuensi logis: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28033982; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
== Penerapan == | == Penerapan == | ||
=== Pendidikan anak === | === Pendidikan anak === | ||
Konsekuensi logis diberikan kepada anak untuk melatihnya [[belajar]] melalui pengalaman. Orang tua mengajarkan tentang konsekuensi logis kepada anaknya agar anaknya mampu mengadakan pengambilan keputusan secara bertanggung jawab. Anak dibiarkan memilih tindakan yang akan dilakukannya dengan mengetahui risiko dari tindakannya. Pemberian konsekuensi logis pada anak oleh orang tua dilakukan dengan cara yang lembut tanpa perasaan marah dan tidak bersifat memberikan hukuman kepada anak. | Konsekuensi logis diberikan kepada anak untuk melatihnya [[belajar]] melalui pengalaman. Orang tua mengajarkan tentang konsekuensi logis kepada anaknya agar anaknya mampu mengadakan pengambilan keputusan secara bertanggung jawab. Anak dibiarkan memilih tindakan yang akan dilakukannya dengan mengetahui risiko dari tindakannya. Pemberian konsekuensi logis pada anak oleh orang tua dilakukan dengan cara yang lembut tanpa perasaan marah dan tidak bersifat memberikan hukuman kepada anak.<ref>Ana Maghfiroh. [http://eprints.umpo.ac.id/1769/2/BUKU%20NONO%20SIAP%20TERBIT.pdf No Punishment No Worries: Menghapus Kekhawatiran, Membangun Keberanian dalam Belajar]. Unmuh Ponorogo Press. 2015. hlm. 95. ISBN 978-602-0815-13-8.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://plato.stanford.edu/entries/logical-consequence/ Stanford Encyclopedia of Philosophy] | * [http://plato.stanford.edu/entries/logical-consequence/ Stanford Encyclopedia of Philosophy] | ||
* [http://www.iep.utm.edu/l/logcon.htm Internet Encyclopedia of Philosophy] | * [http://www.iep.utm.edu/l/logcon.htm Internet Encyclopedia of Philosophy] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konsekuensi+logis&oldid=28033982 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28033982 (2025-10-16T20:43:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konsekuensi+logis&oldid=28033982 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28033982 (2025-10-16T20:43:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 08.59
Konsekuensi logis (gabungan dari konsekuensi + logis), sering dianggap suatu konsep paling dasar dalam logika, adalah hubungan antara suatu kalimat (atau proposisi) dan kalimat lain (proposisi) sewaktu kalimat yang terakhir "mengikuti" kalimat sebelumnya. Suatu hubungan konsekuensi logis yang terspesifikasi dengan formal dapat dikarakterisasikan dengan teori model atau teori pembuktian (atau keduanya). Konsekuensi logis dapat pula diekspresikan sebagai suatu fungsi dari himpunan kalimat terhadap himpunan kalimat lain (formulasi Tarski), atau sebagai hubungan antara dua himpunan kalimat (logika simpulan jamak).
Penerapan
Pendidikan anak
Konsekuensi logis diberikan kepada anak untuk melatihnya belajar melalui pengalaman. Orang tua mengajarkan tentang konsekuensi logis kepada anaknya agar anaknya mampu mengadakan pengambilan keputusan secara bertanggung jawab. Anak dibiarkan memilih tindakan yang akan dilakukannya dengan mengetahui risiko dari tindakannya. Pemberian konsekuensi logis pada anak oleh orang tua dilakukan dengan cara yang lembut tanpa perasaan marah dan tidak bersifat memberikan hukuman kepada anak.[1]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Ana Maghfiroh. No Punishment No Worries: Menghapus Kekhawatiran, Membangun Keberanian dalam Belajar. Unmuh Ponorogo Press. 2015. hlm. 95. ISBN 978-602-0815-13-8.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28033982 (2025-10-16T20:43:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.