Siniar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28603414; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Siniar''' atau '''podsiar''' () adalah serangkaian [[berkas]] media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan kapan saja dan dapat di[[unduh]] melalui [[sindikasi web]]. Kata ‘''podcast''’ mengalahkan istilah ''‘webcast’'' dalam bahasa sehari-hari, karena meningkatnya kegemaran [[iPod]] dan [[umpan web]] (''web feed''). | '''Siniar'''<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata siniar]. ''KBBI Daring''. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.</ref> atau '''podsiar'''<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata podsiar]. ''KBBI Daring''. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.</ref> () adalah serangkaian [[berkas]] media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan kapan saja dan dapat di[[unduh]] melalui [[sindikasi web]]. Kata ‘''podcast''’ mengalahkan istilah ''‘webcast’'' dalam bahasa sehari-hari, karena meningkatnya kegemaran [[iPod]] dan [[umpan web]] (''web feed''). | ||
Cara pengiriman siniar berbeda dengan cara-cara lain seperti pengunduhan langsung atau penyiaran web beralir (''web streaming'') untuk memperoleh berkas media melalui [[Internet]]. Daftar semua berkas audio atau video yang terkait dengan seri tertentu dijaga secara terpusat pada [[peladen]] pengedar (''distributor's server'') sebagai umpan web, dan para pendengar atau penonton menggunakan pengunduh siniar (''podcatcher'') untuk mendapatkan umpan web, memeriksa pemutakhiran terkini, dan mengunduh berkas baru dalam seri tersebut. Cara-cara itu dapat diatur untuk berjalan mandiri sehingga berkas baru dapat diunduh dengan sendirinya. Berkas tersebut disimpan secara dalam komputer pengguna atau [[peranti]] lain yang dapat digunakan secara [[luring]] guna memberikan akses mudah dan nyaman bagi isi kandungan yang diterbitkan sewaktu-waktu. Jenis berkas audio yang umum digunakan siniar mencakup [[Ogg Vorbis]] dan [[MP3]]. | Cara pengiriman siniar berbeda dengan cara-cara lain seperti pengunduhan langsung atau penyiaran web beralir (''web streaming'') untuk memperoleh berkas media melalui [[Internet]]. Daftar semua berkas audio atau video yang terkait dengan seri tertentu dijaga secara terpusat pada [[peladen]] pengedar (''distributor's server'') sebagai umpan web, dan para pendengar atau penonton menggunakan pengunduh siniar (''podcatcher'') untuk mendapatkan umpan web, memeriksa pemutakhiran terkini, dan mengunduh berkas baru dalam seri tersebut. Cara-cara itu dapat diatur untuk berjalan mandiri sehingga berkas baru dapat diunduh dengan sendirinya. Berkas tersebut disimpan secara dalam komputer pengguna atau [[peranti]] lain yang dapat digunakan secara [[luring]] guna memberikan akses mudah dan nyaman bagi isi kandungan yang diterbitkan sewaktu-waktu.<ref>[http://isites.harvard.edu/icb/icb.do?keyword=k1967&pageid=icb.page23750 Siniar Production]. President and Fellows of Harvard College.</ref><ref>[http://www.oup.com/elt/catalogue/teachersites/oald7/wotm/wotm_archive/podcast?cc=global Oxford University Press | Siniar]. Oup.com.</ref> Jenis berkas audio yang umum digunakan siniar mencakup [[Ogg Vorbis]] dan [[MP3]]. | ||
Para pelajar di ''Community, Journalism & Communication Research Group'' (Kelompok Peneliti Masyarakat, Kewartawanan, & Perhubungan) dari '[[Universitas Texas di Austin]]' (''University of Texas at Austin''), [[Amerika Serikat]], mengajukan empat batasan makna bagi siniar: berkas audio atau video yang diterbitkan sekali dalam satu waktu; dapat diunduh; dijalankan dalam sebuah program, terutama oleh seorang pembawa siniar dan/atau tema; dan mudah dipakai, biasanya dapat diperoleh lewat umpan otomatis dari perangkat lunak komputer. | Para pelajar di ''Community, Journalism & Communication Research Group'' (Kelompok Peneliti Masyarakat, Kewartawanan, & Perhubungan) dari '[[Universitas Texas di Austin]]' (''University of Texas at Austin''), [[Amerika Serikat]], mengajukan empat batasan makna bagi siniar: berkas audio atau video yang diterbitkan sekali dalam satu waktu; dapat diunduh; dijalankan dalam sebuah program, terutama oleh seorang pembawa siniar dan/atau tema; dan mudah dipakai, biasanya dapat diperoleh lewat umpan otomatis dari perangkat lunak komputer.<ref>Gil de Zúñiga, H., Veenstra, A., Vraga, E., and Shah, D. (2010) 'Digital Democracy: Reimagining Pathways to Political Participation', Journal of Information Technology & Politics, 7: 1, 36 - 51</ref> | ||
== Asal-usul istilah == | == Asal-usul istilah == | ||
Istilah "''podcasting''" pertama kali muncul dalam sebuah karangan artikel oleh Ben Hammersley di surat kabar ''[[The Guardian]]'' pada Februari 2004, bersama dengan istilah lain yang diusulkan untuk menamakan teknologi baru ini. "''Podcast''" merupakan [[portmanteau|lakuran kata]] "''pod''" — "''playable on demand''" (dimainkan atas permintaan), yang kelak digunakan [[Apple Computer]] (sekarang Apple) untuk merek [[pemutar media portabel|pemutar-media-saku]] (''portable media player'') [[iPod]] — dan "''broadcasting''" (penyiaran). Nama ini dapat menyesatkan, karena siniar dapat digunakan tanpa iPod, atau bentuk pemutar-media-saku lain; isi-kandungannya dapat diperoleh dengan komputer yang dapat memainkan berkas media. Penggunaan istilah "''podcast''" mendahului adanya dukungan asal (''native support'') untuk layanan siniar bagi iPod, atau perangkat lunak Apple [[iTunes]]. Untuk menghindari keterkaitannya dengan istilah "iPod", beberapa orang memakai istilah "'''''netcast'''''" sebagai pengganti "''podcast''", seperti siniarwan (''podcaster'') TWiT.tv Leo Laporte. Singkatan balik (''backronym'') telah diusulkan supaya "''podcast''" dapat diuraikan sebagai "'''''p'''ersonal '''o'''n '''d'''emand broad'''cast'''''" (penyiaran atas permintaan pribadi). | Istilah "''podcasting''" pertama kali muncul dalam sebuah karangan artikel oleh Ben Hammersley di surat kabar ''[[The Guardian]]'' pada Februari 2004, bersama dengan istilah lain yang diusulkan untuk menamakan teknologi baru ini.<ref>Ben Hammersley: [http://www.guardian.co.uk/media/2004/feb/12/broadcasting.digitalmedia "Audible revolution"], ''The Guardian'', 12 February 2004.</ref> "''Podcast''" merupakan [[portmanteau|lakuran kata]] "''pod''" — "''playable on demand''" (dimainkan atas permintaan), yang kelak digunakan [[Apple Computer]] (sekarang Apple) untuk merek [[pemutar media portabel|pemutar-media-saku]] (''portable media player'') [[iPod]] — dan "''broadcasting''" (penyiaran).<ref>[http://www.oup.com/elt/catalogue/teachersites/oald7/wotm/wotm_archive/podcast?cc=global Oxford University Press | Siniar]. Oup.com.</ref> Nama ini dapat menyesatkan, karena siniar dapat digunakan tanpa iPod, atau bentuk pemutar-media-saku lain; isi-kandungannya dapat diperoleh dengan komputer yang dapat memainkan berkas media.<ref>[http://www.pcreview.co.uk/articles/Internet/What_is_PodCasting?/ What is PodCasting?]. PCReview.co.uk. 2005-06-09.</ref> Penggunaan istilah "''podcast''" mendahului adanya dukungan asal (''native support'') untuk layanan siniar bagi iPod, atau perangkat lunak Apple [[iTunes]].<ref>[http://www.afterdawn.com/news/archive/6584.cfm Apple adds podcasting to iTunes]. 2006-06-30.</ref> Untuk menghindari keterkaitannya dengan istilah "iPod", beberapa orang memakai istilah "'''''netcast'''''" sebagai pengganti "''podcast''", seperti siniarwan (''podcaster'') TWiT.tv Leo Laporte.<ref>[http://www.twit.tv/2006/09/22/a_cast_by_any_other_name A Cast By Any Other Name]. 2006-09-22.</ref> Singkatan balik (''backronym'') telah diusulkan supaya "''podcast''" dapat diuraikan sebagai "'''''p'''ersonal '''o'''n '''d'''emand broad'''cast'''''" (penyiaran atas permintaan pribadi).<ref>[http://commoncraft.com/podcasting Common Craft's video "Podcasting in Plain English"]. Commoncraft.com. 2008-04-21.</ref><ref>[http://www.zencast.com/about/ Creative's definition of the term podcasting]. Zencast.com.</ref><ref>[http://db.podhead.net/pod/podwebpack.section_message?P_MESSAGE=283 Podcasting dictionary]. Db.podhead.net.</ref> | ||
Istilah "'''siniar'''" dibentuk dengan memanfaatkan sisipan "-in-" pada kata dasar "siar". Pemberian sisipan -in- pada kara "siar" menunjukkan bahwa siaran tersebut dapat terus berlangsung beberapa lama. Selain siniar, istilah lain yang setara ialah '''podsiar'''. | Istilah "'''siniar'''" dibentuk dengan memanfaatkan sisipan "-in-" pada kata dasar "siar".<ref>Ivan Lanin. [https://ivanlanin.wordpress.com/2011/05/18/sisipan-2/ Sisipan]. ''Nan Tak (Kalah) Penting''. 2011-05-18.</ref> Pemberian sisipan -in- pada kara "siar" menunjukkan bahwa siaran tersebut dapat terus berlangsung beberapa lama. Selain siniar, istilah lain yang setara ialah '''podsiar'''.<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata podsiar]. ''KBBI Daring''. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Banyak individu dan kelompok yang berkontribusi pada popularitas siniar. Salah satu individu yang turut mengembangkan siniar di [[Indonesia]] adalah Bung Rane, seseorang yang dulu pernah bekerja sebagai [[penyiar radio]], dan kini telah melanglangbuana ke beberapa negara di [[Asia]] untuk bekerja dalam agensi [[Public Relation]]. Bung Rane telah mempopulerkan siniar dari pertama kali siniar masuk ke Indonesia pada pada tahun 2005. Namun pasang surut orang yang mendengarkan siniar di Indonesia membuat siniar pada tahun 2005 tidak terlalu mendapatkan perhatian. Pasalnya, siniar pada tahun awalan masuk di Indonesia hanya dibawa oleh [[IPod|Apple iPod]] saja, sedangkan tidak banyak orang yang memiliki iPod. | Banyak individu dan kelompok yang berkontribusi pada popularitas siniar.<ref>Heffernan, Virginia. [http://www.nytimes.com/2005/07/22/arts/22heff.html "The Siniar as a New Podium"], "The New York Times". 22 Juli 2005. Diakses pada 16 November 2012.</ref> Salah satu individu yang turut mengembangkan siniar di [[Indonesia]] adalah Bung Rane,<ref>[https://suarane.org/ suarane – podcast, radio, audio].</ref> seseorang yang dulu pernah bekerja sebagai [[penyiar radio]], dan kini telah melanglangbuana ke beberapa negara di [[Asia]] untuk bekerja dalam agensi [[Public Relation]]. Bung Rane telah mempopulerkan siniar dari pertama kali siniar masuk ke Indonesia pada pada tahun 2005.<ref>[https://inavoice.com/blog_definisi-podcast-dan-perkembangannya-di-indonesia_35 Arti Siniar Dilihat dari Sejarah dan Perkembangannya inavoice.com]. ''inavoice.com''.</ref> Namun pasang surut orang yang mendengarkan siniar di Indonesia membuat siniar pada tahun 2005 tidak terlalu mendapatkan perhatian. Pasalnya, siniar pada tahun awalan masuk di Indonesia hanya dibawa oleh [[IPod|Apple iPod]] saja, sedangkan tidak banyak orang yang memiliki iPod. | ||
Kini ketenaran siniar semakin tinggi. Tercatat bahwa lonjakan pengguna siniar dari tahun 2018 hingga tahun ini semakin tinggi. Lonjakan pengguna dan pendengar siniar ini tidak dapat dimungkiri karena ketenaran [[Spotify]] di Indonesia. Spotify turut memperkenalkan platform siniar yang mana semua orang kini dapat membuat dan mendengarkan siniar melalui platform ini. | Kini ketenaran siniar semakin tinggi. Tercatat bahwa lonjakan pengguna siniar dari tahun 2018 hingga tahun ini semakin tinggi.<ref>[https://trends.google.co.id/trends/explore?date=2018-01-01%202021-01-19&geo=ID&q=podcast Google Trends]. ''Google Trends''.</ref> Lonjakan pengguna dan pendengar siniar ini tidak dapat dimungkiri karena ketenaran [[Spotify]] di Indonesia. Spotify turut memperkenalkan platform siniar yang mana semua orang kini dapat membuat dan mendengarkan siniar melalui platform ini. | ||
== Perkembangan siniar di Indonesia == | == Perkembangan siniar di Indonesia == | ||
Siniar mungkin baru terdengar gaungnya di Indonesia, tetapi telah lama dikenal di dunia. Pada tahun 2004, [https://www.theguardian.com/media/2004/feb/12/broadcasting.digitalmedia The Guardian] menyebutnya sebagai “''audible revolution''”. Sejak 2014, pendengar siniar melalui ponsel naik hingga 157%. Tentunya ada pula yang mendengar melalui perangkat lain seperti tablet atau komputer. Sepuluh besar negara dengan pendengar siniar terbanyak adalah Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Australia, Amerika, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan Jerman. Genre terpopuler yang didengarkan di Korea Selatan adalah berita dan politik, musik, komedi, film, dan bahasa. | Siniar mungkin baru terdengar gaungnya di Indonesia, tetapi telah lama dikenal di dunia.<ref>Erlinda Sukmasari. [https://cultura.id/perkembangan-podcast-di-indonesia Perkembangan Siniar di Indonesia]. ''Cultura Magazine''. 2019-05-26.</ref> Pada tahun 2004, [https://www.theguardian.com/media/2004/feb/12/broadcasting.digitalmedia The Guardian] menyebutnya sebagai “''audible revolution''”. Sejak 2014, pendengar siniar melalui ponsel naik hingga 157%. Tentunya ada pula yang mendengar melalui perangkat lain seperti tablet atau komputer. Sepuluh besar negara dengan pendengar siniar terbanyak adalah Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Australia, Amerika, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan Jerman. Genre terpopuler yang didengarkan di Korea Selatan adalah berita dan politik, musik, komedi, film, dan bahasa. | ||
Studi lain menyebutkan bahwa ada 51% dari total populasi penduduk Amerika yang menjadi pendengar siniar. Lima tema besar yang populer di Amerika adalah budaya, bisnis, komedi, berita dan politik, serta kesehatan. Mayoritas pendengar berusia 25 hingga 34 tahun. Artinya medium ini populer di kalangan muda. Bila dibandingkan dengan kelompok pendengar usia 65 tahun ke atas, jumlahnya hanya mencapai 6%. Hal ini bisa jadi karena kalangan muda lebih banyak menggunakan internet juga beragam perangkat teknologi komunikasi. Siniar belum cukup ramah untuk lansia. | Studi lain menyebutkan bahwa ada 51% dari total populasi penduduk Amerika yang menjadi pendengar siniar.<ref>[https://musicoomph.com/podcast-statistics/ Siniar Statistics (2020) – Newest Available Data + Infographic]. ''Music Oomph''. 2018-08-20.</ref> Lima tema besar yang populer di Amerika adalah budaya, bisnis, komedi, berita dan politik, serta kesehatan. Mayoritas pendengar berusia 25 hingga 34 tahun. Artinya medium ini populer di kalangan muda. Bila dibandingkan dengan kelompok pendengar usia 65 tahun ke atas, jumlahnya hanya mencapai 6%. Hal ini bisa jadi karena kalangan muda lebih banyak menggunakan internet juga beragam perangkat teknologi komunikasi. Siniar belum cukup ramah untuk lansia. | ||
Menurut laporan [[DailySocial.id]], terdapat [https://dailysocial.id/post/laporan-dailysocial-penggunaan-layanan-podcast-2018 80,82%] orang yang mendengarkan siniar pada tahun 2018. Namun bukan berarti mereka adalah mendengarkan siniar secara intens. Separuh dari responden mengakui belum yakin untuk mendengarkan siniar secara reguler. Mayoritas juga mengakan idealnya durasi siniar mencapai 10 hingga 20 menit saja. Beberapa ''podcaster'' mendapatkan penghasilan dari mengiklanan sendiri produk maupun jasa yang ia buat. | Menurut laporan [[DailySocial.id]], terdapat [https://dailysocial.id/post/laporan-dailysocial-penggunaan-layanan-podcast-2018 80,82%] orang yang mendengarkan siniar pada tahun 2018. Namun bukan berarti mereka adalah mendengarkan siniar secara intens. Separuh dari responden mengakui belum yakin untuk mendengarkan siniar secara reguler. Mayoritas juga mengakan idealnya durasi siniar mencapai 10 hingga 20 menit saja. Beberapa ''podcaster'' mendapatkan penghasilan dari mengiklanan sendiri produk maupun jasa yang ia buat. | ||
Karena memproduksi dan mendistribusikan siniar kini menjadi lebih mudah, makan trend yang berkembang di Indonesia saat ini adalah banyak orang yang mau membuat dan mendistribusikan siniar sendiri. Hal ini ditunjang juga dengan fakta bahwa pada tahun ini Spotify akan memonetisasi platform siniar mereka bagi podcaster. Dari berita yang dihimpun dari CNBC, Spotify sedang menggodok ''streaming ad insertion tool'' yang berkolaborasi dengan beberapa ''ad publisher''. | Karena memproduksi dan mendistribusikan siniar kini menjadi lebih mudah, makan trend yang berkembang di Indonesia saat ini adalah banyak orang yang mau membuat dan mendistribusikan siniar sendiri. Hal ini ditunjang juga dengan fakta bahwa pada tahun ini Spotify akan memonetisasi platform siniar mereka bagi podcaster.<ref>Jessica Bursztynsky. [https://www.cnbc.com/2020/12/19/how-spotify-plans-to-make-money-from-podcasts.html Spotify made huge investments in podcasts — here's how it plans to make them pay off]. ''CNBC''. 2020-12-19.</ref> Dari berita yang dihimpun dari CNBC, Spotify sedang menggodok ''streaming ad insertion tool'' yang berkolaborasi dengan beberapa ''ad publisher''.<ref>[https://ads.spotify.com/en-US/news-and-insights/streaming-ad-insertion-podcast-advertising/ Rewriting the Playbook for Siniar Advertising Spotify Advertising]. ''ads.spotify.com''.</ref> | ||
== Daftar siniar populer di Indonesia == | == Daftar siniar populer di Indonesia == | ||
* Podkesmas ([[Surya Insomnia]], [[Imam Darto]], [[Angga Nggok]], [[Ananda Omesh]]) | * Podkesmas ([[Surya Insomnia]], [[Imam Darto]], [[Angga Nggok]], [[Ananda Omesh]]) | ||
* Close the Door ([[Deddy Corbuzier]]) | * Close the Door ([[Deddy Corbuzier]]) | ||
| Baris 39: | Baris 37: | ||
* BKR Brothers ([[Ryo Wicaksono]], [[Molen Kasetra]], Bobby Mandela) | * BKR Brothers ([[Ryo Wicaksono]], [[Molen Kasetra]], Bobby Mandela) | ||
</i> | </i> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.podseek.net/directory/podcasting/podsafe_resources.html Daftar musik bebas izin khusus untuk penggunaan siniar (''podsafe'')] | * [http://www.podseek.net/directory/podcasting/podsafe_resources.html Daftar musik bebas izin khusus untuk penggunaan siniar (''podsafe'')] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siniar&oldid=28603414 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28603414 (2025-11-22T10:54:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siniar&oldid=28603414 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28603414 (2025-11-22T10:54:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 09.05
Siniar[1] atau podsiar[2] () adalah serangkaian berkas media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan kapan saja dan dapat diunduh melalui sindikasi web. Kata ‘podcast’ mengalahkan istilah ‘webcast’ dalam bahasa sehari-hari, karena meningkatnya kegemaran iPod dan umpan web (web feed).
Cara pengiriman siniar berbeda dengan cara-cara lain seperti pengunduhan langsung atau penyiaran web beralir (web streaming) untuk memperoleh berkas media melalui Internet. Daftar semua berkas audio atau video yang terkait dengan seri tertentu dijaga secara terpusat pada peladen pengedar (distributor's server) sebagai umpan web, dan para pendengar atau penonton menggunakan pengunduh siniar (podcatcher) untuk mendapatkan umpan web, memeriksa pemutakhiran terkini, dan mengunduh berkas baru dalam seri tersebut. Cara-cara itu dapat diatur untuk berjalan mandiri sehingga berkas baru dapat diunduh dengan sendirinya. Berkas tersebut disimpan secara dalam komputer pengguna atau peranti lain yang dapat digunakan secara luring guna memberikan akses mudah dan nyaman bagi isi kandungan yang diterbitkan sewaktu-waktu.[3][4] Jenis berkas audio yang umum digunakan siniar mencakup Ogg Vorbis dan MP3.
Para pelajar di Community, Journalism & Communication Research Group (Kelompok Peneliti Masyarakat, Kewartawanan, & Perhubungan) dari 'Universitas Texas di Austin' (University of Texas at Austin), Amerika Serikat, mengajukan empat batasan makna bagi siniar: berkas audio atau video yang diterbitkan sekali dalam satu waktu; dapat diunduh; dijalankan dalam sebuah program, terutama oleh seorang pembawa siniar dan/atau tema; dan mudah dipakai, biasanya dapat diperoleh lewat umpan otomatis dari perangkat lunak komputer.[5]
Asal-usul istilah
Istilah "podcasting" pertama kali muncul dalam sebuah karangan artikel oleh Ben Hammersley di surat kabar The Guardian pada Februari 2004, bersama dengan istilah lain yang diusulkan untuk menamakan teknologi baru ini.[6] "Podcast" merupakan lakuran kata "pod" — "playable on demand" (dimainkan atas permintaan), yang kelak digunakan Apple Computer (sekarang Apple) untuk merek pemutar-media-saku (portable media player) iPod — dan "broadcasting" (penyiaran).[7] Nama ini dapat menyesatkan, karena siniar dapat digunakan tanpa iPod, atau bentuk pemutar-media-saku lain; isi-kandungannya dapat diperoleh dengan komputer yang dapat memainkan berkas media.[8] Penggunaan istilah "podcast" mendahului adanya dukungan asal (native support) untuk layanan siniar bagi iPod, atau perangkat lunak Apple iTunes.[9] Untuk menghindari keterkaitannya dengan istilah "iPod", beberapa orang memakai istilah "netcast" sebagai pengganti "podcast", seperti siniarwan (podcaster) TWiT.tv Leo Laporte.[10] Singkatan balik (backronym) telah diusulkan supaya "podcast" dapat diuraikan sebagai "personal on demand broadcast" (penyiaran atas permintaan pribadi).[11][12][13]
Istilah "siniar" dibentuk dengan memanfaatkan sisipan "-in-" pada kata dasar "siar".[14] Pemberian sisipan -in- pada kara "siar" menunjukkan bahwa siaran tersebut dapat terus berlangsung beberapa lama. Selain siniar, istilah lain yang setara ialah podsiar.[15]
Sejarah
Banyak individu dan kelompok yang berkontribusi pada popularitas siniar.[16] Salah satu individu yang turut mengembangkan siniar di Indonesia adalah Bung Rane,[17] seseorang yang dulu pernah bekerja sebagai penyiar radio, dan kini telah melanglangbuana ke beberapa negara di Asia untuk bekerja dalam agensi Public Relation. Bung Rane telah mempopulerkan siniar dari pertama kali siniar masuk ke Indonesia pada pada tahun 2005.[18] Namun pasang surut orang yang mendengarkan siniar di Indonesia membuat siniar pada tahun 2005 tidak terlalu mendapatkan perhatian. Pasalnya, siniar pada tahun awalan masuk di Indonesia hanya dibawa oleh Apple iPod saja, sedangkan tidak banyak orang yang memiliki iPod.
Kini ketenaran siniar semakin tinggi. Tercatat bahwa lonjakan pengguna siniar dari tahun 2018 hingga tahun ini semakin tinggi.[19] Lonjakan pengguna dan pendengar siniar ini tidak dapat dimungkiri karena ketenaran Spotify di Indonesia. Spotify turut memperkenalkan platform siniar yang mana semua orang kini dapat membuat dan mendengarkan siniar melalui platform ini.
Perkembangan siniar di Indonesia
Siniar mungkin baru terdengar gaungnya di Indonesia, tetapi telah lama dikenal di dunia.[20] Pada tahun 2004, The Guardian menyebutnya sebagai “audible revolution”. Sejak 2014, pendengar siniar melalui ponsel naik hingga 157%. Tentunya ada pula yang mendengar melalui perangkat lain seperti tablet atau komputer. Sepuluh besar negara dengan pendengar siniar terbanyak adalah Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Australia, Amerika, Italia, Kanada, Prancis, Jepang, dan Jerman. Genre terpopuler yang didengarkan di Korea Selatan adalah berita dan politik, musik, komedi, film, dan bahasa.
Studi lain menyebutkan bahwa ada 51% dari total populasi penduduk Amerika yang menjadi pendengar siniar.[21] Lima tema besar yang populer di Amerika adalah budaya, bisnis, komedi, berita dan politik, serta kesehatan. Mayoritas pendengar berusia 25 hingga 34 tahun. Artinya medium ini populer di kalangan muda. Bila dibandingkan dengan kelompok pendengar usia 65 tahun ke atas, jumlahnya hanya mencapai 6%. Hal ini bisa jadi karena kalangan muda lebih banyak menggunakan internet juga beragam perangkat teknologi komunikasi. Siniar belum cukup ramah untuk lansia.
Menurut laporan DailySocial.id, terdapat 80,82% orang yang mendengarkan siniar pada tahun 2018. Namun bukan berarti mereka adalah mendengarkan siniar secara intens. Separuh dari responden mengakui belum yakin untuk mendengarkan siniar secara reguler. Mayoritas juga mengakan idealnya durasi siniar mencapai 10 hingga 20 menit saja. Beberapa podcaster mendapatkan penghasilan dari mengiklanan sendiri produk maupun jasa yang ia buat.
Karena memproduksi dan mendistribusikan siniar kini menjadi lebih mudah, makan trend yang berkembang di Indonesia saat ini adalah banyak orang yang mau membuat dan mendistribusikan siniar sendiri. Hal ini ditunjang juga dengan fakta bahwa pada tahun ini Spotify akan memonetisasi platform siniar mereka bagi podcaster.[22] Dari berita yang dihimpun dari CNBC, Spotify sedang menggodok streaming ad insertion tool yang berkolaborasi dengan beberapa ad publisher.[23]
Daftar siniar populer di Indonesia
- Podkesmas (Surya Insomnia, Imam Darto, Angga Nggok, Ananda Omesh)
- Close the Door (Deddy Corbuzier)
- Siniar Awal Minggu (Adriano Qalbi)
- Siniar Agak Laen (Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, Oki Rengga)
- NgobrolSaik (Eno Suratno Wongsodimedjo, Surya Mousaik)
- Siniar Seminggu (Awwe, Pican)
- Rintik Sedu
- PORD (Raditya Dika)
- GJLS Siniar (Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir)
- Trio Kurnia (Desta, Vincent Rompies, Andre Taulany)
- BKR Brothers (Ryo Wicaksono, Molen Kasetra, Bobby Mandela)
Pranala luar
Referensi
- ↑ Arti kata siniar. KBBI Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- ↑ Arti kata podsiar. KBBI Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- ↑ Siniar Production. President and Fellows of Harvard College.
- ↑ Oxford University Press | Siniar. Oup.com.
- ↑ Gil de Zúñiga, H., Veenstra, A., Vraga, E., and Shah, D. (2010) 'Digital Democracy: Reimagining Pathways to Political Participation', Journal of Information Technology & Politics, 7: 1, 36 - 51
- ↑ Ben Hammersley: "Audible revolution", The Guardian, 12 February 2004.
- ↑ Oxford University Press | Siniar. Oup.com.
- ↑ What is PodCasting?. PCReview.co.uk. 2005-06-09.
- ↑ Apple adds podcasting to iTunes. 2006-06-30.
- ↑ A Cast By Any Other Name. 2006-09-22.
- ↑ Common Craft's video "Podcasting in Plain English". Commoncraft.com. 2008-04-21.
- ↑ Creative's definition of the term podcasting. Zencast.com.
- ↑ Podcasting dictionary. Db.podhead.net.
- ↑ Ivan Lanin. Sisipan. Nan Tak (Kalah) Penting. 2011-05-18.
- ↑ Arti kata podsiar. KBBI Daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- ↑ Heffernan, Virginia. "The Siniar as a New Podium", "The New York Times". 22 Juli 2005. Diakses pada 16 November 2012.
- ↑ suarane – podcast, radio, audio.
- ↑ Arti Siniar Dilihat dari Sejarah dan Perkembangannya inavoice.com. inavoice.com.
- ↑ Google Trends. Google Trends.
- ↑ Erlinda Sukmasari. Perkembangan Siniar di Indonesia. Cultura Magazine. 2019-05-26.
- ↑ Siniar Statistics (2020) – Newest Available Data + Infographic. Music Oomph. 2018-08-20.
- ↑ Jessica Bursztynsky. Spotify made huge investments in podcasts — here's how it plans to make them pay off. CNBC. 2020-12-19.
- ↑ Rewriting the Playbook for Siniar Advertising Spotify Advertising. ads.spotify.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28603414 (2025-11-22T10:54:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.