Lompat ke isi

Rasionalisasi (matematika): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26142047; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 89: Baris 89:
== Perumuman ==
== Perumuman ==
Proses rasionalisasi dapat diperluas untuk semua [[bilangan aljabar]] dan [[fungsi aljabar]] (sebagai bentuk penerapan dari [[bentuk norma]]). Sebagai contoh, untuk merasionalkan [[akar pangkat tiga]], diperlukan dua faktor linear yang melibatkan [[akar satuan|akar satuan ketiga]], atau secara ekuivalen, sebuah faktor kuadrat.
Proses rasionalisasi dapat diperluas untuk semua [[bilangan aljabar]] dan [[fungsi aljabar]] (sebagai bentuk penerapan dari [[bentuk norma]]). Sebagai contoh, untuk merasionalkan [[akar pangkat tiga]], diperlukan dua faktor linear yang melibatkan [[akar satuan|akar satuan ketiga]], atau secara ekuivalen, sebuah faktor kuadrat.
== Referensi ==
Materi ini terdapat pada buku-buku aljabar klasik. Misalnya:
*  [[George Chrystal]], ''Introduction to Algebra: For the Use of Secondary Schools and Technical Colleges'' is a nineteenth-century text, first edition 1889, in print (); a trinomial example with square roots is on p. 256, while a general theory of rationalising factors for surds is on pp. 189–199.


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rasionalisasi+%28matematika%29&oldid=26142047 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26142047 (2024-08-07T20:38:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rasionalisasi+%28matematika%29&oldid=26142047 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26142047 (2024-08-07T20:38:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.01

Dalam aljabar elementer, merasionalkan akar adalah proses menghilangkan Akar bilangan pada bagian penyebut dari suatu pecahan.

Jika bagian penyebutnya merupakan monomial dalam bentuk akar, seperti a(xn)k (dengan 1kn), maka proses merasionalkan akar dilakukan dengan mengalikan bagian pembilang dan penyebut dengan (xn)nk. pa(xn)k=pa(xn)k1=pa(xn)k(xn)nk(xn)nk=p(xn)nk(xn)n=p(xn)nkx Jika kn, maka menurut pembagian bersisa, k dapat ditulis sebagai k=nh+s sehingga diperoleh pa(xn)k=pa(xn)nh+s=pa(xn)nh(xn)s=paxh(xn)s yang kemudian dapat dilanjutkan dengan mengalikan bagian pembilang dan penyebut dengan (xn)ns, serupa seperti sebelumnya.

Jika bagian penyebutnya linear dalam akar kuadrat, katakanlah a+bx, maka proses merasionalkan akar dilakukan dengan mengalikan bagian pembilang dan penyebut dengan akar sekawan abx, dan menjabarkan hasil perkalian pada bagian penyebut.

Teknik ini dapat diperluas menjadi sembarang penyebut aljabar, dengan mengalikan bagian pembilang dan penyebut dengan semua konjugat aljabar dari bagian penyebut, dan menjabarkan penyebut yang baru dengan norma dari penyebut yang lama. Akan tetapi, terkecuali pada kasus khusus, hasil pecahannya mungkin memiliki bagian pembilang dan penyebut yang cukup besar, sehingga teknik ini umumnya digunakan hanya untuk kasus-kasus dasar seperti di atas.

Merasionalkan monomial akar kuadrat dan akar kubik

Cara dasar untuk merasionalkan akar adalah dengan mengalikan pembilang dan penyebut dengan faktor yang sama.

Contoh 1

Untuk merasionalkan ekspresi 155, maka dengan mengalikan 5 pada bagian pembilang dan penyebut, diperoleh 155=1551=15555=155(5)2 Perhatikan bahwa bagian penyebutnya tidak lagi memuat akar kuadrat, sebab (5)2=5, berdasarkan definisi akar kuadrat: 155=155(5)2=1555=35 yang merupakan hasil dari rasionalisasi akar.

Contoh 2

Untuk merasionalkan ekspresi 23a3, maka dengan mengalikan (a5)2 pada bagian pembilang dan penyebut, diperoleh 23a3=23a31=23a3(a3)2(a3)2=23(a3)2(53)3 Perhatikan bahwa bagian penyebutnya tidak lagi memuat akar kubik, sebab akar kubiknya telah dipangkatkan tiga. Akibatnya, 23a3=23(a3)2(a3)3=23(a3)2a yang merupakan hasil dari rasionalisasi akar.

Akar sekawan

Jika bagian penyebutnya adalah 3±2 maka proses merasionalkan akarnya dapat dilakukan dengan mengalikan bagian pembilang dan penyebut dengan akar sekawan: 32 dan diikuti oleh identitas selisih dua bilangan kuadrat (yang dalam kasus ini, menghasilkan bilangan 1). Cara ini berlaku secara umum, yaitu ekspresi akar dalam bentuk x±y pada bagian penyebut dapat dihilangkan dengan mengalikan bagian pembilang dan penyebut dengan xy.

Contoh 3

Untuk merasionalkan ekspresi 110±3, maka dengan mengalikan 103 pada bagian pembilang dan penyebut, diperoleh 110+3=110+31=110+3103103=103(10)2(3)2 Dari sini, akar kuadrat pada bagian penyebut berhasil dihilangkan, yang menghasilkan ekspresi 110+3=103(10)2(3)2=103103=1037

Contoh 4

Proses ini juga berlaku untuk bilangan kompleks. Misalnya, pecahan 256i dapat dirasionalkan menjadi 256i=256i5+6i5+6i=2(5+6i)(5)2(6i)=25+26i(5)2(6i)2=25+26i25(6)sebab i2=1=25+26i31

Perumuman

Proses rasionalisasi dapat diperluas untuk semua bilangan aljabar dan fungsi aljabar (sebagai bentuk penerapan dari bentuk norma). Sebagai contoh, untuk merasionalkan akar pangkat tiga, diperlukan dua faktor linear yang melibatkan akar satuan ketiga, atau secara ekuivalen, sebuah faktor kuadrat.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26142047 (2024-08-07T20:38:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.