Kaidah pangkat: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29301181; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
Sebelum memulai pembuktian, terlebih dahulu dipilih definisi dari nilai <math>f(x) = x^k</math>, dengan <math>k</math> adalah [[bilangan riil]]. Meskipun bisa saja untuk mendefinisikan perpangkatan [[bilangan irasional]] sebagai [[limit barisan]] dari perpangkatan [[bilangan rasional]], atau sebagai [[Infimum dan supremum|batas atas terkecil]] dari himpunan perpangkatan bilangan rasional kurang dari pangkat yang diberikan, definisi ini tidak dapat diterapkan pada turunan. Oleh karena itu, akan digunakan definisi fungsional, yaitu dengan menulis ulang fungsi <math>x^k</math> sebagai [[Fungsi eksponensial|fungsi eksponensial alami]] | Sebelum memulai pembuktian, terlebih dahulu dipilih definisi dari nilai <math>f(x) = x^k</math>, dengan <math>k</math> adalah [[bilangan riil]]. Meskipun bisa saja untuk mendefinisikan perpangkatan [[bilangan irasional]] sebagai [[limit barisan]] dari perpangkatan [[bilangan rasional]], atau sebagai [[Infimum dan supremum|batas atas terkecil]] dari himpunan perpangkatan bilangan rasional kurang dari pangkat yang diberikan, definisi ini tidak dapat diterapkan pada turunan. Oleh karena itu, akan digunakan definisi fungsional, yaitu dengan menulis ulang fungsi <math>x^k</math> sebagai [[Fungsi eksponensial|fungsi eksponensial alami]] | ||
<math display="block">x^k = e^{\ln \left( x^k \right)} = e^{k \, \cdot \, \ln (x)}</math> | <math display="block">x^k = e^{\ln \left( x^k \right)} = e^{k \, \cdot \, \ln (x)}</math> | ||
untuk setiap nilai <math>x > 0</math>, dengan <math>e</math> adalah [[e (konstanta matematika)|bilangan Euler]]. | untuk setiap nilai <math>x > 0</math>, dengan <math>e</math> adalah [[e (konstanta matematika)|bilangan Euler]].<ref>Edmund Landau. ''Differential and Integral Calculus''. Chelsea Publishing Company. 1951. hlm. 45. ISBN 978-0821828304.</ref><ref>Michael Spivak. ''Calculus''. Publish or Perish, Inc. 1994. hlm. 336–342. ISBN 0-914098-89-6.</ref> | ||
Pertama, akan ditunjukkan bahwa turunan dari fungsi <math>e^x</math> adalah <math>e^x</math>. Misalkan <math>f(x) = e^x</math>, maka <math>\ln (f(x)) = x</math>, dengan <math>\ln (x)</math> adalah fungsi [[logaritma alami]], [[fungsi invers]] dari [[fungsi eksponensial]]. Oleh karena kedua fungsi di atas bernilai sama untuk setiap <math>x > 0</math>, maka turunannya juga bernilai sama, jika salah satu turunannya ada. Dengan menurunkan kedua ruas menggunakan [[kaidah rantai]], diperoleh | Pertama, akan ditunjukkan bahwa turunan dari fungsi <math>e^x</math> adalah <math>e^x</math>. Misalkan <math>f(x) = e^x</math>, maka <math>\ln (f(x)) = x</math>, dengan <math>\ln (x)</math> adalah fungsi [[logaritma alami]], [[fungsi invers]] dari [[fungsi eksponensial]].<ref>Eli Maor. [https://archive.org/details/estoryofnumber0000maor_x8v0 e: The Story of a Number]. Princeton University Press. 1994. hlm. [https://archive.org/details/estoryofnumber0000maor_x8v0/page/156 156]. ISBN 0-691-05854-7.</ref> Oleh karena kedua fungsi di atas bernilai sama untuk setiap <math>x > 0</math>, maka turunannya juga bernilai sama, jika salah satu turunannya ada. Dengan menurunkan kedua ruas menggunakan [[kaidah rantai]], diperoleh | ||
<math display="block">\frac{1}{f(x)} \cdot f'(x) = 1</math> | <math display="block">\frac{1}{f(x)} \cdot f'(x) = 1</math> | ||
yang menunjukkan bahwa <math>f'(x) = f(x) = e^x</math>. Dengan menerapkan [[kaidah rantai]] ke fungsi <math>f(x) = e^{k \, \cdot \, \ln (x)}</math>, maka | yang menunjukkan bahwa <math>f'(x) = f(x) = e^x</math>. Dengan menerapkan [[kaidah rantai]] ke fungsi <math>f(x) = e^{k \, \cdot \, \ln (x)}</math>, maka | ||
| Baris 144: | Baris 144: | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Kaidah pangkat untuk integral pertama kali ditunjukkan secara geometris oleh matematikawan Italia [[Bonaventura Cavalieri]] pada awal abad ke-17 untuk setiap bilangan asli <math>n</math>, dan untuk setiap pangkat [[bilangan rasional]] oleh matematikawan [[Pierre de Fermat]], [[Evangelista Torricelli]], [[Gilles de Roberval]], [[John Wallis]], dan [[Blaise Pascal]], masing-masing bekerja secara independen. Pada saat itu, kaidah pangkat adalah cara untuk menentukan luas antara grafik fungsi pangkat rasional dengan sumbu horizontal. Namun, setelah ditelusuri, kaidah ini dianggap sebagai teorema kalkulus yang pertama kali ditemukan. Kaidah pangkat untuk pendiferensialan pertama kali diturunkan oleh [[Isaac Newton]] dan [[Gottfried Wilhelm Leibniz]], masing-masing secara independen, untuk fungsi pangkat rasional pada pertengahan abad ke-17, di mana keduanya menggunakan aturan tersebut untuk menurunkan kaidah pangkat untuk integral sebagai operasi invers. Hal ini mencerminkan cara konvensional dalam menyajikan teorema terkait pada buku teks kalkulus dasar modern, di mana kaidah pendiferensialan biasanya diajarkan terlebih dahulu ssebelum kaidah integral. | Kaidah pangkat untuk integral pertama kali ditunjukkan secara geometris oleh matematikawan Italia [[Bonaventura Cavalieri]] pada awal abad ke-17 untuk setiap bilangan asli <math>n</math>, dan untuk setiap pangkat [[bilangan rasional]] oleh matematikawan [[Pierre de Fermat]], [[Evangelista Torricelli]], [[Gilles de Roberval]], [[John Wallis]], dan [[Blaise Pascal]], masing-masing bekerja secara independen. Pada saat itu, kaidah pangkat adalah cara untuk menentukan luas antara grafik fungsi pangkat rasional dengan sumbu horizontal. Namun, setelah ditelusuri, kaidah ini dianggap sebagai teorema kalkulus yang pertama kali ditemukan.<ref>Carl Boyer. [https://archive.org/details/historyofcalculu00boye/page/127 The History of the Calculus and its Conceptual Development]. Dover. 1959. hlm. [https://archive.org/details/historyofcalculu00boye/page/127 127]. ISBN 0-486-60509-4.</ref> Kaidah pangkat untuk pendiferensialan pertama kali diturunkan oleh [[Isaac Newton]] dan [[Gottfried Wilhelm Leibniz]], masing-masing secara independen, untuk fungsi pangkat rasional pada pertengahan abad ke-17, di mana keduanya menggunakan aturan tersebut untuk menurunkan kaidah pangkat untuk integral sebagai operasi invers. Hal ini mencerminkan cara konvensional dalam menyajikan teorema terkait pada buku teks kalkulus dasar modern, di mana kaidah pendiferensialan biasanya diajarkan terlebih dahulu ssebelum kaidah integral.<ref>Carl Boyer. [https://archive.org/details/historyofcalculu00boye/page/191 The History of the Calculus and its Conceptual Development]. Dover. 1959. hlm. [https://archive.org/details/historyofcalculu00boye/page/191 191, 205]. ISBN 0-486-60509-4.</ref> | ||
Walaupun keduanya menyatakan bahwa aturan ini, ditunjukkan hanya untuk pangkat bernilai rasional, berlaku untuk setiap pangkat bernilai riil, keduanya tidak mencari bukti dari pernyataan tersebut, sebab pada waktu itu, penerapan dari teori tidak khawatir dengan fungsi pangkat eksotis, dan pertanyaan mengenai konvergensi dari deret tak hingga masih ambigu. | Walaupun keduanya menyatakan bahwa aturan ini, ditunjukkan hanya untuk pangkat bernilai rasional, berlaku untuk setiap pangkat bernilai riil, keduanya tidak mencari bukti dari pernyataan tersebut, sebab pada waktu itu, penerapan dari teori tidak khawatir dengan fungsi pangkat eksotis, dan pertanyaan mengenai konvergensi dari deret tak hingga masih ambigu. | ||
| Baris 160: | Baris 160: | ||
* [[Kaidah hasil-bagi]] | * [[Kaidah hasil-bagi]] | ||
* [[Identitas kalkulus vektor]] | * [[Identitas kalkulus vektor]] | ||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* Larson, Ron; Hostetler, Robert P.; and Edwards, Bruce H. (2003). ''Calculus of a Single Variable: Early Transcendental Functions'' (3rd edition). Houghton Mifflin Company. . | * Larson, Ron; Hostetler, Robert P.; and Edwards, Bruce H. (2003). ''Calculus of a Single Variable: Early Transcendental Functions'' (3rd edition). Houghton Mifflin Company. . | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah+pangkat&oldid=29301181 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29301181 (2026-06-01T04:34:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah+pangkat&oldid=29301181 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29301181 (2026-06-01T04:34:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.09
Dalam kalkulus, kaidah pangkat (atau aturan pangkat) digunakan untuk memperoleh turunan dari fungsi pangkat , dengan adalah suatu bilangan riil. Karena turunan merupakan suatu operator linier pada fungsi-fungsi yang dapat diturunkan, turunan dari fungsi suku banyak juga dapat diperoleh melalui kaidah ini. Kaidah pangkat juga mendasari deret Taylor karena menghubungkan deret pangkat dengan turunan suatu fungsi.
Isi pernyataan
Misalkan adalah sebuah fungsi dengan bentuk untuk setiap , dengan . Maka, kaidah pangkat untuk turunan menyatakan bahwa turunan dari adalahSelain itu, kaidah pangkat untuk integral menyatakan bahwa untuk sembarang bilangan riil , dan adalah konstanta sembarang. Kaidah pangkat untuk integral tersebut diperoleh dengan membalik kaidah pangkat untuk turunan.
Bukti
Bukti untuk pangkat bilangan riil
Sebelum memulai pembuktian, terlebih dahulu dipilih definisi dari nilai , dengan adalah bilangan riil. Meskipun bisa saja untuk mendefinisikan perpangkatan bilangan irasional sebagai limit barisan dari perpangkatan bilangan rasional, atau sebagai batas atas terkecil dari himpunan perpangkatan bilangan rasional kurang dari pangkat yang diberikan, definisi ini tidak dapat diterapkan pada turunan. Oleh karena itu, akan digunakan definisi fungsional, yaitu dengan menulis ulang fungsi sebagai fungsi eksponensial alami untuk setiap nilai , dengan adalah bilangan Euler.[1][2]
Pertama, akan ditunjukkan bahwa turunan dari fungsi adalah . Misalkan , maka , dengan adalah fungsi logaritma alami, fungsi invers dari fungsi eksponensial.[3] Oleh karena kedua fungsi di atas bernilai sama untuk setiap , maka turunannya juga bernilai sama, jika salah satu turunannya ada. Dengan menurunkan kedua ruas menggunakan kaidah rantai, diperoleh yang menunjukkan bahwa . Dengan menerapkan kaidah rantai ke fungsi , maka
Saat , maka . Akibatnya, yang akan mengarah pada hasil yang sama. Perhatikan bahwa faktor di atas tidak memiliki definisi konvensional saat , sebab fungsi perpangkatan bilangan irasional tidak memiliki nilai yang tunggal untuk basis negatif. Selain itu, dikarenakan perpangkatan dengan bilangan rasional berpenyebut genap (dalam bentuk paling sederhana) tidak bernilai riil, maka ekspresi ini hanya bernilai riil untuk pangkat rasional dengan penyebut ganjil (dalam bentuk paling sederhana).
Terakhir, untuk setiap fungsi yang memiliki turunan di , maka menurut definisi turunan dengan menggunakan limit, nilainya adalah Perhatikan bahwa ekspresi di atas akan bernilai 0 hanya jika dan adalah bilangan rasional dengan penyebut ganjil (dalam suku terendah), dan bernilai 1 saat . Untuk semua nilai yang lain, ekspresi tidak memiliki nilai yang tunggal untuk (seperti yang dibahas di atas), atau nilainya bukan bilangan riil, sehingga nilai limitnya tidak ada (sebagai turunan bernilai riil). Untuk dua kasus yang nilai turunannya ada, nilainya sesuai dengan nilai kaidah pangkat yang diterapkan pada titik , sehingga tidak perlu dibuat pengecualian.
kasus saat (yaitu ekspresi ) biasa diabaikan, lantaran fungsi tidak memiliki limit pada , sebab
- , sedangkan
Oleh karena nilai limitnya berbeda, maka sering kali ekspresi nilainya tidak ada.
Bukti untuk pangkat bilangan bulat tak nol
Pembuktian melalui induksi (bilangan asli)
Misalkan adalah suatu bilangan asli. Akan dibuktikan bahwa dengan menggunakan induksi.
Saat , maka sehingga kasus dasar telah terbukti.
Misalkan persamaan berlaku untuk suatu bilangan asli . Dengan kata lain, berlaku
Saat , maka dengan menggunakan kaidah darab, diperoleh
Dengan prinsip induksi matematika, maka persamaan tersebut berlaku untuk setiap bilangan asli .
Pembuktian menggunakan teorema binomial (bilangan asli)
Misalkan , dengan . Menurut teorema binomial, dengan adalah bilangan asli yang disebut sebagai koefisien binomial, dengan definisi
Dengan menggunakan informasi di atas, diperoleh
Perumuman untuk pangkat bilangan bulat negatif
Pertama, akan dibuktikan bahwa kaidah pangkat berlaku untuk . Perhatikan bahwa sehingga terbukti bahwa kaidah pangkat berlaku saat nilai .
Diambil sembarang bilangan bulat negatif . Jika didefinisikan , maka adalah bilangan asli. Dengan Menggunakan aturan timbal-balik, diperoleh sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk setiap , maka berlaku
Perumuman untuk pangkat bilangan rasional
Setelah membuktikan bahwa kaidah pangkat berlaku untuk pangkat bilangan bulat, aturan tersebut dapat diperumum untuk pangkat bilangan rasional.
Pembuktian melalui kaidah rantai
Pembuktian ini terdiri dari dua tahapan yang melibatkan kaidah rantai
- Diambil sembarang , serta didefinisikan dan misalkan . Dari sini, diperoleh sehingga, aturan rantai dapat diterapkan pada perpangkatan dengan bentuk umum , dengan . Hal ini dapat diperumum untuk perpangkatan rasional dalam bentuk dengan cara yang kurang lebih serupa, seperti pada langkah selanjutnya.
- Diambil sembarang dan , serta didefinisikan (yang mengakibatkan ) dan misalkan . Dari sini, diperoleh Akibatnya, jika adalah suatu bilangan rasional, maka berlaku
Pembuktian menggunakan turunan implisit
Metode pendiferensialan implisit juga dapat digunakan untuk memperumum kaidah pangkat untuk bilangan rasional. Diambil sembarang dan , serta didefinisikan (yang mengakibatkan ) dan misalkan . Dari sini, diperoleh sehingga terbukti bahwa apabila .
Sejarah
Kaidah pangkat untuk integral pertama kali ditunjukkan secara geometris oleh matematikawan Italia Bonaventura Cavalieri pada awal abad ke-17 untuk setiap bilangan asli , dan untuk setiap pangkat bilangan rasional oleh matematikawan Pierre de Fermat, Evangelista Torricelli, Gilles de Roberval, John Wallis, dan Blaise Pascal, masing-masing bekerja secara independen. Pada saat itu, kaidah pangkat adalah cara untuk menentukan luas antara grafik fungsi pangkat rasional dengan sumbu horizontal. Namun, setelah ditelusuri, kaidah ini dianggap sebagai teorema kalkulus yang pertama kali ditemukan.[4] Kaidah pangkat untuk pendiferensialan pertama kali diturunkan oleh Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz, masing-masing secara independen, untuk fungsi pangkat rasional pada pertengahan abad ke-17, di mana keduanya menggunakan aturan tersebut untuk menurunkan kaidah pangkat untuk integral sebagai operasi invers. Hal ini mencerminkan cara konvensional dalam menyajikan teorema terkait pada buku teks kalkulus dasar modern, di mana kaidah pendiferensialan biasanya diajarkan terlebih dahulu ssebelum kaidah integral.[5]
Walaupun keduanya menyatakan bahwa aturan ini, ditunjukkan hanya untuk pangkat bernilai rasional, berlaku untuk setiap pangkat bernilai riil, keduanya tidak mencari bukti dari pernyataan tersebut, sebab pada waktu itu, penerapan dari teori tidak khawatir dengan fungsi pangkat eksotis, dan pertanyaan mengenai konvergensi dari deret tak hingga masih ambigu.
Kasus di mana berhasil diselesaikan oleh Flemish Jesuit dan matematikawan Grégoire de Saint-Vincent beserta muridnya Alphonse Antonio de Sarasa pada pertengahan abad ke-17, yang menunjukkan bahwa integral tak tentu
yang merepresentasikan luasan di antara grafik hiperbola dan sumbu-, adalah fungsi logaritma, yang basisnya adalah Bilangan transenden e. Notasi modern dari nilai integral tak tentu ini adalah , logaritma alami.
Lihat juga
- Kaidah pendiferensialan
- Kaidah umum Leibniz
- Kaidah fungsi invers
- Kelinearan pendiferensialan
- Kaidah darab
- Kaidah hasil-bagi
- Identitas kalkulus vektor
Bacaan lanjutan
- Larson, Ron; Hostetler, Robert P.; and Edwards, Bruce H. (2003). Calculus of a Single Variable: Early Transcendental Functions (3rd edition). Houghton Mifflin Company. .
Referensi
- ↑ Edmund Landau. Differential and Integral Calculus. Chelsea Publishing Company. 1951. hlm. 45. ISBN 978-0821828304.
- ↑ Michael Spivak. Calculus. Publish or Perish, Inc. 1994. hlm. 336–342. ISBN 0-914098-89-6.
- ↑ Eli Maor. e: The Story of a Number. Princeton University Press. 1994. hlm. 156. ISBN 0-691-05854-7.
- ↑ Carl Boyer. The History of the Calculus and its Conceptual Development. Dover. 1959. hlm. 127. ISBN 0-486-60509-4.
- ↑ Carl Boyer. The History of the Calculus and its Conceptual Development. Dover. 1959. hlm. 191, 205. ISBN 0-486-60509-4.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29301181 (2026-06-01T04:34:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.