Jari-jari Bohr: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299350; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Jari-jari Bohr''' (''a''<sub>0</sub> atau ''r''<sub>Bohr</sub>) adalah sebuah [[konstanta fisika]], yang kira-kira sama dengan jarak yang paling mungkin antara [[Inti atom|inti]] dan [[elektron]] dalam [[atom hidrogen]] pada [[keadaan dasar]]nya. Konstanta ini dinamai dari [[Niels Bohr]], berkat perannya dalam [[model Bohr|permodelan atom Bohr]]. Nilai konstanta ini adalah . | '''Jari-jari Bohr''' (''a''<sub>0</sub> atau ''r''<sub>Bohr</sub>) adalah sebuah [[konstanta fisika]], yang kira-kira sama dengan jarak yang paling mungkin antara [[Inti atom|inti]] dan [[elektron]] dalam [[atom hidrogen]] pada [[keadaan dasar]]nya. Konstanta ini dinamai dari [[Niels Bohr]], berkat perannya dalam [[model Bohr|permodelan atom Bohr]].<ref>Bohr, Niels. [http://www.bibnum.education.fr/physique/physique-quantique/de-la-constitution-des-atomes-et-des-molecules On the Constitution of Atoms and Molecules]. ''Philosophical Magazine''. 1913. Vol. 26. hlm. 1-24.</ref> Nilai konstanta ini adalah .<ref>[http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bohrrada0 CODATA Value: Bohr radius]. ''Fundamental Physical Constants''. NIST.</ref><ref>Angka dalam kurung menunjukkan ketidakpastian dari angka terakhir.</ref> | ||
== Definisi dan nilai == | == Definisi dan nilai == | ||
Dalam [[satuan SI]] jari-jari Bohr adalah:<ref>Griffiths, D. J. ''Introduction to Quantum Mechanics''. Prentice-Hall. 1995. hlm. 137. ISBN 0-13-124405-1.</ref> | |||
Dalam [[satuan SI]] jari-jari Bohr adalah: | |||
:<math>a_0 = \frac{4 \pi \varepsilon_0 \hbar^2}{m_{\mathrm{e}} e^2} = \frac{\hbar}{m_{\mathrm{e}}\,c\,\alpha}</math> | :<math>a_0 = \frac{4 \pi \varepsilon_0 \hbar^2}{m_{\mathrm{e}} e^2} = \frac{\hbar}{m_{\mathrm{e}}\,c\,\alpha}</math> | ||
| Baris 18: | Baris 17: | ||
:<math>a_0=\frac{\hbar^2}{m_e e^2}</math> | :<math>a_0=\frac{\hbar^2}{m_e e^2}</math> | ||
Menurut [[CODATA]] 2014 jari-jari Bohr memiliki nilai (dengan menganggap massa elektron sebagai massa diam elektron) (yaitu, kira-kira 53 [[pikometer|pm]] atau 0.53 [[angstrom|Å]]). | Menurut [[CODATA]] 2014 jari-jari Bohr memiliki nilai (dengan menganggap massa elektron sebagai massa diam elektron) (yaitu, kira-kira 53 [[pikometer|pm]] atau 0.53 [[angstrom|Å]]).<ref>[http://physics.nist.gov/cgi-bin/cuu/Value?bohrrada0 CODATA Value: Bohr radius]. ''Fundamental Physical Constants''. NIST.</ref><ref>Angka dalam kurung menunjukkan ketidakpastian dari angka terakhir.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
[[Fisika klasik]] memprediksi bahwa, ketika suatu [[elektron]] dalam lintasan melingkar mengalami [[percepatan]], maka ia akan memancarkan [[radiasi elektromagnetik]], menurut [[persamaan Maxwell]], yang berakibat pada hilangnya [[energi kinetik]].<ref>Maxwell, J. C., "A Dynamical Theory of the Electromagnetic Field", ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London'' '''155''', 459–512 (1865). (Artikel ini disertai presentasi 8 Desember 1864 oleh Maxwell kepada Royal Society.)</ref> Karena elektron kehilangan energi, ia dapat secara cepat bergerak mendekati [[inti atom]], menabrak inti tersebut pada skala waktu sekitar 16 pikodetik.<ref>James D. Olsen. [http://www.physics.princeton.edu/~mcdonald/examples/orbitdecay.pdf Classical Lifetime of a Bohr Atom]. ''Laboratorium Joseph Henry, Universitas Princeton''. 7 Maret 2005.</ref> Karenanya fisika klasik memprediksi bahwa tidak mungkin sebuah [[atom]] mencapai kestabilan.<ref>[http://www.ck12.org/flexbook/chapter/7512 CK12 – Chemistry Flexbook Second Edition – The Bohr Model of the Atom].</ref> | |||
[[Niels Bohr]], dengan lahirnya [[fisika kuantum]], menyatakan bahwa [[momentum sudut]] elektron berada dalam keadaan [[Kuantisasi (fisika)|terkuantisasi]].<ref>Niels Bohr. [http://nobelprize.org/nobel_prizes/physics/laureates/1922/bohr-lecture.pdf Nobel Lecture: The Structure of the Atom]. The Nobel Foundation. 1922.</ref> Dengan mengaitkan [[gaya sentripetal]] elektron dengan [[gaya Coulomb]] dan kuantisasi momentum sudut, Bohr mampu menghitung jari-jari dari setiap [[kulit elektron]]. Memanfaatkan energi pada elektron, yang dihitung dari energi kinetik dan potensial Coulomb dari elektron tersebut, serta persamaan [[efek fotolistrik]], Bohr mampu menghitung [[panjang gelombang]] serta [[frekuensi]] dari [[foton]] yang dipancarkan atau yang [[Penyerapan (fisika)|diserap]] selama [[lompatan kuantum]] elektron dari kulit awal dan kulit akhir pada transisi tersebut.<ref>Boris M. Smirnov. [http://books.google.com/books?id=I1O8WYOcUscC&pg=PA14 Physics of Atoms and Ions]. Springer. 2003. hlm. 14–21. ISBN 038795550X.</ref><ref>John Stachel. ''Quantum Reality, Relativistic Causality, and Closing the Epistemic Circle''. Springer. 2009. hlm. 79.</ref> | |||
Dengan cara ini, Bohr memperoleh hasil yang selaras tidak hanya dengan [[potensial ionisasi]] [[hidrogen]], tetapi juga dengan [[spektrum pancar]] hidrogen tersebut.<ref>Niels Bohr. ''The spectra of helium and hydrogen''. ''Nature''. 1914. Vol. 92 (2295). hlm. 231–232. doi:10.1038/092231d0.</ref> Rumusan Bohr sesuai dengan [[rumus empiris]] yang dibuat oleh [[Johann Jakob Balmer]].<ref>Balmer, J. J. ''A New Formula for the Wave‐lengths of Spectral Lines''. ''Astrophysical Journal''. 1897. Vol. 5. hlm. 199–209. doi:10.1086/140330.</ref> | |||
Dengan cara ini, Bohr memperoleh hasil yang selaras tidak hanya dengan [[potensial ionisasi]] [[hidrogen]], tetapi juga dengan [[spektrum pancar]] hidrogen tersebut. Rumusan Bohr sesuai dengan [[rumus empiris]] yang dibuat oleh [[Johann Jakob Balmer]]. | |||
Selanjutnya, dalam tesis doktoralnya, [[Louis de Broglie]] menunjukkan bahwa, dengan memperlakukan elektron sebagai [[gelombang]], momentum sudut elektron dalam atom sesuai dengan postulat Bohr tersebut. | Selanjutnya, dalam tesis doktoralnya, [[Louis de Broglie]] menunjukkan bahwa, dengan memperlakukan elektron sebagai [[gelombang]], momentum sudut elektron dalam atom sesuai dengan postulat Bohr tersebut.<ref>Louis de Broglie. ''Recherches sur la théorie des quanta''. ''Ann. de Physique''. 1925. Vol. 10. hlm. 22. doi:10.1051/anphys/192510030022.</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
Dalam [[model Bohr]] dari struktur [[atom]], yang diajukan oleh [[Niels Bohr]] pada tahun 1913, [[elektron]] mengorbit pusat [[inti atom|inti]] pada lintasan melingkar. Model tersebut menyatakan bahwa elektron hanya mengorbit inti pada jarak tertentu, tergantung pada energinya. Dalam atom paling sederhana, [[hidrogen]], satu elektron mengorbit inti dan orbit terkecilnya, dengan energi terendah, memiliki jari-jari orbital yang hampir sama dengan jari-jari Bohr. (Ini bukan ''secara tepat'' jari-jari Bohr karena [[massa tereduksi|efek massa tereduksi]]) | Dalam [[model Bohr]] dari struktur [[atom]], yang diajukan oleh [[Niels Bohr]] pada tahun 1913, [[elektron]] mengorbit pusat [[inti atom|inti]] pada lintasan melingkar.<ref>David Warren Ball. [https://archive.org/details/basicsofspectros0000ball The Basics of Spectroscopy]. SPIE Press. 2001. hlm. [https://archive.org/details/basicsofspectros0000ball/page/80 80]. ISBN 9-780-819-44104-1.</ref> Model tersebut menyatakan bahwa elektron hanya mengorbit inti pada jarak tertentu, tergantung pada energinya. Dalam atom paling sederhana, [[hidrogen]], satu elektron mengorbit inti dan orbit terkecilnya, dengan energi terendah, memiliki jari-jari orbital yang hampir sama dengan jari-jari Bohr. (Ini bukan ''secara tepat'' jari-jari Bohr karena [[massa tereduksi|efek massa tereduksi]]) | ||
Meskipun model Bohr tidak lagi digunakan, jari-jari Bohr tetap sangat berguna dalam perhitungan [[fisika atom]], sebagian karena hubungannya yang sederhana dengan konstanta fundamental lainnya. (Inilah sebabnya ia didefinisikan menggunakan massa elektron sejati daripada massa tereduksi, seperti yang disebutkan di atas). Sebagai contoh, konstanta tersebut adalah [[satuan panjang]] dalam [[satuan atom]]. | Meskipun model Bohr tidak lagi digunakan, jari-jari Bohr tetap sangat berguna dalam perhitungan [[fisika atom]], sebagian karena hubungannya yang sederhana dengan konstanta fundamental lainnya. (Inilah sebabnya ia didefinisikan menggunakan massa elektron sejati daripada massa tereduksi, seperti yang disebutkan di atas). Sebagai contoh, konstanta tersebut adalah [[satuan panjang]] dalam [[satuan atom]]. | ||
Perbedaan penting adalah bahwa jari-jari Bohr memberikan posisi rapat kebolehjadian maksimum, dan bukan jarak radial '''yang diharapkan'''. Jarak radial yang diharapkan sebenarnya 1,5 kali jari-jari Bohr, sebagai hasil dari panjangnya ekor pada [[fungsi gelombang]] radial. | Perbedaan penting adalah bahwa jari-jari Bohr memberikan posisi rapat kebolehjadian maksimum,<ref>Nouredine Zettili. ''Quantum Mechanics: Concepts and Applications''. Wiley. 2009. hlm. 376. ISBN 978-0-470-02678-6.</ref> dan bukan jarak radial '''yang diharapkan'''. Jarak radial yang diharapkan sebenarnya 1,5 kali jari-jari Bohr, sebagai hasil dari panjangnya ekor pada [[fungsi gelombang]] radial. | ||
== Satuan terkait == | == Satuan terkait == | ||
| Baris 64: | Baris 61: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://math.ucr.edu/home/baez/lengths.html#bohr_radius Length Scales in Physics: the Bohr Radius] | * [http://math.ucr.edu/home/baez/lengths.html#bohr_radius Length Scales in Physics: the Bohr Radius] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jari-jari+Bohr&oldid=29299350 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299350 (2026-05-31T21:34:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jari-jari+Bohr&oldid=29299350 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29299350 (2026-05-31T21:34:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.10
Jari-jari Bohr (a0 atau rBohr) adalah sebuah konstanta fisika, yang kira-kira sama dengan jarak yang paling mungkin antara inti dan elektron dalam atom hidrogen pada keadaan dasarnya. Konstanta ini dinamai dari Niels Bohr, berkat perannya dalam permodelan atom Bohr.[1] Nilai konstanta ini adalah .[2][3]
Definisi dan nilai
Dalam satuan SI jari-jari Bohr adalah:[4]
di mana:
- adalah jari-jari Bohr,
- adalah permitivitas ruang hampa,
- adalah konstanta Planck tereduksi,
- adalah massa diam elektron,
- adalah muatan elementer,
- adalah kecepatan cahaya dalam vakum, dan
- adalah konstanta struktur halus.
Dalam satuan Gaussian jari-jari Bohr secara sederhana adalah
Menurut CODATA 2014 jari-jari Bohr memiliki nilai (dengan menganggap massa elektron sebagai massa diam elektron) (yaitu, kira-kira 53 pm atau 0.53 Å).[5][6]
Sejarah
Fisika klasik memprediksi bahwa, ketika suatu elektron dalam lintasan melingkar mengalami percepatan, maka ia akan memancarkan radiasi elektromagnetik, menurut persamaan Maxwell, yang berakibat pada hilangnya energi kinetik.[7] Karena elektron kehilangan energi, ia dapat secara cepat bergerak mendekati inti atom, menabrak inti tersebut pada skala waktu sekitar 16 pikodetik.[8] Karenanya fisika klasik memprediksi bahwa tidak mungkin sebuah atom mencapai kestabilan.[9]
Niels Bohr, dengan lahirnya fisika kuantum, menyatakan bahwa momentum sudut elektron berada dalam keadaan terkuantisasi.[10] Dengan mengaitkan gaya sentripetal elektron dengan gaya Coulomb dan kuantisasi momentum sudut, Bohr mampu menghitung jari-jari dari setiap kulit elektron. Memanfaatkan energi pada elektron, yang dihitung dari energi kinetik dan potensial Coulomb dari elektron tersebut, serta persamaan efek fotolistrik, Bohr mampu menghitung panjang gelombang serta frekuensi dari foton yang dipancarkan atau yang diserap selama lompatan kuantum elektron dari kulit awal dan kulit akhir pada transisi tersebut.[11][12]
Dengan cara ini, Bohr memperoleh hasil yang selaras tidak hanya dengan potensial ionisasi hidrogen, tetapi juga dengan spektrum pancar hidrogen tersebut.[13] Rumusan Bohr sesuai dengan rumus empiris yang dibuat oleh Johann Jakob Balmer.[14]
Selanjutnya, dalam tesis doktoralnya, Louis de Broglie menunjukkan bahwa, dengan memperlakukan elektron sebagai gelombang, momentum sudut elektron dalam atom sesuai dengan postulat Bohr tersebut.[15]
Penggunaan
Dalam model Bohr dari struktur atom, yang diajukan oleh Niels Bohr pada tahun 1913, elektron mengorbit pusat inti pada lintasan melingkar.[16] Model tersebut menyatakan bahwa elektron hanya mengorbit inti pada jarak tertentu, tergantung pada energinya. Dalam atom paling sederhana, hidrogen, satu elektron mengorbit inti dan orbit terkecilnya, dengan energi terendah, memiliki jari-jari orbital yang hampir sama dengan jari-jari Bohr. (Ini bukan secara tepat jari-jari Bohr karena efek massa tereduksi)
Meskipun model Bohr tidak lagi digunakan, jari-jari Bohr tetap sangat berguna dalam perhitungan fisika atom, sebagian karena hubungannya yang sederhana dengan konstanta fundamental lainnya. (Inilah sebabnya ia didefinisikan menggunakan massa elektron sejati daripada massa tereduksi, seperti yang disebutkan di atas). Sebagai contoh, konstanta tersebut adalah satuan panjang dalam satuan atom.
Perbedaan penting adalah bahwa jari-jari Bohr memberikan posisi rapat kebolehjadian maksimum,[17] dan bukan jarak radial yang diharapkan. Jarak radial yang diharapkan sebenarnya 1,5 kali jari-jari Bohr, sebagai hasil dari panjangnya ekor pada fungsi gelombang radial.
Satuan terkait
Jari-jari Bohr elektron adalah salah satu dari tiga satuan panjang yang terkait, dua lainnya adalah panjang gelombang Compton dari elektron serta jari-jari elektron klasik . Jari-jari Bohr dibangun dari massa elektron , konstanta Planck dan muatan elektron . Panjang gelombang Compton dibangun dari , dan kecepatan cahaya . Jari-jari elektron klasik dibangun dari , dan . Satu dari ketiga satuan panjang tersebut dapat ditulis dengan saling terkait satu sama lain menggunakan konstanta struktur halus :
Panjang gelombang Compton adalah sekitar 20 kali lebih kecil dari jari-jari Bohr, dan jari-jari elektron klasik sekitar 1000 kali lebih kecil dari panjang gelombang Compton.
Jari-jari Bohr tereduksi
Jari-jari Bohr termasuk efek massa tereduksi dalam atom hidrogen dapat diberikan melalui persamaan berikut:
di mana:
- adalah panjang gelombang Compton dari proton.
- adalah panjang gelombang Compton dari elektron.
- adalah konstanta struktur halus.
Dalam persamaan di atas, efek dari massa tereduksi dicapai dengan menggunakan peningkatan panjang gelombang Compton, yaitu hanya penjumlahan panjang gelombang Compton dari elektron dan proton.
Lihat pula
Catatan
Pranala luar
Referensi
- ↑ Bohr, Niels. On the Constitution of Atoms and Molecules. Philosophical Magazine. 1913. Vol. 26. hlm. 1-24.
- ↑ CODATA Value: Bohr radius. Fundamental Physical Constants. NIST.
- ↑ Angka dalam kurung menunjukkan ketidakpastian dari angka terakhir.
- ↑ Griffiths, D. J. Introduction to Quantum Mechanics. Prentice-Hall. 1995. hlm. 137. ISBN 0-13-124405-1.
- ↑ CODATA Value: Bohr radius. Fundamental Physical Constants. NIST.
- ↑ Angka dalam kurung menunjukkan ketidakpastian dari angka terakhir.
- ↑ Maxwell, J. C., "A Dynamical Theory of the Electromagnetic Field", Philosophical Transactions of the Royal Society of London 155, 459–512 (1865). (Artikel ini disertai presentasi 8 Desember 1864 oleh Maxwell kepada Royal Society.)
- ↑ James D. Olsen. Classical Lifetime of a Bohr Atom. Laboratorium Joseph Henry, Universitas Princeton. 7 Maret 2005.
- ↑ CK12 – Chemistry Flexbook Second Edition – The Bohr Model of the Atom.
- ↑ Niels Bohr. Nobel Lecture: The Structure of the Atom. The Nobel Foundation. 1922.
- ↑ Boris M. Smirnov. Physics of Atoms and Ions. Springer. 2003. hlm. 14–21. ISBN 038795550X.
- ↑ John Stachel. Quantum Reality, Relativistic Causality, and Closing the Epistemic Circle. Springer. 2009. hlm. 79.
- ↑ Niels Bohr. The spectra of helium and hydrogen. Nature. 1914. Vol. 92 (2295). hlm. 231–232. doi:10.1038/092231d0.
- ↑ Balmer, J. J. A New Formula for the Wave‐lengths of Spectral Lines. Astrophysical Journal. 1897. Vol. 5. hlm. 199–209. doi:10.1086/140330.
- ↑ Louis de Broglie. Recherches sur la théorie des quanta. Ann. de Physique. 1925. Vol. 10. hlm. 22. doi:10.1051/anphys/192510030022.
- ↑ David Warren Ball. The Basics of Spectroscopy. SPIE Press. 2001. hlm. 80. ISBN 9-780-819-44104-1.
- ↑ Nouredine Zettili. Quantum Mechanics: Concepts and Applications. Wiley. 2009. hlm. 376. ISBN 978-0-470-02678-6.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299350 (2026-05-31T21:34:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.