Lompat ke isi

Teorema dimensi untuk ruang vektor: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27255848; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


Secara formal, teorema dimensi untuk ruang vektor menyebutkan bahwa:
Secara formal, teorema dimensi untuk ruang vektor menyebutkan bahwa:


Karena sebuah basis  yang [[Kebebasan linear|bebas secara linear]], dimensi dari teorema tersebut adalah konsekuensi dari [[teorema]] berikut, yang juga berguna:
Karena sebuah basis  yang [[Kebebasan linear|bebas secara linear]], dimensi dari teorema tersebut adalah konsekuensi dari [[teorema]] berikut, yang juga berguna:


Secara khusus, jika  [[Modul yang dibangkitkan secara hingga|dibangkitkan secara hingga]], maka seluruh basisnya bernilai hingga dan memiliki jumlah elemen yang sama.
Secara khusus, jika  [[Modul yang dibangkitkan secara hingga|dibangkitkan secara hingga]], maka seluruh basisnya bernilai hingga dan memiliki jumlah elemen yang sama.


Meskipun [[Pembuktian matematika|pembuktian]] dari keberadaan dari basis pada seluruh ruang vektor pada kasus umum memerlukan [[lema Zorn]] dan sama dengan [[aksioma pemilihan]], keunikan dari basis kardinalitas hanya memerlukan [[lema ultrafilter]]. lema ini jauh lebih lemah, dengan [[Teorema dimensi untuk ruang vektor#Pembuktian|pembuktian]] yang diberikan di bawah, tetapi dengan mengasumsikan trikotonomi. Teorema ini dapat digeneralisasi pada [[Modul (matematika)|modul-]] untuk gelanggang  yang memiliki [[bilangan basis tak berubah]]. Pada kasus pembangkitan hingga, pembuktian hanya menggunakan argumentasi dasar dari [[aljabar]], dan tidak memerlukan aksioma pemilihan ataupun variannya yang lebih lemah.
Meskipun [[Pembuktian matematika|pembuktian]] dari keberadaan dari basis pada seluruh ruang vektor pada kasus umum memerlukan [[lema Zorn]] dan sama dengan [[aksioma pemilihan]], keunikan dari basis kardinalitas hanya memerlukan [[lema ultrafilter]].<ref>P. Howard. ''Consequences of the axiom of choice''. ''Mathematical Surveys and Monographs''. 1998. Vol. 59.</ref> lema ini jauh lebih lemah, dengan [[Teorema dimensi untuk ruang vektor#Pembuktian|pembuktian]] yang diberikan di bawah, tetapi dengan mengasumsikan trikotonomi. Teorema ini dapat digeneralisasi pada [[Modul (matematika)|modul-]] untuk gelanggang  yang memiliki [[bilangan basis tak berubah]]. Pada kasus pembangkitan hingga, pembuktian hanya menggunakan argumentasi dasar dari [[aljabar]], dan tidak memerlukan aksioma pemilihan ataupun variannya yang lebih lemah.


== Pembuktian ==
== Pembuktian ==
Misalkan  adalah ruang vektor,  adalah himpunan [[kebebasan linear]] dari elemen , dan  adalah . Perlu pembuktian bahwa [[kardinalitas]] dari  tidak bernilai lebih besar dari .
Misalkan  adalah ruang vektor,  adalah himpunan [[kebebasan linear]] dari elemen , dan  adalah . Perlu pembuktian bahwa [[kardinalitas]] dari  tidak bernilai lebih besar dari .


Jika  bernilai hingga, maka hasilnya berasal dari [[lema pertukaran Steinitz]]. Jika  bernilai hingga, pembuktian yang berdasarkan teori [[Matriks (matematika)|matriks]] juga dimungkinkan.
Jika  bernilai hingga, maka hasilnya berasal dari [[lema pertukaran Steinitz]]. Jika  bernilai hingga, pembuktian yang berdasarkan teori [[Matriks (matematika)|matriks]] juga dimungkinkan.<ref>K. Hoffman. [https://archive.org/details/linearalgebra00hoff_0 Linear Algebra]. Prentice-Hall. 1971. (Teorema 4 pada Bab 2).</ref>


Asumsikan bahwa  bernilai [[takhingga]]. Jika  bernilai hingga, maka tidak ada yang perlu dibuktikan. Maka, kita asumsikan bahwa  juga bernilai tak hingga. Kita asumsikan bahwa kardinalitas dari  lebih besar dari . Kita harus membuktikan bahwa hal ini menghasilkan kontradiksi.
Asumsikan bahwa  bernilai [[takhingga]]. Jika  bernilai hingga, maka tidak ada yang perlu dibuktikan. Maka, kita asumsikan bahwa  juga bernilai tak hingga. Kita asumsikan bahwa kardinalitas dari  lebih besar dari . Kita harus membuktikan bahwa hal ini menghasilkan kontradiksi.
Baris 21: Baris 19:


Maka, setiap  dapat ditulis sebagai penjumlahan hingga
Maka, setiap  dapat ditulis sebagai penjumlahan hingga


dengan  adalah subhimpunan dari . Karena  bernilai takhingga, maka  memiliki kardinalitas yang sama dengan . Maka  memiliki kardinalitas yang lebih kecil dari . Maka, terdapat beberapa  yang tidak muncul pada  mana pun. Nilai  yang sesuai dapat diekspresikan sebagai kombinasi linear hingga dari , yang akhirnya dapat diekspresikan sebagai kombinasi linear hingga dari , tanpa . Maka,  bergantung secara linear pada , yang memberikan kontradiksi yang diperlukan.
dengan  adalah subhimpunan dari . Karena  bernilai takhingga, maka  memiliki kardinalitas yang sama dengan . Maka  memiliki kardinalitas yang lebih kecil dari . Maka, terdapat beberapa  yang tidak muncul pada  mana pun. Nilai  yang sesuai dapat diekspresikan sebagai kombinasi linear hingga dari , yang akhirnya dapat diekspresikan sebagai kombinasi linear hingga dari , tanpa . Maka,  bergantung secara linear pada , yang memberikan kontradiksi yang diperlukan.
Baris 27: Baris 24:
==Teorema perpanjangan kernel untuk ruang vektor==
==Teorema perpanjangan kernel untuk ruang vektor==
Aplikasi ini untuk teorema dimensi kadang dikenal sebagai ''teorema dimensi''. Misalkan:
Aplikasi ini untuk teorema dimensi kadang dikenal sebagai ''teorema dimensi''. Misalkan:


adalah [[peta linear]]. Maka,
adalah [[peta linear]]. Maka,


yaitu, dimensi dari  bernilai sama dengan dimensi dari [[Rentang dari fungsi|rentang]] transformasi ditambah dengan dimensi dari [[Kernel (aljabar)|kernel]]. Lihat [[teorema kenolan peringkat]] untuk diskusi lebih lengkap.
yaitu, dimensi dari  bernilai sama dengan dimensi dari [[Rentang dari fungsi|rentang]] transformasi ditambah dengan dimensi dari [[Kernel (aljabar)|kernel]]. Lihat [[teorema kenolan peringkat]] untuk diskusi lebih lengkap.
== Catatan kaki ==


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+dimensi+untuk+ruang+vektor&oldid=27255848 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27255848 (2025-05-11T03:38:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teorema+dimensi+untuk+ruang+vektor&oldid=27255848 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27255848 (2025-05-11T03:38:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.11

Pada matematika, teorema dimensi untuk ruang vektor menyebutkan bahwa semua basis dari ruang vektor memiliki jumlah elemen yang sama. Jumlah elemen ini dapat berupa hingga atau takhingga (dengan kasus terakhir, jumlahnya adalah bilangan kardinal), dan mendefinisikan dimensi dari ruang vektor tersebut.

Secara formal, teorema dimensi untuk ruang vektor menyebutkan bahwa:

Karena sebuah basis yang bebas secara linear, dimensi dari teorema tersebut adalah konsekuensi dari teorema berikut, yang juga berguna:

Secara khusus, jika dibangkitkan secara hingga, maka seluruh basisnya bernilai hingga dan memiliki jumlah elemen yang sama.

Meskipun pembuktian dari keberadaan dari basis pada seluruh ruang vektor pada kasus umum memerlukan lema Zorn dan sama dengan aksioma pemilihan, keunikan dari basis kardinalitas hanya memerlukan lema ultrafilter.[1] lema ini jauh lebih lemah, dengan pembuktian yang diberikan di bawah, tetapi dengan mengasumsikan trikotonomi. Teorema ini dapat digeneralisasi pada modul- untuk gelanggang yang memiliki bilangan basis tak berubah. Pada kasus pembangkitan hingga, pembuktian hanya menggunakan argumentasi dasar dari aljabar, dan tidak memerlukan aksioma pemilihan ataupun variannya yang lebih lemah.

Pembuktian

Misalkan adalah ruang vektor, adalah himpunan kebebasan linear dari elemen , dan adalah . Perlu pembuktian bahwa kardinalitas dari tidak bernilai lebih besar dari .

Jika bernilai hingga, maka hasilnya berasal dari lema pertukaran Steinitz. Jika bernilai hingga, pembuktian yang berdasarkan teori matriks juga dimungkinkan.[2]

Asumsikan bahwa bernilai takhingga. Jika bernilai hingga, maka tidak ada yang perlu dibuktikan. Maka, kita asumsikan bahwa juga bernilai tak hingga. Kita asumsikan bahwa kardinalitas dari lebih besar dari . Kita harus membuktikan bahwa hal ini menghasilkan kontradiksi.

Dengan lema Zorn, setiap himpunan independen linear terkanding pada himpunan independen linear maksimal . Maksimalitas ini menyiratkan bahwa mengembangkan dan maka adalah sebuah basis. Karena kardinalitas dari bernilai lebih besar atau sama dengan kardinalitas , kita dapat mengubah dengan . Maka, kita dapat mengasumsikan, tanpa menghilangkan generalisasi, bahwa adalah sebuah basis.

Maka, setiap dapat ditulis sebagai penjumlahan hingga

dengan adalah subhimpunan dari . Karena bernilai takhingga, maka memiliki kardinalitas yang sama dengan . Maka memiliki kardinalitas yang lebih kecil dari . Maka, terdapat beberapa yang tidak muncul pada mana pun. Nilai yang sesuai dapat diekspresikan sebagai kombinasi linear hingga dari , yang akhirnya dapat diekspresikan sebagai kombinasi linear hingga dari , tanpa . Maka, bergantung secara linear pada , yang memberikan kontradiksi yang diperlukan.

Teorema perpanjangan kernel untuk ruang vektor

Aplikasi ini untuk teorema dimensi kadang dikenal sebagai teorema dimensi. Misalkan:

adalah peta linear. Maka,

yaitu, dimensi dari bernilai sama dengan dimensi dari rentang transformasi ditambah dengan dimensi dari kernel. Lihat teorema kenolan peringkat untuk diskusi lebih lengkap.

Referensi

  1. P. Howard. Consequences of the axiom of choice. Mathematical Surveys and Monographs. 1998. Vol. 59.
  2. K. Hoffman. Linear Algebra. Prentice-Hall. 1971. (Teorema 4 pada Bab 2).

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27255848 (2025-05-11T03:38:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.