Lompat ke isi

Induksi-epsilon: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29409530; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 41: Baris 41:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Induksi matematika|Induksi matematis]]
* [[Induksi matematika|Induksi matematis]]
* [[Induksi transfinit]]
* [[Induksi transfinit]]
Baris 47: Baris 46:
* [[Teori himpunan konstruktif]]
* [[Teori himpunan konstruktif]]
* [[Teori himpunan takberalasan]]
* [[Teori himpunan takberalasan]]


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induksi-epsilon&oldid=29409530 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29409530 (2026-07-02T01:20:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Induksi-epsilon&oldid=29409530 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29409530 (2026-07-02T01:20:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 14.12

Dalam matematika, induksi- (induksi-epsilon atau induksi-himpunan) merupakan sebuah ragam induksi transfinit.

Dianggap sebagai sebuah skema aksioma teori himpunan alternatif, ini disebut Aksioma (skema) induksi (himpunan)

Ini dapat digunakan dalam teori himpunan untuk membuktikan bahwa semua himpunan memenuhi sebuah sifat P(x) yang diberikan. Ini merupakan sebuah kasus khusus mengenai induksi cukup beralasan.

Pernyataan

Ini menyatakan, untuk suatu sifat P, bahwa untuk setiap himpunan x, kebenaran P(x) mengikuti dari kebenaran P untuk semua unsur x, maka sifat P ini berlaku untuk semua himpunan. Dalam simbol:

x.((yx.P(y))P(x))  zP(z)

Perhatikan bahwa untuk "kasus bawah" dimana x melambangkan himpunan kosong, yx. P(y) adalah kebenaran hampa.

Perbandingan dengan induksi bilangan asli

Di atas dapat dibandingkan dengan induksi-ω atas bilangan asli n{0,1,2} untuk sifat-sifat bilangan Q. Ini dapat diungkapkan sebagai

(Q(0)n.(Q(n)Q(n+1)))  m.Q(m)

Memperkenalkan beberapa konvensi untuk karena pencerminan Induksi Himpunan, ini dapat diutlis sebagai

n.(Q(n1)Q(n))  m.Q(m)

dimana untuk "kasus bawah" n=0 kita ambil "Q(1)" menjadi benar oleh definisi. Perhatikan bahwa induksi-himpunan dapat juga diperlakukan dalam sebuah cara yang memperlakukan kasus bawah dengan eksplisit.

Dengan tautologi klasik seperti (AB)(¬AB), prinsip induksi-ω di atas dapat diterjemahkan ke pernyataan berikut:

n.(Q(n1)¬Q(n))  m.Q(m)

Ini mengungkapkan bahwa, untuk suatu sifat Q, baik terdapat suatu bilangan (pertama) n yang mana Q tidak berlaku, meskipun Q berlaku untuk kasus sebelumnya, atau - jika tidak ada seperti kasus palsu - Q adalah benar untuk semua bilangan.

Demikian, dalam teori Zermelo–Fraenkel klasik, induksi-himpunan dapat diterjemahkan ke pernyataan berikut, menjelaskan bentuk apa mengenai contoh berlawanan mencegah sebuah sifat himpunan P berlaku untuk semua himpunan:

x.((yx.P(y))¬P(x))  zP(z)

Ekspresi ini bahwa, untuk suatu sifat P, baik ada sebuah himpunan x yang mana P tidak berlaku sementara P menjadi benar untuk semua unsur x, atau P berlaku untuk semua himpunan.

Untuk suatu sifat, jika salah satu dapat membuktikan bahwa yx. P(y) menyiratkan P(x), maka kasus palsu dikesampingkan dan rumusnya menyatakan bahwa zP(z) terpisah harus berlaku.

Kebebasan

Dalam konteks dari konstruksi Zermelo–Fraenkel teori himpunan konstruktif, mengutip Aksioma keteraturan akan menyiratkan kaidah menengah terkecuali dan juga induksi himpunan. Tapi kemudian hasil teorinya akan menjadi teori himpunan Zermelo–Fraenkel standar. Namun, sebaliknya, induksi himpunan menyiratkan baik bukan dari dua. Dengan kata lain, dengan sebuah kerangka logika konstruktif, induksi himpunan seperti yang dinyatakan di atas lebih lemah sempurna daripada keteraturan.

Lihat pula

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29409530 (2026-07-02T01:20:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.