Lompat ke isi

Pendekatan Wien: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29468170; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pendekatan Wien''' (juga kadang-kadang disebut hukum Wien atau hukum distribusi Wien) adalah [[hukum fisika]] yang digunakan untuk menjelaskan spektrum [[radiasi termal]] (sering disebut fungsi hitam). Hukum ini pertama kali diturunkan oleh [[Wilhelm Wien]] pada tahun 1896. Persamaan ini dapat mendeskripsikan [[panjang gelombang]] pendek ([[frekuensi tinggi]]) spektrum emisi termal dari objek dengan akurat, tetapi gagal untuk menyesuaikan dengan data eksperimental untuk emisi panjang gelombang panjang (rendah frekuensi) secara akurat.
'''Pendekatan Wien''' (juga kadang-kadang disebut hukum Wien atau hukum distribusi Wien) adalah [[hukum fisika]] yang digunakan untuk menjelaskan spektrum [[radiasi termal]] (sering disebut fungsi hitam). Hukum ini pertama kali diturunkan oleh [[Wilhelm Wien]] pada tahun 1896.<ref>J. Mehra, H. Rechenberg. ''The Historical Development of Quantum Theory''. Springer-Verlag. 1982. Vol. 1. ISBN 0-387-90642-8.</ref><ref>R. Bowley, M. Sánchez. [https://archive.org/details/introductorystat0000bowl Introductory Statistical Mechanics]. Clarendon Press. 1999. ISBN 0-19-850576-0.</ref> Persamaan ini dapat mendeskripsikan [[panjang gelombang]] pendek ([[frekuensi tinggi]]) spektrum emisi termal dari objek dengan akurat, tetapi gagal untuk menyesuaikan dengan data eksperimental untuk emisi panjang gelombang panjang (rendah frekuensi) secara akurat.<ref>R. Bowley, M. Sánchez. [https://archive.org/details/introductorystat0000bowl Introductory Statistical Mechanics]. Clarendon Press. 1999. ISBN 0-19-850576-0.</ref>


== Detail ==
== Detail ==
Hukum dapat ditulis sebagai:
Hukum dapat ditulis sebagai:


<math>I(\nu, T) = \frac{2 h \nu^3}{c^2} e^{-\frac{h \nu}{kT}}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;
<math>I(\nu, T) = \frac{2 h \nu^3}{c^2} e^{-\frac{h \nu}{kT}}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<ref>G. B. Rybicki, A. P. Lightman. [https://archive.org/details/radiativeprocess0000rybi Radiative Processes in Astrophysics]. John Wiley & Sons. 1979. ISBN 0-471-82759-2.</ref>


di mana
di mana
Baris 16: Baris 16:
Persamaan ini dapat ditulis sebagai:
Persamaan ini dapat ditulis sebagai:


<math>I(\lambda, T) = \frac{2 h c^2} {\lambda^5} e^{-\frac{hc}{\lambda kT}}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;
<math>I(\lambda, T) = \frac{2 h c^2} {\lambda^5} e^{-\frac{hc}{\lambda kT}}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<ref>R. Bowley, M. Sánchez. [https://archive.org/details/introductorystat0000bowl Introductory Statistical Mechanics]. Clarendon Press. 1999. ISBN 0-19-850576-0.</ref><ref>Equation derived using u=4π/c; see Rybicki, Lightman (1979) reference.</ref>


di mana <math>I(\lambda, T)</math> adalah jumlah energi per unit permukaan, per unit waktu, per unit sudut padat, per unit panjang gelombang, yang dipancarkan pada panjang gelombang λ.
di mana <math>I(\lambda, T)</math> adalah jumlah energi per unit permukaan, per unit waktu, per unit sudut padat, per unit panjang gelombang, yang dipancarkan pada panjang gelombang λ.


== Hubungan dengan hukum Planck ==
== Hubungan dengan hukum Planck ==
Pendekatan Wien awalnya diusulkan sebagai deskripsi untuk melengkapi spektrum dari radiasi termal, meskipun gagal untuk secara akurat menjelaskan emisi panjang gelombang panjang (frekuensi rendah). Namun, ia segera digantikan oleh [[hukum Planck]], yang dikembangkan oleh [[Max Planck]]. Berbeda dengan pendekatan Wien, hukum Planck dengan akurat menggambarkan spektrum lengkap dari radiasi termal. hukum Planck dapat diberikan sebagai:
Pendekatan Wien awalnya diusulkan sebagai deskripsi untuk melengkapi spektrum dari radiasi termal, meskipun gagal untuk secara akurat menjelaskan emisi panjang gelombang panjang (frekuensi rendah). Namun, ia segera digantikan oleh [[hukum Planck]], yang dikembangkan oleh [[Max Planck]]. Berbeda dengan pendekatan Wien, hukum Planck dengan akurat menggambarkan spektrum lengkap dari radiasi termal. hukum Planck dapat diberikan sebagai:


<math>I(\nu, T) = \frac{2 h \nu^3}{c^2} \frac{1}{e^{\frac{h \nu}{kT}}-1}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;
<math>I(\nu, T) = \frac{2 h \nu^3}{c^2} \frac{1}{e^{\frac{h \nu}{kT}}-1}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<ref>G. B. Rybicki, A. P. Lightman. [https://archive.org/details/radiativeprocess0000rybi Radiative Processes in Astrophysics]. John Wiley & Sons. 1979. ISBN 0-471-82759-2.</ref>


Pendekatan Wien mungkin diturunkan dari [[hukum Planck]] dengan asumsi <math>h\nu \gg kT</math>. ketika ini benar, maka
Pendekatan Wien mungkin diturunkan dari [[hukum Planck]] dengan asumsi <math>h\nu \gg kT</math>. ketika ini benar, maka


<math>\frac{1}{e^{\frac{h \nu}{kT}}-1} \approx e^{-\frac{h \nu}{kT}}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;
<math>\frac{1}{e^{\frac{h \nu}{kT}}-1} \approx e^{-\frac{h \nu}{kT}}</math>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<ref>G. B. Rybicki, A. P. Lightman. [https://archive.org/details/radiativeprocess0000rybi Radiative Processes in Astrophysics]. John Wiley & Sons. 1979. ISBN 0-471-82759-2.</ref>


sehingga pendekatan [[hukum planck]] sama dengan pendekatan wien pada frekuensi tinggi.
sehingga pendekatan [[hukum planck]] sama dengan pendekatan wien pada frekuensi tinggi.


== Pendekatan radiasi termal lainnya ==
== Pendekatan radiasi termal lainnya ==
Hukum Rayleigh-Jeans yang dikembangkan oleh Lord Rayleigh dapat digunakan untuk menjelaskan spektrum gelombang panjang radiasi termal secara akurat tetapi gagal untuk menjelaskan spektrum panjang gelombang pendek dari emisi panas pada frekuensi tinggi
Hukum Rayleigh-Jeans yang dikembangkan oleh Lord Rayleigh dapat digunakan untuk menjelaskan spektrum gelombang panjang radiasi termal secara akurat tetapi gagal untuk menjelaskan spektrum panjang gelombang pendek dari emisi panas pada frekuensi tinggi


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendekatan+Wien&oldid=29468170 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29468170 (2026-07-17T05:49:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendekatan+Wien&oldid=29468170 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29468170 (2026-07-17T05:49:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 17.59

Pendekatan Wien (juga kadang-kadang disebut hukum Wien atau hukum distribusi Wien) adalah hukum fisika yang digunakan untuk menjelaskan spektrum radiasi termal (sering disebut fungsi hitam). Hukum ini pertama kali diturunkan oleh Wilhelm Wien pada tahun 1896.[1][2] Persamaan ini dapat mendeskripsikan panjang gelombang pendek (frekuensi tinggi) spektrum emisi termal dari objek dengan akurat, tetapi gagal untuk menyesuaikan dengan data eksperimental untuk emisi panjang gelombang panjang (rendah frekuensi) secara akurat.[3]

Detail

Hukum dapat ditulis sebagai:

I(ν,T)=2hν3c2ehνkT   [4]

di mana

  • I(ν,T) adalah jumlah energi per unit permukaan, per unit waktu, per unit sudut padat, per unit frekuensi, yang dipancarkan pada frekuensi ν.
  • T adalah temperatur tubuh hitam.
  • h adalah konstanta Planck.
  • c adalah kecepatan cahaya.
  • k adalah konstanta Boltzmann.

Persamaan ini dapat ditulis sebagai:

I(λ,T)=2hc2λ5ehcλkT   [5][6]

di mana I(λ,T) adalah jumlah energi per unit permukaan, per unit waktu, per unit sudut padat, per unit panjang gelombang, yang dipancarkan pada panjang gelombang λ.

Hubungan dengan hukum Planck

Pendekatan Wien awalnya diusulkan sebagai deskripsi untuk melengkapi spektrum dari radiasi termal, meskipun gagal untuk secara akurat menjelaskan emisi panjang gelombang panjang (frekuensi rendah). Namun, ia segera digantikan oleh hukum Planck, yang dikembangkan oleh Max Planck. Berbeda dengan pendekatan Wien, hukum Planck dengan akurat menggambarkan spektrum lengkap dari radiasi termal. hukum Planck dapat diberikan sebagai:

I(ν,T)=2hν3c21ehνkT1   [7]

Pendekatan Wien mungkin diturunkan dari hukum Planck dengan asumsi hνkT. ketika ini benar, maka

1ehνkT1ehνkT   [8]

sehingga pendekatan hukum planck sama dengan pendekatan wien pada frekuensi tinggi.

Pendekatan radiasi termal lainnya

Hukum Rayleigh-Jeans yang dikembangkan oleh Lord Rayleigh dapat digunakan untuk menjelaskan spektrum gelombang panjang radiasi termal secara akurat tetapi gagal untuk menjelaskan spektrum panjang gelombang pendek dari emisi panas pada frekuensi tinggi

Referensi

  1. J. Mehra, H. Rechenberg. The Historical Development of Quantum Theory. Springer-Verlag. 1982. Vol. 1. ISBN 0-387-90642-8.
  2. R. Bowley, M. Sánchez. Introductory Statistical Mechanics. Clarendon Press. 1999. ISBN 0-19-850576-0.
  3. R. Bowley, M. Sánchez. Introductory Statistical Mechanics. Clarendon Press. 1999. ISBN 0-19-850576-0.
  4. G. B. Rybicki, A. P. Lightman. Radiative Processes in Astrophysics. John Wiley & Sons. 1979. ISBN 0-471-82759-2.
  5. R. Bowley, M. Sánchez. Introductory Statistical Mechanics. Clarendon Press. 1999. ISBN 0-19-850576-0.
  6. Equation derived using u=4π/c; see Rybicki, Lightman (1979) reference.
  7. G. B. Rybicki, A. P. Lightman. Radiative Processes in Astrophysics. John Wiley & Sons. 1979. ISBN 0-471-82759-2.
  8. G. B. Rybicki, A. P. Lightman. Radiative Processes in Astrophysics. John Wiley & Sons. 1979. ISBN 0-471-82759-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29468170 (2026-07-17T05:49:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.