Lompat ke isi

Autopoiesis: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29380097; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Autopoiesis''' () merujuk pada sistem yang mampu memproduksi dan merawat dirinya sendiri dengan membuat bagian penyusunnya sendiri.
[[File:3D-SIM-4_Anaphase_3_color.jpg|thumb|right|280px|Representasi 3D sel hidup dalam proses mitosis, contoh sistem autopoietis]]


Istilah ini diperkenalkan oleh dua ahli biologi asal [[Chili]], yaitu [[Humberto Maturana]] dan [[Francisco Varela]] dalam publikasi mereka pada 1972 yang berjudul ''[[Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living]]'' untuk mendefinisikan [[Kimia|proses kimiawi]] dalam [[sel]] hidup yang menjaga keberlanjutannya. Sejak saat itu, konsep ini telah diterapkan dalam bidang [[kognisi]], [[teori sistem]], [[arsitektur]], dan [[sosiologi]].
'''Autopoiesis''' () merujuk pada sistem yang mampu memproduksi dan merawat dirinya sendiri dengan membuat bagian penyusunnya sendiri.<ref>[https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/oi/authority.20110803095436328 autopoiesis]. ''Oxford Reference''.</ref>
 
Istilah ini diperkenalkan oleh dua ahli biologi asal [[Chili]], yaitu [[Humberto Maturana]] dan [[Francisco Varela]] dalam publikasi mereka pada 1972 yang berjudul ''[[Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living]]'' untuk mendefinisikan [[Kimia|proses kimiawi]] dalam [[sel]] hidup yang menjaga keberlanjutannya.<ref>Humberto R. Maturana. ''Autopoiesis and cognition: the realization of the living''. Reidel. 1972. hlm. 141.</ref> Sejak saat itu, konsep ini telah diterapkan dalam bidang [[kognisi]], [[teori sistem]], [[arsitektur]], dan [[sosiologi]].


== Gambaran Umum ==
== Gambaran Umum ==
Dalam buku ''Autopoiesis and Cognition'', Maturana dan Varela menjelaskan asal-usul mereka menciptakan istilah autopoiesis.
Dalam buku ''Autopoiesis and Cognition'', Maturana dan Varela menjelaskan asal-usul mereka menciptakan istilah autopoiesis.<ref>Humberto Maturana. [https://books.google.com/books?id=nVmcN9Ja68kC&q=Maturana++Varela+Autopoiesis+Cognition Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living]. 1980. ISBN 9789027710161.</ref>
''''
''''
Mereka menjelaskan bahwa
Mereka menjelaskan bahwa<ref>Humberto Maturana. [https://books.google.com/books?id=nVmcN9Ja68kC&q=Maturana++Varela+Autopoiesis+Cognition Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living]. 1980. ISBN 9789027710161.</ref>
''''
''''
Mereka menggambarkan "ruang yang ditetapkan oleh sistem autopoietis" sebagai ruang yang "mencakup dirinya sendiri", sebuah ruang yang "tidak bisa dideskripsikan dengan dimensi yang menetapkan ruang lain. Saat kami merujuk pada interaksi dengan sistem autopoiesis yang konkret, kami memproyeksikan sistem ini pada ruang yang dapat kami manipulasi dan mendeskripsikan proyeksi ini"
Mereka menggambarkan "ruang yang ditetapkan oleh sistem autopoietis" sebagai ruang yang "mencakup dirinya sendiri", sebuah ruang yang "tidak bisa dideskripsikan dengan dimensi yang menetapkan ruang lain. Saat kami merujuk pada interaksi dengan sistem autopoiesis yang konkret, kami memproyeksikan sistem ini pada ruang yang dapat kami manipulasi dan mendeskripsikan proyeksi ini"<ref>Humberto Maturana. [https://books.google.com/books?id=nVmcN9Ja68kC&q=Maturana++Varela+Autopoiesis+Cognition Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living]. 1980. ISBN 9789027710161.</ref>


== Makna ==
== Makna ==
Autopoiesis awalnya dipaparkan sebagai deskripsi sistem yang mendefinisikan dan menjelaskan sistem hidup. Contoh sistem autopoietis adalah sel. Misalnya, [[Eukariota|sel eukariotik]] terdiri atas komponen-komponen [[biokimia]], seperti [[asam nukleat]] dan [[protein]], dan tersusun menjadi struktur yang terikat, seperti [[inti sel]], [[organel]], [[membran sel]], dan [[sitoskeleton]]. Struktur ini--melalui aliran molekul dan energi di dalamnya--memproduksi komponen yang nantinya akan menjaga susunan struktur terikat yang menghasilkan komponen-komponen tersebut.
Autopoiesis awalnya dipaparkan sebagai deskripsi sistem yang mendefinisikan dan menjelaskan sistem hidup. Contoh sistem autopoietis adalah sel. Misalnya, [[Eukariota|sel eukariotik]] terdiri atas komponen-komponen [[biokimia]], seperti [[asam nukleat]] dan [[protein]], dan tersusun menjadi struktur yang terikat, seperti [[inti sel]], [[organel]], [[membran sel]], dan [[sitoskeleton]]. Struktur ini--melalui aliran molekul dan energi di dalamnya--memproduksi komponen yang nantinya akan menjaga susunan struktur terikat yang menghasilkan komponen-komponen tersebut.


Sistem autopoietis berbeda dengan sistem allopoietis, seperti pabrik mobil, yang menggunakan bahan baku (komponen) untuk menghasilkan mobil (struktur yang tersusun) dan tidak menghasilkan dirinya sendiri (pabrik itu sendiri). Akan tetapi, keseluruhan sistem pabrik beserta lingkungannya (termasuk penyuplainya, peralatan, karyawan, penjual, pembeli, kontrak, pesaing, mobil, suku cadang, dst.) dapat disebut sistem yang autopoietis.
Sistem autopoietis berbeda dengan sistem allopoietis, seperti pabrik mobil, yang menggunakan bahan baku (komponen) untuk menghasilkan mobil (struktur yang tersusun) dan tidak menghasilkan dirinya sendiri (pabrik itu sendiri). Akan tetapi, keseluruhan sistem pabrik beserta lingkungannya (termasuk penyuplainya, peralatan, karyawan, penjual, pembeli, kontrak, pesaing, mobil, suku cadang, dst.) dapat disebut sistem yang autopoietis.<ref>Kaj U Koskinen. ''Knowledge production in organizations : a processual autopoietic view''. Springer. 2013. ISBN 9783319001043.</ref>


Tentunya, sel juga memerlukan bahan baku (nutrien) dan menghasilkan banyak produk, seperti produk buangan, [[matriks ekstraseluler]], dan molekul pemberi sinyal intraseluler.
Tentunya, sel juga memerlukan bahan baku (nutrien) dan menghasilkan banyak produk, seperti produk buangan, [[matriks ekstraseluler]], dan molekul pemberi sinyal intraseluler.


Autopoiesis dalam sistem biologis dapat dipandang sebagai jaringan batasan yang bekerja untuk menjaga keberlangsungan dirinya sendiri. Konsep ini telah disebut sebagai ketertutupan keorganisasian (''organizational closure'') atau ketertutupan batasan (''constraint closure'') dan berkaitan erat dengan jaringan kimia autokatalitis yang membutuhkan reaksi untuk mempertahankan kehidupan.
Autopoiesis dalam sistem biologis dapat dipandang sebagai jaringan batasan yang bekerja untuk menjaga keberlangsungan dirinya sendiri. Konsep ini telah disebut sebagai ketertutupan keorganisasian (''organizational closure'')<ref>Maël Montévil. [https://doi.org/10.1016/j.jtbi.2015.02.029 Biological organisation as closure of constraints]. ''Journal of Theoretical Biology''. 2015. Vol. 372. hlm. 179–191. doi:10.1016/j.jtbi.2015.02.029.</ref> atau ketertutupan batasan (''constraint closure'')<ref>Stuart A. Kauffman. [https://archive.org/details/worldbeyondphysi0000kauf A world beyond physics: the emergence and evolution of life]. Oxford University Press. April 1, 2019.</ref> dan berkaitan erat dengan jaringan kimia autokatalitis yang membutuhkan reaksi untuk mempertahankan kehidupan.


Walaupun istilah ini sering disamakan dengan "penyusunan sendiri" (''self-organization'') atau "[[keteraturan spontan]]" (''spontaneous order''), Maturana sendiri menyatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan konsep penyusunan sendiri dan bahwa itu mustahil secara operasional karena jika organisasi suatu hal berubah, hal itu juga berubah. Belum lagi, sistem autopoietis itu otonom dan tertutup secara operasional, dalam arti proses yang terjadi di dalamnya cukup untuk menjaga keberlangsungan seluruhannya. Sistem autopoietis secara struktur terintegrasi dengan mediumnya dan terikat dalam dinamika perubahan yang dapat disebut sebagai integrasi sensorik-motorik. Dinamika terus menerus ini dianggap sebagai bentuk sederhana pengetahuan atau kognisi dan dapat diamati dalam berbagai organisme.
Walaupun istilah ini sering disamakan dengan "penyusunan sendiri" (''self-organization'') atau "[[keteraturan spontan]]" (''spontaneous order''), Maturana sendiri menyatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan konsep penyusunan sendiri dan bahwa itu mustahil secara operasional karena jika organisasi suatu hal berubah, hal itu juga berubah.<ref>Humberto Maturana. ''Gaia, a Way of Knowing: Political Implications of the New Biology''. Lindisfarne Press. 1987. hlm. 65–82, 71. ISBN 978-0-940262-23-2.</ref> Belum lagi, sistem autopoietis itu otonom dan tertutup secara operasional, dalam arti proses yang terjadi di dalamnya cukup untuk menjaga keberlangsungan seluruhannya. Sistem autopoietis secara struktur terintegrasi dengan mediumnya dan terikat dalam dinamika perubahan yang dapat disebut sebagai integrasi sensorik-motorik.<ref>''From cognitivism to autopoiesis: towards a computational framework for the embodied mind''. ''Synthese''. 2018-06-01. Vol. 195 (6). hlm. 2459–2482. doi:10.1007/s11229-016-1288-5.</ref> Dinamika terus menerus ini dianggap sebagai bentuk sederhana pengetahuan atau kognisi dan dapat diamati dalam berbagai organisme.


Penerapan konsep ini dalam sosiologi dapat ditemukan dalam teori sistem oleh [[Niklas Luhmann]], yang kemudian diadaptasi oleh Bob Jessop dalam studinya tentang sistem negara [[Kapitalisme|kapitalis]]. Marjatta Maula mengadaptasi konsep autopoiesis dalam konteks bisnis.Teori autopoiesis juga telah diterapkan dalam konteks sistem hukum oleh Niklas Luhmann dan Gunther Teubner. Patrik Schumacher telah menggunakan istilah ini untuk merujuk pada swareferensi diskursif dalam pembuatan arsitektur
Penerapan konsep ini dalam sosiologi dapat ditemukan dalam teori sistem oleh [[Niklas Luhmann]], yang kemudian diadaptasi oleh Bob Jessop dalam studinya tentang sistem negara [[Kapitalisme|kapitalis]]. Marjatta Maula mengadaptasi konsep autopoiesis dalam konteks bisnis.<ref>''Organizations as learning systems: 'Living composition' as an enabling infrastructure''. Emerald Group Publishing. 2006.</ref>Teori autopoiesis juga telah diterapkan dalam konteks sistem hukum oleh Niklas Luhmann dan Gunther Teubner.<ref>Gunther Teubner. ''Law as an Autopoietic System''. The European University Institute Press. 1992.</ref><ref>For a discussion on the evolution and development of autopoietic legal systems, see, ''Law, justice, and miscommunications: essays in applied legal philosophy''. Vandeplas Publ. 2011. ISBN 978-1-60042-152-5.</ref> Patrik Schumacher telah menggunakan istilah ini untuk merujuk pada swareferensi diskursif dalam pembuatan arsitektur <ref>[http://www.theguardian.com/cities/2018/jan/17/architect-patrik-schumacher-depicted-fascist-zaha-hadid Architect Patrik Schumacher: 'I've been depicted as a fascist']. ''the Guardian''. 2018-01-17.</ref><ref>[https://blogs.cornell.edu/arch5302sp15/2015/05/20/the-autopoiesis-of-architecture-patrik-schumachers-parametricism-and-theory/ Postmodernisms: Theories and Analyses of Architecture II "The Autopoiesis of Architecture" Patrik Schumacher's Parametricism and Theory]. ''blogs.cornell.edu''.</ref>


Dalam konteks studi tekstual, Jerome McGann berpendapat bahwa teks merupakan mekanisme autopoietis yang beroperasi sebagai sistem umpan balik yang menggenerasi dirinya sendiri yang tidak dapat dipisahkan dari orang yang memanipulasi dan menggunakannya. Dengan merujuk pada Maturana dan Varela, McGann mendefinisikan sistem autopoietis sebagai [[ruang topologis]] tertutup yang terus-menerus menghasilkan dan menetapkan organisasi dirinya sendiri melalui operasi sebagai sistem produksi komponennya sendiri, dan melakukan ini dalam pelepasan komponen yang tidak berhenti, dan menyimpulkan bahwa sistem autopoietis dibedakan dari sistem allopoietis yang Cartesian dan memproduksi sesuatu yang lain dari dirinya melalui fungsi mereka. Dia berpendapat bahwa pemrograman dan markup terlihat allopoietis tapi merupakan bagian generatif dari sistem yang mereka jaga sehingga bahasa serta teknologi cetak dan elektronik merupakan sistem autopoietis.
Dalam konteks studi tekstual, Jerome McGann berpendapat bahwa teks merupakan mekanisme autopoietis yang beroperasi sebagai sistem umpan balik yang menggenerasi dirinya sendiri yang tidak dapat dipisahkan dari orang yang memanipulasi dan menggunakannya.<ref>''The Textual Condition''. Princeton University Press. 1986. hlm. 15.</ref> Dengan merujuk pada Maturana dan Varela, McGann mendefinisikan sistem autopoietis sebagai [[ruang topologis]] tertutup yang terus-menerus menghasilkan dan menetapkan organisasi dirinya sendiri melalui operasi sebagai sistem produksi komponennya sendiri, dan melakukan ini dalam pelepasan komponen yang tidak berhenti, dan menyimpulkan bahwa sistem autopoietis dibedakan dari sistem allopoietis yang Cartesian dan memproduksi sesuatu yang lain dari dirinya melalui fungsi mereka. Dia berpendapat bahwa pemrograman dan markup terlihat allopoietis tapi merupakan bagian generatif dari sistem yang mereka jaga sehingga bahasa serta teknologi cetak dan elektronik merupakan sistem autopoietis.<ref>''A Companion to Digital Humanities''. John Wiley & Sons. 2000.</ref>


Dalam diskusinya tentang Hegel, [[Slavoj Žižek]], seorang filsuf, berpendapat bahwa Hegel adalah pemikir pokok autopoiesis, tentang proses kemunculan fitur yang diperlukan dari kontigensi tidak teratur, tentang penyusunan sendiri kontigensi itu secara perlahan, dan kemunculan keteraturan dari ketidakteraturan secara gradual.
Dalam diskusinya tentang Hegel, [[Slavoj Žižek]], seorang filsuf, berpendapat bahwa Hegel adalah pemikir pokok autopoiesis, tentang proses kemunculan fitur yang diperlukan dari kontigensi tidak teratur, tentang penyusunan sendiri kontigensi itu secara perlahan, dan kemunculan keteraturan dari ketidakteraturan secara gradual.<ref>Slavoj Žižek. ''Less Than Nothing''. Verso. 2012. hlm. 467.</ref>


== Hubungan dengan kerumitan ==
== Hubungan dengan kerumitan ==
Autopoiesis dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara kerumitan sistem dengan kerumitan lingkungannya.
Autopoiesis dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara kerumitan sistem dengan kerumitan lingkungannya.<ref>''Guided self-organization: Inception''. Springer. 2013. hlm. 19–51. ISBN 978-3-642-53734-9.</ref>
''''
''''
Autopoiesis telah diusulkan sebagai salah satu kemungkinan mekanisme [[abiogenesis]] yang kemudian menghasilkan sel primitif dan berevolusi menjadi molekul yang lebih kompleks yang dapat mendukung perkembangan kehidupan.
Autopoiesis telah diusulkan sebagai salah satu kemungkinan mekanisme [[abiogenesis]] yang kemudian menghasilkan sel primitif dan berevolusi menjadi molekul yang lebih kompleks yang dapat mendukung perkembangan kehidupan.<ref>Highfield, Roger. ''Frontiers of complexity: the search for order in a chaotic world''. Faber. 1995. hlm. 210. ISBN 0-571-17922-3.</ref>


=== Perbandingan dengan teori kehidupan yang lain ===
=== Perbandingan dengan teori kehidupan yang lain ===
Autopoiesis hanya salah satu dari banyak teori kehidupan yang ada sekarang, seperti [[kemoton]] oleh Tibor Gánti, the [[hipersiklus]] kimia oleh [[Manfred Eigen]] dan Peter Schuster,
Autopoiesis hanya salah satu dari banyak teori kehidupan yang ada sekarang, seperti [[kemoton]] oleh Tibor Gánti,<ref>Tibor Gánti. ''The Principles of Life''. Oxford University Press. 2003. ISBN 9780198507260.</ref> the [[hipersiklus]] kimia oleh [[Manfred Eigen]] dan Peter Schuster,<ref>M Eigen. ''The hypercycle: a principle of natural self-organization. A: emergence of the hypercycle''. ''Naturwissenschaften''. 1977. Vol. 64 (11). hlm. 541–565. doi:10.1007/bf00450633.</ref>
<ref>M Eigen. ''The hypercycle: a principle of natural self-organization. B: the abstract hypercycle''. ''Naturwissenschaften''. Vol. 65 (1). hlm. 7–41. doi:10.1007/bf00420631.</ref>
<ref>M Eigen. ''The hypercycle: a principle of natural self-organization. C: the realistic hypercycle''. ''Naturwissenschaften''. Vol. 65 (7). hlm. 41–369. doi:10.1007/bf00420631.</ref> [[sistem (M,R)]] oleh Robert Rosen <ref>R. Rosen. ''The representation of biological systems from the standpoint of the theory of categories''. ''Bull. Math. Biophys''. 1958. Vol. 20 (4). hlm. 317–341. doi:10.1007/BF02477890.</ref><ref>R. Rosen. ''Life Itself: a comprehensive inquiry into the nature, origin, and fabrication of life''. Columbia University Press. 1991.</ref> dan set autokatalitik oleh  [[Stuart Kauffman]],<ref>S. A. Kauffman. ''Metabolic stability and epigenesis in randomly constructed genetic nets''. ''J. Theor. Biol''. 1969. Vol. 22 (3). hlm. 437–467. doi:10.1016/0022-5193(69)90015-0.</ref> yang mirip dengan usulan [[Freeman Dyson]].<ref>F. J. Dyson. ''A model for the origin of life''. ''J. Mol. Evol''. 1982. Vol. 18 (5). hlm. 344–350. doi:10.1007/bf01733901.</ref>


[[sistem (M,R)]] oleh Robert Rosen  dan set autokatalitik oleh  [[Stuart Kauffman]], yang mirip dengan usulan [[Freeman Dyson]].
Semua teori ini (termasuk autopoiesis) terinsipirasi dari buku ''What is Life?'' karya Erwin Schrödinger<ref>Erwin Schrödinger. ''What is Life?''. Cambridge University Press. 1944.</ref> tapi awalnya terlihat jauh berbeda karena para pengusungnya tidak saling berkomunikasi atau merujuk publikasi teori yang lain.  Walaupun demikian, terdapat banyak kemiripan antara mereka, seperti Gánti and Rosen.<ref>A. Cornish-Bowden. ''Tibor Gánti and Robert Rosen: contrasting approaches to the same problem''. ''J. Theor. Biol''. 2015. Vol. 381. hlm. 6–10. doi:10.1016/j.jtbi.2015.05.015.</ref> Hingga baru-baru ini,<ref>J C Letelier. ''From ''L'Homme Machine'' to metabolic closure: steps towards understanding life''. ''J. Theor. Biol''. 2011. Vol. 286 (1). hlm. 100–113. doi:10.1016/j.jtbi.2011.06.033.</ref><ref>A.U. Igamberdiev. ''Time rescaling and pattern formation in biological evolution''. ''BioSystems''. 2014. Vol. 123. hlm. 19–26. doi:10.1016/j.biosystems.2014.03.002.</ref><ref>A Cornish-Bowden. ''Contrasting theories of life: historical context, current theories. In search of an ideal theory''. ''BioSystems''. 2020. Vol. 188. hlm. 104063. doi:10.1016/j.biosystems.2019.104063.</ref> hampir tidak ada upaya untuk membandingkan teori-teori ini dan membahasnya bersamaan.
 
Semua teori ini (termasuk autopoiesis) terinsipirasi dari buku ''What is Life?'' karya Erwin Schrödinger tapi awalnya terlihat jauh berbeda karena para pengusungnya tidak saling berkomunikasi atau merujuk publikasi teori yang lain.  Walaupun demikian, terdapat banyak kemiripan antara mereka, seperti Gánti and Rosen. Hingga baru-baru ini, hampir tidak ada upaya untuk membandingkan teori-teori ini dan membahasnya bersamaan.


== Hubungan dengan kognisi ==
== Hubungan dengan kognisi ==
Diskusi panjang tentang hubungan autopoiesis dengan kognisi dipaparkan oleh Evan dalam publikasinya pada 2007 yang berjudul ''Mind in Life''. Pemikiran dasar tentang autopoiesis sebagai hal yang melibatkan interaksi konstruktif dengan lingkungan diperluas untuk mencakup kognisi. Awalnya, Maturana mendefinisikan kognisi sebagai perilaku organisme yang relevan dengan menjaga keberlangsungannya. Akan tetapi, sudah ada model komputer yang dapat menjaga keberlangsungan dirinya tapi tidak kognitif, sehingga diperlukan syarat tambahan. Usulannya adalah bahwa proses menjaga keberlangsungan itu perlu melibatkan pengaturan kembali kerja internal sistem dalam suatu proses metabolik agar dapat disebut kognitif. Berdasarkan itu, diklaim bahwa autopoiesis memang diperlukan, tapi autopiesis sendiri tidak cukup untuk kognisi. Thompson menulis bahwa perbedaan ini mungkin berguna dan mungkin tidak, tapi yang penting adalah bahwa sistem hidup melibatkan autopoiesis dan kognisi. Perlu diperhatikan bahwa definisi "kognisi" di sini terbatas dan tidak harus mencakup kesadaran oleh sistem hidup.
Diskusi panjang tentang hubungan autopoiesis dengan kognisi dipaparkan oleh Evan dalam publikasinya pada 2007 yang berjudul ''Mind in Life''.<ref>Evan Thompson. [https://books.google.com/books?id=OVGna4ZEpWwC&pg=PA91 Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind]. Harvard University Press. 2007. hlm. 91–127. ISBN 978-0-674-02511-0.</ref> Pemikiran dasar tentang autopoiesis sebagai hal yang melibatkan interaksi konstruktif dengan lingkungan diperluas untuk mencakup kognisi. Awalnya, Maturana mendefinisikan kognisi sebagai perilaku organisme yang relevan dengan menjaga keberlangsungannya.<ref>Humberto Maturana. [https://books.google.com/books?id=nVmcN9Ja68kC&pg=PA13 Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living]. 1980. ISBN 9789027710161.</ref> Akan tetapi, sudah ada model komputer yang dapat menjaga keberlangsungan dirinya tapi tidak kognitif, sehingga diperlukan syarat tambahan. Usulannya adalah bahwa proses menjaga keberlangsungan itu perlu melibatkan pengaturan kembali kerja internal sistem dalam suatu proses metabolik agar dapat disebut kognitif. Berdasarkan itu, diklaim bahwa autopoiesis memang diperlukan, tapi autopiesis sendiri tidak cukup untuk kognisi.<ref>''Autopoiesis with or without cognition: defining life at its edge''. ''Journal of the Royal Society, Interface''. November 2004. Vol. 1 (1). hlm. 99–107. doi:10.1098/rsif.2004.0012.</ref> Thompson menulis bahwa perbedaan ini mungkin berguna dan mungkin tidak, tapi yang penting adalah bahwa sistem hidup melibatkan autopoiesis dan kognisi.<ref>Evan Thompson. [https://archive.org/details/mindinlifebiolog0000thom Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind]. Harvard University Press. 2007. ISBN 978-0-674-02511-0.</ref> Perlu diperhatikan bahwa definisi "kognisi" di sini terbatas dan tidak harus mencakup kesadaran oleh sistem hidup.


== Hubungan dengan kesadaran ==
== Hubungan dengan kesadaran ==
Hubungan autopoiesis dengan kognisi, atau jika perlu,  hubungan sistem hidup dengan kognisi, adalah penilai objektif yang dapat ditentukan dengan mengamati sebuah sistem hidup.
Hubungan autopoiesis dengan kognisi, atau jika perlu,  hubungan sistem hidup dengan kognisi, adalah penilai objektif yang dapat ditentukan dengan mengamati sebuah sistem hidup.


Salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang hubungan kognisi dalam arti ini dengan kesadaran. Pemisahan kognisi dari kesadaran menyadari bahwa organisme bisa jadi tidak sadar akan proses tingkat bawah yang membuat keputusan. Apa hubungan antara dua duia ini? Thompson menyebut masalah ini sebagai celah dalam penjelasan, dan salah satu aspeknya adalah masalah kesadaran yang keras tentang cara dan alasan kita memiliki [[qualia]].
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang hubungan kognisi dalam arti ini dengan kesadaran. Pemisahan kognisi dari kesadaran menyadari bahwa organisme bisa jadi tidak sadar akan proses tingkat bawah yang membuat keputusan. Apa hubungan antara dua duia ini? Thompson menyebut masalah ini sebagai celah dalam penjelasan, dan salah satu aspeknya adalah masalah kesadaran yang keras tentang cara dan alasan kita memiliki [[qualia]].<ref>Evan Thompson. [https://books.google.com/books?id=OVGna4ZEpWwC&pg=PA7 Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind]. Harvard University Press. 2007. hlm. 7. ISBN 978-0-674-02511-0.</ref>


Pertanyaan kedua adalah tentang kemampuan teori autopoiesis untuk menjembatani kedua konsep ini. Thompson membahas isu ini dari sudut pandang enaktivisme. Sebuah sel autopoietis secara aktif berhubungan dengan lingkungannya. Repsons sensoriknya memicu perilaku motorik yang diatur oleh autopoiesis, dan dia mengklaim bahwa perilaku ini merupakan versi sederhana dari perilaku sistem saraf nervous. Klaim yang lebih jauh adalah bahwa interaksi langsung seperti ini memerlukan perhatian dan perhatian menyiratkan kesadaran.
Pertanyaan kedua adalah tentang kemampuan teori autopoiesis untuk menjembatani kedua konsep ini. Thompson membahas isu ini dari sudut pandang enaktivisme. Sebuah sel autopoietis secara aktif berhubungan dengan lingkungannya. Repsons sensoriknya memicu perilaku motorik yang diatur oleh autopoiesis, dan dia mengklaim bahwa perilaku ini merupakan versi sederhana dari perilaku sistem saraf nervous. Klaim yang lebih jauh adalah bahwa interaksi langsung seperti ini memerlukan perhatian dan perhatian menyiratkan kesadaran.<ref>Evan Thompson. [https://books.google.com/books?id=OVGna4ZEpWwC&pg=PA243 Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind]. Harvard University Press. 2007. hlm. 243. ISBN 978-0-674-02511-0.</ref>


== Kritik ==
== Kritik ==
Ada banyak kritik tentang penggunaan istilah ini, baik dalam konteks originalnya sebagai upaya untuk mendefinisikan dan menjelaskan [[makhluk hidup]] maupun penggunaan lainnya secara luas seperti menerapkannya kepada sistem yang menyusun dirinya sendiri secara umum atau dalam sistem sosial. Beberapa pengkritik berpendapat bahwa konsep dan teori autopoiesis gagal dalam mendefinisikan atau menjelaskan sistem hidup dan bahwa karena penggunaan bahasa yang merujuk pada diri sendiri tanpa referensi luar, ini sebenarnya upaya untuk memberi perwujudan pada [[epistemologi]] solipsistis atau konstruktivis radikal oleh Maturana, atau yang disebut oleh Danilo Zolo sebagai teori yang tandus. Contohnya pada pernyataan oleh Maturana dan Varela bahwa kita tidak melihat hal yang tidak kita lihat, dan yang tidak kita lihat itu tidak ada.
Ada banyak kritik tentang penggunaan istilah ini, baik dalam konteks originalnya sebagai upaya untuk mendefinisikan dan menjelaskan [[makhluk hidup]] maupun penggunaan lainnya secara luas seperti menerapkannya kepada sistem yang menyusun dirinya sendiri secara umum atau dalam sistem sosial.<ref>''Autopoiesis in Systems Analysis: A Debate''. ''International Journal of General Systems''. 1992. Vol. 21 (2). hlm. 131–271. doi:10.1080/03081079208945065.</ref> Beberapa pengkritik berpendapat bahwa konsep dan teori autopoiesis gagal dalam mendefinisikan atau menjelaskan sistem hidup dan bahwa karena penggunaan bahasa yang merujuk pada diri sendiri tanpa referensi luar, ini sebenarnya upaya untuk memberi perwujudan pada [[epistemologi]] solipsistis atau konstruktivis radikal oleh Maturana,<ref>''Autocatakinetics, Yes—Autopoiesis, No: Steps Toward a Unified Theory of Evolutionary Ordering''. ''International Journal of General Systems''. 1992. Vol. 21 (2). hlm. 207–208. doi:10.1080/03081079208945072.</ref> atau yang disebut oleh Danilo Zolo<ref>''The constructions of self-organizing systems''. ''The Irish Journal of Psychology''. 1988. Vol. 9 (1). hlm. 1–24. doi:10.1080/03033910.1988.10557704.</ref><ref>Cary Wolfe. [https://books.google.com/books?id=tBQSBBWVg2cC&q=Zolo+Autopoiesis&pg=PT85 Critical environments: postmodern theory and the pragmatics of the "outside"]. University of Minnesota Press. 1998. hlm. 62–3. ISBN 978-0-8166-3019-6.</ref> sebagai teori yang tandus. Contohnya pada pernyataan oleh Maturana dan Varela bahwa kita tidak melihat hal yang tidak kita lihat, dan yang tidak kita lihat itu tidak ada.<ref>''The Tree of Knowledge''. Shambhala Publications. 1988. hlm. 242.</ref>


Menurut Razeto-Barry, pengaruh ''Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living'' dalam biologi secara umum terbatas. Razeto-Barry merasa bahwa autopoiesis jarang digunakan sebagai kriteria untuk makhluk hidup.
Menurut Razeto-Barry, pengaruh ''Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living'' dalam biologi secara umum terbatas. Razeto-Barry merasa bahwa autopoiesis jarang digunakan sebagai kriteria untuk makhluk hidup.<ref>Pablo Razeto-Barry. [https://www.researchgate.net/publication/232231194 Autopoiesis 40 Years Later. A Review and A Reformulation]. ''Origins of Life''. October 2012. Vol. 42 (6). hlm. 543–567. doi:10.1007/s11084-012-9297-y.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
== Referensi ==
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.enolagaia.com/AT.html ''The Observer Web: Autopoiesis and Enaction'': a website with more explanations]
* [http://www.enolagaia.com/AT.html ''The Observer Web: Autopoiesis and Enaction'': a website with more explanations]
* [http://archonic.net Several papers on autopoietic theory are available through archonic.net]
* [http://archonic.net Several papers on autopoietic theory are available through archonic.net]
* [http://www.systems-thinking.de/selforganization.html A mindmap-collection of links and papers visualized by Ragnar Heil]
* [http://www.systems-thinking.de/selforganization.html A mindmap-collection of links and papers visualized by Ragnar Heil]  
* [https://dx.doi.org/10.1002/sres.745 Autopoiesis and knowledge in the organization by Aquiles Limone, Luis E. Bastias]
* [https://dx.doi.org/10.1002/sres.745 Autopoiesis and knowledge in the organization by Aquiles Limone, Luis E. Bastias]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Autopoiesis&oldid=29380097 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380097 (2026-06-23T13:21:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Autopoiesis&oldid=29380097 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29380097 (2026-06-23T13:21:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 18.11

Representasi 3D sel hidup dalam proses mitosis, contoh sistem autopoietis

Autopoiesis () merujuk pada sistem yang mampu memproduksi dan merawat dirinya sendiri dengan membuat bagian penyusunnya sendiri.[1]

Istilah ini diperkenalkan oleh dua ahli biologi asal Chili, yaitu Humberto Maturana dan Francisco Varela dalam publikasi mereka pada 1972 yang berjudul Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living untuk mendefinisikan proses kimiawi dalam sel hidup yang menjaga keberlanjutannya.[2] Sejak saat itu, konsep ini telah diterapkan dalam bidang kognisi, teori sistem, arsitektur, dan sosiologi.

Gambaran Umum

Dalam buku Autopoiesis and Cognition, Maturana dan Varela menjelaskan asal-usul mereka menciptakan istilah autopoiesis.[3] ' Mereka menjelaskan bahwa[4] ' Mereka menggambarkan "ruang yang ditetapkan oleh sistem autopoietis" sebagai ruang yang "mencakup dirinya sendiri", sebuah ruang yang "tidak bisa dideskripsikan dengan dimensi yang menetapkan ruang lain. Saat kami merujuk pada interaksi dengan sistem autopoiesis yang konkret, kami memproyeksikan sistem ini pada ruang yang dapat kami manipulasi dan mendeskripsikan proyeksi ini"[5]

Makna

Autopoiesis awalnya dipaparkan sebagai deskripsi sistem yang mendefinisikan dan menjelaskan sistem hidup. Contoh sistem autopoietis adalah sel. Misalnya, sel eukariotik terdiri atas komponen-komponen biokimia, seperti asam nukleat dan protein, dan tersusun menjadi struktur yang terikat, seperti inti sel, organel, membran sel, dan sitoskeleton. Struktur ini--melalui aliran molekul dan energi di dalamnya--memproduksi komponen yang nantinya akan menjaga susunan struktur terikat yang menghasilkan komponen-komponen tersebut.

Sistem autopoietis berbeda dengan sistem allopoietis, seperti pabrik mobil, yang menggunakan bahan baku (komponen) untuk menghasilkan mobil (struktur yang tersusun) dan tidak menghasilkan dirinya sendiri (pabrik itu sendiri). Akan tetapi, keseluruhan sistem pabrik beserta lingkungannya (termasuk penyuplainya, peralatan, karyawan, penjual, pembeli, kontrak, pesaing, mobil, suku cadang, dst.) dapat disebut sistem yang autopoietis.[6]

Tentunya, sel juga memerlukan bahan baku (nutrien) dan menghasilkan banyak produk, seperti produk buangan, matriks ekstraseluler, dan molekul pemberi sinyal intraseluler.

Autopoiesis dalam sistem biologis dapat dipandang sebagai jaringan batasan yang bekerja untuk menjaga keberlangsungan dirinya sendiri. Konsep ini telah disebut sebagai ketertutupan keorganisasian (organizational closure)[7] atau ketertutupan batasan (constraint closure)[8] dan berkaitan erat dengan jaringan kimia autokatalitis yang membutuhkan reaksi untuk mempertahankan kehidupan.

Walaupun istilah ini sering disamakan dengan "penyusunan sendiri" (self-organization) atau "keteraturan spontan" (spontaneous order), Maturana sendiri menyatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan konsep penyusunan sendiri dan bahwa itu mustahil secara operasional karena jika organisasi suatu hal berubah, hal itu juga berubah.[9] Belum lagi, sistem autopoietis itu otonom dan tertutup secara operasional, dalam arti proses yang terjadi di dalamnya cukup untuk menjaga keberlangsungan seluruhannya. Sistem autopoietis secara struktur terintegrasi dengan mediumnya dan terikat dalam dinamika perubahan yang dapat disebut sebagai integrasi sensorik-motorik.[10] Dinamika terus menerus ini dianggap sebagai bentuk sederhana pengetahuan atau kognisi dan dapat diamati dalam berbagai organisme.

Penerapan konsep ini dalam sosiologi dapat ditemukan dalam teori sistem oleh Niklas Luhmann, yang kemudian diadaptasi oleh Bob Jessop dalam studinya tentang sistem negara kapitalis. Marjatta Maula mengadaptasi konsep autopoiesis dalam konteks bisnis.[11]Teori autopoiesis juga telah diterapkan dalam konteks sistem hukum oleh Niklas Luhmann dan Gunther Teubner.[12][13] Patrik Schumacher telah menggunakan istilah ini untuk merujuk pada swareferensi diskursif dalam pembuatan arsitektur [14][15]

Dalam konteks studi tekstual, Jerome McGann berpendapat bahwa teks merupakan mekanisme autopoietis yang beroperasi sebagai sistem umpan balik yang menggenerasi dirinya sendiri yang tidak dapat dipisahkan dari orang yang memanipulasi dan menggunakannya.[16] Dengan merujuk pada Maturana dan Varela, McGann mendefinisikan sistem autopoietis sebagai ruang topologis tertutup yang terus-menerus menghasilkan dan menetapkan organisasi dirinya sendiri melalui operasi sebagai sistem produksi komponennya sendiri, dan melakukan ini dalam pelepasan komponen yang tidak berhenti, dan menyimpulkan bahwa sistem autopoietis dibedakan dari sistem allopoietis yang Cartesian dan memproduksi sesuatu yang lain dari dirinya melalui fungsi mereka. Dia berpendapat bahwa pemrograman dan markup terlihat allopoietis tapi merupakan bagian generatif dari sistem yang mereka jaga sehingga bahasa serta teknologi cetak dan elektronik merupakan sistem autopoietis.[17]

Dalam diskusinya tentang Hegel, Slavoj Žižek, seorang filsuf, berpendapat bahwa Hegel adalah pemikir pokok autopoiesis, tentang proses kemunculan fitur yang diperlukan dari kontigensi tidak teratur, tentang penyusunan sendiri kontigensi itu secara perlahan, dan kemunculan keteraturan dari ketidakteraturan secara gradual.[18]

Hubungan dengan kerumitan

Autopoiesis dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara kerumitan sistem dengan kerumitan lingkungannya.[19] ' Autopoiesis telah diusulkan sebagai salah satu kemungkinan mekanisme abiogenesis yang kemudian menghasilkan sel primitif dan berevolusi menjadi molekul yang lebih kompleks yang dapat mendukung perkembangan kehidupan.[20]

Perbandingan dengan teori kehidupan yang lain

Autopoiesis hanya salah satu dari banyak teori kehidupan yang ada sekarang, seperti kemoton oleh Tibor Gánti,[21] the hipersiklus kimia oleh Manfred Eigen dan Peter Schuster,[22] [23] [24] sistem (M,R) oleh Robert Rosen [25][26] dan set autokatalitik oleh Stuart Kauffman,[27] yang mirip dengan usulan Freeman Dyson.[28]

Semua teori ini (termasuk autopoiesis) terinsipirasi dari buku What is Life? karya Erwin Schrödinger[29] tapi awalnya terlihat jauh berbeda karena para pengusungnya tidak saling berkomunikasi atau merujuk publikasi teori yang lain. Walaupun demikian, terdapat banyak kemiripan antara mereka, seperti Gánti and Rosen.[30] Hingga baru-baru ini,[31][32][33] hampir tidak ada upaya untuk membandingkan teori-teori ini dan membahasnya bersamaan.

Hubungan dengan kognisi

Diskusi panjang tentang hubungan autopoiesis dengan kognisi dipaparkan oleh Evan dalam publikasinya pada 2007 yang berjudul Mind in Life.[34] Pemikiran dasar tentang autopoiesis sebagai hal yang melibatkan interaksi konstruktif dengan lingkungan diperluas untuk mencakup kognisi. Awalnya, Maturana mendefinisikan kognisi sebagai perilaku organisme yang relevan dengan menjaga keberlangsungannya.[35] Akan tetapi, sudah ada model komputer yang dapat menjaga keberlangsungan dirinya tapi tidak kognitif, sehingga diperlukan syarat tambahan. Usulannya adalah bahwa proses menjaga keberlangsungan itu perlu melibatkan pengaturan kembali kerja internal sistem dalam suatu proses metabolik agar dapat disebut kognitif. Berdasarkan itu, diklaim bahwa autopoiesis memang diperlukan, tapi autopiesis sendiri tidak cukup untuk kognisi.[36] Thompson menulis bahwa perbedaan ini mungkin berguna dan mungkin tidak, tapi yang penting adalah bahwa sistem hidup melibatkan autopoiesis dan kognisi.[37] Perlu diperhatikan bahwa definisi "kognisi" di sini terbatas dan tidak harus mencakup kesadaran oleh sistem hidup.

Hubungan dengan kesadaran

Hubungan autopoiesis dengan kognisi, atau jika perlu, hubungan sistem hidup dengan kognisi, adalah penilai objektif yang dapat ditentukan dengan mengamati sebuah sistem hidup.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang hubungan kognisi dalam arti ini dengan kesadaran. Pemisahan kognisi dari kesadaran menyadari bahwa organisme bisa jadi tidak sadar akan proses tingkat bawah yang membuat keputusan. Apa hubungan antara dua duia ini? Thompson menyebut masalah ini sebagai celah dalam penjelasan, dan salah satu aspeknya adalah masalah kesadaran yang keras tentang cara dan alasan kita memiliki qualia.[38]

Pertanyaan kedua adalah tentang kemampuan teori autopoiesis untuk menjembatani kedua konsep ini. Thompson membahas isu ini dari sudut pandang enaktivisme. Sebuah sel autopoietis secara aktif berhubungan dengan lingkungannya. Repsons sensoriknya memicu perilaku motorik yang diatur oleh autopoiesis, dan dia mengklaim bahwa perilaku ini merupakan versi sederhana dari perilaku sistem saraf nervous. Klaim yang lebih jauh adalah bahwa interaksi langsung seperti ini memerlukan perhatian dan perhatian menyiratkan kesadaran.[39]

Kritik

Ada banyak kritik tentang penggunaan istilah ini, baik dalam konteks originalnya sebagai upaya untuk mendefinisikan dan menjelaskan makhluk hidup maupun penggunaan lainnya secara luas seperti menerapkannya kepada sistem yang menyusun dirinya sendiri secara umum atau dalam sistem sosial.[40] Beberapa pengkritik berpendapat bahwa konsep dan teori autopoiesis gagal dalam mendefinisikan atau menjelaskan sistem hidup dan bahwa karena penggunaan bahasa yang merujuk pada diri sendiri tanpa referensi luar, ini sebenarnya upaya untuk memberi perwujudan pada epistemologi solipsistis atau konstruktivis radikal oleh Maturana,[41] atau yang disebut oleh Danilo Zolo[42][43] sebagai teori yang tandus. Contohnya pada pernyataan oleh Maturana dan Varela bahwa kita tidak melihat hal yang tidak kita lihat, dan yang tidak kita lihat itu tidak ada.[44]

Menurut Razeto-Barry, pengaruh Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living dalam biologi secara umum terbatas. Razeto-Barry merasa bahwa autopoiesis jarang digunakan sebagai kriteria untuk makhluk hidup.[45]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. autopoiesis. Oxford Reference.
  2. Humberto R. Maturana. Autopoiesis and cognition: the realization of the living. Reidel. 1972. hlm. 141.
  3. Humberto Maturana. Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living. 1980. ISBN 9789027710161.
  4. Humberto Maturana. Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living. 1980. ISBN 9789027710161.
  5. Humberto Maturana. Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living. 1980. ISBN 9789027710161.
  6. Kaj U Koskinen. Knowledge production in organizations : a processual autopoietic view. Springer. 2013. ISBN 9783319001043.
  7. Maël Montévil. Biological organisation as closure of constraints. Journal of Theoretical Biology. 2015. Vol. 372. hlm. 179–191. doi:10.1016/j.jtbi.2015.02.029.
  8. Stuart A. Kauffman. A world beyond physics: the emergence and evolution of life. Oxford University Press. April 1, 2019.
  9. Humberto Maturana. Gaia, a Way of Knowing: Political Implications of the New Biology. Lindisfarne Press. 1987. hlm. 65–82, 71. ISBN 978-0-940262-23-2.
  10. From cognitivism to autopoiesis: towards a computational framework for the embodied mind. Synthese. 2018-06-01. Vol. 195 (6). hlm. 2459–2482. doi:10.1007/s11229-016-1288-5.
  11. Organizations as learning systems: 'Living composition' as an enabling infrastructure. Emerald Group Publishing. 2006.
  12. Gunther Teubner. Law as an Autopoietic System. The European University Institute Press. 1992.
  13. For a discussion on the evolution and development of autopoietic legal systems, see, Law, justice, and miscommunications: essays in applied legal philosophy. Vandeplas Publ. 2011. ISBN 978-1-60042-152-5.
  14. Architect Patrik Schumacher: 'I've been depicted as a fascist'. the Guardian. 2018-01-17.
  15. Postmodernisms: Theories and Analyses of Architecture II "The Autopoiesis of Architecture" Patrik Schumacher's Parametricism and Theory. blogs.cornell.edu.
  16. The Textual Condition. Princeton University Press. 1986. hlm. 15.
  17. A Companion to Digital Humanities. John Wiley & Sons. 2000.
  18. Slavoj Žižek. Less Than Nothing. Verso. 2012. hlm. 467.
  19. Guided self-organization: Inception. Springer. 2013. hlm. 19–51. ISBN 978-3-642-53734-9.
  20. Highfield, Roger. Frontiers of complexity: the search for order in a chaotic world. Faber. 1995. hlm. 210. ISBN 0-571-17922-3.
  21. Tibor Gánti. The Principles of Life. Oxford University Press. 2003. ISBN 9780198507260.
  22. M Eigen. The hypercycle: a principle of natural self-organization. A: emergence of the hypercycle. Naturwissenschaften. 1977. Vol. 64 (11). hlm. 541–565. doi:10.1007/bf00450633.
  23. M Eigen. The hypercycle: a principle of natural self-organization. B: the abstract hypercycle. Naturwissenschaften. Vol. 65 (1). hlm. 7–41. doi:10.1007/bf00420631.
  24. M Eigen. The hypercycle: a principle of natural self-organization. C: the realistic hypercycle. Naturwissenschaften. Vol. 65 (7). hlm. 41–369. doi:10.1007/bf00420631.
  25. R. Rosen. The representation of biological systems from the standpoint of the theory of categories. Bull. Math. Biophys. 1958. Vol. 20 (4). hlm. 317–341. doi:10.1007/BF02477890.
  26. R. Rosen. Life Itself: a comprehensive inquiry into the nature, origin, and fabrication of life. Columbia University Press. 1991.
  27. S. A. Kauffman. Metabolic stability and epigenesis in randomly constructed genetic nets. J. Theor. Biol. 1969. Vol. 22 (3). hlm. 437–467. doi:10.1016/0022-5193(69)90015-0.
  28. F. J. Dyson. A model for the origin of life. J. Mol. Evol. 1982. Vol. 18 (5). hlm. 344–350. doi:10.1007/bf01733901.
  29. Erwin Schrödinger. What is Life?. Cambridge University Press. 1944.
  30. A. Cornish-Bowden. Tibor Gánti and Robert Rosen: contrasting approaches to the same problem. J. Theor. Biol. 2015. Vol. 381. hlm. 6–10. doi:10.1016/j.jtbi.2015.05.015.
  31. J C Letelier. From L'Homme Machine to metabolic closure: steps towards understanding life. J. Theor. Biol. 2011. Vol. 286 (1). hlm. 100–113. doi:10.1016/j.jtbi.2011.06.033.
  32. A.U. Igamberdiev. Time rescaling and pattern formation in biological evolution. BioSystems. 2014. Vol. 123. hlm. 19–26. doi:10.1016/j.biosystems.2014.03.002.
  33. A Cornish-Bowden. Contrasting theories of life: historical context, current theories. In search of an ideal theory. BioSystems. 2020. Vol. 188. hlm. 104063. doi:10.1016/j.biosystems.2019.104063.
  34. Evan Thompson. Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind. Harvard University Press. 2007. hlm. 91–127. ISBN 978-0-674-02511-0.
  35. Humberto Maturana. Autopoiesis and Cognition: The Realization of the Living. 1980. ISBN 9789027710161.
  36. Autopoiesis with or without cognition: defining life at its edge. Journal of the Royal Society, Interface. November 2004. Vol. 1 (1). hlm. 99–107. doi:10.1098/rsif.2004.0012.
  37. Evan Thompson. Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind. Harvard University Press. 2007. ISBN 978-0-674-02511-0.
  38. Evan Thompson. Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind. Harvard University Press. 2007. hlm. 7. ISBN 978-0-674-02511-0.
  39. Evan Thompson. Mind in Life: Biology, Phenomenology, and the Sciences of Mind. Harvard University Press. 2007. hlm. 243. ISBN 978-0-674-02511-0.
  40. Autopoiesis in Systems Analysis: A Debate. International Journal of General Systems. 1992. Vol. 21 (2). hlm. 131–271. doi:10.1080/03081079208945065.
  41. Autocatakinetics, Yes—Autopoiesis, No: Steps Toward a Unified Theory of Evolutionary Ordering. International Journal of General Systems. 1992. Vol. 21 (2). hlm. 207–208. doi:10.1080/03081079208945072.
  42. The constructions of self-organizing systems. The Irish Journal of Psychology. 1988. Vol. 9 (1). hlm. 1–24. doi:10.1080/03033910.1988.10557704.
  43. Cary Wolfe. Critical environments: postmodern theory and the pragmatics of the "outside". University of Minnesota Press. 1998. hlm. 62–3. ISBN 978-0-8166-3019-6.
  44. The Tree of Knowledge. Shambhala Publications. 1988. hlm. 242.
  45. Pablo Razeto-Barry. Autopoiesis 40 Years Later. A Review and A Reformulation. Origins of Life. October 2012. Vol. 42 (6). hlm. 543–567. doi:10.1007/s11084-012-9297-y.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29380097 (2026-06-23T13:21:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.