Lompat ke isi

Bias seleksi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28597424; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Bias seleksi''' adalah [[bias]] yang terjadi ketika peserta yang dipilih untuk suatu studi tidak mewakili [[Populasi (statistika)|populasi]] yang lebih luas, yang seharusnya menjadi tujuan penerapan hasil studi tersebut. Misalnya, jika hanya sebagian kelompok tertentu yang dipilih untuk penelitian, hasil penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi yang lebih luas. Bias seleksi juga bisa muncul jika proses pembagian peserta ke dalam kelompok penelitian (seperti kelompok perlakuan dan kelompok kontrol) tidak dilakukan secara acak atau adil, yang bisa mengakibatkan perbedaan antara kelompok yang seharusnya tidak ada. Ini akan memengaruhi hasil penelitian dan menyebabkan kesimpulan yang tidak akurat. Bias seleksi ini bisa sangat memengaruhi validitas eksternal atau kemampuan untuk menggeneralisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan teknik sampling yang representatif dan adil, seperti random sampling, untuk mengurangi risiko bias seleksi dan menghasilkan temuan yang lebih akurat dan dapat diterima secara luas.
'''Bias seleksi''' adalah [[bias]] yang terjadi ketika peserta yang dipilih untuk suatu studi tidak mewakili [[Populasi (statistika)|populasi]] yang lebih luas, yang seharusnya menjadi tujuan penerapan hasil studi tersebut. Misalnya, jika hanya sebagian kelompok tertentu yang dipilih untuk penelitian, hasil penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi yang lebih luas.<ref>[https://casp-uk.net/news/different-types-of-research-bias/ Different Types of Bias in Research - CASP]. ''CASP - Critical Appraisal Skills Programme''.</ref><ref>Eagle Oseven. [https://www.google.co.id/books/edition/ChatGPT_Untuk_Affiliate_Marketing/PdwaEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Bias+seleksi&pg=PT62&printsec=frontcover ChatGPT Untuk Affiliate Marketing: Jordan P. Smith]. Pinang.</ref><ref>Feky Reken. [https://www.google.co.id/books/edition/Metode_Penelitian_Kuantitatif/GDcpEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Bias+seleksi&pg=PA84&printsec=frontcover Metode Penelitian Kuantitatif]. CV. Gita Lentera. 2024-10-11. ISBN 978-623-8708-60-4.</ref> Bias seleksi juga bisa muncul jika proses pembagian peserta ke dalam kelompok penelitian (seperti kelompok perlakuan dan kelompok kontrol) tidak dilakukan secara acak atau adil, yang bisa mengakibatkan perbedaan antara kelompok yang seharusnya tidak ada. Ini akan memengaruhi hasil penelitian dan menyebabkan kesimpulan yang tidak akurat.<ref>Kenneth C Wright. [https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1076633203805214 The Language of Research: Learning the Lexicon]. ''Academic Radiology''. 2002-10-01. Vol. 9 (10). hlm. 1194–1200. doi:10.1016/S1076-6332(03)80521-4.</ref> Bias seleksi ini bisa sangat memengaruhi validitas eksternal atau kemampuan untuk menggeneralisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan teknik sampling yang representatif dan adil, seperti random sampling, untuk mengurangi risiko bias seleksi dan menghasilkan temuan yang lebih akurat dan dapat diterima secara luas.<ref>Sarrul Bariah. [https://www.google.co.id/books/edition/Buku_Ajar_Konsep_Dasar_Penelitian/zt8KEQAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=Bias+seleksi&pg=PA154&printsec=frontcover Buku Ajar Konsep Dasar Penelitian]. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. 2024-05-30. ISBN 978-623-8634-39-2.</ref>


== Jenis ==
== Jenis ==
=== Bias sampel ===
=== Bias sampel ===
[[Bias sampel]] () terjadi ketika beberapa anggota populasi memiliki kemungkinan lebih besar untuk terpilih dalam sampel penelitian. Bias ini dapat dipengaruhi oleh [[desain penelitian]] atau metode pengumpulan data yang digunakan. Bias ini bisa terjadi baik pada sampling probabilitas maupun non-probabilitas. Jika peserta dipilih berdasarkan kriteria tertentu (misalnya, hanya memilih individu dari kelompok tertentu), hasil penelitian bisa mencerminkan pandangan atau karakteristik dari kelompok yang dipilih saja, bukan populasi yang lebih luas. atau jika dalam suatu penelitian, kelompok tertentu (misalnya, kelompok usia tertentu, kelompok etnis, atau orang dengan kondisi medis tertentu) sengaja dikeluarkan dari sampel, hasil penelitian tidak akan mencakup pengalaman atau kebutuhan dari kelompok yang terpinggirkan tersebut. Sebagai contoh, jika penelitian hanya melibatkan orang-orang yang sudah sehat, hasilnya mungkin tidak berlaku untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
[[Bias sampel]] () terjadi ketika beberapa anggota populasi memiliki kemungkinan lebih besar untuk terpilih dalam sampel penelitian. Bias ini dapat dipengaruhi oleh [[desain penelitian]] atau metode pengumpulan data yang digunakan. Bias ini bisa terjadi baik pada sampling probabilitas maupun non-probabilitas.<ref>[https://www.qualtrics.com/experience-management/research/selection-bias/ Selection Bias: How to Avoid Errors in Research]. ''Qualtrics''.</ref> Jika peserta dipilih berdasarkan kriteria tertentu (misalnya, hanya memilih individu dari kelompok tertentu), hasil penelitian bisa mencerminkan pandangan atau karakteristik dari kelompok yang dipilih saja, bukan populasi yang lebih luas. atau jika dalam suatu penelitian, kelompok tertentu (misalnya, kelompok usia tertentu, kelompok etnis, atau orang dengan kondisi medis tertentu) sengaja dikeluarkan dari sampel, hasil penelitian tidak akan mencakup pengalaman atau kebutuhan dari kelompok yang terpinggirkan tersebut. Sebagai contoh, jika penelitian hanya melibatkan orang-orang yang sudah sehat, hasilnya mungkin tidak berlaku untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.<ref>[https://casp-uk.net/news/different-types-of-research-bias/ Different Types of Bias in Research - CASP]. ''CASP - Critical Appraisal Skills Programme''.</ref><ref>[https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Sample+bias Sample bias]. ''TheFreeDictionary.com''.</ref>


=== Bias bertahan selektif ===
=== Bias bertahan selektif ===
Bias bertahan selektif, atau yang dikenal juga dengan [[bias kebertahanan]] (), terjadi ketika peneliti hanya fokus pada individu, objek, atau elemen yang berhasil melewati proses seleksi, sementara mengabaikan yang gagal. Hal ini dapat menyebabkan kesimpulan yang salah. Contoh bias ini adalah jika sebuah perusahaan ingin mengetahui alasan tingginya ''turnover'' karyawan dan hanya melakukan penelitian pada karyawan yang masih bekerja, padahal karyawan yang meninggalkan perusahaanlah yang memiliki informasi penting tentang masalah tersebut.
Bias bertahan selektif, atau yang dikenal juga dengan [[bias kebertahanan]] (), terjadi ketika peneliti hanya fokus pada individu, objek, atau elemen yang berhasil melewati proses seleksi, sementara mengabaikan yang gagal. Hal ini dapat menyebabkan kesimpulan yang salah. Contoh bias ini adalah jika sebuah perusahaan ingin mengetahui alasan tingginya ''turnover'' karyawan dan hanya melakukan penelitian pada karyawan yang masih bekerja, padahal karyawan yang meninggalkan perusahaanlah yang memiliki informasi penting tentang masalah tersebut.<ref>[https://www.qualtrics.com/experience-management/research/selection-bias/ Selection Bias: How to Avoid Errors in Research]. ''Qualtrics''.</ref><ref>[https://thedecisionlab.com/biases/survivorship-bias#:~:text=Survivorship%20bias%20is%20a%20type,%E2%80%9Csurvive%E2%80%9D%20in%20the%20event. Survivorship bias]. ''The Decision Lab''.</ref>


=== Bias pengamat ===
=== Bias pengamat ===
[[Bias pengamat]] () adalah bias yang terjadi ketika peneliti melihat atau menginterpretasikan data sesuai dengan apa yang mereka harapkan atau inginkan, bukan apa adanya. Bias ini sering kali terjadi ketika peneliti tanpa sadar mengaplikasikan nilai-nilai pribadi atau harapan mereka dalam menilai data. Misalnya seorang peneliti dari Inggris yang meminta peserta dari [[Amerika Serikat]] untuk mendeskripsikan resep masakan dan secara tidak sengaja menggunakan [[Sistem metrik|sistem metrik Inggris]] (liter dan gram) alih-alih [[Satuan imperial|sistem imperial AS]] (pound dan ons).
[[Bias pengamat]] () adalah bias yang terjadi ketika peneliti melihat atau menginterpretasikan data sesuai dengan apa yang mereka harapkan atau inginkan, bukan apa adanya. Bias ini sering kali terjadi ketika peneliti tanpa sadar mengaplikasikan nilai-nilai pribadi atau harapan mereka dalam menilai data. Misalnya seorang peneliti dari Inggris yang meminta peserta dari [[Amerika Serikat]] untuk mendeskripsikan resep masakan dan secara tidak sengaja menggunakan [[Sistem metrik|sistem metrik Inggris]] (liter dan gram) alih-alih [[Satuan imperial|sistem imperial AS]] (pound dan ons).<ref>[https://www.qualtrics.com/experience-management/research/selection-bias/ Selection Bias: How to Avoid Errors in Research]. ''Qualtrics''.</ref><ref>Colin G. Rousseaux. [https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/B9780124157590000303 Chapter 30 - Statistical Assessment of Toxicologic Pathology Studies]. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 893–988. ISBN 978-0-12-415759-0.</ref>


=== Bias relawan ===
=== Bias relawan ===
[[Bias relawan]] () atau bias seleksi diri terjadi ketika peserta yang terlibat dalam penelitian adalah orang-orang yang memiliki agenda atau minat tertentu. Mereka mungkin memiliki pandangan yang bias atau hanya berpartisipasi karena berada di lokasi yang sama atau ingin memberikan kesan tertentu. Jika peserta studi dipilih berdasarkan siapa yang bersedia ikut serta, hasilnya bisa terdistorsi, karena mereka yang bersedia mungkin memiliki karakteristik yang berbeda dengan mereka yang tidak bersedia ikut. Bias ini muncul pada uji coba suplementasi [[probiotik]] untuk atopi anak, kelompok peserta yang paling terpinggirkan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Peserta dari kelompok ini lebih cenderung hilang kontak pada kunjungan lanjutan setelah enam bulan dan dua tahun, serta lebih jarang menyetujui pengambilan sampel darah bayi mereka. Di sisi lain, ibu yang tertarik pada probiotik lebih sering hadir di klinik penelitian dan menyetujui tes kulit. Ibu yang berpartisipasi untuk membantu anak mereka juga lebih cenderung menyetujui pengambilan sampel darah.
[[Bias relawan]] () atau bias seleksi diri terjadi ketika peserta yang terlibat dalam penelitian adalah orang-orang yang memiliki agenda atau minat tertentu. Mereka mungkin memiliki pandangan yang bias atau hanya berpartisipasi karena berada di lokasi yang sama atau ingin memberikan kesan tertentu. Jika peserta studi dipilih berdasarkan siapa yang bersedia ikut serta, hasilnya bisa terdistorsi, karena mereka yang bersedia mungkin memiliki karakteristik yang berbeda dengan mereka yang tidak bersedia ikut.<ref>[https://casp-uk.net/news/different-types-of-research-bias/ Different Types of Bias in Research - CASP]. ''CASP - Critical Appraisal Skills Programme''.</ref> Bias ini muncul pada uji coba suplementasi [[probiotik]] untuk atopi anak, kelompok peserta yang paling terpinggirkan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Peserta dari kelompok ini lebih cenderung hilang kontak pada kunjungan lanjutan setelah enam bulan dan dua tahun, serta lebih jarang menyetujui pengambilan sampel darah bayi mereka. Di sisi lain, ibu yang tertarik pada probiotik lebih sering hadir di klinik penelitian dan menyetujui tes kulit. Ibu yang berpartisipasi untuk membantu anak mereka juga lebih cenderung menyetujui pengambilan sampel darah.<ref>Sue Jordan. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23874465/ Volunteer bias in recruitment, retention, and blood sample donation in a randomised controlled trial involving mothers and their children at six months and two years: a longitudinal analysis]. ''PloS One''. 2013. Vol. 8 (7). hlm. e67912. doi:10.1371/journal.pone.0067912.</ref>


== Mitigasi ==
== Mitigasi ==
Baris 28: Baris 27:
Bias seleksi dalam [[Kajian observasional|studi observasional]] dapat dicegah dengan cara memasukkan sebanyak mungkin orang untuk membuat sampel lebih representatif, mencocokkan peserta di kelompok yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol agar kedua kelompok tersebut serupa, menyesuaikan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil penelitian (misalnya, usia, jenis kelamin, atau faktor lain), membahas bias seleksi dalam laporan akhir, serta mengakui sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan pada kelompok atau kondisi tertentu.
Bias seleksi dalam [[Kajian observasional|studi observasional]] dapat dicegah dengan cara memasukkan sebanyak mungkin orang untuk membuat sampel lebih representatif, mencocokkan peserta di kelompok yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol agar kedua kelompok tersebut serupa, menyesuaikan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil penelitian (misalnya, usia, jenis kelamin, atau faktor lain), membahas bias seleksi dalam laporan akhir, serta mengakui sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan pada kelompok atau kondisi tertentu.


Pada [[Percobaan|studi eksperimental]], metode seperti ''[[Uji acak terkendali|randomized controlled trials]]'' (RCTs) digunakan sebagai cara untuk meminimalkan bias seleksi. Dalam RCT, peserta diacak ke dalam kelompok intervensi atau kontrol, yang seharusnya membuat kedua kelompok serupa. Namun, meskipun demikian, bias seleksi tetap bisa terjadi dalam RCT. Contohnya, kelompok yang diacak mungkin tidak representatif untuk populasi yang lebih luas, atau prosedur alokasi bisa tidak sepenuhnya acak. Meskipun begitu, dalam beberapa kondisi bias seleksi tidak dapat dihindari sepenuhnya. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk memeriksa desain penelitian mereka untuk bias ini, mencari cara untuk mengatasinya, dan mengakui adanya bias dalam laporan penelitian mereka.
Pada [[Percobaan|studi eksperimental]], metode seperti ''[[Uji acak terkendali|randomized controlled trials]]'' (RCTs) digunakan sebagai cara untuk meminimalkan bias seleksi. Dalam RCT, peserta diacak ke dalam kelompok intervensi atau kontrol, yang seharusnya membuat kedua kelompok serupa. Namun, meskipun demikian, bias seleksi tetap bisa terjadi dalam RCT. Contohnya, kelompok yang diacak mungkin tidak representatif untuk populasi yang lebih luas, atau prosedur alokasi bisa tidak sepenuhnya acak. Meskipun begitu, dalam beberapa kondisi bias seleksi tidak dapat dihindari sepenuhnya. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk memeriksa desain penelitian mereka untuk bias ini, mencari cara untuk mengatasinya, dan mengakui adanya bias dalam laporan penelitian mereka.<ref>[https://www.iwh.on.ca/what-researchers-mean-by/selection-bias Selection bias]. ''www.iwh.on.ca''.</ref><ref>''At Work'', Issue 76, Spring 2014: Institute for Work & Health, Toronto</ref><ref>[https://dimewiki.worldbank.org/Selection_Bias Selection Bias - Dimewiki]. ''dimewiki.worldbank.org''.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bias+seleksi&oldid=28597424 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28597424 (2025-11-22T02:21:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bias+seleksi&oldid=28597424 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28597424 (2025-11-22T02:21:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 22.59

Bias seleksi adalah bias yang terjadi ketika peserta yang dipilih untuk suatu studi tidak mewakili populasi yang lebih luas, yang seharusnya menjadi tujuan penerapan hasil studi tersebut. Misalnya, jika hanya sebagian kelompok tertentu yang dipilih untuk penelitian, hasil penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi yang lebih luas.[1][2][3] Bias seleksi juga bisa muncul jika proses pembagian peserta ke dalam kelompok penelitian (seperti kelompok perlakuan dan kelompok kontrol) tidak dilakukan secara acak atau adil, yang bisa mengakibatkan perbedaan antara kelompok yang seharusnya tidak ada. Ini akan memengaruhi hasil penelitian dan menyebabkan kesimpulan yang tidak akurat.[4] Bias seleksi ini bisa sangat memengaruhi validitas eksternal atau kemampuan untuk menggeneralisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan teknik sampling yang representatif dan adil, seperti random sampling, untuk mengurangi risiko bias seleksi dan menghasilkan temuan yang lebih akurat dan dapat diterima secara luas.[5]

Jenis

Bias sampel

Bias sampel () terjadi ketika beberapa anggota populasi memiliki kemungkinan lebih besar untuk terpilih dalam sampel penelitian. Bias ini dapat dipengaruhi oleh desain penelitian atau metode pengumpulan data yang digunakan. Bias ini bisa terjadi baik pada sampling probabilitas maupun non-probabilitas.[6] Jika peserta dipilih berdasarkan kriteria tertentu (misalnya, hanya memilih individu dari kelompok tertentu), hasil penelitian bisa mencerminkan pandangan atau karakteristik dari kelompok yang dipilih saja, bukan populasi yang lebih luas. atau jika dalam suatu penelitian, kelompok tertentu (misalnya, kelompok usia tertentu, kelompok etnis, atau orang dengan kondisi medis tertentu) sengaja dikeluarkan dari sampel, hasil penelitian tidak akan mencakup pengalaman atau kebutuhan dari kelompok yang terpinggirkan tersebut. Sebagai contoh, jika penelitian hanya melibatkan orang-orang yang sudah sehat, hasilnya mungkin tidak berlaku untuk orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.[7][8]

Bias bertahan selektif

Bias bertahan selektif, atau yang dikenal juga dengan bias kebertahanan (), terjadi ketika peneliti hanya fokus pada individu, objek, atau elemen yang berhasil melewati proses seleksi, sementara mengabaikan yang gagal. Hal ini dapat menyebabkan kesimpulan yang salah. Contoh bias ini adalah jika sebuah perusahaan ingin mengetahui alasan tingginya turnover karyawan dan hanya melakukan penelitian pada karyawan yang masih bekerja, padahal karyawan yang meninggalkan perusahaanlah yang memiliki informasi penting tentang masalah tersebut.[9][10]

Bias pengamat

Bias pengamat () adalah bias yang terjadi ketika peneliti melihat atau menginterpretasikan data sesuai dengan apa yang mereka harapkan atau inginkan, bukan apa adanya. Bias ini sering kali terjadi ketika peneliti tanpa sadar mengaplikasikan nilai-nilai pribadi atau harapan mereka dalam menilai data. Misalnya seorang peneliti dari Inggris yang meminta peserta dari Amerika Serikat untuk mendeskripsikan resep masakan dan secara tidak sengaja menggunakan sistem metrik Inggris (liter dan gram) alih-alih sistem imperial AS (pound dan ons).[11][12]

Bias relawan

Bias relawan () atau bias seleksi diri terjadi ketika peserta yang terlibat dalam penelitian adalah orang-orang yang memiliki agenda atau minat tertentu. Mereka mungkin memiliki pandangan yang bias atau hanya berpartisipasi karena berada di lokasi yang sama atau ingin memberikan kesan tertentu. Jika peserta studi dipilih berdasarkan siapa yang bersedia ikut serta, hasilnya bisa terdistorsi, karena mereka yang bersedia mungkin memiliki karakteristik yang berbeda dengan mereka yang tidak bersedia ikut.[13] Bias ini muncul pada uji coba suplementasi probiotik untuk atopi anak, kelompok peserta yang paling terpinggirkan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Peserta dari kelompok ini lebih cenderung hilang kontak pada kunjungan lanjutan setelah enam bulan dan dua tahun, serta lebih jarang menyetujui pengambilan sampel darah bayi mereka. Di sisi lain, ibu yang tertarik pada probiotik lebih sering hadir di klinik penelitian dan menyetujui tes kulit. Ibu yang berpartisipasi untuk membantu anak mereka juga lebih cenderung menyetujui pengambilan sampel darah.[14]

Mitigasi

Untuk menilai sejauh mana bias seleksi dapat memengaruhi hasil suatu penelitian, peneliti perlu menyertakan informasi penting pada berbagai tahap dalam penelitian atau uji coba. Berikut adalah informasi yang perlu disertakan:

  1. Jumlah peserta yang disaring dan diacak: Mengetahui berapa banyak peserta yang diperiksa dan terpilih.
  2. Perbandingan kelompok pada awal penelitian: Memastikan kelompok intervensi dan kontrol setara sejak awal.
  3. Proses penyaringan ulang peserta: Menjaga agar tidak ada bias seleksi setelah tahap awal.
  4. Prosedur mencegah prediksi alokasi: Menghindari bias dalam penempatan peserta.
  5. Pembatasan randomisasi (misalnya ukuran blok): Memastikan randomisasi dilakukan secara adil.
  6. Bukti ketidakbutaan (unblinding): Mencegah hasil yang dipengaruhi pengetahuan peneliti.
  7. Penanganan data hilang: Menghindari bias akibat peserta yang keluar dari penelitian.

Bias seleksi dalam studi observasional dapat dicegah dengan cara memasukkan sebanyak mungkin orang untuk membuat sampel lebih representatif, mencocokkan peserta di kelompok yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol agar kedua kelompok tersebut serupa, menyesuaikan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil penelitian (misalnya, usia, jenis kelamin, atau faktor lain), membahas bias seleksi dalam laporan akhir, serta mengakui sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan pada kelompok atau kondisi tertentu.

Pada studi eksperimental, metode seperti randomized controlled trials (RCTs) digunakan sebagai cara untuk meminimalkan bias seleksi. Dalam RCT, peserta diacak ke dalam kelompok intervensi atau kontrol, yang seharusnya membuat kedua kelompok serupa. Namun, meskipun demikian, bias seleksi tetap bisa terjadi dalam RCT. Contohnya, kelompok yang diacak mungkin tidak representatif untuk populasi yang lebih luas, atau prosedur alokasi bisa tidak sepenuhnya acak. Meskipun begitu, dalam beberapa kondisi bias seleksi tidak dapat dihindari sepenuhnya. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk memeriksa desain penelitian mereka untuk bias ini, mencari cara untuk mengatasinya, dan mengakui adanya bias dalam laporan penelitian mereka.[15][16][17]

Referensi

  1. Different Types of Bias in Research - CASP. CASP - Critical Appraisal Skills Programme.
  2. Eagle Oseven. ChatGPT Untuk Affiliate Marketing: Jordan P. Smith. Pinang.
  3. Feky Reken. Metode Penelitian Kuantitatif. CV. Gita Lentera. 2024-10-11. ISBN 978-623-8708-60-4.
  4. Kenneth C Wright. The Language of Research: Learning the Lexicon. Academic Radiology. 2002-10-01. Vol. 9 (10). hlm. 1194–1200. doi:10.1016/S1076-6332(03)80521-4.
  5. Sarrul Bariah. Buku Ajar Konsep Dasar Penelitian. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. 2024-05-30. ISBN 978-623-8634-39-2.
  6. Selection Bias: How to Avoid Errors in Research. Qualtrics.
  7. Different Types of Bias in Research - CASP. CASP - Critical Appraisal Skills Programme.
  8. Sample bias. TheFreeDictionary.com.
  9. Selection Bias: How to Avoid Errors in Research. Qualtrics.
  10. Survivorship bias. The Decision Lab.
  11. Selection Bias: How to Avoid Errors in Research. Qualtrics.
  12. Colin G. Rousseaux. Chapter 30 - Statistical Assessment of Toxicologic Pathology Studies. Academic Press. 2013-01-01. hlm. 893–988. ISBN 978-0-12-415759-0.
  13. Different Types of Bias in Research - CASP. CASP - Critical Appraisal Skills Programme.
  14. Sue Jordan. Volunteer bias in recruitment, retention, and blood sample donation in a randomised controlled trial involving mothers and their children at six months and two years: a longitudinal analysis. PloS One. 2013. Vol. 8 (7). hlm. e67912. doi:10.1371/journal.pone.0067912.
  15. Selection bias. www.iwh.on.ca.
  16. At Work, Issue 76, Spring 2014: Institute for Work & Health, Toronto
  17. Selection Bias - Dimewiki. dimewiki.worldbank.org.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28597424 (2025-11-22T02:21:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.