Etnosentrisme: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27477870; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Etnosentrisme''' adalah [[penilaian]] terhadap [[budaya|kebudayaan]] lain atas dasar [[nilai sosial]] dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai [[kelompok etnik|kelompok]] lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan [[bahasa]], [[perilaku]], kebiasaan, dan [[agama]]. Perbedaan dan pembagian etnis ini mendefinisikan kekhasan [[identitas budaya]] setiap [[suku bangsa]]. Etnosentrisme mungkin tampak atau tidak tampak, dan meski dianggap sebagai kecenderungan alami dari [[psikologi]] manusia, etnosentrisme memiliki konotasi negatif di dalam [[masyarakat]]. | [[File:Portale_Leonardo_da_Vinci.png|thumb|right|280px|Portale Leonardo da Vinci]] | ||
'''Etnosentrisme''' adalah [[penilaian]] terhadap [[budaya|kebudayaan]] lain atas dasar [[nilai sosial]] dan standar budaya sendiri.<ref>John T. Omohundro. [http://books.google.com/?id=SkSfAAAACAAJ Thinking like an Anthropologist: A practical introduction to Cultural Anthropology]. McGraw Hill. 2008. ISBN 0-07-319580-4.</ref> Orang-orang etnosentris menilai [[kelompok etnik|kelompok]] lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan [[bahasa]], [[perilaku]], kebiasaan, dan [[agama]]. Perbedaan dan pembagian etnis ini mendefinisikan kekhasan [[identitas budaya]] setiap [[suku bangsa]].<ref>Margaret L. Andersen, Howard Francis Taylor. [http://books.google.com/?id=LP9bIrZ9xacC&pg=PA67 Sociology: Understanding a Diverse Society]. Wadsworth. 2006. ISBN 0-534-61716-6.</ref> Etnosentrisme mungkin tampak atau tidak tampak, dan meski dianggap sebagai kecenderungan alami dari [[psikologi]] manusia, etnosentrisme memiliki konotasi negatif di dalam [[masyarakat]].<ref>Shimp, Terence. Sharma, Shubhash. "Consumer Ethnocentrism: Construction and Validation of the CETSCALE. Journal of Marketing Research. 24 (3). Agustus 1987. 280–289.</ref> | |||
== Etimologi == | == Etimologi == | ||
Etnosentrisme merupakan salah satu praktik memandang atau menilai [[budaya]] orang lain berdasarkan [[nilai]] atau kepercayaan diri sendiri. Istilah ini berasal dari [[bahasa]] [[Yunani]] ''"ethnos,"'' yang memiliki arti bangsa, dan ''"kentron,"'' yang berarti pusat. Maka dari itu, etnosentrisme melibatkan bangsa untuk menjadi sebuah pusat. Etnosentrisme menitik beratkan perilaku menerapkan budaya atau [[etnis]] sendiri sebagai acuan untuk menilai budaya, praktik, perilaku, kepercayaanyya kepada orang. Dalam ilmu [[sosial]], etnosentrisme menilai budaya lain berdasarkan standar budaya sendiri, bukan standar budaya tertentu lainnya. | Etnosentrisme merupakan salah satu praktik memandang atau menilai [[budaya]] orang lain berdasarkan [[nilai]] atau kepercayaan diri sendiri. Istilah ini berasal dari [[bahasa]] [[Yunani]] ''"ethnos,"'' yang memiliki arti bangsa, dan ''"kentron,"'' yang berarti pusat. Maka dari itu, etnosentrisme melibatkan bangsa untuk menjadi sebuah pusat. Etnosentrisme menitik beratkan perilaku menerapkan budaya atau [[etnis]] sendiri sebagai acuan untuk menilai budaya, praktik, perilaku, kepercayaanyya kepada orang. Dalam ilmu [[sosial]], etnosentrisme menilai budaya lain berdasarkan standar budaya sendiri, bukan standar budaya tertentu lainnya.<ref>Anugerah Ayu Sendari. [https://hot.liputan6.com/read/4417691/etnosentrisme-adalah-cara-pandang-dalam-berbudaya-kenali-dampaknya Etnosentrisme adalah Cara Pandang dalam Berbudaya, Kenali Dampaknya]. ''Liputan6.com''. 2020-11-25.</ref> | ||
== Aspek == | == Aspek == | ||
| Baris 8: | Baris 10: | ||
* Setiap masyarakat selalu memiliki sejumlah ciri kehidupan sosial yang dapat dihipotesiskan sebagai [[sindrom]]. | * Setiap masyarakat selalu memiliki sejumlah ciri kehidupan sosial yang dapat dihipotesiskan sebagai [[sindrom]]. | ||
* Sindrom-sindrom etnosentrisme secara fungsional berhubungan dengan susunan dan keberadaan kelompok serta persaingan antarkelompok. | * Sindrom-sindrom etnosentrisme secara fungsional berhubungan dengan susunan dan keberadaan kelompok serta persaingan antarkelompok. | ||
* Adanya generalisasi bahwa semua kelompok menunjukkan sindrom tersebut seperti kelompok intra yang aman dan pengremehan terhadap kelompok luar. | * Adanya generalisasi bahwa semua kelompok menunjukkan sindrom tersebut seperti kelompok intra yang aman dan pengremehan terhadap kelompok luar.<ref>Suwardi Endraswara. [https://books.google.com/books?id=d27VDw5TbF0C&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA32&dq=etnosentrisme+adalah&hl=en Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan]. Pustaka Widyatama. 2006. hlm. 33. ISBN 978-979-661-087-7.</ref> | ||
*Perbedaan fisik (biologis). perbedaan lingkungan (geografis), perbedaan kekayaan (status sosial), perbedaan kepercayaan. dan perbedaan norma sosial. | *Perbedaan fisik (biologis). perbedaan lingkungan (geografis), perbedaan kekayaan (status sosial), perbedaan kepercayaan. dan perbedaan norma sosial.<ref>Elia Nurindah Sari. [http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/191/143 Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang terhadap Orang Papua]. ''Jantro (Jurnal Antropologi dan Isu-Isu Sosial)''. 2020. Vol. 2 (2). hlm. 143. doi:10.25077/jantro.v22.n1.p142-150.2020.</ref> | ||
== Faktor == | == Faktor == | ||
=== Sejarah === | === Sejarah === | ||
Secara [[sejarah]], etnosentrisme dapat dipicu Ketika individu memiliki kaitan erat dengan sejarah [[keluarga]] di masa lalu mengenai suatu peristiwa perkembangan identitas, maka dirinya akan merasa memiliki kebudayaan tersebut. Berbagai identitas tersebut yakni berupa bahasa, kebiasaan, hingga peristiwa masa lalu yang berasal dari nenek moyang. | Secara [[sejarah]], etnosentrisme dapat dipicu Ketika individu memiliki kaitan erat dengan sejarah [[keluarga]] di masa lalu mengenai suatu peristiwa perkembangan identitas, maka dirinya akan merasa memiliki kebudayaan tersebut. Berbagai identitas tersebut yakni berupa bahasa, kebiasaan, hingga peristiwa masa lalu yang berasal dari nenek moyang.<ref>Mutia Anggraini. [https://www.merdeka.com/trending/etnosentrisme-adalah-bentuk-fanatisme-ketahui-faktor-hingga-dampak-negatifnya-kln.html Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya]. ''Merdeka.com''. 2020-11-04.</ref> | ||
=== Multikulturalisme === | === Multikulturalisme === | ||
Etnosentrisme ini akan terjadi ketika kondisi [[lingkungan]] sosial yang beragam dan berisik tentunya, terkadang timbul perasaan untuk membandngkan hingga terjadi [[konflik]]. Hal ini disebabkan oleh terjadi beberapa kebudayaan saling bertemu. | Etnosentrisme ini akan terjadi ketika kondisi [[lingkungan]] sosial yang beragam dan berisik tentunya, terkadang timbul perasaan untuk membandngkan hingga terjadi [[konflik]]. Hal ini disebabkan oleh terjadi beberapa kebudayaan saling bertemu.<ref>Mutia Anggraini. [https://www.merdeka.com/trending/etnosentrisme-adalah-bentuk-fanatisme-ketahui-faktor-hingga-dampak-negatifnya-kln.html Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya]. ''Merdeka.com''. 2020-11-04.</ref> | ||
=== Situasi Politik === | === Situasi Politik === | ||
Etnosentrisme akan muncul dari buah pikiran seseorang atau bersama kelompok unuk mencapai suatu kekuasaan yang dilegitimasi. Biasanya akan timbul sendiri perasaan [[fanatisme]] terhadap identitas yang melekat pada dirinya. Hal ini terjadi lantaran [[politik]] sering kali dianggap salah satu wadah yang tepat untuk melancarkan kepentingan pribadi dan kelompok. | Etnosentrisme akan muncul dari buah pikiran seseorang atau bersama kelompok unuk mencapai suatu kekuasaan yang dilegitimasi. Biasanya akan timbul sendiri perasaan [[fanatisme]] terhadap identitas yang melekat pada dirinya. Hal ini terjadi lantaran [[politik]] sering kali dianggap salah satu wadah yang tepat untuk melancarkan kepentingan pribadi dan kelompok.<ref>Mutia Anggraini. [https://www.merdeka.com/trending/etnosentrisme-adalah-bentuk-fanatisme-ketahui-faktor-hingga-dampak-negatifnya-kln.html Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya]. ''Merdeka.com''. 2020-11-04.</ref> | ||
=== Loyalitas === | === Loyalitas === | ||
Etnosentrisme akan timbul ketika budaya yang kuat membuat individu yang berada dalam kelompok memiliki rasa [[loyalitas]] dan lebih dalam dan lebih cenderung mengikuti [[norma]] dan mengembangkan hubungan dengan anggota terkait. | Etnosentrisme akan timbul ketika budaya yang kuat membuat individu yang berada dalam kelompok memiliki rasa [[loyalitas]] dan lebih dalam dan lebih cenderung mengikuti [[norma]] dan mengembangkan hubungan dengan anggota terkait.<ref>Anugerah Ayu Sendari. [https://hot.liputan6.com/read/4417691/etnosentrisme-adalah-cara-pandang-dalam-berbudaya-kenali-dampaknya Etnosentrisme adalah Cara Pandang dalam Berbudaya, Kenali Dampaknya]. ''Liputan6.com''. 2020-11-25.</ref> | ||
== Jenis == | == Jenis == | ||
| Baris 29: | Baris 30: | ||
* Etnosentrisme fleksibel diartikan sebagai cara seseorang yang bisa belajar cara mengendalikan [[ego]] dan [[persepsi]] dengan tepat. Dalam menghadapi kenyataan dunia, di mana terdapat banyak [[suku]] dan [[golongan]], upaya objektif masih dilakukan ketika memandang seseorang dari kelompok lain. | * Etnosentrisme fleksibel diartikan sebagai cara seseorang yang bisa belajar cara mengendalikan [[ego]] dan [[persepsi]] dengan tepat. Dalam menghadapi kenyataan dunia, di mana terdapat banyak [[suku]] dan [[golongan]], upaya objektif masih dilakukan ketika memandang seseorang dari kelompok lain. | ||
* Berlainan dengan fleksibel, etnosentrisme infleksibel dijelaskan sebagai wujud seseorang yang tidak bisa memahami orang dari kelompok lain yang latar belakang budayanya berbeda. Mereka dengan sikap tidak [[toleransi]] hanya menilai secara subjektif dan berdasarkan kebiasaan di kelompoknya. | * Berlainan dengan fleksibel, etnosentrisme infleksibel dijelaskan sebagai wujud seseorang yang tidak bisa memahami orang dari kelompok lain yang latar belakang budayanya berbeda. Mereka dengan sikap tidak [[toleransi]] hanya menilai secara subjektif dan berdasarkan kebiasaan di kelompoknya.<ref>Yuda Prinada. [https://tirto.id/mengenal-etnosentrisme-tipe-dan-apa-saja-dampaknya-gaua Mengenal Etnosentrisme, Tipe dan Apa Saja Dampaknya]. ''tirto.id''.</ref> | ||
== Dampak == | == Dampak == | ||
Dalam [[Masyarakat multikuturalisme|masyarakat multikultural]], etnosentrisme dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap kebudayaan masyarakat lain. Salah paham dapat terjadi khususnya terhadap hal-hal yang dianggap suci bagi suatu masyarakat. [[Perilaku menyimpang]] yang dapat timbul adalah kemarahan dan [[Stereotipe|sterotipe]] terhadap kebudayaan masyarakat lain. Sebaliknya, etnosentrisme dapat memperkuat unsur kebudayaan suatu masyarakat. Adanya pandangan tentang perbedaan kebudayaan dapat mempererat persatuan masyarakat di kebudayaan lainnya. Kesetiakawanan yang kuat akan tercipta tanpa kritik pada etnis atau kelompok bangsanya sendiri yang disertai prasangka terhadap kelompok bangsa yang lain. [[Konflik]] yang timbul akibat etnosentrisme lebih diakibatkan adanya perbedaan paham dengan kebudayaan lain. Kecenderungan yang terjadi adalah menilai budaya dari bangsa lain dipandang lebih rendah dari budaya sendiri. Maka dari itu, etnosentrisme berpeluang untuk menghambat keserasian interaksi dan komunikasi antar etnik. | Dalam [[Masyarakat multikuturalisme|masyarakat multikultural]], etnosentrisme dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap kebudayaan masyarakat lain. Salah paham dapat terjadi khususnya terhadap hal-hal yang dianggap suci bagi suatu masyarakat. [[Perilaku menyimpang]] yang dapat timbul adalah kemarahan dan [[Stereotipe|sterotipe]] terhadap kebudayaan masyarakat lain. Sebaliknya, etnosentrisme dapat memperkuat unsur kebudayaan suatu masyarakat. Adanya pandangan tentang perbedaan kebudayaan dapat mempererat persatuan masyarakat di kebudayaan lainnya.<ref>Rahman, M. T. [http://digilib.uinsgd.ac.id/11819/1/Glosari%20Teori%20Sosial%20%28Baik%29.pdf Glosari Teori Sosial]. Ibnu Sina Press. 2011. hlm. 20. ISBN 978-602-99802-0-2.</ref> Kesetiakawanan yang kuat akan tercipta tanpa kritik pada etnis atau kelompok bangsanya sendiri yang disertai prasangka terhadap kelompok bangsa yang lain.<ref>Damasius Yoseph Leko Loda. [https://books.google.com/books?id=1cr0DwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA55&dq=etnosentrisme+adalah&hl=en Pembangunan Sosial dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN]. Duta Media Publishing. 2014. hlm. 55. ISBN 978-602-74115-9-3.</ref> [[Konflik]] yang timbul akibat etnosentrisme lebih diakibatkan adanya perbedaan paham dengan kebudayaan lain.<ref>Rahman, M. T. [http://digilib.uinsgd.ac.id/11819/1/Glosari%20Teori%20Sosial%20%28Baik%29.pdf Glosari Teori Sosial]. Ibnu Sina Press. 2011. hlm. 20. ISBN 978-602-99802-0-2.</ref> Kecenderungan yang terjadi adalah menilai budaya dari bangsa lain dipandang lebih rendah dari budaya sendiri.<ref>Damasius Yoseph Leko Loda. [https://books.google.com/books?id=1cr0DwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA55&dq=etnosentrisme+adalah&hl=en Pembangunan Sosial dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN]. Duta Media Publishing. 2014. hlm. 55. ISBN 978-602-74115-9-3.</ref> Maka dari itu, etnosentrisme berpeluang untuk menghambat keserasian interaksi dan komunikasi antar etnik.<ref>Elia Nurindah Sari. [http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/191/143 Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang terhadap Orang Papua]. ''Jantro (Jurnal Antropologi dan Isu-Isu Sosial)''. 2020. Vol. 2 (2). hlm. 143. doi:10.25077/jantro.v22.n1.p142-150.2020.</ref> | ||
== Solusi == | == Solusi == | ||
| Baris 43: | Baris 44: | ||
* Bersikap toleransi | * Bersikap toleransi | ||
* Menumbuhkan empati | * Menumbuhkan empati | ||
* Menumbuhkan sikap inklusif | * Menumbuhkan sikap inklusif<ref>Olivia Sabat. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5815027/etnosentrisme-berkait-dengan-konflik-apa-faktor-penyebab-dan-dampaknya Etnosentrisme Berkait dengan Konflik, Apa Faktor Penyebab dan Dampaknya?]. ''detikcom''.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
== Bahan bacaan == | == Bahan bacaan == | ||
* Ankerl, G. ''Coexisting Contemporary Civilizations: Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western.'' Jenewa: INU PRESS, 2000, ISBN 2-88155-004-5. | * Ankerl, G. ''Coexisting Contemporary Civilizations: Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western.'' Jenewa: INU PRESS, 2000, ISBN 2-88155-004-5. | ||
| Baris 63: | Baris 59: | ||
* [http://gpi.sagepub.com/ Group Processes and Intergroup Relations] | * [http://gpi.sagepub.com/ Group Processes and Intergroup Relations] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Etnosentrisme&oldid=27477870 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27477870 (2025-06-29T10:50:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 22.59

Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai sosial dan standar budaya sendiri.[1] Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama. Perbedaan dan pembagian etnis ini mendefinisikan kekhasan identitas budaya setiap suku bangsa.[2] Etnosentrisme mungkin tampak atau tidak tampak, dan meski dianggap sebagai kecenderungan alami dari psikologi manusia, etnosentrisme memiliki konotasi negatif di dalam masyarakat.[3]
Etimologi
Etnosentrisme merupakan salah satu praktik memandang atau menilai budaya orang lain berdasarkan nilai atau kepercayaan diri sendiri. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani "ethnos," yang memiliki arti bangsa, dan "kentron," yang berarti pusat. Maka dari itu, etnosentrisme melibatkan bangsa untuk menjadi sebuah pusat. Etnosentrisme menitik beratkan perilaku menerapkan budaya atau etnis sendiri sebagai acuan untuk menilai budaya, praktik, perilaku, kepercayaanyya kepada orang. Dalam ilmu sosial, etnosentrisme menilai budaya lain berdasarkan standar budaya sendiri, bukan standar budaya tertentu lainnya.[4]
Aspek
Aspek dari etnosentrisme adalah sebagai berikut.
- Setiap masyarakat selalu memiliki sejumlah ciri kehidupan sosial yang dapat dihipotesiskan sebagai sindrom.
- Sindrom-sindrom etnosentrisme secara fungsional berhubungan dengan susunan dan keberadaan kelompok serta persaingan antarkelompok.
- Adanya generalisasi bahwa semua kelompok menunjukkan sindrom tersebut seperti kelompok intra yang aman dan pengremehan terhadap kelompok luar.[5]
- Perbedaan fisik (biologis). perbedaan lingkungan (geografis), perbedaan kekayaan (status sosial), perbedaan kepercayaan. dan perbedaan norma sosial.[6]
Faktor
Sejarah
Secara sejarah, etnosentrisme dapat dipicu Ketika individu memiliki kaitan erat dengan sejarah keluarga di masa lalu mengenai suatu peristiwa perkembangan identitas, maka dirinya akan merasa memiliki kebudayaan tersebut. Berbagai identitas tersebut yakni berupa bahasa, kebiasaan, hingga peristiwa masa lalu yang berasal dari nenek moyang.[7]
Multikulturalisme
Etnosentrisme ini akan terjadi ketika kondisi lingkungan sosial yang beragam dan berisik tentunya, terkadang timbul perasaan untuk membandngkan hingga terjadi konflik. Hal ini disebabkan oleh terjadi beberapa kebudayaan saling bertemu.[8]
Situasi Politik
Etnosentrisme akan muncul dari buah pikiran seseorang atau bersama kelompok unuk mencapai suatu kekuasaan yang dilegitimasi. Biasanya akan timbul sendiri perasaan fanatisme terhadap identitas yang melekat pada dirinya. Hal ini terjadi lantaran politik sering kali dianggap salah satu wadah yang tepat untuk melancarkan kepentingan pribadi dan kelompok.[9]
Loyalitas
Etnosentrisme akan timbul ketika budaya yang kuat membuat individu yang berada dalam kelompok memiliki rasa loyalitas dan lebih dalam dan lebih cenderung mengikuti norma dan mengembangkan hubungan dengan anggota terkait.[10]
Jenis
Etnosentrisme ada dua jenis sebagai berikut.
- Etnosentrisme fleksibel diartikan sebagai cara seseorang yang bisa belajar cara mengendalikan ego dan persepsi dengan tepat. Dalam menghadapi kenyataan dunia, di mana terdapat banyak suku dan golongan, upaya objektif masih dilakukan ketika memandang seseorang dari kelompok lain.
- Berlainan dengan fleksibel, etnosentrisme infleksibel dijelaskan sebagai wujud seseorang yang tidak bisa memahami orang dari kelompok lain yang latar belakang budayanya berbeda. Mereka dengan sikap tidak toleransi hanya menilai secara subjektif dan berdasarkan kebiasaan di kelompoknya.[11]
Dampak
Dalam masyarakat multikultural, etnosentrisme dapat menyebabkan kesalahpahaman terhadap kebudayaan masyarakat lain. Salah paham dapat terjadi khususnya terhadap hal-hal yang dianggap suci bagi suatu masyarakat. Perilaku menyimpang yang dapat timbul adalah kemarahan dan sterotipe terhadap kebudayaan masyarakat lain. Sebaliknya, etnosentrisme dapat memperkuat unsur kebudayaan suatu masyarakat. Adanya pandangan tentang perbedaan kebudayaan dapat mempererat persatuan masyarakat di kebudayaan lainnya.[12] Kesetiakawanan yang kuat akan tercipta tanpa kritik pada etnis atau kelompok bangsanya sendiri yang disertai prasangka terhadap kelompok bangsa yang lain.[13] Konflik yang timbul akibat etnosentrisme lebih diakibatkan adanya perbedaan paham dengan kebudayaan lain.[14] Kecenderungan yang terjadi adalah menilai budaya dari bangsa lain dipandang lebih rendah dari budaya sendiri.[15] Maka dari itu, etnosentrisme berpeluang untuk menghambat keserasian interaksi dan komunikasi antar etnik.[16]
Solusi
Etnosentrisme terjadi karena adanya permasalahan sosial budaya. Maka dari itu, solusi yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut.
- Menghidupkan kembali kearifan lokal masyarakat
- Menanamkan paham multibudaya
- Menanamkan jiwa nasionalisme
- Mengurangi fanatisme yang berlebihan
- Bersikap toleransi
- Menumbuhkan empati
- Menumbuhkan sikap inklusif[17]
Lihat pula
Bahan bacaan
- Ankerl, G. Coexisting Contemporary Civilizations: Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western. Jenewa: INU PRESS, 2000, ISBN 2-88155-004-5.
- Reynolds, V., Falger, V., & Vine, I. (Eds.) (1987). The Sociobiology of Ethnocentrism. Athena: University of Georgia Press.
- Salter, F. K., ed. 2002. Risky Transactions. Trust, Kinship, and Ethnicity. Oxford dan New York: Berghahn.
- Seidner, S. S. (1982). Ethnicity, Language, and Power from a Psycholinguistic Perspective. Bruxelles: Centre de recherche sur le pluralinguisme.
- van den Berghe, P. L. (1981). The ethnic phenomenon. Westport: Praeger.
- Martineau, H. (1838). "How to Observe Morals and manners". Charles Knight and Co., London.
- Wade, Nicholas, "Depth of the Kindness Hormone Appears to Know Some Bounds", New York Times, 10 Januari 2011.
Pranala luar
Referensi
- ↑ John T. Omohundro. Thinking like an Anthropologist: A practical introduction to Cultural Anthropology. McGraw Hill. 2008. ISBN 0-07-319580-4.
- ↑ Margaret L. Andersen, Howard Francis Taylor. Sociology: Understanding a Diverse Society. Wadsworth. 2006. ISBN 0-534-61716-6.
- ↑ Shimp, Terence. Sharma, Shubhash. "Consumer Ethnocentrism: Construction and Validation of the CETSCALE. Journal of Marketing Research. 24 (3). Agustus 1987. 280–289.
- ↑ Anugerah Ayu Sendari. Etnosentrisme adalah Cara Pandang dalam Berbudaya, Kenali Dampaknya. Liputan6.com. 2020-11-25.
- ↑ Suwardi Endraswara. Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Pustaka Widyatama. 2006. hlm. 33. ISBN 978-979-661-087-7.
- ↑ Elia Nurindah Sari. Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang terhadap Orang Papua. Jantro (Jurnal Antropologi dan Isu-Isu Sosial). 2020. Vol. 2 (2). hlm. 143. doi:10.25077/jantro.v22.n1.p142-150.2020.
- ↑ Mutia Anggraini. Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya. Merdeka.com. 2020-11-04.
- ↑ Mutia Anggraini. Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya. Merdeka.com. 2020-11-04.
- ↑ Mutia Anggraini. Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya. Merdeka.com. 2020-11-04.
- ↑ Anugerah Ayu Sendari. Etnosentrisme adalah Cara Pandang dalam Berbudaya, Kenali Dampaknya. Liputan6.com. 2020-11-25.
- ↑ Yuda Prinada. Mengenal Etnosentrisme, Tipe dan Apa Saja Dampaknya. tirto.id.
- ↑ Rahman, M. T. Glosari Teori Sosial. Ibnu Sina Press. 2011. hlm. 20. ISBN 978-602-99802-0-2.
- ↑ Damasius Yoseph Leko Loda. Pembangunan Sosial dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Duta Media Publishing. 2014. hlm. 55. ISBN 978-602-74115-9-3.
- ↑ Rahman, M. T. Glosari Teori Sosial. Ibnu Sina Press. 2011. hlm. 20. ISBN 978-602-99802-0-2.
- ↑ Damasius Yoseph Leko Loda. Pembangunan Sosial dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Duta Media Publishing. 2014. hlm. 55. ISBN 978-602-74115-9-3.
- ↑ Elia Nurindah Sari. Etnosentrisme dan Sikap Intoleran Pendatang terhadap Orang Papua. Jantro (Jurnal Antropologi dan Isu-Isu Sosial). 2020. Vol. 2 (2). hlm. 143. doi:10.25077/jantro.v22.n1.p142-150.2020.
- ↑ Olivia Sabat. Etnosentrisme Berkait dengan Konflik, Apa Faktor Penyebab dan Dampaknya?. detikcom.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27477870 (2025-06-29T10:50:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.