Lompat ke isi

Ambiguitas: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28706399; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Ambiguitas''' atau '''ketaksaan''' adalah satuan [[gramatikal]] dalam bentuk [[frasa]] atau [[kalimat]] yang bermakna ganda atau mendua arti yang terjadi sebagai akibat dari penafsiran [[struktur]] gramatikal yang berbeda. Dalam bahasa lisan penafsiran ganda ini tidak akan terjadi karena struktur gramatikal yang diucapkan akan dibantu oleh [[unsur]] [[intonasi]]. [[Kata]] ambiguitas ini diserap dari [[bahasa]] [[Inggris]] yakni ''ambiguity'' yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti.
[[File:Alice_05a-1116x1492.jpg|thumb|right|280px|Alice 05a-1116x1492]]


'''Ambiguitas''' atau '''ketaksaan'''<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata ketaksaan]. ''KBBI Daring''.</ref> adalah satuan [[gramatikal]] dalam bentuk [[frasa]] atau [[kalimat]] yang bermakna ganda atau mendua arti yang terjadi sebagai akibat dari penafsiran [[struktur]] gramatikal yang berbeda. Dalam bahasa lisan penafsiran ganda ini tidak akan terjadi karena struktur gramatikal yang diucapkan akan dibantu oleh [[unsur]] [[intonasi]].<ref>Aninditya Sri Nugraheni. [https://books.google.com/books?id=whyeDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA65&dq=ambiguitas+adalah&hl=en Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif]. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.</ref> [[Kata]] ambiguitas ini diserap dari [[bahasa]] [[Inggris]] yakni ''ambiguity'' yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti.<ref>Anugerah Ayu Sendari. [https://hot.liputan6.com/read/4445459/ambigu-adalah-tata-bahasa-dengan-beragam-makna-ketahui-jenis-jenisnya Ambigu adalah Tata Bahasa dengan Beragam Makna, Ketahui Jenis-Jenisnya]. ''Liputan6.com''. 2020-12-30.</ref>


== Penyebab ==
== Penyebab ==
Ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya ambiguitas pada satuan gramatikal.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya ambiguitas pada satuan gramatikal.


* Tidak hadirnya [[konjungsi]] atau [[preposisi]].
* Tidak hadirnya [[konjungsi]] atau [[preposisi]].<ref>Isma Tantawi. [https://books.google.com/books?id=YKfvDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA18&dq=ambigu+adalah&hl=en Bahasa Akademik Indonesia: Strategi Meneliti dan Menulis]. Prenada Media. 2019. hlm. 18. ISBN 978-623-218-162-5.</ref>
* Urutan unsur-unsurnya menyimpang dari urutan yang sudah lazim.
* Urutan unsur-unsurnya menyimpang dari urutan yang sudah lazim.<ref>Isma Tantawi. [https://books.google.com/books?id=YKfvDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA18&dq=ambigu+adalah&hl=en Bahasa Akademik Indonesia: Strategi Meneliti dan Menulis]. Prenada Media. 2019. hlm. 18. ISBN 978-623-218-162-5.</ref>
* Intonasi yang berbeda.
* Intonasi yang berbeda.<ref>Isma Tantawi. [https://books.google.com/books?id=YKfvDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA18&dq=ambigu+adalah&hl=en Bahasa Akademik Indonesia: Strategi Meneliti dan Menulis]. Prenada Media. 2019. hlm. 18. ISBN 978-623-218-162-5.</ref>
*Penggunaan kata yang bersifat [[polisemi]].
*Penggunaan kata yang bersifat [[polisemi]].<ref>Trismanto. [https://jurnal.polines.ac.id/index.php/bangun_rekaprima/article/download/1118/893 Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia]. ''Bangun Rekaprima''. 2018. Vol. 4 (1). hlm. 43.</ref>
*Struktur kalimat yang kurang tepat.
*Struktur kalimat yang kurang tepat.<ref>Trismanto. [https://jurnal.polines.ac.id/index.php/bangun_rekaprima/article/download/1118/893 Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia]. ''Bangun Rekaprima''. 2018. Vol. 4 (1). hlm. 43.</ref>


== Ciri ==
== Ciri ==
Baris 16: Baris 17:
* Kata yang digunakan dalam menyusun satuan gramatik memiliki makna ganda atau lebih dari satu makna.
* Kata yang digunakan dalam menyusun satuan gramatik memiliki makna ganda atau lebih dari satu makna.
* Satuan gramatikal yang disusun sulit dimaknai atau membuat bingung pembaca karena tidak mudah dipahami.
* Satuan gramatikal yang disusun sulit dimaknai atau membuat bingung pembaca karena tidak mudah dipahami.
* Menimbulkan keraguan atau dapat mengakibatkan kesalahpahaman bagi pembaca yang berusaha memahaminya.
* Menimbulkan keraguan atau dapat mengakibatkan kesalahpahaman bagi pembaca yang berusaha memahaminya.<ref>Ridwan Hardiansyah. [https://lampung.tribunnews.com/2021/07/19/apa-itu-kalimat-ambigu-dan-ciri-ciri-kalimat-ambigu Apa Itu Kalimat Ambigu dan Ciri-ciri Kalimat Ambigu]. ''Tribunnews.com''. 2021-07-19.</ref>


== Jenis ==
== Jenis ==
Berdasarkan satuan gramatikal pembentuknya, ambiguitas dibagi menjadi tiga dengan rincian sebagai berikut.
Berdasarkan satuan gramatikal pembentuknya, ambiguitas dibagi menjadi tiga dengan rincian sebagai berikut.


* Ambiguitas [[fonetik]] terjadi karena berbaurnya bunyi-bunyi bahasa yang dapat dilafalkan. Jenis ini terbentuk ketika suatu kata atau kalimat dilafalkan terlalu cepat sehingga mengakibatkan makna yang kurang meyakinkan. Ambiguitas fonetik terjadi saat adanya persamaan [[bunyi]] kata ketika terucap.
* Ambiguitas [[fonetik]] terjadi karena berbaurnya bunyi-bunyi bahasa yang dapat dilafalkan. Jenis ini terbentuk ketika suatu kata atau kalimat dilafalkan terlalu cepat sehingga mengakibatkan makna yang kurang meyakinkan. Ambiguitas fonetik terjadi saat adanya persamaan [[bunyi]] kata ketika terucap.<ref>Trismanto. [https://jurnal.polines.ac.id/index.php/bangun_rekaprima/article/download/1118/893 Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia]. ''Bangun Rekaprima''. 2018. Vol. 4 (1). hlm. 43.</ref>
* Ambiguitas gramatikal terjadi saat proses pembentukan di tingkat morfologi ([[morfem]] dan kata) dan [[sintaksis]] (frasa, [[klausa]], kalimat). Pada tatanan [[morfologi]], ambiguitas mengakibatkan perubahan makna. Sedangkan di tataran sintaksis, ambiguitas muncul pada frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki tafsiran lebih dari satu pengertian ketika mengombinasikannya.
* Ambiguitas gramatikal terjadi saat proses pembentukan di tingkat morfologi ([[morfem]] dan kata) dan [[sintaksis]] (frasa, [[klausa]], kalimat). Pada tatanan [[morfologi]], ambiguitas mengakibatkan perubahan makna. Sedangkan di tataran sintaksis, ambiguitas muncul pada frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki tafsiran lebih dari satu pengertian ketika mengombinasikannya.<ref>Kurnia Azizah. [https://www.merdeka.com/trending/ambigu-adalah-kondisi-bermakna-lebih-dari-satu-pahami-contoh-dan-jenisnya-kln.html Ambigu Adalah Kondisi Bermakna Lebih dari Satu, Pahami Contoh dan Jenisnya]. ''Merdeka.com''. 2021-09-04.</ref>
* Ambiguitas [[leksikal]] meliputi [[polivalensi]], ketidakjelasan batas makna suatu kata, dan penggunaan gaya bahasa. Ambiguitas ini menyebabkan makna dari teks utuh dapat berbeda tergantung pada konteks kalimat. Ambiguitas leksikal sering digunakan sengaja untuk membuat permainan kata yang bisa dilihat dari dua sisi yaitu polisemi dan [[homonim]].
* Ambiguitas [[leksikal]] meliputi [[polivalensi]], ketidakjelasan batas makna suatu kata, dan penggunaan gaya bahasa. Ambiguitas ini menyebabkan makna dari teks utuh dapat berbeda tergantung pada konteks kalimat. Ambiguitas leksikal sering digunakan sengaja untuk membuat permainan kata yang bisa dilihat dari dua sisi yaitu polisemi dan [[homonim]].<ref>Kurnia Azizah. [https://www.merdeka.com/trending/ambigu-adalah-kondisi-bermakna-lebih-dari-satu-pahami-contoh-dan-jenisnya-kln.html Ambigu Adalah Kondisi Bermakna Lebih dari Satu, Pahami Contoh dan Jenisnya]. ''Merdeka.com''. 2021-09-04.</ref>


== Contoh ==
== Contoh ==
Baris 30: Baris 31:
* Dikutip dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 22 Agustus 2007 dengan judul berita: "Nyawa Kedua Flu Burung". Judul tersebut dapat memiliki banyak arti seperti:
* Dikutip dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 22 Agustus 2007 dengan judul berita: "Nyawa Kedua Flu Burung". Judul tersebut dapat memiliki banyak arti seperti:
** Arti 1: Flu burung memiliki dua nyawa.
** Arti 1: Flu burung memiliki dua nyawa.
** Arti 2: Flu burung telah merenggut nyawa orang yang kedua. (telah ada korban kedua)
** Arti 2: Flu burung telah merenggut nyawa orang yang kedua. (telah ada korban kedua)<ref>Aninditya Sri Nugraheni. [https://books.google.com/books?id=whyeDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA65&dq=ambiguitas+adalah&hl=en Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif]. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.</ref>
* Diambil dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 26 November 2007 dengan judul berita: "Anak Dipukuli Konglomerat Balas Dendam".
* Diambil dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 26 November 2007 dengan judul berita: "Anak Dipukuli Konglomerat Balas Dendam".
** Arti 1: Anak konglomerat yang dipukuli lalu orang tuanya balas dendam.
** Arti 1: Anak konglomerat yang dipukuli lalu orang tuanya balas dendam.
** Arti 2: Seorang anak biasa dipukuli oleh konglomerat dan kerabatnya balas dendam kepada konglomerat.
** Arti 2: Seorang anak biasa dipukuli oleh konglomerat dan kerabatnya balas dendam kepada konglomerat.<ref>Aninditya Sri Nugraheni. [https://books.google.com/books?id=whyeDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA65&dq=ambiguitas+adalah&hl=en Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif]. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.</ref>
* Diambil dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 19 Juni 2007 dengan judul berita: "Petugas Periksa KTP Diamankan".
* Diambil dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 19 Juni 2007 dengan judul berita: "Petugas Periksa KTP Diamankan".
** Arti 1: Petugas yang bertugas memeriksa KTP yang diamankan.
** Arti 1: Petugas yang bertugas memeriksa KTP yang diamankan.
** Arti 2: Petugas pemeriksa itu KTP-nya diamankan (disita).
** Arti 2: Petugas pemeriksa itu KTP-nya diamankan (disita).<ref>Aninditya Sri Nugraheni. [https://books.google.com/books?id=whyeDwAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA65&dq=ambiguitas+adalah&hl=en Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif]. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 56: Baris 57:
* [[Volatilitas, ketidaktentuan, kompleksitas dan ambiguitas]]
* [[Volatilitas, ketidaktentuan, kompleksitas dan ambiguitas]]
* [[Disambiguasi makna]]
* [[Disambiguasi makna]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
* [http://www.gray-area.org/Research/Ambig/ Collection of Ambiguous or Inconsistent/Incomplete Statements]
* [http://www.gray-area.org/Research/Ambig/ Collection of Ambiguous or Inconsistent/Incomplete Statements]
* [http://www.languagesoftware.net/articles/better-english-leaving-out-ambiguities/?article2pdf=1? Leaving out ambiguities when writing]
* [http://www.languagesoftware.net/articles/better-english-leaving-out-ambiguities/?article2pdf=1? Leaving out ambiguities when writing]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ambiguitas&oldid=28706399 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28706399 (2025-12-16T14:52:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ambiguitas&oldid=28706399 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28706399 (2025-12-16T14:52:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.05

Alice 05a-1116x1492

Ambiguitas atau ketaksaan[1] adalah satuan gramatikal dalam bentuk frasa atau kalimat yang bermakna ganda atau mendua arti yang terjadi sebagai akibat dari penafsiran struktur gramatikal yang berbeda. Dalam bahasa lisan penafsiran ganda ini tidak akan terjadi karena struktur gramatikal yang diucapkan akan dibantu oleh unsur intonasi.[2] Kata ambiguitas ini diserap dari bahasa Inggris yakni ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti.[3]

Penyebab

Ada beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya ambiguitas pada satuan gramatikal.

  • Tidak hadirnya konjungsi atau preposisi.[4]
  • Urutan unsur-unsurnya menyimpang dari urutan yang sudah lazim.[5]
  • Intonasi yang berbeda.[6]
  • Penggunaan kata yang bersifat polisemi.[7]
  • Struktur kalimat yang kurang tepat.[8]

Ciri

Satuan gramatikal yang mengalami ambiguitas memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Kata yang digunakan dalam menyusun satuan gramatik memiliki makna ganda atau lebih dari satu makna.
  • Satuan gramatikal yang disusun sulit dimaknai atau membuat bingung pembaca karena tidak mudah dipahami.
  • Menimbulkan keraguan atau dapat mengakibatkan kesalahpahaman bagi pembaca yang berusaha memahaminya.[9]

Jenis

Berdasarkan satuan gramatikal pembentuknya, ambiguitas dibagi menjadi tiga dengan rincian sebagai berikut.

  • Ambiguitas fonetik terjadi karena berbaurnya bunyi-bunyi bahasa yang dapat dilafalkan. Jenis ini terbentuk ketika suatu kata atau kalimat dilafalkan terlalu cepat sehingga mengakibatkan makna yang kurang meyakinkan. Ambiguitas fonetik terjadi saat adanya persamaan bunyi kata ketika terucap.[10]
  • Ambiguitas gramatikal terjadi saat proses pembentukan di tingkat morfologi (morfem dan kata) dan sintaksis (frasa, klausa, kalimat). Pada tatanan morfologi, ambiguitas mengakibatkan perubahan makna. Sedangkan di tataran sintaksis, ambiguitas muncul pada frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki tafsiran lebih dari satu pengertian ketika mengombinasikannya.[11]
  • Ambiguitas leksikal meliputi polivalensi, ketidakjelasan batas makna suatu kata, dan penggunaan gaya bahasa. Ambiguitas ini menyebabkan makna dari teks utuh dapat berbeda tergantung pada konteks kalimat. Ambiguitas leksikal sering digunakan sengaja untuk membuat permainan kata yang bisa dilihat dari dua sisi yaitu polisemi dan homonim.[12]

Contoh

Contoh pemaknaan ambiguitas dijelaskan sebagai berikut.

  • Dikutip dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 22 Agustus 2007 dengan judul berita: "Nyawa Kedua Flu Burung". Judul tersebut dapat memiliki banyak arti seperti:
    • Arti 1: Flu burung memiliki dua nyawa.
    • Arti 2: Flu burung telah merenggut nyawa orang yang kedua. (telah ada korban kedua)[13]
  • Diambil dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 26 November 2007 dengan judul berita: "Anak Dipukuli Konglomerat Balas Dendam".
    • Arti 1: Anak konglomerat yang dipukuli lalu orang tuanya balas dendam.
    • Arti 2: Seorang anak biasa dipukuli oleh konglomerat dan kerabatnya balas dendam kepada konglomerat.[14]
  • Diambil dari sebuah surat kabar, yang terbit pada tanggal 19 Juni 2007 dengan judul berita: "Petugas Periksa KTP Diamankan".
    • Arti 1: Petugas yang bertugas memeriksa KTP yang diamankan.
    • Arti 2: Petugas pemeriksa itu KTP-nya diamankan (disita).[15]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Arti kata ketaksaan. KBBI Daring.
  2. Aninditya Sri Nugraheni. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.
  3. Anugerah Ayu Sendari. Ambigu adalah Tata Bahasa dengan Beragam Makna, Ketahui Jenis-Jenisnya. Liputan6.com. 2020-12-30.
  4. Isma Tantawi. Bahasa Akademik Indonesia: Strategi Meneliti dan Menulis. Prenada Media. 2019. hlm. 18. ISBN 978-623-218-162-5.
  5. Isma Tantawi. Bahasa Akademik Indonesia: Strategi Meneliti dan Menulis. Prenada Media. 2019. hlm. 18. ISBN 978-623-218-162-5.
  6. Isma Tantawi. Bahasa Akademik Indonesia: Strategi Meneliti dan Menulis. Prenada Media. 2019. hlm. 18. ISBN 978-623-218-162-5.
  7. Trismanto. Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia. Bangun Rekaprima. 2018. Vol. 4 (1). hlm. 43.
  8. Trismanto. Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia. Bangun Rekaprima. 2018. Vol. 4 (1). hlm. 43.
  9. Ridwan Hardiansyah. Apa Itu Kalimat Ambigu dan Ciri-ciri Kalimat Ambigu. Tribunnews.com. 2021-07-19.
  10. Trismanto. Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia. Bangun Rekaprima. 2018. Vol. 4 (1). hlm. 43.
  11. Kurnia Azizah. Ambigu Adalah Kondisi Bermakna Lebih dari Satu, Pahami Contoh dan Jenisnya. Merdeka.com. 2021-09-04.
  12. Kurnia Azizah. Ambigu Adalah Kondisi Bermakna Lebih dari Satu, Pahami Contoh dan Jenisnya. Merdeka.com. 2021-09-04.
  13. Aninditya Sri Nugraheni. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.
  14. Aninditya Sri Nugraheni. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.
  15. Aninditya Sri Nugraheni. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Prenada Media. 2019. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28706399 (2025-12-16T14:52:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.