Lompat ke isi

Asesmen nasional: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28380659; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Asesmen Nasional''' merupakan program evaluasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di berbagai satuan pendidikan, dengan mempertimbangkan aspek input, proses, dan output pembelajaran.
'''Asesmen Nasional''' merupakan program evaluasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di berbagai satuan pendidikan, dengan mempertimbangkan aspek input, proses, dan output pembelajaran.<ref>E-ujian. [https://e-ujian.id/asesmen-nasional-pengertian-tujuan-dan-instrumennya/ Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan dan Instrumennya]. ''E-ujian.id''. 2024-07-31.</ref>


Berbeda dari model ujian konvensional yang menitikberatkan pada penilaian hasil belajar individu, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan secara holistik. Evaluasi ini mencakup analisis terhadap efektivitas pelaksanaan kurikulum, kualitas proses pembelajaran, serta kompetensi dan peran pendidik dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, AN berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan di tingkat lokal maupun nasional.
Berbeda dari model ujian konvensional yang menitikberatkan pada penilaian hasil belajar individu, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan secara holistik. Evaluasi ini mencakup analisis terhadap efektivitas pelaksanaan kurikulum, kualitas proses pembelajaran, serta kompetensi dan peran pendidik dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, AN berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan di tingkat lokal maupun nasional.<ref>E-ujian. [https://e-ujian.id/asesmen-nasional-pengertian-tujuan-dan-instrumennya/ Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan dan Instrumennya]. ''E-ujian.id''. 2024-07-31.</ref>


== Komponen ==
== Komponen ==
 
* Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang mengukur kemampuan dasar siswa dalam literasi membaca dan numerasi. Kompetensi ini dianggap esensial dalam menghadapi tantangan abad ke-21 dan menjadi indikator awal terhadap kesiapan belajar siswa.<ref>Hesti Sriyanti. [https://www.melintas.id/pendidikan/346278713/tiga-dimensi-asesmen-nasional-mengukur-kompetensi-karakter-dan-kualitas-lingkungan-belajar Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas]. ''Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas''.</ref>
* Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang mengukur kemampuan dasar siswa dalam literasi membaca dan numerasi. Kompetensi ini dianggap esensial dalam menghadapi tantangan abad ke-21 dan menjadi indikator awal terhadap kesiapan belajar siswa.
* Survei Karakter, yang bertujuan untuk menilai nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Survei ini mendukung penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari pembentukan profil pelajar Pancasila.<ref>Hesti Sriyanti. [https://www.melintas.id/pendidikan/346278713/tiga-dimensi-asesmen-nasional-mengukur-kompetensi-karakter-dan-kualitas-lingkungan-belajar Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas]. ''Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas''.</ref>
* Survei Karakter, yang bertujuan untuk menilai nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Survei ini mendukung penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari pembentukan profil pelajar Pancasila.
* Survei Lingkungan Belajar, yang mengevaluasi kondisi fisik dan sosial di lingkungan sekolah, termasuk ketersediaan sarana pembelajaran, iklim interaksi antara warga sekolah, serta dukungan terhadap proses pembelajaran yang inklusif dan efektif.<ref>Hesti Sriyanti. [https://www.melintas.id/pendidikan/346278713/tiga-dimensi-asesmen-nasional-mengukur-kompetensi-karakter-dan-kualitas-lingkungan-belajar Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas]. ''Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas''.</ref>
* Survei Lingkungan Belajar, yang mengevaluasi kondisi fisik dan sosial di lingkungan sekolah, termasuk ketersediaan sarana pembelajaran, iklim interaksi antara warga sekolah, serta dukungan terhadap proses pembelajaran yang inklusif dan efektif.


== Peserta ==
== Peserta ==
Dalam pelaksanaannya, Asesmen Nasional memiliki mekanisme pemilihan peserta yang berbeda dari Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya diikuti oleh seluruh siswa pada jenjang akhir pendidikan. Peserta AN ditentukan secara acak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) dengan mempertimbangkan representasi yang proporsional dari setiap satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Asesmen Nasional memiliki mekanisme pemilihan peserta yang berbeda dari Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya diikuti oleh seluruh siswa pada jenjang akhir pendidikan. Peserta AN ditentukan secara acak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) dengan mempertimbangkan representasi yang proporsional dari setiap satuan pendidikan.<ref>Luthfi Zian Nasifah. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7256285/asesmen-nasional-pengertian-tujuan-instrumen-dan-peserta Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, Instrumen, dan Peserta]. ''detikedu''.</ref>


Untuk kategori siswa, peserta AN terdiri atas siswa kelas 5 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sebanyak maksimal 30 orang, kelas 8 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) sebanyak maksimal 45 orang, dan kelas 11 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK) sebanyak maksimal 45 orang. Pemilihan jenjang ini bertujuan agar siswa yang mengikuti asesmen masih memiliki waktu yang cukup untuk merasakan dampak perbaikan pembelajaran yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi AN selama mereka masih berada di satuan pendidikan tersebut.
Untuk kategori siswa, peserta AN terdiri atas siswa kelas 5 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sebanyak maksimal 30 orang, kelas 8 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) sebanyak maksimal 45 orang, dan kelas 11 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK) sebanyak maksimal 45 orang. Pemilihan jenjang ini bertujuan agar siswa yang mengikuti asesmen masih memiliki waktu yang cukup untuk merasakan dampak perbaikan pembelajaran yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi AN selama mereka masih berada di satuan pendidikan tersebut.<ref>Luthfi Zian Nasifah. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7256285/asesmen-nasional-pengertian-tujuan-instrumen-dan-peserta Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, Instrumen, dan Peserta]. ''detikedu''.</ref>


== Manfaat ==
== Manfaat ==
Manfaat Langsung untuk Sekolah dan Dinas Pendidikan adalah kontribusi signifikan tidak hanya dalam perumusan kebijakan pendidikan di tingkat nasional, tetapi juga dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan dan daerah. Data yang dihasilkan dari asesmen ini memungkinkan sekolah untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembelajaran dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat merancang program pengembangan yang lebih tepat sasaran. Upaya perbaikan tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penyesuaian strategi pembelajaran, serta penguatan fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan secara optimal.
Manfaat Langsung untuk Sekolah dan Dinas Pendidikan adalah kontribusi signifikan tidak hanya dalam perumusan kebijakan pendidikan di tingkat nasional, tetapi juga dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan dan daerah. Data yang dihasilkan dari asesmen ini memungkinkan sekolah untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembelajaran dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat merancang program pengembangan yang lebih tepat sasaran. Upaya perbaikan tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penyesuaian strategi pembelajaran, serta penguatan fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan secara optimal.<ref>Adila V. M. [https://www.gramedia.com/literasi/tujuan-asesmen-nasional-pengertian-manfaat-dan-implikasinya/ Tujuan Asesmen Nasional: Pengertian, Manfaat, dan Implikasinya].</ref>


Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi memperoleh manfaat strategis dari hasil Asesmen Nasional dalam bentuk pemetaan kondisi satuan pendidikan. Informasi ini memungkinkan dinas untuk mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memerlukan intervensi khusus, merancang kebijakan berbasis data, serta mendorong kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam rangka berbagi praktik baik dan mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional berfungsi sebagai instrumen diagnostik yang mendukung perbaikan berkelanjutan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi memperoleh manfaat strategis dari hasil Asesmen Nasional dalam bentuk pemetaan kondisi satuan pendidikan. Informasi ini memungkinkan dinas untuk mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memerlukan intervensi khusus, merancang kebijakan berbasis data, serta mendorong kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam rangka berbagi praktik baik dan mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional berfungsi sebagai instrumen diagnostik yang mendukung perbaikan berkelanjutan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.<ref>Adila V. M. [https://www.gramedia.com/literasi/tujuan-asesmen-nasional-pengertian-manfaat-dan-implikasinya/ Tujuan Asesmen Nasional: Pengertian, Manfaat, dan Implikasinya].</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asesmen+nasional&oldid=28380659 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28380659 (2025-11-08T03:42:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asesmen+nasional&oldid=28380659 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28380659 (2025-11-08T03:42:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.07

Asesmen Nasional merupakan program evaluasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pendidikan di berbagai satuan pendidikan, dengan mempertimbangkan aspek input, proses, dan output pembelajaran.[1]

Berbeda dari model ujian konvensional yang menitikberatkan pada penilaian hasil belajar individu, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan secara holistik. Evaluasi ini mencakup analisis terhadap efektivitas pelaksanaan kurikulum, kualitas proses pembelajaran, serta kompetensi dan peran pendidik dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, AN berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan di tingkat lokal maupun nasional.[2]

Komponen

  • Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang mengukur kemampuan dasar siswa dalam literasi membaca dan numerasi. Kompetensi ini dianggap esensial dalam menghadapi tantangan abad ke-21 dan menjadi indikator awal terhadap kesiapan belajar siswa.[3]
  • Survei Karakter, yang bertujuan untuk menilai nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Survei ini mendukung penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari pembentukan profil pelajar Pancasila.[4]
  • Survei Lingkungan Belajar, yang mengevaluasi kondisi fisik dan sosial di lingkungan sekolah, termasuk ketersediaan sarana pembelajaran, iklim interaksi antara warga sekolah, serta dukungan terhadap proses pembelajaran yang inklusif dan efektif.[5]

Peserta

Dalam pelaksanaannya, Asesmen Nasional memiliki mekanisme pemilihan peserta yang berbeda dari Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya diikuti oleh seluruh siswa pada jenjang akhir pendidikan. Peserta AN ditentukan secara acak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) dengan mempertimbangkan representasi yang proporsional dari setiap satuan pendidikan.[6]

Untuk kategori siswa, peserta AN terdiri atas siswa kelas 5 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) sebanyak maksimal 30 orang, kelas 8 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) sebanyak maksimal 45 orang, dan kelas 11 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK) sebanyak maksimal 45 orang. Pemilihan jenjang ini bertujuan agar siswa yang mengikuti asesmen masih memiliki waktu yang cukup untuk merasakan dampak perbaikan pembelajaran yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi AN selama mereka masih berada di satuan pendidikan tersebut.[7]

Manfaat

Manfaat Langsung untuk Sekolah dan Dinas Pendidikan adalah kontribusi signifikan tidak hanya dalam perumusan kebijakan pendidikan di tingkat nasional, tetapi juga dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan dan daerah. Data yang dihasilkan dari asesmen ini memungkinkan sekolah untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembelajaran dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat merancang program pengembangan yang lebih tepat sasaran. Upaya perbaikan tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penyesuaian strategi pembelajaran, serta penguatan fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan secara optimal.[8]

Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi memperoleh manfaat strategis dari hasil Asesmen Nasional dalam bentuk pemetaan kondisi satuan pendidikan. Informasi ini memungkinkan dinas untuk mengidentifikasi sekolah-sekolah yang memerlukan intervensi khusus, merancang kebijakan berbasis data, serta mendorong kolaborasi antarsatuan pendidikan dalam rangka berbagi praktik baik dan mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, Asesmen Nasional berfungsi sebagai instrumen diagnostik yang mendukung perbaikan berkelanjutan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.[9]

Referensi

  1. E-ujian. Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan dan Instrumennya. E-ujian.id. 2024-07-31.
  2. E-ujian. Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan dan Instrumennya. E-ujian.id. 2024-07-31.
  3. Hesti Sriyanti. Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas. Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas.
  4. Hesti Sriyanti. Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas. Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas.
  5. Hesti Sriyanti. Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas. Tiga Dimensi Asesmen Nasional, Mengukur Kompetensi, Karakter, dan Kualitas Lingkungan Belajar - Melintas.
  6. Luthfi Zian Nasifah. Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, Instrumen, dan Peserta. detikedu.
  7. Luthfi Zian Nasifah. Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, Instrumen, dan Peserta. detikedu.
  8. Adila V. M. Tujuan Asesmen Nasional: Pengertian, Manfaat, dan Implikasinya.
  9. Adila V. M. Tujuan Asesmen Nasional: Pengertian, Manfaat, dan Implikasinya.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28380659 (2025-11-08T03:42:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.