Lompat ke isi

Hipotesis Alvarez: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28447718; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Hipotesis Alvarez''' membayangkan bahwa peristiwa [[kepunahan massal]] [[dinosaurus]] non burung dan banyak organisme lainnya pada [[Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen]] terjadi karena [[peristiwa tumbukan]] sebuah [[asteroid]] besar di Bumi. Sebelum tahun 2013, umumnya peristiwa ini dikutip terjadi sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi Renne et al. (2013) memberi estimasi waktu yang diperbarui, yaitu 66 juta tahun lalu. Bukti menunjukkan bahwa asteroid ini jatuh di [[Semenanjung Yukatan]], [[Chicxulub Pueblo|Chicxulub]], [[Meksiko]]. Hipotesis ini dinamai setelah pasangan ayah-anak [[Luis Alvarez|Luis]] dan [[Walter Alvarez]], yang pertama menyarankan hipotesis ini pada 1980. Tak lama setelah itu, secara independen, hipotesa yang sama juga diusulkan oleh paleontolog Belanda [[Jan Smit]].
'''Hipotesis Alvarez''' membayangkan bahwa peristiwa [[kepunahan massal]] [[dinosaurus]] non burung dan banyak organisme lainnya pada [[Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen]] terjadi karena [[peristiwa tumbukan]] sebuah [[asteroid]] besar di Bumi. Sebelum tahun 2013, umumnya peristiwa ini dikutip terjadi sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi Renne et al. (2013) memberi estimasi waktu yang diperbarui, yaitu 66 juta tahun lalu.<ref>Paul R. Renne. ''Time Scales of Critical Events Around the Cretaceous-Paleogene Boundary''. ''Science''. 7 February 2013. Vol. 339 (6120). hlm. 684–687. doi:10.1126/science.1230492.</ref> Bukti menunjukkan bahwa asteroid ini jatuh di [[Semenanjung Yukatan]], [[Chicxulub Pueblo|Chicxulub]], [[Meksiko]]. Hipotesis ini dinamai setelah pasangan ayah-anak [[Luis Alvarez|Luis]] dan [[Walter Alvarez]], yang pertama menyarankan hipotesis ini pada 1980. Tak lama setelah itu, secara independen, hipotesa yang sama juga diusulkan oleh paleontolog Belanda [[Jan Smit]].<ref>J Smit. [https://www.nature.com/articles/285198a0#citeas An extraterrestrial event at the Cretaceous-Tertiary boundary]. ''Nature''. 22 May 1980. Vol. 285 (5762). hlm. 198–200. doi:10.1038/285198a0.</ref>


Pada Maret 2010, sekelompok ilmuwan dari seluruh dunia mendukung hipotesa ini sebagai alasan dari punahnya dinosaurus non burung dan organisme lainnya pada perbatasan K-Pg, dengan menunjuk [[Kawah Chicxulub]] sebagai lokasi mendaratnya asteroid. Sebuah tim yang terdiri dari 41 ilmuwan meninjau 20 tahun literatur ilmiah untuk membuktikan hipotesis ini, dan dalam prosesnya, mengesampingkan teori lain seperti [[vulkanisme]]. Mereka menentukan bahwa sebuah batu angkasa dengan diameter 10-15 km (sebagai perbandingan, [[Gunung Everest]] memiliki tinggi 9 km, sementara [[Fobos (satelit)|Phobos]] memiliki diameter 22 km) jatuh di Chicxulub, dan menghasilkan energi sebanyak .
Pada Maret 2010, sekelompok ilmuwan dari seluruh dunia mendukung hipotesa ini sebagai alasan dari punahnya dinosaurus non burung dan organisme lainnya pada perbatasan K-Pg, dengan menunjuk [[Kawah Chicxulub]] sebagai lokasi mendaratnya asteroid. Sebuah tim yang terdiri dari 41 ilmuwan meninjau 20 tahun literatur ilmiah untuk membuktikan hipotesis ini, dan dalam prosesnya, mengesampingkan teori lain seperti [[vulkanisme]]. Mereka menentukan bahwa sebuah batu angkasa dengan diameter 10-15 km (sebagai perbandingan, [[Gunung Everest]] memiliki tinggi 9 km, sementara [[Fobos (satelit)|Phobos]] memiliki diameter 22 km) jatuh di Chicxulub, dan menghasilkan energi sebanyak .<ref>P. Schulte. [http://doc.rero.ch/record/210367/files/PAL_E4389.pdf The Chicxulub Asteroid Impact and Mass Extinction at the Cretaceous-Paleogene Boundary]. ''Science''. 2010. Vol. 327 (5970). hlm. 1214–1218. doi:10.1126/science.1177265.</ref>


Proyek penggalian pada 2016 pada cincin puncak di kawah tersebut mendukung hipotesis ini lebih jauh, dan mengkonfirmasi berbagai jenis zat yang sebelumnya masih tidak jelas. Selain itu, proyek ini juga menemukan bahwa cincin puncaknya terdiri dari [[granit]] yang bukan merupakan batuan dasar laut, yang memiliki ciri terkena gaya kejut, meleleh dan terlempar ke permukaan dalam hitungan menit, beserta dengan bukti adanya pergerakan cepat dan hebat dari air laut yang diketahui dari [[Deposit (geologi)|deposit]] pasir. Sampel tanah dari area ini juga menunjukkan ketidakhadiran [[gipsum]]. Gipsum merupakan batuan yang mengandung sulfat, yang pasti akan menguap dan menyebar sebagai sebuah [[aerosol]] di atmosfer, memgkonfirmasi hubungan antara tumbukan ini dengan efek jangka panjangnya, yaitu pengaruhnya pada iklim dan rantai makanan global.
Proyek penggalian pada 2016 pada cincin puncak di kawah tersebut mendukung hipotesis ini lebih jauh, dan mengkonfirmasi berbagai jenis zat yang sebelumnya masih tidak jelas. Selain itu, proyek ini juga menemukan bahwa cincin puncaknya terdiri dari [[granit]] yang bukan merupakan batuan dasar laut, yang memiliki ciri terkena gaya kejut, meleleh dan terlempar ke permukaan dalam hitungan menit, beserta dengan bukti adanya pergerakan cepat dan hebat dari air laut yang diketahui dari [[Deposit (geologi)|deposit]] pasir. Sampel tanah dari area ini juga menunjukkan ketidakhadiran [[gipsum]]. Gipsum merupakan batuan yang mengandung sulfat, yang pasti akan menguap dan menyebar sebagai sebuah [[aerosol]] di atmosfer, memgkonfirmasi hubungan antara tumbukan ini dengan efek jangka panjangnya, yaitu pengaruhnya pada iklim dan rantai makanan global.


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesis+Alvarez&oldid=28447718 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28447718 (2025-11-13T06:09:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hipotesis+Alvarez&oldid=28447718 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28447718 (2025-11-13T06:09:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 23.09

Hipotesis Alvarez membayangkan bahwa peristiwa kepunahan massal dinosaurus non burung dan banyak organisme lainnya pada Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen terjadi karena peristiwa tumbukan sebuah asteroid besar di Bumi. Sebelum tahun 2013, umumnya peristiwa ini dikutip terjadi sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi Renne et al. (2013) memberi estimasi waktu yang diperbarui, yaitu 66 juta tahun lalu.[1] Bukti menunjukkan bahwa asteroid ini jatuh di Semenanjung Yukatan, Chicxulub, Meksiko. Hipotesis ini dinamai setelah pasangan ayah-anak Luis dan Walter Alvarez, yang pertama menyarankan hipotesis ini pada 1980. Tak lama setelah itu, secara independen, hipotesa yang sama juga diusulkan oleh paleontolog Belanda Jan Smit.[2]

Pada Maret 2010, sekelompok ilmuwan dari seluruh dunia mendukung hipotesa ini sebagai alasan dari punahnya dinosaurus non burung dan organisme lainnya pada perbatasan K-Pg, dengan menunjuk Kawah Chicxulub sebagai lokasi mendaratnya asteroid. Sebuah tim yang terdiri dari 41 ilmuwan meninjau 20 tahun literatur ilmiah untuk membuktikan hipotesis ini, dan dalam prosesnya, mengesampingkan teori lain seperti vulkanisme. Mereka menentukan bahwa sebuah batu angkasa dengan diameter 10-15 km (sebagai perbandingan, Gunung Everest memiliki tinggi 9 km, sementara Phobos memiliki diameter 22 km) jatuh di Chicxulub, dan menghasilkan energi sebanyak .[3]

Proyek penggalian pada 2016 pada cincin puncak di kawah tersebut mendukung hipotesis ini lebih jauh, dan mengkonfirmasi berbagai jenis zat yang sebelumnya masih tidak jelas. Selain itu, proyek ini juga menemukan bahwa cincin puncaknya terdiri dari granit yang bukan merupakan batuan dasar laut, yang memiliki ciri terkena gaya kejut, meleleh dan terlempar ke permukaan dalam hitungan menit, beserta dengan bukti adanya pergerakan cepat dan hebat dari air laut yang diketahui dari deposit pasir. Sampel tanah dari area ini juga menunjukkan ketidakhadiran gipsum. Gipsum merupakan batuan yang mengandung sulfat, yang pasti akan menguap dan menyebar sebagai sebuah aerosol di atmosfer, memgkonfirmasi hubungan antara tumbukan ini dengan efek jangka panjangnya, yaitu pengaruhnya pada iklim dan rantai makanan global.

Referensi

  1. Paul R. Renne. Time Scales of Critical Events Around the Cretaceous-Paleogene Boundary. Science. 7 February 2013. Vol. 339 (6120). hlm. 684–687. doi:10.1126/science.1230492.
  2. J Smit. An extraterrestrial event at the Cretaceous-Tertiary boundary. Nature. 22 May 1980. Vol. 285 (5762). hlm. 198–200. doi:10.1038/285198a0.
  3. P. Schulte. The Chicxulub Asteroid Impact and Mass Extinction at the Cretaceous-Paleogene Boundary. Science. 2010. Vol. 327 (5970). hlm. 1214–1218. doi:10.1126/science.1177265.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28447718 (2025-11-13T06:09:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.