Cetak Putih: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29318439; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Cetak putih''' merupakan teknik reproduksi dokumen yang memanfaatkan proses kimia ''[[diazo]]''. Proses ini dikenal pula sebagai [[cetak]] garis [[biru]] karena menghasilkan garis berwarna [[biru]] di atas latar putih. Prinsip kerjanya adalah pencetakan kontak sehingga dapat mereproduksi [[dokumen]] [[Tembus pandang dan tembus cahaya|tembus cahaya]] dengan [[Pengukuran|ukuran]] yang akurat sesuai aslinya. Namun, cetak putih memiliki keterbatasan dalam mereproduksi gradasi nada karena hanya mampu menampilkan rentang nada yang terbatas, tanpa unsur [[warna]]. Proses ini menggunakan [[kertas]] yang dilapisi [[Senyawa diazonium|senyawa ''diazonium'']] dan ''coupler'' yang akan bereaksi saat terkena [[Ultraungu|sinar ultraungu]] dan kemudian dikembangkan menggunakan [[Amonia|uap amonia]]. Cetak putih banyak digunakan pada pertengahan [[abad ke-20]] untuk menggandakan gambar teknik dan arsitektur sebelum digantikan oleh teknologi pencetakan ''[[digital]]''. | [[File:Heliographic_copy.jpg|thumb|right|280px|Salinan rencana cetak putih]] | ||
'''Cetak putih''' merupakan teknik reproduksi dokumen yang memanfaatkan proses kimia ''[[diazo]]''. Proses ini dikenal pula sebagai [[cetak]] garis [[biru]] karena menghasilkan garis berwarna [[biru]] di atas latar putih. Prinsip kerjanya adalah pencetakan kontak sehingga dapat mereproduksi [[dokumen]] [[Tembus pandang dan tembus cahaya|tembus cahaya]] dengan [[Pengukuran|ukuran]] yang akurat sesuai aslinya. Namun, cetak putih memiliki keterbatasan dalam mereproduksi gradasi nada karena hanya mampu menampilkan rentang nada yang terbatas, tanpa unsur [[warna]]. Proses ini menggunakan [[kertas]] yang dilapisi [[Senyawa diazonium|senyawa ''diazonium'']] dan ''coupler'' yang akan bereaksi saat terkena [[Ultraungu|sinar ultraungu]] dan kemudian dikembangkan menggunakan [[Amonia|uap amonia]]. Cetak putih banyak digunakan pada pertengahan [[abad ke-20]] untuk menggandakan gambar teknik dan arsitektur sebelum digantikan oleh teknologi pencetakan ''[[digital]]''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cetak+Putih&oldid=29318439 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Sensitivitas cahaya dari bahan kimia yang digunakan telah diketahui sejak tahun [[1890-an]] dan beberapa proses [[Percetakan|pencetakan]] terkait dipatenkan pada periode tersebut. Pencetakan garis putih menggantikan proses [[cetak biru]] untuk mereproduksi gambar [[arsitektur]] dan [[Rekayasa|teknik]] sekitar pergantian [[abad ke-20]] karena prosesnya lebih sederhana dan menggunakan [[Zat kimia|bahan kimia]] yang lebih sedikit serta kurang beracun. [[Cetakan]] garis biru bersifat tidak permanen dan akan memudar apabila terpapar cahaya selama beberapa [[Minggu (hari)|minggu]] hingga beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]]. Meskipun demikian, daya tahan selama beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]] sudah memadai sebagai [[Citra|gambar]] kerja untuk berbagai keperluan, sementara gambar asli pada kertas ''[[vellum]]'' dapat disimpan dan dicetak ulang sewaktu-waktu. | Sensitivitas cahaya dari bahan kimia yang digunakan telah diketahui sejak tahun [[1890-an]] dan beberapa proses [[Percetakan|pencetakan]] terkait dipatenkan pada periode tersebut. Pencetakan garis putih menggantikan proses [[cetak biru]] untuk mereproduksi gambar [[arsitektur]] dan [[Rekayasa|teknik]] sekitar pergantian [[abad ke-20]] karena prosesnya lebih sederhana dan menggunakan [[Zat kimia|bahan kimia]] yang lebih sedikit serta kurang beracun. [[Cetakan]] garis biru bersifat tidak permanen dan akan memudar apabila terpapar cahaya selama beberapa [[Minggu (hari)|minggu]] hingga beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]]. Meskipun demikian, daya tahan selama beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]] sudah memadai sebagai [[Citra|gambar]] kerja untuk berbagai keperluan, sementara gambar asli pada kertas ''[[vellum]]'' dapat disimpan dan dicetak ulang sewaktu-waktu. | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
== Proses pencetakan ''diazo'' == | == Proses pencetakan ''diazo'' == | ||
Dua komponen mendasari pencetakan ''[[diazo]]'':<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cetak+Putih&oldid=29318439 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Dua komponen mendasari pencetakan ''[[diazo]]'': | |||
# [[Senyawa diazonium|Garam ''diazonium'']] : suatu zat kimia yang peka terhadap cahaya. | # [[Senyawa diazonium|Garam ''diazonium'']] : suatu zat kimia yang peka terhadap cahaya. | ||
| Baris 25: | Baris 26: | ||
Selanjutnya, lembaran asli dikupas dari kertas ''diazo'' saat lapisan master dan ''[[diazo]]'' keluar dari mesin, dan lembaran ''[[diazo]]'' saja dimasukkan ke dalam ruang pengembangan. Di sini, [[uap]] [[amonium hidroksida]] menciptakan lingkungan yang sangat [[Alkali|basa]] . Dalam kondisi ini, pewarna ''[[Senyawa azo|azo]]'' (kopler) bereaksi dengan sisa [[Senyawa diazonium|garam ''diazonium'']] dan mengalami [[reaksi kimia]] yang mengakibatkan garis-garis yang tidak terpapar berubah warna dari tidak terlihat (atau [[kuning]]) menjadi warna gelap yang terlihat. Rentang warna untuk garis-garis ini biasanya [[biru]] atau [[hitam]], tetapi [[sepia]] (warna [[Cokelat (warna)|kecoklatan]]) juga cukup populer. Saat membuat banyak salinan dari lembaran asli, biasanya tidak lebih dari [[4 (angka)|empat]] atau [[5 (angka)|lima]] salinan dapat dibuat sekaligus, karena penumpukan [[uap]] [[amonia]], bahkan dengan [[Kipas angin|kipas]] [[Ventilasi (arsitektur)|ventilasi]] di ruang duplikasi. Penundaan singkat sekitar [[5 (angka)|lima]] menit seringkali diperlukan agar [[uap]] mereda cukup untuk memungkinkan pembuatan salinan tambahan jika tidak ada [[Ventilasi (arsitektur)|ventilasi]]. Banyak [[toko]] [[cetak biru]] memasang saluran [[Ventilasi (arsitektur)|ventilasi]] dari [[mesin]] ke luar. [[Mesin]] [[cetak biru]] berukuran kecil dan menengah sering dilengkapi dengan penetralisir yang menyerap sebagian [[amonia]] untuk beberapa waktu. | Selanjutnya, lembaran asli dikupas dari kertas ''diazo'' saat lapisan master dan ''[[diazo]]'' keluar dari mesin, dan lembaran ''[[diazo]]'' saja dimasukkan ke dalam ruang pengembangan. Di sini, [[uap]] [[amonium hidroksida]] menciptakan lingkungan yang sangat [[Alkali|basa]] . Dalam kondisi ini, pewarna ''[[Senyawa azo|azo]]'' (kopler) bereaksi dengan sisa [[Senyawa diazonium|garam ''diazonium'']] dan mengalami [[reaksi kimia]] yang mengakibatkan garis-garis yang tidak terpapar berubah warna dari tidak terlihat (atau [[kuning]]) menjadi warna gelap yang terlihat. Rentang warna untuk garis-garis ini biasanya [[biru]] atau [[hitam]], tetapi [[sepia]] (warna [[Cokelat (warna)|kecoklatan]]) juga cukup populer. Saat membuat banyak salinan dari lembaran asli, biasanya tidak lebih dari [[4 (angka)|empat]] atau [[5 (angka)|lima]] salinan dapat dibuat sekaligus, karena penumpukan [[uap]] [[amonia]], bahkan dengan [[Kipas angin|kipas]] [[Ventilasi (arsitektur)|ventilasi]] di ruang duplikasi. Penundaan singkat sekitar [[5 (angka)|lima]] menit seringkali diperlukan agar [[uap]] mereda cukup untuk memungkinkan pembuatan salinan tambahan jika tidak ada [[Ventilasi (arsitektur)|ventilasi]]. Banyak [[toko]] [[cetak biru]] memasang saluran [[Ventilasi (arsitektur)|ventilasi]] dari [[mesin]] ke luar. [[Mesin]] [[cetak biru]] berukuran kecil dan menengah sering dilengkapi dengan penetralisir yang menyerap sebagian [[amonia]] untuk beberapa waktu. | ||
Apabila [[garis]] yang dihasilkan terlalu samar, [[cetakan]] garis biru dapat dimasukkan kembali ke dalam ruang pengembang untuk meningkatkan kontras [[garis]] terhadap media dasar. Kontras yang rendah dan hasil [[Percetakan|cetak]] yang samar secara berulang menjadi indikasi bahwa operator perlu menyesuaikan kecepatan [[mesin]] atau kadar [[uap]] [[amonia]]. | Apabila [[garis]] yang dihasilkan terlalu samar, [[cetakan]] garis biru dapat dimasukkan kembali ke dalam ruang pengembang untuk meningkatkan kontras [[garis]] terhadap media dasar. Kontras yang rendah dan hasil [[Percetakan|cetak]] yang samar secara berulang menjadi indikasi bahwa operator perlu menyesuaikan kecepatan [[mesin]] atau kadar [[uap]] [[amonia]]. | ||
Terkadang, lembar asli dan kertas ''[[diazo]]'' secara tidak sengaja dimasukkan bersamaan ke dalam ruang pengembang. Jika hal tersebut terjadi, pisahkan lembar asli dari kertas ''[[diazo]]'', lalu masukkan kembali lembaran ''[[diazo]]'' ke dalam pengembang agar [[Senyawa diazonium|garam ''diazonium'']]<nowiki/>yang tersisa dapat bereaksi sepenuhnya dan garis menjadi tegas. | Terkadang, lembar asli dan kertas ''[[diazo]]'' secara tidak sengaja dimasukkan bersamaan ke dalam ruang pengembang. Jika hal tersebut terjadi, pisahkan lembar asli dari kertas ''[[diazo]]'', lalu masukkan kembali lembaran ''[[diazo]]'' ke dalam pengembang agar [[Senyawa diazonium|garam ''diazonium'']]<nowiki/>yang tersisa dapat bereaksi sepenuhnya dan garis menjadi tegas. | ||
| Baris 32: | Baris 33: | ||
== Cetakan yang memudar == | == Cetakan yang memudar == | ||
Salah satu karakteristik cetakan ''[[diazo]]'' bergaris biru adalah sifatnya yang tidak permanen. Akibat paparan [[Ultraungu|sinar ultraungu]] secara terus-menerus, baik dari [[sinar matahari]] maupun [[Lampu pendar|lampu fluoresen]] di ruang [[kantor]], salinan garis [[biru]] dapat memudar dalam hitungan [[Bulan (penanggalan)|bulan]] jika disimpan di dalam [[ruangan]], atau dalam beberapa [[hari]] jika terpapar di luar ruangan, hingga akhirnya tidak terbaca. | Salah satu karakteristik cetakan ''[[diazo]]'' bergaris biru adalah sifatnya yang tidak permanen. Akibat paparan [[Ultraungu|sinar ultraungu]] secara terus-menerus, baik dari [[sinar matahari]] maupun [[Lampu pendar|lampu fluoresen]] di ruang [[kantor]], salinan garis [[biru]] dapat memudar dalam hitungan [[Bulan (penanggalan)|bulan]] jika disimpan di dalam [[ruangan]], atau dalam beberapa [[hari]] jika terpapar di luar ruangan, hingga akhirnya tidak terbaca. | ||
Karakteristik tersebut mengharuskan penggandaan ulang [[dokumen]] asli setiap beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]] di lingkungan kerja untuk [[proyek]] yang menggunakan cetak garis [[biru]]. Oleh sebab itu, [[Citra|gambar]] garis biru yang berfungsi sebagai salinan kerja [[Rekayasa|teknik]] perlu dilindungi ketika tidak digunakan dengan cara menyimpannya di dalam [[map]] datar pada tempat yang gelap dan [[kering]]. Pada area yang mengharuskan [[cetakan]] teknik garis [[biru]] dipajang di [[dinding]] dalam jangka waktu lama, umumnya digunakan pencahayaan [[lampu pijar]] karena spektrum cahayanya memancarkan radiasi [[Ultraungu|sinar ultraungu]] yang lebih rendah sehingga dapat memperlambat proses pemudaran. | Karakteristik tersebut mengharuskan penggandaan ulang [[dokumen]] asli setiap beberapa [[Bulan (penanggalan)|bulan]] di lingkungan kerja untuk [[proyek]] yang menggunakan cetak garis [[biru]]. Oleh sebab itu, [[Citra|gambar]] garis biru yang berfungsi sebagai salinan kerja [[Rekayasa|teknik]] perlu dilindungi ketika tidak digunakan dengan cara menyimpannya di dalam [[map]] datar pada tempat yang gelap dan [[kering]]. Pada area yang mengharuskan [[cetakan]] teknik garis [[biru]] dipajang di [[dinding]] dalam jangka waktu lama, umumnya digunakan pencahayaan [[lampu pijar]] karena spektrum cahayanya memancarkan radiasi [[Ultraungu|sinar ultraungu]] yang lebih rendah sehingga dapat memperlambat proses pemudaran. | ||
| Baris 42: | Baris 43: | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
* [[Senyawa azo|Senyawa ''azo'']] | * [[Senyawa azo|Senyawa ''azo'']] | ||
* [[Cetak biru|Cetak Biru]] | * [[Cetak biru|Cetak Biru]] | ||
| Baris 49: | Baris 49: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cetak+Putih&oldid=29318439 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29318439 (2026-06-06T06:13:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.20
Cetak putih merupakan teknik reproduksi dokumen yang memanfaatkan proses kimia diazo. Proses ini dikenal pula sebagai cetak garis biru karena menghasilkan garis berwarna biru di atas latar putih. Prinsip kerjanya adalah pencetakan kontak sehingga dapat mereproduksi dokumen tembus cahaya dengan ukuran yang akurat sesuai aslinya. Namun, cetak putih memiliki keterbatasan dalam mereproduksi gradasi nada karena hanya mampu menampilkan rentang nada yang terbatas, tanpa unsur warna. Proses ini menggunakan kertas yang dilapisi senyawa diazonium dan coupler yang akan bereaksi saat terkena sinar ultraungu dan kemudian dikembangkan menggunakan uap amonia. Cetak putih banyak digunakan pada pertengahan abad ke-20 untuk menggandakan gambar teknik dan arsitektur sebelum digantikan oleh teknologi pencetakan digital.[1]
Sensitivitas cahaya dari bahan kimia yang digunakan telah diketahui sejak tahun 1890-an dan beberapa proses pencetakan terkait dipatenkan pada periode tersebut. Pencetakan garis putih menggantikan proses cetak biru untuk mereproduksi gambar arsitektur dan teknik sekitar pergantian abad ke-20 karena prosesnya lebih sederhana dan menggunakan bahan kimia yang lebih sedikit serta kurang beracun. Cetakan garis biru bersifat tidak permanen dan akan memudar apabila terpapar cahaya selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Meskipun demikian, daya tahan selama beberapa bulan sudah memadai sebagai gambar kerja untuk berbagai keperluan, sementara gambar asli pada kertas vellum dapat disimpan dan dicetak ulang sewaktu-waktu.
Cetak putih memanfaatkan kertas yang dilapisi garam diazonium yang akan terurai jika terkena sinar ultraungu. Bagian yang tertutup gambar akan tetap utuh dan kemudian bereaksi dengan uap amonia sehingga membentuk garis berwarna biru. Pencetakan garis putih mulai ditinggalkan sekitar pergantian abad ke-21 karena gambar teknik beralih ke perancangan dibantu komputer (Computer Aided Design) atau CAD. Akibatnya, perajah digital atau pencetak format besar, yang terkadang masih disebut secara informal sebagai "printer cetak biru", menjadi lebih banyak digunakan.
Proses pencetakan diazo
Dua komponen mendasari pencetakan diazo:[2]
- Garam diazonium : suatu zat kimia yang peka terhadap cahaya.
- Penggabung: zat kimia tak berwarna yang bergabung dengan garam untuk menghasilkan warna.
Dalam konteks yang terkait, proses ini bergantung pada dua sifat senyawa diazonium:
- Zat pewarna tersebut dinonaktifkan oleh cahaya, yaitu terurai secara permanen menjadi produk yang tidak dapat membentuk zat pewarna dengan warna pekat.
- Senyawa yang tidak terdegradasi bereaksi dengan agen penggabung (yang tidak berwarna) untuk menghasilkan produk yang berwarna pekat.
Dalam berbagai kombinasi dan konsentrasi, kedua bahan kimia ini dicampur dalam air dan dilapisi pada kertas . Lapisan yang dihasilkan kemudian dikeringkan sehingga menghasilkan kertas yang telah diolah secara khusus dan dijual secara komersial sebagai kertas diazo. Larutan ini juga dapat diaplikasikan pada film poliester atau pada kertas kalkir .
Proses dimulai dengan dokumen asli yang dibuat pada media tembus cahaya. Media tersebut meliputi film poliester, kertas kalkir, linen, dan kertas kalkir transparan. Media apa pun yang memungkinkan sebagian cahaya melewatinya biasanya berfungsi sebagai master; daya tahan master yang diinginkan menentukan pilihan. Tergantung pada ketebalan dan jenis master, intensitas cahaya paparan sinar ultraungu disesuaikan sesuai dengan jenis media yang umum digunakan untuk master di setiap toko tertentu. Demikian pula, kontrol kecepatan (untuk mengatur kecepatan penarikan lembaran melalui mesin) biasanya juga telah ditandai sebelumnya di setiap toko tertentu, setelah dioptimalkan berdasarkan uji coba.
Dokumen asli diletakkan di atas sisi kertas diazo yang dilapisi bahan kimia, yang diambil dari map datar yang terlindungi dari cahaya, dan kedua lembar tersebut dimasukkan ke dalam mesin pengganda diazo, ditarik ke dalam mesin oleh roda gesekan karet yang berputar. Terdapat dua ruang di dalam mesin. Yang pertama adalah area pemaparan, di mana lapisan dua lembar (master dan kertas diazo) melewati lampu ultraungu. Sinar ultraungu menembus dokumen asli dan menetralkan garam diazonium yang peka terhadap cahaya di mana pun tidak ada gambar pada master. Area-area ini menjadi area putih pada salinan. Setelah proses ini selesai, gambar yang belum dikembangkan di lokasi di mana sinar ultraungu tidak dapat menembus seringkali dapat dilihat sebagai tanda/garis kuning atau putih yang sangat samar pada lembaran diazo. Ini menyelesaikan fase pemaparan.
Selanjutnya, lembaran asli dikupas dari kertas diazo saat lapisan master dan diazo keluar dari mesin, dan lembaran diazo saja dimasukkan ke dalam ruang pengembangan. Di sini, uap amonium hidroksida menciptakan lingkungan yang sangat basa . Dalam kondisi ini, pewarna azo (kopler) bereaksi dengan sisa garam diazonium dan mengalami reaksi kimia yang mengakibatkan garis-garis yang tidak terpapar berubah warna dari tidak terlihat (atau kuning) menjadi warna gelap yang terlihat. Rentang warna untuk garis-garis ini biasanya biru atau hitam, tetapi sepia (warna kecoklatan) juga cukup populer. Saat membuat banyak salinan dari lembaran asli, biasanya tidak lebih dari empat atau lima salinan dapat dibuat sekaligus, karena penumpukan uap amonia, bahkan dengan kipas ventilasi di ruang duplikasi. Penundaan singkat sekitar lima menit seringkali diperlukan agar uap mereda cukup untuk memungkinkan pembuatan salinan tambahan jika tidak ada ventilasi. Banyak toko cetak biru memasang saluran ventilasi dari mesin ke luar. Mesin cetak biru berukuran kecil dan menengah sering dilengkapi dengan penetralisir yang menyerap sebagian amonia untuk beberapa waktu.
Apabila garis yang dihasilkan terlalu samar, cetakan garis biru dapat dimasukkan kembali ke dalam ruang pengembang untuk meningkatkan kontras garis terhadap media dasar. Kontras yang rendah dan hasil cetak yang samar secara berulang menjadi indikasi bahwa operator perlu menyesuaikan kecepatan mesin atau kadar uap amonia.
Terkadang, lembar asli dan kertas diazo secara tidak sengaja dimasukkan bersamaan ke dalam ruang pengembang. Jika hal tersebut terjadi, pisahkan lembar asli dari kertas diazo, lalu masukkan kembali lembaran diazo ke dalam pengembang agar garam diazoniumyang tersisa dapat bereaksi sepenuhnya dan garis menjadi tegas.
Pencetakan diazo, atau cetak putih, merupakan salah satu metode reproduksi gambar teknik dan arsitektur berukuran besar yang paling ekonomis selama periode 1920-an hingga 1990-an. Keunggulan ekonomis ini diperoleh karena biaya bahan habis pakai yang rendah, kecepatan proses yang tinggi, dan kemampuan menghasilkan salinan dalam ukuran asli tanpa memerlukan peralatan fotografis yang mahal. Oleh karena itu, metode ini menjadi standar di biro arsitek dan perusahaan teknik sebelum tergantikan oleh pencetak format besar digital.
Cetakan yang memudar
Salah satu karakteristik cetakan diazo bergaris biru adalah sifatnya yang tidak permanen. Akibat paparan sinar ultraungu secara terus-menerus, baik dari sinar matahari maupun lampu fluoresen di ruang kantor, salinan garis biru dapat memudar dalam hitungan bulan jika disimpan di dalam ruangan, atau dalam beberapa hari jika terpapar di luar ruangan, hingga akhirnya tidak terbaca.
Karakteristik tersebut mengharuskan penggandaan ulang dokumen asli setiap beberapa bulan di lingkungan kerja untuk proyek yang menggunakan cetak garis biru. Oleh sebab itu, gambar garis biru yang berfungsi sebagai salinan kerja teknik perlu dilindungi ketika tidak digunakan dengan cara menyimpannya di dalam map datar pada tempat yang gelap dan kering. Pada area yang mengharuskan cetakan teknik garis biru dipajang di dinding dalam jangka waktu lama, umumnya digunakan pencahayaan lampu pijar karena spektrum cahayanya memancarkan radiasi sinar ultraungu yang lebih rendah sehingga dapat memperlambat proses pemudaran.
Cetakan garis biru yang proses pemaparannya tidak tepat cenderung memudar lebih cepat karena reaksi kimia pada fase pengembangan dengan amonia belum tuntas dan akan terus berlangsung. Meskipun demikian, cetakan garis biru yang telah diproses dengan benar tetap tidak boleh terpapar unsur lingkungan secara langsung. Cetakan yang disimpan di dalam map datar atau digantung pada rak di ruangan bersuhu sejuk, kering, dan minim cahaya umumnya dapat mempertahankan ketajaman garis selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut memungkinkan dokumen untuk dipindai ke format digital sebagai upaya preservasi maupun untuk keperluan reproduksi lanjutan.
Kehancuran teknologi
Proses pencetakan garis biru mulai ditinggalkan secara luas oleh komunitas arsitektur dan teknik sejak tahun 1999. Beberapa faktor yang mendorong peralihan tersebut antara lain perkembangan teknologi perancangan dan pencetakan dibantu komputer (Computer Aided Design), peningkatan kecepatan mesin cetak digital, serta kemunculan mesin xerografi dan pencetak format besar dari perusahaan seperti Ricoh dan Xerox.Faktor lain yang mempercepat penggantian teknologi ini adalah biaya produksi yang tinggi untuk bahan dan peralatan cetak diazo, sifat hasil cetakan yang tidak tahan cahaya sehingga mudah memudar, serta keharusan menggunakan uap amonia sebagai bahan pengembang yang berbau menyengat dan memerlukan sistem ventilasi khusus. Kombinasi keterbatasan teknis, biaya operasional, serta isu kesehatan dan keselamatan kerja membuat pencetak format besar berbasis tinta menjadi pilihan yang lebih disukai.
Lihat juga
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29318439 (2026-06-06T06:13:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.