Lompat ke isi

Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28773284; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
'''Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan''' (dalam bahasa Inggris : ''Global Partnership on Artificial Intelligence'', disingkat GPAI) adalah sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk memandu pengembangan dan penggunaan[[kecerdasan buatan]] (AI) secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati [[hak asasi manusia]] dan [[Demokrasi|nilai-nilai demokratis]] yang dianut oleh negara-negara anggotanya. Kemitraan ini pertama kali diusulkan oleh [[Kanada]] dan [[Prancis]] pada [[Konferensi Tingkat Tinggi G7 ke-44]] tahun 2018, dan resmi diluncurkan pada Juni 2020. GPAI bernaung di bawah [[Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi|Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi]] (OECD) yang menyediakan sekretariat khusus untuk mendukung struktur tata kelola serta kegiatan kemitraan.
[[File:GPAI_member_states.svg|thumb|right|280px|GPAI member states]]


Tujuan utama GPAI adalah menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam bidang kecerdasan buatan melalui dukungan terhadap penelitian serta kegiatan terapan yang relevan dengan pembuat [[kebijakan]]. Kemitraan ini menghimpun para ahli dari industri, masyarakat sipil, pemerintah, dan akademisi untuk bekerja sama menghadapi berbagai tantangan serta memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui kolaborasi ini, GPAI berupaya menyediakan rekomendasi, analisis, dan kontribusi teknis bagi negara-negara anggota dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan AI kecerdasan buatan.
'''Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan''' (dalam bahasa Inggris : ''Global Partnership on Artificial Intelligence'', disingkat GPAI) adalah sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk memandu pengembangan dan penggunaan[[kecerdasan buatan]] (AI) secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati [[hak asasi manusia]] dan [[Demokrasi|nilai-nilai demokratis]] yang dianut oleh negara-negara anggotanya. Kemitraan ini pertama kali diusulkan oleh [[Kanada]] dan [[Prancis]] pada [[Konferensi Tingkat Tinggi G7 ke-44]] tahun 2018, dan resmi diluncurkan pada Juni 2020.<ref>Muhammed Can. ''Transatlantic partnership on artificial intelligence: realities, perceptions and future implications''. ''Global Affairs''. 2020-12-17. Vol. 6 (4–5). hlm. 537–557. doi:10.1080/23340460.2020.1854049.</ref> GPAI bernaung di bawah [[Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi|Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi]] (OECD) yang menyediakan sekretariat khusus untuk mendukung struktur tata kelola serta kegiatan kemitraan.
 
Tujuan utama GPAI adalah menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam bidang kecerdasan buatan melalui dukungan terhadap penelitian serta kegiatan terapan yang relevan dengan pembuat [[kebijakan]]. Kemitraan ini menghimpun para ahli dari industri, masyarakat sipil, pemerintah, dan akademisi untuk bekerja sama menghadapi berbagai tantangan serta memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui kolaborasi ini, GPAI berupaya menyediakan rekomendasi, analisis, dan kontribusi teknis bagi negara-negara anggota dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan AI kecerdasan buatan.<ref>[https://gpai.ai/about/ About - GPAI]. ''gpai.ai''.</ref><ref>Amir Banifatemi. [https://doi.org/10.1007/978-3-030-69128-8_14 Democratizing AI for Humanity: A Common Goal]. ''Reflections on Artificial Intelligence for Humanity''. Springer International Publishing. 2021. Vol. 12600. hlm. 228–236. doi:10.1007/978-3-030-69128-8_14. ISBN 978-3-030-69128-8.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan diumumkan pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 tahun 2018 oleh Perdana Menteri Kanada [[Justin Trudeau]] dan Presiden Prancis [[Emmanuel Macron]]. Kemitraan ini resmi diluncurkan pada 15 Juni 2020 dengan lima belas anggota pendiri yaitu [[Australia]], [[Kanada]], [[Prancis]], [[Jerman]], [[India]], [[Italia]], [[Jepang]], [[Meksiko]], [[Selandia Baru]], [[Korea Selatan|Republik Korea]], [[Singapura]], [[Slovenia]], [[Britania Raya]], [[Amerika Serikat]], dan [[Uni Eropa]] .
Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan diumumkan pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 tahun 2018 oleh Perdana Menteri Kanada [[Justin Trudeau]] dan Presiden Prancis [[Emmanuel Macron]]. Kemitraan ini resmi diluncurkan pada 15 Juni 2020<ref>Muhammed Can. ''Transatlantic partnership on artificial intelligence: realities, perceptions and future implications''. ''Global Affairs''. 2020-12-17. Vol. 6 (4–5). hlm. 537–557. doi:10.1080/23340460.2020.1854049.</ref> dengan lima belas anggota pendiri yaitu [[Australia]], [[Kanada]], [[Prancis]], [[Jerman]], [[India]], <ref>[https://www.digit.in/news/machine-learning-and-ai/india-founding-member-global-partnership-artificial-intelligence-54979.html India becomes a founding member of Global Partnership on Artificial Intelligence]. ''Digit''. 2020-06-19.</ref> [[Italia]], [[Jepang]], [[Meksiko]], [[Selandia Baru]], [[Korea Selatan|Republik Korea]], [[Singapura]], [[Slovenia]], [[Britania Raya]], [[Amerika Serikat]], dan [[Uni Eropa]] . <ref>Laurie Clarke. [https://tech.newstatesman.com/policy/global-partnership-on-artificial-intelligence Global Partnership on Artificial Intelligence founded by UK and other nations]. ''NS Tech''. 2020-06-16.</ref> <ref>[https://toronto.citynews.ca/2020/12/04/trudeau-stresses-digital-techs-potential-and-dangers-at-global-ai-summit/ Trudeau stresses digital tech's potential — and dangers — at global AI summit]. ''CityNews Toronto''. 4 December 2020.</ref>


OECD menjadi tuan rumah sekretariat yang berfungsi mendukung badan-badan pengelola GPAI. [[UNESCO]] bergabung sebagai pengamat pada Desember 2020. Pada 11 November 2021, beberapa negara tambahan, termasuk Ceko, Israel dan beberapa negara Uni Eropa  bergabung sebagai anggota, sehingga jumlahnya bertambah menjadi 25 negara. Sejak November 2022, daftar anggota GPAI meningkat menjadi 29 negara. Austria, Chili, Finlandia, Malaysia, Norwegia, Slovakia, dan Swiss telah diundang untuk bergabung, meskipun status keanggotaan mereka masih menunggu persetujuan lebih lanjut. [[Austria]], [[Chili]], [[Finlandia]], [[Malaysia]], [[Norwegia]], [[Slowakia|Slovakia]], dan [[Swiss]] diundang. Namun, ketujuh negara tersebut masih menunggu persetujuan keanggotaan.
OECD menjadi tuan rumah sekretariat yang berfungsi mendukung badan-badan pengelola GPAI.<ref>Laurie Clarke. [https://tech.newstatesman.com/policy/global-partnership-on-artificial-intelligence Global Partnership on Artificial Intelligence founded by UK and other nations]. ''NS Tech''. 2020-06-16.</ref> [[UNESCO]] bergabung sebagai pengamat pada Desember 2020.<ref>[https://en.unesco.org/news/unesco-joins-global-partnership-artificial-intelligence-observer UNESCO joins Global Partnership on Artificial Intelligence as observer]. ''UNESCO''. 2020-12-10.</ref> Pada 11 November 2021, beberapa negara tambahan, termasuk Ceko, Israel dan beberapa negara Uni Eropa  bergabung sebagai anggota,<ref>Itamar Eichner. [https://www.ynet.co.il/digital/technews/article/r1sdzocwt Israel has joined the GPAI forum]. ''YNet''. 2021-11-11.</ref> sehingga jumlahnya bertambah menjadi 25 negara.<ref>[http://gpai.ai/ GPAI Website]. 2020-09-06.</ref> Sejak November 2022, daftar anggota GPAI meningkat menjadi 29 negara. Austria, Chili, Finlandia, Malaysia, Norwegia, Slovakia, dan Swiss telah diundang untuk bergabung, meskipun status keanggotaan mereka masih menunggu persetujuan lebih lanjut.<ref>[https://gpai.ai/community/ Community]. ''GPAI''.</ref> [[Austria]], [[Chili]], [[Finlandia]], [[Malaysia]], [[Norwegia]], [[Slowakia|Slovakia]], dan [[Swiss]] diundang. Namun, ketujuh negara tersebut masih menunggu persetujuan keanggotaan.<ref>trupti.thakur. [https://a2dgc.com/global-partnership-on-artificial-intelligence-gpai/ Global Partnership On Artificial Intelligence - GPAI]. ''A2DGC''. 2023-12-22.</ref>


== Keanggotaan ==
== Keanggotaan ==
Berikut ini adalah 29 anggota GPAI:
Berikut ini adalah 29 anggota GPAI: <ref>[https://gpai.ai/community/ Community]. ''GPAI''.</ref>


*  [[Argentina]]
*  [[Argentina]]
Baris 35: Baris 37:
*  [[Slovenia]]
*  [[Slovenia]]
*  [[Spanyol]]
*  [[Spanyol]]
*  [[Swedia]]
*  [[Swedia]]  
*  [[Turki]]
*  [[Turki]]
*  [[Britania Raya]]
*  [[Britania Raya]]
Baris 41: Baris 43:
*  [[Uni Eropa|Uni eropa]]
*  [[Uni Eropa|Uni eropa]]


Anggota yang diundang  :
Anggota yang diundang  :<ref>trupti.thakur. [https://a2dgc.com/global-partnership-on-artificial-intelligence-gpai/ Global Partnership On Artificial Intelligence - GPAI]. ''A2DGC''. 2023-12-22.</ref>


*  [[Austria]] (menunggu persetujuan keanggotaan)
*  [[Austria]] (menunggu persetujuan keanggotaan)
Baris 52: Baris 54:


== Organisasi ==
== Organisasi ==
Para ahli dalam GPAI bekerja melalui beberapa Kelompok Kerja yang mencakup tema-tema utama, yaitu Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab (termasuk subkelompok ad-hoc mengenai Respons terhadap Pandemi), Tata Kelola Data, Masa Depan Pekerjaan, serta Inovasi dan Komersialisasi. Kelompok-kelompok kerja ini didukung oleh dua Pusat Keahlian: satu berlokasi di Montreal untuk mendukung dua kelompok pertama, dan satu lagi di Paris untuk mendukung dua kelompok lainnya. GPAI juga memiliki Komite Pengarah, dan ketua terpilih komite ini juga menjabat sebagai ketua Multi Stakeholder Group (MEG).
Para ahli dalam GPAI bekerja melalui beberapa Kelompok Kerja yang mencakup tema-tema utama, yaitu Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab (termasuk subkelompok ad-hoc mengenai Respons terhadap Pandemi), Tata Kelola Data, Masa Depan Pekerjaan, serta Inovasi dan Komersialisasi.<ref>[https://gpai.ai/about/ About - GPAI]. ''gpai.ai''.</ref> Kelompok-kelompok kerja ini didukung oleh dua Pusat Keahlian: satu berlokasi di Montreal untuk mendukung dua kelompok pertama, dan satu lagi di Paris untuk mendukung dua kelompok lainnya. GPAI juga memiliki Komite Pengarah, dan ketua terpilih komite ini juga menjabat sebagai ketua Multi Stakeholder Group (MEG).<ref>[https://www.gpai.ai/community/steering-committee/ Steering Committee]. ''GPAI''.</ref>
 
== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kemitraan+Global+tentang+Kecerdasan+Buatan&oldid=28773284 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28773284 (2026-01-03T08:30:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kemitraan+Global+tentang+Kecerdasan+Buatan&oldid=28773284 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28773284 (2026-01-03T08:30:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi per 23 Agustus 2026 04.21

GPAI member states

Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan (dalam bahasa Inggris : Global Partnership on Artificial Intelligence, disingkat GPAI) adalah sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk memandu pengembangan dan penggunaankecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai demokratis yang dianut oleh negara-negara anggotanya. Kemitraan ini pertama kali diusulkan oleh Kanada dan Prancis pada Konferensi Tingkat Tinggi G7 ke-44 tahun 2018, dan resmi diluncurkan pada Juni 2020.[1] GPAI bernaung di bawah Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang menyediakan sekretariat khusus untuk mendukung struktur tata kelola serta kegiatan kemitraan.

Tujuan utama GPAI adalah menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam bidang kecerdasan buatan melalui dukungan terhadap penelitian serta kegiatan terapan yang relevan dengan pembuat kebijakan. Kemitraan ini menghimpun para ahli dari industri, masyarakat sipil, pemerintah, dan akademisi untuk bekerja sama menghadapi berbagai tantangan serta memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui kolaborasi ini, GPAI berupaya menyediakan rekomendasi, analisis, dan kontribusi teknis bagi negara-negara anggota dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan AI kecerdasan buatan.[2][3]

Sejarah

Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan diumumkan pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 tahun 2018 oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kemitraan ini resmi diluncurkan pada 15 Juni 2020[4] dengan lima belas anggota pendiri yaitu Australia, Kanada, Prancis, Jerman, India, [5] Italia, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Republik Korea, Singapura, Slovenia, Britania Raya, Amerika Serikat, dan Uni Eropa . [6] [7]

OECD menjadi tuan rumah sekretariat yang berfungsi mendukung badan-badan pengelola GPAI.[8] UNESCO bergabung sebagai pengamat pada Desember 2020.[9] Pada 11 November 2021, beberapa negara tambahan, termasuk Ceko, Israel dan beberapa negara Uni Eropa bergabung sebagai anggota,[10] sehingga jumlahnya bertambah menjadi 25 negara.[11] Sejak November 2022, daftar anggota GPAI meningkat menjadi 29 negara. Austria, Chili, Finlandia, Malaysia, Norwegia, Slovakia, dan Swiss telah diundang untuk bergabung, meskipun status keanggotaan mereka masih menunggu persetujuan lebih lanjut.[12] Austria, Chili, Finlandia, Malaysia, Norwegia, Slovakia, dan Swiss diundang. Namun, ketujuh negara tersebut masih menunggu persetujuan keanggotaan.[13]

Keanggotaan

Berikut ini adalah 29 anggota GPAI: [14]

Anggota yang diundang  :[15]

  • Austria (menunggu persetujuan keanggotaan)
  • Chili (menunggu persetujuan keanggotaan)
  • Finlandia (menunggu persetujuan keanggotaan)
  • Malaysia (menunggu persetujuan keanggotaan)
  • Norwegia (menunggu persetujuan keanggotaan)
  • Slowakia (menunggu persetujuan keanggotaan)
  • Swiss (menunggu persetujuan keanggotaan)

Organisasi

Para ahli dalam GPAI bekerja melalui beberapa Kelompok Kerja yang mencakup tema-tema utama, yaitu Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab (termasuk subkelompok ad-hoc mengenai Respons terhadap Pandemi), Tata Kelola Data, Masa Depan Pekerjaan, serta Inovasi dan Komersialisasi.[16] Kelompok-kelompok kerja ini didukung oleh dua Pusat Keahlian: satu berlokasi di Montreal untuk mendukung dua kelompok pertama, dan satu lagi di Paris untuk mendukung dua kelompok lainnya. GPAI juga memiliki Komite Pengarah, dan ketua terpilih komite ini juga menjabat sebagai ketua Multi Stakeholder Group (MEG).[17]

Referensi

  1. Muhammed Can. Transatlantic partnership on artificial intelligence: realities, perceptions and future implications. Global Affairs. 2020-12-17. Vol. 6 (4–5). hlm. 537–557. doi:10.1080/23340460.2020.1854049.
  2. About - GPAI. gpai.ai.
  3. Amir Banifatemi. Democratizing AI for Humanity: A Common Goal. Reflections on Artificial Intelligence for Humanity. Springer International Publishing. 2021. Vol. 12600. hlm. 228–236. doi:10.1007/978-3-030-69128-8_14. ISBN 978-3-030-69128-8.
  4. Muhammed Can. Transatlantic partnership on artificial intelligence: realities, perceptions and future implications. Global Affairs. 2020-12-17. Vol. 6 (4–5). hlm. 537–557. doi:10.1080/23340460.2020.1854049.
  5. India becomes a founding member of Global Partnership on Artificial Intelligence. Digit. 2020-06-19.
  6. Laurie Clarke. Global Partnership on Artificial Intelligence founded by UK and other nations. NS Tech. 2020-06-16.
  7. Trudeau stresses digital tech's potential — and dangers — at global AI summit. CityNews Toronto. 4 December 2020.
  8. Laurie Clarke. Global Partnership on Artificial Intelligence founded by UK and other nations. NS Tech. 2020-06-16.
  9. UNESCO joins Global Partnership on Artificial Intelligence as observer. UNESCO. 2020-12-10.
  10. Itamar Eichner. Israel has joined the GPAI forum. YNet. 2021-11-11.
  11. GPAI Website. 2020-09-06.
  12. Community. GPAI.
  13. trupti.thakur. Global Partnership On Artificial Intelligence - GPAI. A2DGC. 2023-12-22.
  14. Community. GPAI.
  15. trupti.thakur. Global Partnership On Artificial Intelligence - GPAI. A2DGC. 2023-12-22.
  16. About - GPAI. gpai.ai.
  17. Steering Committee. GPAI.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28773284 (2026-01-03T08:30:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.