Perkolasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28370063; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Perkolasi''' adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk [[simplisia]] yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain gaya berat, [[kekentalan]], daya larut, [[tegangan permukaan]], [[difusi]], osmosa, adesi, daya kapiler, dan daya geseran (friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Selain itu, ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari disebabkan kecilnya saluran kapiler tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi. | '''Perkolasi''' adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk [[simplisia]] yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain gaya berat, [[kekentalan]], daya larut, [[tegangan permukaan]], [[difusi]], osmosa, adesi, daya kapiler, dan daya geseran (friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Selain itu, ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari disebabkan kecilnya saluran kapiler tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.<ref>[http://www.academia.edu/5352651/PAPLC_-_Percolation_Test Academia Edu]</ref> | ||
== Latar belakang == | == Latar belakang == | ||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
Perkolasi biasanya menunjukkan universalitas. Konsep fisika statistik seperti teori scaling, renormalization, fase transisi, fenomena kritis dan fraktal digunakan untuk mengkarakterisasi sifat perkolasi. Kombinasi umumnya digunakan untuk mempelajari ambang perkolasi. | Perkolasi biasanya menunjukkan universalitas. Konsep fisika statistik seperti teori scaling, renormalization, fase transisi, fenomena kritis dan fraktal digunakan untuk mengkarakterisasi sifat perkolasi. Kombinasi umumnya digunakan untuk mempelajari ambang perkolasi. | ||
Karena kompleksitas yang terlibat dalam mendapatkan hasil yang tepat dari model analitis perkolasi, simulasi komputer biasanya digunakan. Algoritma tercepat saat perkolasi diterbitkan pada tahun 2000 oleh Mark Newman dan Robert Ziff. | Karena kompleksitas yang terlibat dalam mendapatkan hasil yang tepat dari model analitis perkolasi, simulasi komputer biasanya digunakan. Algoritma tercepat saat perkolasi diterbitkan pada tahun 2000 oleh Mark Newman dan Robert Ziff.<ref>Mark Newman. [http://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevLett.85.4104 Efficient Monte Carlo Algorithm and High-Precision Results for Percolation]. ''Physical Review Letters''. American Physical Society. 2000. Vol. 85 (19). hlm. 4104–4107. doi:10.1103/PhysRevLett.85.4104.</ref> | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perkolasi&oldid=28370063 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28370063 (2025-11-07T06:58:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perkolasi&oldid=28370063 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28370063 (2025-11-07T06:58:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 03.58
Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain gaya berat, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler, dan daya geseran (friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Selain itu, ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari disebabkan kecilnya saluran kapiler tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.[1]
Latar belakang
Selama lima dekade terakhir, teori perkolasi, model matematika yang luas dari perkolasi, telah membawa pemahaman dan teknik baru untuk berbagai topik dalam fisika, ilmu material, jaringan yang kompleks, epidemiologi, dan bidang lainnya. Misalnya, dalam geologi, perkolasi mengacu filtrasi air melalui tanah dan batuan permeabel. Air mengalir ke penyimpanan air tanah (aquifer).
Perkolasi biasanya menunjukkan universalitas. Konsep fisika statistik seperti teori scaling, renormalization, fase transisi, fenomena kritis dan fraktal digunakan untuk mengkarakterisasi sifat perkolasi. Kombinasi umumnya digunakan untuk mempelajari ambang perkolasi.
Karena kompleksitas yang terlibat dalam mendapatkan hasil yang tepat dari model analitis perkolasi, simulasi komputer biasanya digunakan. Algoritma tercepat saat perkolasi diterbitkan pada tahun 2000 oleh Mark Newman dan Robert Ziff.[2]
Contoh
- Kopi perkolasi, di mana pelarut air, zat permeabel adalah bubuk kopi, dan konstituen larut adalah senyawa kimia yang memberikan kopi warna, rasa, dan aroma.
- Gerakan lapuk materi di atas lereng bawah permukaan bumi
- Cracking pohon dengan kehadiran dua kondisi, sinar matahari dan di bawah pengaruh tekanan.
- Ketahanan jaringan serangan acak dan ditargetkan
- Transportasi media berpori
- Epidemi menyebar
- Permukaan roughening
Referensi
- ↑ Academia Edu
- ↑ Mark Newman. Efficient Monte Carlo Algorithm and High-Precision Results for Percolation. Physical Review Letters. American Physical Society. 2000. Vol. 85 (19). hlm. 4104–4107. doi:10.1103/PhysRevLett.85.4104.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28370063 (2025-11-07T06:58:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.