Larutan ideal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29455914; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam kimia, suatu '''larutan ideal''' atau '''campuran ideal''' adalah suatu [[larutan]] dengan sifat termodinamika yang serupa dengan campuran [[gas ideal]]. [[Entalpi pencampuran]] dari larutan ini adalah nol seperti halnya perubahan volume pada pencampuran menurut definisi; semakin mendekati nol entalpi pencampurannya, semakin "ideal" perilaku larutan tersebut. [[Tekanan uap]] larutan mematuhi [[hukum Raoult]], dan [[koefisien aktivitas]] masing-masing komponen (yang mengukur penyimpangan dari idealitasnya) sama dengan satu. | [[File:P_Benzol+Toluol_3.svg|thumb|right|280px|P Benzol+Toluol 3]] | ||
Dalam kimia, suatu '''larutan ideal''' atau '''campuran ideal''' adalah suatu [[larutan]] dengan sifat termodinamika yang serupa dengan campuran [[gas ideal]]. [[Entalpi pencampuran]] dari larutan ini adalah nol<ref>Pierre Perrot. [https://archive.org/details/tozofthermodynam0000perr_o6t1 A to Z of Thermodynamics]. Oxford University Press. 1998. ISBN 0-19-856556-9.</ref> seperti halnya perubahan volume pada pencampuran menurut definisi; semakin mendekati nol entalpi pencampurannya, semakin "ideal" perilaku larutan tersebut. [[Tekanan uap]] larutan mematuhi [[hukum Raoult]], dan [[koefisien aktivitas]] masing-masing komponen (yang mengukur penyimpangan dari idealitasnya) sama dengan satu.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Larutan+ideal&oldid=29455914 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Konsep larutan ideal sangat penting dalam [[termodinamika kimia]] dan aplikasinya, seperti penggunaan [[sifat koligatif]]. | Konsep larutan ideal sangat penting dalam [[termodinamika kimia]] dan aplikasinya, seperti penggunaan [[sifat koligatif]]. | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Definisi yang berbeda dari larutan ideal telah diusulkan. Definisi yang paling sederhana adalah bahwa larutan ideal adalah larutan yang setiap komponennya (i) mematuhi [[hukum Raoult]] <math>p_i=x_ip_i^*</math> untuk seluruh komponen. Di sini <math>p_i</math> adalah [[tekanan uap]] komponen i di atas larutan, <math>x_i</math> adalah [[fraksi mol]]nya dan <math>p_i^*</math> adalah tekanan uap dari zat murni i pada suhu yang sama.<ref>Atkins, P.; J. de Paula. [https://archive.org/details/atkinsphysicalch00pwat Atkins’ Physical Chemistry]. W. H. Freeman & Co. 2006. hlm. [https://archive.org/details/atkinsphysicalch00pwat/page/144 144]. ISBN 0716787598.</ref><ref>Engel, T.; Reid, P. [https://archive.org/details/physicalchemistr0000enge Physical Chemistry]. Pearson Benjamin Cummings. 2006. hlm. [https://archive.org/details/physicalchemistr0000enge/page/194 194]. ISBN 080533842X.</ref><ref>Laidler,K.J.; Meiser, J.H. ''Physical Chemistry''. Pearson Benjamin Cummings. 1982. hlm. 180. ISBN 9780805356823.</ref> | |||
Definisi yang berbeda dari larutan ideal telah diusulkan. Definisi yang paling sederhana adalah bahwa larutan ideal adalah larutan yang setiap komponennya (i) mematuhi [[hukum Raoult]] <math>p_i=x_ip_i^*</math> untuk seluruh komponen. Di sini <math>p_i</math> adalah [[tekanan uap]] komponen i di atas larutan, <math>x_i</math> adalah [[fraksi mol]]nya dan <math>p_i^*</math> adalah tekanan uap dari zat murni i pada suhu yang sama. | |||
Definisi ini bergantung pada tekanan uap yang merupakan properti terukur secara langsung, setidaknya untuk komponen yang mudah menguap. Sifat termodinamika kemudian dapat diperoleh dari [[potensial kimia]] μ (atau [[energi bebas Gibbs]] parsial molar g) dari setiap komponen, yang diasumsikan diberikan oleh rumus gas ideal | Definisi ini bergantung pada tekanan uap yang merupakan properti terukur secara langsung, setidaknya untuk komponen yang mudah menguap. Sifat termodinamika kemudian dapat diperoleh dari [[potensial kimia]] μ (atau [[energi bebas Gibbs]] parsial molar g) dari setiap komponen, yang diasumsikan diberikan oleh rumus gas ideal | ||
| Baris 27: | Baris 28: | ||
Namun, uap di atas larutan mungkin tidak benar-benar berperilaku sebagai campuran gas ideal. Oleh karena itu beberapa penulis mendefinisikan larutan ideal sebagai salah satu komponen yang mematuhi analogitas hukum Raoult <math>f_i=x_if_i^*</math>, | Namun, uap di atas larutan mungkin tidak benar-benar berperilaku sebagai campuran gas ideal. Oleh karena itu beberapa penulis mendefinisikan larutan ideal sebagai salah satu komponen yang mematuhi analogitas hukum Raoult <math>f_i=x_if_i^*</math>, | ||
Di sini <math>f_i</math> adalah [[fugasitas]] komponen <math>i</math> dalam larutan dan <math>f_i^*</math> adalah fugasitas <math>i</math> sebagai zat murni. Karena fugasitas didefinisikan dalam persamaan | Di sini <math>f_i</math> adalah [[fugasitas]] komponen <math>i</math> dalam larutan dan <math>f_i^*</math> adalah fugasitas <math>i</math> sebagai zat murni.<ref>Berry, R. S.; Rice, S. A.; Ross, J. [https://archive.org/details/physicalchemistr0000berr Physical Chemistry]. Wiley. 1980. hlm. [https://archive.org/details/physicalchemistr0000berr/page/750 750]. ISBN 0195105893.</ref><ref>Klotz, I. M.; Rosenberg, R. M. ''Chemical Thermodynamics: Basic Concepts and Methods''. Wiley. 2008. hlm. 322. ISBN 9780470285220.</ref> Karena fugasitas didefinisikan dalam persamaan | ||
:<math>\mu(T,P) = g(T,P)=g^\mathrm{u}(T,p^u)+RT\ln {\frac{f_i}{p^u}}</math> | :<math>\mu(T,P) = g(T,P)=g^\mathrm{u}(T,p^u)+RT\ln {\frac{f_i}{p^u}}</math> | ||
definisi ini mengarah pada nilai ideal dari potensial kimia dan sifat termodinamika lainnya bahkan ketika komponen di atas larutan bukanlah gas ideal. Pernyataan yang setara menggunakan [[aktivitas (kimia)|aktivitas]] termodinamika, dan bukan fugasitas. | definisi ini mengarah pada nilai ideal dari potensial kimia dan sifat termodinamika lainnya bahkan ketika komponen di atas larutan bukanlah gas ideal. Pernyataan yang setara menggunakan [[aktivitas (kimia)|aktivitas]] termodinamika, dan bukan fugasitas.<ref>P.A. Rock, ''Chemical Thermodynamics: Principles and Applications'' (Macmillan 1969), p.261</ref> | ||
=== Contoh === | === Contoh === | ||
Menurut [[Teori Gibbs]] campuran gas yang sempurna adalah larutan ideal; hal ini termasuk dalam definisi gas sempurna: memang, dalam gas yang sempurna, interaksi antara molekul semuanya identik, karena nilainya nol. Campuran gas nyata yang berperilaku rendah karena gas sempurna merupakan larutan ideal, misalnya [[udara]]. | Menurut [[Teori Gibbs]] campuran gas yang sempurna adalah larutan ideal; hal ini termasuk dalam definisi gas sempurna: memang, dalam gas yang sempurna, interaksi antara molekul semuanya identik, karena nilainya nol. Campuran gas nyata yang berperilaku rendah karena gas sempurna merupakan larutan ideal, misalnya [[udara]]. | ||
| Baris 41: | Baris 41: | ||
* campuran [[alkohol]], sebagai contoh [[etanol]] dengan [[propanol]]. | * campuran [[alkohol]], sebagai contoh [[etanol]] dengan [[propanol]]. | ||
Sebaliknya, jika pencampuran 1 liter air dengan 1 liter etanol memberi volume total sekitar 1,92 liter. Volume idealnya <math>V^{id}</math> menjadi 2 liter, karenanya terdapat kontraksi pada campuran: molekul air dan etanol menarik lebih kuat daripada molekul cairan murninya. Oleh karena itu, campuran etanol-air bukanlah larutan ideal, ia merupakan larutan [[azeotrop]]ik yang hukum Raoult tidak mampu menggambarkannya. | Sebaliknya, jika pencampuran 1 liter air dengan 1 liter etanol memberi volume total sekitar 1,92 liter.<ref>[https://www.inrs.fr/dms/inrs/FicheToxicologique/TI-FT-48/ft48.pdf Fiche INRS de l'éthanol]</ref> Volume idealnya <math>V^{id}</math> menjadi 2 liter, karenanya terdapat kontraksi pada campuran: molekul air dan etanol menarik lebih kuat daripada molekul cairan murninya. Oleh karena itu, campuran etanol-air bukanlah larutan ideal, ia merupakan larutan [[azeotrop]]ik yang hukum Raoult tidak mampu menggambarkannya.<ref>National Institute of Standards and Technology. [http://ts.nist.gov/MeasurementServices/ReferenceMaterials/upload/1828.pdf Standard Reference Material 1828: Ethanol-Water Solutions].</ref> | ||
== Non-idealitas == | == Non-idealitas == | ||
| Baris 49: | Baris 49: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Koefisien aktivitas]] | * [[Koefisien aktivitas]] | ||
* [[Hukum Raoult]] | * [[Hukum Raoult]] | ||
| Baris 57: | Baris 56: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Larutan+ideal&oldid=29455914 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29455914 (2026-07-14T04:13:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.04
Dalam kimia, suatu larutan ideal atau campuran ideal adalah suatu larutan dengan sifat termodinamika yang serupa dengan campuran gas ideal. Entalpi pencampuran dari larutan ini adalah nol[1] seperti halnya perubahan volume pada pencampuran menurut definisi; semakin mendekati nol entalpi pencampurannya, semakin "ideal" perilaku larutan tersebut. Tekanan uap larutan mematuhi hukum Raoult, dan koefisien aktivitas masing-masing komponen (yang mengukur penyimpangan dari idealitasnya) sama dengan satu.[2]
Konsep larutan ideal sangat penting dalam termodinamika kimia dan aplikasinya, seperti penggunaan sifat koligatif.
Tinjauan
Idealnya suatu larutan serupa dengan idealnya gas, dengan perbedaan penting bahwa interaksi intermolekuler pada cairan bagitu kuat dan tidak bisa diabaikan begitu saja layaknya gas ideal. Sebagai gantinya diasumsikan bahwa kekuatan rata-rata dari interaksi sama antara semua molekul larutan.
Secara lebih formal, untuk campuran molekul A dan B, interaksi antara atom tetangga yang tidak sejenis (UAB) dan yang sejenis UAA serta UBB harus memiliki rerata kekuatan yang sama, yaitu, 2 UAB = UAA + UBB dan interaksi jarak jauh harus nol (atau setidaknya tidak dapat dibedakan). Jika kekuatan molekulnya sama antara AA, AB dan BB, yaitu, UAB = UAA = UBB, maka larutannya secara otomatis ideal.
Jika molekulnya hampir identik secara kimiawi, misalnya, 1-butanol dan 2-butanol, maka larutannya akan hampir ideal. Karena energi interaksi antara A dan B hampir sama, maka terjadi perubahan energi (entalpi) yang sangat kecil bila zatnya bercampur. Semakin berbeda sifat A dan B, semakin kuat larutannya diharapkan menyimpang dari keidealannya.
Definisi
Definisi yang berbeda dari larutan ideal telah diusulkan. Definisi yang paling sederhana adalah bahwa larutan ideal adalah larutan yang setiap komponennya (i) mematuhi hukum Raoult untuk seluruh komponen. Di sini adalah tekanan uap komponen i di atas larutan, adalah fraksi molnya dan adalah tekanan uap dari zat murni i pada suhu yang sama.[3][4][5]
Definisi ini bergantung pada tekanan uap yang merupakan properti terukur secara langsung, setidaknya untuk komponen yang mudah menguap. Sifat termodinamika kemudian dapat diperoleh dari potensial kimia μ (atau energi bebas Gibbs parsial molar g) dari setiap komponen, yang diasumsikan diberikan oleh rumus gas ideal
- .
Tekanan rujukan dapat ditulis sebagai = 1 bar, atau sebagai tekanan campuran untuk memudahkan operasi.
Dalam mensubstitusi nilai dari Hukum Raoult,
- .
Persamaan ini untuk potensial kimia dapat digunakan sebagai definisi alternatif untuk larutan ideal.
Namun, uap di atas larutan mungkin tidak benar-benar berperilaku sebagai campuran gas ideal. Oleh karena itu beberapa penulis mendefinisikan larutan ideal sebagai salah satu komponen yang mematuhi analogitas hukum Raoult ,
Di sini adalah fugasitas komponen dalam larutan dan adalah fugasitas sebagai zat murni.[6][7] Karena fugasitas didefinisikan dalam persamaan
definisi ini mengarah pada nilai ideal dari potensial kimia dan sifat termodinamika lainnya bahkan ketika komponen di atas larutan bukanlah gas ideal. Pernyataan yang setara menggunakan aktivitas termodinamika, dan bukan fugasitas.[8]
Contoh
Menurut Teori Gibbs campuran gas yang sempurna adalah larutan ideal; hal ini termasuk dalam definisi gas sempurna: memang, dalam gas yang sempurna, interaksi antara molekul semuanya identik, karena nilainya nol. Campuran gas nyata yang berperilaku rendah karena gas sempurna merupakan larutan ideal, misalnya udara.
Campuran larutan nyata dari molekul dengan struktur dan ukuran yang serupa memiliki perilaku yang mendekati larutan ideal:
- campuran parafin linear C5 sampai C8,
- campuran benzena, toluena, xilena,
- campuran alkohol, sebagai contoh etanol dengan propanol.
Sebaliknya, jika pencampuran 1 liter air dengan 1 liter etanol memberi volume total sekitar 1,92 liter.[9] Volume idealnya menjadi 2 liter, karenanya terdapat kontraksi pada campuran: molekul air dan etanol menarik lebih kuat daripada molekul cairan murninya. Oleh karena itu, campuran etanol-air bukanlah larutan ideal, ia merupakan larutan azeotropik yang hukum Raoult tidak mampu menggambarkannya.[10]
Non-idealitas
Penyimpangan dari idealitas dapat digambarkan dengan penggunaan fungsi Margules atau koefisien aktivitas. Parameter Margules tunggal mungkin cukup untuk menggambarkan sifat larutan jika penyimpangan dari idealitas sedikit; larutan seperti itu disebut biasa.
Berbeda dengan larutan ideal, di mana volume benar-benar aditif dan pencampuran selalu lengkap, volume larutan non-ideal tidak, secara umum, jumlah sederhana dari volume komponen cairan murni dan kelarutan tidak dijamin selama rentang komposisi keseluruhan. Dengan pengukuran kerapatan aktivitas termodinamika komponen dapat ditentukan.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Pierre Perrot. A to Z of Thermodynamics. Oxford University Press. 1998. ISBN 0-19-856556-9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Atkins, P.; J. de Paula. Atkins’ Physical Chemistry. W. H. Freeman & Co. 2006. hlm. 144. ISBN 0716787598.
- ↑ Engel, T.; Reid, P. Physical Chemistry. Pearson Benjamin Cummings. 2006. hlm. 194. ISBN 080533842X.
- ↑ Laidler,K.J.; Meiser, J.H. Physical Chemistry. Pearson Benjamin Cummings. 1982. hlm. 180. ISBN 9780805356823.
- ↑ Berry, R. S.; Rice, S. A.; Ross, J. Physical Chemistry. Wiley. 1980. hlm. 750. ISBN 0195105893.
- ↑ Klotz, I. M.; Rosenberg, R. M. Chemical Thermodynamics: Basic Concepts and Methods. Wiley. 2008. hlm. 322. ISBN 9780470285220.
- ↑ P.A. Rock, Chemical Thermodynamics: Principles and Applications (Macmillan 1969), p.261
- ↑ Fiche INRS de l'éthanol
- ↑ National Institute of Standards and Technology. Standard Reference Material 1828: Ethanol-Water Solutions.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29455914 (2026-07-14T04:13:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.