Lompat ke isi

Spektroskopi emisi atom: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28080089; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:ICPAES_PerkinElmer_2.JPG|thumb|right|280px|ICPAES PerkinElmer 2]]
'''Spektroskopi emisi atom''' (Bahasa Inggris: '''''Atomic emission spectroscopy''''', disingkat '''AES''') adalah suatu metode [[analisis kimia]] yang menggunakan intensitas cahaya yang dipancarkan dari [[nyala api]], [[plasma]], atau [[percikan listrik]] pada panjang gelombang tertentu untuk menentukan kuantitas suatu [[unsur]] dalam sampel. Panjang gelombang [[Spektrum atom|garis spektrum atom]] memberikan identitas unsur, sementara intensitas emisinya proporsional dengan jumlah [[atom]] unsur tersebut.
'''Spektroskopi emisi atom''' (Bahasa Inggris: '''''Atomic emission spectroscopy''''', disingkat '''AES''') adalah suatu metode [[analisis kimia]] yang menggunakan intensitas cahaya yang dipancarkan dari [[nyala api]], [[plasma]], atau [[percikan listrik]] pada panjang gelombang tertentu untuk menentukan kuantitas suatu [[unsur]] dalam sampel. Panjang gelombang [[Spektrum atom|garis spektrum atom]] memberikan identitas unsur, sementara intensitas emisinya proporsional dengan jumlah [[atom]] unsur tersebut.


== Spektroskopi emisi nyala ==
== Spektroskopi emisi nyala ==
Sampel material (analit) dimasukkan ke dalam nyala api dalam bentuk gas, larutan yang disemprotkan, atau dimasukkan langsung ke dalam nyala menggunakan kawat berputar (biasanya platina). Panas dari nyala api menguapkan pelarut dan memecah ikatan kimia membentuk atom bebas. Energi termal juga mengeksitasi atom ke tingkat eksitasi elektronik, dan akan memancarkan cahaya ketika elektron-elektron yang tereksitasi tersebut kembali ke kondisi dasar. Masing-masing unsur mengemisikan cahaya pada panjang gelombang tertentu, yang akan didespersikan oleh kisi-kisi atau prisma dan dideteksi dalam spektrometer.
Sampel material (analit) dimasukkan ke dalam nyala api dalam bentuk gas, larutan yang disemprotkan, atau dimasukkan langsung ke dalam nyala menggunakan kawat berputar (biasanya platina). Panas dari nyala api menguapkan pelarut dan memecah ikatan kimia membentuk atom bebas. Energi termal juga mengeksitasi atom ke tingkat eksitasi elektronik, dan akan memancarkan cahaya ketika elektron-elektron yang tereksitasi tersebut kembali ke kondisi dasar. Masing-masing unsur mengemisikan cahaya pada panjang gelombang tertentu, yang akan didespersikan oleh kisi-kisi atau prisma dan dideteksi dalam spektrometer.


Pengukuran emisi nyala ini sering digunakan untuk menentukan logam alkali pada analisis farmasi.
Pengukuran emisi nyala ini sering digunakan untuk menentukan logam alkali pada analisis farmasi.<ref>Stáhlavská A (April 1973).</ref>


== ''Inductively coupled plasma-''spektroskopi emisi atom ==
== ''Inductively coupled plasma-''spektroskopi emisi atom ==
''[[Inductively coupled plasma]]''-spektroskopi emisi atom (ICP-AES) menggunakan sebuahICP untuk menghasilkan atom yang tereksitasi dan ion yang mengemisikan [[radiasi elektromagnetik]] pada panjang gelombang tertentu spesifik untuk suatu unsur.
''[[Inductively coupled plasma]]''-spektroskopi emisi atom (ICP-AES) menggunakan sebuahICP untuk menghasilkan atom yang tereksitasi dan ion yang mengemisikan [[radiasi elektromagnetik]] pada panjang gelombang tertentu spesifik untuk suatu unsur.<ref>Stefánsson A, Gunnarsson I, Giroud N (2007).</ref><ref>Mermet, J. M. (2005).</ref>


Kelebihan ICP-AES adalah limit deteksi dan rentang linear dinamis yang bagus, kemampuan mengukur banyak unsur, gangguan kimia yang rendah, dan sinyal yang stabil dan reprodusibel. Kelemahannya adalah interferensi spektrum (banyaknya garis emisi), biaya operasional, dan kenyataan bahwa sampel umumnya harus dalam bentuk larutan.
Kelebihan ICP-AES adalah limit deteksi dan rentang linear dinamis yang bagus, kemampuan mengukur banyak unsur, gangguan kimia yang rendah, dan sinyal yang stabil dan reprodusibel. Kelemahannya adalah interferensi spektrum (banyaknya garis emisi), biaya operasional, dan kenyataan bahwa sampel umumnya harus dalam bentuk larutan.
Baris 20: Baris 21:
* [[Spektroskopi atom]]
* [[Spektroskopi atom]]
* [[Laser-induced breakdown spectroscopy]]
* [[Laser-induced breakdown spectroscopy]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.chem.vt.edu/chem-ed/spec/atomic/aes.html Atomic Emission Spectroscopy Tutorial]
* [http://www.chem.vt.edu/chem-ed/spec/atomic/aes.html Atomic Emission Spectroscopy Tutorial]  
*  Media related to [[c:Category:Atomic emission spectroscopy|Atomic emission spectroscopy]] at Wikimedia Commons
*  Media related to [[c:Category:Atomic emission spectroscopy|Atomic emission spectroscopy]] at Wikimedia Commons


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi+emisi+atom&oldid=28080089 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28080089 (2025-10-17T19:13:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spektroskopi+emisi+atom&oldid=28080089 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28080089 (2025-10-17T19:13:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.05

ICPAES PerkinElmer 2

Spektroskopi emisi atom (Bahasa Inggris: Atomic emission spectroscopy, disingkat AES) adalah suatu metode analisis kimia yang menggunakan intensitas cahaya yang dipancarkan dari nyala api, plasma, atau percikan listrik pada panjang gelombang tertentu untuk menentukan kuantitas suatu unsur dalam sampel. Panjang gelombang garis spektrum atom memberikan identitas unsur, sementara intensitas emisinya proporsional dengan jumlah atom unsur tersebut.

Spektroskopi emisi nyala

Sampel material (analit) dimasukkan ke dalam nyala api dalam bentuk gas, larutan yang disemprotkan, atau dimasukkan langsung ke dalam nyala menggunakan kawat berputar (biasanya platina). Panas dari nyala api menguapkan pelarut dan memecah ikatan kimia membentuk atom bebas. Energi termal juga mengeksitasi atom ke tingkat eksitasi elektronik, dan akan memancarkan cahaya ketika elektron-elektron yang tereksitasi tersebut kembali ke kondisi dasar. Masing-masing unsur mengemisikan cahaya pada panjang gelombang tertentu, yang akan didespersikan oleh kisi-kisi atau prisma dan dideteksi dalam spektrometer.

Pengukuran emisi nyala ini sering digunakan untuk menentukan logam alkali pada analisis farmasi.[1]

Inductively coupled plasma-spektroskopi emisi atom

Inductively coupled plasma-spektroskopi emisi atom (ICP-AES) menggunakan sebuahICP untuk menghasilkan atom yang tereksitasi dan ion yang mengemisikan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang tertentu spesifik untuk suatu unsur.[2][3]

Kelebihan ICP-AES adalah limit deteksi dan rentang linear dinamis yang bagus, kemampuan mengukur banyak unsur, gangguan kimia yang rendah, dan sinyal yang stabil dan reprodusibel. Kelemahannya adalah interferensi spektrum (banyaknya garis emisi), biaya operasional, dan kenyataan bahwa sampel umumnya harus dalam bentuk larutan.

Spark and arc atomic emission spectroscopy

Spektroskopi emisi atom spark atau arc digunakan untuk analisis unsur logam dalam sampel padat. Untuk bahan-bahan yang non-konduktif, sampel digerus dengan serbuk grafit untuk membuatnya konduktif. Pada metode spektroskopi arc tradisional, sampel padat umumnya digerus dan dihancurkan selama analisis. Percikan listrik dikenakan pada sampel, memanaskannya hinga temperatur yang cukup untuk mengeksitasi atom. Atom analis yang tereksitasi memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu yang dapat didespersikan menggunakan monokromator dan dideteksi. Di masa-masa awal, kondisi percikan tidak dapat dikendalikan, sehingga cenderung digunakan untuk analisis kualitatif. Dengan berkembangnya ilmu sehingga sumber percikan dapat dikendalikan, maka saat ini AES juga digunakan untuk analisis kuantitatif. Baik analisis kualitatif maupun kuantitatif menggunakan metode ini digunakan secara luas pada peleburan dan pabrik baja.

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Stáhlavská A (April 1973).
  2. Stefánsson A, Gunnarsson I, Giroud N (2007).
  3. Mermet, J. M. (2005).

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28080089 (2025-10-17T19:13:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.