Api: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28869794; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Api_Membara.jpg|thumb|right|280px|Api Membara]] | |||
'''Api''' adalah [[panas]] dan [[cahaya]] yang berasal dari sesuatu yang [[terbakar]].<ref>[https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ Arti kata api]. ''KBBI Daring''.</ref> Panas yang dihasilkan api disebabkan oleh perubahan ikatan rangkap lemah dalam molekul oksigen, O<sup>2</sup>, menjadi ikatan yang lebih kuat, menghasilkan karbon dioksida dan air, serta melepaskan energi (418 kJ per 32 g O<sup>2</sup>); energi ikatan bahan bakar sebenarnya hanya memainkan peran kecil di sini.<ref>K Schmidt-Rohr. ''Why Combustions Are Always Exothermic, Yielding About 418 kJ per Mole of O 2''. ''J. Chem. Educ''. 2015. Vol. 92 (12). hlm. 2094–99. doi:10.1021/acs.jchemed.5b00333.</ref> Pada titik tertentu dalam reaksi pembakaran akan muncul nyala api, yang disebut titik pengapian. Nyala api adalah bagian api yang terlihat. Api terutama terdiri dari [[karbon dioksida]], [[uap air]], [[oksigen]] dan [[nitrogen]]. Jika cukup panas, gas bisa terionisasi untuk menghasilkan [[plasma (wujud zat)|plasma]].<ref>Anne Marie Helmenstine. [http://chemistry.about.com/od/chemistryfaqs/f/firechemistry.htm What is the State of Matter of Fire or Flame? Is it a Liquid, Solid, or Gas?]. About.com.</ref> Tergantung pada zat yang menyala, dan zat lain yang ikut tercampur, warna nyala api dan intensitas api bisa berbeda-beda. | |||
Api telah digunakan oleh manusia dalam ritual, dalam pertanian untuk membuka lahan, untuk memasak, menghasilkan panas dan cahaya, untuk memberi sinyal, tujuan penggerak, peleburan, penempaan, pembakaran sampah, kremasi, dan sebagai senjata atau cara pemusnahan. Kemampuan mengendalikan api adalah perubahan dramatis dalam kebiasaan manusia purba. Membuat api untuk menghasilkan panas dan cahaya memungkinkan manusia memasak makanan, sekaligus meningkatkan variasi dan ketersediaan nutrisi dan mengurangi penyakit dengan membunuh organisme dalam makanan. | Nyala api yang tidak terkendali dapat mengakibatkan [[kebakaran]] besar, yang berpotensi menyebabkan kerusakan. Kebakaran adalah proses penting yang memengaruhi sistem [[ekologi]] di seluruh dunia. Kebakaran memiliki efek positif seperti merangsang pertumbuhan dan memelihara berbagai sistem ekologi. Efek negatifnya, kebakaran berbahaya bagi kehidupan dan harta benda, menyebabkan polusi atmosfer serta kontaminasi air.<ref>Lentile, ''et al.'', 319</ref> Jika kebakaran menghilangkan vegetasi pelindung, hujan deras dapat menyebabkan peningkatan [[erosi]] tanah oleh air.<ref>S. E. Morris. ''Forest Fire and the Natural Soil Erosion Regime in the Colorado Front Range''. ''Annals of the Association of American Geographers''. 1987. Vol. 77 (2). hlm. 245–54. doi:10.1111/j.1467-8306.1987.tb00156.x.</ref> Selain itu ketika vegetasi dibakar, nitrogen yang dikandungnya dilepaskan ke atmosfer, tidak seperti unsur-unsur seperti [[kalium]] dan [[fosfor]] yang tetap berada di abu dan dengan cepat didaur ulang ke dalam tanah. Hilangnya nitrogen yang disebabkan oleh kebakaran akan menghasilkan pengurangan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Namun, kesuburan tanah mungkin tetap bisa dipulihkan, karena molekul nitrogen di atmosfer "[[pengikatan nitrogen|terikat]]" dan diubah menjadi [[amonia]] oleh fenomena alam seperti kilat dan tanaman [[polong]]-polongan yang bersifat "pengikat nitrogen" seperti [[semanggi]], [[kacang polong]], dan [[kacang hijau]]. | ||
Api telah digunakan oleh manusia dalam ritual, dalam pertanian untuk membuka lahan, untuk memasak, menghasilkan panas dan cahaya, untuk memberi sinyal, tujuan penggerak, peleburan, penempaan, pembakaran sampah, kremasi, dan sebagai senjata atau cara pemusnahan. Kemampuan mengendalikan api adalah perubahan dramatis dalam kebiasaan manusia purba. Membuat api untuk menghasilkan panas dan cahaya memungkinkan manusia memasak makanan, sekaligus meningkatkan variasi dan ketersediaan nutrisi dan mengurangi penyakit dengan membunuh organisme dalam makanan.<ref>J. A. J. Gowlett. ''Earliest fire in Africa: towards the convergence of archaeological evidence and the cooking hypothesis''. ''Azania: Archaeological Research in Africa''. 2013. Vol. 48:1. hlm. 5–30. doi:10.1080/0067270X.2012.756754.</ref> | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 16: | Baris 18: | ||
* [[Prometheus]] | * [[Prometheus]] | ||
* [[Pengendalian api oleh manusia purba]] | * [[Pengendalian api oleh manusia purba]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.howstuffworks.com/Fire.htm How Fire Works] at [[HowStuffWorks]] | * [http://www.howstuffworks.com/Fire.htm How Fire Works] at [[HowStuffWorks]] | ||
* [http://www.straightdope.com/columns/021122.html What exactly is fire?] from [[The Straight Dope]] | * [http://www.straightdope.com/columns/021122.html What exactly is fire?] from [[The Straight Dope]] | ||
| Baris 34: | Baris 25: | ||
* [http://discovermagazine.com/2011/oct/20-things-you-didnt-know-about-fire "20 Things You Didn't Know About... Fire"] from ''[[Discover (magazine)|Discover]]'' magazine | * [http://discovermagazine.com/2011/oct/20-things-you-didnt-know-about-fire "20 Things You Didn't Know About... Fire"] from ''[[Discover (magazine)|Discover]]'' magazine | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Api&oldid=28869794 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28869794 (2026-01-19T06:51:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.07

Api adalah panas dan cahaya yang berasal dari sesuatu yang terbakar.[1] Panas yang dihasilkan api disebabkan oleh perubahan ikatan rangkap lemah dalam molekul oksigen, O2, menjadi ikatan yang lebih kuat, menghasilkan karbon dioksida dan air, serta melepaskan energi (418 kJ per 32 g O2); energi ikatan bahan bakar sebenarnya hanya memainkan peran kecil di sini.[2] Pada titik tertentu dalam reaksi pembakaran akan muncul nyala api, yang disebut titik pengapian. Nyala api adalah bagian api yang terlihat. Api terutama terdiri dari karbon dioksida, uap air, oksigen dan nitrogen. Jika cukup panas, gas bisa terionisasi untuk menghasilkan plasma.[3] Tergantung pada zat yang menyala, dan zat lain yang ikut tercampur, warna nyala api dan intensitas api bisa berbeda-beda.
Nyala api yang tidak terkendali dapat mengakibatkan kebakaran besar, yang berpotensi menyebabkan kerusakan. Kebakaran adalah proses penting yang memengaruhi sistem ekologi di seluruh dunia. Kebakaran memiliki efek positif seperti merangsang pertumbuhan dan memelihara berbagai sistem ekologi. Efek negatifnya, kebakaran berbahaya bagi kehidupan dan harta benda, menyebabkan polusi atmosfer serta kontaminasi air.[4] Jika kebakaran menghilangkan vegetasi pelindung, hujan deras dapat menyebabkan peningkatan erosi tanah oleh air.[5] Selain itu ketika vegetasi dibakar, nitrogen yang dikandungnya dilepaskan ke atmosfer, tidak seperti unsur-unsur seperti kalium dan fosfor yang tetap berada di abu dan dengan cepat didaur ulang ke dalam tanah. Hilangnya nitrogen yang disebabkan oleh kebakaran akan menghasilkan pengurangan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Namun, kesuburan tanah mungkin tetap bisa dipulihkan, karena molekul nitrogen di atmosfer "terikat" dan diubah menjadi amonia oleh fenomena alam seperti kilat dan tanaman polong-polongan yang bersifat "pengikat nitrogen" seperti semanggi, kacang polong, dan kacang hijau.
Api telah digunakan oleh manusia dalam ritual, dalam pertanian untuk membuka lahan, untuk memasak, menghasilkan panas dan cahaya, untuk memberi sinyal, tujuan penggerak, peleburan, penempaan, pembakaran sampah, kremasi, dan sebagai senjata atau cara pemusnahan. Kemampuan mengendalikan api adalah perubahan dramatis dalam kebiasaan manusia purba. Membuat api untuk menghasilkan panas dan cahaya memungkinkan manusia memasak makanan, sekaligus meningkatkan variasi dan ketersediaan nutrisi dan mengurangi penyakit dengan membunuh organisme dalam makanan.[6]
Lihat pula
- Api olimpiade
- Api unggun
- Batu api
- Firewall (Dinding api)
- Ifrit
- Kebakaran hutan
- Merokok
- Pemadam kebakaran
- Prometheus
- Pengendalian api oleh manusia purba
Pranala luar
- How Fire Works at HowStuffWorks
- What exactly is fire? from The Straight Dope
- On Fire, an Adobe Flash–based science tutorial from the NOVA (TV series)
- "20 Things You Didn't Know About... Fire" from Discover magazine
Referensi
- ↑ Arti kata api. KBBI Daring.
- ↑ K Schmidt-Rohr. Why Combustions Are Always Exothermic, Yielding About 418 kJ per Mole of O 2. J. Chem. Educ. 2015. Vol. 92 (12). hlm. 2094–99. doi:10.1021/acs.jchemed.5b00333.
- ↑ Anne Marie Helmenstine. What is the State of Matter of Fire or Flame? Is it a Liquid, Solid, or Gas?. About.com.
- ↑ Lentile, et al., 319
- ↑ S. E. Morris. Forest Fire and the Natural Soil Erosion Regime in the Colorado Front Range. Annals of the Association of American Geographers. 1987. Vol. 77 (2). hlm. 245–54. doi:10.1111/j.1467-8306.1987.tb00156.x.
- ↑ J. A. J. Gowlett. Earliest fire in Africa: towards the convergence of archaeological evidence and the cooking hypothesis. Azania: Archaeological Research in Africa. 2013. Vol. 48:1. hlm. 5–30. doi:10.1080/0067270X.2012.756754.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28869794 (2026-01-19T06:51:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.