Lompat ke isi

Fluida superkritis: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28006805; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fluida superkritis''' adalah [[fluida]] yang terbentuk pada suhu dan tekanan yang melebihi nilai titik [[termodinamika]]. Penerapan fluida superkritis yaitu pada pelarutan obat. Fluida superkritis memiliki [[massa jenis]] yang tinggi, [[kekentalan]] yang rendah dan [[difusivitas termal]] menengah. Sifat ini ideal untuk dijadikan sebagai [[pelarut]]. Selain itu, hasil [[Ekstraksi pelarut|ekstraksi]] dengan fluida superkritis tidak menghasilkan sisa.  Fluida superkritis dapat mengalami [[daur ulang]] dan memiliki [[kelarutan]] yang tinggi sehingga [[ramah lingkungan]].
'''Fluida superkritis''' adalah [[fluida]] yang terbentuk pada suhu dan tekanan yang melebihi nilai titik [[termodinamika]]. Penerapan fluida superkritis yaitu pada pelarutan obat.<ref>Pramudhita, W.Y.P.A., dan Hendriani, R. [http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/10866/5180 Review: Teknik Peningkatan Kelarutan Obat]. ''Farmaka''. 2016. Vol. 14 (2). hlm. 294.</ref> Fluida superkritis memiliki [[massa jenis]] yang tinggi, [[kekentalan]] yang rendah dan [[difusivitas termal]] menengah. Sifat ini ideal untuk dijadikan sebagai [[pelarut]]. Selain itu, hasil [[Ekstraksi pelarut|ekstraksi]] dengan fluida superkritis tidak menghasilkan sisa.  Fluida superkritis dapat mengalami [[daur ulang]] dan memiliki [[kelarutan]] yang tinggi sehingga [[ramah lingkungan]].<ref>Sondari, D., dan Puspitasari, E.D. [http://jurnal.batan.go.id/index.php/jsmi/article/download/4168/3647 Teknologi Ekstraksi Fluida Superkritis dan Maserasi pada Zingiber Officinalle Roscoe: Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fitokimia]. ''Jurnal Sains Materi Indonesia''. Januari 2017. Vol. 18 (2). hlm. 75. doi:10.17146/jsmi.2017.18.2.4168.</ref>


== Sifat ==
== Sifat ==
Bahan-bahan dari fluida superkritis mempunyai sifat di antara [[gas]] dan [[cairan]] sebagai berikut:
Bahan-bahan dari fluida superkritis mempunyai sifat di antara [[gas]] dan [[cairan]] sebagai berikut:<ref>Reid, R.C., Prausnitz, J.M., dan Poling, B.E. ''The properties of gases and liquids''. McGraw-Hil. 1987.</ref>
 
{|class="wikitable" style="text-align:center"
Perbandingan fluida superkritis dengan gas dan cairan diketahui melalui nilai massa jenis, [[Kekentalan|viskositas]], dan difusivitas berikut:
|+Sifat dari berbagai pelarut fluida kritis
 
|-
 
! rowspan="2" | Pelarut !! Berat Molekul !! Suhu Kritis !! Tekanan Kritis !! Kepadatan Kritis
== Referensi ==
|-
| g/mol || [[Kelvin|K]] || [[Pascal (unit)|MPa]] ([[Atmosphere (unit)|atm]]) || g/cm<sup>3</sup>
|-
| [[Karbon dioksida]] (CO<sub>2</sub>)
| 44.01 || 304.1 || 7.38 (72.8) || 0.469
|-
| [[Air]] (H<sub>2</sub>O)
| 18.02 || 647.3 || 22.12 (218.3) || 0.348
|-
| [[Metana]] (CH<sub>4</sub>)
| 16.04 || 190.4 || 4.60 (45.4) || 0.162
|-
| [[Etana]] (C<sub>2</sub>H<sub>6</sub>)
| 30.07 || 305.3 || 4.87 (48.1) || 0.203
|-
| [[Propana]] (C<sub>3</sub>H<sub>8</sub>)
| 44.09 || 369.8 || 4.25 (41.9) || 0.217
|-
| [[Etilena]] (C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>)
| 28.05 || 282.4 || 5.04 (49.7) || 0.215
|-
| [[Propilena]] (C<sub>3</sub>H<sub>6</sub>)
| 42.08 || 364.9 || 4.60 (45.4) || 0.232
|-
| [[Methanol]] (CH<sub>3</sub>OH)
| 32.04 || 512.6 || 8.09 (79.8) || 0.272
|-
| [[Ethanol]] (C<sub>2</sub>H<sub>5</sub>OH)
| 46.07 || 513.9 || 6.14 (60.6) || 0.276
|-
| [[Aseton]] (C<sub>3</sub>H<sub>6</sub>O)
| 58.08 || 508.1 || 4.70 (46.4) || 0.278
|}
Perbandingan fluida superkritis dengan gas dan cairan diketahui melalui nilai massa jenis, [[Kekentalan|viskositas]], dan difusivitas berikut:<ref>Székely. [http://sunny.vemt.bme.hu/sfe/angol/supercritical.html Supercritical Fluid Extraction]. Budapest University of Technology and Economics.</ref>


{|class="wikitable" style="text-align:center"
|+Perbandingan antara gas, cairan, dan fluida superkritis
!  !! Massa jenis (kg/m<sup>3</sup>)!! Viskositas ([[Viskositas dinamik|µPa∙s]]) !!Difusivitas (mm²/s)
|-
! Gas
| 1 || 10 || 1-10
|-
! Fluida superkritis
|100-1000
|50-100
|0.01-0.1
|-
! Cairan
|1000
|500-1000
|0.001
|-
|}


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fluida+superkritis&oldid=28006805 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28006805 (2025-10-16T07:31:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fluida+superkritis&oldid=28006805 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28006805 (2025-10-16T07:31:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.10

Fluida superkritis adalah fluida yang terbentuk pada suhu dan tekanan yang melebihi nilai titik termodinamika. Penerapan fluida superkritis yaitu pada pelarutan obat.[1] Fluida superkritis memiliki massa jenis yang tinggi, kekentalan yang rendah dan difusivitas termal menengah. Sifat ini ideal untuk dijadikan sebagai pelarut. Selain itu, hasil ekstraksi dengan fluida superkritis tidak menghasilkan sisa. Fluida superkritis dapat mengalami daur ulang dan memiliki kelarutan yang tinggi sehingga ramah lingkungan.[2]

Sifat

Bahan-bahan dari fluida superkritis mempunyai sifat di antara gas dan cairan sebagai berikut:[3]

Sifat dari berbagai pelarut fluida kritis
Pelarut Berat Molekul Suhu Kritis Tekanan Kritis Kepadatan Kritis
g/mol K MPa (atm) g/cm3
Karbon dioksida (CO2) 44.01 304.1 7.38 (72.8) 0.469
Air (H2O) 18.02 647.3 22.12 (218.3) 0.348
Metana (CH4) 16.04 190.4 4.60 (45.4) 0.162
Etana (C2H6) 30.07 305.3 4.87 (48.1) 0.203
Propana (C3H8) 44.09 369.8 4.25 (41.9) 0.217
Etilena (C2H4) 28.05 282.4 5.04 (49.7) 0.215
Propilena (C3H6) 42.08 364.9 4.60 (45.4) 0.232
Methanol (CH3OH) 32.04 512.6 8.09 (79.8) 0.272
Ethanol (C2H5OH) 46.07 513.9 6.14 (60.6) 0.276
Aseton (C3H6O) 58.08 508.1 4.70 (46.4) 0.278

Perbandingan fluida superkritis dengan gas dan cairan diketahui melalui nilai massa jenis, viskositas, dan difusivitas berikut:[4]

Perbandingan antara gas, cairan, dan fluida superkritis
Massa jenis (kg/m3) Viskositas (µPa∙s) Difusivitas (mm²/s)
Gas 1 10 1-10
Fluida superkritis 100-1000 50-100 0.01-0.1
Cairan 1000 500-1000 0.001

Daftar pustaka

Referensi

  1. Pramudhita, W.Y.P.A., dan Hendriani, R. Review: Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Farmaka. 2016. Vol. 14 (2). hlm. 294.
  2. Sondari, D., dan Puspitasari, E.D. Teknologi Ekstraksi Fluida Superkritis dan Maserasi pada Zingiber Officinalle Roscoe: Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fitokimia. Jurnal Sains Materi Indonesia. Januari 2017. Vol. 18 (2). hlm. 75. doi:10.17146/jsmi.2017.18.2.4168.
  3. Reid, R.C., Prausnitz, J.M., dan Poling, B.E. The properties of gases and liquids. McGraw-Hil. 1987.
  4. Székely. Supercritical Fluid Extraction. Budapest University of Technology and Economics.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28006805 (2025-10-16T07:31:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.