Lompat ke isi

Mesin molekuler: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22504116; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Mesin molekuler''', '''nanit''', atau '''mesin nano''' adalah komponen molekuler yang menghasilkan gerakan kuasi-mekanis (output) dalam menanggapi rangsangan tertentu (input). Dalam [[biologi seluler]], mesin makromolekul sering melakukan tugas-tugas penting untuk kehidupan, seperti [[replikasi DNA]] dan sintesis [[ATP]]. Mesin molekuler umumnya merujuk pada molekul yang meniru mekanisme mesin pada tingkat makroskopik. Istilah ini juga umum digunakan dalam [[nanoteknologi]] di mana sejumlah mesin molekuler yang sangat kompleks telah diusulkan menyusun sebuah [[perakit molekuler]].
[[File:Kinesin_walking.gif|thumb|right|280px|Kinesin walking]]


Selama beberapa dekade terakhir, ahli [[kimia]] dan [[fisikawan]] sama-sama telah berusaha—dengan berbagai tingkat keberhasilan, untuk membuat miniatur dari mesin-mesin yang ditemukan di dunia makroskopik. Mesin molekuler saat ini berada di garda terdepan penelitian biologi seluler. [[Hadiah Nobel Kimia]] 2016 dianugerahkan kepada [[Jean-Pierre Sauvage]], [[Sir J. Fraser Stoddart]], dan [[Bernard L. Feringa]] untuk desain dan sintesis mesin molekuler karya mereka.
[[Gambar:Kinesin_walking.gif|jmpl|300px|[[Kinesin]] yang berjalan di atas [[mikrotubulus]] adalah [[mesin biologis]] molekuler yang menggunakan [[dinamika protein#Fleksibilitas global: beberapa domain|dinamika domain protein]] pada [[skala nanoskopik|skala nano]]]]
'''Mesin molekuler''', '''nanit''', atau '''mesin nano'''<ref>Peter Satir. ''Structure and function of mammalian cilia''. ''Histochemistry and Cell Biology''. 2008-03-26. Vol. 129 (6). hlm. 687–93. doi:10.1007/s00418-008-0416-9.</ref> adalah komponen molekuler yang menghasilkan gerakan kuasi-mekanis (output) dalam menanggapi rangsangan tertentu (input).<ref>[http://pubs.acs.org/cgi-bin/abstract.cgi/achre4/2001/34/i06/abs/ar000170g.html Artificial Molecular-Level Machines: Which Energy To Make Them Work?]. ''Acc. Chem. Res''. 2001. Vol. 34 (6). hlm. 445–455. doi:10.1021/ar000170g.</ref><ref>''The Future of Molecular Machines''. ''ACS Central Science''. March 2020. Vol. 6 (3). hlm. 347–358. doi:10.1021/acscentsci.0c00064.</ref> Dalam [[biologi seluler]], mesin makromolekul sering melakukan tugas-tugas penting untuk kehidupan, seperti [[replikasi DNA]] dan sintesis [[ATP]]. Mesin molekuler umumnya merujuk pada molekul yang meniru mekanisme mesin pada tingkat makroskopik. Istilah ini juga umum digunakan dalam [[nanoteknologi]] di mana sejumlah mesin molekuler yang sangat kompleks telah diusulkan menyusun sebuah [[perakit molekuler]].<ref>K. E. Drexler. ''Molecular directions in nanotechnology''. ''Nanotechnology''. July 1991. Vol. 2 (3). hlm. 113–118. doi:10.1088/0957-4484/2/3/002.</ref><ref>[https://spectrum.ieee.org/tech-talk/semiconductors/devices/revolutionary_nanotechnology_w Full Page Reload].</ref>
 
Selama beberapa dekade terakhir, ahli [[kimia]] dan [[fisikawan]] sama-sama telah berusaha—dengan berbagai tingkat keberhasilan, untuk membuat miniatur dari mesin-mesin yang ditemukan di dunia makroskopik. Mesin molekuler saat ini berada di garda terdepan penelitian biologi seluler. [[Hadiah Nobel Kimia]] 2016 dianugerahkan kepada [[Jean-Pierre Sauvage]], [[Sir J. Fraser Stoddart]], dan [[Bernard L. Feringa]] untuk desain dan sintesis mesin molekuler karya mereka.<ref>Staff. [https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/2016/press.html The Nobel Prize in Chemistry 2016]. ''Nobel Foundation''. 5 October 2016.</ref><ref>Kenneth Chang. [https://www.nytimes.com/2016/10/06/science/nobel-prize-chemistry.html 3 Makers of 'World's Smallest Machines' Awarded Nobel Prize in Chemistry]. ''New York Times''. 5 October 2016.</ref>


==Lihat pula==
==Lihat pula==
Baris 8: Baris 11:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesin+molekuler&oldid=22504116 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22504116 (2022-12-28T13:33:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesin+molekuler&oldid=22504116 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22504116 (2022-12-28T13:33:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.14

Kinesin walking
Kinesin yang berjalan di atas mikrotubulus adalah mesin biologis molekuler yang menggunakan dinamika domain protein pada skala nano

Mesin molekuler, nanit, atau mesin nano[1] adalah komponen molekuler yang menghasilkan gerakan kuasi-mekanis (output) dalam menanggapi rangsangan tertentu (input).[2][3] Dalam biologi seluler, mesin makromolekul sering melakukan tugas-tugas penting untuk kehidupan, seperti replikasi DNA dan sintesis ATP. Mesin molekuler umumnya merujuk pada molekul yang meniru mekanisme mesin pada tingkat makroskopik. Istilah ini juga umum digunakan dalam nanoteknologi di mana sejumlah mesin molekuler yang sangat kompleks telah diusulkan menyusun sebuah perakit molekuler.[4][5]

Selama beberapa dekade terakhir, ahli kimia dan fisikawan sama-sama telah berusaha—dengan berbagai tingkat keberhasilan, untuk membuat miniatur dari mesin-mesin yang ditemukan di dunia makroskopik. Mesin molekuler saat ini berada di garda terdepan penelitian biologi seluler. Hadiah Nobel Kimia 2016 dianugerahkan kepada Jean-Pierre Sauvage, Sir J. Fraser Stoddart, dan Bernard L. Feringa untuk desain dan sintesis mesin molekuler karya mereka.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. Peter Satir. Structure and function of mammalian cilia. Histochemistry and Cell Biology. 2008-03-26. Vol. 129 (6). hlm. 687–93. doi:10.1007/s00418-008-0416-9.
  2. Artificial Molecular-Level Machines: Which Energy To Make Them Work?. Acc. Chem. Res. 2001. Vol. 34 (6). hlm. 445–455. doi:10.1021/ar000170g.
  3. The Future of Molecular Machines. ACS Central Science. March 2020. Vol. 6 (3). hlm. 347–358. doi:10.1021/acscentsci.0c00064.
  4. K. E. Drexler. Molecular directions in nanotechnology. Nanotechnology. July 1991. Vol. 2 (3). hlm. 113–118. doi:10.1088/0957-4484/2/3/002.
  5. Full Page Reload.
  6. Staff. The Nobel Prize in Chemistry 2016. Nobel Foundation. 5 October 2016.
  7. Kenneth Chang. 3 Makers of 'World's Smallest Machines' Awarded Nobel Prize in Chemistry. New York Times. 5 October 2016.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22504116 (2022-12-28T13:33:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.