Lompat ke isi

Eter (medium): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28351659; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Eter''' (, eter pembawa cahaya) adalah [[Media transmisi|medium]] yang dahulu didalilkan sebagai medium perambatan [[cahaya]]. Konsep eter dibuat untuk menjelaskan kemampuan cahaya–yang tampaknya bersifat seperti [[gelombang]]–merambat melalui ruang hampa, sesuatu yang harusnya tidak bisa dilakukan gelombang. Asumsi bahwa ruang berisi eter, bukannya ruang bersifat hampa, memberikan medium teoretis yang diperlukan oleh teori gelombang cahaya.
[[File:AetherWind.svg|thumb|right|280px|Eter: dahulu dihipotesiskan bahwa Bumi bergerak melalui suatu "medium" eter yang membawa cahaya]]
 
'''Eter''' (, eter pembawa cahaya) adalah [[Media transmisi|medium]] yang dahulu didalilkan sebagai medium perambatan [[cahaya]].<ref>Buku sains abad 19 ''A Guide to the Scientific Knowledge of Things Familiar'' memberikan ringkasan singkat mengenai pemikiran ilmiah dalam bidang ini pada masa itu.</ref> Konsep eter dibuat untuk menjelaskan kemampuan cahaya–yang tampaknya bersifat seperti [[gelombang]]–merambat melalui ruang hampa, sesuatu yang harusnya tidak bisa dilakukan gelombang. Asumsi bahwa ruang berisi eter, bukannya ruang bersifat hampa, memberikan medium teoretis yang diperlukan oleh teori gelombang cahaya.


Hipotesis eter merupakan topik yang cukup diperdebatkan sepanjang sejarahnya, karena hipotesis tersebut memerlukan keberadaan suatu materi tak terlihat dan tak terhingga yang tidak berinteraksi dengan objek fisik. Dengan ditelusurinya sifat cahaya, khususnya pada abad ke-19, sifat-sifat fisika yang diperlukan oleh eter menjadi semakin kontradiktif. Pada akhir 1800-an, keberadaan eter dipertanyakan, meskipun tidak ada teori fisika yang diusulkan untuk menggantikannya.
Hipotesis eter merupakan topik yang cukup diperdebatkan sepanjang sejarahnya, karena hipotesis tersebut memerlukan keberadaan suatu materi tak terlihat dan tak terhingga yang tidak berinteraksi dengan objek fisik. Dengan ditelusurinya sifat cahaya, khususnya pada abad ke-19, sifat-sifat fisika yang diperlukan oleh eter menjadi semakin kontradiktif. Pada akhir 1800-an, keberadaan eter dipertanyakan, meskipun tidak ada teori fisika yang diusulkan untuk menggantikannya.
Baris 10: Baris 12:


==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Laju cahaya satu arah]]
* [[Laju cahaya satu arah]]
* [[Laut Dirac]]
* [[Laut Dirac]]
Baris 18: Baris 19:
* [[Tahun galaksi]]
* [[Tahun galaksi]]
* [[Teori gravitas Le Sage]]
* [[Teori gravitas Le Sage]]
==Referensi==
'''Sitasi'''


==Pranala luar==
==Pranala luar==
* [[Harry Bateman]] (1915) [http://www.ams.org/journals/bull/1915-21-06/S0002-9904-1915-02631-5/S0002-9904-1915-02631-5.pdf The Structure of the Aether], [[Bulletin of the American Mathematical Society]] 21(6):299–309.
* [[Harry Bateman]] (1915) [http://www.ams.org/journals/bull/1915-21-06/S0002-9904-1915-02631-5/S0002-9904-1915-02631-5.pdf The Structure of the Aether], [[Bulletin of the American Mathematical Society]] 21(6):299–309.
*
*  
*[http://www.keelynet.com/osborn/rey7.htm The Aether of Space]  - Lord Rayleigh's address
*[http://www.keelynet.com/osborn/rey7.htm The Aether of Space]  - Lord Rayleigh's address
*[https://web.archive.org/web/20140907024404/http://scienceweek.com/2005/sw050708-6.htm ScienceWeek THEORETICAL PHYSICS: ON THE AETHER AND BROKEN SYMMETRY]
*[https://web.archive.org/web/20140907024404/http://scienceweek.com/2005/sw050708-6.htm ScienceWeek THEORETICAL PHYSICS: ON THE AETHER AND BROKEN SYMMETRY]
*[[:s:The New Student's Reference Work/Ether|The New Student's Reference Work/Ether]]
*[[:s:The New Student's Reference Work/Ether|The New Student's Reference Work/Ether]]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eter+%28medium%29&oldid=28351659 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28351659 (2025-11-06T00:59:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eter+%28medium%29&oldid=28351659 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28351659 (2025-11-06T00:59:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.15

Eter: dahulu dihipotesiskan bahwa Bumi bergerak melalui suatu "medium" eter yang membawa cahaya

Eter (, eter pembawa cahaya) adalah medium yang dahulu didalilkan sebagai medium perambatan cahaya.[1] Konsep eter dibuat untuk menjelaskan kemampuan cahaya–yang tampaknya bersifat seperti gelombang–merambat melalui ruang hampa, sesuatu yang harusnya tidak bisa dilakukan gelombang. Asumsi bahwa ruang berisi eter, bukannya ruang bersifat hampa, memberikan medium teoretis yang diperlukan oleh teori gelombang cahaya.

Hipotesis eter merupakan topik yang cukup diperdebatkan sepanjang sejarahnya, karena hipotesis tersebut memerlukan keberadaan suatu materi tak terlihat dan tak terhingga yang tidak berinteraksi dengan objek fisik. Dengan ditelusurinya sifat cahaya, khususnya pada abad ke-19, sifat-sifat fisika yang diperlukan oleh eter menjadi semakin kontradiktif. Pada akhir 1800-an, keberadaan eter dipertanyakan, meskipun tidak ada teori fisika yang diusulkan untuk menggantikannya.

Hasil negatif dari percobaan Michelson-Morley (1887) menyiratkan bahwa eter tidak ada, penemuan yang dikonfirmasi dalam percobaan-percobaan berikutnya selama 1920-an. Ini menyebabkan banyak usaha teoretis untuk menjelaskan perambatan cahaya tanpa eter. Terobosan hadir dalam bentuk teori relativitas, yang bisa menjelaskan mengapa percobaan tidak bisa melihat eter, tetapi ditafsirkan secara lebih luas sebagai tidak diperlukannya keberadaan eter. Percobaan Michelson–Morley, beserta radiasi benda hitam and efek fotolistrik, merupakan percobaan penting dalam perkembangan fisika modern, yang terdiri di antaranya oleh relativitas dan teori kuantum, yang menjelaskan sifat partikel dari cahaya.

Konsep eter

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Buku sains abad 19 A Guide to the Scientific Knowledge of Things Familiar memberikan ringkasan singkat mengenai pemikiran ilmiah dalam bidang ini pada masa itu.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28351659 (2025-11-06T00:59:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.