Ultraungu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28091423; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Blue_sun.jpg|thumb|right|280px|Blue sun]] | |||
Sinar atau [[radiasi]] '''ultraungu''' atau '''purnaungu''' ([[bahasa Inggris]]: ''ultraviolet'', sering disingkat '''UV''') adalah [[radiasi elektromagnetis]] terhadap [[panjang gelombang]] yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, tetapi lebih panjang dari [[sinar-X]] yang kecil.<ref>[https://science.nasa.gov/ems/10_ultravioletwaves Ultraviolet Waves Science Mission Directorate]. ''science.nasa.gov''.</ref><ref>[https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/radiation-exposure/uv-radiation.html Ultraviolet (UV) Radiation]. ''www.cancer.org''.</ref> | |||
Radiasi UV dapat dibagi menjadi '''hampir UV''' (panjang gelombang: 380–200 [[nanometer|nm]]) dan '''UV vakum''' (200–10 nm). Dalam pembicaraan mengenai pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada '''UVA''' (380–315 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "''blacklight''"; '''UVB''' (315–280 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (''Medium Wave''); dan '''UVC''' (280-10 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (''Short Wave'').<ref>Nur Faridah. [http://www.leutikaprio.com/main/media/sample/Mengenal%20Lebih%20Dekat%20dengan%20Cahaya%20dan%20Warna_SD.pdf Mengenal Lebih Dekat Cahaya dan Warna]. Leutikaprio. 2018. hlm. 3. ISBN 9786023716272.</ref> | |||
Istilah ''ultraviolet'' berarti "melebihi ungu" (dari [[bahasa Latin]] ''ultra'', "melebihi"), sedangkan kata [[ungu]] merupakan [[warna]] panjang gelombang paling pendek dari cahaya dari sinar tampak.<ref>Nur Faridah. [http://www.leutikaprio.com/main/media/sample/Mengenal%20Lebih%20Dekat%20dengan%20Cahaya%20dan%20Warna_SD.pdf Mengenal Lebih Dekat Cahaya dan Warna]. Leutikaprio. 2018. hlm. 3. ISBN 9786023716272.</ref> Beberapa hewan, termasuk [[burung]], [[reptil]], dan [[serangga]] seperti [[lebah]] dapat melihat hingga mencapai "hampir UV". Banyak buah-buahan, bunga dan benih terlihat lebih jelas di latar belakang dalam panjang gelombang UV dibandingkan dengan penglihatan warna manusia. | |||
Lapisan ozon (O3) di atmosfer dapat menyerap sinar UV sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. Berlubangnya lapisan ozon dapat meningkatkan sinar UV yang sampai ke permukaan bumi, sehingga akan mengancam makhluk hidup. Sinar UV dapat dimanfaatkan dalam bidang industri terutama dalam proses sterilisasi. | Sinar ultraviolet bisa dihasilkan oleh atom-atom dan molekul dalam loncatan listrik. Matahari merupakan sumber utama dari sinar ultraviolet.<ref>Jim Lucas-Live Science Contributor 15 September 2017. [https://www.livescience.com/50326-what-is-ultraviolet-light.html What Is Ultraviolet Light?]. ''livescience.com''.</ref> Sinar UV dari Matahari dapat mengionisasi partikel-partikel di atmosfer yang berada pada ketinggian sekitar 80 km yang disebut lapisan ionosfer. | ||
Lapisan ozon (O3) di atmosfer dapat menyerap sinar UV sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. Berlubangnya lapisan ozon dapat meningkatkan sinar UV yang sampai ke permukaan bumi, sehingga akan mengancam makhluk hidup.<ref>Saidal Siburian. [https://books.google.co.id/books?id=FRsMEAAAQBAJ&pg=PR5&dq=Pencemaran+Udara+dan+Emisi+Gas+Rumah+Kaca&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwibp5iL2qvuAhWTeisKHbfEAf0Q6AEwAHoECAAQAg#v=onepage&q=Pencemaran%20Udara%20dan%20Emisi%20Gas%20Rumah%20Kaca&f=true Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca]. Kreasi Cendikia Pustaka. 2020. hlm. 69. ISBN 9786239484057.</ref><ref>Jim Lucas-Live Science Contributor 15 September 2017. [https://www.livescience.com/50326-what-is-ultraviolet-light.html What Is Ultraviolet Light?]. ''livescience.com''.</ref> Sinar UV dapat dimanfaatkan dalam bidang industri terutama dalam proses sterilisasi. | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ultraungu&oldid=28091423 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28091423 (2025-10-18T01:12:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.15
Sinar atau radiasi ultraungu atau purnaungu (bahasa Inggris: ultraviolet, sering disingkat UV) adalah radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, tetapi lebih panjang dari sinar-X yang kecil.[1][2]
Radiasi UV dapat dibagi menjadi hampir UV (panjang gelombang: 380–200 nm) dan UV vakum (200–10 nm). Dalam pembicaraan mengenai pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada UVA (380–315 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "blacklight"; UVB (315–280 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (Medium Wave); dan UVC (280-10 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (Short Wave).[3]
Istilah ultraviolet berarti "melebihi ungu" (dari bahasa Latin ultra, "melebihi"), sedangkan kata ungu merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya dari sinar tampak.[4] Beberapa hewan, termasuk burung, reptil, dan serangga seperti lebah dapat melihat hingga mencapai "hampir UV". Banyak buah-buahan, bunga dan benih terlihat lebih jelas di latar belakang dalam panjang gelombang UV dibandingkan dengan penglihatan warna manusia.
Sinar ultraviolet bisa dihasilkan oleh atom-atom dan molekul dalam loncatan listrik. Matahari merupakan sumber utama dari sinar ultraviolet.[5] Sinar UV dari Matahari dapat mengionisasi partikel-partikel di atmosfer yang berada pada ketinggian sekitar 80 km yang disebut lapisan ionosfer.
Lapisan ozon (O3) di atmosfer dapat menyerap sinar UV sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. Berlubangnya lapisan ozon dapat meningkatkan sinar UV yang sampai ke permukaan bumi, sehingga akan mengancam makhluk hidup.[6][7] Sinar UV dapat dimanfaatkan dalam bidang industri terutama dalam proses sterilisasi.
Referensi
- ↑ Ultraviolet Waves Science Mission Directorate. science.nasa.gov.
- ↑ Ultraviolet (UV) Radiation. www.cancer.org.
- ↑ Nur Faridah. Mengenal Lebih Dekat Cahaya dan Warna. Leutikaprio. 2018. hlm. 3. ISBN 9786023716272.
- ↑ Nur Faridah. Mengenal Lebih Dekat Cahaya dan Warna. Leutikaprio. 2018. hlm. 3. ISBN 9786023716272.
- ↑ Jim Lucas-Live Science Contributor 15 September 2017. What Is Ultraviolet Light?. livescience.com.
- ↑ Saidal Siburian. Pencemaran Udara dan Emisi Gas Rumah Kaca. Kreasi Cendikia Pustaka. 2020. hlm. 69. ISBN 9786239484057.
- ↑ Jim Lucas-Live Science Contributor 15 September 2017. What Is Ultraviolet Light?. livescience.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28091423 (2025-10-18T01:12:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.