Diamagnetisme: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27998951; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Diamagnetic_graphite_levitation.jpg|thumb|right|280px|Grafit diamagnetik levitasi]] | |||
'''Diamagnetisme''' adalah sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai [[medan magnet]]. Sifat ini menyebabkan efek tolak-menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk [[magnet]] yang cukup lemah, dengan pengecualian [[superkonduktor]] yang memiliki kekuatan magnet yang kuat. | '''Diamagnetisme''' adalah sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai [[medan magnet]]. Sifat ini menyebabkan efek tolak-menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk [[magnet]] yang cukup lemah, dengan pengecualian [[superkonduktor]] yang memiliki kekuatan magnet yang kuat. | ||
== Sifat diamagnetik material == | == Sifat diamagnetik material == | ||
Semua material menunjukkan peristiwa diamagnetik ketika berada dalam medan magnet. Oleh karena itu, diamagnetik adalah peristiwa yang umum terjadi karena [[pasangan elektron]], termasuk elektron inti di atom, selalu menghasilkan peristiwa diamagnetik yang lemah. Namun, kekuatan magnet [[material]] diamagnetik jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan magnet material [[feromagnetik]] ataupun [[paramagnetik]]. Material yang disebut diamagnetik umumnya berupa benda yang disebut 'non-magnetik', termasuk di antaranya [[air]], [[kayu]], [[senyawa organik]] seperti [[minyak bumi]] dan beberapa jenis [[plastik]], serta beberapa [[logam]] seperti [[tembaga]], [[merkuri]], [[emas]] dan [[bismut]]. [[Superkonduktor]] adalah contoh diamagnetik sempurna. | Semua material menunjukkan peristiwa diamagnetik ketika berada dalam medan magnet. Oleh karena itu, diamagnetik adalah peristiwa yang umum terjadi karena [[pasangan elektron]], termasuk elektron inti di atom, selalu menghasilkan peristiwa diamagnetik yang lemah. Namun, kekuatan magnet [[material]] diamagnetik jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan magnet material [[feromagnetik]] ataupun [[paramagnetik]]. Material yang disebut diamagnetik umumnya berupa benda yang disebut 'non-magnetik', termasuk di antaranya [[air]], [[kayu]], [[senyawa organik]] seperti [[minyak bumi]] dan beberapa jenis [[plastik]], serta beberapa [[logam]] seperti [[tembaga]], [[merkuri]], [[emas]] dan [[bismut]]. [[Superkonduktor]] adalah contoh diamagnetik sempurna. | ||
| Baris 9: | Baris 10: | ||
== Sifat diamagnetik material == | == Sifat diamagnetik material == | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! Material | |||
! Diamagnetism χm=Km-1 (x 10<sup>−5</sup>) | |||
|- | |||
|Bismut | |||
| -16.6<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Karbon (berlian) | |||
| -2.1<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Karbon (grafit) | |||
| -1.6<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Tembaga | |||
| -1.0<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Timbal | |||
| -1.8<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Mercuri | |||
| -2.9<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Perak | |||
| -2.6<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|- | |||
|Air | |||
| -0.91<ref>[http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html#c1]</ref> | |||
|} | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diamagnetisme&oldid=27998951 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27998951 (2025-10-16T03:59:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 09.25

Diamagnetisme adalah sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai medan magnet. Sifat ini menyebabkan efek tolak-menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang kuat.
Sifat diamagnetik material
Semua material menunjukkan peristiwa diamagnetik ketika berada dalam medan magnet. Oleh karena itu, diamagnetik adalah peristiwa yang umum terjadi karena pasangan elektron, termasuk elektron inti di atom, selalu menghasilkan peristiwa diamagnetik yang lemah. Namun, kekuatan magnet material diamagnetik jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan magnet material feromagnetik ataupun paramagnetik. Material yang disebut diamagnetik umumnya berupa benda yang disebut 'non-magnetik', termasuk di antaranya air, kayu, senyawa organik seperti minyak bumi dan beberapa jenis plastik, serta beberapa logam seperti tembaga, merkuri, emas dan bismut. Superkonduktor adalah contoh diamagnetik sempurna.
Sejarah
Pada tahun 1778 S. J. Bergman menjadi orang pertama yang berhasil mengamati bahwa bismut dan antimoni ditolak oleh medan magnet. Namun, istilah "diamagnetik" diusulkan oleh Michael Faraday pada bulan September 1845, ketika ia menyadari bahwa semua material di alam memiliki sifat diamagnetik. Diamagnetik adalah benda yang tidak bisa menempel pada magnet.
Sifat diamagnetik material
| Material | Diamagnetism χm=Km-1 (x 10−5) |
|---|---|
| Bismut | -16.6[1] |
| Karbon (berlian) | -2.1[2] |
| Karbon (grafit) | -1.6[3] |
| Tembaga | -1.0[4] |
| Timbal | -1.8[5] |
| Mercuri | -2.9[6] |
| Perak | -2.6[7] |
| Air | -0.91[8] |
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27998951 (2025-10-16T03:59:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.