Foton: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29451551; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
Deskripsi foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam [[fisika teoretis]] sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti [[medan magnet]] dan gaya tolak-menolak antara muatan sejenis. | Deskripsi foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam [[fisika teoretis]] sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti [[medan magnet]] dan gaya tolak-menolak antara muatan sejenis. | ||
Konsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh [[Albert Einstein]] untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi, dan menjelaskan kemampuan [[materi]] dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam [[kesetimbangan termal]]. Fisikawan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan ''model semiklasik'', yang masih menggunakan [[persamaan Maxwell]] untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan [[mekanika kuantum]], percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan [[hipotesis]] Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah ''foton''. | Konsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh [[Albert Einstein]]<ref>A Einstein. ''Über einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt (trans. A Heuristic Model of the Creation and Transformation of Light)''. ''Annalen der Physik''. 1905. Vol. 17. hlm. 132–148.. Terjemahan Bahasa Inggris tersedia di Wikisource.</ref><ref>A Einstein. ''Über die Entwicklung unserer Anschauungen über das Wesen und die Konstitution der Strahlung (trans. The Development of Our Views on the Composition and Essence of Radiation)''. ''Physikalische Zeitschrift''. 1909. Vol. 10. hlm. 817–825.. Terjemahan Bahasa Inggris is tersedia dari Wikisource.</ref><ref>A Einstein. ''Strahlungs-emission und -absorption nach der Quantentheorie''. ''Verhandlungen der Deutschen Physikalischen Gesellschaft''. 1916a. Vol. 18. hlm. 318.</ref><ref>A Einstein. ''Zur Quantentheorie der Strahlung''. ''Mitteilungen der Physikalischen Geselschaft zu Zürich''. 1916b. Vol. 16. hlm. 47. juga ''Physikalische Zeitschrift'', '''18''', 121–128 (1917).</ref> untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi, dan menjelaskan kemampuan [[materi]] dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam [[kesetimbangan termal]]. Fisikawan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan ''model semiklasik'', yang masih menggunakan [[persamaan Maxwell]] untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan [[mekanika kuantum]], percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan [[hipotesis]] Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah ''foton''. | ||
Konsep foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti [[laser]], [[kondensasi Bose-Einstein]], [[teori medan kuantum]] dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua [[medan listrik]] dan [[medan magnet]] dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada [[ruang-waktu]]. Sifat-sifat intrinsik foton seperti [[muatan listrik]], [[massa]] dan [[spin]] ditentukan dari kesetangkupan ''gauge'' ini. | Konsep foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti [[laser]], [[kondensasi Bose-Einstein]], [[teori medan kuantum]] dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua [[medan listrik]] dan [[medan magnet]] dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada [[ruang-waktu]]. Sifat-sifat intrinsik foton seperti [[muatan listrik]], [[massa]] dan [[spin]] ditentukan dari kesetangkupan ''gauge'' ini. | ||
| Baris 22: | Baris 22: | ||
== Nomenklatur == | == Nomenklatur == | ||
Foton awalnya dinamakan sebagai '''kuantum cahaya''' (''das Lichtquant'') oleh [[Albert Einstein]]. Nama modern "photon" berasal dari kata [[Bahasa Yunani]] untuk cahaya '''', ditransliterasi sebagai ''phôs'', dan ditelurkan oleh kimiawan fisik [[Gilbert N. Lewis]], yang menerbitkan teori spekulatif yang menyebutkan foton sebagai "tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan". Meskipun teori Lewis ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hasil banyak percobaan, nama barunya ini, ''photon'', segera diadopsi oleh kebanyakan fisikawan. [[Isaac Asimov]] menyebut [[Arthur Compton]] sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan kuantum cahaya sebagai foton pada tahun 1927. | Foton awalnya dinamakan sebagai '''kuantum cahaya''' (''das Lichtquant'') oleh [[Albert Einstein]].<ref>A Einstein. ''Über einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt (trans. A Heuristic Model of the Creation and Transformation of Light)''. ''Annalen der Physik''. 1905. Vol. 17. hlm. 132–148.. Terjemahan Bahasa Inggris tersedia di Wikisource.</ref> Nama modern "photon" berasal dari kata [[Bahasa Yunani]] untuk cahaya '''', ditransliterasi sebagai ''phôs'', dan ditelurkan oleh kimiawan fisik [[Gilbert N. Lewis]], yang menerbitkan teori spekulatif<ref>GN Lewis. ''The conservation of photons''. ''Nature''. 1926. Vol. 118. hlm. 874–875.</ref> yang menyebutkan foton sebagai "tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan". Meskipun teori Lewis ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hasil banyak percobaan, nama barunya ini, ''photon'', segera diadopsi oleh kebanyakan fisikawan. [[Isaac Asimov]] menyebut [[Arthur Compton]] sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan kuantum cahaya sebagai foton pada tahun 1927.<ref>Isaac Asimov. [https://archive.org/details/neutrinoghostpar0000asim The Neutrino, Ghost Particle of the Atom]. Doubleday. 1966.</ref><ref>Isaac Asimov. [https://archive.org/details/universefromflat0000isaa The Universe From Flat Earth To Quasar]. Avon Books. 1968.</ref> | ||
Dalam fisika, foton biasanya dilambangkan oleh simbol γ abjad Yunani [[gamma]]. Simbol ini kemungkinan berasal dari [[sinar gamma]], yang ditemukan dan dinamakan oleh [[Paul Ulrich Villard|Villard]], dan dibuktikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik pada 1914 oleh [[Ernest Rutherford]] dan [[Edward Andrade]]. | Dalam fisika, foton biasanya dilambangkan oleh simbol γ abjad Yunani [[gamma]]. Simbol ini kemungkinan berasal dari [[sinar gamma]], yang ditemukan dan dinamakan oleh [[Paul Ulrich Villard|Villard]],<ref>P Villard. ''Sur la réflexion et la réfraction des rayons cathodiques et des rayons déviables du radium''. ''Comptes Rendus''. 1900. Vol. 130. hlm. 1010–1012.</ref><ref>P Villard. ''Sur le rayonnement du radium''. ''Comptes Rendus''. 1900. Vol. 130. hlm. 1178–1179.</ref> dan dibuktikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik pada 1914 oleh [[Ernest Rutherford]] dan [[Edward Andrade]].<ref>E Rutherford. ''The Wavelength of the Soft Gamma Rays from Radium B''. ''Philosophical Magazine''. 1914. Vol. 27. hlm. 854–868.</ref> | ||
Dalam [[kimia]] dan [[rekayasa optik]], foton biasanya dilambangkan oleh <math>h \nu</math>, energi foton, <math>h</math> adalah [[konstanta Planck]] dan abjad Yunani <math>\nu</math> adalah [[frekuensi]] foton. Agak jarang ditemukan adalah foton disimbolkan sebagai ''hf'', ''f'' di sini melambangkan frekuensi. | Dalam [[kimia]] dan [[rekayasa optik]], foton biasanya dilambangkan oleh <math>h \nu</math>, energi foton, <math>h</math> adalah [[konstanta Planck]] dan abjad Yunani <math>\nu</math> adalah [[frekuensi]] foton. Agak jarang ditemukan adalah foton disimbolkan sebagai ''hf'', ''f'' di sini melambangkan frekuensi. | ||
== Sifat-sifat fisik == | == Sifat-sifat fisik == | ||
Foton tidak bermassa,<ref>Massa foton dipercaya persis nol, didasarkan pada alasan-alasan teoretis dan eksperimental yang dijelaskan dalam artikel tersebut. Sebagian sumber juga merujuk pada konsep massa relativistik, yang merupakan energi yang diukur dalam satuan massa. Untuk foton dengan panjang gelombang ''λ" atau energi ''E'', ini adalah ''h/λc'' atau ''E''/''c'' 2 . Pemakaian istilah massa seperti ini tidak lagi umum dalam literatur ilmiah.</ref> tidak memiliki [[muatan listrik]],<ref>V V Kobychev. ''Constraints on the photon charge from observations of extragalactic sources''. ''Astronomy Letters''. 2005. Vol. 31. hlm. 147–151. doi:10.1134/1.1883345.</ref> dan tidak meluruh secara spontan di ruang hampa. Sebuah foton memiliki dua keadaan polarisasi yang dimungkinkan, dan dapat dideskripsikan dengn tiga parameter kontinu: komponen-komponen [[vektor gelombang]], yang menentukan panjang gelombangnya (<math>\lambda</math>) dan arah perambatannya. Foton adalah boson ''gauge'' untuk [[elektromagnetisme]], dan sebab itu semua bilangan kuantum lainnya seperti [[bilangan lepton]], [[bilangan baryon]] atau ''[[strangeness]]'' bernilai persis nol. | |||
Foton tidak bermassa, tidak memiliki [[muatan listrik]], dan tidak meluruh secara spontan di ruang hampa. Sebuah foton memiliki dua keadaan polarisasi yang dimungkinkan, dan dapat dideskripsikan dengn tiga parameter kontinu: komponen-komponen [[vektor gelombang]], yang menentukan panjang gelombangnya (<math>\lambda</math>) dan arah perambatannya. Foton adalah boson ''gauge'' untuk [[elektromagnetisme]], dan sebab itu semua bilangan kuantum lainnya seperti [[bilangan lepton]], [[bilangan baryon]] atau ''[[strangeness]]'' bernilai persis nol. | |||
Foton diemisikan dalam banyak proses alamiah, contohnya ketika muatan dipercepat, saat transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih rendah, atau ketika sebuah partikel dan [[antipartikel]] bertumbukan dan saling memusnahkan. Foton diserap dalam proses dengan waktu mundur (time-reversed) yang berkaitan dengan yang sudah disebut di atas: contohnya dalam produksi pasangan partikel-antipartikel, atau dalam transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih tinggi. | Foton diemisikan dalam banyak proses alamiah, contohnya ketika muatan dipercepat, saat transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih rendah, atau ketika sebuah partikel dan [[antipartikel]] bertumbukan dan saling memusnahkan. Foton diserap dalam proses dengan waktu mundur (time-reversed) yang berkaitan dengan yang sudah disebut di atas: contohnya dalam produksi pasangan partikel-antipartikel, atau dalam transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih tinggi. | ||
Dalam ruang hampa foton bergerak dengan laju <math>c</math> ([[laju cahaya]]). Energinya <math>E</math> dan [[momentum]] <math>p</math> dihubungkan dalam persamaan <math>E=p c</math>, di mana <math>p</math> merupakan nilai momentum. Sebagai perbandingan, persamaan terkait untuk partikel dengan massa <math>m</math> adalah <math>E^{2}=c^{2} p^{2} + m^{2} c^{4}</math>, sesuai dengan [[teori relativitas khusus]]. | Dalam ruang hampa foton bergerak dengan laju <math>c</math> ([[laju cahaya]]). Energinya <math>E</math> dan [[momentum]] <math>p</math> dihubungkan dalam persamaan <math>E=p c</math>, di mana <math>p</math> merupakan nilai momentum. Sebagai perbandingan, persamaan terkait untuk partikel dengan massa <math>m</math> adalah <math>E^{2}=c^{2} p^{2} + m^{2} c^{4}</math>, sesuai dengan [[teori relativitas khusus]]. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Foton&oldid=29451551 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451551 (2026-07-13T06:10:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Foton&oldid=29451551 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451551 (2026-07-13T06:10:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.03
Foton adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Biasanya foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X. Foton juga dapat diartikan sebagai energi terkuantisasi. Foton berbeda dengan partikel elementer lain seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa dan dalam ruang vakum foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya, c. Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel ("dualisme gelombang-partikel").
Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling memusnahkan satu sama lain.
Sebagai partikel, foton hanya dapat berinteraksi dengan materi dengan memindahkan energi sejumlah:
- ,
di mana adalah konstanta Planck, adalah laju cahaya, dan adalah panjang gelombangnya.
Selain energi partikel foton juga membawa momentum dan memiliki polarisasi. Foton mematuhi hukum mekanika kuantum, yang berarti kerap kali besaran-besaran tersebut tidak dapat diukur dengan cermat. Biasanya besaran-besaran tersebut didefinisikan sebagai probabilitas mengukur polarisasi, posisi, atau momentum tertentu.
Sebagai contoh, meskipun sebuah foton dapat mengeksitasi satu molekul tertentu, sering tidak mungkin meramalkan sebelumnya molekul yang mana yang akan tereksitasi.
Deskripsi foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam fisika teoretis sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti medan magnet dan gaya tolak-menolak antara muatan sejenis.
Konsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh Albert Einstein[1][2][3][4] untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi, dan menjelaskan kemampuan materi dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam kesetimbangan termal. Fisikawan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan model semiklasik, yang masih menggunakan persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan mekanika kuantum, percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan hipotesis Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah foton.
Konsep foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti laser, kondensasi Bose-Einstein, teori medan kuantum dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua medan listrik dan medan magnet dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada ruang-waktu. Sifat-sifat intrinsik foton seperti muatan listrik, massa dan spin ditentukan dari kesetangkupan gauge ini.
Konsep foton diterapkan dalam banyak area seperti fotokimia, mikroskopi resolusi tinggi dan pengukuran jarak molekuler. Baru-baru ini foton dipelajari sebagai unsur komputer kuantum dan untuk aplikasi canggih dalam komunikasi optik seperti kriptografi kuantum.
Nomenklatur
Foton awalnya dinamakan sebagai kuantum cahaya (das Lichtquant) oleh Albert Einstein.[5] Nama modern "photon" berasal dari kata Bahasa Yunani untuk cahaya ', ditransliterasi sebagai phôs, dan ditelurkan oleh kimiawan fisik Gilbert N. Lewis, yang menerbitkan teori spekulatif[6] yang menyebutkan foton sebagai "tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan". Meskipun teori Lewis ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hasil banyak percobaan, nama barunya ini, photon, segera diadopsi oleh kebanyakan fisikawan. Isaac Asimov menyebut Arthur Compton sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan kuantum cahaya sebagai foton pada tahun 1927.[7][8]
Dalam fisika, foton biasanya dilambangkan oleh simbol γ abjad Yunani gamma. Simbol ini kemungkinan berasal dari sinar gamma, yang ditemukan dan dinamakan oleh Villard,[9][10] dan dibuktikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik pada 1914 oleh Ernest Rutherford dan Edward Andrade.[11]
Dalam kimia dan rekayasa optik, foton biasanya dilambangkan oleh , energi foton, adalah konstanta Planck dan abjad Yunani adalah frekuensi foton. Agak jarang ditemukan adalah foton disimbolkan sebagai hf, f di sini melambangkan frekuensi.
Sifat-sifat fisik
Foton tidak bermassa,[12] tidak memiliki muatan listrik,[13] dan tidak meluruh secara spontan di ruang hampa. Sebuah foton memiliki dua keadaan polarisasi yang dimungkinkan, dan dapat dideskripsikan dengn tiga parameter kontinu: komponen-komponen vektor gelombang, yang menentukan panjang gelombangnya () dan arah perambatannya. Foton adalah boson gauge untuk elektromagnetisme, dan sebab itu semua bilangan kuantum lainnya seperti bilangan lepton, bilangan baryon atau strangeness bernilai persis nol.
Foton diemisikan dalam banyak proses alamiah, contohnya ketika muatan dipercepat, saat transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih rendah, atau ketika sebuah partikel dan antipartikel bertumbukan dan saling memusnahkan. Foton diserap dalam proses dengan waktu mundur (time-reversed) yang berkaitan dengan yang sudah disebut di atas: contohnya dalam produksi pasangan partikel-antipartikel, atau dalam transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih tinggi.
Dalam ruang hampa foton bergerak dengan laju (laju cahaya). Energinya dan momentum dihubungkan dalam persamaan , di mana merupakan nilai momentum. Sebagai perbandingan, persamaan terkait untuk partikel dengan massa adalah , sesuai dengan teori relativitas khusus.
Referensi
- ↑ A Einstein. Über einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt (trans. A Heuristic Model of the Creation and Transformation of Light). Annalen der Physik. 1905. Vol. 17. hlm. 132–148.. Terjemahan Bahasa Inggris tersedia di Wikisource.
- ↑ A Einstein. Über die Entwicklung unserer Anschauungen über das Wesen und die Konstitution der Strahlung (trans. The Development of Our Views on the Composition and Essence of Radiation). Physikalische Zeitschrift. 1909. Vol. 10. hlm. 817–825.. Terjemahan Bahasa Inggris is tersedia dari Wikisource.
- ↑ A Einstein. Strahlungs-emission und -absorption nach der Quantentheorie. Verhandlungen der Deutschen Physikalischen Gesellschaft. 1916a. Vol. 18. hlm. 318.
- ↑ A Einstein. Zur Quantentheorie der Strahlung. Mitteilungen der Physikalischen Geselschaft zu Zürich. 1916b. Vol. 16. hlm. 47. juga Physikalische Zeitschrift, 18, 121–128 (1917).
- ↑ A Einstein. Über einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt (trans. A Heuristic Model of the Creation and Transformation of Light). Annalen der Physik. 1905. Vol. 17. hlm. 132–148.. Terjemahan Bahasa Inggris tersedia di Wikisource.
- ↑ GN Lewis. The conservation of photons. Nature. 1926. Vol. 118. hlm. 874–875.
- ↑ Isaac Asimov. The Neutrino, Ghost Particle of the Atom. Doubleday. 1966.
- ↑ Isaac Asimov. The Universe From Flat Earth To Quasar. Avon Books. 1968.
- ↑ P Villard. Sur la réflexion et la réfraction des rayons cathodiques et des rayons déviables du radium. Comptes Rendus. 1900. Vol. 130. hlm. 1010–1012.
- ↑ P Villard. Sur le rayonnement du radium. Comptes Rendus. 1900. Vol. 130. hlm. 1178–1179.
- ↑ E Rutherford. The Wavelength of the Soft Gamma Rays from Radium B. Philosophical Magazine. 1914. Vol. 27. hlm. 854–868.
- ↑ Massa foton dipercaya persis nol, didasarkan pada alasan-alasan teoretis dan eksperimental yang dijelaskan dalam artikel tersebut. Sebagian sumber juga merujuk pada konsep massa relativistik, yang merupakan energi yang diukur dalam satuan massa. Untuk foton dengan panjang gelombang λ" atau energi E, ini adalah h/λc atau E/c 2 . Pemakaian istilah massa seperti ini tidak lagi umum dalam literatur ilmiah.
- ↑ V V Kobychev. Constraints on the photon charge from observations of extragalactic sources. Astronomy Letters. 2005. Vol. 31. hlm. 147–151. doi:10.1134/1.1883345.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29451551 (2026-07-13T06:10:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.