Emisi positron: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28003428; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Emisi positron''' atau '''peluruhan beta plus''' (peluruhan β<sup>+</sup>) adalah subtipe [[peluruhan radioaktif]] yang disebut [[peluruhan beta]], di mana sebuah [[proton]] di dalam inti [[radionuklida]] diubah menjadi sebuah [[neutron]] saat memancarkan sebuah [[positron]] dan sebuah [[neutrino elektron]] (''ν''<sub>e</sub>). Emisi positron dimediasi oleh [[gaya lemah]]. Positronnya adalah sejenis [[partikel beta]] (β<sup>+</sup>), partikel beta lainnya menjadi elektron (β<sup>−</sup>) yang dilepaskan dari peluruhan β<sup>−</sup> dari sebuah nukleus. | '''Emisi positron''' atau '''peluruhan beta plus''' (peluruhan β<sup>+</sup>) adalah subtipe [[peluruhan radioaktif]] yang disebut [[peluruhan beta]], di mana sebuah [[proton]] di dalam inti [[radionuklida]] diubah menjadi sebuah [[neutron]] saat memancarkan sebuah [[positron]] dan sebuah [[neutrino elektron]] (''ν''<sub>e</sub>).<ref>The University of North Carolina at Chapel Hill. [http://www.shodor.org/unchem/advanced/nuc/ Nuclear Chemistry].</ref> Emisi positron dimediasi oleh [[gaya lemah]]. Positronnya adalah sejenis [[partikel beta]] (β<sup>+</sup>), partikel beta lainnya menjadi elektron (β<sup>−</sup>) yang dilepaskan dari peluruhan β<sup>−</sup> dari sebuah nukleus. | ||
Sebuha contoh emisi positron (peluruhan β<sup>+</sup>) ditunjukkan dengan peluruhan [[magnesium-23]] menjadi [[natrium-23]]: | Sebuha contoh emisi positron (peluruhan β<sup>+</sup>) ditunjukkan dengan peluruhan [[magnesium-23]] menjadi [[natrium-23]]: | ||
: → + + | : → + + | ||
Karena emisi positron menurunkan jumlah proton relatif terhadap jumlah neutron, peluruhan positron biasanya terjadi pada radionuklida "yang kaya proton". Peluruhan positron menghasilkan [[transmutasi nuklir]], mengubah sebuah atom dari satu [[unsur kimia]] menjadi sebuah atom dari suatu unsur dengan [[nomor atom]] yang kurang satu unit. | Karena emisi positron menurunkan jumlah proton relatif terhadap jumlah neutron, peluruhan positron biasanya terjadi pada radionuklida "yang kaya proton". Peluruhan positron menghasilkan [[transmutasi nuklir]], mengubah sebuah atom dari satu [[unsur kimia]] menjadi sebuah atom dari suatu unsur dengan [[nomor atom]] yang kurang satu unit. | ||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
== Penemuan emisi positron == | == Penemuan emisi positron == | ||
Pada 1934 [[Frédéric Joliot-Curie|Frédéric]] dan [[Irène Joliot-Curie]] membombardir aluminium dengan [[Partikel Alfa|partikel alfa]] untuk menghasilkan reaksi nuklir + → + , dan mengamati bahwa isotop produk memancarkan sebuah positron identik dengan yang ditemukan dalam [[sinar kosmik]] oleh [[Carl David Anderson]] pada 1932. Ini merupakan contoh pertama dari peluruhan (emisi positron). Pasangan Curie tersebut menyebut fenomena "radioaktivitas buatan", karena adalah nuklida berumur pendek yang tidak ada di alam. Penemuan radioaktivitas buatan akan diberikan penghormatan saat tim suami dan istri tersebut memenangkan Hadiah Nobel. | Pada 1934 [[Frédéric Joliot-Curie|Frédéric]] dan [[Irène Joliot-Curie]] membombardir aluminium dengan [[Partikel Alfa|partikel alfa]] untuk menghasilkan reaksi nuklir + → + , dan mengamati bahwa isotop produk memancarkan sebuah positron identik dengan yang ditemukan dalam [[sinar kosmik]] oleh [[Carl David Anderson]] pada 1932.<ref>I. Curie and F. Joliot, ''C. R. Acad. Sci.'' 198, [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k31506/f254.image 254] (1934)</ref> Ini merupakan contoh pertama dari peluruhan (emisi positron). Pasangan Curie tersebut menyebut fenomena "radioaktivitas buatan", karena adalah nuklida berumur pendek yang tidak ada di alam. Penemuan radioaktivitas buatan akan diberikan penghormatan saat tim suami dan istri tersebut memenangkan Hadiah Nobel. | ||
== Isotop pemancar positron == | == Isotop pemancar positron == | ||
[[Isotop|Isotop-isotop]] yang mengalami peluruhan ini dan dengan demikian memancarkan positron meliputi [[karbon-11]], [[kalium-40]], [[nitrogen-13]], [[Isotop oksigen|oksigen-15]], [[aluminium-26]], [[Isotop natrium|natrium-22]], [[fluor-18]], dan [[Isotop iodin|iodin-124]]. Sebagai contoh, persamaan berikut ini menjelaskan peluruhan beta plus dari karbon-11 menjadi [[boron]]-11, memancarkan sebuah positron dan sebuah [[neutrino]]: | [[Isotop|Isotop-isotop]] yang mengalami peluruhan ini dan dengan demikian memancarkan positron meliputi [[karbon-11]], [[kalium-40]], [[nitrogen-13]], [[Isotop oksigen|oksigen-15]], [[aluminium-26]], [[Isotop natrium|natrium-22]], [[fluor-18]], dan [[Isotop iodin|iodin-124]]. Sebagai contoh, persamaan berikut ini menjelaskan peluruhan beta plus dari karbon-11 menjadi [[boron]]-11, memancarkan sebuah positron dan sebuah [[neutrino]]: | ||
: | :{| border="0" | ||
|- style="height:2em;" | |||
| ||→ || ||+ || ||+ || ||+ ||0.96 [[electron volt|MeV]] | |||
|} | |||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Isotop-isotop ini digunakan dalam [[tomografi emisi positron]], suatu teknik yang digunakan untuk pencitraan medis. Perhatikan bahwa energi yang dipancarkan bergantung pada isotop yang mengalami peluruhan; angka 0,96 MeV hanya berlaku untuk peluruhan karbon-11, | Isotop-isotop ini digunakan dalam [[tomografi emisi positron]], suatu teknik yang digunakan untuk pencitraan medis. Perhatikan bahwa energi yang dipancarkan bergantung pada isotop yang mengalami peluruhan; angka 0,96 MeV hanya berlaku untuk peluruhan karbon-11, | ||
Isotop pemancar positron berumur pendek <sup>11</sup>C, <sup>13</sup>N, <sup>15</sup>O, dan <sup>18</sup>F yang digunakan untuk tomografi emisi positron biasanya diproduksi melalui iradiasi proton target alami atau diperkaya. | Isotop pemancar positron berumur pendek <sup>11</sup>C, <sup>13</sup>N, <sup>15</sup>O, dan <sup>18</sup>F yang digunakan untuk tomografi emisi positron biasanya diproduksi melalui iradiasi proton target alami atau diperkaya.<ref>[http://www.pet.ubc.ca/radioisotopes Positron Emission Tomography Imaging at the University of British Columbia] (accessed 11 May 2012)</ref><ref>K W D Ledingham. [http://iopscience.iop.org/0022-3727/37/16/019/ High power laser production of short-lived isotopes for positron emission tomography]. ''Journal of Physics D: Applied Physics''. 2004. Vol. 37 (16). hlm. 2341. doi:10.1088/0022-3727/37/16/019.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* '''[http://www-nds.iaea.org/livechart The LIVEChart of Nuclides - IAEA ]''' with filter on β<sup>+</sup> decay | * '''[http://www-nds.iaea.org/livechart The LIVEChart of Nuclides - IAEA ]''' with filter on β<sup>+</sup> decay | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emisi+positron&oldid=28003428 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28003428 (2025-10-16T05:54:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emisi+positron&oldid=28003428 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28003428 (2025-10-16T05:54:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.06
Emisi positron atau peluruhan beta plus (peluruhan β+) adalah subtipe peluruhan radioaktif yang disebut peluruhan beta, di mana sebuah proton di dalam inti radionuklida diubah menjadi sebuah neutron saat memancarkan sebuah positron dan sebuah neutrino elektron (νe).[1] Emisi positron dimediasi oleh gaya lemah. Positronnya adalah sejenis partikel beta (β+), partikel beta lainnya menjadi elektron (β−) yang dilepaskan dari peluruhan β− dari sebuah nukleus.
Sebuha contoh emisi positron (peluruhan β+) ditunjukkan dengan peluruhan magnesium-23 menjadi natrium-23:
- → + +
Karena emisi positron menurunkan jumlah proton relatif terhadap jumlah neutron, peluruhan positron biasanya terjadi pada radionuklida "yang kaya proton". Peluruhan positron menghasilkan transmutasi nuklir, mengubah sebuah atom dari satu unsur kimia menjadi sebuah atom dari suatu unsur dengan nomor atom yang kurang satu unit.
Emisi positron jangan disalahartikan dengan emisi elektron atau peluruhan beta minus (peluruhan β -), yang terjadi ketika sebuah neutron berubah menjadi sebuah proton dan inti memancarkan sebuah elektron dan sebuah antineutrino.
Emisi positron berbeda dengan peluruhan proton, peluruhan proton hipotetis, tidak harus terikat dengan neutron, tidak harus melalui emisi sebuah positron dan bukan sebagai bagian dari fisika nuklir, melainkan fisika partikel.
Penemuan emisi positron
Pada 1934 Frédéric dan Irène Joliot-Curie membombardir aluminium dengan partikel alfa untuk menghasilkan reaksi nuklir + → + , dan mengamati bahwa isotop produk memancarkan sebuah positron identik dengan yang ditemukan dalam sinar kosmik oleh Carl David Anderson pada 1932.[2] Ini merupakan contoh pertama dari peluruhan (emisi positron). Pasangan Curie tersebut menyebut fenomena "radioaktivitas buatan", karena adalah nuklida berumur pendek yang tidak ada di alam. Penemuan radioaktivitas buatan akan diberikan penghormatan saat tim suami dan istri tersebut memenangkan Hadiah Nobel.
Isotop pemancar positron
Isotop-isotop yang mengalami peluruhan ini dan dengan demikian memancarkan positron meliputi karbon-11, kalium-40, nitrogen-13, oksigen-15, aluminium-26, natrium-22, fluor-18, dan iodin-124. Sebagai contoh, persamaan berikut ini menjelaskan peluruhan beta plus dari karbon-11 menjadi boron-11, memancarkan sebuah positron dan sebuah neutrino:
→ + + + 0.96 MeV
Aplikasi
Isotop-isotop ini digunakan dalam tomografi emisi positron, suatu teknik yang digunakan untuk pencitraan medis. Perhatikan bahwa energi yang dipancarkan bergantung pada isotop yang mengalami peluruhan; angka 0,96 MeV hanya berlaku untuk peluruhan karbon-11,
Isotop pemancar positron berumur pendek 11C, 13N, 15O, dan 18F yang digunakan untuk tomografi emisi positron biasanya diproduksi melalui iradiasi proton target alami atau diperkaya.[3][4]
Pranala luar
- The LIVEChart of Nuclides - IAEA with filter on β+ decay
Referensi
- ↑ The University of North Carolina at Chapel Hill. Nuclear Chemistry.
- ↑ I. Curie and F. Joliot, C. R. Acad. Sci. 198, 254 (1934)
- ↑ Positron Emission Tomography Imaging at the University of British Columbia (accessed 11 May 2012)
- ↑ K W D Ledingham. High power laser production of short-lived isotopes for positron emission tomography. Journal of Physics D: Applied Physics. 2004. Vol. 37 (16). hlm. 2341. doi:10.1088/0022-3727/37/16/019.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28003428 (2025-10-16T05:54:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.