Lompat ke isi

Subsidi energi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25806994; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Too_much_money_for_dirty_energy.jpg|thumb|right|280px|Too much money for dirty energy]]
'''Subsidi energi''' adalah sebuah tindakan yang membuat harga sumber energi di tingkat konsumen tetap berada di bawah harga pasar atau lebih tinggi dari harga pasar untuk subsidi harga di tingkat produsen. Subsidi energi juga dapat berarti mengurangi biaya yang digunakan oleh konsumen/produsen untuk membeli/memproduksi sumber energi. Subsidi dapat berupa transfer dana secara langsung, pendanaan secara tidak langsung, pengecualian pajak, pengendalian harga, pengendalian arus perdagangan, dan pembatasan akses pasar.
'''Subsidi energi''' adalah sebuah tindakan yang membuat harga sumber energi di tingkat konsumen tetap berada di bawah harga pasar atau lebih tinggi dari harga pasar untuk subsidi harga di tingkat produsen. Subsidi energi juga dapat berarti mengurangi biaya yang digunakan oleh konsumen/produsen untuk membeli/memproduksi sumber energi. Subsidi dapat berupa transfer dana secara langsung, pendanaan secara tidak langsung, pengecualian pajak, pengendalian harga, pengendalian arus perdagangan, dan pembatasan akses pasar.


Subsidi [[bahan bakar fosil]] di antara negara [[OECD]] pada tahun 2011 mencapai 90 miliar US dollar, dan lebih dari 500 US dollar secara global. Sedangkan subsidi [[energi terbarukan]] hanya 88 miliar US dollar pada tahun yang sama. Dengan subsidi bahan bakar fosil yang terus terjadi, maka berdasarkan [[International Energy Agency]], target pengendalian [[perubahan iklim]] tidak akan tercapai.
Subsidi [[bahan bakar fosil]] di antara negara [[OECD]] pada tahun 2011 mencapai 90 miliar US dollar, dan lebih dari 500 US dollar secara global.<ref>Shelagh Whitley. [http://www.odi.org.uk/subsidies-change-the-game Time to change the game: Fossil fuel subsidies and climate]. Overseas Development Institute.</ref> Sedangkan subsidi [[energi terbarukan]] hanya 88 miliar US dollar pada tahun yang sama.<ref>[http://www.ewea.org/press-releases/detail/?tx_ttnews%5Btt_news%5D=2026&cHash=fb6d42b9f07c49b2ba583ea8a8c79b48 EU wind industry faces tough challenge - and politicians should not make it worse] EWEA 04 Feb 2013</ref> Dengan subsidi bahan bakar fosil yang terus terjadi, maka berdasarkan [[International Energy Agency]], target pengendalian [[perubahan iklim]] tidak akan tercapai.<ref>[http://www.ewea.org/blog/2013/02/fossil-fuel-subsidies-are-public-enemy-number-one/ Fossil fuel subsidies are “public enemy number one” – IEA Chief] EWEA 04 Feb 2013</ref>


== Garis besar ==
== Garis besar ==
Baris 8: Baris 10:
* Peningkatan kualitas lingkungan (khusus subsidi energi alternatif/energi terbarukan)
* Peningkatan kualitas lingkungan (khusus subsidi energi alternatif/energi terbarukan)
* Manfaat secara ekonomi; subsidi mengurangi harga sehingga merangsang [[sektor ekonomi]] tertentu untuk terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat miskin
* Manfaat secara ekonomi; subsidi mengurangi harga sehingga merangsang [[sektor ekonomi]] tertentu untuk terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat miskin
* Ketenagakerjaan; subsidi mempertahankan sektor ekonomi tertentu dan mencegahnya dari kebangkrutan yang dapat menyebabkan PHK
* Ketenagakerjaan; subsidi mempertahankan sektor ekonomi tertentu dan mencegahnya dari kebangkrutan yang dapat menyebabkan PHK<ref>[http://www.eea.europa.eu/publications/technical_report_2004_1/ Energy subsidies in the European Union: A brief overview. Technical report No 1/2004]. European Environmental Agency. 2004.</ref>


Argumen utama yang menentang subsidi energi yaitu:
Argumen utama yang menentang subsidi energi yaitu:
* Beberapa subsidi energi, terutama subsidi energi fosil, berlawanan dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan global dan malah memicu konsumsi yang lebih tinggi dan limbah yang lebih banyak, menyebabkan kerusakan lingkungan dan beban bagi keuangan sebuah negara. Mayoritas pihak yang menikmati subsidi energi justru masyarakat kalangan mampu.
* Beberapa subsidi energi, terutama subsidi energi fosil, berlawanan dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan global dan malah memicu konsumsi yang lebih tinggi dan limbah yang lebih banyak, menyebabkan kerusakan lingkungan dan beban bagi keuangan sebuah negara.<ref>United Nations Environment Programme, Division of Technology, Industry and Economics. [http://www.uneptie.org/energy/publications/pdfs/En-SubsidiesReform.pdf Reforming energy subsidies]. IEA/UNEP. 2002. ISBN 92-807-2208-5.</ref> Mayoritas pihak yang menikmati subsidi energi justru masyarakat kalangan mampu.<ref>Shelagh Whitley. [http://www.odi.org.uk/subsidies-change-the-game Time to change the game: Fossil fuel subsidies and climate]. Overseas Development Institute.</ref>
* Subsidi energi menghalangi perkembangan sektor substitusi yang tidak disubsidi
* Subsidi energi menghalangi perkembangan sektor substitusi yang tidak disubsidi
* Subsidi energi kadang kala jatuh ke sektor komersial besar sehingga dikatakan tidak tepat sasaran, berdasarkan studi oleh [[Bank Dunia]]. Subsidi energi juga mengedepankan sektor perekonomian yang sudah intensif secara modal sehingga mengorbankan sektor perekonomian alternatif yang lebih kecil.
* Subsidi energi kadang kala jatuh ke sektor komersial besar sehingga dikatakan tidak tepat sasaran, berdasarkan studi oleh [[Bank Dunia]].<ref>Douglas F. Barnes, Jonathan Halpern. [http://www.worldbank.org/html/fpd/esmap/energy_report2000/ch7.pdf The role of energy subsidies]. ''Energy and Development Report''. World Bank. 2000. hlm. 60–66.</ref> Subsidi energi juga mengedepankan sektor perekonomian yang sudah intensif secara modal sehingga mengorbankan sektor perekonomian alternatif yang lebih kecil.<ref>Jonathan Pershing, Jim Mackenzie. [http://www.renewables2004.de/pdf/tbp/TBP04-LevelField.pdf Removing Subsidies. Leveling the Playing Field for Renewable Energy Technologies. Thematic Background Paper]. Secretariat of the International Conference for Renewable Energies. March 2004.</ref>
* Tidak memperhitungkan [[biaya eksternal]], terutama biaya eksternal lingkungan.
* Tidak memperhitungkan [[biaya eksternal]], terutama biaya eksternal lingkungan.<ref>United Nations Environment Programme, Division of Technology, Industry and Economics. [http://www.uneptie.org/energy/publications/pdfs/En-SubsidiesReform.pdf Reforming energy subsidies]. IEA/UNEP. 2002. ISBN 92-807-2208-5.</ref>
* Subsidi energi memungkinkan eksploitasi yang lebih besar tanpa memperhitungkan untuk menjaga cadangan energi yang masih tersedia
* Subsidi energi memungkinkan eksploitasi yang lebih besar tanpa memperhitungkan untuk menjaga cadangan energi yang masih tersedia
* Hilangnya pendapatan negara dari penjualan dan pajak migas
* Hilangnya pendapatan negara dari penjualan dan pajak migas
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.unep.ch/etb/publications/Energy%20subsidies/EnergySubsidiesFinalReport.pdf Reforming Energy Subsidies]  - [[UNEP]] (2008)
* [http://www.unep.ch/etb/publications/Energy%20subsidies/EnergySubsidiesFinalReport.pdf Reforming Energy Subsidies]  - [[UNEP]] (2008)


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subsidi+energi&oldid=25806994 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25806994 (2024-06-08T04:23:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subsidi+energi&oldid=25806994 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25806994 (2024-06-08T04:23:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.06

Too much money for dirty energy

Subsidi energi adalah sebuah tindakan yang membuat harga sumber energi di tingkat konsumen tetap berada di bawah harga pasar atau lebih tinggi dari harga pasar untuk subsidi harga di tingkat produsen. Subsidi energi juga dapat berarti mengurangi biaya yang digunakan oleh konsumen/produsen untuk membeli/memproduksi sumber energi. Subsidi dapat berupa transfer dana secara langsung, pendanaan secara tidak langsung, pengecualian pajak, pengendalian harga, pengendalian arus perdagangan, dan pembatasan akses pasar.

Subsidi bahan bakar fosil di antara negara OECD pada tahun 2011 mencapai 90 miliar US dollar, dan lebih dari 500 US dollar secara global.[1] Sedangkan subsidi energi terbarukan hanya 88 miliar US dollar pada tahun yang sama.[2] Dengan subsidi bahan bakar fosil yang terus terjadi, maka berdasarkan International Energy Agency, target pengendalian perubahan iklim tidak akan tercapai.[3]

Garis besar

Argumen utama yang digunakan dalam melakukan subsidi energi bagi sebuah negara yaitu:

  • Mempertahankan suplai untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan menjaga sumber daya alam di dalam negeri
  • Peningkatan kualitas lingkungan (khusus subsidi energi alternatif/energi terbarukan)
  • Manfaat secara ekonomi; subsidi mengurangi harga sehingga merangsang sektor ekonomi tertentu untuk terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat miskin
  • Ketenagakerjaan; subsidi mempertahankan sektor ekonomi tertentu dan mencegahnya dari kebangkrutan yang dapat menyebabkan PHK[4]

Argumen utama yang menentang subsidi energi yaitu:

  • Beberapa subsidi energi, terutama subsidi energi fosil, berlawanan dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan global dan malah memicu konsumsi yang lebih tinggi dan limbah yang lebih banyak, menyebabkan kerusakan lingkungan dan beban bagi keuangan sebuah negara.[5] Mayoritas pihak yang menikmati subsidi energi justru masyarakat kalangan mampu.[6]
  • Subsidi energi menghalangi perkembangan sektor substitusi yang tidak disubsidi
  • Subsidi energi kadang kala jatuh ke sektor komersial besar sehingga dikatakan tidak tepat sasaran, berdasarkan studi oleh Bank Dunia.[7] Subsidi energi juga mengedepankan sektor perekonomian yang sudah intensif secara modal sehingga mengorbankan sektor perekonomian alternatif yang lebih kecil.[8]
  • Tidak memperhitungkan biaya eksternal, terutama biaya eksternal lingkungan.[9]
  • Subsidi energi memungkinkan eksploitasi yang lebih besar tanpa memperhitungkan untuk menjaga cadangan energi yang masih tersedia
  • Hilangnya pendapatan negara dari penjualan dan pajak migas

Pranala luar

Referensi

  1. Shelagh Whitley. Time to change the game: Fossil fuel subsidies and climate. Overseas Development Institute.
  2. EU wind industry faces tough challenge - and politicians should not make it worse EWEA 04 Feb 2013
  3. Fossil fuel subsidies are “public enemy number one” – IEA Chief EWEA 04 Feb 2013
  4. Energy subsidies in the European Union: A brief overview. Technical report No 1/2004. European Environmental Agency. 2004.
  5. United Nations Environment Programme, Division of Technology, Industry and Economics. Reforming energy subsidies. IEA/UNEP. 2002. ISBN 92-807-2208-5.
  6. Shelagh Whitley. Time to change the game: Fossil fuel subsidies and climate. Overseas Development Institute.
  7. Douglas F. Barnes, Jonathan Halpern. The role of energy subsidies. Energy and Development Report. World Bank. 2000. hlm. 60–66.
  8. Jonathan Pershing, Jim Mackenzie. Removing Subsidies. Leveling the Playing Field for Renewable Energy Technologies. Thematic Background Paper. Secretariat of the International Conference for Renewable Energies. March 2004.
  9. United Nations Environment Programme, Division of Technology, Industry and Economics. Reforming energy subsidies. IEA/UNEP. 2002. ISBN 92-807-2208-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25806994 (2024-06-08T04:23:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.