Lompat ke isi

Kompresi gravitasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22093960; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Stellar_core.gif|thumb|right|280px|Stellar core]]
'''Pemampatan gravitasi''' atau '''kompresi gravitasi''' adalah suatu fenomena ketika [[gravitasi]] suatu objek memampatkan (atau mengompresi) objek tersebut, sehingga mengecilkan ukuran dan meningkatkan [[kerapatan|kepadatan]] objek tersebut.
'''Pemampatan gravitasi''' atau '''kompresi gravitasi''' adalah suatu fenomena ketika [[gravitasi]] suatu objek memampatkan (atau mengompresi) objek tersebut, sehingga mengecilkan ukuran dan meningkatkan [[kerapatan|kepadatan]] objek tersebut.


Di pusat [[planet]] atau [[bintang]], kompresi gravitasi menghasilkan [[panas]] melalui [[mekanisme Kelvin–Helmholtz]]. Mekanisme ini menjelaskan bagaimana [[Yupiter]] terus mengeluarkan panas yang disebabkan oleh kompresi gravitasi.
Di pusat [[planet]] atau [[bintang]], kompresi gravitasi menghasilkan [[panas]] melalui [[mekanisme Kelvin–Helmholtz]]. Mekanisme ini menjelaskan bagaimana [[Yupiter]] terus mengeluarkan panas yang disebabkan oleh kompresi gravitasi.<ref>[http://www.iki.rssi.ru/nineplanets/jupiter.html Jupiter]. Space Research Institute,Russian Academy of Sciences.</ref>


Istilah kompresi gravitasi sering kali digunakan dalam menjelaskan [[evolusi bintang]]. [[Matahari]] dan [[bintang deret utama]] lainnya merupakan hasil dari [[keruntuhan gravitasi]] [[awan molekuler]]. Dengan mengasumsikan bahwa massa materi tersebut cukup besar, kompresi gravitasi akan mengecilkan besar inti dan meningkatkan suhu hingga [[reaksi rantai proton-proton|fusi hidrogen]] dapat berlangsung. [[fusi nuklir|Reaksi fusi]] [[hidrogen]] menjadi [[helium]] ini mengeluarkan [[energi]] yang menyeimbangkan [[tekanan]] gravitasi ke dalam, dan bintang menjadi stabil selama jutaan tahun. Kompresi gravitasi lebih lanjut tidak akan terjadi hingga hidrogen hampir habis, dan bila hal tersebut terjadi tekanan panas dari reaksi fusi akan berkurang. Pada akhir hayat Matahari, kompresi gravitasi akan mengubah Matahari menjadi [[katai putih]].
Istilah kompresi gravitasi sering kali digunakan dalam menjelaskan [[evolusi bintang]]. [[Matahari]] dan [[bintang deret utama]] lainnya merupakan hasil dari [[keruntuhan gravitasi]] [[awan molekuler]]. Dengan mengasumsikan bahwa massa materi tersebut cukup besar, kompresi gravitasi akan mengecilkan besar inti dan meningkatkan suhu hingga [[reaksi rantai proton-proton|fusi hidrogen]] dapat berlangsung. [[fusi nuklir|Reaksi fusi]] [[hidrogen]] menjadi [[helium]] ini mengeluarkan [[energi]] yang menyeimbangkan [[tekanan]] gravitasi ke dalam, dan bintang menjadi stabil selama jutaan tahun. Kompresi gravitasi lebih lanjut tidak akan terjadi hingga hidrogen hampir habis, dan bila hal tersebut terjadi tekanan panas dari reaksi fusi akan berkurang.<ref>R.R. Britt. [http://www.space.com/scienceastronomy/astronomy/star_formation_010116.html How a Star is Born: Clouds Lift on Missing Link]. 16 January 2001.</ref> Pada akhir hayat Matahari, kompresi gravitasi akan mengubah Matahari menjadi [[katai putih]].<ref>[http://imagine.gsfc.nasa.gov/docs/science/know_l2/dwarfs.html White Dwarf Stars]. Astrophysics Science Division, NASA Goddard Space Flight Center. November 2006.</ref>


Di sisi lain, bintang yang sangat besar (yang menghabiskan bahan bakarnya dengan sangat cepat) akan mengalami [[supernova]], dan setelah itu kompresi gravitasi lebih lanjut akan menghasilkan [[bintang neutron]] atau [[lubang hitam]].
Di sisi lain, bintang yang sangat besar (yang menghabiskan bahan bakarnya dengan sangat cepat) akan mengalami [[supernova]], dan setelah itu kompresi gravitasi lebih lanjut akan menghasilkan [[bintang neutron]]<ref>M. Coleman Miller. [http://www.astro.umd.edu/~miller/nstar.html Introduction to neutron stars]. University of Maryland.</ref> atau [[lubang hitam]].<ref>N. Strobel. [http://www.astronomynotes.com/evolutn/s13.htm Black Holes]. Nick Strobel's Astronomy Notes. June 2, 2007.</ref>


Untuk planet dan bulan, [[keseimbangan hidrostatik]] tercapai ketika kompresi gravitasi diseimbangkan oleh [[gradien tekanan]] di arah yang berlawanan.
Untuk planet dan bulan, [[keseimbangan hidrostatik]] tercapai ketika kompresi gravitasi diseimbangkan oleh [[gradien tekanan]] di arah yang berlawanan.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompresi+gravitasi&oldid=22093960 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22093960 (2022-11-25T08:48:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompresi+gravitasi&oldid=22093960 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22093960 (2022-11-25T08:48:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.09

Berkas:Stellar core.gif
Stellar core

Pemampatan gravitasi atau kompresi gravitasi adalah suatu fenomena ketika gravitasi suatu objek memampatkan (atau mengompresi) objek tersebut, sehingga mengecilkan ukuran dan meningkatkan kepadatan objek tersebut.

Di pusat planet atau bintang, kompresi gravitasi menghasilkan panas melalui mekanisme Kelvin–Helmholtz. Mekanisme ini menjelaskan bagaimana Yupiter terus mengeluarkan panas yang disebabkan oleh kompresi gravitasi.[1]

Istilah kompresi gravitasi sering kali digunakan dalam menjelaskan evolusi bintang. Matahari dan bintang deret utama lainnya merupakan hasil dari keruntuhan gravitasi awan molekuler. Dengan mengasumsikan bahwa massa materi tersebut cukup besar, kompresi gravitasi akan mengecilkan besar inti dan meningkatkan suhu hingga fusi hidrogen dapat berlangsung. Reaksi fusi hidrogen menjadi helium ini mengeluarkan energi yang menyeimbangkan tekanan gravitasi ke dalam, dan bintang menjadi stabil selama jutaan tahun. Kompresi gravitasi lebih lanjut tidak akan terjadi hingga hidrogen hampir habis, dan bila hal tersebut terjadi tekanan panas dari reaksi fusi akan berkurang.[2] Pada akhir hayat Matahari, kompresi gravitasi akan mengubah Matahari menjadi katai putih.[3]

Di sisi lain, bintang yang sangat besar (yang menghabiskan bahan bakarnya dengan sangat cepat) akan mengalami supernova, dan setelah itu kompresi gravitasi lebih lanjut akan menghasilkan bintang neutron[4] atau lubang hitam.[5]

Untuk planet dan bulan, keseimbangan hidrostatik tercapai ketika kompresi gravitasi diseimbangkan oleh gradien tekanan di arah yang berlawanan.

Referensi

  1. Jupiter. Space Research Institute,Russian Academy of Sciences.
  2. R.R. Britt. How a Star is Born: Clouds Lift on Missing Link. 16 January 2001.
  3. White Dwarf Stars. Astrophysics Science Division, NASA Goddard Space Flight Center. November 2006.
  4. M. Coleman Miller. Introduction to neutron stars. University of Maryland.
  5. N. Strobel. Black Holes. Nick Strobel's Astronomy Notes. June 2, 2007.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22093960 (2022-11-25T08:48:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.