Lompat ke isi

Bariogenesis: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 11423489; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 5: Baris 5:
Langkah berikutnya setelah bariogenesis adalah [[nukleosintesis Big Bang]], yang telah jauh lebih baik dipahami, yaitu di mana [[inti atom]] cahaya mulai terbentuk.
Langkah berikutnya setelah bariogenesis adalah [[nukleosintesis Big Bang]], yang telah jauh lebih baik dipahami, yaitu di mana [[inti atom]] cahaya mulai terbentuk.


[[Persamaan Dirac]] yang dirumuskan oleh [[Paul Dirac]] sekitar 1928 sebagai bagian dari perkembangan [[mekanika kuantum]] [[relativitas khusus|relativistik]], memprediksikan keberadaan [[antipartikel]] bersama dengan hasil-hasil akhirnya, yang diharapkan dari partikel yang berkorespondensi dengannya. Sejak saat itu, telah dapat dipastikan secara eksperimen bahwa setiap jenis partikel yang diketahui memiliki antipartikel yang berkaitan dengannya.
[[Persamaan Dirac]]<ref>P.A.M. Dirac. ''The Quantum Theory of the Electron''. ''Proceedings of the Royal Society of London A''. 1928. Vol. 117 (778). hlm. 610–624. doi:10.1098/rspa.1928.0023.</ref> yang dirumuskan oleh [[Paul Dirac]] sekitar 1928 sebagai bagian dari perkembangan [[mekanika kuantum]] [[relativitas khusus|relativistik]], memprediksikan keberadaan [[antipartikel]] bersama dengan hasil-hasil akhirnya, yang diharapkan dari partikel yang berkorespondensi dengannya. Sejak saat itu, telah dapat dipastikan secara eksperimen bahwa setiap jenis partikel yang diketahui memiliki antipartikel yang berkaitan dengannya.


== Referensi ==
== Referensi ==
=== Artikel ilmiah ===
<references />
 
 
=== Buku teks ===
*
 
=== Pracetak ===
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bariogenesis&oldid=11423489 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 11423489 (2016-03-15T19:32:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bariogenesis&oldid=11423489 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 11423489 (2016-03-15T19:32:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.11

Dalam kosmologi fisik, bariogenesis adalah istilah umum untuk proses fisik hipotetis yang menghasilkan keadaan asimetri antara barion dan antibarion pada masa alam semesta sangat awal, sehingga menghasilkan jumlah materi residu yang substansial yang membentuk alam semesta saat ini.

Teori-teori bariogenesis (yang paling utama adalah bariogenesis elektrolemah dan bariogenesis GUT) merupakan penerapan beragam sub-disiplin ilmu fisika, seperti teori medan kuantum dan fisika statistik, untuk mendeskripsikan kemungkinan mekanisme-mekanisme tersebut. Perbedaan yang mendasar di antara teori-teori bariogenesis adalah mengenai deskripsi interaksi antara partikel-partikel dasar.

Langkah berikutnya setelah bariogenesis adalah nukleosintesis Big Bang, yang telah jauh lebih baik dipahami, yaitu di mana inti atom cahaya mulai terbentuk.

Persamaan Dirac[1] yang dirumuskan oleh Paul Dirac sekitar 1928 sebagai bagian dari perkembangan mekanika kuantum relativistik, memprediksikan keberadaan antipartikel bersama dengan hasil-hasil akhirnya, yang diharapkan dari partikel yang berkorespondensi dengannya. Sejak saat itu, telah dapat dipastikan secara eksperimen bahwa setiap jenis partikel yang diketahui memiliki antipartikel yang berkaitan dengannya.

Referensi

  1. P.A.M. Dirac. The Quantum Theory of the Electron. Proceedings of the Royal Society of London A. 1928. Vol. 117 (778). hlm. 610–624. doi:10.1098/rspa.1928.0023.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 11423489 (2016-03-15T19:32:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.