Optika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29461406; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Table_of_Opticks,_Cyclopaedia,_Volume_2.jpg|thumb|right|280px|Table of Opticks, Cyclopaedia, Volume 2]] | |||
'''Optika''' ([[kata serapan dalam bahasa Indonesia|serapan]] dari ) adalah cabang [[fisika]] yang menggambarkan perilaku dan sifat [[cahaya]] dan interaksi [[cahaya]] dengan [[materi]]. Optika menerangkan dan diwarnai oleh [[gejala optis]]. Kata ''optik'' berasal dari [[bahasa Latin]] '''', yang berarti ''tampilan''. | '''Optika''' ([[kata serapan dalam bahasa Indonesia|serapan]] dari ) adalah cabang [[fisika]] yang menggambarkan perilaku dan sifat [[cahaya]] dan interaksi [[cahaya]] dengan [[materi]]. Optika menerangkan dan diwarnai oleh [[gejala optis]]. Kata ''optik'' berasal dari [[bahasa Latin]] '''', yang berarti ''tampilan''. | ||
| Baris 9: | Baris 11: | ||
Karena aplikasi yang luas dari optika di dunia nyata, bidang ilmu optika dan rekayasa optik berkembang menjadi lintas disiplin. Ilmu optika merupakan bagian dari berbagai disiplin terkait, seperti elektrofisika, psikologi, dan kedokteran (khususnya [[oftalmologi]] dan [[optometri]]). Selain itu, penjelasan yang paling lengkap tentang perilaku optis, seperti dijelaskan dalam fisika, tidak selalu rumit untuk kebanyakan masalah, jadi model sederhana dapat digunakan. Model sederhana ini cukup untuk menjelaskan sebagian gejala optis serta mengabaikan perilaku yang tidak relevan dan / atau tidak terdeteksi pada suatu sistem. | Karena aplikasi yang luas dari optika di dunia nyata, bidang ilmu optika dan rekayasa optik berkembang menjadi lintas disiplin. Ilmu optika merupakan bagian dari berbagai disiplin terkait, seperti elektrofisika, psikologi, dan kedokteran (khususnya [[oftalmologi]] dan [[optometri]]). Selain itu, penjelasan yang paling lengkap tentang perilaku optis, seperti dijelaskan dalam fisika, tidak selalu rumit untuk kebanyakan masalah, jadi model sederhana dapat digunakan. Model sederhana ini cukup untuk menjelaskan sebagian gejala optis serta mengabaikan perilaku yang tidak relevan dan / atau tidak terdeteksi pada suatu sistem. | ||
Di ruang bebas suatu gelombang berjalan pada kecepatan c = [[meter]]/[[detik]]. Ketika memasuki medium tertentu (''dielectric'' atau ''nonconducting'') [[gelombang]] berjalan dengan suatu kecepatan v, yang mana adalah karakteristik dari bahan dan kurang dari besarnya [[kecepatan cahaya]] itu sendiri (c). Perbandingan [[kecepatan cahaya]] di dalam ruang hampa dengan [[kecepatan cahaya]] di [[medium]] adalah [[indeks bias]] n bahan sebagai berikut: n = | Di ruang bebas suatu gelombang berjalan pada kecepatan c = [[meter]]/[[detik]]. Ketika memasuki medium tertentu (''dielectric'' atau ''nonconducting'') [[gelombang]] berjalan dengan suatu kecepatan v, yang mana adalah karakteristik dari bahan dan kurang dari besarnya [[kecepatan cahaya]] itu sendiri (c). Perbandingan [[kecepatan cahaya]] di dalam ruang hampa dengan [[kecepatan cahaya]] di [[medium]] adalah [[indeks bias]] n bahan sebagai berikut: n = | ||
== Optika klasik == | == Optika klasik == | ||
Sebelum [[optika kuantum]] menjadi penting, asarnya terdiri dari aplikasi elektromagnetik klasik dan [[pendekatan frekuensi tinggi]] untuk [[cahaya]]. Optik klasik terbagi menjadi dua cabang utama: [[optika geometris]] dan [[optika fisis]]. | Sebelum [[optika kuantum]] menjadi penting, asarnya terdiri dari aplikasi elektromagnetik klasik dan [[pendekatan frekuensi tinggi]] untuk [[cahaya]]. Optik klasik terbagi menjadi dua cabang utama: [[optika geometris]] dan [[optika fisis]]. | ||
=== Optika Geometris === | === Optika Geometris === | ||
''Optika geometris'', atau ''[[optika sinar]]'', menjelaskan propagasi cahaya dalam bentuk "[[sinar]]". Sinar dibelokkan di [[antarmuka]] antara dua medium yang berbeda, dan dapat berbentuk kurva di dalam [[medium]] yang mana indeks-refraksinya merupakan fungsi dari posisi. "Sinar" dalam optik geometris merupakan [[objek abstrak]], atau "[[instrumen]]", yang sejajar dengan [[muka gelombang]] dari [[gelombang]] optis sebenarnya. Optik geometris menyediakan aturan untuk penyebaran [[sinar]] ini melalui sistem optis, yang menunjukkan bagaimana sebenarnya muka gelombang akan menyebar. Ini adalah penyederhanaan optik yang signifikan, dan gagal untuk memperhitungkan banyak efek optis penting seperti [[difraksi]] dan [[polarisasi]]. Namun hal ini merupakan pendekatan yang baik, jika panjang [[gelombang cahaya]] tersebut sangat kecil dibandingkan dengan ukuran struktur yang berinteraksi dengannya. Optik geometris dapat digunakan untuk menjelaskan aspek geometris dari penggambaran [[cahaya]] (imaging), termasuk [[aberasi optis]]. | ''Optika geometris'', atau ''[[optika sinar]]'', menjelaskan propagasi cahaya dalam bentuk "[[sinar]]". Sinar dibelokkan di [[antarmuka]] antara dua medium yang berbeda, dan dapat berbentuk kurva di dalam [[medium]] yang mana indeks-refraksinya merupakan fungsi dari posisi. "Sinar" dalam optik geometris merupakan [[objek abstrak]], atau "[[instrumen]]", yang sejajar dengan [[muka gelombang]] dari [[gelombang]] optis sebenarnya. Optik geometris menyediakan aturan untuk penyebaran [[sinar]] ini melalui sistem optis, yang menunjukkan bagaimana sebenarnya muka gelombang akan menyebar. Ini adalah penyederhanaan optik yang signifikan, dan gagal untuk memperhitungkan banyak efek optis penting seperti [[difraksi]] dan [[polarisasi]]. Namun hal ini merupakan pendekatan yang baik, jika panjang [[gelombang cahaya]] tersebut sangat kecil dibandingkan dengan ukuran struktur yang berinteraksi dengannya. Optik geometris dapat digunakan untuk menjelaskan aspek geometris dari penggambaran [[cahaya]] (imaging), termasuk [[aberasi optis]]. | ||
| Baris 22: | Baris 22: | ||
=== Optika Fisis === | === Optika Fisis === | ||
''Optika fisis'' atau [[optika gelombang]] membentuk [[prinsip Huygens]] dan memodelkan [[propagasi]] dari [[muka gelombang]] kompleks melalui sistem optis, termasuk [[amplitudo]] dan [[fase]] dari [[gelombang]]. Teknik ini, yang biasanya diterapkan secara numerik pada komputer, dapat menghitung efek [[difraksi]], [[interferensi]], [[polarisasi]], serta efek kompleks lain. Akan tetapi pada umumnya aproksimasi masih digunakan, sehingga tidak secara lengkap memodelkan teori [[gelombang elektromagnetik]] dari [[propagasi]] [[cahaya]]. Model lengkap tersebut jauh lebih menuntut komputasi, akan tetapi dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan kecil yang memerlukan pemecahan lebih akurat. | ''Optika fisis'' atau [[optika gelombang]] membentuk [[prinsip Huygens]] dan memodelkan [[propagasi]] dari [[muka gelombang]] kompleks melalui sistem optis, termasuk [[amplitudo]] dan [[fase]] dari [[gelombang]]. Teknik ini, yang biasanya diterapkan secara numerik pada komputer, dapat menghitung efek [[difraksi]], [[interferensi]], [[polarisasi]], serta efek kompleks lain. Akan tetapi pada umumnya aproksimasi masih digunakan, sehingga tidak secara lengkap memodelkan teori [[gelombang elektromagnetik]] dari [[propagasi]] [[cahaya]]. Model lengkap tersebut jauh lebih menuntut komputasi, akan tetapi dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan kecil yang memerlukan pemecahan lebih akurat. | ||
=== Topik yang berkaitan dengan optik klasik === | === Topik yang berkaitan dengan optik klasik === | ||
* [[Bilangan Abbe]] | * [[Bilangan Abbe]] | ||
* [[Aberasi sistem optis|Aberasi]] | * [[Aberasi sistem optis|Aberasi]] | ||
| Baris 62: | Baris 59: | ||
* [[Spektrum]] | * [[Spektrum]] | ||
* [[Gelombang]] | * [[Gelombang]] | ||
== Optika modern == | == Optika modern == | ||
| Baris 68: | Baris 64: | ||
=== Topik yang berkaitan dengan optik modern === | === Topik yang berkaitan dengan optik modern === | ||
* [[Optik adaptif]] | * [[Optik adaptif]] | ||
* [[Dikroisme lingkar]] | * [[Dikroisme lingkar]] | ||
| Baris 96: | Baris 90: | ||
* [[Optik lapisan tipis]] | * [[Optik lapisan tipis]] | ||
* [[Optik sinar-X]] | * [[Optik sinar-X]] | ||
== Optik sehari-hari == | == Optik sehari-hari == | ||
| Baris 102: | Baris 95: | ||
== Bidang optik lain == | == Bidang optik lain == | ||
* [[Ilmu warna]] | * [[Ilmu warna]] | ||
* [[Pengolahan citra]] | * [[Pengolahan citra]] | ||
| Baris 119: | Baris 110: | ||
* [[Fisika panas]] | * [[Fisika panas]] | ||
* [[Sistem visual]] | * [[Sistem visual]] | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Sejarah optik]] | * [[Sejarah optik]] | ||
* [[Daftar topik optik]] | * [[Daftar topik optik]] | ||
| Baris 135: | Baris 123: | ||
* [[Teleskop optis]] | * [[Teleskop optis]] | ||
* Perawatan [[Anti kabut]] | * Perawatan [[Anti kabut]] | ||
=== Masyarakat === | === Masyarakat === | ||
* [[Optical Society of America]] | * [[Optical Society of America]] | ||
| Baris 145: | Baris 130: | ||
* [[European Optical Society]] | * [[European Optical Society]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
=== Buku teks dan tutorial === | === Buku teks dan tutorial === | ||
* [http://www.lightandmatter.com/area1book5.html Optics] — buku teks open-source tentang Optik | * [http://www.lightandmatter.com/area1book5.html Optics] — buku teks open-source tentang Optik | ||
| Baris 174: | Baris 149: | ||
* [http://www.photonics.com/ Photonics news] | * [http://www.photonics.com/ Photonics news] | ||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Optika&oldid=29461406 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29461406 (2026-07-15T10:13:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.20

Optika (serapan dari ) adalah cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi. Optika menerangkan dan diwarnai oleh gejala optis. Kata optik berasal dari bahasa Latin ', yang berarti tampilan.
Kajian dalam optika umumnya menggambarkan sifat cahaya tampak, inframerah dan ultraviolet; tetapi karena cahaya adalah gelombang elektromagnetik, gejala yang sama juga terjadi di sinar-X, gelombang mikro, gelombang radio, dan bentuk lain dari radiasi elektromagnetik dan juga gejala serupa seperti pada sorotan partikel bermuatan (charged beam). Optika secara umum dapat dianggap sebagai bagian dari keelektromagnetan. Beberapa gejala optis bergantung pada sifat kuantum cahaya yang terkait dengan beberapa bidang optika hingga mekanika kuantum. Dalam praktiknya, kebanyakan dari gejala optis dapat dihitung dengan menggunakan sifat elektromagnetik dari cahaya, seperti yang dijelaskan oleh persamaan Maxwell.
Bidang optika memiliki identitas, masyarakat, dan konferensinya sendiri. Aspek keilmuannya sering disebut juga fisika optik. Ilmu optik terapan sering disebut rekayasa optik. Aplikasi dari rekayasa optik yang terkait khusus dengan sistem iluminasi (iluminasi) disebut rekayasa pencahayaan.
Setiap disiplin cenderung sedikit berbeda dalam aplikasi, keterampilan teknis, fokus, dan afiliasi profesionalnya. Inovasi lebih baru dalam rekayasa optik sering dikategorikan sebagai fotonika atau optoelektronika. Batas-batas antara bidang ini dan "optik" sering tidak jelas, dan istilah yang digunakan berbeda di berbagai belahan dunia dan dalam berbagai bidang industri.
Karena aplikasi yang luas dari optika di dunia nyata, bidang ilmu optika dan rekayasa optik berkembang menjadi lintas disiplin. Ilmu optika merupakan bagian dari berbagai disiplin terkait, seperti elektrofisika, psikologi, dan kedokteran (khususnya oftalmologi dan optometri). Selain itu, penjelasan yang paling lengkap tentang perilaku optis, seperti dijelaskan dalam fisika, tidak selalu rumit untuk kebanyakan masalah, jadi model sederhana dapat digunakan. Model sederhana ini cukup untuk menjelaskan sebagian gejala optis serta mengabaikan perilaku yang tidak relevan dan / atau tidak terdeteksi pada suatu sistem.
Di ruang bebas suatu gelombang berjalan pada kecepatan c = meter/detik. Ketika memasuki medium tertentu (dielectric atau nonconducting) gelombang berjalan dengan suatu kecepatan v, yang mana adalah karakteristik dari bahan dan kurang dari besarnya kecepatan cahaya itu sendiri (c). Perbandingan kecepatan cahaya di dalam ruang hampa dengan kecepatan cahaya di medium adalah indeks bias n bahan sebagai berikut: n =
Optika klasik
Sebelum optika kuantum menjadi penting, asarnya terdiri dari aplikasi elektromagnetik klasik dan pendekatan frekuensi tinggi untuk cahaya. Optik klasik terbagi menjadi dua cabang utama: optika geometris dan optika fisis.
Optika Geometris
Optika geometris, atau optika sinar, menjelaskan propagasi cahaya dalam bentuk "sinar". Sinar dibelokkan di antarmuka antara dua medium yang berbeda, dan dapat berbentuk kurva di dalam medium yang mana indeks-refraksinya merupakan fungsi dari posisi. "Sinar" dalam optik geometris merupakan objek abstrak, atau "instrumen", yang sejajar dengan muka gelombang dari gelombang optis sebenarnya. Optik geometris menyediakan aturan untuk penyebaran sinar ini melalui sistem optis, yang menunjukkan bagaimana sebenarnya muka gelombang akan menyebar. Ini adalah penyederhanaan optik yang signifikan, dan gagal untuk memperhitungkan banyak efek optis penting seperti difraksi dan polarisasi. Namun hal ini merupakan pendekatan yang baik, jika panjang gelombang cahaya tersebut sangat kecil dibandingkan dengan ukuran struktur yang berinteraksi dengannya. Optik geometris dapat digunakan untuk menjelaskan aspek geometris dari penggambaran cahaya (imaging), termasuk aberasi optis.
Optika geometris sering disederhanakan lebih lanjut oleh pendekatan paraksial, atau "pendekatan sudut kecil." Perilaku matematika yang kemudian menjadi linear, memungkinkan komponen dan sistem optis dijelaskan dalam bentuk matrik sederhana. Ini mengarah kepada teknik optik Gauss dan penelusuran sinar paraksial, yang digunakan untuk order pertama dari sistem optis, misalnya memperkirakan posisi dan magnifikasi dari gambar dan objek. Propagasi sorotan Gauss merupakan perluasan dari optik paraksial yang menyediakan model lebih akurat dari radiasi koheren seperti sorotan laser. Walaupun masih menggunakan pendekatan paraksial, teknik ini memperhitungkan difraksi, dan memungkinkan perhitungan pembesaran sinar laser yang sebanding dengan jarak, serta ukuran minimum sorotan yang dapat terfokus. Propagasi sorotan Gauss menjembatani kesenjangan antara optik geometris dan fisik.
Optika Fisis
Optika fisis atau optika gelombang membentuk prinsip Huygens dan memodelkan propagasi dari muka gelombang kompleks melalui sistem optis, termasuk amplitudo dan fase dari gelombang. Teknik ini, yang biasanya diterapkan secara numerik pada komputer, dapat menghitung efek difraksi, interferensi, polarisasi, serta efek kompleks lain. Akan tetapi pada umumnya aproksimasi masih digunakan, sehingga tidak secara lengkap memodelkan teori gelombang elektromagnetik dari propagasi cahaya. Model lengkap tersebut jauh lebih menuntut komputasi, akan tetapi dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan kecil yang memerlukan pemecahan lebih akurat.
Topik yang berkaitan dengan optik klasik
- Bilangan Abbe
- Aberasi
- Cahaya
- Difraksi
- Dispersi
- Distorsi
- Fabrikasi dan pengujian (komponen optis)
- Hukum Snellius
- Koherensi
- Persamaan Fresnel
- Prinsip Fermat
- Prinsip Huygens
- Optik Fourier
- Optik geometris dari:
- Optik indeks gradasi
- Sejarah optik
- Interferometri
- Desain lensa optis
- Resolusi optis
- Fotografi (ilmu)
- Polarisasi
- Sinar
- Penelusuran sinar
- Pemantulan
- Pembiasan
- Penyebaran
- Spektrum
- Gelombang
Optika modern
Optika modern meliputi bidang ilmu dan rekayasa optik yang menjadi terkenal pada abad ke 20. Bidang-bidang ilmu optik ini biasanya berhubungan dengan elektromagnetik atau sifat kuantum dari cahaya tetapi tidak termasuk topik lain.
Topik yang berkaitan dengan optik modern
- Optik adaptif
- Dikroisme lingkar
- Optik kristal
- Optik difraksi
- Optik serat
- Panduan gelombang
- Holografi
- Optik terpadu
- Kalkulus Jones
- Laser
- Suar lensa
- Lensa mikro
- Optik non-imaging
- Optik taklinear
- Pengenalan citra optis
- Prosesor optis
- Pusaran optis
- Fotometri
- Fotonika
- Optik kuantum
- Radiometri
- Optik statistik
- Optik lapisan tipis
- Optik sinar-X
Optik sehari-hari
Optik adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Pelangi dan bayangan adalah contoh gejala optis. Banyak orang mendapat manfaat dari kacamata atau lensa kontak, dan optik digunakan di banyak barang konsumen termasuk kamera. Superimposisi dari struktur periodik, misalnya tisu transparan dengan struktur kisi, menghasilkan bentuk yang dikenal sebagai pola moiré. Superimposisi dari pola periodik transparan yang terdiri garis atau kurva buram paralel memproduksi pola garis moiré.
Bidang optik lain
Lihat pula
- Transparensi
- Ilusi optis
- Optics, buku oleh Ptolemy
- Optisian
- Teleskop optis
- Perawatan Anti kabut
Masyarakat
Pranala luar
Buku teks dan tutorial
- Optics — buku teks open-source tentang Optik
- Optics2001 — Perpustakaan dan komunitas optik
Masyarakat
Publikasi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29461406 (2026-07-15T10:13:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.