Lompat ke isi

Nanofotonik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29586577; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Nanofotonika''' disebut juga '''nano-optik''' adalah cabang ilmu yang mempelajari perilaku cahaya pada skala [[nanometer]] serta interaksi antara objek dengan ukuran nanometer dengan cahaya. Nanofotonika berhubungan dengan bidang optik, [[rekayasa optik]], rekayasa listrik, dan [[nanoteknologi]], dan seringkali melibatkan struktur [[dielektrik]] atau logam seperti [[nanoantena]], atau komponen logam yang dapat mentransmisikan dan memfokuskan cahaya melalui ''surface plasmon polaritons''.
'''Nanofotonika''' disebut juga '''nano-optik''' adalah cabang ilmu yang mempelajari perilaku cahaya pada skala [[nanometer]] serta interaksi antara objek dengan ukuran nanometer dengan cahaya. Nanofotonika berhubungan dengan bidang optik, [[rekayasa optik]], rekayasa listrik, dan [[nanoteknologi]], dan seringkali melibatkan struktur [[dielektrik]] atau logam seperti [[nanoantena]], atau komponen logam yang dapat mentransmisikan dan memfokuskan cahaya melalui ''surface plasmon polaritons''.<ref>Ehab Awad. [https://www.nature.com/articles/s41598-019-48648-6 Nano-plasmonic Bundt Optenna for broadband polarization-insensitive and enhanced infrared detection]. ''Scientific Reports''. 2019-08-21. Vol. 9 (1). hlm. 12197. doi:10.1038/s41598-019-48648-6.</ref>


Berbeda dengan optik konvensional yang mempelajari cahaya pada skala [[mikrometer]] atau lebih besar, nanofotonika mengkaji fenomena optik yang terjadi pada skala yang jauh lebih kecil, yaitu pada tingkat nanometer (1 nanometer = 10⁻⁹ meter). Istilah nano-optik merujuk pada fenomena optik yang terjadi pada [[panjang gelombang]] cahaya yang lebih kecil atau sebanding dengan ukuran objek pada skala nanometer, yaitu dalam rentang ultraviolet, cahaya tampak, dan inframerah dekat.
Berbeda dengan optik konvensional yang mempelajari cahaya pada skala [[mikrometer]] atau lebih besar, nanofotonika mengkaji fenomena optik yang terjadi pada skala yang jauh lebih kecil, yaitu pada tingkat nanometer (1 nanometer = 10⁻⁹ meter). Istilah nano-optik merujuk pada fenomena optik yang terjadi pada [[panjang gelombang]] cahaya yang lebih kecil atau sebanding dengan ukuran objek pada skala nanometer, yaitu dalam rentang ultraviolet, cahaya tampak, dan inframerah dekat.<ref>Ulrich Hohenester. [https://www.google.co.id/books/edition/Nano_and_Quantum_Optics/GpXFDwAAQBAJ?hl=en&gbpv=0 Nano and Quantum Optics: An Introduction to Basic Principles and Theory]. Springer Nature. 2019-12-18. hlm. 14. ISBN 978-3-030-30504-8.</ref>


== Latar Belakang ==
== Latar Belakang ==
Pada umumnya, komponen optik konvensional seperti lensa dan mikroskop tidak dapat memfokuskan cahaya pada skala nanometer karena batasan [[difraksi]] sesuai dengan kriteria Rayleigh. Kriteria ini menyatakan bahwa resolusi optik tidak dapat lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang digunakan. Oleh karena itu, mikroskop dan lensa biasa tidak dapat mengamati objek pada skala nanometer.
Pada umumnya, komponen optik konvensional seperti lensa dan mikroskop tidak dapat memfokuskan cahaya pada skala nanometer karena batasan [[difraksi]] sesuai dengan kriteria Rayleigh.<ref>[https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/diffraction-limit Diffraction Limit - an overview ScienceDirect Topics]. ''www.sciencedirect.com''.</ref> Kriteria ini menyatakan bahwa resolusi optik tidak dapat lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang digunakan. Oleh karena itu, mikroskop dan lensa biasa tidak dapat mengamati objek pada skala nanometer.<ref>[https://www.baslerweb.com/en/learning/microscopy-resolution-limits/ What Really Limits Microscopy Resolution? Diffraction, Rayleigh, Aberrations, and Nyquist Explained]. ''www.baslerweb.com''.</ref>


Ilmuwan telah mengembangkan berbagai teknik untuk mengatasi batasan difraksi yang terjadi. Salah satunya adalah teknik plasmon permukaan (''surface plasmon''), yang melibatkan [[eksitasi]] kolektif [[elektron]] di permukaan material konduktif yang berinteraksi dengan cahaya. Hal ini memungkinkan konsentrasi cahaya pada skala nanometer, memungkinkan pengamatan objek pada tingkat [[atom]] atau [[molekul]]. Selain itu, plasmon permukaan terlokalisasi di sekitar objek logam nanoskal dan penggunaan apertur nanoskal dalam mikroskopi optik pemindaian medan dekat (SNOM) memungkinkan pemfokusan cahaya pada skala yang lebih kecil dari panjang gelombang cahaya, meningkatkan efisiensi pemfokusan pada skala nanometer.
Ilmuwan telah mengembangkan berbagai teknik untuk mengatasi batasan difraksi yang terjadi. Salah satunya adalah teknik plasmon permukaan (''surface plasmon''), yang melibatkan [[eksitasi]] kolektif [[elektron]] di permukaan material konduktif yang berinteraksi dengan cahaya. Hal ini memungkinkan konsentrasi cahaya pada skala nanometer, memungkinkan pengamatan objek pada tingkat [[atom]] atau [[molekul]]. Selain itu, plasmon permukaan terlokalisasi di sekitar objek logam nanoskal dan penggunaan apertur nanoskal dalam mikroskopi optik pemindaian medan dekat (SNOM) memungkinkan pemfokusan cahaya pada skala yang lebih kecil dari panjang gelombang cahaya, meningkatkan efisiensi pemfokusan pada skala nanometer.<ref>D. W. Pohl. [https://pubs.aip.org/apl/article/44/7/651/1023076/Optical-stethoscopy-Image-recording-with Optical stethoscopy: Image recording with resolution λ/20]. ''Applied Physics Letters''. 1984-04-01. Vol. 44 (7). hlm. 651–653. doi:10.1063/1.94865.</ref><ref>U. Dürig. [https://pubs.aip.org/jap/article/59/10/3318/172622/Near-field-optical-scanning-microscopy Near-field optical-scanning microscopy]. ''Journal of Applied Physics''. 1986-05-15. Vol. 59 (10). hlm. 3318–3327. doi:10.1063/1.336848.</ref>


Teknik lain seperti mikroskopi pemindaian terowongan yang dibantu cahaya (''photoassisted scanning tunneling microscopy'') menggabungkan prinsip pemindaian terowongan dengan cahaya untuk memetakan struktur permukaan material pada skala atom. Teknik ini membuka peluang untuk mempelajari fenomena fisik pada tingkat yang sangat detail di permukaan material, termasuk dalam aplikasi material nanostruktur dan sensor.
Teknik lain seperti mikroskopi pemindaian terowongan yang dibantu cahaya (''photoassisted scanning tunneling microscopy'') menggabungkan prinsip pemindaian terowongan dengan cahaya untuk memetakan struktur permukaan material pada skala atom. Teknik ini membuka peluang untuk mempelajari fenomena fisik pada tingkat yang sangat detail di permukaan material, termasuk dalam aplikasi material nanostruktur dan sensor.<ref>Yasitha L. Hewakuruppu. [https://opg.optica.org/ao/abstract.cfm?uri=ao-52-24-6041 Plasmonic “pump–probe” method to study semi-transparent nanofluids]. ''Applied Optics''. 2013-08-20. Vol. 52 (24). hlm. 6041–6050. doi:10.1364/AO.52.006041.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nanofotonik&oldid=29586577 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29586577 (2026-08-16T04:31:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nanofotonik&oldid=29586577 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29586577 (2026-08-16T04:31:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 14.27

Nanofotonika disebut juga nano-optik adalah cabang ilmu yang mempelajari perilaku cahaya pada skala nanometer serta interaksi antara objek dengan ukuran nanometer dengan cahaya. Nanofotonika berhubungan dengan bidang optik, rekayasa optik, rekayasa listrik, dan nanoteknologi, dan seringkali melibatkan struktur dielektrik atau logam seperti nanoantena, atau komponen logam yang dapat mentransmisikan dan memfokuskan cahaya melalui surface plasmon polaritons.[1]

Berbeda dengan optik konvensional yang mempelajari cahaya pada skala mikrometer atau lebih besar, nanofotonika mengkaji fenomena optik yang terjadi pada skala yang jauh lebih kecil, yaitu pada tingkat nanometer (1 nanometer = 10⁻⁹ meter). Istilah nano-optik merujuk pada fenomena optik yang terjadi pada panjang gelombang cahaya yang lebih kecil atau sebanding dengan ukuran objek pada skala nanometer, yaitu dalam rentang ultraviolet, cahaya tampak, dan inframerah dekat.[2]

Latar Belakang

Pada umumnya, komponen optik konvensional seperti lensa dan mikroskop tidak dapat memfokuskan cahaya pada skala nanometer karena batasan difraksi sesuai dengan kriteria Rayleigh.[3] Kriteria ini menyatakan bahwa resolusi optik tidak dapat lebih kecil dari panjang gelombang cahaya yang digunakan. Oleh karena itu, mikroskop dan lensa biasa tidak dapat mengamati objek pada skala nanometer.[4]

Ilmuwan telah mengembangkan berbagai teknik untuk mengatasi batasan difraksi yang terjadi. Salah satunya adalah teknik plasmon permukaan (surface plasmon), yang melibatkan eksitasi kolektif elektron di permukaan material konduktif yang berinteraksi dengan cahaya. Hal ini memungkinkan konsentrasi cahaya pada skala nanometer, memungkinkan pengamatan objek pada tingkat atom atau molekul. Selain itu, plasmon permukaan terlokalisasi di sekitar objek logam nanoskal dan penggunaan apertur nanoskal dalam mikroskopi optik pemindaian medan dekat (SNOM) memungkinkan pemfokusan cahaya pada skala yang lebih kecil dari panjang gelombang cahaya, meningkatkan efisiensi pemfokusan pada skala nanometer.[5][6]

Teknik lain seperti mikroskopi pemindaian terowongan yang dibantu cahaya (photoassisted scanning tunneling microscopy) menggabungkan prinsip pemindaian terowongan dengan cahaya untuk memetakan struktur permukaan material pada skala atom. Teknik ini membuka peluang untuk mempelajari fenomena fisik pada tingkat yang sangat detail di permukaan material, termasuk dalam aplikasi material nanostruktur dan sensor.[7]

Referensi

  1. Ehab Awad. Nano-plasmonic Bundt Optenna for broadband polarization-insensitive and enhanced infrared detection. Scientific Reports. 2019-08-21. Vol. 9 (1). hlm. 12197. doi:10.1038/s41598-019-48648-6.
  2. Ulrich Hohenester. Nano and Quantum Optics: An Introduction to Basic Principles and Theory. Springer Nature. 2019-12-18. hlm. 14. ISBN 978-3-030-30504-8.
  3. Diffraction Limit - an overview ScienceDirect Topics. www.sciencedirect.com.
  4. What Really Limits Microscopy Resolution? Diffraction, Rayleigh, Aberrations, and Nyquist Explained. www.baslerweb.com.
  5. D. W. Pohl. Optical stethoscopy: Image recording with resolution λ/20. Applied Physics Letters. 1984-04-01. Vol. 44 (7). hlm. 651–653. doi:10.1063/1.94865.
  6. U. Dürig. Near-field optical-scanning microscopy. Journal of Applied Physics. 1986-05-15. Vol. 59 (10). hlm. 3318–3327. doi:10.1063/1.336848.
  7. Yasitha L. Hewakuruppu. Plasmonic “pump–probe” method to study semi-transparent nanofluids. Applied Optics. 2013-08-20. Vol. 52 (24). hlm. 6041–6050. doi:10.1364/AO.52.006041.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29586577 (2026-08-16T04:31:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.