Lompat ke isi

Subduksi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28106160; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Subduksi''' adalah proses geologi wilayah kerak bumi di mana terdapat pada batas dua [[lempeng tektonik]] [[litosfer]], lempeng dengan kerak samudra yang lebih tipis menunjam ke bawah lempeng yang dengan kerak benua yang lebih tebal secara [[Batas konvergen|konvergen]]. Zona subduksi dapat terjadi baik antara dua lempeng benua, antar dua lempeng samudra maupun antara lempeng benua dan samudra. Kerak samudra biasanya tenggelam ke dalam mantel di bawah kerak benua yang lebih ringan. Penghancuran kerak samudra akibat subduksi dapat membentuk kerak benua. Akibat perbedaan [[massa jenis]] antara kedua jenis lempeng tersebut, satu lempeng yang lebih ringan harus naik di atas yang lain, memaksa lempeng yang lebih berat ke bawah [[Mantel (geologi)|mantel]]. Lempeng tersebut masuk ke dalam magma dan akhirnya meleleh seluruhnya. Perbedaan densitas ini dapat terjadi karena perbedaan komposisi, umur, jenis  batuan penyusun lempeng bumi. '''Zona subduksi''' adalah area di mana dua lempeng bertemu yang membentuk deretan [[gunung berapi]] dan [[gempa bumi]]. Daerah pertemuan antarlempeng di lokasi zona subduksi disebut sebagai [[Gempa bumi berdorongan besar]], atau sebuah megathrust.
[[File:Zona_subduksi.PNG|thumb|right|280px|Zona subduksi]]


Ilmuwan pertama kali mengidentifikasi zona subduksi pada tahun 1960-an, dengan menempatkan gempa bumi di kerak yang turun. Subduksi menyebabkan terbentuknya palung laut, misalnya [[palung Mariana]], serta menyebabkan terbentuknya pegunungan. Dua pegunungan paralel biasanya berkembang di atas zona subduksi - pegunungan pesisir yang terdiri dari lapisan [[sedimen]] dan batuan keras yang terangkat dari laut ([[baji akresi]]), dan pegunungan vulkanik yang lebih jauh ke pedalaman ([[busur vulkanik]]). Gunung api yang terjadi sepanjang zona perbatasan ini, misalnya puncak [[Gunung St. Helens|Saint Helens]] dan [[Krakatau]], disebut sebagai gunung api zona subduksi. Pergerakan lempeng tektonik sendiri disebabkan oleh arus konveksi panas. Sedangkan perbedaan massa jenis ini terjadi akibat dari jenis batuan yang ada pada kedua lempeng ini berbeda. Pada lempeng samudra batuannya bersifat lebih basah daripada lempeng benua. Selain akibat pertemuan dua lempeng, aktivitas tektonik juga disebabkan oleh sesar.
'''Subduksi''' adalah proses geologi<ref>[https://www.dictionary.com/browse/subduction--zone Definition of subduction zone Dictionary.com]. ''www.dictionary.com''.</ref> wilayah kerak bumi di mana terdapat pada batas dua [[lempeng tektonik]] [[litosfer]], lempeng dengan kerak samudra yang lebih tipis menunjam ke bawah lempeng yang dengan kerak benua yang lebih tebal secara [[Batas konvergen|konvergen]].<ref>[https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01773692/heboh-ancaman-tsunami-20-meter-di-jawa-pakar-itb-zona-subduksi-memanjang-dari-sumatra-sampai-papua Heboh Ancaman Tsunami 20 Meter di Jawa, Pakar ITB: Zona Subduksi Memanjang dari Sumatra sampai Papua - Pikiran-Rakyat.com]. ''www.pikiran-rakyat.com''.</ref><ref>[http://www.columbia.edu/~vjd1/subd_zone_basic.htm Subduction Zones]. ''www.columbia.edu''.</ref><ref>[https://www.nps.gov/subjects/geology/plate-tectonics-subduction-zones.htm Convergent Plate Boundaries—Subduction Zones - Geology (U.S. National Park Service)]. ''www.nps.gov''.</ref><ref>[https://earthquake.usgs.gov/learn/glossary/?term=subduction%20zone Earthquake Glossary]. ''earthquake.usgs.gov''.</ref> Zona subduksi dapat terjadi baik antara dua lempeng benua, antar dua lempeng samudra maupun antara lempeng benua dan samudra. Kerak samudra biasanya tenggelam ke dalam mantel di bawah kerak benua yang lebih ringan.<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref> Penghancuran kerak samudra akibat subduksi dapat membentuk kerak benua.<ref>Robert Owen Wahyu. [http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v19i1.448 PEMODELAN INUNDASI TSUNAMI DI SEPANJANG PESISIR MANADO AKIBAT GEMPABUMI M8,5 DI ZONA SUBDUKSI SULAWESI UTARA]. ''Jurnal Meteorologi dan Geofisika''. 2018-12-07. Vol. 19 (1). hlm. 13. doi:10.31172/jmg.v19i1.448.</ref> Akibat perbedaan [[massa jenis]] antara kedua jenis lempeng tersebut, satu lempeng yang lebih ringan harus naik di atas yang lain, memaksa lempeng yang lebih berat ke bawah [[Mantel (geologi)|mantel]].<ref>Akira Hasegawa. [https://doi.org/10.1007/0-387-30752-4_129 Geophysics]. Springer US. 1990. hlm. 1054–1061. doi:10.1007/0-387-30752-4_129. ISBN 978-0-387-30752-7.</ref> Lempeng tersebut masuk ke dalam magma dan akhirnya meleleh seluruhnya.<ref>[https://www.universetoday.com/43822/subduction-zone/ What is a Subduction Zone?]. ''Universe Today''. 2009-11-02.</ref> Perbedaan densitas ini dapat terjadi karena perbedaan komposisi, umur, jenis  batuan penyusun lempeng bumi.<ref>Sapto Harmoko. [http://dx.doi.org/10.22146/bip.7712 Analisis Tingkat Kepuasan Pemustaka terhadap Kepuasan Layanan pada Perpustakaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada]. ''Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi''. 2015-11-05. Vol. 9 (2). hlm. 18. doi:10.22146/bip.7712.</ref> '''Zona subduksi''' adalah area di mana dua lempeng bertemu yang membentuk deretan [[gunung berapi]] dan [[gempa bumi]].<ref>[https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/subduction-zone SUBDUCTION ZONE meaning in the Cambridge English Dictionary]. ''dictionary.cambridge.org''.</ref> Daerah pertemuan antarlempeng di lokasi zona subduksi disebut sebagai [[Gempa bumi berdorongan besar]], atau sebuah megathrust.<ref>Todung R. Siagian. [https://strukturawam.wordpress.com/2011/02/09/subduksi-penujaman-di-sumatera/ Subduksi (Penujaman) di Sumatera]. ''Struktur untuk Awam - BENCANA ALAM''. 2011-02-08.</ref>


Zona subduksi dengan demikian adalah sistem interior bumi dengan skala dan kompleksitas yang tak tertandingi. Zona subduksi terjadi di sekitar [[Samudra Pasifik]], lepas pantai [[Washington]], [[Kanada]], [[Alaska]], [[Rusia]], [[Jepang]], dan [[Indonesia Bagian Timur]]. Disebut "[[Cincin Api Pasifik]]", zona subduksi ini bertanggung jawab atas gempa bumi terbesar di dunia, tsunami paling mengerikan, dan beberapa letusan gunung berapi terburuk.
Ilmuwan pertama kali mengidentifikasi zona subduksi pada tahun 1960-an, dengan menempatkan gempa bumi di kerak yang turun.<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref> Subduksi menyebabkan terbentuknya palung laut, misalnya [[palung Mariana]], serta menyebabkan terbentuknya pegunungan. Dua pegunungan paralel biasanya berkembang di atas zona subduksi - pegunungan pesisir yang terdiri dari lapisan [[sedimen]] dan batuan keras yang terangkat dari laut ([[baji akresi]]), dan pegunungan vulkanik yang lebih jauh ke pedalaman ([[busur vulkanik]]).<ref>[https://www.nps.gov/subjects/geology/plate-tectonics-subduction-zones.htm Convergent Plate Boundaries—Subduction Zones - Geology (U.S. National Park Service)]. ''www.nps.gov''.</ref> Gunung api yang terjadi sepanjang zona perbatasan ini, misalnya puncak [[Gunung St. Helens|Saint Helens]] dan [[Krakatau]], disebut sebagai gunung api zona subduksi.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref> Pergerakan lempeng tektonik sendiri disebabkan oleh arus konveksi panas. Sedangkan perbedaan massa jenis ini terjadi akibat dari jenis batuan yang ada pada kedua lempeng ini berbeda. Pada lempeng samudra batuannya bersifat lebih basah daripada lempeng benua. Selain akibat pertemuan dua lempeng, aktivitas tektonik juga disebabkan oleh sesar.<ref>Muhammad Mifta Hasan. [http://dx.doi.org/10.12962/j24604682.v11i3.1070 Estimasi Besar Konvergensi Zona Subduksi dan Mentawai Fault Zone (MFZ) di Sumatera Barat]. ''Jurnal Fisika dan Aplikasinya''. 2015-10-01. Vol. 11 (3). hlm. 110. doi:10.12962/j24604682.v11i3.1070.</ref>
 
Zona subduksi dengan demikian adalah sistem interior bumi dengan skala dan kompleksitas yang tak tertandingi.<ref>[http://dx.doi.org/10.1007/springerreference_225507 Subduction Zones]. ''SpringerReference''. Springer-Verlag.</ref> Zona subduksi terjadi di sekitar [[Samudra Pasifik]], lepas pantai [[Washington]], [[Kanada]], [[Alaska]], [[Rusia]], [[Jepang]], dan [[Indonesia Bagian Timur]]. Disebut "[[Cincin Api Pasifik]]", zona subduksi ini bertanggung jawab atas gempa bumi terbesar di dunia, tsunami paling mengerikan, dan beberapa letusan gunung berapi terburuk.<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref>


== Pembentukan ==
== Pembentukan ==
Ada beberapa teori menarik mengapa Subduksi terjadi di kerak bumi. Salah satu teori umum adalah subduksi tercipta oleh tumbukan besar [[asteroid]] atau [[komet]] di awal [[sejarah Bumi]]. Ini sangat masuk akal karena bukti geologis dari tumbukan besar yang tersebar di seluruh dunia. Gagasan lain yang diterima secara luas tentang bagaimana zona subduksi terbentuk menunjukkan bahwa sepotong lempeng secara spontan mulai tenggelam ke dalam mantel. kemudian, ini menciptakan celah di permukaan bumi yang dipenuhi magma yang menghasilkan kerak baru dan muda. Hanya setelah jutaan tahun, lempeng yang tenggelam menjadi cukup berat untuk mulai menarik kedua lempeng secara bersama-sama, menciptakan gerakan lempeng horizontal dan subduksi teratur.
Ada beberapa teori menarik mengapa Subduksi terjadi di kerak bumi. Salah satu teori umum adalah subduksi tercipta oleh tumbukan besar [[asteroid]] atau [[komet]] di awal [[sejarah Bumi]]. Ini sangat masuk akal karena bukti geologis dari tumbukan besar yang tersebar di seluruh dunia.<ref>[https://www.universetoday.com/43822/subduction-zone/ What is a Subduction Zone?]. ''Universe Today''. 2009-11-02.</ref> Gagasan lain yang diterima secara luas tentang bagaimana zona subduksi terbentuk menunjukkan bahwa sepotong lempeng secara spontan mulai tenggelam ke dalam mantel. kemudian, ini menciptakan celah di permukaan bumi yang dipenuhi magma yang menghasilkan kerak baru dan muda. Hanya setelah jutaan tahun, lempeng yang tenggelam menjadi cukup berat untuk mulai menarik kedua lempeng secara bersama-sama, menciptakan gerakan lempeng horizontal dan subduksi teratur.<ref>L. Mahadevan. [http://dx.doi.org/10.1029/2010tc002720 Why subduction zones are curved]. ''Tectonics''. 2010-11-11. Vol. 29 (6). hlm. n/a–n/a. doi:10.1029/2010tc002720.</ref>


== Dampak ==
== Dampak ==
 
Subduksi adalah salah satu dari beberapa cara lempeng tektonik berinteraksi satu sama lain. Karena setiap interaksi dapat menghasilkan bahaya alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, dan tanah longsor.<ref>[https://www.usgs.gov/news/earthword-subduction EarthWord–Subduction]. ''www.usgs.gov''.</ref>
Subduksi adalah salah satu dari beberapa cara lempeng tektonik berinteraksi satu sama lain. Karena setiap interaksi dapat menghasilkan bahaya alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, dan tanah longsor.


=== Gempa bumi ===
=== Gempa bumi ===
Zona subduksi dapat menimbulkan gempa bumi. Kerak benua yang bertabrakan, menyimpan energi yang dilepaskan saat [[gempa bumi]]. Skala zona subduksi yang berarti mereka dapat menyebabkan gempa bumi yang sangat besar. Gempa bumi terbesar yang pernah tercatat berada di zona subduksi, seperti skala 9,5 di Chile pada tahun 1960 dan 9,2 di Alaska pada tahun 1964. Besarnya gempa berkaitan dengan sesar yang menyebabkannya, dan sesar zona subduksi adalah yang terpanjang dan terluas di dunia. Zona subduksi Cascadia di lepas pantai Washington memiliki panjang sekitar 620 mil (1.000&nbsp;km) dengan lebar sekitar 62 mil (100&nbsp;km).
Zona subduksi dapat menimbulkan gempa bumi. Kerak benua yang bertabrakan, menyimpan energi yang dilepaskan saat [[gempa bumi]]. Skala zona subduksi yang berarti mereka dapat menyebabkan gempa bumi yang sangat besar. Gempa bumi terbesar yang pernah tercatat berada di zona subduksi, seperti skala 9,5 di Chile pada tahun 1960 dan 9,2 di Alaska pada tahun 1964. Besarnya gempa berkaitan dengan sesar yang menyebabkannya, dan sesar zona subduksi adalah yang terpanjang dan terluas di dunia. Zona subduksi Cascadia di lepas pantai Washington memiliki panjang sekitar 620 mil (1.000&nbsp;km) dengan lebar sekitar 62 mil (100&nbsp;km).<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref>


Gempa bumi yang lebih kecil juga terjadi di sepanjang lempeng turun, juga disebut lempengan. [[Gelombang seismik]] dari gempa dan getaran ini membantu para ilmuwan "melihat" ke dalam Bumi. Gempa mengungkapkan bahwa lempengan tenggelam cenderung menekuk pada sudut 25 hingga 45 derajat dari permukaan bumi, meskipun beberapa lebih datar atau curan daripada ini.
Gempa bumi yang lebih kecil juga terjadi di sepanjang lempeng turun, juga disebut lempengan. [[Gelombang seismik]] dari gempa dan getaran ini membantu para ilmuwan "melihat" ke dalam Bumi. Gempa mengungkapkan bahwa lempengan tenggelam cenderung menekuk pada sudut 25 hingga 45 derajat dari permukaan bumi, meskipun beberapa lebih datar atau curan daripada ini.<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref>


=== Tsunami ===
=== Tsunami ===
Zona subduksi biasanya berada di sepanjang garis pantai,. Saat gempa zona subduksi menghantam, kerak bumi melentur dan pecah. Untuk gempa bumi yang lebih besar dari skala 7,5, hal ini dapat menyebabkan [[tsunami]], gelombang laut raksasa, dengan menggerakkan dasar laut secara tiba-tiba. Namun, tidak semua gempa d zona subduksi akan menimbulkan tsunami. Selan itu, beberapa gempa bumi memicu tsunami dengan memicu [[Longsor bawah laut|tanah longsor di bawah laut]].
Zona subduksi biasanya berada di sepanjang garis pantai,. Saat gempa zona subduksi menghantam, kerak bumi melentur dan pecah. Untuk gempa bumi yang lebih besar dari skala 7,5, hal ini dapat menyebabkan [[tsunami]], gelombang laut raksasa, dengan menggerakkan dasar laut secara tiba-tiba. Namun, tidak semua gempa d zona subduksi akan menimbulkan tsunami. Selan itu, beberapa gempa bumi memicu tsunami dengan memicu [[Longsor bawah laut|tanah longsor di bawah laut]].<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref>


=== Gunung berapi ===
=== Gunung berapi ===
Saat lempeng tektonik meluncur ke dalam [[Mantel (geologi)|mantel]], dimana satu lempeng yang mengandung [[litosfer]] samudra turun di bawah lempeng yang berdekatan, sehingga menelan litosfer samudra ke dalam mantel bumi. Aktivitas vulkanik saat lempeng disubduksi oleh panas dan tekanan mengubahnya menjadi magma, lapisan yang lebih panas di bawah kerak bumi, pemanasan melepaskan cairan yang terperangkap di lempeng tersebut. Cairan ini, seperti air laut dan [[karbon dioksida]], naik ke lempeng atas dan sebagian dapat melelehkan kerak di atasnya, membentuk [[magma]] (batuan cair) yang membentuk [[gunung berapi]].
Saat lempeng tektonik meluncur ke dalam [[Mantel (geologi)|mantel]], dimana satu lempeng yang mengandung [[litosfer]] samudra turun di bawah lempeng yang berdekatan, sehingga menelan litosfer samudra ke dalam mantel bumi.<ref>[http://sci.sdsu.edu/how_volcanoes_work/subducvolc_page.html How Volcanoes Work - Subduction zone volcanism]. ''sci.sdsu.edu''.</ref> Aktivitas vulkanik saat lempeng disubduksi oleh panas dan tekanan mengubahnya menjadi magma, lapisan yang lebih panas di bawah kerak bumi, pemanasan melepaskan cairan yang terperangkap di lempeng tersebut. Cairan ini, seperti air laut dan [[karbon dioksida]], naik ke lempeng atas dan sebagian dapat melelehkan kerak di atasnya, membentuk [[magma]] (batuan cair) yang membentuk [[gunung berapi]].<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref><ref>[https://www.universetoday.com/43822/subduction-zone/ What is a Subduction Zone?]. ''Universe Today''. 2009-11-02.</ref>


Melihat Cincin Api Pasifik mengungkapkan hubungan antara zona subduksi dan gunung berapi. Pedalaman setiap zona subduksi adalah rantai gunung berapi menyembur yang disebut busur vulkanik, seperti [[Kepulauan Aleut]] Alaska. Letusan [[Gunung Toba|gunung api Toba]] di Indonesia, letusan gunung berapi terbesar dalam 25 juta tahun terakhir, berasal dari gunung berapi zona subduksi.
Melihat Cincin Api Pasifik mengungkapkan hubungan antara zona subduksi dan gunung berapi. Pedalaman setiap zona subduksi adalah rantai gunung berapi menyembur yang disebut busur vulkanik, seperti [[Kepulauan Aleut]] Alaska. Letusan [[Gunung Toba|gunung api Toba]] di Indonesia, letusan gunung berapi terbesar dalam 25 juta tahun terakhir, berasal dari gunung berapi zona subduksi.<ref>[https://www.livescience.com/43220-subduction-zone-definition.html What Is a Subduction Zone? Live Science]. ''www.livescience.com''.</ref>


== Gempa bumi Megathrust ==
== Gempa bumi Megathrust ==
Zona Subduksi pada bagian laut dangkal berpotensi melahirkan [[Gempa bumi berskala besar|gempa bumi besar]] atau sering disebut gempa bumi megathrust (tumbukan besar). Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa. Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudrs bergerak terdorong naik (''thrusting''). Namun, dibanding gempa akibat [[patahan]] atau sesar, gempa jenis megathrust memiliki siklus lebih lambat karena periode akumulasi energi yang besar.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref><ref>[https://mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com/nasional/amp/pr-20778774/apa-itu-gempa-megathrust-dan-apa-itu-zona-megathrust-berikut-penjelasannya-supaya-kita-waspada Apa Itu Gempa Megathrust? dan Apa Itu Zona Megathrust? Berikut Penjelasannya Supaya Kita Waspada - Mantra Sukabumi]. ''mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com''.</ref>


Zona Subduksi pada bagian laut dangkal berpotensi melahirkan [[Gempa bumi berskala besar|gempa bumi besar]] atau sering disebut gempa bumi megathrust (tumbukan besar). Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa. Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudrs bergerak terdorong naik (''thrusting''). Namun, dibanding gempa akibat [[patahan]] atau sesar, gempa jenis megathrust memiliki siklus lebih lambat karena periode akumulasi energi yang besar.
Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup kontak antar lempeng. Dalam perkembangannya zona subduksi diasumsikan sebagai "patahan naik yang besar", yang kini populer disebut Zoma Megathrust.<ref>[https://mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com/nasional/amp/pr-20778774/apa-itu-gempa-megathrust-dan-apa-itu-zona-megathrust-berikut-penjelasannya-supaya-kita-waspada Apa Itu Gempa Megathrust? dan Apa Itu Zona Megathrust? Berikut Penjelasannya Supaya Kita Waspada - Mantra Sukabumi]. ''mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com''.</ref>
 
Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup kontak antar lempeng. Dalam perkembangannya zona subduksi diasumsikan sebagai "patahan naik yang besar", yang kini populer disebut Zoma Megathrust.


=== Bancuh ===
=== Bancuh ===
Bancuh dikenal dalam bahasa asing sebagai Melange, salah satu karakteristik dari batas konvergen yang terdiri dari batuan yang kacau (''Chaotic'') pecahan berbagai batuan dan teranjakkan (''thrust fault''). Bancuh (Melange) terbentuk dalam [[palung samudra]] yang tertekan oleh [[litosfer]] yang bergerak dan terseret dalam blok-blok yang dibatasi oleh sesar-sesar terajakkan (thrusted).
Bancuh dikenal dalam bahasa asing sebagai Melange, salah satu karakteristik dari batas konvergen yang terdiri dari batuan yang kacau (''Chaotic'') pecahan berbagai batuan dan teranjakkan (''thrust fault''). Bancuh (Melange) terbentuk dalam [[palung samudra]] yang tertekan oleh [[litosfer]] yang bergerak dan terseret dalam blok-blok yang dibatasi oleh sesar-sesar terajakkan (thrusted).<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref>


=== Punggungan Busur Depan ===
=== Punggungan Busur Depan ===
Biasanya yang menjadi Punggungan Busur Depan (''Fore arc ridge'') adalah Bancuh, yaitu terbentuk oleh penebalan kerak akibat sesar-sesar ajakkan (thrust fault) pada ujung lempeng yang ditabrak.
Biasanya yang menjadi Punggungan Busur Depan (''Fore arc ridge'') adalah Bancuh, yaitu terbentuk oleh penebalan kerak akibat sesar-sesar ajakkan (thrust fault) pada ujung lempeng yang ditabrak.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref>


=== Cekungan Busur Muka ===
=== Cekungan Busur Muka ===
Cekungan busur muka (''fore arc basin'') adalah wilayah yang terletak di antara palung samudra dan [[busur vulkanik]]. Kawasan ini ditemukan di batas-batas konvergen. Akibat tekanan tektonik karena tertimpanya satu lempeng tektonik di atas lempeng lainnya, wilayah muka busur menjadi sumber dari gempa bumi.
Cekungan busur muka (''fore arc basin'') adalah wilayah yang terletak di antara palung samudra dan [[busur vulkanik]]. Kawasan ini ditemukan di batas-batas konvergen. Akibat tekanan tektonik karena tertimpanya satu lempeng tektonik di atas lempeng lainnya, wilayah muka busur menjadi sumber dari gempa bumi.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref>


=== Cekungan Busur Belakang ===
=== Cekungan Busur Belakang ===
 
Cekungan busur belakang (''back-arc basin'') terbentuk karena kecepatan lempeng yang menabraka lebih besar daripada lempeng yanv ditabrak sehingga menyebabkan tensional stress dan menarik bagian belakang ini ke bawah hingga membentuk cekungan.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref>
Cekungan busur belakang (''back-arc basin'') terbentuk karena kecepatan lempeng yang menabraka lebih besar daripada lempeng yanv ditabrak sehingga menyebabkan tensional stress dan menarik bagian belakang ini ke bawah hingga membentuk cekungan.


=== Busur Magmatik ===
=== Busur Magmatik ===
 
Magmatisme busur (''arc magmatism'') adalah seluruh kegiatan magma hasil penunjaman lempeng samudra di bawah kerak bumi yang lain, baik [[kerak benua]] maupun [[kerak samudra]], yang umumnya akan membentuk busur yang dikenal sebagai [[busur vulkanik]] atau busur magmatik.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref>
Magmatisme busur (''arc magmatism'') adalah seluruh kegiatan magma hasil penunjaman lempeng samudra di bawah kerak bumi yang lain, baik [[kerak benua]] maupun [[kerak samudra]], yang umumnya akan membentuk busur yang dikenal sebagai [[busur vulkanik]] atau busur magmatik.


=== Busur Kepulauan ===
=== Busur Kepulauan ===
 
[[Busur kepulauan|Busur Kepulauan]] adalah (''Island arc'') jalur gunung api/vulkanik yang terbentuk ketika lempeng samudra bertemu dengan lempeng samudra yang lain, kemudian yang satu menunjam (''subducted plate'') miring di bawah yang lain, lalu pada lempeng samudra yang tidak menunjam (''overriding plate'') terbenruk jalur gunung api hasil peleburan sebagian lempeng samudra yang menunjam dan mantel di sekitarnya pada kedalaman 100 – 150&nbsp;km.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref>
[[Busur kepulauan|Busur Kepulauan]] adalah (''Island arc'') jalur gunung api/vulkanik yang terbentuk ketika lempeng samudra bertemu dengan lempeng samudra yang lain, kemudian yang satu menunjam (''subducted plate'') miring di bawah yang lain, lalu pada lempeng samudra yang tidak menunjam (''overriding plate'') terbenruk jalur gunung api hasil peleburan sebagian lempeng samudra yang menunjam dan mantel di sekitarnya pada kedalaman 100 – 150&nbsp;km.


== Zona subduksi di Indonesia ==
== Zona subduksi di Indonesia ==
 
Konsekuensi dari lokasi Indonesia menyebbkan bencana yang datang silih berganti. Di Indonesia sendiri, sebagai tempat bertemunya tiga lempeng dunia yang menyebabkan banyak terbentuknya gunung api, serta beberapa lempeng mikro menyebabkan frekuensi kejadian gempa di berbagai daerah sangat tinggi.<ref>Scott Yanow. [http://dx.doi.org/10.1093/acref/9780195301731.013.39612 Mitchell, Grover]. ''African American Studies Center''. Oxford University Press. 2014-05-31. ISBN 978-0-19-530173-1.</ref><ref>Webmaster Team, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi ITB. [https://www.itb.ac.id/news/read/56976/home/ahli-geologi-inggris-robert-hall-zona-subduksi-di-indonesia-timur-memiliki-keunikan-untuk-diteliti Ahli Geologi Inggris Robert Hall: Zona Subduksi di Indonesia Timur Memiliki Keunikan untuk Diteliti -]. ''Institut Teknologi Bandung''.</ref> Ada enam megathrust di Indonesia yang terbagi lagi menjadi 16 segmen megathrust. Megathrust melingkari nyaris seluruh pulau besar di Indonesia.<ref>[https://opini.id/amp/sosial/read-4957/karakteristik-zona-subduksi-penyebab-gempa Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa]. ''opini.id''.</ref> [[Zona subduksi Selat Sunda]], mencakup  selatan Jawa yang membentang dari pinggiran Sumatra hingga papua merupakan subduksi panjang yang terbentuk akibat tumbukan [[lempeng Indo-Australia]] dan [[Lempeng Eurasia|Eurasia]] yang membentuk [[busur sunda]].<ref>Robert Owen Wahyu. [http://dx.doi.org/10.31172/jmg.v19i1.448 PEMODELAN INUNDASI TSUNAMI DI SEPANJANG PESISIR MANADO AKIBAT GEMPABUMI M8,5 DI ZONA SUBDUKSI SULAWESI UTARA]. ''Jurnal Meteorologi dan Geofisika''. 2018-12-07. Vol. 19 (1). hlm. 13. doi:10.31172/jmg.v19i1.448.</ref><ref>Muhammad Ragil Setiawan. [http://dx.doi.org/10.22146/jfi.27092 Pemodelan Struktur Bawah Permukaan Zona Subduksi dan Busur Gunungapi Jawa Timur berdasarkan Analisis Data Gravitasi]. ''Jurnal Fisika Indonesia''. 2017-07-31. Vol. 19 (57). doi:10.22146/jfi.27092.</ref> Penelitian [[ITB]] menyebutkan, bahwa zona subduksi tersebut dapat menyebabkan Tsunami hingga 20 meter. Selain itu beberapa subduksi megathrust lainnya lainnya yaitu aktivitas subduksi [[lempeng Filipina]] di Indonesia,<ref>Rinaldo. [https://www.liputan6.com/news/read/4349453/bmkg-gempa-di-melonguane-akibat-subduksi-lempeng-laut-filipina BMKG: Gempa di Melonguane Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina]. ''Liputan6.com''. 2020-09-07.</ref> subduksi Banda, subduksi Lempeng Laut Maluku, dan Subduksi Sulawesi, hingga subduksi Utara Papua.<ref>[https://mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com/nasional/amp/pr-20778774/apa-itu-gempa-megathrust-dan-apa-itu-zona-megathrust-berikut-penjelasannya-supaya-kita-waspada Apa Itu Gempa Megathrust? dan Apa Itu Zona Megathrust? Berikut Penjelasannya Supaya Kita Waspada - Mantra Sukabumi]. ''mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com''.</ref>
 
Konsekuensi dari lokasi Indonesia menyebbkan bencana yang datang silih berganti. Di Indonesia sendiri, sebagai tempat bertemunya tiga lempeng dunia yang menyebabkan banyak terbentuknya gunung api, serta beberapa lempeng mikro menyebabkan frekuensi kejadian gempa di berbagai daerah sangat tinggi. Ada enam megathrust di Indonesia yang terbagi lagi menjadi 16 segmen megathrust. Megathrust melingkari nyaris seluruh pulau besar di Indonesia. [[Zona subduksi Selat Sunda]], mencakup  selatan Jawa yang membentang dari pinggiran Sumatra hingga papua merupakan subduksi panjang yang terbentuk akibat tumbukan [[lempeng Indo-Australia]] dan [[Lempeng Eurasia|Eurasia]] yang membentuk [[busur sunda]]. Penelitian [[ITB]] menyebutkan, bahwa zona subduksi tersebut dapat menyebabkan Tsunami hingga 20 meter. Selain itu beberapa subduksi megathrust lainnya lainnya yaitu aktivitas subduksi [[lempeng Filipina]] di Indonesia, subduksi Banda, subduksi Lempeng Laut Maluku, dan Subduksi Sulawesi, hingga subduksi Utara Papua.


==Daftar Zona Subduksi di Indonesia==
==Daftar Zona Subduksi di Indonesia==
Sumber:
Sumber:
* PuSGeN 2017
* PuSGeN 2017
* Update PuSGeN 2024
* Update PuSGeN 2024
* Peta Sesar Aktif Indonesia
* Peta Sesar Aktif Indonesia <ref>[https://gempadunia.github.io/psai/ Peta Sesar Aktif Indonesia]. @gempa.dunia.</ref>


{| class="wikitable sortable" style="font-size:90%;"
|-
! Nama Struktur
! Nama Segmen
! Panjang (km)
! Lebar (km)
! Laju Pergerakan (cm/tahun)
! Kekuatan Maksimal/Mmax (M<sub>w</sub>)
! Sejarah Gempa (tahun=M<sub>w</sub>)
|-
| Megathrust Sumatra
| Aceh-Andaman
| 1300
| 200
| 4.0
| 9.2
| 1450 = 9.3,<ref>[https://gempadunia.github.io/ksgi/hgd15b.html ~M9.3 - Gempa Sumatra-Andaman 1450]. @gempa.dunia.</ref> [[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004|2004 = 9.1]]
|-
| Megathrust Sumatra
| Nias-Simeuleu
| 400
| 200
| 4.0
| 8.7
| [[Gempa bumi Sumatra 1861|1861 = M8.6]], [[Gempa bumi Sumatra 2005|2005 = 8.5]]
|-
| Megathrust Sumatra
| Batu
| 70
| 100
| 4.0
| 7.6
|
|-
| Megathrust Sumatra
| Mentawai-Siberut
| 260
| 200
| 4.0
| 8.9
| [[Gempa bumi Sumatra 1797|1797 = 8.7]], [[Gempa bumi Sumatra 1833|1833 = 9.0]]
|-
| Megathrust Sumatra
| Mentawai-Pagai
| 280
| 200
| 4.0
| 8.9
| [[Gempa bumi Sumatra 1797|1797 = 8.7]], [[Gempa bumi Sumatra 1833|1833 = 9.0]], [[Gempa bumi Sumatra September 2007|2007 = 8.4 & 7.9]], [[Gempa bumi dan tsunami Kepulauan Mentawai 2010|2010 = 7.8]]
|-
| Megathrust Sumatra
| Enggano
| 250
| 200
| 4.0
| 8.7
| [[Gempa bumi Bengkulu 2000|2000 = M7.9]]
|-
| Megathrust Jawa
| Jawa Barat
| 700
| 200
| 4.0
| 8.9
| [[Gempa bumi dan tsunami Jawa 2006|2006 = M7.7]]
|-
| Megathrust Jawa
| Jawa Timur
| 440
| 200
| 4.0
| 8.9
| [[Gempa bumi dan tsunami Jawa Timur 1994|1994 = 7.8]]
|-
| Megathrust Jawa
| Sumba
| 500
| 200
| 4.0
| 8.5
| 1818 = 8.1 (?)
|-
| Megathrust Sulawesi
| Lengan Utara Sulawesi
| 480
| 120
| ?
| 8.5
| 1990 =7.8,<ref>[https://gempadunia.github.io/ksgi/hgd262.html M7.8 - Gempa Gorontalo 1990]. @gempa.dunia.</ref> [[Gempa bumi Sulawesi Tengah 1996|1996 = 7.9]], [[Gempa bumi Sulawesi 2008|2008 = 7.4]]
|-
| Megathrust Filipina
| Cotabato
| ?
| ?
| ?
| 8.3
| [[Gempa bumi Teluk Moro 1976|1976 = 7.9]]
|-
| Megathrust Filipina
| Filipina Selatan
| ?
| ?
| ?
| 8.1
|
|-
| Megathrust Filipina
| Filipina Tengah
| ?
| ?
| ?
| 8.2
| [[Gempa bumi Mindanao Desember 2023|2023 = 7.6]]
|-
| Megathrust Papua
| Papua
| 800
| 100
| ?
| 8.7
| 1914 = 8.2, [[Gempa bumi Biak 1996|1996 = 8.1]]
|-
| Megathrust Sumatra
| Mentawai (Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai)
| 540
| 200
| 4.0
| 9.0
| [[Gempa bumi Sumatra 1797|1797 = 8.7]], [[Gempa bumi Sumatra 1833|1833 = 9.0]]
|-
| Megathrust Sumatra
| Mentawai – Enggano
| 810
| 200
| 4.0
| 9.2
|
|-
| Megathrust Jawa
| Jawa Barat – Jawa Timur
| 1140
| 200
| 4.0
| 9.1
|
|-
| Sesar Anjak Timor
| Timor 1
| 355
|
| 0.25
| 8.1
|
|-
| Sesar Anjak Timor
| Timor 2
| 320
|
| 0.25
| 8.0
|
|-
| Sesar Anjak Timor
| Timor 3
| 220
|
| 0.25
| 7.8
|
|-
| Sesar Anjak Tanimbar-Kai
| Tanimbar-Kai 1
| 190
|
| 0.25
| 7.8
|
|-
| Sesar Anjak Tanimbar-Kai
| Tanimbar-Kai 2
| 300
|
| 0.25
| 8.0
|
|-
| Sesar Anjak Tanimbar-Kai
| Tanimbar-Kai 3
| 250
|
| 0.25
| 7.9
|
|-
| Sesar Anjak Tanimbar-Kai
| Tanimbar-Kai 1-2
| 490
|
| 0.25
| 8.6
| 1852 = 8.6<ref>[https://gempadunia.github.io/ksgi/hgd114.html ~M8.6 - Gempa Laut Banda 1852]. @gempa.dunia.</ref>
|-
| Sesar Anjak Seram
| Seram 1/Barat
| 514
|
| 1.5
| 8.6
| [[Gempa bumi Laut Banda 1629|1629 = 8.6]]
|-
| Sesar Anjak Seram
| Seram 2/Timur
| 81
|
| 1.0
| 7.4
|
|}


==Daftar Gempa Bumi Subduksi di Indonesia==
==Daftar Gempa Bumi Subduksi di Indonesia==
 
{| class="wikitable sortable" style="font-size:90%;"
|-
!Tanggal
!Lokasi
!Kekuatan (M<sub>w</sub>)
!Kedalaman (km)
!Segmen Subduksi
![[Skala intensitas Mercalli yang dimodifikasi|MMI]]
! data-sort-type="number"|Korban Jiwa
! data-sort-tipe="number"|Luka-luka
!Keterangan
|-
| 2023-04-25
| [[Sumatera Barat]]
| 7.1
| 34.0
| Megathrust Mentawai-Siberut
| VIII
| 0
| 0
| [[Gempa bumi Kepulauan Mentawai April 2023]]
|-
| 2010-10-25
| [[Kabupaten Kepulauan Mentawai|Mentawai]]
| 7.8
| 33.0
| Megathrust Mentawai-Pagai
| VII
| 408
| 498
| [[Gempa bumi dan tsunami Kepulauan Mentawai 2010]]
|-
| 2008-11-17
| [[Gorontalo]]
| 7.7
| 21.0
| Megathrust Lengan Utara Sulawesi
| VII
| 0
| 64
| [[Gempa bumi Sulawesi 2008]]
|-
| 2007-09-13
|rowspan="2"| [[Sumatra]]
| 7.9
| 30.0
|rowspan="2"| Megathrust Mentawai
|rowspan="2"| VII-VIII
|rowspan="2"| 25
|rowspan="2"| 50
|rowspan="2"| [[Gempa bumi Sumatra September 2007]]
|-
| 2007-09-12
| 8.4
| 30.0
|-
| 2006-07-17
| [[Jawa Barat]]
| 7.7
| 12.0
| Megathrust Jawa Barat-Tengah
| VI
| 668
| 9.299
| [[Gempa bumi dan tsunami Jawa 2006]]
|-
| 2005-03-28
| [[Sumatra]]
| 8.6
| 30.0
| Megathrust Nias-Simeuleu
| VIII-IX
| 1.315
| 1.146
| [[Gempa bumi Sumatra 2005]]
|-
| 2004-12-21
| [[Sumatra]]
| 9.1-9.3
| 35.0
| Megathrust Aceh-Andaman
| IX
| 227.898
| 280.000
|[[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004]]
|-
| 2000-06-04
| [[Bengkulu]]
| 7.9
| 30.0
| Megathrust Enggano
| X
| 103
| 2.585
| [[Gempa bumi Bengkulu 2000]]
|-
| 1996-02-27
| [[Papua]]
| 8.2
| 20.0
| Megathrust Papua
| IX
| 166
| 423
| [[Gempa bumi Biak 1996]]
|-
| 1996-01-01
| [[Sulawesi Tengah]]
| 7.9
| 24.0
| Megathrust Lengan Utara Sulawesi
| X
| 9
| 30
| [[Gempa bumi Sulawesi Tengah 1996]]
|-
| 1994-06-03
| [[Jawa Timur]]
| 7.8
| 18.0
| Megathrust Jawa Timur
| VII
| 250
| 423
| [[Gempa bumi dan tsunami Jawa Timur 1994]]
|-
| 1990-04-18
| [[Gorontalo]]
| 7.8
| 25.0
| Megathrust Lengan Utara Sulawesi
| VIII
| 3
| 25
|
|-
| 1907-01-04
| [[Sumatra]]
| 8.2
| 25.0
| Megathrust Aceh-Andaman dan Nias-Simeuleu
| VIII-IX
| 2.188
|
|
|-
| 1861-03-14
| [[Sumatra]]
| 8.5
| 10.0
| Megathrust Nias-Simeuleu
| VIII-IX
| 1.000+
|
| [[Gempa bumi Sumatra 1861]]
|-
| 1852-11-26
| [[Maluku]]
| 8.6
| 10.0
| Sesar Anjak Tanimbar-Kai
| VIII-IX
| 60+
|
|
|-
| 1833-11-25
| [[Sumatra]]
| 9.0
| 10.0
| Megathrust Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai
| VIII-IX
| >700
|
| [[Gempa bumi Sumatra 1833]]
|-
| 1797-02-10
| [[Sumatra]]
| 8.7
| 10.0
| Megathrust Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai
| VIII-IX
| ~300
|
| [[Gempa bumi Sumatra 1797]]
|}


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Zona subduksi Selat Sunda]]
* [[Zona subduksi Selat Sunda]]
* [[Cincin Api Pasifik]]
* [[Cincin Api Pasifik]]
Baris 76: Baris 472:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subduksi&oldid=28106160 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28106160 (2025-10-18T08:50:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Subduksi&oldid=28106160 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28106160 (2025-10-18T08:50:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 17.58

Berkas:Zona subduksi.PNG
Zona subduksi

Subduksi adalah proses geologi[1] wilayah kerak bumi di mana terdapat pada batas dua lempeng tektonik litosfer, lempeng dengan kerak samudra yang lebih tipis menunjam ke bawah lempeng yang dengan kerak benua yang lebih tebal secara konvergen.[2][3][4][5] Zona subduksi dapat terjadi baik antara dua lempeng benua, antar dua lempeng samudra maupun antara lempeng benua dan samudra. Kerak samudra biasanya tenggelam ke dalam mantel di bawah kerak benua yang lebih ringan.[6] Penghancuran kerak samudra akibat subduksi dapat membentuk kerak benua.[7] Akibat perbedaan massa jenis antara kedua jenis lempeng tersebut, satu lempeng yang lebih ringan harus naik di atas yang lain, memaksa lempeng yang lebih berat ke bawah mantel.[8] Lempeng tersebut masuk ke dalam magma dan akhirnya meleleh seluruhnya.[9] Perbedaan densitas ini dapat terjadi karena perbedaan komposisi, umur, jenis batuan penyusun lempeng bumi.[10] Zona subduksi adalah area di mana dua lempeng bertemu yang membentuk deretan gunung berapi dan gempa bumi.[11] Daerah pertemuan antarlempeng di lokasi zona subduksi disebut sebagai Gempa bumi berdorongan besar, atau sebuah megathrust.[12]

Ilmuwan pertama kali mengidentifikasi zona subduksi pada tahun 1960-an, dengan menempatkan gempa bumi di kerak yang turun.[13] Subduksi menyebabkan terbentuknya palung laut, misalnya palung Mariana, serta menyebabkan terbentuknya pegunungan. Dua pegunungan paralel biasanya berkembang di atas zona subduksi - pegunungan pesisir yang terdiri dari lapisan sedimen dan batuan keras yang terangkat dari laut (baji akresi), dan pegunungan vulkanik yang lebih jauh ke pedalaman (busur vulkanik).[14] Gunung api yang terjadi sepanjang zona perbatasan ini, misalnya puncak Saint Helens dan Krakatau, disebut sebagai gunung api zona subduksi.[15] Pergerakan lempeng tektonik sendiri disebabkan oleh arus konveksi panas. Sedangkan perbedaan massa jenis ini terjadi akibat dari jenis batuan yang ada pada kedua lempeng ini berbeda. Pada lempeng samudra batuannya bersifat lebih basah daripada lempeng benua. Selain akibat pertemuan dua lempeng, aktivitas tektonik juga disebabkan oleh sesar.[16]

Zona subduksi dengan demikian adalah sistem interior bumi dengan skala dan kompleksitas yang tak tertandingi.[17] Zona subduksi terjadi di sekitar Samudra Pasifik, lepas pantai Washington, Kanada, Alaska, Rusia, Jepang, dan Indonesia Bagian Timur. Disebut "Cincin Api Pasifik", zona subduksi ini bertanggung jawab atas gempa bumi terbesar di dunia, tsunami paling mengerikan, dan beberapa letusan gunung berapi terburuk.[18]

Pembentukan

Ada beberapa teori menarik mengapa Subduksi terjadi di kerak bumi. Salah satu teori umum adalah subduksi tercipta oleh tumbukan besar asteroid atau komet di awal sejarah Bumi. Ini sangat masuk akal karena bukti geologis dari tumbukan besar yang tersebar di seluruh dunia.[19] Gagasan lain yang diterima secara luas tentang bagaimana zona subduksi terbentuk menunjukkan bahwa sepotong lempeng secara spontan mulai tenggelam ke dalam mantel. kemudian, ini menciptakan celah di permukaan bumi yang dipenuhi magma yang menghasilkan kerak baru dan muda. Hanya setelah jutaan tahun, lempeng yang tenggelam menjadi cukup berat untuk mulai menarik kedua lempeng secara bersama-sama, menciptakan gerakan lempeng horizontal dan subduksi teratur.[20]

Dampak

Subduksi adalah salah satu dari beberapa cara lempeng tektonik berinteraksi satu sama lain. Karena setiap interaksi dapat menghasilkan bahaya alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, dan tanah longsor.[21]

Gempa bumi

Zona subduksi dapat menimbulkan gempa bumi. Kerak benua yang bertabrakan, menyimpan energi yang dilepaskan saat gempa bumi. Skala zona subduksi yang berarti mereka dapat menyebabkan gempa bumi yang sangat besar. Gempa bumi terbesar yang pernah tercatat berada di zona subduksi, seperti skala 9,5 di Chile pada tahun 1960 dan 9,2 di Alaska pada tahun 1964. Besarnya gempa berkaitan dengan sesar yang menyebabkannya, dan sesar zona subduksi adalah yang terpanjang dan terluas di dunia. Zona subduksi Cascadia di lepas pantai Washington memiliki panjang sekitar 620 mil (1.000 km) dengan lebar sekitar 62 mil (100 km).[22]

Gempa bumi yang lebih kecil juga terjadi di sepanjang lempeng turun, juga disebut lempengan. Gelombang seismik dari gempa dan getaran ini membantu para ilmuwan "melihat" ke dalam Bumi. Gempa mengungkapkan bahwa lempengan tenggelam cenderung menekuk pada sudut 25 hingga 45 derajat dari permukaan bumi, meskipun beberapa lebih datar atau curan daripada ini.[23]

Tsunami

Zona subduksi biasanya berada di sepanjang garis pantai,. Saat gempa zona subduksi menghantam, kerak bumi melentur dan pecah. Untuk gempa bumi yang lebih besar dari skala 7,5, hal ini dapat menyebabkan tsunami, gelombang laut raksasa, dengan menggerakkan dasar laut secara tiba-tiba. Namun, tidak semua gempa d zona subduksi akan menimbulkan tsunami. Selan itu, beberapa gempa bumi memicu tsunami dengan memicu tanah longsor di bawah laut.[24]

Gunung berapi

Saat lempeng tektonik meluncur ke dalam mantel, dimana satu lempeng yang mengandung litosfer samudra turun di bawah lempeng yang berdekatan, sehingga menelan litosfer samudra ke dalam mantel bumi.[25] Aktivitas vulkanik saat lempeng disubduksi oleh panas dan tekanan mengubahnya menjadi magma, lapisan yang lebih panas di bawah kerak bumi, pemanasan melepaskan cairan yang terperangkap di lempeng tersebut. Cairan ini, seperti air laut dan karbon dioksida, naik ke lempeng atas dan sebagian dapat melelehkan kerak di atasnya, membentuk magma (batuan cair) yang membentuk gunung berapi.[26][27]

Melihat Cincin Api Pasifik mengungkapkan hubungan antara zona subduksi dan gunung berapi. Pedalaman setiap zona subduksi adalah rantai gunung berapi menyembur yang disebut busur vulkanik, seperti Kepulauan Aleut Alaska. Letusan gunung api Toba di Indonesia, letusan gunung berapi terbesar dalam 25 juta tahun terakhir, berasal dari gunung berapi zona subduksi.[28]

Gempa bumi Megathrust

Zona Subduksi pada bagian laut dangkal berpotensi melahirkan gempa bumi besar atau sering disebut gempa bumi megathrust (tumbukan besar). Dalam hal ini, lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempeng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba memicu gempa. Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudrs bergerak terdorong naik (thrusting). Namun, dibanding gempa akibat patahan atau sesar, gempa jenis megathrust memiliki siklus lebih lambat karena periode akumulasi energi yang besar.[29][30]

Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup kontak antar lempeng. Dalam perkembangannya zona subduksi diasumsikan sebagai "patahan naik yang besar", yang kini populer disebut Zoma Megathrust.[31]

Bancuh

Bancuh dikenal dalam bahasa asing sebagai Melange, salah satu karakteristik dari batas konvergen yang terdiri dari batuan yang kacau (Chaotic) pecahan berbagai batuan dan teranjakkan (thrust fault). Bancuh (Melange) terbentuk dalam palung samudra yang tertekan oleh litosfer yang bergerak dan terseret dalam blok-blok yang dibatasi oleh sesar-sesar terajakkan (thrusted).[32]

Punggungan Busur Depan

Biasanya yang menjadi Punggungan Busur Depan (Fore arc ridge) adalah Bancuh, yaitu terbentuk oleh penebalan kerak akibat sesar-sesar ajakkan (thrust fault) pada ujung lempeng yang ditabrak.[33]

Cekungan Busur Muka

Cekungan busur muka (fore arc basin) adalah wilayah yang terletak di antara palung samudra dan busur vulkanik. Kawasan ini ditemukan di batas-batas konvergen. Akibat tekanan tektonik karena tertimpanya satu lempeng tektonik di atas lempeng lainnya, wilayah muka busur menjadi sumber dari gempa bumi.[34]

Cekungan Busur Belakang

Cekungan busur belakang (back-arc basin) terbentuk karena kecepatan lempeng yang menabraka lebih besar daripada lempeng yanv ditabrak sehingga menyebabkan tensional stress dan menarik bagian belakang ini ke bawah hingga membentuk cekungan.[35]

Busur Magmatik

Magmatisme busur (arc magmatism) adalah seluruh kegiatan magma hasil penunjaman lempeng samudra di bawah kerak bumi yang lain, baik kerak benua maupun kerak samudra, yang umumnya akan membentuk busur yang dikenal sebagai busur vulkanik atau busur magmatik.[36]

Busur Kepulauan

Busur Kepulauan adalah (Island arc) jalur gunung api/vulkanik yang terbentuk ketika lempeng samudra bertemu dengan lempeng samudra yang lain, kemudian yang satu menunjam (subducted plate) miring di bawah yang lain, lalu pada lempeng samudra yang tidak menunjam (overriding plate) terbenruk jalur gunung api hasil peleburan sebagian lempeng samudra yang menunjam dan mantel di sekitarnya pada kedalaman 100 – 150 km.[37]

Zona subduksi di Indonesia

Konsekuensi dari lokasi Indonesia menyebbkan bencana yang datang silih berganti. Di Indonesia sendiri, sebagai tempat bertemunya tiga lempeng dunia yang menyebabkan banyak terbentuknya gunung api, serta beberapa lempeng mikro menyebabkan frekuensi kejadian gempa di berbagai daerah sangat tinggi.[38][39] Ada enam megathrust di Indonesia yang terbagi lagi menjadi 16 segmen megathrust. Megathrust melingkari nyaris seluruh pulau besar di Indonesia.[40] Zona subduksi Selat Sunda, mencakup selatan Jawa yang membentang dari pinggiran Sumatra hingga papua merupakan subduksi panjang yang terbentuk akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang membentuk busur sunda.[41][42] Penelitian ITB menyebutkan, bahwa zona subduksi tersebut dapat menyebabkan Tsunami hingga 20 meter. Selain itu beberapa subduksi megathrust lainnya lainnya yaitu aktivitas subduksi lempeng Filipina di Indonesia,[43] subduksi Banda, subduksi Lempeng Laut Maluku, dan Subduksi Sulawesi, hingga subduksi Utara Papua.[44]

Daftar Zona Subduksi di Indonesia

Sumber:

  • PuSGeN 2017
  • Update PuSGeN 2024
  • Peta Sesar Aktif Indonesia [45]
Nama Struktur Nama Segmen Panjang (km) Lebar (km) Laju Pergerakan (cm/tahun) Kekuatan Maksimal/Mmax (Mw) Sejarah Gempa (tahun=Mw)
Megathrust Sumatra Aceh-Andaman 1300 200 4.0 9.2 1450 = 9.3,[46] 2004 = 9.1
Megathrust Sumatra Nias-Simeuleu 400 200 4.0 8.7 1861 = M8.6, 2005 = 8.5
Megathrust Sumatra Batu 70 100 4.0 7.6
Megathrust Sumatra Mentawai-Siberut 260 200 4.0 8.9 1797 = 8.7, 1833 = 9.0
Megathrust Sumatra Mentawai-Pagai 280 200 4.0 8.9 1797 = 8.7, 1833 = 9.0, 2007 = 8.4 & 7.9, 2010 = 7.8
Megathrust Sumatra Enggano 250 200 4.0 8.7 2000 = M7.9
Megathrust Jawa Jawa Barat 700 200 4.0 8.9 2006 = M7.7
Megathrust Jawa Jawa Timur 440 200 4.0 8.9 1994 = 7.8
Megathrust Jawa Sumba 500 200 4.0 8.5 1818 = 8.1 (?)
Megathrust Sulawesi Lengan Utara Sulawesi 480 120 ? 8.5 1990 =7.8,[47] 1996 = 7.9, 2008 = 7.4
Megathrust Filipina Cotabato ? ? ? 8.3 1976 = 7.9
Megathrust Filipina Filipina Selatan ? ? ? 8.1
Megathrust Filipina Filipina Tengah ? ? ? 8.2 2023 = 7.6
Megathrust Papua Papua 800 100 ? 8.7 1914 = 8.2, 1996 = 8.1
Megathrust Sumatra Mentawai (Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai) 540 200 4.0 9.0 1797 = 8.7, 1833 = 9.0
Megathrust Sumatra Mentawai – Enggano 810 200 4.0 9.2
Megathrust Jawa Jawa Barat – Jawa Timur 1140 200 4.0 9.1
Sesar Anjak Timor Timor 1 355 0.25 8.1
Sesar Anjak Timor Timor 2 320 0.25 8.0
Sesar Anjak Timor Timor 3 220 0.25 7.8
Sesar Anjak Tanimbar-Kai Tanimbar-Kai 1 190 0.25 7.8
Sesar Anjak Tanimbar-Kai Tanimbar-Kai 2 300 0.25 8.0
Sesar Anjak Tanimbar-Kai Tanimbar-Kai 3 250 0.25 7.9
Sesar Anjak Tanimbar-Kai Tanimbar-Kai 1-2 490 0.25 8.6 1852 = 8.6[48]
Sesar Anjak Seram Seram 1/Barat 514 1.5 8.6 1629 = 8.6
Sesar Anjak Seram Seram 2/Timur 81 1.0 7.4

Daftar Gempa Bumi Subduksi di Indonesia

Tanggal Lokasi Kekuatan (Mw) Kedalaman (km) Segmen Subduksi MMI Korban Jiwa Luka-luka Keterangan
2023-04-25 Sumatera Barat 7.1 34.0 Megathrust Mentawai-Siberut VIII 0 0 Gempa bumi Kepulauan Mentawai April 2023
2010-10-25 Mentawai 7.8 33.0 Megathrust Mentawai-Pagai VII 408 498 Gempa bumi dan tsunami Kepulauan Mentawai 2010
2008-11-17 Gorontalo 7.7 21.0 Megathrust Lengan Utara Sulawesi VII 0 64 Gempa bumi Sulawesi 2008
2007-09-13 Sumatra 7.9 30.0 Megathrust Mentawai VII-VIII 25 50 Gempa bumi Sumatra September 2007
2007-09-12 8.4 30.0
2006-07-17 Jawa Barat 7.7 12.0 Megathrust Jawa Barat-Tengah VI 668 9.299 Gempa bumi dan tsunami Jawa 2006
2005-03-28 Sumatra 8.6 30.0 Megathrust Nias-Simeuleu VIII-IX 1.315 1.146 Gempa bumi Sumatra 2005
2004-12-21 Sumatra 9.1-9.3 35.0 Megathrust Aceh-Andaman IX 227.898 280.000 Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004
2000-06-04 Bengkulu 7.9 30.0 Megathrust Enggano X 103 2.585 Gempa bumi Bengkulu 2000
1996-02-27 Papua 8.2 20.0 Megathrust Papua IX 166 423 Gempa bumi Biak 1996
1996-01-01 Sulawesi Tengah 7.9 24.0 Megathrust Lengan Utara Sulawesi X 9 30 Gempa bumi Sulawesi Tengah 1996
1994-06-03 Jawa Timur 7.8 18.0 Megathrust Jawa Timur VII 250 423 Gempa bumi dan tsunami Jawa Timur 1994
1990-04-18 Gorontalo 7.8 25.0 Megathrust Lengan Utara Sulawesi VIII 3 25
1907-01-04 Sumatra 8.2 25.0 Megathrust Aceh-Andaman dan Nias-Simeuleu VIII-IX 2.188
1861-03-14 Sumatra 8.5 10.0 Megathrust Nias-Simeuleu VIII-IX 1.000+ Gempa bumi Sumatra 1861
1852-11-26 Maluku 8.6 10.0 Sesar Anjak Tanimbar-Kai VIII-IX 60+
1833-11-25 Sumatra 9.0 10.0 Megathrust Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai VIII-IX >700 Gempa bumi Sumatra 1833
1797-02-10 Sumatra 8.7 10.0 Megathrust Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai VIII-IX ~300 Gempa bumi Sumatra 1797

Lihat pula

Referensi

  1. Definition of subduction zone Dictionary.com. www.dictionary.com.
  2. Heboh Ancaman Tsunami 20 Meter di Jawa, Pakar ITB: Zona Subduksi Memanjang dari Sumatra sampai Papua - Pikiran-Rakyat.com. www.pikiran-rakyat.com.
  3. Subduction Zones. www.columbia.edu.
  4. Convergent Plate Boundaries—Subduction Zones - Geology (U.S. National Park Service). www.nps.gov.
  5. Earthquake Glossary. earthquake.usgs.gov.
  6. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  7. Robert Owen Wahyu. PEMODELAN INUNDASI TSUNAMI DI SEPANJANG PESISIR MANADO AKIBAT GEMPABUMI M8,5 DI ZONA SUBDUKSI SULAWESI UTARA. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. 2018-12-07. Vol. 19 (1). hlm. 13. doi:10.31172/jmg.v19i1.448.
  8. Akira Hasegawa. Geophysics. Springer US. 1990. hlm. 1054–1061. doi:10.1007/0-387-30752-4_129. ISBN 978-0-387-30752-7.
  9. What is a Subduction Zone?. Universe Today. 2009-11-02.
  10. Sapto Harmoko. Analisis Tingkat Kepuasan Pemustaka terhadap Kepuasan Layanan pada Perpustakaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi. 2015-11-05. Vol. 9 (2). hlm. 18. doi:10.22146/bip.7712.
  11. SUBDUCTION ZONE meaning in the Cambridge English Dictionary. dictionary.cambridge.org.
  12. Todung R. Siagian. Subduksi (Penujaman) di Sumatera. Struktur untuk Awam - BENCANA ALAM. 2011-02-08.
  13. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  14. Convergent Plate Boundaries—Subduction Zones - Geology (U.S. National Park Service). www.nps.gov.
  15. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  16. Muhammad Mifta Hasan. Estimasi Besar Konvergensi Zona Subduksi dan Mentawai Fault Zone (MFZ) di Sumatera Barat. Jurnal Fisika dan Aplikasinya. 2015-10-01. Vol. 11 (3). hlm. 110. doi:10.12962/j24604682.v11i3.1070.
  17. Subduction Zones. SpringerReference. Springer-Verlag.
  18. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  19. What is a Subduction Zone?. Universe Today. 2009-11-02.
  20. L. Mahadevan. Why subduction zones are curved. Tectonics. 2010-11-11. Vol. 29 (6). hlm. n/a–n/a. doi:10.1029/2010tc002720.
  21. EarthWord–Subduction. www.usgs.gov.
  22. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  23. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  24. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  25. How Volcanoes Work - Subduction zone volcanism. sci.sdsu.edu.
  26. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  27. What is a Subduction Zone?. Universe Today. 2009-11-02.
  28. What Is a Subduction Zone? Live Science. www.livescience.com.
  29. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  30. Apa Itu Gempa Megathrust? dan Apa Itu Zona Megathrust? Berikut Penjelasannya Supaya Kita Waspada - Mantra Sukabumi. mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com.
  31. Apa Itu Gempa Megathrust? dan Apa Itu Zona Megathrust? Berikut Penjelasannya Supaya Kita Waspada - Mantra Sukabumi. mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com.
  32. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  33. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  34. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  35. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  36. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  37. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  38. Scott Yanow. Mitchell, Grover. African American Studies Center. Oxford University Press. 2014-05-31. ISBN 978-0-19-530173-1.
  39. Webmaster Team, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi ITB. Ahli Geologi Inggris Robert Hall: Zona Subduksi di Indonesia Timur Memiliki Keunikan untuk Diteliti -. Institut Teknologi Bandung.
  40. Karakteristik Zona Subduksi Penyebab Gempa. opini.id.
  41. Robert Owen Wahyu. PEMODELAN INUNDASI TSUNAMI DI SEPANJANG PESISIR MANADO AKIBAT GEMPABUMI M8,5 DI ZONA SUBDUKSI SULAWESI UTARA. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. 2018-12-07. Vol. 19 (1). hlm. 13. doi:10.31172/jmg.v19i1.448.
  42. Muhammad Ragil Setiawan. Pemodelan Struktur Bawah Permukaan Zona Subduksi dan Busur Gunungapi Jawa Timur berdasarkan Analisis Data Gravitasi. Jurnal Fisika Indonesia. 2017-07-31. Vol. 19 (57). doi:10.22146/jfi.27092.
  43. Rinaldo. BMKG: Gempa di Melonguane Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina. Liputan6.com. 2020-09-07.
  44. Apa Itu Gempa Megathrust? dan Apa Itu Zona Megathrust? Berikut Penjelasannya Supaya Kita Waspada - Mantra Sukabumi. mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com.
  45. Peta Sesar Aktif Indonesia. @gempa.dunia.
  46. ~M9.3 - Gempa Sumatra-Andaman 1450. @gempa.dunia.
  47. M7.8 - Gempa Gorontalo 1990. @gempa.dunia.
  48. ~M8.6 - Gempa Laut Banda 1852. @gempa.dunia.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28106160 (2025-10-18T08:50:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.