Suseptibilitas magnetik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29627129; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Suseptibilitas magnetik''' atau disebut pula '''kerentanan magnetik''' (dari , berarti 'bersifat menerima'; berlambang [[chi|χ]]) merupakan tingkat [[magnet|kemagnetan]] suatu benda untuk termagnetisasi, yang pada umumnya erat kaitannya dengan kandungan [[mineral]] dan [[oksida]] [[besi]]. Semakin besar kandungan mineral [[magnetit]] di dalam batuan, akan semakin besar harga suseptibilitasnya. | '''Suseptibilitas magnetik''' atau disebut pula '''kerentanan magnetik''' (dari , berarti 'bersifat menerima'; berlambang [[chi|χ]]) merupakan tingkat [[magnet|kemagnetan]] suatu benda untuk termagnetisasi, yang pada umumnya erat kaitannya dengan kandungan [[mineral]] dan [[oksida]] [[besi]]. Semakin besar kandungan mineral [[magnetit]] di dalam batuan, akan semakin besar harga suseptibilitasnya. | ||
Sifat kemagnetan ini cenderung dipengaruhi oleh keadaan [[suhu]], di mana semakin besar suhu, maka nilai suseptibilitasnya pun akan semakin berkurang atau semakin lemah. Sifat kemagnetan tiap batuan yang khas melandasi digunakannya metode magnetik untuk kegiatan [[eksplorasi]] maupun kepentingan [[geodinamika]]. Metode ini sangat cocok untuk pendugaan [[struktur geologi]] bawah permukaan maupun mengetahui potensi mineral mineral ekonomis di bawah permukaan tanah. | Sifat kemagnetan ini cenderung dipengaruhi oleh keadaan [[suhu]], di mana semakin besar suhu, maka nilai suseptibilitasnya pun akan semakin berkurang atau semakin lemah. Sifat kemagnetan tiap batuan yang khas melandasi digunakannya metode magnetik untuk kegiatan [[eksplorasi]] maupun kepentingan [[geodinamika]]. Metode ini sangat cocok untuk pendugaan [[struktur geologi]] bawah permukaan maupun mengetahui potensi mineral mineral ekonomis di bawah permukaan tanah.<ref>Husein, Salahudin.2010.''Geologi Dasar''.Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadah Mada.Yogyakarta</ref> | ||
== Suseptibilitas volume == | == Suseptibilitas volume == | ||
Suseptibilitas magnetik adalah konstanta proporsionalitas berdimensi yang menunjukkan tingkat [[magnetisasi|kemagnetan]] suatu bahan dalam respons terhadap medan magnet yang diterapkan. Suatu istilah terkait '''magnetisabilitas''', perbandingan antara [[momen magnetik]] dan [[medan magnet|kerapatan fluks magnet]]. Parameter yang terkait erat adalah [[Permeabilitas (elektromagnetik)|permeabilitas]], yang menyatakan jumlah magnetisasi bahan dan volume. | Suseptibilitas magnetik adalah konstanta proporsionalitas berdimensi yang menunjukkan tingkat [[magnetisasi|kemagnetan]] suatu bahan dalam respons terhadap medan magnet yang diterapkan. Suatu istilah terkait '''magnetisabilitas''', perbandingan antara [[momen magnetik]] dan [[medan magnet|kerapatan fluks magnet]].<ref>[http://goldbook.iupac.org/search.py?search_text=magnetizability magnetizability, ξ]. International Union of Pure and Applied Chemistry. 1997.</ref> Parameter yang terkait erat adalah [[Permeabilitas (elektromagnetik)|permeabilitas]], yang menyatakan jumlah magnetisasi bahan dan volume. | ||
''Suseptibilitas volume magnetik '', yang diwakili oleh simbol <math>\chi_v</math> (terkadang secara sederhana disebut sebagai <math>\chi</math>, terkadang <math>\chi_m</math> – magnetik, untuk membedakannya dari [[suseptibilitas listrik]]), dinyatakan dalam [[Sistem Satuan Internasional]] — dalam sistem lain mungkin terdapat konstanta tambahan - berdasarkan hubungan berikut: | ''Suseptibilitas volume magnetik '', yang diwakili oleh simbol <math>\chi_v</math> (terkadang secara sederhana disebut sebagai <math>\chi</math>, terkadang <math>\chi_m</math> – magnetik, untuk membedakannya dari [[suseptibilitas listrik]]), dinyatakan dalam [[Sistem Satuan Internasional]] — dalam sistem lain mungkin terdapat konstanta tambahan - berdasarkan hubungan berikut:<ref>Robert C. O'Handley. [https://archive.org/details/modernmagneticma0000ohan Modern Magnetic Materials]. Wiley. 2000. ISBN 9780471155669.</ref> | ||
:<math> | :<math> | ||
| Baris 30: | Baris 30: | ||
Karenanya ''suseptibilitas volume magnetik'' <math>\chi_v</math> dan permeabilitas magnetik <math>\mu</math> terkait melalui hubungan berikut: | Karenanya ''suseptibilitas volume magnetik'' <math>\chi_v</math> dan permeabilitas magnetik <math>\mu</math> terkait melalui hubungan berikut: | ||
:<math>\mu = \mu_0(1+\chi_v)\,</math> . | :<math>\mu = \mu_0(1+\chi_v)\,</math> . | ||
Terkadang suatu kuantitas tambahan yang disebut ''intensitas kemagnetan'' (juga merujuk pada ''polarisasi magnetik'' '''J''') dan terukur dalam [[tesla]], didefinisikan sebagai | Terkadang<ref>Richard A. Clarke. [http://info.ee.surrey.ac.uk/Workshop/advice/coils/mu/#itns Magnetic properties of materials]. Info.ee.surrey.ac.uk.</ref> suatu kuantitas tambahan yang disebut ''intensitas kemagnetan'' (juga merujuk pada ''polarisasi magnetik'' '''J''') dan terukur dalam [[tesla]], didefinisikan sebagai | ||
:<math>\mathbf{I} = \mu_0 \mathbf{M} \,</math> . | :<math>\mathbf{I} = \mu_0 \mathbf{M} \,</math> . | ||
Hal ini memungkinkan deskripsi alternatif dari semua fenomena magnetisasi dalam hal jumlah '''I''' dan '''B''', yang bertentangan dengan yang umum digunakan '''M''' dan '''H'''. | Hal ini memungkinkan deskripsi alternatif dari semua fenomena magnetisasi dalam hal jumlah '''I''' dan '''B''', yang bertentangan dengan yang umum digunakan '''M''' dan '''H'''. | ||
Perhatikan bahwa definisi ini sesuai dengan konvensi [[Sistem Satuan Internasional|SI]]. Namun, banyak tabel suseptibilitas magnetik memberikan nilai-nilai [[CGS]] (lebih khusus emu-cgs, singkatan dari satuan elektromagnetik, atau Gaussian-cgs; keduanya sama dalam konteks ini). Satuan ini bergantung pada definisi yang berbeda dari permeabilitas ruang bebas: | Perhatikan bahwa definisi ini sesuai dengan konvensi [[Sistem Satuan Internasional|SI]]. Namun, banyak tabel suseptibilitas magnetik memberikan nilai-nilai [[CGS]] (lebih khusus emu-cgs, singkatan dari satuan elektromagnetik, atau Gaussian-cgs; keduanya sama dalam konteks ini). Satuan ini bergantung pada definisi yang berbeda dari permeabilitas ruang bebas:<ref>Bennett, L. H. ''Comments on units in magnetism''. ''Journal of Research of the National Bureau of Standards''. NIST, USA. 1978. Vol. 83 (1). hlm. 9–12.</ref> | ||
:<math> | :<math> | ||
| Baris 40: | Baris 40: | ||
</math> | </math> | ||
Nilai suseptibilitas volume CGS yang tak berdimensi dikalikan dengan 4π untuk memberikan nilai suseptibilitas volume [[Sistem Satuan Internasional|SI]] berdimensi: | Nilai suseptibilitas volume CGS yang tak berdimensi dikalikan dengan 4π untuk memberikan nilai suseptibilitas volume [[Sistem Satuan Internasional|SI]] berdimensi:<ref>Bennett, L. H. ''Comments on units in magnetism''. ''Journal of Research of the National Bureau of Standards''. NIST, USA. 1978. Vol. 83 (1). hlm. 9–12.</ref> | ||
:<math>\chi_v^{\text{SI}}=4\pi\chi_v^{\text{cgs}}</math> | :<math>\chi_v^{\text{SI}}=4\pi\chi_v^{\text{cgs}}</math> | ||
| Baris 46: | Baris 46: | ||
Misalnya suseptibilitas magnetik volume [[CGS]] dari air pada 20 °C sebesar −7.19×10<sup>−7</sup> yaitu sebesar −9.04×10<sup>−6</sup> dalam konvensi [[Sistem Satuan Internasional|SI]]. | Misalnya suseptibilitas magnetik volume [[CGS]] dari air pada 20 °C sebesar −7.19×10<sup>−7</sup> yaitu sebesar −9.04×10<sup>−6</sup> dalam konvensi [[Sistem Satuan Internasional|SI]]. | ||
Dalam fisika adalah hal yang biasa (dalam literatur yang lebih tua) untuk melihat suseptibilitas massa CGS diberikan dalam satuan emu / g, sehingga untuk mengkonversi volume suseptibilitas SI dapat menggunakan konversi | Dalam fisika adalah hal yang biasa (dalam literatur yang lebih tua) untuk melihat suseptibilitas massa CGS diberikan dalam satuan emu / g, sehingga untuk mengkonversi volume suseptibilitas SI dapat menggunakan konversi <ref>[http://www.ieeemagnetics.org/index.php?option=com_content&view=article&id=118&Itemid=107 IEEE Magnetic unit conversions].</ref> | ||
:<math>\chi_v^{\text{SI}}= 4\pi\,\rho^{\text{cgs}}\,\chi_m^{\text{cgs}}</math> | :<math>\chi_v^{\text{SI}}= 4\pi\,\rho^{\text{cgs}}\,\chi_m^{\text{cgs}}</math> | ||
di mana <math>\rho^{\text{cgs}}</math> adalah massa jenis dalam g/cm<sup>3</sup>, atau | di mana <math>\rho^{\text{cgs}}</math> adalah massa jenis dalam g/cm<sup>3</sup>, atau | ||
| Baris 71: | Baris 71: | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
</math> || [[Suhu kamar|R.T.]]||1 ||−3.2×10<sup>−9</sup> ||−2.6×10<sup>−4</sup>|| −2.7×10<sup>−7</sup> ||−2.2×10<sup>−5</sup> || −6.1×10<sup>−4</sup> ||−4.9×10<sup>−5</sup> || 12.01|| 2.267 | {| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;" | ||
|+ Suseptibilitas magnetik beberapa bahan | |||
|align="left" | [[Karbon|Grafit]] | ! Bahan !![[Suhu]]!![[Tekanan]] !!colspan="2" | <math>\chi_{\text{mol}}</math> (sus. molar)!! colspan="2" | <math>\chi_{\text{mass}}</math> (sus. mass) !! colspan="2" | <math>\chi_{v}</math> (sus. volume) !! ''M'' ([[massa molar]]) !!<math>\rho</math> ([[massa jenis]]) | ||
|- | |||
|align="left" | [[Aluminium|Al]] | | style="text-align:right;"| [[Satuan]] || style="text-align:center;"|([[Celsius|°C]])|| style="text-align:center;"|(atm)|| style="text-align:center;"|SI<br/>([[meter kubik|m<sup>3</sup>]]·[[mol]]<sup>−1</sup>)|| style="text-align:center;"|CGS<br/>(cm<sup>3</sup>·[[mol]]<sup>−1</sup>)|| style="text-align:center;"|SI<br/>([[meter kubik|m<sup>3</sup>]]·[[kg]]<sup>−1</sup>)|| style="text-align:center;"|CGS<br/>(cm<sup>3</sup>·[[gram|g]]<sup>−1</sup>)|| style="text-align:center;"|SI<br/>|| style="text-align:center;"|CGS<br/> (''emu'')|| style="text-align:center;"|(10<sup>−3</sup> [[kg]]/[[mol]])<br/>atau ([[gram|g]]/[[mol]])|| style="text-align:center;"|(10<sup>3</sup> [[kg]]/[[meter kubik|m<sup>3</sup>]])<br/>atau ([[gram|g]]/cm<sup>3</sup>) | ||
|- | |||
|align="left" | [[Perak|Ag]] | | align="left" | [[Helium|He]] <ref>R. E. Glick. ''On the Diamagnetic Susceptibility of Gases''. ''J. Phys. Chem''. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.</ref> ||20 ||1 | ||
||−2.38×10<sup>−11</sup>||−1.89×10<sup>−6</sup>||−5.93×10<sup>−9</sup> ||−4.72×10<sup>−7</sup> ||−9.85×10<sup>−10</sup> || −7.84×10<sup>−11</sup> ||4.0026 || 0.000166 | |||
| align="left" | [[bismut]] || 20 ||1||−3.55×10<sup>−9</sup> ||−2.82×10<sup>−4</sup>||−1.70×10<sup>−8</sup> ||−1.35×10<sup>−6</sup> ||−1.66×10<sup>−4</sup> ||−1.32×10<sup>−5</sup>|| 208.98 | |- | ||
| align="left" | [[Xenon|Xe]] <ref>R. E. Glick. ''On the Diamagnetic Susceptibility of Gases''. ''J. Phys. Chem''. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.</ref> ||20 ||1 ||−5.71×10<sup>−10</sup>||−4.54×10<sup>−5</sup>|| −4.35×10<sup>−9</sup>||−3.46×10<sup>−7</sup> ||−2.37×10<sup>−8</sup> ||−1.89×10<sup>−9</sup> || 131.29||0.00546 | |||
|- | |||
| align="left" | [[Oksigen|O<sub>2</sub>]] <ref>R. E. Glick. ''On the Diamagnetic Susceptibility of Gases''. ''J. Phys. Chem''. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.</ref> || 20|| 0.209 ||4.3×10<sup>−8</sup>||3.42×10<sup>−3</sup>||1.34×10<sup>−6</sup> ||1.07×10<sup>−4</sup> || 3.73×10<sup>−7</sup>||2.97×10<sup>−8</sup> || 31.99||0.000278 | |||
|- | |||
| align="left" | [[Nitrogen|N<sub>2</sub>]] <ref>R. E. Glick. ''On the Diamagnetic Susceptibility of Gases''. ''J. Phys. Chem''. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.</ref> || 20|| 0.781 ||−1.56×10<sup>−10</sup>||−1.24×10<sup>−5</sup>||−5.56×10<sup>−9</sup> ||−4.43×10<sup>−7</sup> || −5.06×10<sup>−9</sup>||−4.03×10<sup>−10</sup> || 28.01 ||0.000910 | |||
|- | |||
| align="left" | Udara (NTP) <ref>John F. Schenck. ''The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds''. ''Medical Physics''. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.</ref> || 20||1|| || || || ||3.6×10<sup>−7</sup>||2.9×10<sup>−8</sup> || 28.97||0.00129 | |||
|- | |||
|align="left" | [[air]] <ref>G. P. Arrighini. [https://archive.org/details/sim_journal-chemical-physics_1968-07-15_49_2/page/882 Magnetic Properties of Polyatomic Molecules: Magnetic Susceptibility of H 2 O, NH 3 , CH 4 , H 2 O 2]. ''J. Chem. Phys''. 1968. Vol. 49 (2). hlm. 882–889. doi:10.1063/1.1670155.</ref> ||20||1 ||−1.631×10<sup>−10</sup>||−1.298×10<sup>−5</sup> ||−9.051×10<sup>−9</sup> ||−7.203×10<sup>−7</sup> ||−9.035×10<sup>−6</sup> ||−7.190×10<sup>−7</sup> ||18.015 ||0.9982 | |||
|- | |||
| align="left" |[[Minyak]] [[parafin]], 220-260cts <ref>M. C. Wapler. ''Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond''. ''JMR''. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.</ref> | |||
|22 | |||
|1 | |||
| | |||
| | |||
|−10.1×10<sup>−9</sup> | |||
|−8.0×10<sup>−7</sup> | |||
|−8.8×10<sup>−6</sup> | |||
|−7.0×10<sup>−7</sup> | |||
| | |||
|0.878 | |||
|- | |||
| align="left" |[[Poli(metil metakrilat)|PMMA]] <ref>M. C. Wapler. ''Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond''. ''JMR''. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.</ref> | |||
|22 | |||
|1 | |||
| | |||
| | |||
|−7.61×10<sup>−9</sup> | |||
|−6.06×10<sup>−7</sup> | |||
|−9.06×10<sup>−6</sup> | |||
|−7.21×10<sup>−7</sup> | |||
| | |||
|1.190 | |||
|- | |||
| align="left" |[[Polivinil klorida|PVC]] <ref>M. C. Wapler. ''Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond''. ''JMR''. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.</ref> | |||
|22 | |||
|1 | |||
| | |||
| | |||
|−7.80×10<sup>−9</sup> | |||
|−6.21×10<sup>−7</sup> | |||
|−10.71×10<sup>−6</sup> | |||
|−8.52×10<sup>−7</sup> | |||
| | |||
|1.372 | |||
|- | |||
| align="left" |Kaca [[Kuarsa|silika terfusi]] <ref>M. C. Wapler. ''Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond''. ''JMR''. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.</ref> | |||
|22 | |||
|1 | |||
| | |||
| | |||
|−5.12×10<sup>−9</sup> | |||
|−4.07×10<sup>−7</sup> | |||
|−11.28×10<sup>−6</sup> | |||
|−8.98×10<sup>−7</sup> | |||
| | |||
|2.20 | |||
|- | |||
|align="left" | [[Karbon|Berlian]] <ref>J. Heremans, C. H. Olk and D. T. Morelli. ''Magnetic Susceptibility of Carbon Structures''. ''Phys. Rev. B''. 1994. Vol. 49 (21). hlm. 15122–15125. doi:10.1103/PhysRevB.49.15122.</ref> || [[Suhu kamar|R.T.]]||1 ||−7.4×10<sup>−11</sup> ||−5.9×10<sup>−6</sup>|| −6.2×10<sup>−9</sup>||−4.9×10<sup>−7</sup> || −2.2×10<sup>−5</sup> ||−1.7×10<sup>−6</sup> || 12.01|| 3.513 | |||
|- | |||
|align="left" | [[Karbon|Grafit]] <ref>N. Ganguli. ''The Magnetic and Other Properties of the Free Electrons in Graphite''. ''Proceedings of the Royal Society''. 1941. Vol. 177 (969). hlm. 168–182. doi:10.1098/rspa.1941.0002.</ref> <math>\chi_{\perp}</math>(hingga c-axis) || [[Suhu kamar|R.T.]]||1 ||−7.5×10<sup>−11</sup> ||−6.0×10<sup>−6</sup>|| −6.3×10<sup>−9</sup>||−5.0×10<sup>−7</sup> || −1.4×10<sup>−5</sup> ||−1.1×10<sup>−6</sup> || 12.01|| 2.267 | |||
|- | |||
|align="left" | [[Karbon|Grafit]] <ref>N. Ganguli. ''The Magnetic and Other Properties of the Free Electrons in Graphite''. ''Proceedings of the Royal Society''. 1941. Vol. 177 (969). hlm. 168–182. doi:10.1098/rspa.1941.0002.</ref> <math>\chi_{||}</math> || [[Suhu kamar|R.T.]]||1 ||−3.2×10<sup>−9</sup> ||−2.6×10<sup>−4</sup>|| −2.7×10<sup>−7</sup> ||−2.2×10<sup>−5</sup> || −6.1×10<sup>−4</sup> ||−4.9×10<sup>−5</sup> || 12.01|| 2.267 | |||
|- | |||
|align="left" | [[Karbon|Grafit]] <ref>N. Ganguli. ''The Magnetic and Other Properties of the Free Electrons in Graphite''. ''Proceedings of the Royal Society''. 1941. Vol. 177 (969). hlm. 168–182. doi:10.1098/rspa.1941.0002.</ref> <math>\chi_{||}</math> || -173||1 ||−4.4×10<sup>−9</sup> ||−3.5×10<sup>−4</sup>|| −3.6×10<sup>−7</sup>||−2.9×10<sup>−5</sup> || −8.3×10<sup>−4</sup> ||−6.6×10<sup>−5</sup> || 12.01|| 2.267 | |||
|- | |||
|align="left" | [[Aluminium|Al]] <ref>Carl L Nave. [http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/Hbase/tables/magprop.html Magnetic Properties of Solids]. ''HyperPhysics''.</ref> || ||1 || 2.2×10<sup>−10</sup> ||1.7×10<sup>−5</sup>||7.9×10<sup>−9</sup> ||6.3×10<sup>−7</sup> ||2.2×10<sup>−5</sup> ||1.75×10<sup>−6</sup> ||26.98 ||2.70 | |||
|- | |||
|align="left" | [[Perak|Ag]] <ref>R. Dupree. ''Magnetic susceptibility of the noble metals around their melting points''. ''Phys. Rev. B''. 1973. Vol. 8 (4). hlm. 1780–1782. doi:10.1103/PhysRevB.8.1780.</ref> || 961 ||1|| || || || ||−2.31×10<sup>−5</sup>||−1.84×10<sup>−6</sup> || 107.87|| | |||
|- | |||
| align="left" | [[bismut]] <ref>S. Otake, M. Momiuchi. [https://archive.org/details/physical-society-of-japan-journal_1980-11_49_5/page/1824 Temperature Dependence of the Magnetic Susceptibility of Bismuth]. ''J. Phys. Soc. Jap''. 1980. Vol. 49 (5). hlm. 1824–1828. doi:10.1143/JPSJ.49.1824. The tensor needs to be averaged over all orientations: \chi=(1/3)\chi_{||}+(2/3)\chi_{\perp} .</ref>|| 20 ||1||−3.55×10<sup>−9</sup> ||−2.82×10<sup>−4</sup>||−1.70×10<sup>−8</sup> ||−1.35×10<sup>−6</sup> ||−1.66×10<sup>−4</sup> ||−1.32×10<sup>−5</sup>|| 208.98 | |||
||9.78 | ||9.78 | ||
|- | |||
|align="left" | [[Tembaga]] | |align="left" | [[Tembaga]] <ref>John F. Schenck. ''The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds''. ''Medical Physics''. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.</ref> || 20||1|| || || || ||-9.63×10<sup>−6</sup>||7.66×10<sup>−7</sup> || 63.546||8.92 | ||
|- | |||
|align="left" | [[Nikel]] | |align="left" | [[Nikel]] <ref>John F. Schenck. ''The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds''. ''Medical Physics''. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.</ref> || 20||1|| || || || ||600||48 || 58.69||8.9 | ||
|- | |||
|align="left" | [[Besi]] | |align="left" | [[Besi]] <ref>John F. Schenck. ''The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds''. ''Medical Physics''. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.</ref> || 20||1|| || || || ||200,000||15,900 || 55.847||7.874 | ||
|} | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 95: | Baris 166: | ||
* [[Fluks magnetik]] | * [[Fluks magnetik]] | ||
* [[Persamaan Maxwell]] | * [[Persamaan Maxwell]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.cond-mat.de/events/correl14/manuscripts/pavarini.pdf Linear Response Functions ] in Eva Pavarini, Erik Koch, Dieter Vollhardt, and Alexander Lichtenstein (eds.): DMFT at 25: Infinite Dimensions, Verlag des Forschungszentrum Jülich, 2014 ISBN 978-3-89336-953-9 | * [http://www.cond-mat.de/events/correl14/manuscripts/pavarini.pdf Linear Response Functions ] in Eva Pavarini, Erik Koch, Dieter Vollhardt, and Alexander Lichtenstein (eds.): DMFT at 25: Infinite Dimensions, Verlag des Forschungszentrum Jülich, 2014 ISBN 978-3-89336-953-9 | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suseptibilitas+magnetik&oldid=29627129 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29627129 (2026-08-24T02:41:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suseptibilitas+magnetik&oldid=29627129 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29627129 (2026-08-24T02:41:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 17.58
Suseptibilitas magnetik atau disebut pula kerentanan magnetik (dari , berarti 'bersifat menerima'; berlambang χ) merupakan tingkat kemagnetan suatu benda untuk termagnetisasi, yang pada umumnya erat kaitannya dengan kandungan mineral dan oksida besi. Semakin besar kandungan mineral magnetit di dalam batuan, akan semakin besar harga suseptibilitasnya.
Sifat kemagnetan ini cenderung dipengaruhi oleh keadaan suhu, di mana semakin besar suhu, maka nilai suseptibilitasnya pun akan semakin berkurang atau semakin lemah. Sifat kemagnetan tiap batuan yang khas melandasi digunakannya metode magnetik untuk kegiatan eksplorasi maupun kepentingan geodinamika. Metode ini sangat cocok untuk pendugaan struktur geologi bawah permukaan maupun mengetahui potensi mineral mineral ekonomis di bawah permukaan tanah.[1]
Suseptibilitas volume
Suseptibilitas magnetik adalah konstanta proporsionalitas berdimensi yang menunjukkan tingkat kemagnetan suatu bahan dalam respons terhadap medan magnet yang diterapkan. Suatu istilah terkait magnetisabilitas, perbandingan antara momen magnetik dan kerapatan fluks magnet.[2] Parameter yang terkait erat adalah permeabilitas, yang menyatakan jumlah magnetisasi bahan dan volume.
Suseptibilitas volume magnetik , yang diwakili oleh simbol (terkadang secara sederhana disebut sebagai , terkadang – magnetik, untuk membedakannya dari suseptibilitas listrik), dinyatakan dalam Sistem Satuan Internasional — dalam sistem lain mungkin terdapat konstanta tambahan - berdasarkan hubungan berikut:[3]
Di sini
- M adalah kemagnetan bahan (momen dipol magnetik per satuan volume), terukur dalam ampere per meter, dan
- H adalah kekuatan medan magnet, juga diukur dalam satuan ampere per meter.
karenanya adalah kuantitas tak berdimensi.
Menggunakan Satuan SI, induksi magnetik B terkait erat dengan H berdasarkan hubungan
di mana μ0 adalah konstanta magnetik (lihat tabel konstanta fisika), dan adalah permeabilitas relatif bahan. Karenanya suseptibilitas volume magnetik dan permeabilitas magnetik terkait melalui hubungan berikut:
- .
Terkadang[4] suatu kuantitas tambahan yang disebut intensitas kemagnetan (juga merujuk pada polarisasi magnetik J) dan terukur dalam tesla, didefinisikan sebagai
- .
Hal ini memungkinkan deskripsi alternatif dari semua fenomena magnetisasi dalam hal jumlah I dan B, yang bertentangan dengan yang umum digunakan M dan H.
Perhatikan bahwa definisi ini sesuai dengan konvensi SI. Namun, banyak tabel suseptibilitas magnetik memberikan nilai-nilai CGS (lebih khusus emu-cgs, singkatan dari satuan elektromagnetik, atau Gaussian-cgs; keduanya sama dalam konteks ini). Satuan ini bergantung pada definisi yang berbeda dari permeabilitas ruang bebas:[5]
Nilai suseptibilitas volume CGS yang tak berdimensi dikalikan dengan 4π untuk memberikan nilai suseptibilitas volume SI berdimensi:[6]
Misalnya suseptibilitas magnetik volume CGS dari air pada 20 °C sebesar −7.19×10−7 yaitu sebesar −9.04×10−6 dalam konvensi SI.
Dalam fisika adalah hal yang biasa (dalam literatur yang lebih tua) untuk melihat suseptibilitas massa CGS diberikan dalam satuan emu / g, sehingga untuk mengkonversi volume suseptibilitas SI dapat menggunakan konversi [7]
di mana adalah massa jenis dalam g/cm3, atau
di mana adalah massa jenis dalam kg/m3.
Suseptibilitas massa dan suseptibilitas molar
Terdapat dua ukuran lainnya dari suseptibilitas, yaitu suseptibilitas massa magnetik (χmass atau χg, terkadang χm), diukur dalam m3·kg−1 (SI) atau dalam cm3·g−1 (CGS) serta suseptibilitas molar magnetik (χmol) yang diukur dalam m3·mol−1 (SI) atau cm3·mol−1 (CGS) yang didefinisikan di bawah ini, di mana ρ adalah massa jenis dalam kg·m−3 (SI) atau g·cm−3 (CGS) dan M adalah massa molar dalam kg·mol−1 (SI) atau g·mol−1 (CGS).
Pertanda dari suseptibilitas: diamagnetik dan tipe kemagnetan lain
Berdasarkan sifat magnetik yang ditunjukkan oleh kerentanan magnetiknya, batuan dan mineral dapat diklasifikasikan dalam:
mempunyai kerentanan magnetik (k) negatif dan kecil artinya bahwa orientasi orbital elektron zat ini selalu berlawanan arah dengan medan magnet luar. Contohnya: grafit, kuarsa dan garam.
mempunyai harga kerentanan magnetik (k) positif dan kecil.
mempunyai harga kerentanan magnetik (k) positif dan besar yaitu sekitar 106 kali dari diamagnetik/paramagnetik.
Jika χ positif, suatu material dapat bersifat paramagnetik. Dalam hal ini, medan magnet di dalam material diperkuat oleh magnetisasi yang diinduksi. Atau, jika χ negatif, material tersebut bersifat diamagnetik. Dalam hal ini, medan magnet di dalam material dilemahkan oleh magnetisasi yang diinduksi. Umumnya, bahan non-magnetik dikatakan sebagai para- atau diamagnetik karena mereka tidak memiliki magnetisasi permanen tanpa medan magnet dari luar. Material feromagnetik, ferimagnetik, atau antiferomagnetik memiliki suseptibilitas yang positif dan memiliki magnetisasi permanen bahkan tanpa medan magnet dari luar.
Contoh
| Bahan | Suhu | Tekanan | (sus. molar) | (sus. mass) | (sus. volume) | M (massa molar) | (massa jenis) | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Satuan | (°C) | (atm) | SI (m3·mol−1) |
CGS (cm3·mol−1) |
SI (m3·kg−1) |
CGS (cm3·g−1) |
SI |
CGS (emu) |
(10−3 kg/mol) atau (g/mol) |
(103 kg/m3) atau (g/cm3) |
| He [8] | 20 | 1 | −2.38×10−11 | −1.89×10−6 | −5.93×10−9 | −4.72×10−7 | −9.85×10−10 | −7.84×10−11 | 4.0026 | 0.000166 |
| Xe [9] | 20 | 1 | −5.71×10−10 | −4.54×10−5 | −4.35×10−9 | −3.46×10−7 | −2.37×10−8 | −1.89×10−9 | 131.29 | 0.00546 |
| O2 [10] | 20 | 0.209 | 4.3×10−8 | 3.42×10−3 | 1.34×10−6 | 1.07×10−4 | 3.73×10−7 | 2.97×10−8 | 31.99 | 0.000278 |
| N2 [11] | 20 | 0.781 | −1.56×10−10 | −1.24×10−5 | −5.56×10−9 | −4.43×10−7 | −5.06×10−9 | −4.03×10−10 | 28.01 | 0.000910 |
| Udara (NTP) [12] | 20 | 1 | 3.6×10−7 | 2.9×10−8 | 28.97 | 0.00129 | ||||
| air [13] | 20 | 1 | −1.631×10−10 | −1.298×10−5 | −9.051×10−9 | −7.203×10−7 | −9.035×10−6 | −7.190×10−7 | 18.015 | 0.9982 |
| Minyak parafin, 220-260cts [14] | 22 | 1 | −10.1×10−9 | −8.0×10−7 | −8.8×10−6 | −7.0×10−7 | 0.878 | |||
| PMMA [15] | 22 | 1 | −7.61×10−9 | −6.06×10−7 | −9.06×10−6 | −7.21×10−7 | 1.190 | |||
| PVC [16] | 22 | 1 | −7.80×10−9 | −6.21×10−7 | −10.71×10−6 | −8.52×10−7 | 1.372 | |||
| Kaca silika terfusi [17] | 22 | 1 | −5.12×10−9 | −4.07×10−7 | −11.28×10−6 | −8.98×10−7 | 2.20 | |||
| Berlian [18] | R.T. | 1 | −7.4×10−11 | −5.9×10−6 | −6.2×10−9 | −4.9×10−7 | −2.2×10−5 | −1.7×10−6 | 12.01 | 3.513 |
| Grafit [19] (hingga c-axis) | R.T. | 1 | −7.5×10−11 | −6.0×10−6 | −6.3×10−9 | −5.0×10−7 | −1.4×10−5 | −1.1×10−6 | 12.01 | 2.267 |
| Grafit [20] | R.T. | 1 | −3.2×10−9 | −2.6×10−4 | −2.7×10−7 | −2.2×10−5 | −6.1×10−4 | −4.9×10−5 | 12.01 | 2.267 |
| Grafit [21] | -173 | 1 | −4.4×10−9 | −3.5×10−4 | −3.6×10−7 | −2.9×10−5 | −8.3×10−4 | −6.6×10−5 | 12.01 | 2.267 |
| Al [22] | 1 | 2.2×10−10 | 1.7×10−5 | 7.9×10−9 | 6.3×10−7 | 2.2×10−5 | 1.75×10−6 | 26.98 | 2.70 | |
| Ag [23] | 961 | 1 | −2.31×10−5 | −1.84×10−6 | 107.87 | |||||
| bismut [24] | 20 | 1 | −3.55×10−9 | −2.82×10−4 | −1.70×10−8 | −1.35×10−6 | −1.66×10−4 | −1.32×10−5 | 208.98 | 9.78 |
| Tembaga [25] | 20 | 1 | -9.63×10−6 | 7.66×10−7 | 63.546 | 8.92 | ||||
| Nikel [26] | 20 | 1 | 600 | 48 | 58.69 | 8.9 | ||||
| Besi [27] | 20 | 1 | 200,000 | 15,900 | 55.847 | 7.874 | ||||
Lihat pula
Pranala luar
- Linear Response Functions in Eva Pavarini, Erik Koch, Dieter Vollhardt, and Alexander Lichtenstein (eds.): DMFT at 25: Infinite Dimensions, Verlag des Forschungszentrum Jülich, 2014 ISBN 978-3-89336-953-9
Referensi
- ↑ Husein, Salahudin.2010.Geologi Dasar.Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadah Mada.Yogyakarta
- ↑ magnetizability, ξ. International Union of Pure and Applied Chemistry. 1997.
- ↑ Robert C. O'Handley. Modern Magnetic Materials. Wiley. 2000. ISBN 9780471155669.
- ↑ Richard A. Clarke. Magnetic properties of materials. Info.ee.surrey.ac.uk.
- ↑ Bennett, L. H. Comments on units in magnetism. Journal of Research of the National Bureau of Standards. NIST, USA. 1978. Vol. 83 (1). hlm. 9–12.
- ↑ Bennett, L. H. Comments on units in magnetism. Journal of Research of the National Bureau of Standards. NIST, USA. 1978. Vol. 83 (1). hlm. 9–12.
- ↑ IEEE Magnetic unit conversions.
- ↑ R. E. Glick. On the Diamagnetic Susceptibility of Gases. J. Phys. Chem. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.
- ↑ R. E. Glick. On the Diamagnetic Susceptibility of Gases. J. Phys. Chem. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.
- ↑ R. E. Glick. On the Diamagnetic Susceptibility of Gases. J. Phys. Chem. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.
- ↑ R. E. Glick. On the Diamagnetic Susceptibility of Gases. J. Phys. Chem. 1961. Vol. 65 (9). hlm. 1552–1555. doi:10.1021/j100905a020.
- ↑ John F. Schenck. The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds. Medical Physics. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.
- ↑ G. P. Arrighini. Magnetic Properties of Polyatomic Molecules: Magnetic Susceptibility of H 2 O, NH 3 , CH 4 , H 2 O 2. J. Chem. Phys. 1968. Vol. 49 (2). hlm. 882–889. doi:10.1063/1.1670155.
- ↑ M. C. Wapler. Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond. JMR. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.
- ↑ M. C. Wapler. Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond. JMR. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.
- ↑ M. C. Wapler. Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond. JMR. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.
- ↑ M. C. Wapler. Magnetic properties of materials for MR engineering, micro-MR and beyond. JMR. 2014. Vol. 242. hlm. 233-242. doi:10.1016/j.jmr.2014.02.005.
- ↑ J. Heremans, C. H. Olk and D. T. Morelli. Magnetic Susceptibility of Carbon Structures. Phys. Rev. B. 1994. Vol. 49 (21). hlm. 15122–15125. doi:10.1103/PhysRevB.49.15122.
- ↑ N. Ganguli. The Magnetic and Other Properties of the Free Electrons in Graphite. Proceedings of the Royal Society. 1941. Vol. 177 (969). hlm. 168–182. doi:10.1098/rspa.1941.0002.
- ↑ N. Ganguli. The Magnetic and Other Properties of the Free Electrons in Graphite. Proceedings of the Royal Society. 1941. Vol. 177 (969). hlm. 168–182. doi:10.1098/rspa.1941.0002.
- ↑ N. Ganguli. The Magnetic and Other Properties of the Free Electrons in Graphite. Proceedings of the Royal Society. 1941. Vol. 177 (969). hlm. 168–182. doi:10.1098/rspa.1941.0002.
- ↑ Carl L Nave. Magnetic Properties of Solids. HyperPhysics.
- ↑ R. Dupree. Magnetic susceptibility of the noble metals around their melting points. Phys. Rev. B. 1973. Vol. 8 (4). hlm. 1780–1782. doi:10.1103/PhysRevB.8.1780.
- ↑ S. Otake, M. Momiuchi. Temperature Dependence of the Magnetic Susceptibility of Bismuth. J. Phys. Soc. Jap. 1980. Vol. 49 (5). hlm. 1824–1828. doi:10.1143/JPSJ.49.1824. The tensor needs to be averaged over all orientations: \chi=(1/3)\chi_{||}+(2/3)\chi_{\perp} .
- ↑ John F. Schenck. The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds. Medical Physics. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.
- ↑ John F. Schenck. The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds. Medical Physics. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.
- ↑ John F. Schenck. The role of magnetic susceptibility in magnetic resonance imaging: MRI magnetic compatibility of the first and second kinds. Medical Physics. 1993. Vol. 23. hlm. 815–850. doi:10.1118/1.597854.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29627129 (2026-08-24T02:41:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.