Lompat ke isi

Gelombang gravitasi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25744069; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[fisika]], '''gelombang gravitasi''' adalah riak dalam [[lengkung]] [[ruang-waktu]] yang bergerak dalam bentuk [[gelombang]] menjauhi sumbernya. Keberadaan gelombang ini diprediksi pada tahun 1916 oleh [[Albert Einstein]] sebagai dasar teori [[relativitas umum]] yang dipaparkannya. Gelombang gravitasi mengangkut [[energi dalam]] bentuk '''radiasi gravitasi'''. Gelombang ini terbentuk akibat [[invariansi Lorentz]] dalam [[relativitas umum]] yang menjelaskan bahwa segala pergerakan interaksi fisik dibatasi oleh kecepatan cahaya. Sebaliknya, gelombang gravitasi tidak dapat terbentuk dalam [[hukum gravitasi universal Newton|teori gravitasi Newton]] yang menyatakan bahwa interaksi fisik bergerak dengan kecepatan tak hingga. Sebelum gelombang ini terdeteksi, sudah ada bukti-bukti tak langsung mengenai keberadaannya. Misalnya, pengukuran sistem [[biner Hulse–Taylor]] menunjukkan bahwa gelombang gravitasi bukan sekadar [[hipotesis]]. Gelombang gravitasi yang dapat terdeteksi diduga berasal dari sistem [[bintang biner]] yang terdiri atas [[katai putih]], [[bintang neutron]], dan [[lubang hitam]].
[[File:Spacetime_lattice_analogy.svg|thumb|right|280px|Spacetime lattice analogy]]


Pada tahun 2016, beberapa [[pendeteksi gelombang gravitasi]] sedang dibangun atau sudah beroperasi. Salah satu di antaranya adalah [[LIGO|Advanced LIGO]] yang beroperasi pada bulan September 2015. Bulan Februari 2016, tim Advanced LIGO mengumumkan bahwa mereka telah [[deteksi gelombang gravitasi|mendeteksi gelombang gravitasi]] dari proses menyatunya [[lubang hitam]].
Dalam [[fisika]], '''gelombang gravitasi''' adalah riak dalam [[lengkung]] [[ruang-waktu]] yang bergerak dalam bentuk [[gelombang]] menjauhi sumbernya. Keberadaan gelombang ini diprediksi pada tahun 1916<ref>Einstein, A. [http://einstein-annalen.mpiwg-berlin.mpg.de/related_texts/sitzungsberichte Näherungsweise Integration der Feldgleichungen der Gravitation]. ''Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften Berlin''. June 1916. Vol. part 1. hlm. 688–696.</ref><ref>Einstein, A. [http://einstein-annalen.mpiwg-berlin.mpg.de/related_texts/sitzungsberichte Über Gravitationswellen]. ''Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften Berlin''. 1918. Vol. part 1. hlm. 154–167.</ref> oleh [[Albert Einstein]] sebagai dasar teori [[relativitas umum]] yang dipaparkannya.<ref>Dave Finley. [http://phys.org/news/2013-04-einstein-gravity-theory-toughest-bizarre.html Einstein's gravity theory passes toughest test yet: Bizarre binary star system pushes study of relativity to new limits]. Phys.Org.</ref><ref>[http://www.dpf99.library.ucla.edu/session14/barish1412.pdf The Detection of Gravitational Waves using LIGO, B. Barish].</ref> Gelombang gravitasi mengangkut [[energi dalam]] bentuk '''radiasi gravitasi'''. Gelombang ini terbentuk akibat [[invariansi Lorentz]] dalam [[relativitas umum]] yang menjelaskan bahwa segala pergerakan interaksi fisik dibatasi oleh kecepatan cahaya. Sebaliknya, gelombang gravitasi tidak dapat terbentuk dalam [[hukum gravitasi universal Newton|teori gravitasi Newton]] yang menyatakan bahwa interaksi fisik bergerak dengan kecepatan tak hingga. Sebelum gelombang ini terdeteksi, sudah ada bukti-bukti tak langsung mengenai keberadaannya. Misalnya, pengukuran sistem [[biner Hulse–Taylor]] menunjukkan bahwa gelombang gravitasi bukan sekadar [[hipotesis]]. Gelombang gravitasi yang dapat terdeteksi diduga berasal dari sistem [[bintang biner]] yang terdiri atas [[katai putih]], [[bintang neutron]], dan [[lubang hitam]].
 
Pada tahun 2016, beberapa [[pendeteksi gelombang gravitasi]] sedang dibangun atau sudah beroperasi. Salah satu di antaranya adalah [[LIGO|Advanced LIGO]] yang beroperasi pada bulan September 2015.<ref>[https://ligo.caltech.edu/news/ligo20150918 The Newest Search for Gravitational Waves has Begun]. ''LIGO Caltech''. LIGO. 18 September 2015.</ref> Bulan Februari 2016, tim Advanced LIGO mengumumkan bahwa mereka telah [[deteksi gelombang gravitasi|mendeteksi gelombang gravitasi]] dari proses menyatunya [[lubang hitam]].<ref>Davide Castelvecchi. [http://www.nature.com/news/einstein-s-gravitational-waves-found-at-last-1.19361 Einstein's gravitational waves found at last]. ''Nature News''. February 11, 2016. doi:10.1038/nature.2016.19361.</ref><ref>B. P. Abbott et al. (LIGO Scientific Collaboration and Virgo Collaboration). [https://journals.aps.org/prl/abstract/10.1103/PhysRevLett.116.061102 Observation of Gravitational Waves from a Binary Black Hole Merger]. ''Physical Review Letters''. 2016. Vol. 116 (6). doi:10.1103/PhysRevLett.116.061102.</ref><ref>[http://www.nsf.gov/news/news_summ.jsp?cntn_id=137628 Gravitational waves detected 100 years after Einstein's prediction NSF - National Science Foundation]. ''www.nsf.gov''.</ref><ref>Dennis Overbye. [http://www.nytimes.com/2016/02/11/science/ligo-gravitational-waves-black-holes-einstein.html?_r=0 Physicists Detect Gravitational Waves, Proving Einstein Right]. ''New York Times''. 11 February 2016.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Latar gelombang gravitasi]]
* [[Latar gelombang gravitasi]]
* [[Medan gravitasi]]
* [[Medan gravitasi]]
Baris 21: Baris 22:
* [[Sticky bead argument]], cara mengetahui bahwa radiasi gravitasi mengangkut energi
* [[Sticky bead argument]], cara mengetahui bahwa radiasi gravitasi mengangkut energi
* [[Gaya gelombang]]
* [[Gaya gelombang]]
== Referensi ==


== Bacaan lanjutan ==
== Bacaan lanjutan ==
Baris 40: Baris 38:


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
 
*  
 
*
* [http://www.ligo.caltech.edu/ Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory] . LIGO Laboratory, operated by the [[California Institute of Technology]] and the [[Massachusetts Institute of Technology]]
* [http://www.ligo.caltech.edu/ Laser Interferometer Gravitational Wave Observatory] . LIGO Laboratory, operated by the [[California Institute of Technology]] and the [[Massachusetts Institute of Technology]]
* [http://www.black-holes.org/gwa1.html Caltech Relativity Tutorial]  – A basic introduction to gravitational waves
* [http://www.black-holes.org/gwa1.html Caltech Relativity Tutorial]  – A basic introduction to gravitational waves


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gelombang+gravitasi&oldid=25744069 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25744069 (2024-05-22T23:32:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gelombang+gravitasi&oldid=25744069 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25744069 (2024-05-22T23:32:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.01

Spacetime lattice analogy

Dalam fisika, gelombang gravitasi adalah riak dalam lengkung ruang-waktu yang bergerak dalam bentuk gelombang menjauhi sumbernya. Keberadaan gelombang ini diprediksi pada tahun 1916[1][2] oleh Albert Einstein sebagai dasar teori relativitas umum yang dipaparkannya.[3][4] Gelombang gravitasi mengangkut energi dalam bentuk radiasi gravitasi. Gelombang ini terbentuk akibat invariansi Lorentz dalam relativitas umum yang menjelaskan bahwa segala pergerakan interaksi fisik dibatasi oleh kecepatan cahaya. Sebaliknya, gelombang gravitasi tidak dapat terbentuk dalam teori gravitasi Newton yang menyatakan bahwa interaksi fisik bergerak dengan kecepatan tak hingga. Sebelum gelombang ini terdeteksi, sudah ada bukti-bukti tak langsung mengenai keberadaannya. Misalnya, pengukuran sistem biner Hulse–Taylor menunjukkan bahwa gelombang gravitasi bukan sekadar hipotesis. Gelombang gravitasi yang dapat terdeteksi diduga berasal dari sistem bintang biner yang terdiri atas katai putih, bintang neutron, dan lubang hitam.

Pada tahun 2016, beberapa pendeteksi gelombang gravitasi sedang dibangun atau sudah beroperasi. Salah satu di antaranya adalah Advanced LIGO yang beroperasi pada bulan September 2015.[5] Bulan Februari 2016, tim Advanced LIGO mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi gelombang gravitasi dari proses menyatunya lubang hitam.[6][7][8][9]

Lihat pula

Bacaan lanjutan

Daftar pustaka

  • Berry, Michael, Principles of Сosmology and Gravitation (Adam Hilger, Philadelphia, 1989). ISBN 0-85274-037-9
  • Collins, Harry, Gravity's Shadow: The Search for Gravitational Waves, University of Chicago Press, 2004.
  • P. J. E. Peebles, Principles of Physical Cosmology (Princeton University Press, Princeton, 1993). ISBN 0-691-01933-9.
  • Wheeler, John Archibald and Ciufolini, Ignazio, Gravitation and Inertia (Princeton University Press, Princeton, 1995). ISBN 0-691-03323-4.
  • Woolf, Harry, ed., Some Strangeness in the Proportion (Addison–Wesley, Reading, Massachusetts, 1980). ISBN 0-201-09924-1.

Pranala luar

Referensi

  1. Einstein, A. Näherungsweise Integration der Feldgleichungen der Gravitation. Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften Berlin. June 1916. Vol. part 1. hlm. 688–696.
  2. Einstein, A. Über Gravitationswellen. Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften Berlin. 1918. Vol. part 1. hlm. 154–167.
  3. Dave Finley. Einstein's gravity theory passes toughest test yet: Bizarre binary star system pushes study of relativity to new limits. Phys.Org.
  4. The Detection of Gravitational Waves using LIGO, B. Barish.
  5. The Newest Search for Gravitational Waves has Begun. LIGO Caltech. LIGO. 18 September 2015.
  6. Davide Castelvecchi. Einstein's gravitational waves found at last. Nature News. February 11, 2016. doi:10.1038/nature.2016.19361.
  7. B. P. Abbott et al. (LIGO Scientific Collaboration and Virgo Collaboration). Observation of Gravitational Waves from a Binary Black Hole Merger. Physical Review Letters. 2016. Vol. 116 (6). doi:10.1103/PhysRevLett.116.061102.
  8. Gravitational waves detected 100 years after Einstein's prediction NSF - National Science Foundation. www.nsf.gov.
  9. Dennis Overbye. Physicists Detect Gravitational Waves, Proving Einstein Right. New York Times. 11 February 2016.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25744069 (2024-05-22T23:32:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.