Lompat ke isi

Celah suara: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29464968; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Celah suara''', '''lubang lekum''' atau '''glotis''' adalah bukaan yang terletak di antara [[pita suara]] ([[rima glottidis]]). Celah suara sangatlah penting dalam perannya menghasilkan bunyi dari pita suara.
[[File:Arytenoid_cartilage.png|thumb|right|280px|Arytenoid cartilage]]
 
'''Celah suara''', '''lubang lekum''' atau '''glotis'''<ref>Dari bahasa Yunani Kuno ''γλωττίς'' (glōttís), diturunkan dari ''γλῶττα'' (glôtta), ragam bentuk dari ''γλῶσσα'' (glôssa, "lidah").</ref> adalah bukaan yang terletak di antara [[pita suara]]<ref>Ladefoged, Peter. 2006. A course in Phonetics. UCLA.</ref> ([[rima glottidis]]).<ref>WebMD. [https://books.google.com/books?id=t8UfI3BH78wC&pg=PA178 Webster's New World Medical Dictionary]. Houghton Mifflin Harcourt. 2009. hlm. 178. ISBN 978-0-544-18897-6.</ref> Celah suara sangatlah penting dalam perannya menghasilkan bunyi dari pita suara.


==Fungsi==
==Fungsi==
Begitu pita suara bergetar, getaran yang diakibatkannya menghasilkan sifat "mendengung" pada tuturan, yang disebut '''[[suara (fonetik)|suara]]''', '''penyuaraan''', atau '''pengucapan'''.
Begitu pita suara bergetar, getaran yang diakibatkannya menghasilkan sifat "mendengung" pada tuturan, yang disebut '''[[suara (fonetik)|suara]]''', '''penyuaraan''', atau '''pengucapan'''.


Penghasilan bunyi yang melibatkan penggerakan pita suara agar lebih berdekatan dapat disebut ''glotal'' atau ''bunyi celah-suara'' saja. Bahasa Indonesia mempunyai [[konsonan geser celah-suara nirsuara|geseran celah-suara nirsuara]] yang dieja "h". Bunyi ini dihasilkan dengan mempertahankan agak lebar pita suara, sehingga menghasilkan aliran udara yang tak bergejolak melalui celah suara. Di bahasa Indonesia, fonem  sering kali beralofon ke [[konsonan letup celah-suara|letupan celah-suara]] di akhir kata, misal ''anak'', ''adik'', dan ''tidak''. Namun, di beberapa bahasa, bunyi ini bersifat fonemik (pembedaannya kentara dengan fonem lain).
Penghasilan bunyi yang melibatkan penggerakan pita suara agar lebih berdekatan dapat disebut ''glotal'' atau ''bunyi celah-suara'' saja.<ref>Bruce Hayes. [https://archive.org/details/introductoryphon00haye Introductory Phonology]. Wiley-Blackwell. 2009. ISBN 978-1-4051-8411-3.</ref> Bahasa Indonesia mempunyai [[konsonan geser celah-suara nirsuara|geseran celah-suara nirsuara]] yang dieja "h". Bunyi ini dihasilkan dengan mempertahankan agak lebar pita suara, sehingga menghasilkan aliran udara yang tak bergejolak melalui celah suara.<ref>Bruce Hayes. [https://archive.org/details/introductoryphon00haye Introductory Phonology]. Wiley-Blackwell. 2009. ISBN 978-1-4051-8411-3.</ref> Di bahasa Indonesia, fonem  sering kali beralofon ke [[konsonan letup celah-suara|letupan celah-suara]] di akhir kata, misal ''anak'', ''adik'', dan ''tidak''. Namun, di beberapa bahasa, bunyi ini bersifat fonemik (pembedaannya kentara dengan fonem lain).


Pemain [[didgeridoo]] yang terampil biasanya membatasi bukaan celah suara mereka agar dapat menghasilkan berbagai macam [[timbre|warna nada]].
Pemain [[didgeridoo]] yang terampil biasanya membatasi bukaan celah suara mereka agar dapat menghasilkan berbagai macam [[timbre|warna nada]].<ref>Alex Tarnopolsky. [https://openresearch-repository.anu.edu.au/bitstream/1885/82233/8/01_Fletcher_Vocal_Tract_2005.pdf Acoustics: The vocal tract and the sound of a didgeridoo]. ''Nature''. 2005. Vol. 436 (7047). hlm. 39. doi:10.1038/43639a.</ref>


Getaran yang dihasilkan merupakan unsur mendasar dari [[konsonan]] ''bersuara'' dan juga [[vokal]]. Jika pita suara ditarik terpisah, udara yang mengalir di antaranya tidak akan menimbulkan getaran, seperti pada penghasilan konsonan nirsuara.
Getaran yang dihasilkan merupakan unsur mendasar dari [[konsonan]] ''bersuara'' dan juga [[vokal]]. Jika pita suara ditarik terpisah, udara yang mengalir di antaranya tidak akan menimbulkan getaran, seperti pada penghasilan konsonan nirsuara.<ref>Leslie De'Ath. [https://www.proquest.com/docview/1774332500 Linguistics and Lyric Diction - A Personal Retrospective and a Selective Glossary]. ''Journal of Singing''. 2016. Vol. 72 (4). hlm. 465–474.</ref>


Celah suara juga berperan penting dalam tindakan [[Manuver Valsava]].
Celah suara juga berperan penting dalam tindakan [[Manuver Valsava]].


==Gambar tambahan==
==Gambar tambahan==
==Catatan kaki==
==Rujukan==
==Pranala luar==
==Pranala luar==
* [http://web.uvic.ca/ling/research/phonetics/SOG/ States of the Glottis] (Esling & Harris, University of Victoria)
* [http://web.uvic.ca/ling/research/phonetics/SOG/ States of the Glottis] (Esling & Harris, University of Victoria)
* [http://www.ims.uni-stuttgart.de/phonetik/EGG/page4.htm Universität Stuttgart Speech production]
* [http://www.ims.uni-stuttgart.de/phonetik/EGG/page4.htm Universität Stuttgart Speech production]
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Celah+suara&oldid=29464968 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29464968 (2026-07-16T09:35:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Celah+suara&oldid=29464968 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29464968 (2026-07-16T09:35:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.04

Arytenoid cartilage

Celah suara, lubang lekum atau glotis[1] adalah bukaan yang terletak di antara pita suara[2] (rima glottidis).[3] Celah suara sangatlah penting dalam perannya menghasilkan bunyi dari pita suara.

Fungsi

Begitu pita suara bergetar, getaran yang diakibatkannya menghasilkan sifat "mendengung" pada tuturan, yang disebut suara, penyuaraan, atau pengucapan.

Penghasilan bunyi yang melibatkan penggerakan pita suara agar lebih berdekatan dapat disebut glotal atau bunyi celah-suara saja.[4] Bahasa Indonesia mempunyai geseran celah-suara nirsuara yang dieja "h". Bunyi ini dihasilkan dengan mempertahankan agak lebar pita suara, sehingga menghasilkan aliran udara yang tak bergejolak melalui celah suara.[5] Di bahasa Indonesia, fonem sering kali beralofon ke letupan celah-suara di akhir kata, misal anak, adik, dan tidak. Namun, di beberapa bahasa, bunyi ini bersifat fonemik (pembedaannya kentara dengan fonem lain).

Pemain didgeridoo yang terampil biasanya membatasi bukaan celah suara mereka agar dapat menghasilkan berbagai macam warna nada.[6]

Getaran yang dihasilkan merupakan unsur mendasar dari konsonan bersuara dan juga vokal. Jika pita suara ditarik terpisah, udara yang mengalir di antaranya tidak akan menimbulkan getaran, seperti pada penghasilan konsonan nirsuara.[7]

Celah suara juga berperan penting dalam tindakan Manuver Valsava.

Gambar tambahan

Pranala luar

Referensi

  1. Dari bahasa Yunani Kuno γλωττίς (glōttís), diturunkan dari γλῶττα (glôtta), ragam bentuk dari γλῶσσα (glôssa, "lidah").
  2. Ladefoged, Peter. 2006. A course in Phonetics. UCLA.
  3. WebMD. Webster's New World Medical Dictionary. Houghton Mifflin Harcourt. 2009. hlm. 178. ISBN 978-0-544-18897-6.
  4. Bruce Hayes. Introductory Phonology. Wiley-Blackwell. 2009. ISBN 978-1-4051-8411-3.
  5. Bruce Hayes. Introductory Phonology. Wiley-Blackwell. 2009. ISBN 978-1-4051-8411-3.
  6. Alex Tarnopolsky. Acoustics: The vocal tract and the sound of a didgeridoo. Nature. 2005. Vol. 436 (7047). hlm. 39. doi:10.1038/43639a.
  7. Leslie De'Ath. Linguistics and Lyric Diction - A Personal Retrospective and a Selective Glossary. Journal of Singing. 2016. Vol. 72 (4). hlm. 465–474.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29464968 (2026-07-16T09:35:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.