Lompat ke isi

Obduksi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26770170; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Obduksi''' adalah proses [[geologi]] dan salah satu batas antar lempeng di antara [[kerak benua]] dan [[kerak samudra]], dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudra [[Batas konvergen|konvergen]]. Meskipun batuan samudra yang padat biasanya dihancurkan oleh [[subduksi]] di [[palung samudra]], lempengan berat yang lebih tercerabut, terlepas dan berpindah melintasi kerak benua yang kurang padat. Batuan samudra yang diangkut ini diidentifikasi di darat sebagai suite [[ofiolit]]. Penempatan ofiolit ini terkait dengan dorongan bawah samudra dari cekungan batas yang terperangkap dan irisan [[Akresi (astrofisika)|akresi]] (prisma). Contohnya adalah di beberapa sabuk [[orogeni]]k seperti pegunungan [[Pegunungan Himalaya|Himalaya]] yang merupakan hasil tumbukan [[lempeng Eurasia]] dan [[Lempeng India|India]], [[Appalachia]] dan [[Pegunungan Alpen|Alpen]] di Eropa.
'''Obduksi''' adalah proses [[geologi]] dan salah satu batas antar lempeng di antara [[kerak benua]] dan [[kerak samudra]],<ref>[https://www.dictionary.com/browse/obduction Definition of obduction Dictionary.com]. ''www.dictionary.com''.</ref> dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudra [[Batas konvergen|konvergen]].<ref>[https://dedisasmito.wordpress.com/bahan-ajar-2/litosfer/tektonisme/ Tektonisme]. 2015-01-14.</ref><ref>Ilmu Batu Geolgi. [https://ilmubatugeologi.blogspot.com/2015/04/apa-pengertian-dari-divergen-konvergen.html Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform? Ilmu Batu Geologi]. ''Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform? Ilmu Batu Geologi''.</ref><ref>Djauhari Noor. [https://www.academia.edu/6464227/Tektonik_Lempeng Tektonik Lempeng].</ref> Meskipun batuan samudra yang padat biasanya dihancurkan oleh [[subduksi]] di [[palung samudra]], lempengan berat yang lebih tercerabut, terlepas dan berpindah melintasi kerak benua yang kurang padat. Batuan samudra yang diangkut ini diidentifikasi di darat sebagai suite [[ofiolit]]. Penempatan ofiolit ini terkait dengan dorongan bawah samudra dari cekungan batas yang terperangkap dan irisan [[Akresi (astrofisika)|akresi]] (prisma).<ref>M. P. Searle. [https://doi.org/10.1144/GSL.SP.1984.013.01.24 Obduction processes in ancient, modern and future ophiolites]. ''Geological Society, London, Special Publications''. 1984. Vol. 13 (1). hlm. 303–319. doi:10.1144/gsl.sp.1984.013.01.24.</ref><ref>[https://www.geolsoc.org.uk/Plate-Tectonics/Glossary/M-R The Geological Society]. ''www.geolsoc.org.uk''.</ref> Contohnya adalah di beberapa sabuk [[orogeni]]k seperti pegunungan [[Pegunungan Himalaya|Himalaya]] yang merupakan hasil tumbukan [[lempeng Eurasia]] dan [[Lempeng India|India]], [[Appalachia]] dan [[Pegunungan Alpen|Alpen]] di Eropa.<ref>[https://geograph88.blogspot.com/2018/02/proses-terbentuknya-pagunungan-himalaya.html Proses Terbentuknya Pegunungan Himalaya Disebut Obduksi]. ''Geograph88''.</ref><ref>H. Williams. [http://link.springer.com/10.1007/3-540-31080-0_72 Structural Geology and Tectonics]. Kluwer Academic Publishers. 1987. hlm. 465–470. doi:10.1007/3-540-31080-0_72. ISBN 978-0-442-28125-0.</ref>


== Pembentukan ==
== Pembentukan ==
Ada beberapa hipotesis tentang asal mula terjadinya obduksi. [[Hipotesis]] yang paling memungkinkan, awal terjadinya obduksi diawali [[penunjaman]] kerak samudra dengan kerak benua. Pada awalnya, kerak samudra naik ke kerak benua. Selanjutnya, penunjaman di tempat itu berhenti dan ke tempat lain yang mengakomodasi konvergensi antar lempeng. Penunjaman bisa terjadi karena perubahan dari batas lempeng [[Batas divergen|divergen]] menjadi konvergen. Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudra. Obduksi menunjukkan bahwa penempatan material samudra yang padat di [[litosfer]] benua bukanlah proses misterius yang membutuhkan kondisi batas luar biasa tetapi hasil dari proses subduksi normal berskala besar.
Ada beberapa hipotesis tentang asal mula terjadinya obduksi. [[Hipotesis]] yang paling memungkinkan, awal terjadinya obduksi diawali [[penunjaman]] kerak samudra dengan kerak benua. Pada awalnya, kerak samudra naik ke kerak benua. Selanjutnya, penunjaman di tempat itu berhenti dan ke tempat lain yang mengakomodasi konvergensi antar lempeng. Penunjaman bisa terjadi karena perubahan dari batas lempeng [[Batas divergen|divergen]] menjadi konvergen. Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudra.<ref>[https://dedisasmito.wordpress.com/bahan-ajar-2/litosfer/tektonisme/ Tektonisme]. 2015-01-14.</ref> Obduksi menunjukkan bahwa penempatan material samudra yang padat di [[litosfer]] benua bukanlah proses misterius yang membutuhkan kondisi batas luar biasa tetapi hasil dari proses subduksi normal berskala besar.<ref>P. Agard. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0012821X14000946 Obduction: Why, how and where. Clues from analog models]. ''Earth and Planetary Science Letters''. 2014-05-01. Vol. 393. hlm. 132–145. doi:10.1016/j.epsl.2014.02.021.</ref>
 
== Referensi ==
 


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Batas tumbukan]]
* [[Batas tumbukan]]
* [[Batas transform]]
* [[Batas transform]]
Baris 15: Baris 11:
* [[Abduksi]]
* [[Abduksi]]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Obduksi&oldid=26770170 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26770170 (2025-01-08T16:06:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Obduksi&oldid=26770170 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26770170 (2025-01-08T16:06:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.07

Obduksi adalah proses geologi dan salah satu batas antar lempeng di antara kerak benua dan kerak samudra,[1] dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudra konvergen.[2][3][4] Meskipun batuan samudra yang padat biasanya dihancurkan oleh subduksi di palung samudra, lempengan berat yang lebih tercerabut, terlepas dan berpindah melintasi kerak benua yang kurang padat. Batuan samudra yang diangkut ini diidentifikasi di darat sebagai suite ofiolit. Penempatan ofiolit ini terkait dengan dorongan bawah samudra dari cekungan batas yang terperangkap dan irisan akresi (prisma).[5][6] Contohnya adalah di beberapa sabuk orogenik seperti pegunungan Himalaya yang merupakan hasil tumbukan lempeng Eurasia dan India, Appalachia dan Alpen di Eropa.[7][8]

Pembentukan

Ada beberapa hipotesis tentang asal mula terjadinya obduksi. Hipotesis yang paling memungkinkan, awal terjadinya obduksi diawali penunjaman kerak samudra dengan kerak benua. Pada awalnya, kerak samudra naik ke kerak benua. Selanjutnya, penunjaman di tempat itu berhenti dan ke tempat lain yang mengakomodasi konvergensi antar lempeng. Penunjaman bisa terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen. Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudra.[9] Obduksi menunjukkan bahwa penempatan material samudra yang padat di litosfer benua bukanlah proses misterius yang membutuhkan kondisi batas luar biasa tetapi hasil dari proses subduksi normal berskala besar.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. Definition of obduction Dictionary.com. www.dictionary.com.
  2. Tektonisme. 2015-01-14.
  3. Ilmu Batu Geolgi. Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform? Ilmu Batu Geologi. Apa Pengertian dari Divergen, Konvergen, dan Transform? Ilmu Batu Geologi.
  4. Djauhari Noor. Tektonik Lempeng.
  5. M. P. Searle. Obduction processes in ancient, modern and future ophiolites. Geological Society, London, Special Publications. 1984. Vol. 13 (1). hlm. 303–319. doi:10.1144/gsl.sp.1984.013.01.24.
  6. The Geological Society. www.geolsoc.org.uk.
  7. Proses Terbentuknya Pegunungan Himalaya Disebut Obduksi. Geograph88.
  8. H. Williams. Structural Geology and Tectonics. Kluwer Academic Publishers. 1987. hlm. 465–470. doi:10.1007/3-540-31080-0_72. ISBN 978-0-442-28125-0.
  9. Tektonisme. 2015-01-14.
  10. P. Agard. Obduction: Why, how and where. Clues from analog models. Earth and Planetary Science Letters. 2014-05-01. Vol. 393. hlm. 132–145. doi:10.1016/j.epsl.2014.02.021.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26770170 (2025-01-08T16:06:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.