Lompat ke isi

Astenosfer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27980893; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Astenosfer''' atau '''Asthenosphere''', adalah lapisan di bawah [[litosfer]] dan berada di atas mantel atas [[Bumi]]. Nama Astenosfer berasal dari [[bahasa Yunani]], yaitu '''asthenes''' yang berarti "''lemah''" dan '''sphere''' yang berarti "''lapisan''" atau "''bulatan".'' Secara definitif, astenosfer merupakan lapisan yang terletak tepat di bawah litosfer dan menjadi bagian paling lunak dari mantel atas. Lapisan ini berperan penting dalam pergerakan [[Tektonika lempeng|lempeng tektonik]] serta penyesuaian isotatik. Astenosfer berada pada kedalaman sekitar 100 hingga 700 km di dalam Bumi, menjadikannya zona transisi yang memengaruhi dinamika geologis planet Bumi.
[[File:Subduction-en.svg|thumb|right|280px|Astenosfer yang ditunjukkan pada batas subduksi]]
 
'''Astenosfer''' atau '''Asthenosphere''', adalah lapisan di bawah [[litosfer]] dan berada di atas mantel atas [[Bumi]]. Nama Astenosfer berasal dari [[bahasa Yunani]], yaitu '''asthenes''' yang berarti "''lemah''" dan '''sphere''' yang berarti "''lapisan''" atau "''bulatan".'' Secara definitif, astenosfer merupakan lapisan yang terletak tepat di bawah litosfer dan menjadi bagian paling lunak dari mantel atas. Lapisan ini berperan penting dalam pergerakan [[Tektonika lempeng|lempeng tektonik]] serta penyesuaian isotatik. Astenosfer berada pada kedalaman sekitar 100 hingga 700 km di dalam Bumi, menjadikannya zona transisi yang memengaruhi dinamika geologis planet Bumi.<ref>[https://www.britannica.com/science/asthenosphere Asthenosphere Mantle Layer, Plate Tectonics & Thermal Plumes Britannica]. ''www.britannica.com''. 2025-01-13.</ref>


== Karakteristik ==
== Karakteristik ==
Terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat Celcius. Astenosfer adalah campuran dari berbagai bahan bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.
Terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat Celcius. Astenosfer adalah campuran dari berbagai bahan bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.


Lapisan ini kaya dengan silisium, [[aluminium]], dan [[magnesium]], dikenal dengan [[magma]]. Wujud cairan magma lebih kental dari cairan aspal, semisolid, dan dapat mengalir. Astenosfer mengalir akibat suhu yang tinggi, dan tekanan yang terjadi sepanjang waktu.
Lapisan ini kaya dengan silisium, [[aluminium]], dan [[magnesium]], dikenal dengan [[magma]]. Wujud cairan magma lebih kental dari cairan aspal, semisolid, dan dapat mengalir. Astenosfer mengalir akibat suhu yang tinggi, dan tekanan yang terjadi sepanjang waktu.<ref>Nur Wasilatus Sholeha. [https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7401809/struktur-lapisan-bumi-dan-karakteristiknya-kenali-yuk Struktur Lapisan Bumi dan Karakteristiknya, Kenali Yuk!]. ''detikedu''.</ref>


'''<big>Ciri-ciri Astenosfer</big>''', sebagai berikut:
'''<big>Ciri-ciri Astenosfer</big>''', sebagai berikut:<ref>[https://kumparan.com/ragam-info/4-ciri-ciri-lapisan-astenosfer-dan-fungsinya-20cmI646gFY 4 Ciri-Ciri Lapisan Astenosfer dan Fungsinya]. ''kumparan''.</ref><ref>[https://kumparan.com/ragam-info/mengetahui-apa-itu-astenosfer-beserta-ciri-cirinya-217DOXQCRLU Mengetahui Apa Itu Astenosfer beserta Ciri-Cirinya]. ''kumparan''.</ref>


* Lapisan astenosfer terdiri dari bahan batuan yang dibentuk oleh besi dan magnesium silikat.
* Lapisan astenosfer terdiri dari bahan batuan yang dibentuk oleh besi dan magnesium silikat.
Baris 37: Baris 39:
* [http://www.geology.sdsu.edu/how_volcanoes_work/Heat.html San Diego State University, "The Earth's internal heat energy and interior structure"]
* [http://www.geology.sdsu.edu/how_volcanoes_work/Heat.html San Diego State University, "The Earth's internal heat energy and interior structure"]


==Referensi==
== Referensi ==
 
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astenosfer&oldid=27980893 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27980893 (2025-10-15T18:28:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Astenosfer&oldid=27980893 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27980893 (2025-10-15T18:28:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.07

Astenosfer yang ditunjukkan pada batas subduksi

Astenosfer atau Asthenosphere, adalah lapisan di bawah litosfer dan berada di atas mantel atas Bumi. Nama Astenosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu asthenes yang berarti "lemah" dan sphere yang berarti "lapisan" atau "bulatan". Secara definitif, astenosfer merupakan lapisan yang terletak tepat di bawah litosfer dan menjadi bagian paling lunak dari mantel atas. Lapisan ini berperan penting dalam pergerakan lempeng tektonik serta penyesuaian isotatik. Astenosfer berada pada kedalaman sekitar 100 hingga 700 km di dalam Bumi, menjadikannya zona transisi yang memengaruhi dinamika geologis planet Bumi.[1]

Karakteristik

Terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat Celcius. Astenosfer adalah campuran dari berbagai bahan bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.

Lapisan ini kaya dengan silisium, aluminium, dan magnesium, dikenal dengan magma. Wujud cairan magma lebih kental dari cairan aspal, semisolid, dan dapat mengalir. Astenosfer mengalir akibat suhu yang tinggi, dan tekanan yang terjadi sepanjang waktu.[2]

Ciri-ciri Astenosfer, sebagai berikut:[3][4]

  • Lapisan astenosfer terdiri dari bahan batuan yang dibentuk oleh besi dan magnesium silikat.
  • Komposisi kimia pada lapisan ini hampir identik dengan lapisan bawah bumi atau mesosfer.
  • Pada kondisi suhu dan tekanan tertentu di lapisan astenosfer, batuan tersebut bisa menjadi lentur atau elastis.
  • Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 2.900 km.
  • Memiliki suhu sekitar 1.300 derajat celcius.
  • Lapisan ini merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.
  • Memiliki sifat fisik yang cukup lemah dan kental serta bersifat palstis atau mendekati bentuk cairan kental.
  • Bertanggung jawab untuk mendorong pembaruan dan perluasan dasar laut.
  • Terdapat komponen yang sangat penting yang disebut basal, yang merupakan batuan beku yang melalui proses ekstrusi, mengalir melalui punggung laut.
  • Mudah berubah posisi tanpa mengalami keretakan atau kerusakan struktural, namun membutuhkan waktu yang lama.

Daftar pustaka

  • Donald L. Turcotte and Gerald Schubert. Geodynamics, 2nd ed., Cambridge University Press 2001
  • GEMS Institute of higher education,Nepal.Environment Management Club, Kushal
  • An Introduction to the Solar System; McBride and Gilmour; Cambridge University Press 2004

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27980893 (2025-10-15T18:28:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.