Lompat ke isi

Kesunyian: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27397289; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kesunyian''' atau '''keheningan''' adalah kondisi tidak adanya suara lingkungan yang dapat didengar, atau hanya ada suara dengan intensitas rendah yang sukar didengar, atau keadaan berhenti menghasilkan suara; pengertian yang terakhir ini dapat diperluas untuk diterapkan pada penghentian atau tidak adanya bentuk komunikasi apa pun, baik melalui ucapan atau media lainnya.
[[File:Faras_Saint_Anne_(detail).jpg|thumb|right|280px|Faras Saint Anne (detail)]]
 
'''Kesunyian''' atau '''keheningan''' adalah kondisi tidak adanya suara lingkungan yang dapat didengar, atau hanya ada suara dengan intensitas rendah yang sukar didengar, atau keadaan berhenti menghasilkan suara; pengertian yang terakhir ini dapat diperluas untuk diterapkan pada penghentian atau tidak adanya bentuk komunikasi apa pun, baik melalui ucapan atau media lainnya.<ref>[http://dictionary.reference.com/browse/silence Silence | Define Silence at Dictionary.com]. Dictionary.reference.com.</ref>


Terkadang pembicara terdiam ketika mereka ragu-ragu dalam mencari kata, atau menyela diri mereka sendiri sebelum mengoreksi diri. Analisis wacana menunjukkan bahwa orang menggunakan keheningan singkat untuk menandai batas-batas unit prosodik, secara bergantian, atau sebagai tanda reaktif, misalnya, sebagai tanda ketidaksenangan, ketidaksetujuan, rasa malu, keinginan untuk berpikir, kebingungan, dan sejenisnya. Interval keheningan yang relatif lama dapat digunakan dalam ritual; dalam beberapa disiplin agama, orang mempertahankan keheningan untuk waktu yang lama, atau bahkan selama sisa hidup mereka, sebagai sarana transformasi spiritual pertapa.
Terkadang pembicara terdiam ketika mereka ragu-ragu dalam mencari kata, atau menyela diri mereka sendiri sebelum mengoreksi diri. Analisis wacana menunjukkan bahwa orang menggunakan keheningan singkat untuk menandai batas-batas unit prosodik, secara bergantian, atau sebagai tanda reaktif, misalnya, sebagai tanda ketidaksenangan, ketidaksetujuan, rasa malu, keinginan untuk berpikir, kebingungan, dan sejenisnya. Interval keheningan yang relatif lama dapat digunakan dalam ritual; dalam beberapa disiplin agama, orang mempertahankan keheningan untuk waktu yang lama, atau bahkan selama sisa hidup mereka, sebagai sarana transformasi spiritual pertapa.
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 11: Baris 10:
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesunyian&oldid=27397289 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27397289 (2025-06-12T12:49:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesunyian&oldid=27397289 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27397289 (2025-06-12T12:49:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.28

Faras Saint Anne (detail)

Kesunyian atau keheningan adalah kondisi tidak adanya suara lingkungan yang dapat didengar, atau hanya ada suara dengan intensitas rendah yang sukar didengar, atau keadaan berhenti menghasilkan suara; pengertian yang terakhir ini dapat diperluas untuk diterapkan pada penghentian atau tidak adanya bentuk komunikasi apa pun, baik melalui ucapan atau media lainnya.[1]

Terkadang pembicara terdiam ketika mereka ragu-ragu dalam mencari kata, atau menyela diri mereka sendiri sebelum mengoreksi diri. Analisis wacana menunjukkan bahwa orang menggunakan keheningan singkat untuk menandai batas-batas unit prosodik, secara bergantian, atau sebagai tanda reaktif, misalnya, sebagai tanda ketidaksenangan, ketidaksetujuan, rasa malu, keinginan untuk berpikir, kebingungan, dan sejenisnya. Interval keheningan yang relatif lama dapat digunakan dalam ritual; dalam beberapa disiplin agama, orang mempertahankan keheningan untuk waktu yang lama, atau bahkan selama sisa hidup mereka, sebagai sarana transformasi spiritual pertapa.

Pranala luar

Referensi

  1. Silence | Define Silence at Dictionary.com. Dictionary.reference.com.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27397289 (2025-06-12T12:49:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.