Boron: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29449112; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Boron_R105.jpg|thumb|right|280px|Boron R105]] | |||
Dalam bentuk kristalnya, '''boron''' merupakan [[metaloid]] yang rapuh, gelap, dan berkilau; dalam bentuk [[amorf]]nya, boron berbentuk bubuk kecoklatan. Sebagai unsur yang paling ringan dalam ''[[golongan boron]]'', ia memiliki tiga [[elektron valensi]] untuk membentuk [[ikatan kovalen]], menghasilkan banyak senyawa seperti [[asam borat]], mineral [[boraks|natrium borat]], serta kristal ultra keras [[boron karbida]] dan [[boron nitrida]]. | Dalam bentuk kristalnya, '''boron''' merupakan [[metaloid]] yang rapuh, gelap, dan berkilau; dalam bentuk [[amorf]]nya, boron berbentuk bubuk kecoklatan. Sebagai unsur yang paling ringan dalam ''[[golongan boron]]'', ia memiliki tiga [[elektron valensi]] untuk membentuk [[ikatan kovalen]], menghasilkan banyak senyawa seperti [[asam borat]], mineral [[boraks|natrium borat]], serta kristal ultra keras [[boron karbida]] dan [[boron nitrida]]. | ||
Boron disintesis seluruhnya oleh [[spalasi sinar kosmik]] dan [[supernova]], dan bukan oleh [[nukleosintesis bintang]], sehingga ia merupakan unsur dengan kelimpahan yang rendah di [[Tata Surya]] dan di [[Kerak (geologi)|kerak Bumi]]. Ia mencakup sekitar 0,001 persen dari total berat kerak Bumi. Ia terkonsentrasi di Bumi oleh kelarutan air dari senyawa alaminya yang lebih umum, [[mineral borat]]. Mineral ini ditambang secara industri sebagai [[evaporit]], seperti [[boraks]] dan [[kernit]]. Deposito terbesar yang diketahui ada di [[Turki]], penghasil mineral boron terbesar. | Boron disintesis seluruhnya oleh [[spalasi sinar kosmik]] dan [[supernova]], dan bukan oleh [[nukleosintesis bintang]], sehingga ia merupakan unsur dengan kelimpahan yang rendah di [[Tata Surya]] dan di [[Kerak (geologi)|kerak Bumi]].<ref>[http://van.physics.illinois.edu/qa/listing.php?id=17594 Q & A: Where does the element Boron come from?]. ''physics.illinois.edu''.</ref> Ia mencakup sekitar 0,001 persen dari total berat kerak Bumi.<ref>[https://www.britannica.com/science/boron-chemical-element Boron]. ''Britannica encyclopedia''.</ref> Ia terkonsentrasi di Bumi oleh kelarutan air dari senyawa alaminya yang lebih umum, [[mineral borat]]. Mineral ini ditambang secara industri sebagai [[evaporit]], seperti [[boraks]] dan [[kernit]]. Deposito terbesar yang diketahui ada di [[Turki]], penghasil mineral boron terbesar. | ||
Boron elemental merupakan sebuah [[metaloid]] yang ditemukan dalam jumlah kecil pada [[meteoroid]] tetapi boron yang tidak digabungkan secara kimia tidak ditemukan secara alami di Bumi. Secara industri, unsur yang sangat murni diproduksi dengan kesulitan karena kontaminasi oleh karbon atau unsur lain yang menolak penghilangan. Terdapat beberapa [[alotrop boron]]: boron [[amorf]] adalah bubuk kecoklatan; kristal boron berwarna keperakan sampai hitam, sangat keras (sekitar 9,5 pada [[skala Mohs]]), dan [[penghantar listrik|konduktor listrik]] yang buruk pada suhu kamar. Penggunaan utama dari boron adalah sebagai [[Serat boron|filamen boron]] dengan aplikasi yang mirip dengan [[serat karbon]] dalam beberapa bahan berkekuatan tinggi. | Boron elemental merupakan sebuah [[metaloid]] yang ditemukan dalam jumlah kecil pada [[meteoroid]] tetapi boron yang tidak digabungkan secara kimia tidak ditemukan secara alami di Bumi. Secara industri, unsur yang sangat murni diproduksi dengan kesulitan karena kontaminasi oleh karbon atau unsur lain yang menolak penghilangan.<ref>Dale Z. Hobbs. [https://books.google.com/books?id=37NtbclQPRgC&pg=PA14 Methods Used in Preparing Boron]. U.S. Department of the Interior, Bureau of Mines. 1964. hlm. 14.</ref> Terdapat beberapa [[alotrop boron]]: boron [[amorf]] adalah bubuk kecoklatan; kristal boron berwarna keperakan sampai hitam, sangat keras (sekitar 9,5 pada [[skala Mohs]]), dan [[penghantar listrik|konduktor listrik]] yang buruk pada suhu kamar. Penggunaan utama dari boron adalah sebagai [[Serat boron|filamen boron]] dengan aplikasi yang mirip dengan [[serat karbon]] dalam beberapa bahan berkekuatan tinggi. | ||
Boron digunakan terutama dalam senyawa kimia. Sekitar setengah dari semua produksi yang dikonsumsi secara global adalah aditif dalam [[serat kaca]] untuk bahan insulasi dan struktural. Penggunaan utama berikutnya adalah pada [[polimer]] dan [[keramik]] dalam bahan struktural berkekuatan tinggi, ringan, dan [[Refraktori|tahan panas]]. [[Kaca borosilikat]] lebih disukai karena kekuatannya yang lebih besar dan ketahanannya terhadap guncangan termal daripada kaca soda kapur biasa. Sebagai [[natrium perborat]], ia digunakan sebagai [[pemutih]]. Sejumlah kecil boron digunakan sebagai [[dopan]] dalam [[semikonduktor]], dan zat intermediat [[Pereaksi kimia|reagen]] dalam [[Sintesis organik|sintesis bahan kimia halus organik]]. Beberapa obat-obatan organik yang mengandung boron telah digunakan atau sedang dipelajari. Boron alami terdiri dari dua [[isotop]] stabil, salah satunya ([[#Boron yang diperkaya (boron-10)|boron-10]]) memiliki sejumlah kegunaan sebagai agen penangkap neutron. | Boron digunakan terutama dalam senyawa kimia. Sekitar setengah dari semua produksi yang dikonsumsi secara global adalah aditif dalam [[serat kaca]] untuk bahan insulasi dan struktural. Penggunaan utama berikutnya adalah pada [[polimer]] dan [[keramik]] dalam bahan struktural berkekuatan tinggi, ringan, dan [[Refraktori|tahan panas]]. [[Kaca borosilikat]] lebih disukai karena kekuatannya yang lebih besar dan ketahanannya terhadap guncangan termal daripada kaca soda kapur biasa. Sebagai [[natrium perborat]], ia digunakan sebagai [[pemutih]]. Sejumlah kecil boron digunakan sebagai [[dopan]] dalam [[semikonduktor]], dan zat intermediat [[Pereaksi kimia|reagen]] dalam [[Sintesis organik|sintesis bahan kimia halus organik]]. Beberapa obat-obatan organik yang mengandung boron telah digunakan atau sedang dipelajari. Boron alami terdiri dari dua [[isotop]] stabil, salah satunya ([[#Boron yang diperkaya (boron-10)|boron-10]]) memiliki sejumlah kegunaan sebagai agen penangkap neutron. | ||
| Baris 12: | Baris 14: | ||
Kata ''boron'' diciptakan dari [[boraks]], mineral dari mana ia diisolasi, oleh analogi dengan ''karbon'', yang secara kimiawi mirip dengan boron. | Kata ''boron'' diciptakan dari [[boraks]], mineral dari mana ia diisolasi, oleh analogi dengan ''karbon'', yang secara kimiawi mirip dengan boron. | ||
Boraks dalam bentuk mineralnya (kemudian dikenal sebagai tincal) pertama kali digunakan sebagai glasir, dimulai di [[Tiongkok]] sekitar tahun 300 M. Beberapa boraks mentah bergerak ke barat, dan tampaknya disebutkan oleh alkemis [[Abu Musa Jabir bin Hayyan|Jabir bin Hayyan]] sekitar tahun 700 M. [[Marco Polo]] membawa beberapa glasir kembali ke Italia pada abad ke-13. Sekitar tahun 1600 M, [[Georgius Agricola]], melaporkan penggunaan boraks sebagai fluks dalam [[metalurgi]]. Pada tahun 1777, [[asam borat]] dikenal di mata air panas (soffioni) dekat [[Firenze]], Italia, yang kemudian dikenal sebagai ''sal sedativum'', dengan manfaat medis yang nyata. Mineral tersebut diberi nama [[sasolit]], dari [[Sasso Pisano]] di Italia. Sasso adalah sumber utama boraks [[Eropa]] dari tahun 1827 hingga 1872, ketika sumber-sumber [[Amerika Serikat|Amerika]] menggantikannya.<ref>Garrett, Donald E. ''Borates: handbook of deposits, processing, properties, and use''. Academic Press. 1998. hlm. 102; 385–386. ISBN 978-0-12-276060-0.</ref><ref>Calvert, J. B. [http://mysite.du.edu/~jcalvert/phys/boron.htm Boron]. Universitas Denver.</ref> Senyawa boron relatif jarang digunakan sampai akhir 1800-an ketika [[Perusahaan Boraks Pantai Pasifik]] milik [[Francis Marion Smith]] pertama kali memopulerkan dan memproduksinya dalam volume dengan biaya rendah.<ref>Hildebrand, G. H. (1982) "Borax Pioneer: Francis Marion Smith." San Diego: Howell-North Books. p. 267</ref> | |||
Boron tidak diakui sebagai unsur sampai diisolasi oleh Sir [[Humphry Davy]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan oleh [[Joseph Louis Gay-Lussac]] serta [[Louis Jacques Thénard]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada tahun 1808, Davy mengamati bahwa arus listrik yang dikirim melalui larutan borat menghasilkan endapan coklat pada salah satu elektrode. Dalam eksperimen berikutnya, ia menggunakan kalium untuk mereduksi asam borat alih-alih menggunakan [[elektrolisis]]. Dia menghasilkan cukup boron untuk mengonfirmasi sebuah unsur baru dan menamakannya ''boracium''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Gay-Lussac dan Thénard menggunakan besi untuk mereduksi asam borat pada suhu tinggi. Dengan mengoksidasi boron dengan udara, mereka menunjukkan bahwa asam borat adalah produk oksidasinya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Mary Elvira Weeks. [https://books.google.com/books?id=SJIk9BPdNWcC&pg=PA156 The Discovery of the Elements]. Journal of Chemical Education. 1933. hlm. 156. ISBN 978-0-7661-3872-8.</ref> [[Jöns Jakob Berzelius|Jöns Jacob Berzelius]] mengidentifikasinya sebagai sebuah unsur pada tahun 1824.<ref>Berzelius menghasilkan boron dengan mereduksi garam borofluorida; secara spesifik, dengan memanaskan kalium borofluorida dengan logam kalium. Lihat: Berzelius, J. (1824) [https://books.google.com/books?id=pJlPAAAAYAAJ&pg=PA46 "Undersökning af flusspatssyran och dess märkvärdigaste föreningar"] (Bagian 2) (Penyelidikan mengenai asam fluorida dan senyawanya yang paling penting), ''Kongliga Vetenskaps-Academiens Handlingar'' (Prosiding Royal Science Academy), vol. 12, hlm. 46–98; lihat khususnya di hlm. 88ff. Dicetak ulang dalam bahasa Jerman sebagai: Berzelius, J. J. (1824) [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k150878/f123.image.r=Annalen%20der%20Physic.langEN "Untersuchungen über die Flußspathsäure und deren merkwürdigste Verbindungen"] , Poggendorff's ''Annalen der Physik und Chemie'', vol. 78, hlm. 113–150.</ref> Boron murni bisa dibilang pertama kali diproduksi oleh ahli kimia Amerika [[Ezekiel Weintraub]] pada tahun 1909.<ref>Weintraub, Ezekiel. [https://books.google.com/books?id=e5USAAAAYAAJ&pg=PA165 Preparation and properties of pure boron]. ''Transactions of the American Electrochemical Society''. 1910. Vol. 16. hlm. 165–184.</ref><ref>A. W. Laubengayer. ''Boron. I. Preparation and Properties of Pure Crystalline Boron''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1943. Vol. 65 (10). hlm. 1924–1931. doi:10.1021/ja01250a036.</ref><ref>Borchert, W. ''Crystal Growth of Beta–Rhombohedrical Boron''. ''Zeitschrift für Angewandte Physik''. 1970. Vol. 29. hlm. 277.</ref> | |||
Boron tidak diakui sebagai unsur sampai diisolasi oleh Sir [[Humphry Davy]] dan oleh [[Joseph Louis Gay-Lussac]] serta [[Louis Jacques Thénard]]. Pada tahun 1808, Davy mengamati bahwa arus listrik yang dikirim melalui larutan borat menghasilkan endapan coklat pada salah satu elektrode. Dalam eksperimen berikutnya, ia menggunakan kalium untuk mereduksi asam borat alih-alih menggunakan [[elektrolisis]]. Dia menghasilkan cukup boron untuk mengonfirmasi sebuah unsur baru dan menamakannya ''boracium''. Gay-Lussac dan Thénard menggunakan besi untuk mereduksi asam borat pada suhu tinggi. Dengan mengoksidasi boron dengan udara, mereka menunjukkan bahwa asam borat adalah produk oksidasinya. [[Jöns Jakob Berzelius|Jöns Jacob Berzelius]] mengidentifikasinya sebagai sebuah unsur pada tahun 1824. Boron murni bisa dibilang pertama kali diproduksi oleh ahli kimia Amerika [[Ezekiel Weintraub]] pada tahun 1909. | |||
==Persiapan boron elemental di laboratorium== | ==Persiapan boron elemental di laboratorium== | ||
Rute paling awal ke boron elemental melibatkan reduksi [[Boron trioksida|oksida borat]] dengan beberapa logam seperti [[magnesium]] atau [[aluminium]]. Namun, produk yang diproduksi hampir selalu terkontaminasi dengan [[borida]] dari logam-logam tersebut. Boron murni dapat dibuat dengan mereduksi boron halida yang mudah menguap dengan [[hidrogen]] pada suhu tinggi. Boron ultra murni untuk penggunaan dalam industri semikonduktor diproduksi oleh dekomposisi [[diborana]] pada suhu tinggi dan kemudian dimurnikan lebih lanjut dengan [[peleburan zona]] atau [[proses Czochralski]]. | Rute paling awal ke boron elemental melibatkan reduksi [[Boron trioksida|oksida borat]] dengan beberapa logam seperti [[magnesium]] atau [[aluminium]]. Namun, produk yang diproduksi hampir selalu terkontaminasi dengan [[borida]] dari logam-logam tersebut. Boron murni dapat dibuat dengan mereduksi boron halida yang mudah menguap dengan [[hidrogen]] pada suhu tinggi. Boron ultra murni untuk penggunaan dalam industri semikonduktor diproduksi oleh dekomposisi [[diborana]] pada suhu tinggi dan kemudian dimurnikan lebih lanjut dengan [[peleburan zona]] atau [[proses Czochralski]].<ref>Berger, L. I. [https://archive.org/details/semiconductormat0000berg/page/37 Semiconductor materials]. CRC Press. 1996. hlm. [https://archive.org/details/semiconductormat0000berg/page/37 37–43]. ISBN 978-0-8493-8912-2.</ref> | ||
Produksi senyawa boron tidak melibatkan pembentukan boron elemental, tetapi memanfaatkan ketersediaan borat yang telah ada. | Produksi senyawa boron tidak melibatkan pembentukan boron elemental, tetapi memanfaatkan ketersediaan borat yang telah ada. | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Alotrop=== | ===Alotrop=== | ||
Boron mirip dengan [[karbon]] karena kemampuannya untuk membentuk jaringan molekul [[ikatan kovalen]] yang stabil. Bahkan boron yang tidak teratur ([[amorf]]) mengandung boron [[ikosahedron|ikosahedra]] biasa yang terikat secara acak satu sama lain tanpa urutan jarak jauh.<ref>Delaplane, R.G. [https://archive.org/details/sim_journal-of-non-crystalline-solids_1988-09_104_2-3/page/249 A neutron diffraction study of amorphous boron]. ''Journal of Non-Crystalline Solids''. 1988. Vol. 104 (2–3). hlm. 249–252. doi:10.1016/0022-3093(88)90395-X.</ref><ref>R.G. Delaplane. [https://archive.org/details/sim_journal-of-non-crystalline-solids_1988-12_106_1-3/page/66 A neutron diffraction study of amorphous boron using a pulsed source]. ''Journal of Non-Crystalline Solids''. 1988. Vol. 106 (1–3). hlm. 66–69. doi:10.1016/0022-3093(88)90229-3.</ref> Boron [[kristal]] merupakan bahan hitam yang sangat keras dengan titik lebur di atas 2000 °C. Ia membentuk empat [[Alotropi|alotrop]] utama: α-rombohedron dan β-rombohedron (α-R dan β-R), γ-ortorombik (γ), dan β-tetragon (β-T). Keempat fase tersebut stabil pada [[Temperatur dan tekanan standar|kondisi sekitar]], dan β-rombohedron menjadi yang paling umum dan stabil. Fase α-tetragon juga eksis (α-T), tetapi sangat sulit untuk diproduksi tanpa kontaminasi yang signifikan. Sebagian besar fase tersebut didasarkan pada ikosahedra B<sub>12</sub>, tetapi fase γ dapat digambarkan sebagai susunan tipe [[Natrium klorida|garam batu]] dari pasangan atom ikosahedra dan B<sub>2</sub>.<ref>Oganov, A.R. [http://mysbfiles.stonybrook.edu/~aoganov/files/Boron-Nature-2009.pdf Ionic high-pressure form of elemental boron]. ''Nature''. 2009. Vol. 457 (7231). hlm. 863–867. doi:10.1038/nature07736.</ref> Ia dapat diproduksi dengan mengompresi fase boron lainnya hingga 12–20 GPa dan memanaskannya hingga suhu 1500–1800 °C; ia tetap stabil setelah melepaskan suhu dan tekanan. Fase β-T diproduksi pada tekanan yang sama, tetapi pada suhu yang lebih tinggi, yaitu 1800–2200 °C. Fase α-T dan β-T mungkin koeksis berdampingan pada kondisi sekitar, dengan fase β-T menjadi yang lebih stabil.<ref>Oganov, A.R. [http://mysbfiles.stonybrook.edu/~aoganov/files/Boron-Nature-2009.pdf Ionic high-pressure form of elemental boron]. ''Nature''. 2009. Vol. 457 (7231). hlm. 863–867. doi:10.1038/nature07736.</ref><ref>van Setten M.J. [https://pure.rug.nl/ws/files/2796591/2007JAmChemSocvSetten.pdf Thermodynamic stability of boron: The role of defects and zero point motion]. ''J. Am. Chem. Soc''. 2007. Vol. 129 (9). hlm. 2458–2465. doi:10.1021/ja0631246.</ref><ref>Widom M. ''Symmetry-broken crystal structure of elemental boron at low temperature''. ''Phys. Rev. B''. 2008. Vol. 77 (6). hlm. 064113. doi:10.1103/PhysRevB.77.064113.</ref> Mengompresi boron di atas 160 GPa akan menghasilkan fase boron dengan struktur yang belum diketahui, dan fase ini merupakan sebuah [[Superkonduktivitas|superkonductor]] pada suhu di bawah 6–12 K.<ref>Eremets, M. I. [https://archive.org/details/sim_science_2001-07-13_293_5528/page/272 Superconductivity in Boron]. ''Science''. 2001. Vol. 293 (5528). hlm. 272–4. doi:10.1126/science.1062286.</ref> [[Borosferena]] (molekul B<sub>40</sub> yang berbentuk seperti [[fulerena]]) dan [[borofena]] (struktur yang berbentuk seperti [[grafena]] yang diusulkan) telah dijelaskan pada tahun 2014. | |||
{| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center;" | |||
|- | |||
!Fase boron | |||
!α-R | |||
!β-R | |||
!γ | |||
!β-T | |||
|- | |||
!Simetri | |||
|[[Rombohedron]] | |||
|[[Rombohedron]] | |||
|[[Sistem kristal ortorombus|Ortorombik]] | |||
|[[Sistem kristal tetragon|Tetragon]] | |||
|- | |||
!Sel atom/satuan<ref>Oganov, A.R. [http://mysbfiles.stonybrook.edu/~aoganov/files/Boron-Nature-2009.pdf Ionic high-pressure form of elemental boron]. ''Nature''. 2009. Vol. 457 (7231). hlm. 863–867. doi:10.1038/nature07736.</ref> | |||
|12 | |||
|~105 | |||
|28 | |||
| | |||
|- | |||
!Massa jenis (g/cm<sup>3</sup>)<ref>R. H. Jr Wentorf. [https://archive.org/details/sim_science_1965-01-01_147_3653/page/49 Boron: Another Form]. ''Science''. 1 Januari 1965. Vol. 147 (3653). hlm. 49–50. doi:10.1126/science.147.3653.49.</ref><ref>Hoard, J. L. [https://archive.org/details/journal-of-solid-state-chemistry_1970-01_1_2/page/268 The structure analysis of β-rhombohedral boron]. ''J. Solid State Chem''. 1970. Vol. 1 (2). hlm. 268–277. doi:10.1016/0022-4596(70)90022-8.</ref><ref>Will, G. ''Electron Deformation Density in Rhombohedral a-Boron''. ''Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie''. 2001. Vol. 627 (9). hlm. 2100. doi:10.1002/1521-3749(200109)627:9 3.0.CO;2-G.</ref><ref>Talley, C. P. ''A new polymorph of boron''. ''Acta Crystallogr''. 1960. Vol. 13 (3). hlm. 271–272. doi:10.1107/S0365110X60000613.</ref> | |||
|2,46 | |||
|2,35 | |||
|2,52 | |||
|2,36 | |||
|- | |||
![[Uji kekerasan Vickers|Kekerasan Vickers]] (GPa)<ref>V. L. Solozhenko. ''On the hardness of a new boron phase, orthorhombic γ-B 28''. ''Journal of Superhard Materials''. 2008. Vol. 30 (6). hlm. 428–429. doi:10.3103/S1063457608060117.</ref><ref>E. Yu. Zarechnaya. ''Superhard Semiconducting Optically Transparent High Pressure Phase of Boron''. ''Phys. Rev. Lett''. 2009. Vol. 102 (18). hlm. 185501. doi:10.1103/PhysRevLett.102.185501.</ref> | |||
|42 | |||
|45 | |||
|50–58 | |||
| | |||
|- | |||
![[Modulus kompresi]] (GPa)<ref>E. Yu. Zarechnaya. ''Superhard Semiconducting Optically Transparent High Pressure Phase of Boron''. ''Phys. Rev. Lett''. 2009. Vol. 102 (18). hlm. 185501. doi:10.1103/PhysRevLett.102.185501.</ref><ref>Nelmes, R. J. ''Neutron- and x-ray-diffraction measurements of the bulk modulus of boron''. ''Phys. Rev. B''. 1993. Vol. 47 (13). hlm. 7668–7673. doi:10.1103/PhysRevB.47.7668.</ref> | |||
|185 | |||
|224 | |||
|227 | |||
| | |||
|- | |||
![[Sela pita]] (eV)<ref>E. Yu. Zarechnaya. ''Superhard Semiconducting Optically Transparent High Pressure Phase of Boron''. ''Phys. Rev. Lett''. 2009. Vol. 102 (18). hlm. 185501. doi:10.1103/PhysRevLett.102.185501.</ref><ref>''Landolt-Bornstein, New Series''. Springer-Verlag. 1983. Vol. 17e.</ref> | |||
|2 | |||
|1,6 | |||
|2,1 | |||
| | |||
|} | |||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
Boron elemental jarang dan kurang dipelajari karena bahan murninya sangat sulit untuk disiapkan. Sebagian besar studi mengenai "boron" melibatkan sampel yang mengandung sejumlah kecil karbon. Perilaku kimia boron lebih [[Hubungan diagonal|menyerupai]] [[silikon]] daripada [[aluminium]]. Boron kristal secara kimiawi lengai dan tahan terhadap serangan dari [[asam fluorida]] atau [[asam klorida|klorida]] yang mendidih. Ketika dibagi halus, ia diserang secara perlahan oleh [[hidrogen peroksida]] pekat panas, [[asam nitrat]] pekat panas, [[asam sulfat]] panas, atau campuran panas asam sulfat dan [[Asam kromat|kromat]].<ref>A. W. Laubengayer. ''Boron. I. Preparation and Properties of Pure Crystalline Boron''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1943. Vol. 65 (10). hlm. 1924–1931. doi:10.1021/ja01250a036.</ref> | |||
Laju oksidasi boron tergantung pada kristalinitas, ukuran partikel, kemurnian dan suhu. Boron tidak bereaksi dengan udara pada suhu kamar, tetapi pada suhu yang lebih tinggi ia akan terbakar dan membentuk [[boron trioksida]]:<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/814 814]–864. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> | |||
Laju oksidasi boron tergantung pada kristalinitas, ukuran partikel, kemurnian dan suhu. Boron tidak bereaksi dengan udara pada suhu kamar, tetapi pada suhu yang lebih tinggi ia akan terbakar dan membentuk [[boron trioksida]]: | |||
:4 B + 3 O<sub>2</sub> → 2 B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | :4 B + 3 O<sub>2</sub> → 2 B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> | ||
Boron mengalami halogenasi untuk menghasilkan trihalida; misalnya, | Boron mengalami halogenasi untuk menghasilkan trihalida; misalnya, | ||
:2 B + 3 Br<sub>2</sub> → 2 BBr<sub>3</sub> | :2 B + 3 Br<sub>2</sub> → 2 BBr<sub>3</sub> | ||
Triklorida dalam praktik biasanya terbuat dari oksida. | Triklorida dalam praktik biasanya terbuat dari oksida.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/814 814]–864. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> | ||
====Struktur atom==== | ====Struktur atom==== | ||
Boron merupakan unsur paling ringan yang memiliki elektron dalam [[Orbital atom|orbital-p]] dalam keadaan dasarnya. Namun, tidak seperti kebanyakan [[Blok-p|unsur-p]] lainnya, ia jarang mematuhi [[kaidah oktet]] dan biasanya hanya menempatkan enam elektron (dalam tiga [[orbital molekul]]) pada [[Elektron valensi|kulit valensi]]nya. Boron merupakan prototipe untuk [[golongan boron]] ([[Golongan tabel periodik|golongan IUPAC]] 13), meskipun anggota lain dari golongan ini merupakan logam dan unsur-p yang lebih khas (hanya aluminium yang sampai batas tertentu berbagi keengganan boron terhadap kaidah oktet). | Boron merupakan unsur paling ringan yang memiliki elektron dalam [[Orbital atom|orbital-p]] dalam keadaan dasarnya. Namun, tidak seperti kebanyakan [[Blok-p|unsur-p]] lainnya, ia jarang mematuhi [[kaidah oktet]] dan biasanya hanya menempatkan enam elektron<ref>Jessie A. Key. [https://opentextbc.ca/introductorychemistry/chapter/violations-of-the-octet-rule-2/ Violations of the Octet Rule]. ''Introductory Chemistry''. 14 September 2014.</ref> (dalam tiga [[orbital molekul]]) pada [[Elektron valensi|kulit valensi]]nya. Boron merupakan prototipe untuk [[golongan boron]] ([[Golongan tabel periodik|golongan IUPAC]] 13), meskipun anggota lain dari golongan ini merupakan logam dan unsur-p yang lebih khas (hanya aluminium yang sampai batas tertentu berbagi keengganan boron terhadap kaidah oktet). | ||
====Senyawa kimia==== | ====Senyawa kimia==== | ||
Dalam senyawa yang paling dikenal, boron memiliki bilangan oksidasi formal III. Mereka termasuk oksida, sulfida, nitrida, dan halida.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/814 814]–864. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> | |||
Trihalida mengadopsi struktur trigonal planar. Senyawa ini merupakan [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] yang siap membentuk [[Aduk (kimia)|aduk]] dengan donor pasangan elektron, yang disebut [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]]. Misalnya, fluorida (F<sup>−</sup>) dan [[boron trifluorida]] (BF<sub>3</sub>) digabungkan untuk menghasilkan anion [[tetrafluoroborat]], BF<sub>4</sub><sup>−</sup>. Boron trifluorida digunakan dalam industri petrokimia sebagai katalis. Halida ini bereaksi dengan air dan membentuk [[asam borat]].<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/814 814]–864. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> | |||
Trihalida mengadopsi struktur trigonal planar. Senyawa ini merupakan [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] yang siap membentuk [[Aduk (kimia)|aduk]] dengan donor pasangan elektron, yang disebut [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]]. Misalnya, fluorida (F<sup>−</sup>) dan [[boron trifluorida]] (BF<sub>3</sub>) digabungkan untuk menghasilkan anion [[tetrafluoroborat]], BF<sub>4</sub><sup>−</sup>. Boron trifluorida digunakan dalam industri petrokimia sebagai katalis. Halida ini bereaksi dengan air dan membentuk [[asam borat]]. | |||
Ia ditemukan di alam di Bumi hampir seluruhnya sebagai berbagai oksida B(III), sering dikaitkan dengan unsur-unsur lain. Lebih dari seratus [[mineral borat]] mengandung boron dalam bilangan oksidasi +3. Mineral ini menyerupai silikat dalam beberapa hal, meskipun sering ditemukan tidak hanya dalam koordinasi tetrahedral dengan oksigen, tetapi juga dalam konfigurasi trigonal planar. Tidak seperti silikat, mineral boron tidak pernah mengandungnya dengan bilangan koordinasi lebih besar dari empat. Motif khas telah dicontohkan oleh anion tetraborat dari mineral umum [[boraks]], yang ditunjukkan di sebelah kiri. Muatan negatif formal dari pusat borat tetrahedral diseimbangkan oleh kation logam dalam mineral, seperti natrium (Na<sup>+</sup>) dalam boraks.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/814 814]–864. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Golongan turmalin borat-silikat juga merupakan golongan mineral pembawa boron yang sangat penting, dan sejumlah borosilikat juga diketahui eksis secara alami.<ref>[https://www.mindat.org/ Mindat.org - Mines, Minerals and More]. ''mindat.org''.</ref> | |||
Borana merupakan senyawa kimia boron dan hidrogen, dengan rumus umum B<sub>x</sub>H<sub>y</sub>. Senyawa-senyawa ini tidak terjadi di alam. Banyak borana mudah teroksidasi saat berkontak dengan udara, beberapa dengan keras. BH<sub>3</sub> yang merupakan anggota induk disebut borana, tetapi ia hanya diketahui dalam bentuk gas, dan dimerisasi untuk membentuk diborana, B<sub>2</sub>H<sub>6</sub>. Borana yang lebih besar semuanya terdiri dari gugus boron yang polihedral, beberapa di antaranya eksis sebagai isomer. Misalnya, isomer B<sub>20</sub>H<sub>26</sub> didasarkan pada fusi dua gugus 10 atom. | Borana merupakan senyawa kimia boron dan hidrogen, dengan rumus umum B<sub>x</sub>H<sub>y</sub>. Senyawa-senyawa ini tidak terjadi di alam. Banyak borana mudah teroksidasi saat berkontak dengan udara, beberapa dengan keras. BH<sub>3</sub> yang merupakan anggota induk disebut borana, tetapi ia hanya diketahui dalam bentuk gas, dan dimerisasi untuk membentuk diborana, B<sub>2</sub>H<sub>6</sub>. Borana yang lebih besar semuanya terdiri dari gugus boron yang polihedral, beberapa di antaranya eksis sebagai isomer. Misalnya, isomer B<sub>20</sub>H<sub>26</sub> didasarkan pada fusi dua gugus 10 atom. | ||
| Baris 56: | Baris 94: | ||
[[Bilangan oksidasi]] formal dalam boran adalah positif, dan didasarkan pada asumsi bahwa hidrogen dihitung sebagai −1 seperti pada hidrida logam aktif. Bilangan oksidasi rata-rata untuk boron kemudian hanyalah rasio hidrogen terhadap boron dalam molekul. Sebagai contoh, dalam diborana B<sub>2</sub>H<sub>6</sub>, bilangan oksidasi boron adalah +3, tetapi dalam dekaborana B<sub>10</sub>H<sub>14</sub>, biloksnya <sup>7</sup>/<sub>5</sub> atau +1,4. Dalam senyawa ini bilangan oksidasi boron sering kali bukan bilangan bulat. | [[Bilangan oksidasi]] formal dalam boran adalah positif, dan didasarkan pada asumsi bahwa hidrogen dihitung sebagai −1 seperti pada hidrida logam aktif. Bilangan oksidasi rata-rata untuk boron kemudian hanyalah rasio hidrogen terhadap boron dalam molekul. Sebagai contoh, dalam diborana B<sub>2</sub>H<sub>6</sub>, bilangan oksidasi boron adalah +3, tetapi dalam dekaborana B<sub>10</sub>H<sub>14</sub>, biloksnya <sup>7</sup>/<sub>5</sub> atau +1,4. Dalam senyawa ini bilangan oksidasi boron sering kali bukan bilangan bulat. | ||
[[Boron nitrida]] terkenal karena berbagai struktur yang mereka adopsi. Mereka menunjukkan struktur analog dengan berbagai [[alotrop karbon]], termasuk grafit, intan, dan tabung nano. Dalam struktur seperti intan, yang disebut boron nitrida kubik (nama dagang [[Borazon]]), atom boron ada dalam struktur tetrahedral atom karbon dalam intan, tetapi satu dari setiap empat ikatan B-N dapat dilihat sebagai [[ikatan kovalen koordinasi]], di mana dua elektron disumbangkan oleh atom nitrogen yang bertindak sebagai [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]] pada ikatan ke pusat [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] boron(III). Boron nitrida kubik, di antara aplikasi lain, digunakan sebagai abrasif, karena memiliki kekerasan yang sebanding dengan intan (kedua zat tersebut mampu menghasilkan goresan satu sama lain). Dalam senyawa BN analog grafit, boron nitrida heksagonal (h-BN), atom boron bermuatan positif dan nitrogen bermuatan negatif di setiap bidang terletak berdekatan dengan atom bermuatan berlawanan di bidang berikutnya. Akibatnya, grafit dan h-BN memiliki sifat yang sangat berbeda, meskipun keduanya adalah pelumas, karena bidang-bidang ini mudah tergelincir satu sama lain. Namun, h-BN merupakan konduktor listrik dan termal yang relatif buruk dalam arah planar.<ref>Engler, M. [http://www.esk.com/uploads/tx_userjspresseveroeff/PR_0712_CFI_12-2007_Hexagonales-BN_e_01.pdf Hexagonal Boron Nitride (hBN) – Applications from Metallurgy to Cosmetics]. ''Cfi/Ber. DKG''. 2007. Vol. 84. hlm. D25.</ref><ref>Greim, Jochen. ''Boron Carbide, Boron Nitride, and Metal Borides, in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH: Weinheim. 2005. doi:10.1002/14356007.a04_295.pub2. ISBN 978-3527306732.</ref> | |||
[[Boron nitrida]] terkenal karena berbagai struktur yang mereka adopsi. Mereka menunjukkan struktur analog dengan berbagai [[alotrop karbon]], termasuk grafit, intan, dan tabung nano. Dalam struktur seperti intan, yang disebut boron nitrida kubik (nama dagang [[Borazon]]), atom boron ada dalam struktur tetrahedral atom karbon dalam intan, tetapi satu dari setiap empat ikatan B-N dapat dilihat sebagai [[ikatan kovalen koordinasi]], di mana dua elektron disumbangkan oleh atom nitrogen yang bertindak sebagai [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]] pada ikatan ke pusat [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] boron(III). Boron nitrida kubik, di antara aplikasi lain, digunakan sebagai abrasif, karena memiliki kekerasan yang sebanding dengan intan (kedua zat tersebut mampu menghasilkan goresan satu sama lain). Dalam senyawa BN analog grafit, boron nitrida heksagonal (h-BN), atom boron bermuatan positif dan nitrogen bermuatan negatif di setiap bidang terletak berdekatan dengan atom bermuatan berlawanan di bidang berikutnya. Akibatnya, grafit dan h-BN memiliki sifat yang sangat berbeda, meskipun keduanya adalah pelumas, karena bidang-bidang ini mudah tergelincir satu sama lain. Namun, h-BN merupakan konduktor listrik dan termal yang relatif buruk dalam arah planar. | |||
=====Kimia organoboron===== | =====Kimia organoboron===== | ||
Sejumlah besar senyawa organoboron telah diketahui dan banyak dari mereka yang berguna dalam [[sintesis organik]]. Banyak dari mereka yang dihasilkan dari [[Reaksi hidroborasi–oksidasi|hidroborasi]], yang menggunakan [[diborana]], B<sub>2</sub>H<sub>6</sub>, sebuah bahan kimia simple [[borana]] sederhana. Organoboron(III) biasanya berbentuk tetrahedral atau trigonal planar, misalnya, [[tetrafenilborat]], [B(C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>4</sub>]<sup>−</sup> vs. [[trifenilborana]], B(C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>. Namun, beberapa atom boron yang bereaksi satu sama lain memiliki kecenderungan untuk membentuk struktur dodekahedral (12-sisi) dan ikosahedral (20-sisi) baru yang tersusun sepenuhnya dari atom boron, atau dengan jumlah heteroatom karbon yang bervariasi. | Sejumlah besar senyawa organoboron telah diketahui dan banyak dari mereka yang berguna dalam [[sintesis organik]]. Banyak dari mereka yang dihasilkan dari [[Reaksi hidroborasi–oksidasi|hidroborasi]], yang menggunakan [[diborana]], B<sub>2</sub>H<sub>6</sub>, sebuah bahan kimia simple [[borana]] sederhana. Organoboron(III) biasanya berbentuk tetrahedral atau trigonal planar, misalnya, [[tetrafenilborat]], [B(C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>4</sub>]<sup>−</sup> vs. [[trifenilborana]], B(C<sub>6</sub>H<sub>5</sub>)<sub>3</sub>. Namun, beberapa atom boron yang bereaksi satu sama lain memiliki kecenderungan untuk membentuk struktur dodekahedral (12-sisi) dan ikosahedral (20-sisi) baru yang tersusun sepenuhnya dari atom boron, atau dengan jumlah heteroatom karbon yang bervariasi. | ||
Kimia organoboron telah digunakan dalam penggunaan yang beragam, seperti [[boron karbida]] (lihat di bawah), sebuah keramik kompleks yang sangat keras yang terdiri dari anion dan kation gugus boron-karbon, hingga [[karborana]], senyawa kimia [[Gugus atom|gugus]] karbon-boron yang dapat dihalogenasi untuk membentuk struktur reaktif termasuk [[asam karborana]], sebuah [[superasam]]. Sebagai salah satu contoh, karborana membentuk bagian molekul yang berguna yang menambahkan sejumlah besar boron ke biokimia lain untuk menyintesis senyawa yang mengandung boron compounds untuk digunakan dalam [[terapi penangkapan neutron boron]] untuk pengobatan kanker. | Kimia organoboron telah digunakan dalam penggunaan yang beragam, seperti [[boron karbida]] (lihat di bawah), sebuah keramik kompleks yang sangat keras yang terdiri dari anion dan kation gugus boron-karbon, hingga [[karborana]], senyawa kimia [[Gugus atom|gugus]] karbon-boron yang dapat dihalogenasi untuk membentuk struktur reaktif termasuk [[asam karborana]], sebuah [[superasam]]. Sebagai salah satu contoh, karborana membentuk bagian molekul yang berguna yang menambahkan sejumlah besar boron ke biokimia lain untuk menyintesis senyawa yang mengandung boron compounds untuk digunakan dalam [[terapi penangkapan neutron boron]] untuk pengobatan kanker. | ||
=====Senyawa B(I) dan B(II)===== | =====Senyawa B(I) dan B(II)===== | ||
Seperti yang diantisipasi oleh [[Diborana|gugus hidrida]]nya, boron membentuk berbagai senyawa stabil dengan bilangan oksidasi formal kurang dari tiga. [[Diboron tetrafluorida|B<sub>2</sub>F<sub>4</sub>]] dan B<sub>4</sub>Cl<sub>4</sub> telah dikarakterisasi dengan baik. | Seperti yang diantisipasi oleh [[Diborana|gugus hidrida]]nya, boron membentuk berbagai senyawa stabil dengan bilangan oksidasi formal kurang dari tiga. [[Diboron tetrafluorida|B<sub>2</sub>F<sub>4</sub>]] dan B<sub>4</sub>Cl<sub>4</sub> telah dikarakterisasi dengan baik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Senyawa boron logam biner, borida logam, mengandung boron dalam bilangan oksidasi negatif. Ilustrasi adalah [[magnesium diborida]] (MgB<sub>2</sub>). Setiap atom boron memiliki muatan formal −1 dan magnesium diberi muatan formal +2. Dalam bahan ini, pusat boron adalah trigonal planar dengan ikatan rangkap tambahan untuk setiap boron, membentuk lembaran yang mirip dengan karbon dalam [[grafit]]. Namun, tidak seperti boron nitrida heksagonal, yang kekurangan elektron pada bidang atom kovalen, elektron terdelokalisasi dalam magnesium diborida memungkinkannya menghantarkan listrik yang mirip dengan grafit isoelektronik. Pada tahun 2001, bahan ini ditemukan sebagai [[superkonduktor]] suhu tinggi. Ia merupakan sebuah superkonduktor dalam pengembangan aktif. Sebuah proyek di [[CERN]] untuk membuat kabel MgB<sub>2</sub> telah menghasilkan kabel uji superkonduktor yang mampu membawa 20.000 ampere untuk aplikasi distribusi arus yang sangat tinggi, seperti versi luminositas tinggi yang dimaksudkan dari [[Penumbuk Hadron Raksasa]]. | Senyawa boron logam biner, borida logam, mengandung boron dalam bilangan oksidasi negatif. Ilustrasi adalah [[magnesium diborida]] (MgB<sub>2</sub>). Setiap atom boron memiliki muatan formal −1 dan magnesium diberi muatan formal +2. Dalam bahan ini, pusat boron adalah trigonal planar dengan ikatan rangkap tambahan untuk setiap boron, membentuk lembaran yang mirip dengan karbon dalam [[grafit]]. Namun, tidak seperti boron nitrida heksagonal, yang kekurangan elektron pada bidang atom kovalen, elektron terdelokalisasi dalam magnesium diborida memungkinkannya menghantarkan listrik yang mirip dengan grafit isoelektronik. Pada tahun 2001, bahan ini ditemukan sebagai [[superkonduktor]] suhu tinggi.<ref>Jones, Morton E. ''The Preparation and Structure of Magnesium Boride, MgB 2''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (5). hlm. 1434–1436. doi:10.1021/ja01634a089.</ref><ref>Paul C. Canfield. [http://cmp.physics.iastate.edu/canfield/pub/pt0303.pdf Magnesium Diboride: Better Late than Never]. ''Physics Today''. 2003. Vol. 56 (3). hlm. 34–40. doi:10.1063/1.1570770.</ref> Ia merupakan sebuah superkonduktor dalam pengembangan aktif. Sebuah proyek di [[CERN]] untuk membuat kabel MgB<sub>2</sub> telah menghasilkan kabel uji superkonduktor yang mampu membawa 20.000 ampere untuk aplikasi distribusi arus yang sangat tinggi, seperti versi luminositas tinggi yang dimaksudkan dari [[Penumbuk Hadron Raksasa]].<ref>[http://cds.cern.ch/journal/CERNBulletin/2014/16/News+Articles/1693853 Category "News+Articles" not found - CERN Document Server]. ''cds.cern.ch''.</ref> | ||
Borida logam tertentu lainnya memiliki aplikasi khusus sebagai bahan keras untuk alat pemotong. Sering kali boron dalam borida memiliki bilangan oksidasi pecahan, seperti −1/3 dalam [[kalsium heksaborida]] (CaB<sub>6</sub>). | Borida logam tertentu lainnya memiliki aplikasi khusus sebagai bahan keras untuk alat pemotong.<ref>Cardarelli, François. [https://books.google.com/books?id=PvU-qbQJq7IC&pg=PA638 Materials handbook: A concise desktop reference]. 2008. hlm. 638–639. ISBN 978-1-84628-668-1.</ref> Sering kali boron dalam borida memiliki bilangan oksidasi pecahan, seperti −1/3 dalam [[kalsium heksaborida]] (CaB<sub>6</sub>). | ||
Dari perspektif struktural, senyawa kimia boron yang paling khas adalah hidrida. Yang termasuk ke dalam deret ini adalah senyawa gugus [[dodekaborat]] (), [[dekaborana]] (B<sub>10</sub>H<sub>14</sub>), dan [[karborana]] seperti C<sub>2</sub>B<sub>10</sub>H<sub>12</sub>. Secara karakteristik, senyawa tersebut mengandung boron dengan bilangan koordinasi lebih besar dari empat. | Dari perspektif struktural, senyawa kimia boron yang paling khas adalah hidrida. Yang termasuk ke dalam deret ini adalah senyawa gugus [[dodekaborat]] (), [[dekaborana]] (B<sub>10</sub>H<sub>14</sub>), dan [[karborana]] seperti C<sub>2</sub>B<sub>10</sub>H<sub>12</sub>. Secara karakteristik, senyawa tersebut mengandung boron dengan bilangan koordinasi lebih besar dari empat.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/814 814]–864. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> | ||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Boron memiliki dua [[isotop]] alami dan stabil, <sup>11</sup>B (80,1%) dan <sup>10</sup>B (19,9%). Hasil perbedaan massa dalam berbagai nilai δ<sup>11</sup>B, yang didefinisikan sebagai perbedaan fraksional antara <sup>11</sup>B dan <sup>10</sup>B dan secara tradisional dinyatakan dalam bagian per ribu, di perairan alami mulai dari −16 hingga +59. Ada 13 isotop boron yang diketahui; isotop yang berumur paling pendek adalah <sup>7</sup>B yang meluruh melalui [[emisi proton]] dan [[peluruhan alfa]] dengan [[waktu paruh]] 3,5 detik. Fraksinasi isotop boron dikendalikan oleh reaksi pertukaran spesies boron B(OH)<sub>3</sub> dan [[tetrahidroksiborat|[B(OH)<sub>4</sub>]<sup>−</sup>]]. Isotop boron juga difraksinasi selama kristalisasi mineral, selama perubahan fase H<sub>2</sub>O dalam sistem [[Sirkulasi hidrotermal|hidrotermal]], dan selama [[Metasomatisme#Kumpulan perubahan|perubahan hidrotermal]] [[batu]]an. Efek perubahan hidrotermal menghasilkan penghapusan preferensial [[ion]] [<sup>10</sup>B(OH)<sub>4</sub>]<sup>−</sup> menjadi tanah liat. Efek ini menghasilkan larutan yang diperkaya dengan <sup>11</sup>B(OH)<sub>3</sub> dan oleh karena itu mungkin bertanggung jawab atas pengayaan <sup>11</sup>B yang besar dalam air laut dibandingkan dengan kerak [[samudra]] kerak [[benua]]; perbedaan ini dapat bertindak sebagai [[jejak isotopik]].<ref>S. Barth. [https://archive.org/details/sim_chemical-geology_1997-12-08_143_3-4/page/255 Boron isotopic analysis of natural fresh and saline waters by negative thermal ionization mass spectrometry]. ''Chemical Geology''. 1997. Vol. 143 (3–4). hlm. 255–261. doi:10.1016/S0009-2541(97)00107-1.</ref> | |||
<sup>17</sup>B yang eksotis menunjukkan [[inti halo]], yaitu jari-jarinya jauh lebih besar daripada yang diprediksi oleh [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cairan]].<ref>Z. Liu. ''Two-body and three-body halo nuclei''. ''Science China Physics, Mechanics & Astronomy''. 2003. Vol. 46 (4). hlm. 441. doi:10.1360/03yw0027.</ref> | |||
<sup>17</sup>B yang eksotis menunjukkan [[inti halo]], yaitu jari-jarinya jauh lebih besar daripada yang diprediksi oleh [[Rumus massa semi-empiris|model tetesan cairan]]. | |||
Isotop <sup>10</sup>B berguna untuk menangkap [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]]. [[Daya nuklir|Industri nuklir]] memperkaya boron alam hingga mendekati <sup>10</sup>B. Produk sampingan yang kurang berharga, boron terdeplesi, hampir semuanya merupakan <sup>11</sup>B murni. | Isotop <sup>10</sup>B berguna untuk menangkap [[Suhu neutron#Termal|neutron termal]]. [[Daya nuklir|Industri nuklir]] memperkaya boron alam hingga mendekati <sup>10</sup>B. Produk sampingan yang kurang berharga, boron terdeplesi, hampir semuanya merupakan <sup>11</sup>B murni. | ||
====Pengayaan isotop komersial==== | ====Pengayaan isotop komersial==== | ||
Karena penampang neutronnya yang tinggi, boron-10 sering digunakan untuk mengontrol fisi dalam reaktor nuklir sebagai zat penangkap neutron. Beberapa proses pengayaan skala industri telah dikembangkan; tetapi, hanya distilasi vakum terfraksionasi dari aduk [[dimetil eter]] [[boron trifluorida]] (DME-BF<sub>3</sub>) dan kromatografi kolom borat yang digunakan. | Karena penampang neutronnya yang tinggi, boron-10 sering digunakan untuk mengontrol fisi dalam reaktor nuklir sebagai zat penangkap neutron.<ref>Steinbrück, Martin. [http://bibliothek.fzk.de/zb/berichte/FZKA6746.pdf Results of the B4C Control Rod Test QUENCH-07]. ''Forschungszentrum Karlsruhe in der Helmholtz-Gemeinschaft''. 2004.</ref> Beberapa proses pengayaan skala industri telah dikembangkan; tetapi, hanya distilasi vakum terfraksionasi dari aduk [[dimetil eter]] [[boron trifluorida]] (DME-BF<sub>3</sub>) dan kromatografi kolom borat yang digunakan.<ref>[http://library.igcar.gov.in/html/Contents/IGCNewsletter/nl48/A2.htm Commissioning of Boron Enrichment Plant]. Indira Gandhi Centre for Atomic Research.</ref><ref>Masao Aida. [https://archive.org/details/separation-science-and-technology_1986_21_6-7/page/643 Chromatographic Enrichment of 10B by Using Weak-Base Anion-Exchange Resin]. ''Separation Science and Technology''. 1986. Vol. 21 (6). hlm. 643–654. doi:10.1080/01496398608056140. menunjukkan pengayaan dari 18% hingga di atas 94%.</ref> | ||
====Boron yang diperkaya (boron-10)==== | ====Boron yang diperkaya (boron-10)==== | ||
Boron yang diperkaya atau <sup>10</sup>B digunakan dalam perlindungan radiasi dan merupakan nuklida utama yang digunakan dalam [[terapi penangkapan neutron kanker]] (''boron neutron capture therapy'', BNCT). Dalam BNCT, senyawa yang mengandung <sup>10</sup>B dimasukkan ke dalam obat yang secara selektif diambil oleh tumor ganas dan jaringan di dekatnya. Pasien kemudian dirawat dengan sinar neutron berenergi rendah pada dosis radiasi neutron yang relatif rendah. Neutron tersebut memicu [[partikel alfa]] sekunder energik dan jarak pendek dan radiasi ion berat litium-7 yang merupakan produk dari [[reaksi nuklir]] boron + neutron, dan radiasi ion ini juga membombardir tumor, terutama dari dalam sel tumor.<ref>Rolf F. Barth. ''A Critical Assessment of Boron Neutron Capture Therapy: An Overview''. ''Journal of Neuro-Oncology''. 2003. Vol. 62 (1). hlm. 1–5. doi:10.1023/A:1023262817500.</ref><ref>Jeffrey A. Coderre. ''The Radiation Biology of Boron Neutron Capture Therapy''. ''Radiation Research''. 1999. Vol. 151 (1). hlm. 1–18. doi:10.2307/3579742.</ref><ref>Rolf F. Barth. [https://archive.org/details/sim_cancer-research_1990-02-15_50_4/page/1060 Boron Neutron Capture Therapy of Cancer]. ''Cancer Research''. 1990. Vol. 50 (4). hlm. 1061–1070.</ref><ref>[http://www.pharmainfo.net/reviews/boron-neutron-capture-therapy-overview Boron Neutron Capture Therapy – An Overview]. Pharmainfo.net. 22 Agustus 2006.</ref> | |||
Di dalam reaktor nuklir, <sup>10</sup>B digunakan untuk kontrol reaktivitas dan dalam [[SCRAM|sistem ''shutdown'' darurat]]. Ia dapat berfungsi baik dalam bentuk [[Batang kendali (reaktor nuklir)|batang kendali]] [[Kaca borosilikat|borosilikat]] atau sebagai [[asam borat]]. Dalam [[reaktor air bertekanan]], asam borat <sup>10</sup>B ditambahkan ke dalam pendingin reaktor saat pembangkit dimatikan untuk pengisian bahan bakar. Ia kemudian disaring secara perlahan-lahan selama berbulan-bulan karena bahan [[Bahan fisil|fisil]] akan habis dan bahan bakar menjadi kurang reaktif.<ref>James J. Duderstadt. [https://archive.org/details/nuclearreactoran0000dude_g6f3 Nuclear Reactor Analysis]. Wiley-Interscience. 1976. hlm. [https://archive.org/details/nuclearreactoran0000dude_g6f3/page/245 245]. ISBN 978-0-471-22363-4.</ref> | |||
Di wahana antariksa antarplanet masa depan, <sup>10</sup>B memiliki peran teoretis sebagai bahan struktural (sebagai serat boron atau bahan [[Tabung nano anorganik|tabung nano]] BN) yang juga akan melayani peran khusus dalam perlindungan radiasi. Salah satu kesulitan dalam menangani [[sinar kosmik]], yang sebagian besar merupakan proton berenergi tinggi, adalah bahwa beberapa radiasi sekunder dari interaksi sinar kosmik dan bahan wahana antariksa merupakan neutron [[spalasi]] berenergi neutrons. tinggi. Neutron semacam ini dapat dimoderasi oleh bahan dengan unsur ringan yang tinggi, seperti [[polietilena]], tetapi neutron yang dimoderasi terus menjadi bahaya radiasi kecuali jika diserap secara aktif dalam pelindung. Di antara unsur-unsur ringan yang menyerap neutron termal, <sup>6</sup>Li dan <sup>10</sup>B hadir sebagai bahan struktural wahana antariksa potensial yang berfungsi baik untuk penguatan mekanis dan perlindungan radiasi.<ref>Yu, J. [http://www.rsphysse.anu.edu.au/nanotube/pdf/B10Nnanotubes.pdf Isotopically Enriched 10BN Nanotubes]. ''Advanced Materials''. 2006. Vol. 18 (16). hlm. 2157–2160. doi:10.1002/adma.200600231.</ref> | |||
Di wahana antariksa antarplanet masa depan, <sup>10</sup>B memiliki peran teoretis sebagai bahan struktural (sebagai serat boron atau bahan [[Tabung nano anorganik|tabung nano]] BN) yang juga akan melayani peran khusus dalam perlindungan radiasi. Salah satu kesulitan dalam menangani [[sinar kosmik]], yang sebagian besar merupakan proton berenergi tinggi, adalah bahwa beberapa radiasi sekunder dari interaksi sinar kosmik dan bahan wahana antariksa merupakan neutron [[spalasi]] berenergi neutrons. tinggi. Neutron semacam ini dapat dimoderasi oleh bahan dengan unsur ringan yang tinggi, seperti [[polietilena]], tetapi neutron yang dimoderasi terus menjadi bahaya radiasi kecuali jika diserap secara aktif dalam pelindung. Di antara unsur-unsur ringan yang menyerap neutron termal, <sup>6</sup>Li dan <sup>10</sup>B hadir sebagai bahan struktural wahana antariksa potensial yang berfungsi baik untuk penguatan mekanis dan perlindungan radiasi. | |||
====Boron terdeplesi (boron-11)==== | ====Boron terdeplesi (boron-11)==== | ||
=====Semikonduktor yang diperkeras radiasi===== | =====Semikonduktor yang diperkeras radiasi===== | ||
[[Sinar kosmik|Radiasi kosmik]] akan menghasilkan neutron sekunder jika ia mengenai struktur wahana antariksa. Neutron tersebut akan ditangkap di <sup>10</sup>B, jika ia ada di [[semikonduktor]] wahana antariksa, menghasilkan sebuah [[sinar gama]], sebuah [[partikel alfa]], dan sebuah ion [[litium]]. Produk peluruhan yang dihasilkan tersebut kemudian dapat mengiradiasi struktur "cip" semikonduktor di dekatnya, menyebabkan hilangnya data (''bit flipping'', atau [[gangguan peristiwa tunggal]]). Dalam desain semikonduktor [[Pengerasan radiasi|yang diperkeras radiasi]], satu tindakan pencegahan adalah dengan menggunakan ''boron terdeplesi'', yang sangat diperkaya dengan <sup>11</sup>B dan hampir tidak mengandung <sup>10</sup>B. Boron terdeplesi sangatlah berguna sebab <sup>11</sup>B sebagian besar kebal terhadap kerusakan radiasi. Boron terdeplesi adalah produk sampingan dari [[Daya nuklir|industri nuklir]] (lihat di atas). | [[Sinar kosmik|Radiasi kosmik]] akan menghasilkan neutron sekunder jika ia mengenai struktur wahana antariksa. Neutron tersebut akan ditangkap di <sup>10</sup>B, jika ia ada di [[semikonduktor]] wahana antariksa, menghasilkan sebuah [[sinar gama]], sebuah [[partikel alfa]], dan sebuah ion [[litium]]. Produk peluruhan yang dihasilkan tersebut kemudian dapat mengiradiasi struktur "cip" semikonduktor di dekatnya, menyebabkan hilangnya data (''bit flipping'', atau [[gangguan peristiwa tunggal]]). Dalam desain semikonduktor [[Pengerasan radiasi|yang diperkeras radiasi]], satu tindakan pencegahan adalah dengan menggunakan ''boron terdeplesi'', yang sangat diperkaya dengan <sup>11</sup>B dan hampir tidak mengandung <sup>10</sup>B. Boron terdeplesi sangatlah berguna sebab <sup>11</sup>B sebagian besar kebal terhadap kerusakan radiasi. Boron terdeplesi adalah produk sampingan dari [[Daya nuklir|industri nuklir]] (lihat di atas).<ref>James J. Duderstadt. [https://archive.org/details/nuclearreactoran0000dude_g6f3 Nuclear Reactor Analysis]. Wiley-Interscience. 1976. hlm. [https://archive.org/details/nuclearreactoran0000dude_g6f3/page/245 245]. ISBN 978-0-471-22363-4.</ref> | ||
=====Fusi proton-boron===== | =====Fusi proton-boron===== | ||
<sup>11</sup>B juga merupakan kandidat sebagai bahan bakar untuk [[fusi anetronik]]. Ketika dihantam oleh proton dengan energi sekitar 500 k[[Elektronvolt|eV]], ia menghasilkan tiga partikel alfa dan energi sebesar 8,7 MeV. Kebanyakan reaksi fusi lain yang melibatkan hidrogen dan helium menghasilkan penetrasi radiasi neutron, yang melemahkan struktur reaktor dan menginduksi radioaktivitas jangka panjang, sehingga membahayakan personel operasi. Namun, [[partikel alfa]] dari fusi <sup>11</sup>B dapat langsung diubah menjadi tenaga listrik, dan semua radiasi berhenti segera setelah reaktor dimatikan. | <sup>11</sup>B juga merupakan kandidat sebagai bahan bakar untuk [[fusi anetronik]]. Ketika dihantam oleh proton dengan energi sekitar 500 k[[Elektronvolt|eV]], ia menghasilkan tiga partikel alfa dan energi sebesar 8,7 MeV. Kebanyakan reaksi fusi lain yang melibatkan hidrogen dan helium menghasilkan penetrasi radiasi neutron, yang melemahkan struktur reaktor dan menginduksi radioaktivitas jangka panjang, sehingga membahayakan personel operasi. Namun, [[partikel alfa]] dari fusi <sup>11</sup>B dapat langsung diubah menjadi tenaga listrik, dan semua radiasi berhenti segera setelah reaktor dimatikan.<ref>W. M. Nevins. ''A Review of Confinement Requirements for Advanced Fuels''. ''Journal of Fusion Energy''. 1998. Vol. 17 (1). hlm. 25–32. doi:10.1023/A:1022513215080.</ref> | ||
====Spektroskopi NMR==== | ====Spektroskopi NMR==== | ||
Baik <sup>10</sup>B maupun <sup>11</sup>B memiliki [[Bilangan kuantum spin#Spin inti|spin inti]]. Spin inti <sup>10</sup>B adalah 3 dan spin <sup>11</sup>B adalah . Oleh karena itu, isotop-isotop ini digunakan dalam spektroskopi [[resonansi magnet inti]] (''nuclear magnetic resonance'', NMR); dan spektrometer yang secara khusus disesuaikan untuk mendeteksi inti boron-11 tersedia secara komersial. Inti <sup>10</sup>B dan <sup>11</sup>B juga menyebabkan pemisahan [[Sonoran|resonansi]] inti yang terikat. | Baik <sup>10</sup>B maupun <sup>11</sup>B memiliki [[Bilangan kuantum spin#Spin inti|spin inti]]. Spin inti <sup>10</sup>B adalah 3 dan spin <sup>11</sup>B adalah . Oleh karena itu, isotop-isotop ini digunakan dalam spektroskopi [[resonansi magnet inti]] (''nuclear magnetic resonance'', NMR); dan spektrometer yang secara khusus disesuaikan untuk mendeteksi inti boron-11 tersedia secara komersial. Inti <sup>10</sup>B dan <sup>11</sup>B juga menyebabkan pemisahan [[Sonoran|resonansi]] inti yang terikat.<ref>[http://rmn.iqfr.csic.es/guide/eNMR/chem/B.html Boron NMR]. BRUKER Biospin.</ref> | ||
===Keterjadian=== | ===Keterjadian=== | ||
Boron cukup langka di Alam Semesta dan Tata Surya karena jejak pembentukan selama [[Ledakan Dahsyat]] dan di bintang-bintang. Ia terbentuk dalam jumlah kecil dalam [[nukleosintesis]] [[spalasi sinar kosmik]] dan dapat ditemukan tidak tergabung dalam [[debu kosmik]] serta material [[meteoroid]]. | Boron cukup langka di Alam Semesta dan Tata Surya karena jejak pembentukan selama [[Ledakan Dahsyat]] dan di bintang-bintang. Ia terbentuk dalam jumlah kecil dalam [[nukleosintesis]] [[spalasi sinar kosmik]] dan dapat ditemukan tidak tergabung dalam [[debu kosmik]] serta material [[meteoroid]]. | ||
Dalam lingkungan oksigen yang tinggi di Bumi, boron selalu ditemukan teroksidasi penuh menjadi borat. Boron tidak muncul di Bumi dalam bentuk elemental. Jejak yang sangat kecil dari boron elemental terdeteksi di regolit Bulan. | Dalam lingkungan oksigen yang tinggi di Bumi, boron selalu ditemukan teroksidasi penuh menjadi borat. Boron tidak muncul di Bumi dalam bentuk elemental. Jejak yang sangat kecil dari boron elemental terdeteksi di regolit Bulan.<ref>Mokhov, A.V., Kartashov, P.M., Gornostaeva, T.A., Asadulin, A.A., Bogatikov, O.A., 2013: Complex nanospherulites of zinc oxide and native amorphous boron in the Lunar regolith from Mare Crisium. Doklady Earth Sciences 448(1) 61-63</ref><ref>Mindat, http://www.mindat.org/min-43412.html</ref> | ||
Meskipun boron merupakan unsur yang relatif langka di kerak Bumi, hanya mewakili 0,001% dari massa kerak, ia dapat sangat terkonsentrasi oleh aksi air, | Meskipun boron merupakan unsur yang relatif langka di kerak Bumi, hanya mewakili 0,001% dari massa kerak, ia dapat sangat terkonsentrasi oleh aksi air, | ||
di mana banyak borat larut. Ia ditemukan tergabung secara alami dalam beberapa senyawa seperti [[boraks]] dan [[asam borat]] (kadang-kadang ditemukan di mata air [[Gunung berapi|vulkanik]]). Sekitar seratus [[mineral borat]] telah diketahui. | di mana banyak borat larut. Ia ditemukan tergabung secara alami dalam beberapa senyawa seperti [[boraks]] dan [[asam borat]] (kadang-kadang ditemukan di mata air [[Gunung berapi|vulkanik]]). Sekitar seratus [[mineral borat]] telah diketahui. | ||
Pada 5 September 2017, para ilmuwan melaporkan bahwa [[Curiosity|penjelajah ''Curiosity'']] mendeteksi boron, bahan yang penting untuk [[kehidupan]] di [[Bumi]], di planet [[Mars]]. Temuan seperti ini, bersama dengan penemuan sebelumnya bahwa air mungkin telah ada di Mars kuno, lebih lanjut mendukung kemungkinan kelaikan awal [[Gale (kawah)|Kawah Gale]] di Mars. | Pada 5 September 2017, para ilmuwan melaporkan bahwa [[Curiosity|penjelajah ''Curiosity'']] mendeteksi boron, bahan yang penting untuk [[kehidupan]] di [[Bumi]], di planet [[Mars]]. Temuan seperti ini, bersama dengan penemuan sebelumnya bahwa air mungkin telah ada di Mars kuno, lebih lanjut mendukung kemungkinan kelaikan awal [[Gale (kawah)|Kawah Gale]] di Mars.<ref>Gasda, Patrick J. [https://curis.ku.dk/ws/files/185473087/Gasda_et_al_2017_Geophysical_Research_Letters.pdf In situ detection of boron by ChemCam on Mars]. ''Geophysical Research Letters''. 5 September 2017. Vol. 44 (17). hlm. 8739–8748. doi:10.1002/2017GL074480.</ref><ref>Rae Paoletta. [https://gizmodo.com/curiosity-has-discovered-something-that-raises-more-que-1800879035 Curiosity Has Discovered Something That Raises More Questions About Life on Mars]. ''Gizmodo''. 6 September 2017.</ref> | ||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Sumber boron yang penting secara ekonomi adalah mineral [[kolemanit]], rasorit ([[kernit]]), [[uleksit]] dan [[Boraks|tinkal]]. Mereka semua merupakan 90% dari bijih yang mengandung boron yang ditambang. Deposit boraks global terbesar yang diketahui, banyak yang masih belum dimanfaatkan, berada di [[Turki]] Tengah dan Barat, termasuk provinsi [[Eskişehir]], [[Kütahya]] dan [[Balıkesir]]. Cadangan pertambangan mineral boron terbukti global melebihi satu miliar metrik ton, dibandingkan dengan produksi tahunan yang sekitar empat juta ton. | Sumber boron yang penting secara ekonomi adalah mineral [[kolemanit]], rasorit ([[kernit]]), [[uleksit]] dan [[Boraks|tinkal]]. Mereka semua merupakan 90% dari bijih yang mengandung boron yang ditambang. Deposit boraks global terbesar yang diketahui, banyak yang masih belum dimanfaatkan, berada di [[Turki]] Tengah dan Barat, termasuk provinsi [[Eskişehir]], [[Kütahya]] dan [[Balıkesir]].<ref>R. B. Kistler. [http://kisi.deu.edu.tr/cahit.helvaci/Boron.pdf Boron and Borates]. ''Industrial Minerals and Rocks''. 1994. hlm. 171–186.</ref><ref>Zbayolu, G. ''Mining and Processing of Borates in Turkey''. ''Mineral Processing and Extractive Metallurgy Review''. 1992. Vol. 9 (1–4). hlm. 245–254. doi:10.1080/08827509208952709.</ref><ref>Y. Kar. ''Boron Minerals in Turkey, Their Application Areas and Importance for the Country's Economy''. ''Minerals & Energy – Raw Materials Report''. 2006. Vol. 20 (3–4). hlm. 2–10. doi:10.1080/14041040500504293.</ref> Cadangan pertambangan mineral boron terbukti global melebihi satu miliar metrik ton, dibandingkan dengan produksi tahunan yang sekitar empat juta ton.<ref>[http://content.yudu.com/Library/A1vi5r/AsianCeramicsFeb12/resources/62.htm Global reserves chart] . Diakses tanggal 15 Agustus 2022.</ref> | ||
[[Turki]] dan [[Amerika Serikat]] merupakan produsen terbesar produk boron. Turki memproduksi sekitar setengah dari permintaan tahunan global, melalui [[Eti Maden|Eti Mine Works]] ([[bahasa Turki]]: ''Eti Maden İşletmeleri''), sebuah perusahaan [[Pertambangan#Industri|pertambangan]] dan [[Industri kimia|kimia]] [[Badan usaha milik negara|milik negara]] Turki yang berfokus pada produk boron. Perusahaan ini memegang [[monopoli negara|monopoli pemerintah]] atas penambangan mineral borat di Turki, yang memiliki 72% dari deposit yang diketahui di dunia. Pada 2012, ia memegang 47% [[Pangsa pasar|pangsa]] dari produksi mineral borat global, mengungguli pesaing utamanya, [[Rio Tinto Group]]. | [[Turki]] dan [[Amerika Serikat]] merupakan produsen terbesar produk boron. Turki memproduksi sekitar setengah dari permintaan tahunan global, melalui [[Eti Maden|Eti Mine Works]] ([[bahasa Turki]]: ''Eti Maden İşletmeleri''), sebuah perusahaan [[Pertambangan#Industri|pertambangan]] dan [[Industri kimia|kimia]] [[Badan usaha milik negara|milik negara]] Turki yang berfokus pada produk boron. Perusahaan ini memegang [[monopoli negara|monopoli pemerintah]] atas penambangan mineral borat di Turki, yang memiliki 72% dari deposit yang diketahui di dunia.<ref>Şebnem Önder. [http://www.cakmak.av.tr/articles/Mining_Metals/Are%20Certain%20Minerals%20Still%20Under%20State%20Monopoly.pdf Are certain minerals still under state monopoly?]. ''Mining Turkey''. September 2013.</ref> Pada 2012, ia memegang 47% [[Pangsa pasar|pangsa]] dari produksi mineral borat global, mengungguli pesaing utamanya, [[Rio Tinto Group]].<ref>[http://www.easpd.eu/sites/default/files/sites/default/files/EVENTS/Conference2013/presentation_ayfer_atabey.pdf Turkey as the global leader in boron export and production]. European Association of Service Providers for Persons with Disabilities Annual Conference 2013.</ref> | ||
Hampir seperempat (23%) produksi boron global berasal dari [[Tambang Boraks Rio Tinto]] (juga dikenal sebagai Tambang Boraks Boron AS) dekat [[Boron, California]]. | Hampir seperempat (23%) produksi boron global berasal dari [[Tambang Boraks Rio Tinto]] (juga dikenal sebagai Tambang Boraks Boron AS) dekat [[Boron, California]].<ref>[http://ludb.clui.org/ex/i/CA4982/ U.S. Borax Boron Mine]. ''The Center for Land Use Interpretation, Ludb.clui.org''.</ref><ref>[http://www.riotinto.com/ourproducts/218_our_companies_4438.asp Boras]. Rio Tinto. 10 April 2012.</ref> | ||
===Tren pasar=== | ===Tren pasar=== | ||
Biaya rata-rata kristal boron elemental adalah AS$5/g. Boron elemental digunakan terutama dalam pembuatan serat boron, di mana ia disimpan oleh [[pengendapan uap kimia]] pada inti [[wolfram]] (lihat di bawah). Serat boron digunakan dalam aplikasi komposit ringan, seperti pita kekuatan tinggi. Penggunaan ini merupakan fraksi yang sangat kecil dari total penggunaan boron. Boron dimasukkan ke dalam semikonduktor sebagai senyawa boron, dengan implantasi ion. | Biaya rata-rata kristal boron elemental adalah AS$5/g.<ref>[http://www.rareearth.org/boron_properties.htm Boron Properties]. Los Alamos National Laboratory.</ref> Boron elemental digunakan terutama dalam pembuatan serat boron, di mana ia disimpan oleh [[pengendapan uap kimia]] pada inti [[wolfram]] (lihat di bawah). Serat boron digunakan dalam aplikasi komposit ringan, seperti pita kekuatan tinggi. Penggunaan ini merupakan fraksi yang sangat kecil dari total penggunaan boron. Boron dimasukkan ke dalam semikonduktor sebagai senyawa boron, dengan implantasi ion. | ||
Perkiraan konsumsi global boron (hampir seluruhnya sebagai senyawa boron) adalah sekitar 4 juta ton B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> pada tahun 2012. Sebagai senyawa seperti boraks dan kernit, biayanya adalah AS$377/ton pada tahun 2019. Kapasitas penambangan dan pemurnian boron dianggap cukup untuk memenuhi tingkat pertumbuhan yang diperkirakan selama dekade berikutnya. | Perkiraan konsumsi global boron (hampir seluruhnya sebagai senyawa boron) adalah sekitar 4 juta ton B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> pada tahun 2012. Sebagai senyawa seperti boraks dan kernit, biayanya adalah AS$377/ton pada tahun 2019.<ref>[https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2020/mcs2020-boron.pdf BORON]. USGS.</ref> Kapasitas penambangan dan pemurnian boron dianggap cukup untuk memenuhi tingkat pertumbuhan yang diperkirakan selama dekade berikutnya. | ||
Bentuk konsumsi boron telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan bijih seperti [[kolemanit]] telah menurun menyusul kekhawatiran atas kandungan [[arsen]]. Konsumen telah beralih ke penggunaan borat halus dan asam borat yang memiliki kandungan polutan yang lebih rendah. | Bentuk konsumsi boron telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan bijih seperti [[kolemanit]] telah menurun menyusul kekhawatiran atas kandungan [[arsen]]. Konsumen telah beralih ke penggunaan borat halus dan asam borat yang memiliki kandungan polutan yang lebih rendah. | ||
Meningkatnya permintaan asam borat telah mendorong sejumlah produsen untuk berinvestasi dalam kapasitas tambahan. Badan usaha milik negara Turki [[Eti Maden|Eti Mine Works]] membuka pabrik asam borat baru dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun di [[Emet]] pada tahun 2003. [[Rio Tinto Group]] meningkatkan kapasitas pabrik boronnya dari 260.000 ton per tahun pada tahun 2003 menjadi 310.000 ton per tahun pada Mei 2005, dengan rencana untuk meningkatkannya menjadi 366.000 ton per tahun pada tahun 2006. Produsen boron Tiongkok tidak dapat memenuhi permintaan borat berkualitas tinggi yang berkembang pesat. Hal ini menyebabkan impor natrium tetraborat ([[boraks]]) tumbuh seratus kali lipat antara tahun 2000 dan 2005 dan impor asam borat meningkat 28% per tahun selama periode yang sama. | Meningkatnya permintaan asam borat telah mendorong sejumlah produsen untuk berinvestasi dalam kapasitas tambahan. Badan usaha milik negara Turki [[Eti Maden|Eti Mine Works]] membuka pabrik asam borat baru dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun di [[Emet]] pada tahun 2003. [[Rio Tinto Group]] meningkatkan kapasitas pabrik boronnya dari 260.000 ton per tahun pada tahun 2003 menjadi 310.000 ton per tahun pada Mei 2005, dengan rencana untuk meningkatkannya menjadi 366.000 ton per tahun pada tahun 2006. Produsen boron Tiongkok tidak dapat memenuhi permintaan borat berkualitas tinggi yang berkembang pesat. Hal ini menyebabkan impor natrium tetraborat ([[boraks]]) tumbuh seratus kali lipat antara tahun 2000 dan 2005 dan impor asam borat meningkat 28% per tahun selama periode yang sama.<ref>''The Economics of Boron''. Roskill Information Services, Ltd. 2006. ISBN 978-0-86214-516-3.</ref><ref>[http://www.ceramicindustry.com/Articles/Cover_Story/4b0b7a6ed1cb8010VgnVCM100000f932a8c0____ Raw and Manufactured Materials 2006 Overview].</ref> | ||
Kenaikan permintaan global telah didorong oleh tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam produksi [[serat kaca]], [[fiberglas]] dan gelas [[borosilikat]]. Peningkatan pesat dalam pembuatan fiberglas yang mengandung boron tingkat penguat di Asia, telah mengimbangi pengembangan fiberglas tingkat penguat tanpa boron di Eropa dan AS. Kenaikan harga energi baru-baru ini dapat menyebabkan penggunaan yang lebih besar dari fiberglas kelas insulasi, dengan pertumbuhan konsumsi boron yang konsekuen. Roskill Consulting Group memperkirakan bahwa permintaan dunia terhadap boron akan tumbuh sebesar 3,4% per tahun untuk mencapai 21 juta ton pada tahun 2010. Pertumbuhan permintaan tertinggi diperkirakan terjadi di Asia di mana permintaan dapat meningkat rata-rata 5,7% per tahun. | Kenaikan permintaan global telah didorong oleh tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam produksi [[serat kaca]], [[fiberglas]] dan gelas [[borosilikat]]. Peningkatan pesat dalam pembuatan fiberglas yang mengandung boron tingkat penguat di Asia, telah mengimbangi pengembangan fiberglas tingkat penguat tanpa boron di Eropa dan AS. Kenaikan harga energi baru-baru ini dapat menyebabkan penggunaan yang lebih besar dari fiberglas kelas insulasi, dengan pertumbuhan konsumsi boron yang konsekuen. Roskill Consulting Group memperkirakan bahwa permintaan dunia terhadap boron akan tumbuh sebesar 3,4% per tahun untuk mencapai 21 juta ton pada tahun 2010. Pertumbuhan permintaan tertinggi diperkirakan terjadi di Asia di mana permintaan dapat meningkat rata-rata 5,7% per tahun.<ref>''The Economics of Boron''. Roskill Information Services, Ltd. 2006. ISBN 978-0-86214-516-3.</ref><ref>[http://www.roskill.com/reports/boron Roskill reports: boron]. Roskill.</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Hampir semua bijih boron yang diekstraksi dari Bumi ditakdirkan untuk disempurnakan menjadi [[asam borat]] dan [[Boraks|natrium tetraborat pentahidrat]]. Di Amerika Serikat, 70% boron digunakan untuk produksi kaca dan keramik. | Hampir semua bijih boron yang diekstraksi dari Bumi ditakdirkan untuk disempurnakan menjadi [[asam borat]] dan [[Boraks|natrium tetraborat pentahidrat]]. Di Amerika Serikat, 70% boron digunakan untuk produksi kaca dan keramik.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/boron/ Boron: Statistics and Information]. USGS.</ref><ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> | ||
Penggunaan utama skala industri global dari senyawa boron (sekitar 46% dari penggunaan akhir) adalah dalam produksi [[serat kaca]] untuk penginsulasian yang mengandung boron dan [[fiberglas]] struktural, terutama di Asia. Boron ditambahkan pada kaca sebagai boraks pentahidrat atau boron oksida, untuk memengaruhi kekuatan atau kualitas fluks serat kaca. 10% lainnya dari produksi boron global adalah untuk [[kaca borosilikat]] seperti yang digunakan dalam peralatan gelas berkekuatan tinggi. Sekitar 15% boron global digunakan dalam keramik boron, termasuk bahan super keras yang dibahas di bawah ini. Pertanian mengonsumsi 11% dari produksi boron global, dan pemutih serta detergen sekitar 6%. | Penggunaan utama skala industri global dari senyawa boron (sekitar 46% dari penggunaan akhir) adalah dalam produksi [[serat kaca]] untuk penginsulasian yang mengandung boron dan [[fiberglas]] struktural, terutama di Asia. Boron ditambahkan pada kaca sebagai boraks pentahidrat atau boron oksida, untuk memengaruhi kekuatan atau kualitas fluks serat kaca.<ref>[http://www.etimineusa.com/en/applications-fiberglass-and-specialty-glass] Pembahasan mengenai berbagai jenis penambahan boron pada serat kaca pada ''fiberglass''. Diakses tanggal 15 Agustus 2022.</ref> 10% lainnya dari produksi boron global adalah untuk [[kaca borosilikat]] seperti yang digunakan dalam peralatan gelas berkekuatan tinggi. Sekitar 15% boron global digunakan dalam keramik boron, termasuk bahan super keras yang dibahas di bawah ini. Pertanian mengonsumsi 11% dari produksi boron global, dan pemutih serta detergen sekitar 6%.<ref>[http://www.webstreetangels.com/MiningPresentations/0-940-Orhan-YILMAZ.pdf Penggunaan akhir dari boron secara global pada tahun 2011] . Diakses tanggal 15 Agustus 2022</ref> | ||
===Serat boron elemental=== | ===Serat boron elemental=== | ||
[[Serat boron]] (filamen boron) adalah bahan berkekuatan tinggi dan ringan yang digunakan terutama untuk struktur [[dirgantara|kedirgantaraan]] canggih sebagai komponen [[material komposit]], serta barang konsumsi dan olahraga produksi terbatas seperti [[tongkat golf]] dan [[pancing]]. Serat ini dapat diproduksi oleh [[pengendapan uap kimia]] boron pada filamen [[wolfram]]. | [[Serat boron]] (filamen boron) adalah bahan berkekuatan tinggi dan ringan yang digunakan terutama untuk struktur [[dirgantara|kedirgantaraan]] canggih sebagai komponen [[material komposit]], serta barang konsumsi dan olahraga produksi terbatas seperti [[tongkat golf]] dan [[pancing]].<ref>H. W. Herring. [https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/19660005941_1966005941.pdf Selected Mechanical and Physical Properties of Boron Filaments]. NASA. 1966.</ref><ref>G. K. Layden. [https://archive.org/details/journal-of-materials-science_1973-11_8_11/page/1582 Fracture behaviour of boron filaments]. ''Journal of Materials Science''. 1973. Vol. 8 (11). hlm. 1581–1589. doi:10.1007/BF00754893.</ref> Serat ini dapat diproduksi oleh [[pengendapan uap kimia]] boron pada filamen [[wolfram]].<ref>Dennis S. Kostick. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/boron/myb1-2006-boron.pdf Mineral Yearbook: Boron]. United States Geological Survey. 2006.</ref><ref>Theodore F. Cooke. [https://archive.org/details/sim_american-ceramic-society-journal_1991-12_74_12/page/2959 Inorganic Fibers—A Literature Review]. ''Journal of the American Ceramic Society''. 1991. Vol. 74 (12). hlm. 2959–2978. doi:10.1111/j.1151-2916.1991.tb04289.x.</ref> | ||
Serat boron dan pegas boron kristal berukuran submilimeter diproduksi oleh [[pengendapan uap kimia laser|pengendapan uap kimia]] yang dibantu [[laser]]. Translasi dari sinar laser terfokus memungkinkan produksi struktur heliks yang kompleks. Struktur tersebut menunjukkan sifat mekanik yang baik ([[modulus elastisitas]] 450 GPa, regangan fraktur 3,7%, tegangan fraktur 17 GPa) dan dapat diterapkan sebagai penguat keramik atau dalam [[MEMS|sistem mikromekanis]]. | Serat boron dan pegas boron kristal berukuran submilimeter diproduksi oleh [[pengendapan uap kimia laser|pengendapan uap kimia]] yang dibantu [[laser]]. Translasi dari sinar laser terfokus memungkinkan produksi struktur heliks yang kompleks. Struktur tersebut menunjukkan sifat mekanik yang baik ([[modulus elastisitas]] 450 GPa, regangan fraktur 3,7%, tegangan fraktur 17 GPa) dan dapat diterapkan sebagai penguat keramik atau dalam [[MEMS|sistem mikromekanis]].<ref>S. Johansson. ''Microfabrication of three-dimensional boron structures by laser chemical processing''. ''Journal of Applied Physics''. 1992. Vol. 72 (12). hlm. 5956–5963. doi:10.1063/1.351904.</ref> | ||
===Fiberglas terboronasi=== | ===Fiberglas terboronasi=== | ||
Fiberglas adalah sebuah [[Plastik yang diperkuat serat|polimer yang diperkuat serat]] yang terbuat dari [[plastik]] yang diperkuat oleh [[serat kaca]], biasanya ditenun menjadi tikar. Serat kaca yang digunakan dalam bahan ini terbuat dari berbagai jenis kaca tergantung pada penggunaan fiberglas. Semua kaca ini mengandung silika atau silikat, dengan jumlah oksida kalsium, magnesium, dan terkadang boron yang bervariasi. Boron hadir sebagai borosilikat, boraks, atau boron oksida, dan ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan kaca, atau sebagai bahan fluks untuk menurunkan titik lebur [[Silikon dioksida|silika]], yang terlalu tinggi untuk dengan mudah dikerjakan dalam bentuk murninya untuk membuat serat kaca. | Fiberglas adalah sebuah [[Plastik yang diperkuat serat|polimer yang diperkuat serat]] yang terbuat dari [[plastik]] yang diperkuat oleh [[serat kaca]], biasanya ditenun menjadi tikar. Serat kaca yang digunakan dalam bahan ini terbuat dari berbagai jenis kaca tergantung pada penggunaan fiberglas. Semua kaca ini mengandung silika atau silikat, dengan jumlah oksida kalsium, magnesium, dan terkadang boron yang bervariasi. Boron hadir sebagai borosilikat, boraks, atau boron oksida, dan ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan kaca, atau sebagai bahan fluks untuk menurunkan titik lebur [[Silikon dioksida|silika]], yang terlalu tinggi untuk dengan mudah dikerjakan dalam bentuk murninya untuk membuat serat kaca. | ||
Kaca-kaca terboronasi tinggi yang digunakan dalam fiberglas merupakan ''E-glass'' (dinamai untuk penggunaan "Elektrikal", tetapi sekarang penggunaan fiberglas yang paling umum adalah untuk penggunaan umum). ''E-glass'' adalah kaca alumino-borosilikat dengan kurang dari 1% b/b alkali oksida, digunakan terutama untuk plastik yang diperkuat. Kaca-kaca tinggi boron umum lainnya termasuk ''C-glass'', sebuah kaca alkali kapur dengan kandungan boron oksida yang tinggi, digunakan untuk serat stapel kaca dan insulasi, dan ''D-glass'', sebuah [[kaca borosilikat]], dinamai karena konstanta dielektriknya yang rendah. | Kaca-kaca terboronasi tinggi yang digunakan dalam fiberglas merupakan ''E-glass'' (dinamai untuk penggunaan "Elektrikal", tetapi sekarang penggunaan fiberglas yang paling umum adalah untuk penggunaan umum). ''E-glass'' adalah kaca alumino-borosilikat dengan kurang dari 1% b/b alkali oksida, digunakan terutama untuk plastik yang diperkuat. Kaca-kaca tinggi boron umum lainnya termasuk ''C-glass'', sebuah kaca alkali kapur dengan kandungan boron oksida yang tinggi, digunakan untuk serat stapel kaca dan insulasi, dan ''D-glass'', sebuah [[kaca borosilikat]], dinamai karena konstanta dielektriknya yang rendah.<ref>E. Fitzer. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2000. doi:10.1002/14356007.a11_001. ISBN 978-3527306732.</ref> | ||
Tidak semua fiberglas mengandung boron, tetapi dalam skala global, sebagian besar fiberglas yang digunakan memang mengandung boron. Karena penggunaan fiberglas di mana-mana dalam konstruksi dan insulasi, fiberglas yang mengandung boron mengonsumsi setengah dari produksi boron global, dan merupakan pasar boron komersial terbesar. | Tidak semua fiberglas mengandung boron, tetapi dalam skala global, sebagian besar fiberglas yang digunakan memang mengandung boron. Karena penggunaan fiberglas di mana-mana dalam konstruksi dan insulasi, fiberglas yang mengandung boron mengonsumsi setengah dari produksi boron global, dan merupakan pasar boron komersial terbesar. | ||
===Kaca borosilikat=== | ===Kaca borosilikat=== | ||
[[Kaca borosilikat]], yang biasanya terdiri dari 12–15% B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, 80% SiO<sub>2</sub>, dan 2% Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, memiliki [[Pemuaian#Koefisien pemuaian|koefisien pemuaian]] yang rendah, sehingga memberikan ketahanan yang baik terhadap [[kejutan termal]]. "Duran" milik [[Schott AG]] dan merek dagang [[Pyrex]] milik [[Owens Corning]] adalah dua nama merek utama untuk kaca ini, digunakan baik dalam [[peralatan kaca laboratorium]] maupun [[peralatan masak dan panggang]] konsumen, terutama untuk ketahanan mereka.<ref>H. G. Pfaender. ''Schott guide to glass''. Springer. 1996. hlm. 122. ISBN 978-0-412-62060-7.</ref> | |||
[[Kaca borosilikat]], yang biasanya terdiri dari 12–15% B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, 80% SiO<sub>2</sub>, dan 2% Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>, memiliki [[Pemuaian#Koefisien pemuaian|koefisien pemuaian]] yang rendah, sehingga memberikan ketahanan yang baik terhadap [[kejutan termal]]. "Duran" milik [[Schott AG]] dan merek dagang [[Pyrex]] milik [[Owens Corning]] adalah dua nama merek utama untuk kaca ini, digunakan baik dalam [[peralatan kaca laboratorium]] maupun [[peralatan masak dan panggang]] konsumen, terutama untuk ketahanan mereka. | |||
===Keramik boron karbida=== | ===Keramik boron karbida=== | ||
Beberapa senyawa boron dikenal karena kekerasan dan ketangguhannya yang ekstrem. [[Boron karbida]] adalah bahan keramik yang diperoleh dengan menguraikan B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> dengan karbon dalam tungku listrik: | Beberapa senyawa boron dikenal karena kekerasan dan ketangguhannya yang ekstrem. [[Boron karbida]] adalah bahan keramik yang diperoleh dengan menguraikan B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> dengan karbon dalam tungku listrik: | ||
:2 B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 7 C → B<sub>4</sub>C + 6 CO | :2 B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 7 C → B<sub>4</sub>C + 6 CO | ||
| Baris 148: | Baris 175: | ||
Struktur boron karbida hanya sekitar B<sub>4</sub>C, dan ia menunjukkan penipisan karbon yang jelas dari rasio stoikiometri yang diperkirakan ini. Hal ini dikarenakan strukturnya yang sangat kompleks. Substansinya dapat dilihat dengan [[rumus empiris]] B<sub>12</sub>C<sub>3</sub> (yaitu, dengan motif B<sub>12</sub> dodekahedra), tetapi dengan lebih sedikit karbon, karena unit C<sub>3</sub> yang diperkirakan diganti dengan rantai C-B-C, dan beberapa oktahedra yang lebih kecil (B<sub>6</sub>) juga ada (lihat artikel boron karbida untuk analisis struktural). Polimer berulang ditambah struktur semi-kristal boron karbida memberikan kekuatan struktural per berat yang besar. Ia digunakan dalam [[Perisai kendaraan|perisai tank]], [[rompi anti peluru|rompi antipeluru]], dan banyak aplikasi struktural lainnya. | Struktur boron karbida hanya sekitar B<sub>4</sub>C, dan ia menunjukkan penipisan karbon yang jelas dari rasio stoikiometri yang diperkirakan ini. Hal ini dikarenakan strukturnya yang sangat kompleks. Substansinya dapat dilihat dengan [[rumus empiris]] B<sub>12</sub>C<sub>3</sub> (yaitu, dengan motif B<sub>12</sub> dodekahedra), tetapi dengan lebih sedikit karbon, karena unit C<sub>3</sub> yang diperkirakan diganti dengan rantai C-B-C, dan beberapa oktahedra yang lebih kecil (B<sub>6</sub>) juga ada (lihat artikel boron karbida untuk analisis struktural). Polimer berulang ditambah struktur semi-kristal boron karbida memberikan kekuatan struktural per berat yang besar. Ia digunakan dalam [[Perisai kendaraan|perisai tank]], [[rompi anti peluru|rompi antipeluru]], dan banyak aplikasi struktural lainnya. | ||
Kemampuan boron karbida untuk menyerap neutron tanpa membentuk [[radionuklida]] radionuklida berumur panjang (terutama ketika didoping dengan boron-10 ekstra) membuat bahan ini menarik untuk digunakan sebagai [[Racun neutron#Racun yang dapat terbakar|penyerap radiasi neutron yang timbul pada pembangkit listrik tenaga nuklir]]. Aplikasi nuklir boron karbida termasuk pelindung, batang kendali dan pelet penutup. Di dalam batang kendali, boron karbida sering dibuat menjadi bubuk, untuk meningkatkan luas permukaannya. | Kemampuan boron karbida untuk menyerap neutron tanpa membentuk [[radionuklida]] radionuklida berumur panjang (terutama ketika didoping dengan boron-10 ekstra) membuat bahan ini menarik untuk digunakan sebagai [[Racun neutron#Racun yang dapat terbakar|penyerap radiasi neutron yang timbul pada pembangkit listrik tenaga nuklir]].<ref>''[https://books.google.com/books?id=czTi4G6-Hq8C&pg=PA311&lpg=PA311&dq=Carborundum+B4C+nuclear&source=bl&ots=Hc8OPQTMsR&sig=ACfU3U3Qe5IZtR99SlCfRuKKTpro3mIebw&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwiexfnYtPziAhUjxVkKHT6KCb4Q6AEwGHoECDAQAQ#v=onepage&q=Carborundum%20B4C%20nuclear&f=false Fabrication and Evaluation of Urania-Alumina Fuel Elements and Boron Carbide Burnable Poison Elements] , Wisnyi, L. G. dan Taylor, K. M., dalam "ASTM Special Technical Publication No. 276: Materials in Nuclear Applications", Committee E-10 Staff, American Society for Testing Materials, 1959</ref> Aplikasi nuklir boron karbida termasuk pelindung, batang kendali dan pelet penutup. Di dalam batang kendali, boron karbida sering dibuat menjadi bubuk, untuk meningkatkan luas permukaannya.<ref>Alan W. Weimer. [https://archive.org/details/carbidenitridebo0000unse Carbide, Nitride and Boride Materials Synthesis and Processing]. Chapman & Hall (London, New York). 1997. ISBN 978-0-412-54060-8.</ref> | ||
===Senyawa kekerasan dan abrasif tinggi=== | ===Senyawa kekerasan dan abrasif tinggi=== | ||
{| class="wikitable" style="margin:30px; text-align:center; float:right;" | |||
|+ Sifat mekanik padatan BCN<ref>V. L. Solozhenko. [http://bib-pubdb1.desy.de/record/87949/files/GetPDFServlet.pdf Ultimate Metastable Solubility of Boron in Diamond: Synthesis of Superhard Diamondlike BC5]. ''Phys. Rev. Lett''. 2009. Vol. 102 (1). hlm. 015506. doi:10.1103/PhysRevLett.102.015506.</ref> dan ReB<sub>2</sub><ref>Jiaqian Qin. ''Is Rhenium Diboride a Superhard Material?''. ''Advanced Materials''. 2008. Vol. 20 (24). hlm. 4780–4783. doi:10.1002/adma.200801471.</ref> | |||
Boron karbida dan bubuk boron nitrida kubik banyak digunakan sebagai bahan abrasif. [[Boron nitrida]] merupakan bahan isoelektronik terhadap [[karbon]]. Mirip dengan karbon, ia memiliki bentuk heksagonal (h-BN, seperti grafit lunak) dan kubik (c-BN, keras seperti intan). h-BN digunakan sebagai komponen dan pelumas suhu tinggi. c-BN, juga dikenal dengan nama komersial [[borazon]], merupakan bahan abrasif yang unggul. Kekerasannya hanya sedikit lebih kecil, tetapi stabilitas kimianya lebih unggul, daripada intan. [[Heterointan]] (juga disebut BCN) merupakan senyawa boron mirip intan lainnya. | !Material | ||
!Intan | |||
!BC<sub>2</sub>N kubik | |||
!BC<sub>5</sub> kubik | |||
!BN kubik | |||
!B<sub>4</sub>C | |||
!ReB<sub>2</sub> | |||
|- | |||
![[Uji kekerasan Vickers|Kekerasan Vickers]] (GPa) | |||
|115 | |||
|76 | |||
|71 | |||
|62 | |||
|38 | |||
|22 | |||
|- | |||
![[Ketangguhan fraktur]] (MPa m<sup>1⁄2</sup>) | |||
|5,3 | |||
|4,5 | |||
|9,5 | |||
|6,8 | |||
|3,5 | |||
| | |||
|} | |||
Boron karbida dan bubuk boron nitrida kubik banyak digunakan sebagai bahan abrasif. [[Boron nitrida]] merupakan bahan isoelektronik terhadap [[karbon]]. Mirip dengan karbon, ia memiliki bentuk heksagonal (h-BN, seperti grafit lunak) dan kubik (c-BN, keras seperti intan). h-BN digunakan sebagai komponen dan pelumas suhu tinggi. c-BN, juga dikenal dengan nama komersial [[borazon]],<ref>R. H. Wentorf. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-physics_1957-04_26_4/page/956 Cubic form of boron nitride]. ''J. Chem. Phys''. 1957. Vol. 26 (4). hlm. 956. doi:10.1063/1.1745964.</ref> merupakan bahan abrasif yang unggul. Kekerasannya hanya sedikit lebih kecil, tetapi stabilitas kimianya lebih unggul, daripada intan. [[Heterointan]] (juga disebut BCN) merupakan senyawa boron mirip intan lainnya. | |||
===Metalurgi=== | ===Metalurgi=== | ||
Boron ditambahkan ke [[baja boron]] pada tingkat beberapa bagian per juta untuk meningkatkan kemampuan mengerasnya. Persentase yang lebih tinggi ditambahkan ke baja yang digunakan dalam [[Daya nuklir|industri nuklir]] karena kemampuan penyerapan neutron milik boron. | Boron ditambahkan ke [[baja boron]] pada tingkat beberapa bagian per juta untuk meningkatkan kemampuan mengerasnya. Persentase yang lebih tinggi ditambahkan ke baja yang digunakan dalam [[Daya nuklir|industri nuklir]] karena kemampuan penyerapan neutron milik boron. | ||
Boron juga dapat meningkatkan kekerasan permukaan baja dan paduan melalui [[pemboridasian]]. Selain itu [[borida]] logam digunakan untuk alat pelapis melalui [[pengendapan uap kimia]] atau [[pengendapan uap fisik]]. Implantasi ion boron ke dalam logam dan paduan, melalui [[implantasi ion]] atau [[pengendapan berkas ion]], akan menghasilkan peningkatan ketahanan permukaan dan kekerasan mikro yang spektakuler. Pemaduan laser juga telah berhasil digunakan untuk tujuan yang sama. Borida-borida ini merupakan alternatif untuk alat berlapis inti, dan permukaan mereka memiliki sifat yang mirip dengan borida curah. | Boron juga dapat meningkatkan kekerasan permukaan baja dan paduan melalui [[pemboridasian]]. Selain itu [[borida]] logam digunakan untuk alat pelapis melalui [[pengendapan uap kimia]] atau [[pengendapan uap fisik]]. Implantasi ion boron ke dalam logam dan paduan, melalui [[implantasi ion]] atau [[pengendapan berkas ion]], akan menghasilkan peningkatan ketahanan permukaan dan kekerasan mikro yang spektakuler. Pemaduan laser juga telah berhasil digunakan untuk tujuan yang sama. Borida-borida ini merupakan alternatif untuk alat berlapis inti, dan permukaan mereka memiliki sifat yang mirip dengan borida curah.<ref>Gogotsi, Y. G. ''Materials Science of Carbides, Nitrides and Borides''. Springer. 1999. hlm. 270. ISBN 978-0-7923-5707-0.</ref> | ||
Misalnya, [[renium diborida]] dapat diproduksi pada tekanan sekitar, tetapi agak mahal karena adanya [[renium]]. Kekerasan ReB<sub>2</sub> menunjukkan [[anisotropi]] yang cukup besar karena struktur berlapis heksagonalnya. Nilainya sebanding dengan [[wolfram karbida]], [[silikon karbida]], [[titanium diborida]], atau [[zirkonium diborida]]. | Misalnya, [[renium diborida]] dapat diproduksi pada tekanan sekitar, tetapi agak mahal karena adanya [[renium]]. Kekerasan ReB<sub>2</sub> menunjukkan [[anisotropi]] yang cukup besar karena struktur berlapis heksagonalnya. Nilainya sebanding dengan [[wolfram karbida]], [[silikon karbida]], [[titanium diborida]], atau [[zirkonium diborida]].<ref>Jiaqian Qin. ''Is Rhenium Diboride a Superhard Material?''. ''Advanced Materials''. 2008. Vol. 20 (24). hlm. 4780–4783. doi:10.1002/adma.200801471.</ref> | ||
Demikian pula, komposit AlMgB<sub>14</sub> + TiB<sub>2</sub> memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang tinggi dan digunakan baik dalam bentuk curah atau sebagai pelapis untuk komponen yang terpapar suhu tinggi dan beban aus. | Demikian pula, komposit AlMgB<sub>14</sub> + TiB<sub>2</sub> memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang tinggi dan digunakan baik dalam bentuk curah atau sebagai pelapis untuk komponen yang terpapar suhu tinggi dan beban aus.<ref>Jürgen Schmidt. ''Preparation of titanium diboride TiB 2 by spark plasma sintering at slow heating rate''. ''Science and Technology of Advanced Materials''. 2007. Vol. 8 (5). hlm. 376–382. doi:10.1016/j.stam.2007.06.009.</ref> | ||
===Formulasi detergen dan bahan pemutih=== | ===Formulasi detergen dan bahan pemutih=== | ||
Boraks digunakan dalam berbagai produk cucian dan pembersih rumah tangga. Ia ini juga hadir dalam beberapa formula [[pemutih gigi]]. | Boraks digunakan dalam berbagai produk cucian dan pembersih rumah tangga.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ia ini juga hadir dalam beberapa formula [[pemutih gigi]].<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> | ||
[[Natrium perborat]] berfungsi sebagai sumber [[Oksigen|oksigen aktif]] dalam banyak [[detergen]], [[detergen cucian]], [[Bahan pembersih|produk pembersih]], dan [[pemutih]] cucian. Namun, terlepas dari namanya, pemutih cucian "Borateem" tidak lagi mengandung senyawa boron, tetapi menggunakan [[natrium perkarbonat]] sebagai bahan pemutih. | [[Natrium perborat]] berfungsi sebagai sumber [[Oksigen|oksigen aktif]] dalam banyak [[detergen]], [[detergen cucian]], [[Bahan pembersih|produk pembersih]], dan [[pemutih]] cucian. Namun, terlepas dari namanya, pemutih cucian "Borateem" tidak lagi mengandung senyawa boron, tetapi menggunakan [[natrium perkarbonat]] sebagai bahan pemutih.<ref>R. Thompson. ''Industrial applications of boron compounds''. ''Pure and Applied Chemistry''. 1974. Vol. 39 (4). hlm. 547. doi:10.1351/pac197439040547.</ref> | ||
===Insektisida=== | ===Insektisida=== | ||
Asam borat digunakan sebagai insektisida, terutama terhadap semut, kutu, dan kecoa. | Asam borat digunakan sebagai insektisida, terutama terhadap semut, kutu, dan kecoa.<ref>J. H. Klotz. [https://archive.org/details/sim_journal-of-economic-entomology_1994-12_87_6/page/1534 Oral toxicity of boric acid and other boron compounds to immature cat fleas (Siphonaptera: Pulicidae)]. ''J. Econ. Entomol''. 1994. Vol. 87 (6). hlm. 1534–1536. doi:10.1093/jee/87.6.1534.</ref> | ||
===Semikonduktor=== | ===Semikonduktor=== | ||
Boron adalah sebuah [[dopan]] yang berguna untuk semikonduktor seperti [[silikon]], [[germanium]], dan [[silikon karbida]]. Memiliki satu elektron valensi lebih sedikit daripada atom inang, ia menyumbangkan sebuah [[Lubang elektron|lubang]] yang menghasilkan konduktivitas [[Semikonduktor ekstrinsik#Semikonduktor tipe p|tipe p]]. Metode pemasukan boron ke dalam semikonduktor adalah melalui [[difusi atom]] pada suhu tinggi. Proses ini menggunakan sumber boron padat (B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>), cair (BBr<sub>3</sub>), atau gas (B<sub>2</sub>H<sub>6</sub> atau BF<sub>3</sub>). Namun, setelah tahun 1970-an, ia sebagian besar digantikan oleh [[implantasi ion]], yang sebagian besar bergantung pada BF<sub>3</sub> sebagai sumber boron. Gas boron triklorida juga merupakan bahan kimia yang penting dalam industri semikonduktor, tetapi bukan untuk doping, melainkan untuk [[etsa plasma]] logam dan oksida mereka. [[Trietilborana]] juga disuntikkan ke dalam reaktor [[Pengendapan uap kimia|pengendapan uap]] sebagai sumber boron. Contohnya adalah pengendapan plasma dari film karbon keras yang mengandung boron, film silikon nitrida–boron nitrida, dan untuk [[doping (semikonduktor)|doping]] film [[intan]] dengan boron. | Boron adalah sebuah [[dopan]] yang berguna untuk semikonduktor seperti [[silikon]], [[germanium]], dan [[silikon karbida]]. Memiliki satu elektron valensi lebih sedikit daripada atom inang, ia menyumbangkan sebuah [[Lubang elektron|lubang]] yang menghasilkan konduktivitas [[Semikonduktor ekstrinsik#Semikonduktor tipe p|tipe p]]. Metode pemasukan boron ke dalam semikonduktor adalah melalui [[difusi atom]] pada suhu tinggi. Proses ini menggunakan sumber boron padat (B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>), cair (BBr<sub>3</sub>), atau gas (B<sub>2</sub>H<sub>6</sub> atau BF<sub>3</sub>). Namun, setelah tahun 1970-an, ia sebagian besar digantikan oleh [[implantasi ion]], yang sebagian besar bergantung pada BF<sub>3</sub> sebagai sumber boron.<ref>Gary S. May. ''Fundamentals of semiconductor manufacturing and process control''. John Wiley and Sons. 2006. hlm. 51–54. ISBN 978-0-471-78406-7.</ref> Gas boron triklorida juga merupakan bahan kimia yang penting dalam industri semikonduktor, tetapi bukan untuk doping, melainkan untuk [[etsa plasma]] logam dan oksida mereka.<ref>J. Michael Sherer. ''Semiconductor industry: wafer fab exhaust management''. CRC Press. 2005. hlm. 39–60. ISBN 978-1-57444-720-0.</ref> [[Trietilborana]] juga disuntikkan ke dalam reaktor [[Pengendapan uap kimia|pengendapan uap]] sebagai sumber boron. Contohnya adalah pengendapan plasma dari film karbon keras yang mengandung boron, film silikon nitrida–boron nitrida, dan untuk [[doping (semikonduktor)|doping]] film [[intan]] dengan boron.<ref>Zschech, Ehrenfried. [https://archive.org/details/materialsforinfo0000euro Materials for information technology: devices, interconnects and packaging]. Birkhäuser. 2005. hlm. [https://archive.org/details/materialsforinfo0000euro/page/44 44]. ISBN 978-1-85233-941-8.</ref> | ||
===Magnet=== | ===Magnet=== | ||
Boron adalah salah satu komponen [[magnet neodimium]] (Nd<sub>2</sub>Fe<sub>14</sub>B), yang merupakan salah satu jenis magnet permanen terkuat. Magnet ini ditemukan pada berbagai perangkat elektromekanis dan elektronik, seperti sistem pencitraan medis [[pencitraan resonansi magnetik]] (''magnetic resonance imaging'', MRI), dalam motor dan [[aktuator]] yang kompak dan relatif kecil. Sebagai contoh, pemutar [[Cakram keras|HDD]] (''hard disk drive'', cakram keras), [[Cakram padat|CD]] (''compact disc'', cakram padat), dan [[DVD]] (''digital versatile disk'', cakram serbaguna digital) komputer mengandalkan motor magnet neodimium untuk menghasilkan daya putar yang kuat dalam paket yang sangat ringkas. Di dalam ponsel, magnet 'Neo' memberikan medan magnet yang memungkinkan pengeras suara kecil menghasilkan daya audio yang cukup besar. | Boron adalah salah satu komponen [[magnet neodimium]] (Nd<sub>2</sub>Fe<sub>14</sub>B), yang merupakan salah satu jenis magnet permanen terkuat. Magnet ini ditemukan pada berbagai perangkat elektromekanis dan elektronik, seperti sistem pencitraan medis [[pencitraan resonansi magnetik]] (''magnetic resonance imaging'', MRI), dalam motor dan [[aktuator]] yang kompak dan relatif kecil. Sebagai contoh, pemutar [[Cakram keras|HDD]] (''hard disk drive'', cakram keras), [[Cakram padat|CD]] (''compact disc'', cakram padat), dan [[DVD]] (''digital versatile disk'', cakram serbaguna digital) komputer mengandalkan motor magnet neodimium untuk menghasilkan daya putar yang kuat dalam paket yang sangat ringkas. Di dalam ponsel, magnet 'Neo' memberikan medan magnet yang memungkinkan pengeras suara kecil menghasilkan daya audio yang cukup besar.<ref>Peter Campbell. [https://archive.org/details/permanentmagnetm0000pete Permanent magnet materials and their application]. Cambridge University Press. 1996. hlm. [https://archive.org/details/permanentmagnetm0000pete/page/n56 45]. ISBN 978-0-521-56688-9.</ref> | ||
===Pelindung dan penyerap neutron dalam reaktor nuklir=== | ===Pelindung dan penyerap neutron dalam reaktor nuklir=== | ||
Pelindung boron digunakan sebagai kontrol untuk [[reaktor nuklir]], mengambil keuntungan dari [[Penampang neutron|penampang]]nya yang tinggi untuk menangkap neutron. | Pelindung boron digunakan sebagai kontrol untuk [[reaktor nuklir]], mengambil keuntungan dari [[Penampang neutron|penampang]]nya yang tinggi untuk menangkap neutron.<ref>Martin, James E. [https://books.google.com/books?id=4GzRaq0rIEwC&pg=PA660 Physics for Radiation Protection: A Handbook]. 2008. hlm. 660–661. ISBN 978-3-527-61880-4.</ref> | ||
Dalam reaktor air bertekanan, konsentrasi variabel asam boronat dalam air pendingin digunakan sebagai [[Racun neutron#Racun yang dapat larut|racun neutron]] untuk mengompensasi variabel reaktivitas bahan bakar. Ketika batang baru dimasukkan, konsentrasi asam boronat akan maksimal, dan berkurang selama masa pakai. | Dalam reaktor air bertekanan, konsentrasi variabel asam boronat dalam air pendingin digunakan sebagai [[Racun neutron#Racun yang dapat larut|racun neutron]] untuk mengompensasi variabel reaktivitas bahan bakar. Ketika batang baru dimasukkan, konsentrasi asam boronat akan maksimal, dan berkurang selama masa pakai.<ref>B. Pastina. ''The influence of water chemistry on the radiolysis of the primary coolant water in pressurized water reactors''. ''Journal of Nuclear Materials''. 1999. Vol. 264 (3). hlm. 309–318. doi:10.1016/S0022-3115(98)00494-2.</ref> | ||
===Kegunaan nonmedis lainnya=== | ===Kegunaan nonmedis lainnya=== | ||
* Karena nyala api hijaunya yang khas, boron amorf digunakan dalam [[Suar|suar piroteknik]].<ref>Kosanke, B. J. ''Pyrotechnic Chemistry''. Journal of Pyrotechnics. 2004. hlm. 419. ISBN 978-1-889526-15-7.</ref> | |||
* Karena nyala api hijaunya yang khas, boron amorf digunakan dalam [[Suar|suar piroteknik]]. | |||
* Perekat berbasis [[amilum]] dan [[kasein]] mengandung natrium tetraborat dekahidrat (Na<sub>2</sub>B<sub>4</sub>O<sub>7</sub>·10 H<sub>2</sub>O) | * Perekat berbasis [[amilum]] dan [[kasein]] mengandung natrium tetraborat dekahidrat (Na<sub>2</sub>B<sub>4</sub>O<sub>7</sub>·10 H<sub>2</sub>O) | ||
* Beberapa sistem antikorosi mengandung boraks. | * Beberapa sistem antikorosi mengandung boraks.<ref>[http://chemicalland21.com/industrialchem/inorganic/BORAX%20DECAHYDRATE.htm Borax Decahydrate].</ref> | ||
* Natrium borat digunakan sebagai [[Fluks (metalurgi)|fluks]] untuk menyolder perak dan emas dan dengan [[amonium klorida]] untuk mengelas logam besi. Mereka juga merupakan aditif penghambat api untuk plastik dan barang karet. | * Natrium borat digunakan sebagai [[Fluks (metalurgi)|fluks]] untuk menyolder perak dan emas dan dengan [[amonium klorida]] untuk mengelas logam besi.<ref>Davies, A. C. [https://archive.org/details/sciencepracticeo0010davi The Science and Practice of Welding: Welding science and technology]. Cambridge University Press. 1992. hlm. [https://archive.org/details/sciencepracticeo0010davi/page/56 56]. ISBN 978-0-521-43565-9.</ref> Mereka juga merupakan aditif penghambat api untuk plastik dan barang karet.<ref>Horrocks, A.R. [https://archive.org/details/fireretardantmat0000aric Fire Retardant Materials]. Woodhead Publishing Ltd. 2001. hlm. [https://archive.org/details/fireretardantmat0000aric/page/55 55]. ISBN 978-1-85573-419-7.</ref> | ||
* [[Asam borat]] (juga dikenal sebagai asam ortoborat) H<sub>3</sub>BO<sub>3</sub> digunakan dalam produksi fiberglas tekstil dan [[tampilan layar datar]] dan dalam banyak perekat berbasis [[Polivinil asetat|PVAc]] serta [[Polivinil alkohol|PVOH]]. | * [[Asam borat]] (juga dikenal sebagai asam ortoborat) H<sub>3</sub>BO<sub>3</sub> digunakan dalam produksi fiberglas tekstil dan [[tampilan layar datar]]<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref><ref>Ide, F. [http://sciencelinks.jp/j-east/article/200311/000020031103A0287941.php Information technology and polymers. Flat panel display]. ''Engineering Materials''. 2003. Vol. 51. hlm. 84.</ref> dan dalam banyak perekat berbasis [[Polivinil asetat|PVAc]] serta [[Polivinil alkohol|PVOH]]. | ||
* [[Trietilborana]] adalah zat yang menyalakan bahan bakar [[JP-7]] dari mesin [[turbojet]]/[[Ramjet (mesin jet)|ramjet]] [[Pratt & Whitney J58]] yang menggerakkan [[Lockheed Corporation|Lockheed]] [[SR-71 Blackbird]]. Ia juga digunakan untuk menyalakan [[Rocketdyne F-1|Mesin F-1]] pada Roket [[Saturn V]] yang digunakan oleh [[program Apollo]] dan [[Skylab]] milik [[Badan Penerbangan dan Antariksa|NASA]] dari tahun 1967 hingga 1973. Saat ini, [[SpaceX]] menggunakannya untuk menyalakan mesin pada roket [[Falcon 9]] mereka. Trietilborana cocok untuk hal ini karena sifat [[piroforik]]nya, terutama dengan fakta bahwa ia terbakar dengan suhu yang sangat tinggi. Trietilborana adalah sebuah [[Inisiator radikal|inisiator]] industri dalam reaksi [[Radikal bebas|radikal]], di mana ia efektif bahkan pada suhu rendah. | * [[Trietilborana]] adalah zat yang menyalakan bahan bakar [[JP-7]] dari mesin [[turbojet]]/[[Ramjet (mesin jet)|ramjet]] [[Pratt & Whitney J58]] yang menggerakkan [[Lockheed Corporation|Lockheed]] [[SR-71 Blackbird]].<ref>[http://www.marchfield.org/sr71a.htm Lockheed SR-71 Blackbird]. March Field Air Museum.</ref> Ia juga digunakan untuk menyalakan [[Rocketdyne F-1|Mesin F-1]] pada Roket [[Saturn V]] yang digunakan oleh [[program Apollo]] dan [[Skylab]] milik [[Badan Penerbangan dan Antariksa|NASA]] dari tahun 1967 hingga 1973. Saat ini, [[SpaceX]] menggunakannya untuk menyalakan mesin pada roket [[Falcon 9]] mereka.<ref>[http://www.spaceflightnow.com/falcon9/001/status.html Mission Status Center, 2 Juni 2010, 1905 GMT] , ''SpaceflightNow'', diakses tanggal 16 Agustus 2022, Kutipan: "Flensa akan menghubungkan roket dengan tangki penyimpanan tanah yang berisi oksigen cair, bahan bakar minyak tanah, helium, gas nitrogen dan sumber penyala tahap pertama yang disebut trietilaluminum-trietilborana, lebih dikenal sebagai TEA-TEB."</ref> Trietilborana cocok untuk hal ini karena sifat [[piroforik]]nya, terutama dengan fakta bahwa ia terbakar dengan suhu yang sangat tinggi.<ref>Young, A. [https://archive.org/details/saturnvf1enginep0000youn The Saturn V F-1 Engine: Powering Apollo into History]. Springer. 2008. hlm. [https://archive.org/details/saturnvf1enginep0000youn/page/86 86]. ISBN 978-0-387-09629-2.</ref> Trietilborana adalah sebuah [[Inisiator radikal|inisiator]] industri dalam reaksi [[Radikal bebas|radikal]], di mana ia efektif bahkan pada suhu rendah. | ||
* Borat digunakan sebagai [[pengawet kayu]] yang ramah lingkungan. | * Borat digunakan sebagai [[pengawet kayu]] yang ramah lingkungan.<ref>J. M. Carr. ''Wood Protection Properties of Quaternary Ammonium Arylspiroborate Esters Derived from Naphthalene 2,3-Diol, 2,2'-Biphenol and 3-Hydroxy-2-naphthoic Acid''. ''Australian Journal of Chemistry''. 2010. Vol. 63 (10). hlm. 1423. doi:10.1071/CH10132.</ref> | ||
===Aplikasi farmasi dan biologis=== | ===Aplikasi farmasi dan biologis=== | ||
'''[[Asam borat]]''' memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antivirus, dan untuk alasan ini digunakan ia sebagai penjernih air dalam pengolahan air kolam renang. Larutan ringan asam borat telah digunakan sebagai antiseptik mata. | '''[[Asam borat]]''' memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antivirus, dan untuk alasan ini digunakan ia sebagai penjernih air dalam pengolahan air kolam renang.<ref>[http://chemicalland21.com/industrialchem/inorganic/BORIC%20ACID.htm Boric acid]. chemicalland21.com.</ref> Larutan ringan asam borat telah digunakan sebagai antiseptik mata. | ||
'''[[Bortezomib]]''' (dipasarkan sebagai '''Velcade''' dan '''Cytomib'''). Boron muncul sebagai unsur aktif dalam farmasi organik bortezomib, kelas obat baru yang disebut inhibitor proteasom, untuk pengobatan mieloma dan salah satu bentuk limfoma (saat ini sedang dalam uji coba eksperimental terhadap jenis limfoma lainnya). Atom boron dalam bortezomib mengikat situs katalitik [[proteasom|proteasom 26S]] dengan afinitas dan spesifisitas yang tinggi. | '''[[Bortezomib]]''' (dipasarkan sebagai '''Velcade''' dan '''Cytomib'''). Boron muncul sebagai unsur aktif dalam farmasi organik bortezomib, kelas obat baru yang disebut inhibitor proteasom, untuk pengobatan mieloma dan salah satu bentuk limfoma (saat ini sedang dalam uji coba eksperimental terhadap jenis limfoma lainnya). Atom boron dalam bortezomib mengikat situs katalitik [[proteasom|proteasom 26S]]<ref>Bonvini P. ''Bortezomib-mediated 26S proteasome inhibition causes cell-cycle arrest and induces apoptosis in CD-30 + anaplastic large cell lymphoma''. ''Leukemia''. 2007. Vol. 21 (4). hlm. 838–42. doi:10.1038/sj.leu.2404528.</ref> dengan afinitas dan spesifisitas yang tinggi. | ||
* Sejumlah obat-obatan terboronasi potensial yang menggunakan [[#Boron yang diperkaya (boron-10)|boron-10]], telah disiapkan untuk digunakan dalam [[Terapi penangkapan neutron untuk kanker#Terapi penangkapan neutron boron|terapi penangkapan neutron boron]] (''boron neutron capture therapy'', BNCT). | * Sejumlah obat-obatan terboronasi potensial yang menggunakan [[#Boron yang diperkaya (boron-10)|boron-10]], telah disiapkan untuk digunakan dalam [[Terapi penangkapan neutron untuk kanker#Terapi penangkapan neutron boron|terapi penangkapan neutron boron]] (''boron neutron capture therapy'', BNCT).<ref>[http://www.pharmainfo.net/reviews/boron-neutron-capture-therapy-overview Overview of neutron capture therapy pharmaceuticals]. Pharmainfo.net. 22 Agustus 2006.</ref> | ||
* Beberapa senyawa boron terlihat menjanjikan dalam mengobati [[artritis]], meskipun belum ada dari mereka yang secara umum disetujui untuk tujuan tersebut. | * Beberapa senyawa boron terlihat menjanjikan dalam mengobati [[artritis]], meskipun belum ada dari mereka yang secara umum disetujui untuk tujuan tersebut.<ref>Richard L. Travers. ''Boron and Arthritis: The Results of a Double-blind Pilot Study''. ''Journal of Nutritional Medicine''. 1990. Vol. 1 (2). hlm. 127–132. doi:10.3109/13590849009003147.</ref> | ||
'''[[Tavaborol]]''' (dipasarkan sebagai '''Kerydin''') adalah sebuah inhibitor [[sintetase aminoasil tRNA]] yang digunakan untuk mengobati jamur kuku. Ia memperoleh persetujuan FDA pada Juli 2014. | '''[[Tavaborol]]''' (dipasarkan sebagai '''Kerydin''') adalah sebuah inhibitor [[sintetase aminoasil tRNA]] yang digunakan untuk mengobati jamur kuku. Ia memperoleh persetujuan FDA pada Juli 2014.<ref>Cheryl Thompson. [http://www.ashp.org/menu/News/PharmacyNews/NewsArticle.aspx?Id=4077 FDA Approves Boron-based Drug to Treat Toenail Fungal Infections]. ashp. 8 Juli 2014.</ref> | ||
Kimia dioksaborolana memungkinkan pelabelan [[fluorida]] radioaktif ([[Fluorin-18|<sup>18</sup>F]]) untuk [[antibodi]] atau [[sel darah merah]], yang memungkinkan pencitraan [[tomografi emisi positron]] (''positron emission tomography'', PET) untuk [[kanker]] dan [[Perdarahan|hemoragi]], masing-masing. Sistem reporter ''<u>H</u>uman-<u>D</u>erived, <u>G</u>enetic, <u>P</u>ositron-emitting and <u>F</u>luorescent'' (HD-GPF) menggunakan protein manusia, [[Glutamat karboksipeptidase II|PSMA]] dan nonimunogenik, dan molekul kecil yang memancarkan positron (boron terikat [[Fluorin-18|<sup>18</sup>F]]) dan fluoresensi untuk PET modalitas ganda serta pencitraan fluoresen sel yang dimodifikasi genom, misalnya [[kanker]], [[CRISPR|CRISPR/Cas9]], atau sel [[sel CAR T|CAR T]], di seluruh tikus. Molekul kecil modalitas ganda yang menargetkan [[Glutamat karboksipeptidase II|PSMA]] telah diuji pada manusia dan menemukan lokasi [[kanker prostat]] primer dan [[Metastasis|metastatik]], serta mendeteksi sel kanker tunggal di dalam margin jaringan. | Kimia dioksaborolana memungkinkan pelabelan [[fluorida]] radioaktif ([[Fluorin-18|<sup>18</sup>F]]) untuk [[antibodi]] atau [[sel darah merah]], yang memungkinkan pencitraan [[tomografi emisi positron]] (''positron emission tomography'', PET) untuk [[kanker]]<ref>Erik A. Rodriguez. ''New Dioxaborolane Chemistry Enables [18F]-Positron-Emitting, Fluorescent [18F]-Multimodality Biomolecule Generation from the Solid Phase''. ''Bioconjugate Chemistry''. 2016-04-27. Vol. 27 (5). hlm. 1390–1399. doi:10.1021/acs.bioconjchem.6b00164.</ref> dan [[Perdarahan|hemoragi]],<ref>Ye Wang. ''18F-positron-emitting/fluorescent labeled erythrocytes allow imaging of internal hemorrhage in a murine intracranial hemorrhage model''. ''Journal of Cerebral Blood Flow & Metabolism''. 2017-01-05. Vol. 37 (3). hlm. 776–786. doi:10.1177/0271678x16682510.</ref> masing-masing. Sistem reporter ''<u>H</u>uman-<u>D</u>erived, <u>G</u>enetic, <u>P</u>ositron-emitting and <u>F</u>luorescent'' (HD-GPF) menggunakan protein manusia, [[Glutamat karboksipeptidase II|PSMA]] dan nonimunogenik, dan molekul kecil yang memancarkan positron (boron terikat [[Fluorin-18|<sup>18</sup>F]]) dan fluoresensi untuk PET modalitas ganda serta pencitraan fluoresen sel yang dimodifikasi genom, misalnya [[kanker]], [[CRISPR|CRISPR/Cas9]], atau sel [[sel CAR T|CAR T]], di seluruh tikus.<ref>Hua Guo. ''A fluorescent, [ 18 F]-positron-emitting agent for imaging PMSA allows genetic reporting in adoptively-transferred, genetically-modified cells''. ''ACS Chemical Biology''. 23 Mei 2019. Vol. 14 (7). hlm. 1449–1459. doi:10.1021/acschembio.9b00160.</ref> Molekul kecil modalitas ganda yang menargetkan [[Glutamat karboksipeptidase II|PSMA]] telah diuji pada manusia dan menemukan lokasi [[kanker prostat]] primer dan [[Metastasis|metastatik]], serta mendeteksi sel kanker tunggal di dalam margin jaringan.<ref>Omer Aras. ''Small Molecule, Multimodal [18F]-PET and Fluorescence Imaging Agent Targeting Prostate Specific Membrane Antigen: First-in-Human Study''. ''Clinical Genitourinary Cancer''. Maret 2021. Vol. 19 (5). hlm. 405–416. doi:10.1016/j.clgc.2021.03.011.</ref> | ||
===Area penelitian=== | ===Area penelitian=== | ||
[[Magnesium diborida]] merupakan sebuah [[Superkonduktivitas|bahan superkonduktor]] yang penting dengan suhu transisi 39 K. Kabel MgB<sub>2</sub> diproduksi dengan proses [[Kabel penyuperkonduksi#Bubuk-dalam-tabung|bubuk-dalam-tabung]] dan diterapkan dalam magnet superkonduktor. | [[Magnesium diborida]] merupakan sebuah [[Superkonduktivitas|bahan superkonduktor]] yang penting dengan suhu transisi 39 K. Kabel MgB<sub>2</sub> diproduksi dengan proses [[Kabel penyuperkonduksi#Bubuk-dalam-tabung|bubuk-dalam-tabung]] dan diterapkan dalam magnet superkonduktor.<ref>Paul C. Canfield. [http://www.cmp.ameslab.gov/personnel/canfield/pub/pt0303.pdf Magnesium Diboride: Better Late than Never]. ''Physics Today''. 2003. Vol. 56 (3). hlm. 34–41. doi:10.1063/1.1570770.</ref><ref>Valeria Braccini. ''Development of ex situ processed MgB 2 wires and their applications to magnets''. ''Physica C: Superconductivity''. 2007. Vol. 456 (1–2). hlm. 209–217. doi:10.1016/j.physc.2007.01.030.</ref> | ||
Boron amorf digunakan sebagai depresan titik lebur dalam paduan patri nikel-kromium. | Boron amorf digunakan sebagai depresan titik lebur dalam paduan patri nikel-kromium.<ref>Xiaowei Wu. ''Evaluation of transient liquid phase bonding between nickel-based superalloys''. ''Journal of Materials Science''. 2001. Vol. 36 (6). hlm. 1539–1546. doi:10.1023/A:1017513200502.</ref> | ||
[[Boron nitrida]] heksagonal membentuk lapisan tipis atom, yang telah digunakan untuk meningkatkan [[mobilitas elektron]] dalam perangkat [[grafena]]. Ia juga membentuk struktur nanotubular ([[Boron nitrida#Tabung nano boron nitrida|BNNT]]), yang memiliki kekuatan tinggi, stabilitas kimia yang tinggi, dan [[konduktivitas termal]] yang tinggi, di antara daftar sifat yang diinginkan. | [[Boron nitrida]] heksagonal membentuk lapisan tipis atom, yang telah digunakan untuk meningkatkan [[mobilitas elektron]] dalam perangkat [[grafena]].<ref>C. R. Dean. ''Boron nitride substrates for high-quality graphene electronics''. ''Nature Nanotechnology''. 2010. Vol. 5 (10). hlm. 722–726. doi:10.1038/nnano.2010.172.</ref><ref>W. Gannett. ''Boron nitride substrates for high mobility chemical vapor deposited graphene''. ''Applied Physics Letters''. 2010. Vol. 98 (24). hlm. 242105. doi:10.1063/1.3599708.</ref> Ia juga membentuk struktur nanotubular ([[Boron nitrida#Tabung nano boron nitrida|BNNT]]), yang memiliki kekuatan tinggi, stabilitas kimia yang tinggi, dan [[konduktivitas termal]] yang tinggi, di antara daftar sifat yang diinginkan.<ref>Alex Zettl. [https://archive.org/details/sim_physics-today_2010-11_63_11/page/n37 The physics of boron nitride nanotubes]. ''Physics Today''. 2010. Vol. 63 (11). hlm. 34–38. doi:10.1063/1.3518210.</ref> | ||
==Peran biologis== | ==Peran biologis== | ||
Boron merupakan [[nutrien]] yang penting bagi tanaman, diperlukan terutama untuk menjaga integritas dinding sel. Namun, konsentrasi tanah yang tinggi lebih besar dari 1,0 [[Bagian per juta|ppm]] akan menyebabkan nekrosis marginal dan ujung daun serta kinerja pertumbuhan keseluruhan menjadi buruk. Tingkat serendah 0,8 ppm menghasilkan gejala yang sama pada tanaman yang sangat sensitif terhadap boron di dalam tanah. Hampir semua tanaman, bahkan yang agak toleran terhadap boron tanah, akan menunjukkan setidaknya beberapa gejala keracunan boron ketika kandungan boron tanah lebih besar dari 1,8 ppm. Ketika kandungan ini melebihi 2,0 ppm, beberapa tanaman akan berkinerja baik dan beberapa mungkin tidak akan bertahan. | Boron merupakan [[nutrien]] yang penting bagi tanaman, diperlukan terutama untuk menjaga integritas dinding sel. Namun, konsentrasi tanah yang tinggi lebih besar dari 1,0 [[Bagian per juta|ppm]] akan menyebabkan nekrosis marginal dan ujung daun serta kinerja pertumbuhan keseluruhan menjadi buruk. Tingkat serendah 0,8 ppm menghasilkan gejala yang sama pada tanaman yang sangat sensitif terhadap boron di dalam tanah. Hampir semua tanaman, bahkan yang agak toleran terhadap boron tanah, akan menunjukkan setidaknya beberapa gejala keracunan boron ketika kandungan boron tanah lebih besar dari 1,8 ppm. Ketika kandungan ini melebihi 2,0 ppm, beberapa tanaman akan berkinerja baik dan beberapa mungkin tidak akan bertahan.<ref>R. L. Mahler. [http://info.ag.uidaho.edu/Resources/PDFs/CIS1085.pdf Essential Plant Micronutrients. Boron in Idaho]. University of Idaho.</ref><ref>[http://www.borax.com/agriculture/files/an203.pdf Functions of Boron in Plant Nutrition]. U.S. Borax Inc.</ref><ref>Dale G. Blevins. ''Functions of Boron in Plant Nutrition''. ''Annual Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology''. 1998. Vol. 49. hlm. 481–500. doi:10.1146/annurev.arplant.49.1.481.</ref> | ||
Diperkirakan bahwa boron memainkan beberapa peran penting pada hewan, termasuk manusia, tetapi peran fisiologis yang tepat masih kurang dipahami. Sebuah percobaan kecil pada manusia yang diterbitkan pada tahun 1987 melaporkan pada wanita pascamenopause pertama kali membuat defisiensi boron dan kemudian diisi dengan 3 mg/hari. Suplementasi boron secara nyata mengurangi ekskresi kalsium urin dan meningkatkan konsentrasi serum 17 beta-estradiol dan testosteron. | Diperkirakan bahwa boron memainkan beberapa peran penting pada hewan, termasuk manusia, tetapi peran fisiologis yang tepat masih kurang dipahami.<ref>[http://www.pdrhealth.com/drug_info/nmdrugprofiles/nutsupdrugs/bor_0040.shtml Boron]. PDRhealth.</ref><ref>Forrest H. Nielsen. ''Ultratrace elements in nutrition: Current knowledge and speculation''. ''The Journal of Trace Elements in Experimental Medicine''. 1998. Vol. 11 (2–3). hlm. 251–274. doi:10.1002/(SICI)1520-670X(1998)11:2/3 3.0.CO;2-Q.</ref> Sebuah percobaan kecil pada manusia yang diterbitkan pada tahun 1987 melaporkan pada wanita pascamenopause pertama kali membuat defisiensi boron dan kemudian diisi dengan 3 mg/hari. Suplementasi boron secara nyata mengurangi ekskresi kalsium urin dan meningkatkan konsentrasi serum 17 beta-estradiol dan testosteron.<ref>[https://archive.org/details/sim_faseb-journal_1987-11_1_5/page/394 Effect of dietary boron on mineral, estrogen, and testosterone metabolism in postmenopausal women]. ''FASEB J''. 1987. Vol. 1 (5). hlm. 394–7. doi:10.1096/fasebj.1.5.3678698.</ref> | ||
Institut Kedokteran A.S. belum mengonfirmasi bahwa boron adalah nutrien yang penting bagi manusia, jadi baik [[Asupan Referensi Diet|Angka Kecukupan Gizi]] (Recommended Dietary Allowance, RDA) maupun Asupan yang Memadai belum ditetapkan. Asupan makanan orang dewasa diperkirakan 0,9 hingga 1,4 mg/hari, dengan sekitar 90% diserap. Apa yang diserap sebagian besar diekskresikan dalam urin. Tingkat Asupan Atas yang Dapat Ditoleransi untuk orang dewasa adalah 20 mg/hari. | Institut Kedokteran A.S. belum mengonfirmasi bahwa boron adalah nutrien yang penting bagi manusia, jadi baik [[Asupan Referensi Diet|Angka Kecukupan Gizi]] (Recommended Dietary Allowance, RDA) maupun Asupan yang Memadai belum ditetapkan. Asupan makanan orang dewasa diperkirakan 0,9 hingga 1,4 mg/hari, dengan sekitar 90% diserap. Apa yang diserap sebagian besar diekskresikan dalam urin. Tingkat Asupan Atas yang Dapat Ditoleransi untuk orang dewasa adalah 20 mg/hari.<ref>Boron. IN: [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/15 Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Copper] . National Academy Press. 2001, hlm. 510–521.</ref> | ||
Pada tahun 2013, sebuah hipotesis menyatakan bahwa boron dan molibdenum mungkin mengkatalisasi produksi [[Asam ribonukleat|RNA]] di [[Mars]] dengan kehidupan yang diangkut ke Bumi melalui meteorit sekitar 3 miliar tahun yang lalu. | Pada tahun 2013, sebuah hipotesis menyatakan bahwa boron dan molibdenum mungkin mengkatalisasi produksi [[Asam ribonukleat|RNA]] di [[Mars]] dengan kehidupan yang diangkut ke Bumi melalui meteorit sekitar 3 miliar tahun yang lalu.<ref>[https://www.newscientist.com/article/dn24120-primordial-broth-of-life-was-a-dry-martian-cupasoup.html Primordial broth of life was a dry Martian cup-a-soup]. ''New Scientist''. 29 Agustus 2013.</ref> | ||
Ada beberapa [[antibiotik]] alami yang mengandung boron yang telah diketahui. Yang pertama ditemukan adalah [[boromisin]], diisolasi dari ''[[streptomyces]]''. | Ada beberapa [[antibiotik]] alami yang mengandung boron yang telah diketahui.<ref>[https://www.jstage.jst.go.jp/article/antibiotics1968/48/1/48_1_26/_pdf The tartrolons, new boron-containing antibiotics from a myxobacterium, ''Sorangium cellulosum'']. ''The Journal of Antibiotics''. 1995. Vol. 48 (1). hlm. 26–30. doi:10.7164/antibiotics.48.26.</ref> Yang pertama ditemukan adalah [[boromisin]], diisolasi dari ''[[streptomyces]]''.<ref>R. Hütter. ''Stoffwechselprodukte von Mikroorganismen. 57. Mitteilung. Boromycin''. ''Helvetica Chimica Acta''. 1967. Vol. 50 (6). hlm. 1533–1539. doi:10.1002/hlca.19670500612.</ref><ref>J. D. Dunitz. ''Structure of boromycin''. ''Helvetica Chimica Acta''. 1971. Vol. 54 (6). hlm. 1709–1713. doi:10.1002/hlca.19710540624.</ref> | ||
[[Distrofi endotel herediter bawaan|Distrofi endotel kongenital tipe 2]], bentuk langka dari [[distrofi kornea]], memiliki kaitan dengan mutasi pada gen [[SLC4A11]] yang mengodekan pengangkut yang dilaporkan mengatur konsentrasi boron intraseluler. | [[Distrofi endotel herediter bawaan|Distrofi endotel kongenital tipe 2]], bentuk langka dari [[distrofi kornea]], memiliki kaitan dengan mutasi pada gen [[SLC4A11]] yang mengodekan pengangkut yang dilaporkan mengatur konsentrasi boron intraseluler.<ref>Vithana, En. ''Mutations in sodium-borate cotransporter SLC4A11 cause recessive congenital hereditary endothelial dystrophy (CHED2)''. ''Nature Genetics''. July 2006. Vol. 38 (7). hlm. 755–7. doi:10.1038/ng1824.</ref> | ||
===Kuantifikasi analitis=== | ===Kuantifikasi analitis=== | ||
Untuk penentuan kandungan boron dalam makanan atau bahan, ''metode kurkumin'' [[kolorimetri]]s digunakan. Boron diubah menjadi asam borat atau [[borat]] dan pada reaksi dengan [[kurkumin]] dalam larutan asam, kompleks [[Pengelatan|kelat]] boron berwarna merah, [[rososianin]], terbentuk. | Untuk penentuan kandungan boron dalam makanan atau bahan, ''metode kurkumin'' [[kolorimetri]]s digunakan. Boron diubah menjadi asam borat atau [[borat]] dan pada reaksi dengan [[kurkumin]] dalam larutan asam, kompleks [[Pengelatan|kelat]] boron berwarna merah, [[rososianin]], terbentuk.<ref>L. Silverman. ''Corrections-Colorimetric Microdetermination of Boron by the Curcumin-Acetone Solution Method''. ''Anal. Chem''. 1953. Vol. 25 (11). hlm. 1639. doi:10.1021/ac60083a061.</ref> | ||
===Masalah kesehatan dan toksisitas=== | ===Masalah kesehatan dan toksisitas=== | ||
Boron elemental, [[boron trioksida|boron oksida]], [[asam borat]], borat, dan banyak [[Kimia organoboron|senyawa organoboron]] relatif tidak beracun bagi manusia dan hewan (dengan toksisitas yang mirip dengan garam dapur). [[median dosis letal|LD<sub>50</sub>]] (dosis di mana ada 50% kematian) untuk hewan adalah sekitar 6 g per kg berat badan. Zat dengan LD<sub>50</sub> di atas 2 g/kg dianggap tidak beracun. Asupan 4 g/hari asam borat dilaporkan tidak memiliki insiden, tetapi lebih dari ini dianggap beracun di lebih dari beberapa dosis. Asupan lebih dari 0,5 grams per hari selama 50 hari menyebabkan masalah pencernaan ringan dan masalah lain yang menunjukkan toksisitas.<ref>Forrest H. Nielsen. [https://naldc-legacy.nal.usda.gov/naldc/download.xhtml?id=45215&content=PDF Boron in human and animal nutrition]. ''Plant and Soil''. 1997. Vol. 193 (2). hlm. 199–208. doi:10.1023/A:1004276311956.</ref> Suplementasi boron dalam makanan dapat membantu pertumbuhan tulang, penyembuhan luka, dan aktivitas antioksidan,<ref>L Pizzorno. ''Nothing boring about boron''. ''Integrative Medicine''. Aug 2015. Vol. 14 (4). hlm. 35–48.</ref> dan jumlah boron yang tidak mencukupi dalam makanan dapat menyebabkan [[Defesiensi boron (kedokteran)|defesiensi boron]]. | |||
Boron elemental, [[boron trioksida|boron oksida]], [[asam borat]], borat, dan banyak [[Kimia organoboron|senyawa organoboron]] relatif tidak beracun bagi manusia dan hewan (dengan toksisitas yang mirip dengan garam dapur). [[median dosis letal|LD<sub>50</sub>]] (dosis di mana ada 50% kematian) untuk hewan adalah sekitar 6 g per kg berat badan. Zat dengan LD<sub>50</sub> di atas 2 g/kg dianggap tidak beracun. Asupan 4 g/hari asam borat dilaporkan tidak memiliki insiden, tetapi lebih dari ini dianggap beracun di lebih dari beberapa dosis. Asupan lebih dari 0,5 grams per hari selama 50 hari menyebabkan masalah pencernaan ringan dan masalah lain yang menunjukkan toksisitas. Suplementasi boron dalam makanan dapat membantu pertumbuhan tulang, penyembuhan luka, dan aktivitas antioksidan, dan jumlah boron yang tidak mencukupi dalam makanan dapat menyebabkan [[Defesiensi boron (kedokteran)|defesiensi boron]]. | |||
Dosis medis tunggal 20 g of [[asam borat]] untuk [[Terapi penangkapan neutron untuk kanker|terapi penangkapan neutron]] telah digunakan tanpa toksisitas yang tidak semestinya. | Dosis medis tunggal 20 g of [[asam borat]] untuk [[Terapi penangkapan neutron untuk kanker|terapi penangkapan neutron]] telah digunakan tanpa toksisitas yang tidak semestinya. | ||
Asam borat lebih beracun bagi serangga daripada mamalia, dan secara rutin digunakan sebagai insektisida. | Asam borat lebih beracun bagi serangga daripada mamalia, dan secara rutin digunakan sebagai insektisida.<ref>J. H. Klotz. [https://archive.org/details/sim_journal-of-economic-entomology_1994-12_87_6/page/1534 Oral toxicity of boric acid and other boron compounds to immature cat fleas (Siphonaptera: Pulicidae)]. ''J. Econ. Entomol''. 1994. Vol. 87 (6). hlm. 1534–1536. doi:10.1093/jee/87.6.1534.</ref> | ||
[ | |||
[[Borana]] (senyawa boron hidrogen) dan senyawa gas serupa cukup beracun. Seperti biasa, boron bukanlah unsur yang secara intrinsik beracun, tetapi toksisitas senyawa ini bergantung pada strukturnya (untuk contoh lain dari fenomena ini, lihat [[fosfina]]).<ref>Garrett, Donald E. ''Borates: handbook of deposits, processing, properties, and use''. Academic Press. 1998. hlm. 102; 385–386. ISBN 978-0-12-276060-0.</ref><ref>Calvert, J. B. [http://mysite.du.edu/~jcalvert/phys/boron.htm Boron]. Universitas Denver.</ref> Borana juga sangat mudah terbakar dan memerlukan penanganan khusus saat menanganinya, beberapa kombinasi borana dan senyawa lain sangat mudah meledak. Natrium borohidrida dapat menimbulkan bahaya kebakaran karena sifat pereduksinya dan pelepasan hidrogen saat kontak dengan asam. Boron halida bersifat korosif.<ref>[http://www.inchem.org/documents/ehc/ehc/ehc204.htm Environmental Health Criteria 204: Boron]. the IPCS. 1998.</ref> | |||
Boron diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, tetapi kelebihan boron bersifat racun bagi tanaman, dan terjadi terutama di tanah asam. Ia muncul sebagai warna kuning yang muncul dari ujung daun ke dalam daun tertua dan bintik-bintik hitam pada daun barli, tetapi dapat disalahartikan dengan tekanan lain seperti kekurangan magnesium pada tanaman lain. | Boron diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, tetapi kelebihan boron bersifat racun bagi tanaman, dan terjadi terutama di tanah asam.<ref>Mongi Zekri. [https://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/SS/SS61900.pdf Boron (B) and Chlorine (Cl) for Citrus Trees]. ''IFAS Extension''. Universitas Florida.</ref><ref>K. I. Peverill. [https://books.google.com/books?id=pWR1vUWbEhEC&pg=PA309 Soil Analysis: An Interpretation Manual]. Csiro Publishing. 1999. hlm. 309–311. ISBN 978-0-643-06376-1.</ref> Ia muncul sebagai warna kuning yang muncul dari ujung daun ke dalam daun tertua dan bintik-bintik hitam pada daun barli, tetapi dapat disalahartikan dengan tekanan lain seperti kekurangan magnesium pada tanaman lain.<ref>M. P. Reynolds. [https://books.google.com/books?id=PJ1a3yfTgg4C&pg=PA225 Application of Physiology in Wheat Breeding]. CIMMYT. 2001. hlm. 225. ISBN 978-970-648-077-4.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Alotrop boron]] | * [[Alotrop boron]] | ||
* [[Asam boronat]] | * [[Asam boronat]] | ||
| Baris 238: | Baris 284: | ||
* [[Reaksi Suzuki]] | * [[Reaksi Suzuki]] | ||
* [[Terapi penangkapan neutron untuk kanker#Terapi penangkapan neutron boron|Terapi penangkapan neutron boron]] | * [[Terapi penangkapan neutron untuk kanker#Terapi penangkapan neutron boron|Terapi penangkapan neutron boron]] | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
| Baris 246: | Baris 289: | ||
* J. B. Calvert: [http://mysite.du.edu:80/~jcalvert/phys/boron.htm Boron], 2004, situs web pribadi ([https://web.archive.org/web/20030202000419/http://www.du.edu/~jcalvert/phys/boron.htm versi yang diarsipkan]) | * J. B. Calvert: [http://mysite.du.edu:80/~jcalvert/phys/boron.htm Boron], 2004, situs web pribadi ([https://web.archive.org/web/20030202000419/http://www.du.edu/~jcalvert/phys/boron.htm versi yang diarsipkan]) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Boron&oldid=29449112 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29449112 (2026-07-12T14:43:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.32
Dalam bentuk kristalnya, boron merupakan metaloid yang rapuh, gelap, dan berkilau; dalam bentuk amorfnya, boron berbentuk bubuk kecoklatan. Sebagai unsur yang paling ringan dalam golongan boron, ia memiliki tiga elektron valensi untuk membentuk ikatan kovalen, menghasilkan banyak senyawa seperti asam borat, mineral natrium borat, serta kristal ultra keras boron karbida dan boron nitrida.
Boron disintesis seluruhnya oleh spalasi sinar kosmik dan supernova, dan bukan oleh nukleosintesis bintang, sehingga ia merupakan unsur dengan kelimpahan yang rendah di Tata Surya dan di kerak Bumi.[1] Ia mencakup sekitar 0,001 persen dari total berat kerak Bumi.[2] Ia terkonsentrasi di Bumi oleh kelarutan air dari senyawa alaminya yang lebih umum, mineral borat. Mineral ini ditambang secara industri sebagai evaporit, seperti boraks dan kernit. Deposito terbesar yang diketahui ada di Turki, penghasil mineral boron terbesar.
Boron elemental merupakan sebuah metaloid yang ditemukan dalam jumlah kecil pada meteoroid tetapi boron yang tidak digabungkan secara kimia tidak ditemukan secara alami di Bumi. Secara industri, unsur yang sangat murni diproduksi dengan kesulitan karena kontaminasi oleh karbon atau unsur lain yang menolak penghilangan.[3] Terdapat beberapa alotrop boron: boron amorf adalah bubuk kecoklatan; kristal boron berwarna keperakan sampai hitam, sangat keras (sekitar 9,5 pada skala Mohs), dan konduktor listrik yang buruk pada suhu kamar. Penggunaan utama dari boron adalah sebagai filamen boron dengan aplikasi yang mirip dengan serat karbon dalam beberapa bahan berkekuatan tinggi.
Boron digunakan terutama dalam senyawa kimia. Sekitar setengah dari semua produksi yang dikonsumsi secara global adalah aditif dalam serat kaca untuk bahan insulasi dan struktural. Penggunaan utama berikutnya adalah pada polimer dan keramik dalam bahan struktural berkekuatan tinggi, ringan, dan tahan panas. Kaca borosilikat lebih disukai karena kekuatannya yang lebih besar dan ketahanannya terhadap guncangan termal daripada kaca soda kapur biasa. Sebagai natrium perborat, ia digunakan sebagai pemutih. Sejumlah kecil boron digunakan sebagai dopan dalam semikonduktor, dan zat intermediat reagen dalam sintesis bahan kimia halus organik. Beberapa obat-obatan organik yang mengandung boron telah digunakan atau sedang dipelajari. Boron alami terdiri dari dua isotop stabil, salah satunya (boron-10) memiliki sejumlah kegunaan sebagai agen penangkap neutron.
Persimpangan boron dengan biologi sangatlah kecil. Konsensus mengenai hal ini sebagai hal yang penting bagi kehidupan mamalia masih kurang. Borat memiliki toksisitas yang rendah pada mamalia (mirip dengan garam dapur) tetapi lebih beracun bagi artropoda dan kadang-kadang digunakan sebagai insektisida. Antibiotik organik yang mengandung boron telah diketahui. Meskipun hanya jumlah renik yang diperlukan, ia merupakan nutrisi tanaman yang penting.
Sejarah
Kata boron diciptakan dari boraks, mineral dari mana ia diisolasi, oleh analogi dengan karbon, yang secara kimiawi mirip dengan boron.
Boraks dalam bentuk mineralnya (kemudian dikenal sebagai tincal) pertama kali digunakan sebagai glasir, dimulai di Tiongkok sekitar tahun 300 M. Beberapa boraks mentah bergerak ke barat, dan tampaknya disebutkan oleh alkemis Jabir bin Hayyan sekitar tahun 700 M. Marco Polo membawa beberapa glasir kembali ke Italia pada abad ke-13. Sekitar tahun 1600 M, Georgius Agricola, melaporkan penggunaan boraks sebagai fluks dalam metalurgi. Pada tahun 1777, asam borat dikenal di mata air panas (soffioni) dekat Firenze, Italia, yang kemudian dikenal sebagai sal sedativum, dengan manfaat medis yang nyata. Mineral tersebut diberi nama sasolit, dari Sasso Pisano di Italia. Sasso adalah sumber utama boraks Eropa dari tahun 1827 hingga 1872, ketika sumber-sumber Amerika menggantikannya.[4][5] Senyawa boron relatif jarang digunakan sampai akhir 1800-an ketika Perusahaan Boraks Pantai Pasifik milik Francis Marion Smith pertama kali memopulerkan dan memproduksinya dalam volume dengan biaya rendah.[6]
Boron tidak diakui sebagai unsur sampai diisolasi oleh Sir Humphry Davy[7] dan oleh Joseph Louis Gay-Lussac serta Louis Jacques Thénard.[8] Pada tahun 1808, Davy mengamati bahwa arus listrik yang dikirim melalui larutan borat menghasilkan endapan coklat pada salah satu elektrode. Dalam eksperimen berikutnya, ia menggunakan kalium untuk mereduksi asam borat alih-alih menggunakan elektrolisis. Dia menghasilkan cukup boron untuk mengonfirmasi sebuah unsur baru dan menamakannya boracium.[9] Gay-Lussac dan Thénard menggunakan besi untuk mereduksi asam borat pada suhu tinggi. Dengan mengoksidasi boron dengan udara, mereka menunjukkan bahwa asam borat adalah produk oksidasinya.[10][11] Jöns Jacob Berzelius mengidentifikasinya sebagai sebuah unsur pada tahun 1824.[12] Boron murni bisa dibilang pertama kali diproduksi oleh ahli kimia Amerika Ezekiel Weintraub pada tahun 1909.[13][14][15]
Persiapan boron elemental di laboratorium
Rute paling awal ke boron elemental melibatkan reduksi oksida borat dengan beberapa logam seperti magnesium atau aluminium. Namun, produk yang diproduksi hampir selalu terkontaminasi dengan borida dari logam-logam tersebut. Boron murni dapat dibuat dengan mereduksi boron halida yang mudah menguap dengan hidrogen pada suhu tinggi. Boron ultra murni untuk penggunaan dalam industri semikonduktor diproduksi oleh dekomposisi diborana pada suhu tinggi dan kemudian dimurnikan lebih lanjut dengan peleburan zona atau proses Czochralski.[16]
Produksi senyawa boron tidak melibatkan pembentukan boron elemental, tetapi memanfaatkan ketersediaan borat yang telah ada.
Karakteristik
Alotrop
Boron mirip dengan karbon karena kemampuannya untuk membentuk jaringan molekul ikatan kovalen yang stabil. Bahkan boron yang tidak teratur (amorf) mengandung boron ikosahedra biasa yang terikat secara acak satu sama lain tanpa urutan jarak jauh.[17][18] Boron kristal merupakan bahan hitam yang sangat keras dengan titik lebur di atas 2000 °C. Ia membentuk empat alotrop utama: α-rombohedron dan β-rombohedron (α-R dan β-R), γ-ortorombik (γ), dan β-tetragon (β-T). Keempat fase tersebut stabil pada kondisi sekitar, dan β-rombohedron menjadi yang paling umum dan stabil. Fase α-tetragon juga eksis (α-T), tetapi sangat sulit untuk diproduksi tanpa kontaminasi yang signifikan. Sebagian besar fase tersebut didasarkan pada ikosahedra B12, tetapi fase γ dapat digambarkan sebagai susunan tipe garam batu dari pasangan atom ikosahedra dan B2.[19] Ia dapat diproduksi dengan mengompresi fase boron lainnya hingga 12–20 GPa dan memanaskannya hingga suhu 1500–1800 °C; ia tetap stabil setelah melepaskan suhu dan tekanan. Fase β-T diproduksi pada tekanan yang sama, tetapi pada suhu yang lebih tinggi, yaitu 1800–2200 °C. Fase α-T dan β-T mungkin koeksis berdampingan pada kondisi sekitar, dengan fase β-T menjadi yang lebih stabil.[20][21][22] Mengompresi boron di atas 160 GPa akan menghasilkan fase boron dengan struktur yang belum diketahui, dan fase ini merupakan sebuah superkonductor pada suhu di bawah 6–12 K.[23] Borosferena (molekul B40 yang berbentuk seperti fulerena) dan borofena (struktur yang berbentuk seperti grafena yang diusulkan) telah dijelaskan pada tahun 2014.
| Fase boron | α-R | β-R | γ | β-T |
|---|---|---|---|---|
| Simetri | Rombohedron | Rombohedron | Ortorombik | Tetragon |
| Sel atom/satuan[24] | 12 | ~105 | 28 | |
| Massa jenis (g/cm3)[25][26][27][28] | 2,46 | 2,35 | 2,52 | 2,36 |
| Kekerasan Vickers (GPa)[29][30] | 42 | 45 | 50–58 | |
| Modulus kompresi (GPa)[31][32] | 185 | 224 | 227 | |
| Sela pita (eV)[33][34] | 2 | 1,6 | 2,1 |
Sifat kimia
Boron elemental jarang dan kurang dipelajari karena bahan murninya sangat sulit untuk disiapkan. Sebagian besar studi mengenai "boron" melibatkan sampel yang mengandung sejumlah kecil karbon. Perilaku kimia boron lebih menyerupai silikon daripada aluminium. Boron kristal secara kimiawi lengai dan tahan terhadap serangan dari asam fluorida atau klorida yang mendidih. Ketika dibagi halus, ia diserang secara perlahan oleh hidrogen peroksida pekat panas, asam nitrat pekat panas, asam sulfat panas, atau campuran panas asam sulfat dan kromat.[35]
Laju oksidasi boron tergantung pada kristalinitas, ukuran partikel, kemurnian dan suhu. Boron tidak bereaksi dengan udara pada suhu kamar, tetapi pada suhu yang lebih tinggi ia akan terbakar dan membentuk boron trioksida:[36]
- 4 B + 3 O2 → 2 B2O3
Boron mengalami halogenasi untuk menghasilkan trihalida; misalnya,
- 2 B + 3 Br2 → 2 BBr3
Triklorida dalam praktik biasanya terbuat dari oksida.[37]
Struktur atom
Boron merupakan unsur paling ringan yang memiliki elektron dalam orbital-p dalam keadaan dasarnya. Namun, tidak seperti kebanyakan unsur-p lainnya, ia jarang mematuhi kaidah oktet dan biasanya hanya menempatkan enam elektron[38] (dalam tiga orbital molekul) pada kulit valensinya. Boron merupakan prototipe untuk golongan boron (golongan IUPAC 13), meskipun anggota lain dari golongan ini merupakan logam dan unsur-p yang lebih khas (hanya aluminium yang sampai batas tertentu berbagi keengganan boron terhadap kaidah oktet).
Senyawa kimia
Dalam senyawa yang paling dikenal, boron memiliki bilangan oksidasi formal III. Mereka termasuk oksida, sulfida, nitrida, dan halida.[39]
Trihalida mengadopsi struktur trigonal planar. Senyawa ini merupakan asam Lewis yang siap membentuk aduk dengan donor pasangan elektron, yang disebut basa Lewis. Misalnya, fluorida (F−) dan boron trifluorida (BF3) digabungkan untuk menghasilkan anion tetrafluoroborat, BF4−. Boron trifluorida digunakan dalam industri petrokimia sebagai katalis. Halida ini bereaksi dengan air dan membentuk asam borat.[40]
Ia ditemukan di alam di Bumi hampir seluruhnya sebagai berbagai oksida B(III), sering dikaitkan dengan unsur-unsur lain. Lebih dari seratus mineral borat mengandung boron dalam bilangan oksidasi +3. Mineral ini menyerupai silikat dalam beberapa hal, meskipun sering ditemukan tidak hanya dalam koordinasi tetrahedral dengan oksigen, tetapi juga dalam konfigurasi trigonal planar. Tidak seperti silikat, mineral boron tidak pernah mengandungnya dengan bilangan koordinasi lebih besar dari empat. Motif khas telah dicontohkan oleh anion tetraborat dari mineral umum boraks, yang ditunjukkan di sebelah kiri. Muatan negatif formal dari pusat borat tetrahedral diseimbangkan oleh kation logam dalam mineral, seperti natrium (Na+) dalam boraks.[41] Golongan turmalin borat-silikat juga merupakan golongan mineral pembawa boron yang sangat penting, dan sejumlah borosilikat juga diketahui eksis secara alami.[42]
Borana merupakan senyawa kimia boron dan hidrogen, dengan rumus umum BxHy. Senyawa-senyawa ini tidak terjadi di alam. Banyak borana mudah teroksidasi saat berkontak dengan udara, beberapa dengan keras. BH3 yang merupakan anggota induk disebut borana, tetapi ia hanya diketahui dalam bentuk gas, dan dimerisasi untuk membentuk diborana, B2H6. Borana yang lebih besar semuanya terdiri dari gugus boron yang polihedral, beberapa di antaranya eksis sebagai isomer. Misalnya, isomer B20H26 didasarkan pada fusi dua gugus 10 atom.
Borana yang paling penting adalah diborana B2H6 dan dua produk pirolisisnya, pentaborana B5H9 dan dekaborana B10H14. Sejumlah besar boron hidrida anionik telah diketahui, misalnya [B12H12]2−.
Bilangan oksidasi formal dalam boran adalah positif, dan didasarkan pada asumsi bahwa hidrogen dihitung sebagai −1 seperti pada hidrida logam aktif. Bilangan oksidasi rata-rata untuk boron kemudian hanyalah rasio hidrogen terhadap boron dalam molekul. Sebagai contoh, dalam diborana B2H6, bilangan oksidasi boron adalah +3, tetapi dalam dekaborana B10H14, biloksnya 7/5 atau +1,4. Dalam senyawa ini bilangan oksidasi boron sering kali bukan bilangan bulat.
Boron nitrida terkenal karena berbagai struktur yang mereka adopsi. Mereka menunjukkan struktur analog dengan berbagai alotrop karbon, termasuk grafit, intan, dan tabung nano. Dalam struktur seperti intan, yang disebut boron nitrida kubik (nama dagang Borazon), atom boron ada dalam struktur tetrahedral atom karbon dalam intan, tetapi satu dari setiap empat ikatan B-N dapat dilihat sebagai ikatan kovalen koordinasi, di mana dua elektron disumbangkan oleh atom nitrogen yang bertindak sebagai basa Lewis pada ikatan ke pusat asam Lewis boron(III). Boron nitrida kubik, di antara aplikasi lain, digunakan sebagai abrasif, karena memiliki kekerasan yang sebanding dengan intan (kedua zat tersebut mampu menghasilkan goresan satu sama lain). Dalam senyawa BN analog grafit, boron nitrida heksagonal (h-BN), atom boron bermuatan positif dan nitrogen bermuatan negatif di setiap bidang terletak berdekatan dengan atom bermuatan berlawanan di bidang berikutnya. Akibatnya, grafit dan h-BN memiliki sifat yang sangat berbeda, meskipun keduanya adalah pelumas, karena bidang-bidang ini mudah tergelincir satu sama lain. Namun, h-BN merupakan konduktor listrik dan termal yang relatif buruk dalam arah planar.[43][44]
Kimia organoboron
Sejumlah besar senyawa organoboron telah diketahui dan banyak dari mereka yang berguna dalam sintesis organik. Banyak dari mereka yang dihasilkan dari hidroborasi, yang menggunakan diborana, B2H6, sebuah bahan kimia simple borana sederhana. Organoboron(III) biasanya berbentuk tetrahedral atau trigonal planar, misalnya, tetrafenilborat, [B(C6H5)4]− vs. trifenilborana, B(C6H5)3. Namun, beberapa atom boron yang bereaksi satu sama lain memiliki kecenderungan untuk membentuk struktur dodekahedral (12-sisi) dan ikosahedral (20-sisi) baru yang tersusun sepenuhnya dari atom boron, atau dengan jumlah heteroatom karbon yang bervariasi.
Kimia organoboron telah digunakan dalam penggunaan yang beragam, seperti boron karbida (lihat di bawah), sebuah keramik kompleks yang sangat keras yang terdiri dari anion dan kation gugus boron-karbon, hingga karborana, senyawa kimia gugus karbon-boron yang dapat dihalogenasi untuk membentuk struktur reaktif termasuk asam karborana, sebuah superasam. Sebagai salah satu contoh, karborana membentuk bagian molekul yang berguna yang menambahkan sejumlah besar boron ke biokimia lain untuk menyintesis senyawa yang mengandung boron compounds untuk digunakan dalam terapi penangkapan neutron boron untuk pengobatan kanker.
Senyawa B(I) dan B(II)
Seperti yang diantisipasi oleh gugus hidridanya, boron membentuk berbagai senyawa stabil dengan bilangan oksidasi formal kurang dari tiga. B2F4 dan B4Cl4 telah dikarakterisasi dengan baik.[45]
Senyawa boron logam biner, borida logam, mengandung boron dalam bilangan oksidasi negatif. Ilustrasi adalah magnesium diborida (MgB2). Setiap atom boron memiliki muatan formal −1 dan magnesium diberi muatan formal +2. Dalam bahan ini, pusat boron adalah trigonal planar dengan ikatan rangkap tambahan untuk setiap boron, membentuk lembaran yang mirip dengan karbon dalam grafit. Namun, tidak seperti boron nitrida heksagonal, yang kekurangan elektron pada bidang atom kovalen, elektron terdelokalisasi dalam magnesium diborida memungkinkannya menghantarkan listrik yang mirip dengan grafit isoelektronik. Pada tahun 2001, bahan ini ditemukan sebagai superkonduktor suhu tinggi.[46][47] Ia merupakan sebuah superkonduktor dalam pengembangan aktif. Sebuah proyek di CERN untuk membuat kabel MgB2 telah menghasilkan kabel uji superkonduktor yang mampu membawa 20.000 ampere untuk aplikasi distribusi arus yang sangat tinggi, seperti versi luminositas tinggi yang dimaksudkan dari Penumbuk Hadron Raksasa.[48]
Borida logam tertentu lainnya memiliki aplikasi khusus sebagai bahan keras untuk alat pemotong.[49] Sering kali boron dalam borida memiliki bilangan oksidasi pecahan, seperti −1/3 dalam kalsium heksaborida (CaB6).
Dari perspektif struktural, senyawa kimia boron yang paling khas adalah hidrida. Yang termasuk ke dalam deret ini adalah senyawa gugus dodekaborat (), dekaborana (B10H14), dan karborana seperti C2B10H12. Secara karakteristik, senyawa tersebut mengandung boron dengan bilangan koordinasi lebih besar dari empat.[50]
Isotop
Boron memiliki dua isotop alami dan stabil, 11B (80,1%) dan 10B (19,9%). Hasil perbedaan massa dalam berbagai nilai δ11B, yang didefinisikan sebagai perbedaan fraksional antara 11B dan 10B dan secara tradisional dinyatakan dalam bagian per ribu, di perairan alami mulai dari −16 hingga +59. Ada 13 isotop boron yang diketahui; isotop yang berumur paling pendek adalah 7B yang meluruh melalui emisi proton dan peluruhan alfa dengan waktu paruh 3,5 detik. Fraksinasi isotop boron dikendalikan oleh reaksi pertukaran spesies boron B(OH)3 dan [B(OH)4]−. Isotop boron juga difraksinasi selama kristalisasi mineral, selama perubahan fase H2O dalam sistem hidrotermal, dan selama perubahan hidrotermal batuan. Efek perubahan hidrotermal menghasilkan penghapusan preferensial ion [10B(OH)4]− menjadi tanah liat. Efek ini menghasilkan larutan yang diperkaya dengan 11B(OH)3 dan oleh karena itu mungkin bertanggung jawab atas pengayaan 11B yang besar dalam air laut dibandingkan dengan kerak samudra kerak benua; perbedaan ini dapat bertindak sebagai jejak isotopik.[51]
17B yang eksotis menunjukkan inti halo, yaitu jari-jarinya jauh lebih besar daripada yang diprediksi oleh model tetesan cairan.[52]
Isotop 10B berguna untuk menangkap neutron termal. Industri nuklir memperkaya boron alam hingga mendekati 10B. Produk sampingan yang kurang berharga, boron terdeplesi, hampir semuanya merupakan 11B murni.
Pengayaan isotop komersial
Karena penampang neutronnya yang tinggi, boron-10 sering digunakan untuk mengontrol fisi dalam reaktor nuklir sebagai zat penangkap neutron.[53] Beberapa proses pengayaan skala industri telah dikembangkan; tetapi, hanya distilasi vakum terfraksionasi dari aduk dimetil eter boron trifluorida (DME-BF3) dan kromatografi kolom borat yang digunakan.[54][55]
Boron yang diperkaya (boron-10)
Boron yang diperkaya atau 10B digunakan dalam perlindungan radiasi dan merupakan nuklida utama yang digunakan dalam terapi penangkapan neutron kanker (boron neutron capture therapy, BNCT). Dalam BNCT, senyawa yang mengandung 10B dimasukkan ke dalam obat yang secara selektif diambil oleh tumor ganas dan jaringan di dekatnya. Pasien kemudian dirawat dengan sinar neutron berenergi rendah pada dosis radiasi neutron yang relatif rendah. Neutron tersebut memicu partikel alfa sekunder energik dan jarak pendek dan radiasi ion berat litium-7 yang merupakan produk dari reaksi nuklir boron + neutron, dan radiasi ion ini juga membombardir tumor, terutama dari dalam sel tumor.[56][57][58][59]
Di dalam reaktor nuklir, 10B digunakan untuk kontrol reaktivitas dan dalam sistem shutdown darurat. Ia dapat berfungsi baik dalam bentuk batang kendali borosilikat atau sebagai asam borat. Dalam reaktor air bertekanan, asam borat 10B ditambahkan ke dalam pendingin reaktor saat pembangkit dimatikan untuk pengisian bahan bakar. Ia kemudian disaring secara perlahan-lahan selama berbulan-bulan karena bahan fisil akan habis dan bahan bakar menjadi kurang reaktif.[60]
Di wahana antariksa antarplanet masa depan, 10B memiliki peran teoretis sebagai bahan struktural (sebagai serat boron atau bahan tabung nano BN) yang juga akan melayani peran khusus dalam perlindungan radiasi. Salah satu kesulitan dalam menangani sinar kosmik, yang sebagian besar merupakan proton berenergi tinggi, adalah bahwa beberapa radiasi sekunder dari interaksi sinar kosmik dan bahan wahana antariksa merupakan neutron spalasi berenergi neutrons. tinggi. Neutron semacam ini dapat dimoderasi oleh bahan dengan unsur ringan yang tinggi, seperti polietilena, tetapi neutron yang dimoderasi terus menjadi bahaya radiasi kecuali jika diserap secara aktif dalam pelindung. Di antara unsur-unsur ringan yang menyerap neutron termal, 6Li dan 10B hadir sebagai bahan struktural wahana antariksa potensial yang berfungsi baik untuk penguatan mekanis dan perlindungan radiasi.[61]
Boron terdeplesi (boron-11)
Semikonduktor yang diperkeras radiasi
Radiasi kosmik akan menghasilkan neutron sekunder jika ia mengenai struktur wahana antariksa. Neutron tersebut akan ditangkap di 10B, jika ia ada di semikonduktor wahana antariksa, menghasilkan sebuah sinar gama, sebuah partikel alfa, dan sebuah ion litium. Produk peluruhan yang dihasilkan tersebut kemudian dapat mengiradiasi struktur "cip" semikonduktor di dekatnya, menyebabkan hilangnya data (bit flipping, atau gangguan peristiwa tunggal). Dalam desain semikonduktor yang diperkeras radiasi, satu tindakan pencegahan adalah dengan menggunakan boron terdeplesi, yang sangat diperkaya dengan 11B dan hampir tidak mengandung 10B. Boron terdeplesi sangatlah berguna sebab 11B sebagian besar kebal terhadap kerusakan radiasi. Boron terdeplesi adalah produk sampingan dari industri nuklir (lihat di atas).[62]
Fusi proton-boron
11B juga merupakan kandidat sebagai bahan bakar untuk fusi anetronik. Ketika dihantam oleh proton dengan energi sekitar 500 keV, ia menghasilkan tiga partikel alfa dan energi sebesar 8,7 MeV. Kebanyakan reaksi fusi lain yang melibatkan hidrogen dan helium menghasilkan penetrasi radiasi neutron, yang melemahkan struktur reaktor dan menginduksi radioaktivitas jangka panjang, sehingga membahayakan personel operasi. Namun, partikel alfa dari fusi 11B dapat langsung diubah menjadi tenaga listrik, dan semua radiasi berhenti segera setelah reaktor dimatikan.[63]
Spektroskopi NMR
Baik 10B maupun 11B memiliki spin inti. Spin inti 10B adalah 3 dan spin 11B adalah . Oleh karena itu, isotop-isotop ini digunakan dalam spektroskopi resonansi magnet inti (nuclear magnetic resonance, NMR); dan spektrometer yang secara khusus disesuaikan untuk mendeteksi inti boron-11 tersedia secara komersial. Inti 10B dan 11B juga menyebabkan pemisahan resonansi inti yang terikat.[64]
Keterjadian
Boron cukup langka di Alam Semesta dan Tata Surya karena jejak pembentukan selama Ledakan Dahsyat dan di bintang-bintang. Ia terbentuk dalam jumlah kecil dalam nukleosintesis spalasi sinar kosmik dan dapat ditemukan tidak tergabung dalam debu kosmik serta material meteoroid.
Dalam lingkungan oksigen yang tinggi di Bumi, boron selalu ditemukan teroksidasi penuh menjadi borat. Boron tidak muncul di Bumi dalam bentuk elemental. Jejak yang sangat kecil dari boron elemental terdeteksi di regolit Bulan.[65][66]
Meskipun boron merupakan unsur yang relatif langka di kerak Bumi, hanya mewakili 0,001% dari massa kerak, ia dapat sangat terkonsentrasi oleh aksi air, di mana banyak borat larut. Ia ditemukan tergabung secara alami dalam beberapa senyawa seperti boraks dan asam borat (kadang-kadang ditemukan di mata air vulkanik). Sekitar seratus mineral borat telah diketahui.
Pada 5 September 2017, para ilmuwan melaporkan bahwa penjelajah Curiosity mendeteksi boron, bahan yang penting untuk kehidupan di Bumi, di planet Mars. Temuan seperti ini, bersama dengan penemuan sebelumnya bahwa air mungkin telah ada di Mars kuno, lebih lanjut mendukung kemungkinan kelaikan awal Kawah Gale di Mars.[67][68]
Produksi
Sumber boron yang penting secara ekonomi adalah mineral kolemanit, rasorit (kernit), uleksit dan tinkal. Mereka semua merupakan 90% dari bijih yang mengandung boron yang ditambang. Deposit boraks global terbesar yang diketahui, banyak yang masih belum dimanfaatkan, berada di Turki Tengah dan Barat, termasuk provinsi Eskişehir, Kütahya dan Balıkesir.[69][70][71] Cadangan pertambangan mineral boron terbukti global melebihi satu miliar metrik ton, dibandingkan dengan produksi tahunan yang sekitar empat juta ton.[72]
Turki dan Amerika Serikat merupakan produsen terbesar produk boron. Turki memproduksi sekitar setengah dari permintaan tahunan global, melalui Eti Mine Works (bahasa Turki: Eti Maden İşletmeleri), sebuah perusahaan pertambangan dan kimia milik negara Turki yang berfokus pada produk boron. Perusahaan ini memegang monopoli pemerintah atas penambangan mineral borat di Turki, yang memiliki 72% dari deposit yang diketahui di dunia.[73] Pada 2012, ia memegang 47% pangsa dari produksi mineral borat global, mengungguli pesaing utamanya, Rio Tinto Group.[74]
Hampir seperempat (23%) produksi boron global berasal dari Tambang Boraks Rio Tinto (juga dikenal sebagai Tambang Boraks Boron AS) dekat Boron, California.[75][76]
Tren pasar
Biaya rata-rata kristal boron elemental adalah AS$5/g.[77] Boron elemental digunakan terutama dalam pembuatan serat boron, di mana ia disimpan oleh pengendapan uap kimia pada inti wolfram (lihat di bawah). Serat boron digunakan dalam aplikasi komposit ringan, seperti pita kekuatan tinggi. Penggunaan ini merupakan fraksi yang sangat kecil dari total penggunaan boron. Boron dimasukkan ke dalam semikonduktor sebagai senyawa boron, dengan implantasi ion.
Perkiraan konsumsi global boron (hampir seluruhnya sebagai senyawa boron) adalah sekitar 4 juta ton B2O3 pada tahun 2012. Sebagai senyawa seperti boraks dan kernit, biayanya adalah AS$377/ton pada tahun 2019.[78] Kapasitas penambangan dan pemurnian boron dianggap cukup untuk memenuhi tingkat pertumbuhan yang diperkirakan selama dekade berikutnya.
Bentuk konsumsi boron telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan bijih seperti kolemanit telah menurun menyusul kekhawatiran atas kandungan arsen. Konsumen telah beralih ke penggunaan borat halus dan asam borat yang memiliki kandungan polutan yang lebih rendah.
Meningkatnya permintaan asam borat telah mendorong sejumlah produsen untuk berinvestasi dalam kapasitas tambahan. Badan usaha milik negara Turki Eti Mine Works membuka pabrik asam borat baru dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun di Emet pada tahun 2003. Rio Tinto Group meningkatkan kapasitas pabrik boronnya dari 260.000 ton per tahun pada tahun 2003 menjadi 310.000 ton per tahun pada Mei 2005, dengan rencana untuk meningkatkannya menjadi 366.000 ton per tahun pada tahun 2006. Produsen boron Tiongkok tidak dapat memenuhi permintaan borat berkualitas tinggi yang berkembang pesat. Hal ini menyebabkan impor natrium tetraborat (boraks) tumbuh seratus kali lipat antara tahun 2000 dan 2005 dan impor asam borat meningkat 28% per tahun selama periode yang sama.[79][80]
Kenaikan permintaan global telah didorong oleh tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam produksi serat kaca, fiberglas dan gelas borosilikat. Peningkatan pesat dalam pembuatan fiberglas yang mengandung boron tingkat penguat di Asia, telah mengimbangi pengembangan fiberglas tingkat penguat tanpa boron di Eropa dan AS. Kenaikan harga energi baru-baru ini dapat menyebabkan penggunaan yang lebih besar dari fiberglas kelas insulasi, dengan pertumbuhan konsumsi boron yang konsekuen. Roskill Consulting Group memperkirakan bahwa permintaan dunia terhadap boron akan tumbuh sebesar 3,4% per tahun untuk mencapai 21 juta ton pada tahun 2010. Pertumbuhan permintaan tertinggi diperkirakan terjadi di Asia di mana permintaan dapat meningkat rata-rata 5,7% per tahun.[81][82]
Aplikasi
Hampir semua bijih boron yang diekstraksi dari Bumi ditakdirkan untuk disempurnakan menjadi asam borat dan natrium tetraborat pentahidrat. Di Amerika Serikat, 70% boron digunakan untuk produksi kaca dan keramik.[83][84] Penggunaan utama skala industri global dari senyawa boron (sekitar 46% dari penggunaan akhir) adalah dalam produksi serat kaca untuk penginsulasian yang mengandung boron dan fiberglas struktural, terutama di Asia. Boron ditambahkan pada kaca sebagai boraks pentahidrat atau boron oksida, untuk memengaruhi kekuatan atau kualitas fluks serat kaca.[85] 10% lainnya dari produksi boron global adalah untuk kaca borosilikat seperti yang digunakan dalam peralatan gelas berkekuatan tinggi. Sekitar 15% boron global digunakan dalam keramik boron, termasuk bahan super keras yang dibahas di bawah ini. Pertanian mengonsumsi 11% dari produksi boron global, dan pemutih serta detergen sekitar 6%.[86]
Serat boron elemental
Serat boron (filamen boron) adalah bahan berkekuatan tinggi dan ringan yang digunakan terutama untuk struktur kedirgantaraan canggih sebagai komponen material komposit, serta barang konsumsi dan olahraga produksi terbatas seperti tongkat golf dan pancing.[87][88] Serat ini dapat diproduksi oleh pengendapan uap kimia boron pada filamen wolfram.[89][90]
Serat boron dan pegas boron kristal berukuran submilimeter diproduksi oleh pengendapan uap kimia yang dibantu laser. Translasi dari sinar laser terfokus memungkinkan produksi struktur heliks yang kompleks. Struktur tersebut menunjukkan sifat mekanik yang baik (modulus elastisitas 450 GPa, regangan fraktur 3,7%, tegangan fraktur 17 GPa) dan dapat diterapkan sebagai penguat keramik atau dalam sistem mikromekanis.[91]
Fiberglas terboronasi
Fiberglas adalah sebuah polimer yang diperkuat serat yang terbuat dari plastik yang diperkuat oleh serat kaca, biasanya ditenun menjadi tikar. Serat kaca yang digunakan dalam bahan ini terbuat dari berbagai jenis kaca tergantung pada penggunaan fiberglas. Semua kaca ini mengandung silika atau silikat, dengan jumlah oksida kalsium, magnesium, dan terkadang boron yang bervariasi. Boron hadir sebagai borosilikat, boraks, atau boron oksida, dan ditambahkan untuk meningkatkan kekuatan kaca, atau sebagai bahan fluks untuk menurunkan titik lebur silika, yang terlalu tinggi untuk dengan mudah dikerjakan dalam bentuk murninya untuk membuat serat kaca.
Kaca-kaca terboronasi tinggi yang digunakan dalam fiberglas merupakan E-glass (dinamai untuk penggunaan "Elektrikal", tetapi sekarang penggunaan fiberglas yang paling umum adalah untuk penggunaan umum). E-glass adalah kaca alumino-borosilikat dengan kurang dari 1% b/b alkali oksida, digunakan terutama untuk plastik yang diperkuat. Kaca-kaca tinggi boron umum lainnya termasuk C-glass, sebuah kaca alkali kapur dengan kandungan boron oksida yang tinggi, digunakan untuk serat stapel kaca dan insulasi, dan D-glass, sebuah kaca borosilikat, dinamai karena konstanta dielektriknya yang rendah.[92]
Tidak semua fiberglas mengandung boron, tetapi dalam skala global, sebagian besar fiberglas yang digunakan memang mengandung boron. Karena penggunaan fiberglas di mana-mana dalam konstruksi dan insulasi, fiberglas yang mengandung boron mengonsumsi setengah dari produksi boron global, dan merupakan pasar boron komersial terbesar.
Kaca borosilikat
Kaca borosilikat, yang biasanya terdiri dari 12–15% B2O3, 80% SiO2, dan 2% Al2O3, memiliki koefisien pemuaian yang rendah, sehingga memberikan ketahanan yang baik terhadap kejutan termal. "Duran" milik Schott AG dan merek dagang Pyrex milik Owens Corning adalah dua nama merek utama untuk kaca ini, digunakan baik dalam peralatan kaca laboratorium maupun peralatan masak dan panggang konsumen, terutama untuk ketahanan mereka.[93]
Keramik boron karbida
Beberapa senyawa boron dikenal karena kekerasan dan ketangguhannya yang ekstrem. Boron karbida adalah bahan keramik yang diperoleh dengan menguraikan B2O3 dengan karbon dalam tungku listrik:
- 2 B2O3 + 7 C → B4C + 6 CO
Struktur boron karbida hanya sekitar B4C, dan ia menunjukkan penipisan karbon yang jelas dari rasio stoikiometri yang diperkirakan ini. Hal ini dikarenakan strukturnya yang sangat kompleks. Substansinya dapat dilihat dengan rumus empiris B12C3 (yaitu, dengan motif B12 dodekahedra), tetapi dengan lebih sedikit karbon, karena unit C3 yang diperkirakan diganti dengan rantai C-B-C, dan beberapa oktahedra yang lebih kecil (B6) juga ada (lihat artikel boron karbida untuk analisis struktural). Polimer berulang ditambah struktur semi-kristal boron karbida memberikan kekuatan struktural per berat yang besar. Ia digunakan dalam perisai tank, rompi antipeluru, dan banyak aplikasi struktural lainnya.
Kemampuan boron karbida untuk menyerap neutron tanpa membentuk radionuklida radionuklida berumur panjang (terutama ketika didoping dengan boron-10 ekstra) membuat bahan ini menarik untuk digunakan sebagai penyerap radiasi neutron yang timbul pada pembangkit listrik tenaga nuklir.[94] Aplikasi nuklir boron karbida termasuk pelindung, batang kendali dan pelet penutup. Di dalam batang kendali, boron karbida sering dibuat menjadi bubuk, untuk meningkatkan luas permukaannya.[95]
Senyawa kekerasan dan abrasif tinggi
| Material | Intan | BC2N kubik | BC5 kubik | BN kubik | B4C | ReB2 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kekerasan Vickers (GPa) | 115 | 76 | 71 | 62 | 38 | 22 |
| Ketangguhan fraktur (MPa m1⁄2) | 5,3 | 4,5 | 9,5 | 6,8 | 3,5 |
Boron karbida dan bubuk boron nitrida kubik banyak digunakan sebagai bahan abrasif. Boron nitrida merupakan bahan isoelektronik terhadap karbon. Mirip dengan karbon, ia memiliki bentuk heksagonal (h-BN, seperti grafit lunak) dan kubik (c-BN, keras seperti intan). h-BN digunakan sebagai komponen dan pelumas suhu tinggi. c-BN, juga dikenal dengan nama komersial borazon,[98] merupakan bahan abrasif yang unggul. Kekerasannya hanya sedikit lebih kecil, tetapi stabilitas kimianya lebih unggul, daripada intan. Heterointan (juga disebut BCN) merupakan senyawa boron mirip intan lainnya.
Metalurgi
Boron ditambahkan ke baja boron pada tingkat beberapa bagian per juta untuk meningkatkan kemampuan mengerasnya. Persentase yang lebih tinggi ditambahkan ke baja yang digunakan dalam industri nuklir karena kemampuan penyerapan neutron milik boron.
Boron juga dapat meningkatkan kekerasan permukaan baja dan paduan melalui pemboridasian. Selain itu borida logam digunakan untuk alat pelapis melalui pengendapan uap kimia atau pengendapan uap fisik. Implantasi ion boron ke dalam logam dan paduan, melalui implantasi ion atau pengendapan berkas ion, akan menghasilkan peningkatan ketahanan permukaan dan kekerasan mikro yang spektakuler. Pemaduan laser juga telah berhasil digunakan untuk tujuan yang sama. Borida-borida ini merupakan alternatif untuk alat berlapis inti, dan permukaan mereka memiliki sifat yang mirip dengan borida curah.[99]
Misalnya, renium diborida dapat diproduksi pada tekanan sekitar, tetapi agak mahal karena adanya renium. Kekerasan ReB2 menunjukkan anisotropi yang cukup besar karena struktur berlapis heksagonalnya. Nilainya sebanding dengan wolfram karbida, silikon karbida, titanium diborida, atau zirkonium diborida.[100] Demikian pula, komposit AlMgB14 + TiB2 memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang tinggi dan digunakan baik dalam bentuk curah atau sebagai pelapis untuk komponen yang terpapar suhu tinggi dan beban aus.[101]
Formulasi detergen dan bahan pemutih
Boraks digunakan dalam berbagai produk cucian dan pembersih rumah tangga.[102] Ia ini juga hadir dalam beberapa formula pemutih gigi.[103]
Natrium perborat berfungsi sebagai sumber oksigen aktif dalam banyak detergen, detergen cucian, produk pembersih, dan pemutih cucian. Namun, terlepas dari namanya, pemutih cucian "Borateem" tidak lagi mengandung senyawa boron, tetapi menggunakan natrium perkarbonat sebagai bahan pemutih.[104]
Insektisida
Asam borat digunakan sebagai insektisida, terutama terhadap semut, kutu, dan kecoa.[105]
Semikonduktor
Boron adalah sebuah dopan yang berguna untuk semikonduktor seperti silikon, germanium, dan silikon karbida. Memiliki satu elektron valensi lebih sedikit daripada atom inang, ia menyumbangkan sebuah lubang yang menghasilkan konduktivitas tipe p. Metode pemasukan boron ke dalam semikonduktor adalah melalui difusi atom pada suhu tinggi. Proses ini menggunakan sumber boron padat (B2O3), cair (BBr3), atau gas (B2H6 atau BF3). Namun, setelah tahun 1970-an, ia sebagian besar digantikan oleh implantasi ion, yang sebagian besar bergantung pada BF3 sebagai sumber boron.[106] Gas boron triklorida juga merupakan bahan kimia yang penting dalam industri semikonduktor, tetapi bukan untuk doping, melainkan untuk etsa plasma logam dan oksida mereka.[107] Trietilborana juga disuntikkan ke dalam reaktor pengendapan uap sebagai sumber boron. Contohnya adalah pengendapan plasma dari film karbon keras yang mengandung boron, film silikon nitrida–boron nitrida, dan untuk doping film intan dengan boron.[108]
Magnet
Boron adalah salah satu komponen magnet neodimium (Nd2Fe14B), yang merupakan salah satu jenis magnet permanen terkuat. Magnet ini ditemukan pada berbagai perangkat elektromekanis dan elektronik, seperti sistem pencitraan medis pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging, MRI), dalam motor dan aktuator yang kompak dan relatif kecil. Sebagai contoh, pemutar HDD (hard disk drive, cakram keras), CD (compact disc, cakram padat), dan DVD (digital versatile disk, cakram serbaguna digital) komputer mengandalkan motor magnet neodimium untuk menghasilkan daya putar yang kuat dalam paket yang sangat ringkas. Di dalam ponsel, magnet 'Neo' memberikan medan magnet yang memungkinkan pengeras suara kecil menghasilkan daya audio yang cukup besar.[109]
Pelindung dan penyerap neutron dalam reaktor nuklir
Pelindung boron digunakan sebagai kontrol untuk reaktor nuklir, mengambil keuntungan dari penampangnya yang tinggi untuk menangkap neutron.[110]
Dalam reaktor air bertekanan, konsentrasi variabel asam boronat dalam air pendingin digunakan sebagai racun neutron untuk mengompensasi variabel reaktivitas bahan bakar. Ketika batang baru dimasukkan, konsentrasi asam boronat akan maksimal, dan berkurang selama masa pakai.[111]
Kegunaan nonmedis lainnya
- Karena nyala api hijaunya yang khas, boron amorf digunakan dalam suar piroteknik.[112]
- Perekat berbasis amilum dan kasein mengandung natrium tetraborat dekahidrat (Na2B4O7·10 H2O)
- Beberapa sistem antikorosi mengandung boraks.[113]
- Natrium borat digunakan sebagai fluks untuk menyolder perak dan emas dan dengan amonium klorida untuk mengelas logam besi.[114] Mereka juga merupakan aditif penghambat api untuk plastik dan barang karet.[115]
- Asam borat (juga dikenal sebagai asam ortoborat) H3BO3 digunakan dalam produksi fiberglas tekstil dan tampilan layar datar[116][117] dan dalam banyak perekat berbasis PVAc serta PVOH.
- Trietilborana adalah zat yang menyalakan bahan bakar JP-7 dari mesin turbojet/ramjet Pratt & Whitney J58 yang menggerakkan Lockheed SR-71 Blackbird.[118] Ia juga digunakan untuk menyalakan Mesin F-1 pada Roket Saturn V yang digunakan oleh program Apollo dan Skylab milik NASA dari tahun 1967 hingga 1973. Saat ini, SpaceX menggunakannya untuk menyalakan mesin pada roket Falcon 9 mereka.[119] Trietilborana cocok untuk hal ini karena sifat piroforiknya, terutama dengan fakta bahwa ia terbakar dengan suhu yang sangat tinggi.[120] Trietilborana adalah sebuah inisiator industri dalam reaksi radikal, di mana ia efektif bahkan pada suhu rendah.
- Borat digunakan sebagai pengawet kayu yang ramah lingkungan.[121]
Aplikasi farmasi dan biologis
Asam borat memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antivirus, dan untuk alasan ini digunakan ia sebagai penjernih air dalam pengolahan air kolam renang.[122] Larutan ringan asam borat telah digunakan sebagai antiseptik mata.
Bortezomib (dipasarkan sebagai Velcade dan Cytomib). Boron muncul sebagai unsur aktif dalam farmasi organik bortezomib, kelas obat baru yang disebut inhibitor proteasom, untuk pengobatan mieloma dan salah satu bentuk limfoma (saat ini sedang dalam uji coba eksperimental terhadap jenis limfoma lainnya). Atom boron dalam bortezomib mengikat situs katalitik proteasom 26S[123] dengan afinitas dan spesifisitas yang tinggi.
- Sejumlah obat-obatan terboronasi potensial yang menggunakan boron-10, telah disiapkan untuk digunakan dalam terapi penangkapan neutron boron (boron neutron capture therapy, BNCT).[124]
- Beberapa senyawa boron terlihat menjanjikan dalam mengobati artritis, meskipun belum ada dari mereka yang secara umum disetujui untuk tujuan tersebut.[125]
Tavaborol (dipasarkan sebagai Kerydin) adalah sebuah inhibitor sintetase aminoasil tRNA yang digunakan untuk mengobati jamur kuku. Ia memperoleh persetujuan FDA pada Juli 2014.[126]
Kimia dioksaborolana memungkinkan pelabelan fluorida radioaktif (18F) untuk antibodi atau sel darah merah, yang memungkinkan pencitraan tomografi emisi positron (positron emission tomography, PET) untuk kanker[127] dan hemoragi,[128] masing-masing. Sistem reporter Human-Derived, Genetic, Positron-emitting and Fluorescent (HD-GPF) menggunakan protein manusia, PSMA dan nonimunogenik, dan molekul kecil yang memancarkan positron (boron terikat 18F) dan fluoresensi untuk PET modalitas ganda serta pencitraan fluoresen sel yang dimodifikasi genom, misalnya kanker, CRISPR/Cas9, atau sel CAR T, di seluruh tikus.[129] Molekul kecil modalitas ganda yang menargetkan PSMA telah diuji pada manusia dan menemukan lokasi kanker prostat primer dan metastatik, serta mendeteksi sel kanker tunggal di dalam margin jaringan.[130]
Area penelitian
Magnesium diborida merupakan sebuah bahan superkonduktor yang penting dengan suhu transisi 39 K. Kabel MgB2 diproduksi dengan proses bubuk-dalam-tabung dan diterapkan dalam magnet superkonduktor.[131][132]
Boron amorf digunakan sebagai depresan titik lebur dalam paduan patri nikel-kromium.[133]
Boron nitrida heksagonal membentuk lapisan tipis atom, yang telah digunakan untuk meningkatkan mobilitas elektron dalam perangkat grafena.[134][135] Ia juga membentuk struktur nanotubular (BNNT), yang memiliki kekuatan tinggi, stabilitas kimia yang tinggi, dan konduktivitas termal yang tinggi, di antara daftar sifat yang diinginkan.[136]
Peran biologis
Boron merupakan nutrien yang penting bagi tanaman, diperlukan terutama untuk menjaga integritas dinding sel. Namun, konsentrasi tanah yang tinggi lebih besar dari 1,0 ppm akan menyebabkan nekrosis marginal dan ujung daun serta kinerja pertumbuhan keseluruhan menjadi buruk. Tingkat serendah 0,8 ppm menghasilkan gejala yang sama pada tanaman yang sangat sensitif terhadap boron di dalam tanah. Hampir semua tanaman, bahkan yang agak toleran terhadap boron tanah, akan menunjukkan setidaknya beberapa gejala keracunan boron ketika kandungan boron tanah lebih besar dari 1,8 ppm. Ketika kandungan ini melebihi 2,0 ppm, beberapa tanaman akan berkinerja baik dan beberapa mungkin tidak akan bertahan.[137][138][139]
Diperkirakan bahwa boron memainkan beberapa peran penting pada hewan, termasuk manusia, tetapi peran fisiologis yang tepat masih kurang dipahami.[140][141] Sebuah percobaan kecil pada manusia yang diterbitkan pada tahun 1987 melaporkan pada wanita pascamenopause pertama kali membuat defisiensi boron dan kemudian diisi dengan 3 mg/hari. Suplementasi boron secara nyata mengurangi ekskresi kalsium urin dan meningkatkan konsentrasi serum 17 beta-estradiol dan testosteron.[142]
Institut Kedokteran A.S. belum mengonfirmasi bahwa boron adalah nutrien yang penting bagi manusia, jadi baik Angka Kecukupan Gizi (Recommended Dietary Allowance, RDA) maupun Asupan yang Memadai belum ditetapkan. Asupan makanan orang dewasa diperkirakan 0,9 hingga 1,4 mg/hari, dengan sekitar 90% diserap. Apa yang diserap sebagian besar diekskresikan dalam urin. Tingkat Asupan Atas yang Dapat Ditoleransi untuk orang dewasa adalah 20 mg/hari.[143]
Pada tahun 2013, sebuah hipotesis menyatakan bahwa boron dan molibdenum mungkin mengkatalisasi produksi RNA di Mars dengan kehidupan yang diangkut ke Bumi melalui meteorit sekitar 3 miliar tahun yang lalu.[144]
Ada beberapa antibiotik alami yang mengandung boron yang telah diketahui.[145] Yang pertama ditemukan adalah boromisin, diisolasi dari streptomyces.[146][147]
Distrofi endotel kongenital tipe 2, bentuk langka dari distrofi kornea, memiliki kaitan dengan mutasi pada gen SLC4A11 yang mengodekan pengangkut yang dilaporkan mengatur konsentrasi boron intraseluler.[148]
Kuantifikasi analitis
Untuk penentuan kandungan boron dalam makanan atau bahan, metode kurkumin kolorimetris digunakan. Boron diubah menjadi asam borat atau borat dan pada reaksi dengan kurkumin dalam larutan asam, kompleks kelat boron berwarna merah, rososianin, terbentuk.[149]
Masalah kesehatan dan toksisitas
Boron elemental, boron oksida, asam borat, borat, dan banyak senyawa organoboron relatif tidak beracun bagi manusia dan hewan (dengan toksisitas yang mirip dengan garam dapur). LD50 (dosis di mana ada 50% kematian) untuk hewan adalah sekitar 6 g per kg berat badan. Zat dengan LD50 di atas 2 g/kg dianggap tidak beracun. Asupan 4 g/hari asam borat dilaporkan tidak memiliki insiden, tetapi lebih dari ini dianggap beracun di lebih dari beberapa dosis. Asupan lebih dari 0,5 grams per hari selama 50 hari menyebabkan masalah pencernaan ringan dan masalah lain yang menunjukkan toksisitas.[150] Suplementasi boron dalam makanan dapat membantu pertumbuhan tulang, penyembuhan luka, dan aktivitas antioksidan,[151] dan jumlah boron yang tidak mencukupi dalam makanan dapat menyebabkan defesiensi boron.
Dosis medis tunggal 20 g of asam borat untuk terapi penangkapan neutron telah digunakan tanpa toksisitas yang tidak semestinya.
Asam borat lebih beracun bagi serangga daripada mamalia, dan secara rutin digunakan sebagai insektisida.[152]
Borana (senyawa boron hidrogen) dan senyawa gas serupa cukup beracun. Seperti biasa, boron bukanlah unsur yang secara intrinsik beracun, tetapi toksisitas senyawa ini bergantung pada strukturnya (untuk contoh lain dari fenomena ini, lihat fosfina).[153][154] Borana juga sangat mudah terbakar dan memerlukan penanganan khusus saat menanganinya, beberapa kombinasi borana dan senyawa lain sangat mudah meledak. Natrium borohidrida dapat menimbulkan bahaya kebakaran karena sifat pereduksinya dan pelepasan hidrogen saat kontak dengan asam. Boron halida bersifat korosif.[155]
Boron diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, tetapi kelebihan boron bersifat racun bagi tanaman, dan terjadi terutama di tanah asam.[156][157] Ia muncul sebagai warna kuning yang muncul dari ujung daun ke dalam daun tertua dan bintik-bintik hitam pada daun barli, tetapi dapat disalahartikan dengan tekanan lain seperti kekurangan magnesium pada tanaman lain.[158]
Lihat pula
- Alotrop boron
- Asam boronat
- Boron nitrida
- Boron oksida
- Defesiensi boron
- Reaksi hidroborasi-oksidasi
- Reaksi Suzuki
- Terapi penangkapan neutron boron
Pranala luar
- Boron di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- J. B. Calvert: Boron, 2004, situs web pribadi (versi yang diarsipkan)
Referensi
- ↑ Q & A: Where does the element Boron come from?. physics.illinois.edu.
- ↑ Boron. Britannica encyclopedia.
- ↑ Dale Z. Hobbs. Methods Used in Preparing Boron. U.S. Department of the Interior, Bureau of Mines. 1964. hlm. 14.
- ↑ Garrett, Donald E. Borates: handbook of deposits, processing, properties, and use. Academic Press. 1998. hlm. 102; 385–386. ISBN 978-0-12-276060-0.
- ↑ Calvert, J. B. Boron. Universitas Denver.
- ↑ Hildebrand, G. H. (1982) "Borax Pioneer: Francis Marion Smith." San Diego: Howell-North Books. p. 267
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Mary Elvira Weeks. The Discovery of the Elements. Journal of Chemical Education. 1933. hlm. 156. ISBN 978-0-7661-3872-8.
- ↑ Berzelius menghasilkan boron dengan mereduksi garam borofluorida; secara spesifik, dengan memanaskan kalium borofluorida dengan logam kalium. Lihat: Berzelius, J. (1824) "Undersökning af flusspatssyran och dess märkvärdigaste föreningar" (Bagian 2) (Penyelidikan mengenai asam fluorida dan senyawanya yang paling penting), Kongliga Vetenskaps-Academiens Handlingar (Prosiding Royal Science Academy), vol. 12, hlm. 46–98; lihat khususnya di hlm. 88ff. Dicetak ulang dalam bahasa Jerman sebagai: Berzelius, J. J. (1824) "Untersuchungen über die Flußspathsäure und deren merkwürdigste Verbindungen" , Poggendorff's Annalen der Physik und Chemie, vol. 78, hlm. 113–150.
- ↑ Weintraub, Ezekiel. Preparation and properties of pure boron. Transactions of the American Electrochemical Society. 1910. Vol. 16. hlm. 165–184.
- ↑ A. W. Laubengayer. Boron. I. Preparation and Properties of Pure Crystalline Boron. Journal of the American Chemical Society. 1943. Vol. 65 (10). hlm. 1924–1931. doi:10.1021/ja01250a036.
- ↑ Borchert, W. Crystal Growth of Beta–Rhombohedrical Boron. Zeitschrift für Angewandte Physik. 1970. Vol. 29. hlm. 277.
- ↑ Berger, L. I. Semiconductor materials. CRC Press. 1996. hlm. 37–43. ISBN 978-0-8493-8912-2.
- ↑ Delaplane, R.G. A neutron diffraction study of amorphous boron. Journal of Non-Crystalline Solids. 1988. Vol. 104 (2–3). hlm. 249–252. doi:10.1016/0022-3093(88)90395-X.
- ↑ R.G. Delaplane. A neutron diffraction study of amorphous boron using a pulsed source. Journal of Non-Crystalline Solids. 1988. Vol. 106 (1–3). hlm. 66–69. doi:10.1016/0022-3093(88)90229-3.
- ↑ Oganov, A.R. Ionic high-pressure form of elemental boron. Nature. 2009. Vol. 457 (7231). hlm. 863–867. doi:10.1038/nature07736.
- ↑ Oganov, A.R. Ionic high-pressure form of elemental boron. Nature. 2009. Vol. 457 (7231). hlm. 863–867. doi:10.1038/nature07736.
- ↑ van Setten M.J. Thermodynamic stability of boron: The role of defects and zero point motion. J. Am. Chem. Soc. 2007. Vol. 129 (9). hlm. 2458–2465. doi:10.1021/ja0631246.
- ↑ Widom M. Symmetry-broken crystal structure of elemental boron at low temperature. Phys. Rev. B. 2008. Vol. 77 (6). hlm. 064113. doi:10.1103/PhysRevB.77.064113.
- ↑ Eremets, M. I. Superconductivity in Boron. Science. 2001. Vol. 293 (5528). hlm. 272–4. doi:10.1126/science.1062286.
- ↑ Oganov, A.R. Ionic high-pressure form of elemental boron. Nature. 2009. Vol. 457 (7231). hlm. 863–867. doi:10.1038/nature07736.
- ↑ R. H. Jr Wentorf. Boron: Another Form. Science. 1 Januari 1965. Vol. 147 (3653). hlm. 49–50. doi:10.1126/science.147.3653.49.
- ↑ Hoard, J. L. The structure analysis of β-rhombohedral boron. J. Solid State Chem. 1970. Vol. 1 (2). hlm. 268–277. doi:10.1016/0022-4596(70)90022-8.
- ↑ Will, G. Electron Deformation Density in Rhombohedral a-Boron. Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie. 2001. Vol. 627 (9). hlm. 2100. doi:10.1002/1521-3749(200109)627:9 3.0.CO;2-G.
- ↑ Talley, C. P. A new polymorph of boron. Acta Crystallogr. 1960. Vol. 13 (3). hlm. 271–272. doi:10.1107/S0365110X60000613.
- ↑ V. L. Solozhenko. On the hardness of a new boron phase, orthorhombic γ-B 28. Journal of Superhard Materials. 2008. Vol. 30 (6). hlm. 428–429. doi:10.3103/S1063457608060117.
- ↑ E. Yu. Zarechnaya. Superhard Semiconducting Optically Transparent High Pressure Phase of Boron. Phys. Rev. Lett. 2009. Vol. 102 (18). hlm. 185501. doi:10.1103/PhysRevLett.102.185501.
- ↑ E. Yu. Zarechnaya. Superhard Semiconducting Optically Transparent High Pressure Phase of Boron. Phys. Rev. Lett. 2009. Vol. 102 (18). hlm. 185501. doi:10.1103/PhysRevLett.102.185501.
- ↑ Nelmes, R. J. Neutron- and x-ray-diffraction measurements of the bulk modulus of boron. Phys. Rev. B. 1993. Vol. 47 (13). hlm. 7668–7673. doi:10.1103/PhysRevB.47.7668.
- ↑ E. Yu. Zarechnaya. Superhard Semiconducting Optically Transparent High Pressure Phase of Boron. Phys. Rev. Lett. 2009. Vol. 102 (18). hlm. 185501. doi:10.1103/PhysRevLett.102.185501.
- ↑ Landolt-Bornstein, New Series. Springer-Verlag. 1983. Vol. 17e.
- ↑ A. W. Laubengayer. Boron. I. Preparation and Properties of Pure Crystalline Boron. Journal of the American Chemical Society. 1943. Vol. 65 (10). hlm. 1924–1931. doi:10.1021/ja01250a036.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 814–864. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 814–864. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Jessie A. Key. Violations of the Octet Rule. Introductory Chemistry. 14 September 2014.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 814–864. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 814–864. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 814–864. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ Mindat.org - Mines, Minerals and More. mindat.org.
- ↑ Engler, M. Hexagonal Boron Nitride (hBN) – Applications from Metallurgy to Cosmetics. Cfi/Ber. DKG. 2007. Vol. 84. hlm. D25.
- ↑ Greim, Jochen. Boron Carbide, Boron Nitride, and Metal Borides, in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH: Weinheim. 2005. doi:10.1002/14356007.a04_295.pub2. ISBN 978-3527306732.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Jones, Morton E. The Preparation and Structure of Magnesium Boride, MgB 2. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (5). hlm. 1434–1436. doi:10.1021/ja01634a089.
- ↑ Paul C. Canfield. Magnesium Diboride: Better Late than Never. Physics Today. 2003. Vol. 56 (3). hlm. 34–40. doi:10.1063/1.1570770.
- ↑ Category "News+Articles" not found - CERN Document Server. cds.cern.ch.
- ↑ Cardarelli, François. Materials handbook: A concise desktop reference. 2008. hlm. 638–639. ISBN 978-1-84628-668-1.
- ↑ Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 814–864. ISBN 978-3-11-007511-3.
- ↑ S. Barth. Boron isotopic analysis of natural fresh and saline waters by negative thermal ionization mass spectrometry. Chemical Geology. 1997. Vol. 143 (3–4). hlm. 255–261. doi:10.1016/S0009-2541(97)00107-1.
- ↑ Z. Liu. Two-body and three-body halo nuclei. Science China Physics, Mechanics & Astronomy. 2003. Vol. 46 (4). hlm. 441. doi:10.1360/03yw0027.
- ↑ Steinbrück, Martin. Results of the B4C Control Rod Test QUENCH-07. Forschungszentrum Karlsruhe in der Helmholtz-Gemeinschaft. 2004.
- ↑ Commissioning of Boron Enrichment Plant. Indira Gandhi Centre for Atomic Research.
- ↑ Masao Aida. Chromatographic Enrichment of 10B by Using Weak-Base Anion-Exchange Resin. Separation Science and Technology. 1986. Vol. 21 (6). hlm. 643–654. doi:10.1080/01496398608056140. menunjukkan pengayaan dari 18% hingga di atas 94%.
- ↑ Rolf F. Barth. A Critical Assessment of Boron Neutron Capture Therapy: An Overview. Journal of Neuro-Oncology. 2003. Vol. 62 (1). hlm. 1–5. doi:10.1023/A:1023262817500.
- ↑ Jeffrey A. Coderre. The Radiation Biology of Boron Neutron Capture Therapy. Radiation Research. 1999. Vol. 151 (1). hlm. 1–18. doi:10.2307/3579742.
- ↑ Rolf F. Barth. Boron Neutron Capture Therapy of Cancer. Cancer Research. 1990. Vol. 50 (4). hlm. 1061–1070.
- ↑ Boron Neutron Capture Therapy – An Overview. Pharmainfo.net. 22 Agustus 2006.
- ↑ James J. Duderstadt. Nuclear Reactor Analysis. Wiley-Interscience. 1976. hlm. 245. ISBN 978-0-471-22363-4.
- ↑ Yu, J. Isotopically Enriched 10BN Nanotubes. Advanced Materials. 2006. Vol. 18 (16). hlm. 2157–2160. doi:10.1002/adma.200600231.
- ↑ James J. Duderstadt. Nuclear Reactor Analysis. Wiley-Interscience. 1976. hlm. 245. ISBN 978-0-471-22363-4.
- ↑ W. M. Nevins. A Review of Confinement Requirements for Advanced Fuels. Journal of Fusion Energy. 1998. Vol. 17 (1). hlm. 25–32. doi:10.1023/A:1022513215080.
- ↑ Boron NMR. BRUKER Biospin.
- ↑ Mokhov, A.V., Kartashov, P.M., Gornostaeva, T.A., Asadulin, A.A., Bogatikov, O.A., 2013: Complex nanospherulites of zinc oxide and native amorphous boron in the Lunar regolith from Mare Crisium. Doklady Earth Sciences 448(1) 61-63
- ↑ Mindat, http://www.mindat.org/min-43412.html
- ↑ Gasda, Patrick J. In situ detection of boron by ChemCam on Mars. Geophysical Research Letters. 5 September 2017. Vol. 44 (17). hlm. 8739–8748. doi:10.1002/2017GL074480.
- ↑ Rae Paoletta. Curiosity Has Discovered Something That Raises More Questions About Life on Mars. Gizmodo. 6 September 2017.
- ↑ R. B. Kistler. Boron and Borates. Industrial Minerals and Rocks. 1994. hlm. 171–186.
- ↑ Zbayolu, G. Mining and Processing of Borates in Turkey. Mineral Processing and Extractive Metallurgy Review. 1992. Vol. 9 (1–4). hlm. 245–254. doi:10.1080/08827509208952709.
- ↑ Y. Kar. Boron Minerals in Turkey, Their Application Areas and Importance for the Country's Economy. Minerals & Energy – Raw Materials Report. 2006. Vol. 20 (3–4). hlm. 2–10. doi:10.1080/14041040500504293.
- ↑ Global reserves chart . Diakses tanggal 15 Agustus 2022.
- ↑ Şebnem Önder. Are certain minerals still under state monopoly?. Mining Turkey. September 2013.
- ↑ Turkey as the global leader in boron export and production. European Association of Service Providers for Persons with Disabilities Annual Conference 2013.
- ↑ U.S. Borax Boron Mine. The Center for Land Use Interpretation, Ludb.clui.org.
- ↑ Boras. Rio Tinto. 10 April 2012.
- ↑ Boron Properties. Los Alamos National Laboratory.
- ↑ BORON. USGS.
- ↑ The Economics of Boron. Roskill Information Services, Ltd. 2006. ISBN 978-0-86214-516-3.
- ↑ Raw and Manufactured Materials 2006 Overview.
- ↑ The Economics of Boron. Roskill Information Services, Ltd. 2006. ISBN 978-0-86214-516-3.
- ↑ Roskill reports: boron. Roskill.
- ↑ Boron: Statistics and Information. USGS.
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ [1] Pembahasan mengenai berbagai jenis penambahan boron pada serat kaca pada fiberglass. Diakses tanggal 15 Agustus 2022.
- ↑ Penggunaan akhir dari boron secara global pada tahun 2011 . Diakses tanggal 15 Agustus 2022
- ↑ H. W. Herring. Selected Mechanical and Physical Properties of Boron Filaments. NASA. 1966.
- ↑ G. K. Layden. Fracture behaviour of boron filaments. Journal of Materials Science. 1973. Vol. 8 (11). hlm. 1581–1589. doi:10.1007/BF00754893.
- ↑ Dennis S. Kostick. Mineral Yearbook: Boron. United States Geological Survey. 2006.
- ↑ Theodore F. Cooke. Inorganic Fibers—A Literature Review. Journal of the American Ceramic Society. 1991. Vol. 74 (12). hlm. 2959–2978. doi:10.1111/j.1151-2916.1991.tb04289.x.
- ↑ S. Johansson. Microfabrication of three-dimensional boron structures by laser chemical processing. Journal of Applied Physics. 1992. Vol. 72 (12). hlm. 5956–5963. doi:10.1063/1.351904.
- ↑ E. Fitzer. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2000. doi:10.1002/14356007.a11_001. ISBN 978-3527306732.
- ↑ H. G. Pfaender. Schott guide to glass. Springer. 1996. hlm. 122. ISBN 978-0-412-62060-7.
- ↑ Fabrication and Evaluation of Urania-Alumina Fuel Elements and Boron Carbide Burnable Poison Elements , Wisnyi, L. G. dan Taylor, K. M., dalam "ASTM Special Technical Publication No. 276: Materials in Nuclear Applications", Committee E-10 Staff, American Society for Testing Materials, 1959
- ↑ Alan W. Weimer. Carbide, Nitride and Boride Materials Synthesis and Processing. Chapman & Hall (London, New York). 1997. ISBN 978-0-412-54060-8.
- ↑ V. L. Solozhenko. Ultimate Metastable Solubility of Boron in Diamond: Synthesis of Superhard Diamondlike BC5. Phys. Rev. Lett. 2009. Vol. 102 (1). hlm. 015506. doi:10.1103/PhysRevLett.102.015506.
- ↑ Jiaqian Qin. Is Rhenium Diboride a Superhard Material?. Advanced Materials. 2008. Vol. 20 (24). hlm. 4780–4783. doi:10.1002/adma.200801471.
- ↑ R. H. Wentorf. Cubic form of boron nitride. J. Chem. Phys. 1957. Vol. 26 (4). hlm. 956. doi:10.1063/1.1745964.
- ↑ Gogotsi, Y. G. Materials Science of Carbides, Nitrides and Borides. Springer. 1999. hlm. 270. ISBN 978-0-7923-5707-0.
- ↑ Jiaqian Qin. Is Rhenium Diboride a Superhard Material?. Advanced Materials. 2008. Vol. 20 (24). hlm. 4780–4783. doi:10.1002/adma.200801471.
- ↑ Jürgen Schmidt. Preparation of titanium diboride TiB 2 by spark plasma sintering at slow heating rate. Science and Technology of Advanced Materials. 2007. Vol. 8 (5). hlm. 376–382. doi:10.1016/j.stam.2007.06.009.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ R. Thompson. Industrial applications of boron compounds. Pure and Applied Chemistry. 1974. Vol. 39 (4). hlm. 547. doi:10.1351/pac197439040547.
- ↑ J. H. Klotz. Oral toxicity of boric acid and other boron compounds to immature cat fleas (Siphonaptera: Pulicidae). J. Econ. Entomol. 1994. Vol. 87 (6). hlm. 1534–1536. doi:10.1093/jee/87.6.1534.
- ↑ Gary S. May. Fundamentals of semiconductor manufacturing and process control. John Wiley and Sons. 2006. hlm. 51–54. ISBN 978-0-471-78406-7.
- ↑ J. Michael Sherer. Semiconductor industry: wafer fab exhaust management. CRC Press. 2005. hlm. 39–60. ISBN 978-1-57444-720-0.
- ↑ Zschech, Ehrenfried. Materials for information technology: devices, interconnects and packaging. Birkhäuser. 2005. hlm. 44. ISBN 978-1-85233-941-8.
- ↑ Peter Campbell. Permanent magnet materials and their application. Cambridge University Press. 1996. hlm. 45. ISBN 978-0-521-56688-9.
- ↑ Martin, James E. Physics for Radiation Protection: A Handbook. 2008. hlm. 660–661. ISBN 978-3-527-61880-4.
- ↑ B. Pastina. The influence of water chemistry on the radiolysis of the primary coolant water in pressurized water reactors. Journal of Nuclear Materials. 1999. Vol. 264 (3). hlm. 309–318. doi:10.1016/S0022-3115(98)00494-2.
- ↑ Kosanke, B. J. Pyrotechnic Chemistry. Journal of Pyrotechnics. 2004. hlm. 419. ISBN 978-1-889526-15-7.
- ↑ Borax Decahydrate.
- ↑ Davies, A. C. The Science and Practice of Welding: Welding science and technology. Cambridge University Press. 1992. hlm. 56. ISBN 978-0-521-43565-9.
- ↑ Horrocks, A.R. Fire Retardant Materials. Woodhead Publishing Ltd. 2001. hlm. 55. ISBN 978-1-85573-419-7.
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ Ide, F. Information technology and polymers. Flat panel display. Engineering Materials. 2003. Vol. 51. hlm. 84.
- ↑ Lockheed SR-71 Blackbird. March Field Air Museum.
- ↑ Mission Status Center, 2 Juni 2010, 1905 GMT , SpaceflightNow, diakses tanggal 16 Agustus 2022, Kutipan: "Flensa akan menghubungkan roket dengan tangki penyimpanan tanah yang berisi oksigen cair, bahan bakar minyak tanah, helium, gas nitrogen dan sumber penyala tahap pertama yang disebut trietilaluminum-trietilborana, lebih dikenal sebagai TEA-TEB."
- ↑ Young, A. The Saturn V F-1 Engine: Powering Apollo into History. Springer. 2008. hlm. 86. ISBN 978-0-387-09629-2.
- ↑ J. M. Carr. Wood Protection Properties of Quaternary Ammonium Arylspiroborate Esters Derived from Naphthalene 2,3-Diol, 2,2'-Biphenol and 3-Hydroxy-2-naphthoic Acid. Australian Journal of Chemistry. 2010. Vol. 63 (10). hlm. 1423. doi:10.1071/CH10132.
- ↑ Boric acid. chemicalland21.com.
- ↑ Bonvini P. Bortezomib-mediated 26S proteasome inhibition causes cell-cycle arrest and induces apoptosis in CD-30 + anaplastic large cell lymphoma. Leukemia. 2007. Vol. 21 (4). hlm. 838–42. doi:10.1038/sj.leu.2404528.
- ↑ Overview of neutron capture therapy pharmaceuticals. Pharmainfo.net. 22 Agustus 2006.
- ↑ Richard L. Travers. Boron and Arthritis: The Results of a Double-blind Pilot Study. Journal of Nutritional Medicine. 1990. Vol. 1 (2). hlm. 127–132. doi:10.3109/13590849009003147.
- ↑ Cheryl Thompson. FDA Approves Boron-based Drug to Treat Toenail Fungal Infections. ashp. 8 Juli 2014.
- ↑ Erik A. Rodriguez. New Dioxaborolane Chemistry Enables [18F]-Positron-Emitting, Fluorescent [18F]-Multimodality Biomolecule Generation from the Solid Phase. Bioconjugate Chemistry. 2016-04-27. Vol. 27 (5). hlm. 1390–1399. doi:10.1021/acs.bioconjchem.6b00164.
- ↑ Ye Wang. 18F-positron-emitting/fluorescent labeled erythrocytes allow imaging of internal hemorrhage in a murine intracranial hemorrhage model. Journal of Cerebral Blood Flow & Metabolism. 2017-01-05. Vol. 37 (3). hlm. 776–786. doi:10.1177/0271678x16682510.
- ↑ Hua Guo. A fluorescent, [ 18 F]-positron-emitting agent for imaging PMSA allows genetic reporting in adoptively-transferred, genetically-modified cells. ACS Chemical Biology. 23 Mei 2019. Vol. 14 (7). hlm. 1449–1459. doi:10.1021/acschembio.9b00160.
- ↑ Omer Aras. Small Molecule, Multimodal [18F]-PET and Fluorescence Imaging Agent Targeting Prostate Specific Membrane Antigen: First-in-Human Study. Clinical Genitourinary Cancer. Maret 2021. Vol. 19 (5). hlm. 405–416. doi:10.1016/j.clgc.2021.03.011.
- ↑ Paul C. Canfield. Magnesium Diboride: Better Late than Never. Physics Today. 2003. Vol. 56 (3). hlm. 34–41. doi:10.1063/1.1570770.
- ↑ Valeria Braccini. Development of ex situ processed MgB 2 wires and their applications to magnets. Physica C: Superconductivity. 2007. Vol. 456 (1–2). hlm. 209–217. doi:10.1016/j.physc.2007.01.030.
- ↑ Xiaowei Wu. Evaluation of transient liquid phase bonding between nickel-based superalloys. Journal of Materials Science. 2001. Vol. 36 (6). hlm. 1539–1546. doi:10.1023/A:1017513200502.
- ↑ C. R. Dean. Boron nitride substrates for high-quality graphene electronics. Nature Nanotechnology. 2010. Vol. 5 (10). hlm. 722–726. doi:10.1038/nnano.2010.172.
- ↑ W. Gannett. Boron nitride substrates for high mobility chemical vapor deposited graphene. Applied Physics Letters. 2010. Vol. 98 (24). hlm. 242105. doi:10.1063/1.3599708.
- ↑ Alex Zettl. The physics of boron nitride nanotubes. Physics Today. 2010. Vol. 63 (11). hlm. 34–38. doi:10.1063/1.3518210.
- ↑ R. L. Mahler. Essential Plant Micronutrients. Boron in Idaho. University of Idaho.
- ↑ Functions of Boron in Plant Nutrition. U.S. Borax Inc.
- ↑ Dale G. Blevins. Functions of Boron in Plant Nutrition. Annual Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology. 1998. Vol. 49. hlm. 481–500. doi:10.1146/annurev.arplant.49.1.481.
- ↑ Boron. PDRhealth.
- ↑ Forrest H. Nielsen. Ultratrace elements in nutrition: Current knowledge and speculation. The Journal of Trace Elements in Experimental Medicine. 1998. Vol. 11 (2–3). hlm. 251–274. doi:10.1002/(SICI)1520-670X(1998)11:2/3 3.0.CO;2-Q.
- ↑ Effect of dietary boron on mineral, estrogen, and testosterone metabolism in postmenopausal women. FASEB J. 1987. Vol. 1 (5). hlm. 394–7. doi:10.1096/fasebj.1.5.3678698.
- ↑ Boron. IN: Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Copper . National Academy Press. 2001, hlm. 510–521.
- ↑ Primordial broth of life was a dry Martian cup-a-soup. New Scientist. 29 Agustus 2013.
- ↑ The tartrolons, new boron-containing antibiotics from a myxobacterium, Sorangium cellulosum. The Journal of Antibiotics. 1995. Vol. 48 (1). hlm. 26–30. doi:10.7164/antibiotics.48.26.
- ↑ R. Hütter. Stoffwechselprodukte von Mikroorganismen. 57. Mitteilung. Boromycin. Helvetica Chimica Acta. 1967. Vol. 50 (6). hlm. 1533–1539. doi:10.1002/hlca.19670500612.
- ↑ J. D. Dunitz. Structure of boromycin. Helvetica Chimica Acta. 1971. Vol. 54 (6). hlm. 1709–1713. doi:10.1002/hlca.19710540624.
- ↑ Vithana, En. Mutations in sodium-borate cotransporter SLC4A11 cause recessive congenital hereditary endothelial dystrophy (CHED2). Nature Genetics. July 2006. Vol. 38 (7). hlm. 755–7. doi:10.1038/ng1824.
- ↑ L. Silverman. Corrections-Colorimetric Microdetermination of Boron by the Curcumin-Acetone Solution Method. Anal. Chem. 1953. Vol. 25 (11). hlm. 1639. doi:10.1021/ac60083a061.
- ↑ Forrest H. Nielsen. Boron in human and animal nutrition. Plant and Soil. 1997. Vol. 193 (2). hlm. 199–208. doi:10.1023/A:1004276311956.
- ↑ L Pizzorno. Nothing boring about boron. Integrative Medicine. Aug 2015. Vol. 14 (4). hlm. 35–48.
- ↑ J. H. Klotz. Oral toxicity of boric acid and other boron compounds to immature cat fleas (Siphonaptera: Pulicidae). J. Econ. Entomol. 1994. Vol. 87 (6). hlm. 1534–1536. doi:10.1093/jee/87.6.1534.
- ↑ Garrett, Donald E. Borates: handbook of deposits, processing, properties, and use. Academic Press. 1998. hlm. 102; 385–386. ISBN 978-0-12-276060-0.
- ↑ Calvert, J. B. Boron. Universitas Denver.
- ↑ Environmental Health Criteria 204: Boron. the IPCS. 1998.
- ↑ Mongi Zekri. Boron (B) and Chlorine (Cl) for Citrus Trees. IFAS Extension. Universitas Florida.
- ↑ K. I. Peverill. Soil Analysis: An Interpretation Manual. Csiro Publishing. 1999. hlm. 309–311. ISBN 978-0-643-06376-1.
- ↑ M. P. Reynolds. Application of Physiology in Wheat Breeding. CIMMYT. 2001. hlm. 225. ISBN 978-970-648-077-4.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29449112 (2026-07-12T14:43:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.