Berilium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29342511; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Be-140g.jpg|thumb|right|280px|Be-140g]] | |||
'''Berilium''' merupakan [[logam alkali tanah]] berwarna abu-abu-baja yang kuat dan ringan, tetapi rapuh. Berilium merupakan unsur [[Valensi#Divalen|divalen]] yang terbentuk secara alami hanya dalam kombinasi dengan unsur lain untuk membentuk mineral. [[Batu permata]] terkenal yang mengandung berilium tinggi adalah [[beril]] ([[Akuamarin (batu permata)|akuamarin]], [[zamrud]]) dan [[krisoberil]]. Ia adalah unsur yang [[Kelimpahan unsur#Kelimpahan unsur di alam semesta|relatif langka]] di [[alam semesta]], biasanya terjadi sebagai produk dari [[spalasi|pemisahan]] inti atom yang lebih besar yang bertabrakan dengan [[sinar kosmik]]. Di dalam inti bintang, berilium dihabiskan karena menyatu menjadi unsur yang lebih berat. Jumlah berilium di kerak Bumi adalah sekitar 0,0004 persen massa kerak Bumi. Produksi berilium tahunan dunia sebesar 220 ton biasanya diproduksi melalui ekstraksi dari mineral [[beril]], proses yang sulit karena berilium berikatan kuat dengan [[oksigen]]. | '''Berilium''' merupakan [[logam alkali tanah]] berwarna abu-abu-baja yang kuat dan ringan, tetapi rapuh. Berilium merupakan unsur [[Valensi#Divalen|divalen]] yang terbentuk secara alami hanya dalam kombinasi dengan unsur lain untuk membentuk mineral. [[Batu permata]] terkenal yang mengandung berilium tinggi adalah [[beril]] ([[Akuamarin (batu permata)|akuamarin]], [[zamrud]]) dan [[krisoberil]]. Ia adalah unsur yang [[Kelimpahan unsur#Kelimpahan unsur di alam semesta|relatif langka]] di [[alam semesta]], biasanya terjadi sebagai produk dari [[spalasi|pemisahan]] inti atom yang lebih besar yang bertabrakan dengan [[sinar kosmik]]. Di dalam inti bintang, berilium dihabiskan karena menyatu menjadi unsur yang lebih berat. Jumlah berilium di kerak Bumi adalah sekitar 0,0004 persen massa kerak Bumi. Produksi berilium tahunan dunia sebesar 220 ton biasanya diproduksi melalui ekstraksi dari mineral [[beril]], proses yang sulit karena berilium berikatan kuat dengan [[oksigen]]. | ||
Dalam aplikasi struktural, kombinasi dari [[kekakuan lentur]], [[Termostabilitas|stabilitas termal]], [[konduktivitas termal]] yang tinggi dan [[massa jenis]] yang rendah (1,85 kali dari air) menjadikan logam berilium sebagai bahan [[dirgantara|kedirgantaraan]] yang diinginkan untuk komponen pesawat terbang, [[peluru kendali|rudal]], [[wahana antariksa]], dan [[satelit]]. Karena massa jenis dan [[massa atom]]nya yang rendah, berilium relatif transparan terhadap [[sinar-X]] dan bentuk [[radiasi pengion]] lainnya; oleh karena itu, ia adalah bahan jendela paling umum untuk peralatan sinar-X dan komponen [[pendeteksi partikel|detektor partikel]]. Ketika ditambahkan sebagai unsur [[logam paduan|paduan]] ke [[aluminium]], [[tembaga]] (terutama paduan [[tembaga berilium]]), [[besi]], atau [[nikel]], berilium meningkatkan banyak sifat fisik. Misalnya, perkakas dan komponen yang terbuat dari [[logam paduan|paduan]] [[tembaga berilium]] bersifat [[kekuatan bahan|kuat]] dan [[Kekerasan (fisika)|keras]] serta tidak menimbulkan percikan api saat membentur permukaan baja. Di udara, permukaan berilium mudah teroksidasi pada suhu kamar untuk membentuk [[Pasivasi (kimia)|lapisan pasivasi]] setebal 1–10 nm yang melindunginya dari oksidasi dan korosi lebih lanjut. Logam berilium teroksidasi secara massal (di luar lapisan pasivasi) saat dipanaskan di atas , dan terbakar cemerlang saat dipanaskan hingga sekitar . | Dalam aplikasi struktural, kombinasi dari [[kekakuan lentur]], [[Termostabilitas|stabilitas termal]], [[konduktivitas termal]] yang tinggi dan [[massa jenis]] yang rendah (1,85 kali dari air) menjadikan logam berilium sebagai bahan [[dirgantara|kedirgantaraan]] yang diinginkan untuk komponen pesawat terbang, [[peluru kendali|rudal]], [[wahana antariksa]], dan [[satelit]].<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Karena massa jenis dan [[massa atom]]nya yang rendah, berilium relatif transparan terhadap [[sinar-X]] dan bentuk [[radiasi pengion]] lainnya; oleh karena itu, ia adalah bahan jendela paling umum untuk peralatan sinar-X dan komponen [[pendeteksi partikel|detektor partikel]].<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Ketika ditambahkan sebagai unsur [[logam paduan|paduan]] ke [[aluminium]], [[tembaga]] (terutama paduan [[tembaga berilium]]), [[besi]], atau [[nikel]], berilium meningkatkan banyak sifat fisik.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Misalnya, perkakas dan komponen yang terbuat dari [[logam paduan|paduan]] [[tembaga berilium]] bersifat [[kekuatan bahan|kuat]] dan [[Kekerasan (fisika)|keras]] serta tidak menimbulkan percikan api saat membentur permukaan baja. Di udara, permukaan berilium mudah teroksidasi pada suhu kamar untuk membentuk [[Pasivasi (kimia)|lapisan pasivasi]] setebal 1–10 nm yang melindunginya dari oksidasi dan korosi lebih lanjut. Logam berilium teroksidasi secara massal (di luar lapisan pasivasi) saat dipanaskan di atas , dan terbakar cemerlang saat dipanaskan hingga sekitar . | ||
Penggunaan berilium secara komersial memerlukan penggunaan peralatan pengontrol debu yang sesuai dan kontrol industri setiap saat karena [[toksisitas]] debu yang mengandung berilium yang dihirup dapat menyebabkan penyakit alergi kronis yang mengancam jiwa pada beberapa orang, yang disebut [[beriliosis]]. Beriliosis dapat menyebabkan [[radang paru-paru|pneumonia]] dan penyakit pernapasan terkait lainnya. | Penggunaan berilium secara komersial memerlukan penggunaan peralatan pengontrol debu yang sesuai dan kontrol industri setiap saat karena [[toksisitas]] debu yang mengandung berilium yang dihirup dapat menyebabkan penyakit alergi kronis yang mengancam jiwa pada beberapa orang, yang disebut [[beriliosis]].<ref>Ralph Puchta. ''A brighter beryllium''. ''Nature Chemistry''. 2011. Vol. 3 (5). hlm. 416. doi:10.1038/nchem.1033.</ref> Beriliosis dapat menyebabkan [[radang paru-paru|pneumonia]] dan penyakit pernapasan terkait lainnya. | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Berilium adalah [[logam]] berwarna abu-abu-baja yang keras dan rapuh pada suhu kamar dan memiliki [[struktur kristal]] heksagonal tetal-rapat. Ia memiliki [[kekakuan]] yang luar biasa ([[modulus Young]] 287 GPa) dan [[titik lebur]] 1287 °C. [[Modulus elastisitas]] berilium kira-kira 50% lebih besar daripada baja. Kombinasi modulus ini dan massa jenis yang relatif rendah menghasilkan [[Kecepatan suara|kecepatan konduksi suara]] yang luar biasa cepat pada berilium – sekitar 12,9 km/dtk pada [[temperatur dan tekanan standar|kondisi sekitar]]. Sifat penting lainnya adalah panas spesifik () dan [[konduktivitas termal]] yang tinggi (), yang menjadikan berilium sebagai logam dengan karakteristik pembuangan panas terbaik per satuan berat. Dalam kombinasi dengan koefisien [[pemuaian|ekspansi termal]] linear yang relatif rendah (11,4×10<sup>−6</sup> K<sup>−1</sup>), karakteristik ini menghasilkan stabilitas yang unik di bawah kondisi beban termal. | Berilium adalah [[logam]] berwarna abu-abu-baja yang keras dan rapuh pada suhu kamar dan memiliki [[struktur kristal]] heksagonal tetal-rapat.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Ia memiliki [[kekakuan]] yang luar biasa ([[modulus Young]] 287 GPa) dan [[titik lebur]] 1287 °C. [[Modulus elastisitas]] berilium kira-kira 50% lebih besar daripada baja. Kombinasi modulus ini dan massa jenis yang relatif rendah menghasilkan [[Kecepatan suara|kecepatan konduksi suara]] yang luar biasa cepat pada berilium – sekitar 12,9 km/dtk pada [[temperatur dan tekanan standar|kondisi sekitar]]. Sifat penting lainnya adalah panas spesifik () dan [[konduktivitas termal]] yang tinggi (), yang menjadikan berilium sebagai logam dengan karakteristik pembuangan panas terbaik per satuan berat. Dalam kombinasi dengan koefisien [[pemuaian|ekspansi termal]] linear yang relatif rendah (11,4×10<sup>−6</sup> K<sup>−1</sup>), karakteristik ini menghasilkan stabilitas yang unik di bawah kondisi beban termal.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> | ||
===Sifat nuklir=== | ===Sifat nuklir=== | ||
Berilium alami, kecuali sedikit kontaminasi oleh radioisotop [[Nuklida kosmogenik|kosmogenik]], adalah [[isotop]] berilium-9 murni, yang memiliki [[Spin|spin nuklir]] . Berilium memiliki [[Penampang lintang (fisika)|penampang]] hamburan yang besar untuk neutron berenergi tinggi, sekitar 6 [[Barn (satuan)|barn]] untuk energi di atas kira-kira 10 keV. Oleh karena itu, ia berfungsi sebagai reflektor neutron dan [[moderator neutron]], secara efektif memperlambat neutron ke kisaran [[Suhu neutron|energi termal]] di bawah 0,03 eV, di mana total penampang setidaknya lebih rendah; nilai pastinya sangat bergantung pada kemurnian dan ukuran kristalit dalam material. | Berilium alami, kecuali sedikit kontaminasi oleh radioisotop [[Nuklida kosmogenik|kosmogenik]], adalah [[isotop]] berilium-9 murni, yang memiliki [[Spin|spin nuklir]] . Berilium memiliki [[Penampang lintang (fisika)|penampang]] hamburan yang besar untuk neutron berenergi tinggi, sekitar 6 [[Barn (satuan)|barn]] untuk energi di atas kira-kira 10 keV. Oleh karena itu, ia berfungsi sebagai reflektor neutron dan [[moderator neutron]], secara efektif memperlambat neutron ke kisaran [[Suhu neutron|energi termal]] di bawah 0,03 eV, di mana total penampang setidaknya lebih rendah; nilai pastinya sangat bergantung pada kemurnian dan ukuran kristalit dalam material. | ||
Isotop berilium primordial tunggal <sup>9</sup>Be juga mengalami reaksi neutron (n,2n) dengan energi neutron sekitar 1,9 MeV, menghasilkan [[berilium-8|<sup>8</sup>Be]], yang segera pecah menjadi dua partikel alfa. Jadi, untuk neutron berenergi tinggi, berilium adalah pengganda neutron, melepaskan lebih banyak neutron daripada yang diserapnya. Reaksi nuklir ini adalah: | Isotop berilium primordial tunggal <sup>9</sup>Be juga mengalami reaksi neutron (n,2n) dengan energi neutron sekitar 1,9 MeV, menghasilkan [[berilium-8|<sup>8</sup>Be]], yang segera pecah menjadi dua partikel alfa. Jadi, untuk neutron berenergi tinggi, berilium adalah pengganda neutron, melepaskan lebih banyak neutron daripada yang diserapnya. Reaksi nuklir ini adalah:<ref>Henry H. Hausner. [https://books.google.com/books?id=FCnUN45cL1cC&pg=PA239 Beryllium its Metallurgy and Properties]. University of California Press. 1965. hlm. 239.</ref> | ||
: + n → 2 + 2 n | : + n → 2 + 2 n | ||
Neutron dibebaskan ketika [[inti atom|inti]] berilium dipukul oleh [[partikel alfa]] energetik yang menghasilkan reaksi nuklir | Neutron dibebaskan ketika [[inti atom|inti]] berilium dipukul oleh [[partikel alfa]] energetik<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> yang menghasilkan reaksi nuklir | ||
: + → + n | : + → + n | ||
di mana adalah partikel alfa dan adalah inti [[karbon-12]]. | di mana adalah partikel alfa dan adalah inti [[karbon-12]].<ref>Henry H. Hausner. [https://books.google.com/books?id=FCnUN45cL1cC&pg=PA239 Beryllium its Metallurgy and Properties]. University of California Press. 1965. hlm. 239.</ref> | ||
Berilium juga melepaskan neutron saat dibombardir oleh sinar gama. Dengan demikian, berilium alami yang dibombardir oleh partikel alfa atau sinar gama dari radioisotop yang cocok adalah komponen kunci dari sebagian besar [[sumber neutron]] [[reaksi nuklir]] bertenaga radioisotop untuk produksi laboratorium neutron bebas. | Berilium juga melepaskan neutron saat dibombardir oleh sinar gama. Dengan demikian, berilium alami yang dibombardir oleh partikel alfa atau sinar gama dari radioisotop yang cocok adalah komponen kunci dari sebagian besar [[sumber neutron]] [[reaksi nuklir]] bertenaga radioisotop untuk produksi laboratorium neutron bebas. | ||
Sejumlah kecil [[tritium]] dibebaskan ketika inti menyerap neutron berenergi rendah dalam reaksi nuklir tiga langkah | Sejumlah kecil [[tritium]] dibebaskan ketika inti menyerap neutron berenergi rendah dalam reaksi nuklir tiga langkah | ||
: + n → + , → + β<sup>−</sup>, + n → + | : + n → + , → + β<sup>−</sup>, + n → + | ||
memiliki [[waktu paruh]] hanya 0,8 detik, β<sup>−</sup> adalah sebuah elektron, dan memiliki penampang serapan neutron yang tinggi. Tritium adalah radioisotop yang menjadi perhatian dalam aliran limbah reaktor nuklir. | memiliki [[waktu paruh]] hanya 0,8 detik, β<sup>−</sup> adalah sebuah elektron, dan memiliki penampang serapan neutron yang tinggi. Tritium adalah radioisotop yang menjadi perhatian dalam aliran limbah reaktor nuklir.<ref>T. A. Tomberlin. [https://inldigitallibrary.inl.gov/sti/2808485.pdf Beryllium – A Unique Material in Nuclear Applications]. ''Idaho National Laboratory''. Idaho National Engineering and Environmental Laboratory. 15 November 2004.</ref> | ||
===Sifat optis=== | ===Sifat optis=== | ||
Sebagai logam, berilium [[Transparansi dan translusensi|transparan atau tembus cahaya]] ke sebagian besar panjang gelombang [[sinar-X]] dan [[sinar gama]], membuatnya berguna untuk jendela keluaran [[tabung sinar-X]] dan peralatan sejenis lainnya. | Sebagai logam, berilium [[Transparansi dan translusensi|transparan atau tembus cahaya]] ke sebagian besar panjang gelombang [[sinar-X]] dan [[sinar gama]], membuatnya berguna untuk jendela keluaran [[tabung sinar-X]] dan peralatan sejenis lainnya.<ref>[https://www.energy.gov/ehss/about-beryllium About Beryllium]. US Department of Energy.</ref> | ||
===Isotop dan nukleosintesis=== | ===Isotop dan nukleosintesis=== | ||
Isotop berilium yang stabil dan tidak stabil dibuat di bintang, tetapi radioisotopnya tidak bertahan lama. Dipercayai bahwa sebagian besar berilium yang stabil di alam semesta pada awalnya tercipta di medium antarbintang ketika [[sinar kosmik]] menginduksi fisi pada unsur-unsur yang lebih berat yang ditemukan dalam gas dan debu antarbintang.<ref>Ekspong, G. [https://books.google.com/books?id=ILQ7sTrRixMC&pg=PA172 Physics: 1981–1990]. World Scientific. 1992. hlm. 172 ff. ISBN 978-981-02-0729-8.</ref> Berilium primordial hanya mengandung satu isotop stabil, <sup>9</sup>Be, dan karena itu berilium adalah [[unsur monoisotop]] dan [[Unsur mononuklida|mononuklida]]. | |||
Isotop kosmogenik yang radioaktif [[berilium-10|<sup>10</sup>Be]] diproduksi di [[atmosfer Bumi]] oleh [[spalasi sinar kosmik]] dari [[oksigen]]. <sup>10</sup>Be terakumulasi di permukaan [[tanah]], di mana [[waktu paruh]]nya yang relatif panjang (1,36 juta tahun) memungkinkan [[waktu tinggal]] yang lama sebelum meluruh menjadi [[boron]]-10. Dengan demikian, <sup>10</sup>Be dan produk turunannya digunakan untuk memeriksa [[erosi tanah]], [[pembentukan tanah]] dan perkembangan [[laterit|tanah laterit]] alami, dan sebagai [[Proksi (iklim)|proksi]] untuk pengukuran variasi [[siklus matahari|aktivitas matahari]] dan usia [[teras es|inti es]].<ref>[http://web.sahra.arizona.edu/programs/isotopes/beryllium.html Beryllium: Isotopes and Hydrology]. University of Arizona, Tucson.</ref> Produksi <sup>10</sup>Be berbanding terbalik dengan aktivitas matahari, karena peningkatan [[angin surya|angin matahari]] selama periode aktivitas matahari tinggi menurunkan fluks [[sinar kosmik|sinar kosmik galaksi]] yang mencapai Bumi. Ledakan nuklir juga membentuk <sup>10</sup>Be melalui reaksi neutron cepat dengan <sup>13</sup>C dalam karbon dioksida di udara. Ini adalah salah satu indikator aktivitas masa lalu di lokasi [[uji coba nuklir|uji coba senjata nuklir]].<ref>Whitehead, N. ''A preliminary study on the use of (10)Be in forensic radioecology of nuclear explosion sites''. ''Journal of Environmental Radioactivity''. Feb 2008. Vol. 99 (2). hlm. 260–70. doi:10.1016/j.jenvrad.2007.07.016.</ref> Isotop <sup>7</sup>Be (waktu paruh 53 hari) juga kosmogenik, dan menunjukkan kelimpahan atmosfer terkait dengan bintik matahari, seperti <sup>10</sup>Be. | |||
Isotop kosmogenik yang radioaktif [[berilium-10|<sup>10</sup>Be]] diproduksi di [[atmosfer Bumi]] oleh [[spalasi sinar kosmik]] dari [[oksigen]]. <sup>10</sup>Be terakumulasi di permukaan [[tanah]], di mana [[waktu paruh]]nya yang relatif panjang (1,36 juta tahun) memungkinkan [[waktu tinggal]] yang lama sebelum meluruh menjadi [[boron]]-10. Dengan demikian, <sup>10</sup>Be dan produk turunannya digunakan untuk memeriksa [[erosi tanah]], [[pembentukan tanah]] dan perkembangan [[laterit|tanah laterit]] alami, dan sebagai [[Proksi (iklim)|proksi]] untuk pengukuran variasi [[siklus matahari|aktivitas matahari]] dan usia [[teras es|inti es]]. Produksi <sup>10</sup>Be berbanding terbalik dengan aktivitas matahari, karena peningkatan [[angin surya|angin matahari]] selama periode aktivitas matahari tinggi menurunkan fluks [[sinar kosmik|sinar kosmik galaksi]] yang mencapai Bumi. Ledakan nuklir juga membentuk <sup>10</sup>Be melalui reaksi neutron cepat dengan <sup>13</sup>C dalam karbon dioksida di udara. Ini adalah salah satu indikator aktivitas masa lalu di lokasi [[uji coba nuklir|uji coba senjata nuklir]]. Isotop <sup>7</sup>Be (waktu paruh 53 hari) juga kosmogenik, dan menunjukkan kelimpahan atmosfer terkait dengan bintik matahari, seperti <sup>10</sup>Be. | |||
<sup>8</sup>Be memiliki waktu paruh yang sangat singkat, sekitar detik, yang berkontribusi pada peran kosmologisnya yang signifikan, karena unsur yang lebih berat dari berilium tidak mungkin dihasilkan oleh fusi nuklir pada [[Ledakan Dahsyat]]. Hal ini disebabkan kurangnya waktu yang cukup selama fase [[nukleosintesis]] Ledakan Dahsyat untuk menghasilkan karbon melalui fusi inti <sup>4</sup>He dan rendahnya konsentrasi berilium-8 yang tersedia. [[Astronom]] Inggris [[Fred Hoyle|Sir Fred Hoyle]] pertama kali menunjukkan bahwa tingkat energi <sup>8</sup>Be dan <sup>12</sup>C memungkinkan produksi karbon melalui [[proses alfa tripel]] dalam bintang berbahan bakar helium di mana lebih banyak waktu nukleosintesis tersedia. Proses ini memungkinkan karbon diproduksi di bintang, tetapi tidak pada Ledakan Dahsyat. Dengan demikian, karbon yang diciptakan bintang (dasar [[kehidupan berbasis karbon]]) merupakan komponen dalam unsur-unsur dalam gas dan debu yang dikeluarkan oleh [[Cabang raksasa asimtotik|bintang AGB]] dan [[supernova]] (lihat pula [[nukleosintesis Ledakan Dahsyat]]), serta penciptaan semua unsur lain dengan [[nomor atom]]nya lebih besar dari pada karbon. | <sup>8</sup>Be memiliki waktu paruh yang sangat singkat, sekitar detik, yang berkontribusi pada peran kosmologisnya yang signifikan, karena unsur yang lebih berat dari berilium tidak mungkin dihasilkan oleh fusi nuklir pada [[Ledakan Dahsyat]].<ref>R. N. Boyd. ''Can Be-9 provide a test of cosmological theories?''. ''The Astrophysical Journal''. 1989. Vol. 336. hlm. L55. doi:10.1086/185360.</ref> Hal ini disebabkan kurangnya waktu yang cukup selama fase [[nukleosintesis]] Ledakan Dahsyat untuk menghasilkan karbon melalui fusi inti <sup>4</sup>He dan rendahnya konsentrasi berilium-8 yang tersedia. [[Astronom]] Inggris [[Fred Hoyle|Sir Fred Hoyle]] pertama kali menunjukkan bahwa tingkat energi <sup>8</sup>Be dan <sup>12</sup>C memungkinkan produksi karbon melalui [[proses alfa tripel]] dalam bintang berbahan bakar helium di mana lebih banyak waktu nukleosintesis tersedia. Proses ini memungkinkan karbon diproduksi di bintang, tetapi tidak pada Ledakan Dahsyat. Dengan demikian, karbon yang diciptakan bintang (dasar [[kehidupan berbasis karbon]]) merupakan komponen dalam unsur-unsur dalam gas dan debu yang dikeluarkan oleh [[Cabang raksasa asimtotik|bintang AGB]] dan [[supernova]] (lihat pula [[nukleosintesis Ledakan Dahsyat]]), serta penciptaan semua unsur lain dengan [[nomor atom]]nya lebih besar dari pada karbon.<ref>Arnett, David. [https://books.google.com/books?id=PXGWGnPPo0gC&pg=PA223 Supernovae and nucleosynthesis]. Princeton University Press. 1996. hlm. 223. ISBN 978-0-691-01147-9.</ref> | ||
Elektron 2s berilium dapat berkontribusi pada ikatan kimia. Oleh karena itu, ketika <sup>7</sup>Be meluruh melalui [[penangkapan elektron]]-L, ia melakukannya dengan mengambil elektron dari [[orbital atom]]nya yang mungkin berpartisipasi dalam ikatan. Hal ini membuat tingkat peluruhannya bergantung pada tingkat yang dapat diukur pada lingkungan kimiawinya – kejadian langka dalam peluruhan nuklir. | Elektron 2s berilium dapat berkontribusi pada ikatan kimia. Oleh karena itu, ketika <sup>7</sup>Be meluruh melalui [[penangkapan elektron]]-L, ia melakukannya dengan mengambil elektron dari [[orbital atom]]nya yang mungkin berpartisipasi dalam ikatan. Hal ini membuat tingkat peluruhannya bergantung pada tingkat yang dapat diukur pada lingkungan kimiawinya – kejadian langka dalam peluruhan nuklir.<ref>Bill Johnson. [http://math.ucr.edu/home/baez/physics/ParticleAndNuclear/decay_rates.html How to Change Nuclear Decay Rates]. University of California, Riverside. 1993.</ref> | ||
Isotop berilium berumur paling pendek yang diketahui adalah <sup>16</sup>Be, yang meluruh melalui [[emisi neutron]] dengan waktu paruh detik. Isotop eksotis <sup>11</sup>Be dan <sup>14</sup>Be diketahui menunjukkan [[inti halo|halo nuklir]]. Fenomena ini dapat dipahami karena inti <sup>11</sup>Be dan <sup>14</sup>Be masing-masing memiliki 1 dan 4 neutron yang mengorbit secara substansial di luar model inti 'tetesan air' Fermi klasik. | Isotop berilium berumur paling pendek yang diketahui adalah <sup>16</sup>Be, yang meluruh melalui [[emisi neutron]] dengan waktu paruh detik.<ref>Hammond, C. R. "Elements" dalam</ref> Isotop eksotis <sup>11</sup>Be dan <sup>14</sup>Be diketahui menunjukkan [[inti halo|halo nuklir]].<ref>Hansen, P. G. ''Nuclear Halos''. ''Annual Review of Nuclear and Particle Science''. 1995. Vol. 45 (45). hlm. 591–634. doi:10.1146/annurev.ns.45.120195.003111.</ref> Fenomena ini dapat dipahami karena inti <sup>11</sup>Be dan <sup>14</sup>Be masing-masing memiliki 1 dan 4 neutron yang mengorbit secara substansial di luar model inti 'tetesan air' Fermi klasik. | ||
===Keterjadian=== | ===Keterjadian=== | ||
Matahari memiliki konsentrasi 0,1 [[Notasi bagian per#Bagian per miliar|bagian per miliar]] (ppb) berilium.<ref>[http://www.webelements.com/periodicity/abundance_sun/ Abundance in the sun]. ''Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK''. WebElements.</ref> Berilium memiliki konsentrasi 2 hingga 6 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] (ppm) di kerak Bumi.<ref>[https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7 The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals]. Merck Research Laboratories, Merck & Co., Inc. 2006. ISBN 978-0-911910-00-1.</ref> Ia paling terkonsentrasi di tanah, 6 ppm. Jumlah jejak <sup>9</sup>Be ditemukan di atmosfer Bumi. Konsentrasi berilium dalam air laut adalah 0,2–0,6 [[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]] (ppt).<ref>[http://www.webelements.com/periodicity/abundance_seawater/ Abundance in oceans]. ''Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK''. WebElements.</ref> Namun, di air sungai, berilium lebih melimpah dengan konsentrasi 0,1 ppb.<ref>[http://www.webelements.com/periodicity/abundance_stream/ Abundance in stream water]. ''Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK''. WebElements.</ref> | |||
Berilium ditemukan di lebih dari 100 mineral,<ref>[https://www.mindat.org/chemsearch.php?cform_is_valid=1&inc=Be,&exc=&sub=Search+for+Minerals&cf_pager_page=1 Search Minerals By Chemistry]. ''www.mindat.org''.</ref> tetapi sebagian besar tidak umum hingga langka. Mineral yang mengandung berilium yang lebih umum meliputi: [[bertrandit]] (Be<sub>4</sub>Si<sub>2</sub>O<sub>7</sub>(OH)<sub>2</sub>), [[beril]] (Al<sub>2</sub>Be<sub>3</sub>Si<sub>6</sub>O<sub>18</sub>), [[krisoberil]] (Al<sub>2</sub>BeO<sub>4</sub>), dan [[fenakit]] (Be<sub>2</sub>SiO<sub>4</sub>). Bentuk beril yang berharga adalah [[Akuamarin (batu permata)|akuamarin]], [[beril merah]], dan [[zamrud]].<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref><ref>Walsh, Kenneth A. [https://books.google.com/books?id=3-GbhmSfyeYC&pg=PA20 Beryllium chemistry and processing]. 2009. hlm. 20–26. ISBN 978-0-87170-721-5.</ref><ref>Mining, Society for Metallurgy, Exploration (U.S). [https://books.google.com/books?id=zNicdkuulE4C&pg=PA265 Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses]. 5 Maret 2006. hlm. 265–269. ISBN 978-0-87335-233-8.</ref> | |||
Warna hijau dalam bentuk beril berkualitas permata berasal dari jumlah kromium yang bervariasi (sekitar 2% untuk zamrud). | Warna hijau dalam bentuk beril berkualitas permata berasal dari jumlah kromium yang bervariasi (sekitar 2% untuk zamrud). | ||
Dua bijih utama berilium, beril dan bertrandit, ditemukan di Amerika Serikat, Argentina, Brasil, India, Madagaskar, dan Rusia. Total cadangan bijih berilium dunia lebih besar dari 400.000 ton. | Dua bijih utama berilium, beril dan bertrandit, ditemukan di Amerika Serikat, Argentina, Brasil, India, Madagaskar, dan Rusia. Total cadangan bijih berilium dunia lebih besar dari 400.000 ton. | ||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Ekstraksi berilium dari senyawanya merupakan proses yang sulit karena afinitasnya yang tinggi terhadap oksigen pada suhu tinggi, dan kemampuannya untuk mereduksi air saat film oksidanya dihilangkan. Saat ini Amerika Serikat, Tiongkok, dan Kazakhstan adalah tiga negara yang terlibat dalam ekstraksi berilium skala industri. Kazakhstan menghasilkan berilium dari konsentrat yang ditimbun sebelum [[Pembubaran Uni Soviet|pecahnya Uni Soviet]] sekitar tahun 1991. Sumber daya ini hampir habis pada pertengahan 2010-an. | Ekstraksi berilium dari senyawanya merupakan proses yang sulit karena afinitasnya yang tinggi terhadap oksigen pada suhu tinggi, dan kemampuannya untuk mereduksi air saat film oksidanya dihilangkan. Saat ini Amerika Serikat, Tiongkok, dan Kazakhstan adalah tiga negara yang terlibat dalam ekstraksi berilium skala industri.<ref>[https://beryllium.com/About-Beryllium/Sources%20of%20Beryllium.aspx Sources of Beryllium]. Materion Corporation.</ref> Kazakhstan menghasilkan berilium dari konsentrat yang ditimbun sebelum [[Pembubaran Uni Soviet|pecahnya Uni Soviet]] sekitar tahun 1991. Sumber daya ini hampir habis pada pertengahan 2010-an.<ref>[https://s3-us-west-2.amazonaws.com/prd-wret/assets/palladium/production/mineral-pubs/beryllium/myb1-2016-beryl.pdf "Beryllim"] in ''2016 Minerals Yearbook''. USGS (September 2018).</ref> | ||
Produksi berilium di Rusia dihentikan pada tahun 1997, dan direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2020-an. | Produksi berilium di Rusia dihentikan pada tahun 1997, dan direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2020-an.<ref>[https://tass.ru/ural-news/6431308 Уральский производитель изумрудов планирует выпускать стратегический металл бериллий] . TASS.ru (15 Mei 2019)</ref><ref>[http://www.eurasianbusinessbriefing.com/russia-restarts-beryllium-production-after-20-years/ Russia restarts beryllium production after 20 years]. Eurasian Business Briefing. 20 Februari 2015.</ref> | ||
Berilium paling sering diekstraksi dari mineral [[beril]], yang [[Penyinteran|disinter]] menggunakan zat ekstraksi atau dilebur menjadi campuran yang larut. Proses penyinteran melibatkan pencampuran beril dengan [[natrium fluorosilikat]] dan soda pada suhu untuk membentuk [[Tetrafluoroberilat|natrium fluoroberilat]], [[aluminium oksida]], dan [[silikon dioksida]]. [[Berilium hidroksida]] diendapkan dari larutan natrium fluoroberilat dan [[natrium hidroksida]] dalam air. Ekstraksi berilium menggunakan metode peleburan melibatkan penggilingan beril menjadi bubuk dan memanaskannya hingga suhu . Lelehan tersebut dengan cepat didinginkan dengan air dan kemudian dipanaskan kembali dalam [[asam sulfat]] pekat, sebagian besar menghasilkan [[berilium sulfat]] dan [[aluminium sulfat]]. [[Amonia]] berair kemudian digunakan untuk menghilangkan aluminium dan belerang, meninggalkan berilium hidroksida. | Berilium paling sering diekstraksi dari mineral [[beril]], yang [[Penyinteran|disinter]] menggunakan zat ekstraksi atau dilebur menjadi campuran yang larut. Proses penyinteran melibatkan pencampuran beril dengan [[natrium fluorosilikat]] dan soda pada suhu untuk membentuk [[Tetrafluoroberilat|natrium fluoroberilat]], [[aluminium oksida]], dan [[silikon dioksida]].<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> [[Berilium hidroksida]] diendapkan dari larutan natrium fluoroberilat dan [[natrium hidroksida]] dalam air. Ekstraksi berilium menggunakan metode peleburan melibatkan penggilingan beril menjadi bubuk dan memanaskannya hingga suhu .<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Lelehan tersebut dengan cepat didinginkan dengan air dan kemudian dipanaskan kembali dalam [[asam sulfat]] pekat, sebagian besar menghasilkan [[berilium sulfat]] dan [[aluminium sulfat]].<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> [[Amonia]] berair kemudian digunakan untuk menghilangkan aluminium dan belerang, meninggalkan berilium hidroksida. | ||
Berilium hidroksida yang dibuat menggunakan metode sinter atau peleburan kemudian diubah menjadi [[berilium fluorida]] atau [[berilium klorida]]. Untuk membentuk fluorida, amonium hidrogen fluorida encer ditambahkan ke berilium hidroksida untuk menghasilkan endapan amonium tetrafluoroberilat, yang dipanaskan hingga untuk membentuk berilium fluorida. Memanaskan fluorida hingga dengan [[magnesium]] akan membentuk berilium yang terbagi halus, dan pemanasan tambahan hingga akan menghasilkan logam padat. Memanaskan berilium hidroksida akan membentuk oksida, yang menjadi berilium klorida bila dikombinasikan dengan karbon dan klorin. [[Elektrolisis]] berilium klorida cair kemudian digunakan untuk mendapatkan logam berilium. | Berilium hidroksida yang dibuat menggunakan metode sinter atau peleburan kemudian diubah menjadi [[berilium fluorida]] atau [[berilium klorida]]. Untuk membentuk fluorida, amonium hidrogen fluorida encer ditambahkan ke berilium hidroksida untuk menghasilkan endapan amonium tetrafluoroberilat, yang dipanaskan hingga untuk membentuk berilium fluorida.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Memanaskan fluorida hingga dengan [[magnesium]] akan membentuk berilium yang terbagi halus, dan pemanasan tambahan hingga akan menghasilkan logam padat.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Memanaskan berilium hidroksida akan membentuk oksida, yang menjadi berilium klorida bila dikombinasikan dengan karbon dan klorin. [[Elektrolisis]] berilium klorida cair kemudian digunakan untuk mendapatkan logam berilium.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> | ||
==Sifat kimia== | ==Sifat kimia== | ||
Atom berilium memiliki konfigurasi elektron [He] 2s<sup>2</sup>. [[Bilangan oksidasi|Keadaan oksidasi]] utama berilium adalah +2; atom berilium telah kehilangan kedua elektron valensinya. Keadaan oksidasi yang lebih rendah telah ditemukan, misalnya, senyawa bis(karbena).<ref>Merle Arrowsmith. ''Neutral zero-valent s-block complexes with strong multiple bonding''. ''Nature Chemistry''. 2016. Vol. 8 (9). hlm. 890–894. doi:10.1038/nchem.2542.</ref> | |||
Atom berilium memiliki konfigurasi elektron [He] 2s<sup>2</sup>. [[Bilangan oksidasi|Keadaan oksidasi]] utama berilium adalah +2; atom berilium telah kehilangan kedua elektron valensinya. Keadaan oksidasi yang lebih rendah telah ditemukan, misalnya, senyawa bis(karbena). | |||
Perilaku kimia berilium sebagian besar disebabkan oleh [[jari-jari atom]] dan [[Jari-jari ion|ionik]]nya yang kecil. Dengan demikian, ia memiliki [[Energi ionisasi|potensi ionisasi]] yang sangat tinggi dan polarisasi yang kuat saat terikat pada atom lain, itulah sebabnya semua senyawanya bersifat [[Ikatan kovalen|kovalen]]. Sifat kimiawinya mirip dengan aluminium, contoh dari [[hubungan diagonal]]. | Perilaku kimia berilium sebagian besar disebabkan oleh [[jari-jari atom]] dan [[Jari-jari ion|ionik]]nya yang kecil. Dengan demikian, ia memiliki [[Energi ionisasi|potensi ionisasi]] yang sangat tinggi dan polarisasi yang kuat saat terikat pada atom lain, itulah sebabnya semua senyawanya bersifat [[Ikatan kovalen|kovalen]]. Sifat kimiawinya mirip dengan aluminium, contoh dari [[hubungan diagonal]]. | ||
Pada suhu kamar, permukaan berilium membentuk lapisan [[Pasivasi (kimia)|pasivasi]] oksida setebal 1−10 nm yang mencegah reaksi lebih lanjut dengan udara, kecuali untuk penebalan oksida secara bertahap hingga sekitar 25 nm. Ketika dipanaskan di atas sekitar 500 °C, oksidasi menjadi logam curah berlangsung di sepanjang batas butir. Setelah logam dinyalakan di udara dengan pemanasan di atas titik lebur oksida sekitar 2500 °C, berilium terbakar dengan cemerlang, membentuk campuran [[berilium oksida]] dan [[berilium nitrida]]. Berilium mudah larut dalam [[asam pengoksidasi|asam nonpengoksidasi]], seperti HCl dan H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> encer, tetapi tidak dalam [[asam nitrat]] atau air karena ini membentuk oksida. Perilaku ini mirip dengan logam aluminium. Berilium juga larut dalam larutan alkali. | Pada suhu kamar, permukaan berilium membentuk lapisan [[Pasivasi (kimia)|pasivasi]] oksida setebal 1−10 nm yang mencegah reaksi lebih lanjut dengan udara, kecuali untuk penebalan oksida secara bertahap hingga sekitar 25 nm. Ketika dipanaskan di atas sekitar 500 °C, oksidasi menjadi logam curah berlangsung di sepanjang batas butir.<ref>C. Tomastik. [https://iopscience.iop.org/article/10.1088/0029-5515/45/9/005 Oxidation of beryllium—a scanning Auger investigation]. ''Nucl. Fusion''. 2005. Vol. 45 (9). hlm. 1061. doi:10.1088/0029-5515/45/9/005.</ref> Setelah logam dinyalakan di udara dengan pemanasan di atas titik lebur oksida sekitar 2500 °C, berilium terbakar dengan cemerlang, membentuk campuran [[berilium oksida]] dan [[berilium nitrida]]. Berilium mudah larut dalam [[asam pengoksidasi|asam nonpengoksidasi]], seperti HCl dan H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> encer, tetapi tidak dalam [[asam nitrat]] atau air karena ini membentuk oksida. Perilaku ini mirip dengan logam aluminium. Berilium juga larut dalam larutan alkali.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium&oldid=29342511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Senyawa biner berilium(II) bersifat polimer dalam keadaan padat. [[Berilium fluorida|BeF<sub>2</sub>]] memiliki struktur seperti [[Silikon dioksida|silika]] dengan tetrahedra BeF<sub>4</sub> yang dibagi sudut. [[Berilium klorida|BeCl<sub>2</sub>]] dan [[berilium bromida|BeBr<sub>2</sub>]] memiliki struktur rantai dengan tetrahedra yang berbagi tepi. [[Berilium oksida]], BeO, adalah padatan [[refraktori]] putih, yang memiliki struktur kristal [[seng sulfida|wurtzit]] dan konduktivitas termal setinggi beberapa logam. BeO bersifat [[amfoterisme|amfoter]]. Berilium [[sulfida]], [[selenida]], dan [[telurida]] telah diketahui, dan semuanya memiliki [[Sistem kristal kubik#Struktur bijih seng|struktur bijih seng]]. [[Berilium nitrida]], Be<sub>3</sub>N<sub>2</sub> adalah senyawa dengan titik lebur tinggi yang mudah dihidrolisis. Berilium azida, BeN<sub>6</sub> telah dikenal dan berilium fosfida, Be<sub>3</sub>P<sub>2</sub> memiliki struktur yang mirip dengan Be<sub>3</sub>N<sub>2</sub>. Sejumlah berilium [[borida]] telah dikenal, seperti Be<sub>5</sub>B, Be<sub>4</sub>B, Be<sub>2</sub>B, BeB<sub>2</sub>, BeB<sub>6</sub>, dan BeB<sub>12</sub>. [[Berilium karbida]], Be<sub>2</sub>C, adalah senyawa merah bata refraktori yang bereaksi dengan air dan menghasilkan [[metana]]. Tidak ada berilium [[silisida]] yang telah diidentifikasi. | Senyawa biner berilium(II) bersifat polimer dalam keadaan padat. [[Berilium fluorida|BeF<sub>2</sub>]] memiliki struktur seperti [[Silikon dioksida|silika]] dengan tetrahedra BeF<sub>4</sub> yang dibagi sudut. [[Berilium klorida|BeCl<sub>2</sub>]] dan [[berilium bromida|BeBr<sub>2</sub>]] memiliki struktur rantai dengan tetrahedra yang berbagi tepi. [[Berilium oksida]], BeO, adalah padatan [[refraktori]] putih, yang memiliki struktur kristal [[seng sulfida|wurtzit]] dan konduktivitas termal setinggi beberapa logam. BeO bersifat [[amfoterisme|amfoter]]. Berilium [[sulfida]], [[selenida]], dan [[telurida]] telah diketahui, dan semuanya memiliki [[Sistem kristal kubik#Struktur bijih seng|struktur bijih seng]].<ref>Wiberg, Egon. ''Inorganic Chemistry''. Elsevier. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> [[Berilium nitrida]], Be<sub>3</sub>N<sub>2</sub> adalah senyawa dengan titik lebur tinggi yang mudah dihidrolisis. Berilium azida, BeN<sub>6</sub> telah dikenal dan berilium fosfida, Be<sub>3</sub>P<sub>2</sub> memiliki struktur yang mirip dengan Be<sub>3</sub>N<sub>2</sub>. Sejumlah berilium [[borida]] telah dikenal, seperti Be<sub>5</sub>B, Be<sub>4</sub>B, Be<sub>2</sub>B, BeB<sub>2</sub>, BeB<sub>6</sub>, dan BeB<sub>12</sub>. [[Berilium karbida]], Be<sub>2</sub>C, adalah senyawa merah bata refraktori yang bereaksi dengan air dan menghasilkan [[metana]].<ref>Wiberg, Egon. ''Inorganic Chemistry''. Elsevier. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> Tidak ada berilium [[silisida]] yang telah diidentifikasi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium&oldid=29342511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Halida BeX<sub>2</sub> (X = F, Cl, Br, I) memiliki struktur molekul monomer linear dalam fase gas. Kompleks halida terbentuk dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan total dua pasang elektron. Senyawa seperti itu mematuhi [[kaidah oktet|aturan oktet]]. Kompleks 4-koordinat lainnya seperti ion-akua [Be(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]<sup>2+</sup> juga mematuhi aturan oktet. | Halida BeX<sub>2</sub> (X = F, Cl, Br, I) memiliki struktur molekul monomer linear dalam fase gas.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium&oldid=29342511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kompleks halida terbentuk dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan total dua pasang elektron. Senyawa seperti itu mematuhi [[kaidah oktet|aturan oktet]]. Kompleks 4-koordinat lainnya seperti ion-akua [Be(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]<sup>2+</sup> juga mematuhi aturan oktet. | ||
===Larutan berair=== | ===Larutan berair=== | ||
Kimia larutan berair dari berilium adalah subjek tinjauan komprehensif.<ref>Lucia Alderghi. ''Aqueous Solution Chemistry of Beryllium''. ''Advances in Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2000. Vol. 50. hlm. 109–172. doi:10.1016/S0898-8838(00)50003-8. ISBN 9780120236503.</ref> Larutan garam berilium, seperti [[berilium sulfat]] dan [[berilium nitrat]], bersifat asam karena hidrolisis ion [Be(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]<sup>2+</sup>. Konsentrasi produk hidrolisis pertama, [Be(H<sub>2</sub>O)<sub>3</sub>(OH)]<sup>+</sup>, kurang dari 1% konsentrasi berilium. Produk hidrolisis yang paling stabil adalah ion [[trimer (kimia)|trimerik]] [Be<sub>3</sub>(OH)<sub>3</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>3+</sup>. [[Berilium hidroksida]], Be(OH)<sub>2</sub>, tidak larut dalam air pada pH 5 atau lebih. Akibatnya, senyawa berilium umumnya tidak larut pada pH biologis. Karena itu, penghirupan debu logam berilium oleh manusia menyebabkan berkembangnya kondisi [[beriliosis]] yang fatal. Be(OH)<sub>2</sub> larut dalam larutan [[Alkalinitas|alkalin]] kuat. | |||
Berilium(II) membentuk beberapa kompleks dengan ligan monodentat karena molekul air dalam ion akuo, <chem>[Be(H_2O)_4]^{2+}</chem> terikat sangat kuat dengan ion berilium. Pengecualian penting adalah rangkaian kompleks yang larut dalam air dengan ion [[fluorida]].<ref>Bell, N.A. ''Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry''. Academic Press. 1972. Vol. 14. hlm. 256–277. doi:10.1016/S0065-2792(08)60008-4. ISBN 978-0-12-023614-5.</ref> | |||
Berilium(II) membentuk beberapa kompleks dengan ligan monodentat karena molekul air dalam ion akuo, <chem>[Be(H_2O)_4]^{2+}</chem> terikat sangat kuat dengan ion berilium. Pengecualian penting adalah rangkaian kompleks yang larut dalam air dengan ion [[fluorida]]. | |||
:<chem>[Be(H_2O)_4]^{2+} {+}n F^- \leftrightharpoons Be[(H_2O)_{2-n}F_n]^{(2-n)\pm} {+} nH_2O</chem> | :<chem>[Be(H_2O)_4]^{2+} {+}n F^- \leftrightharpoons Be[(H_2O)_{2-n}F_n]^{(2-n)\pm} {+} nH_2O</chem> | ||
Berilium(II) membentuk banyak kompleks dengan ligan bidentat yang mengandung atom donor oksigen. Spesies <chem>[Be_3O(H_2PO_4)_6]^{2-}</chem> terkenal karena memiliki ion oksida 3-koordinat di pusatnya. [[Berilium oksida asetat]], <chem> Be_4 O(OAc)_6</chem>, memiliki ion oksida yang dikelilingi oleh tetrahedron atom berilium. | Berilium(II) membentuk banyak kompleks dengan ligan bidentat yang mengandung atom donor oksigen.<ref>Lucia Alderghi. ''Aqueous Solution Chemistry of Beryllium''. ''Advances in Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2000. Vol. 50. hlm. 109–172. doi:10.1016/S0898-8838(00)50003-8. ISBN 9780120236503.</ref> Spesies <chem>[Be_3O(H_2PO_4)_6]^{2-}</chem> terkenal karena memiliki ion oksida 3-koordinat di pusatnya. [[Berilium oksida asetat]], <chem> Be_4 O(OAc)_6</chem>, memiliki ion oksida yang dikelilingi oleh tetrahedron atom berilium. | ||
Dengan ligan organik, seperti ion [[asam malonat|malonat]], asam tersebut terdeprotonasi saat membentuk kompleks. Atom donor adalah dua oksigen. | Dengan ligan organik, seperti ion [[asam malonat|malonat]], asam tersebut terdeprotonasi saat membentuk kompleks. Atom donor adalah dua oksigen. | ||
| Baris 78: | Baris 73: | ||
Pembentukan kompleks bersaing dengan reaksi hidrolisis ion logam dan kompleks campuran dengan anion dan ion hidroksida juga terbentuk. Misalnya, turunan dari trimer siklik telah diketahui, dengan ligan bidentat menggantikan satu atau lebih pasang molekul air. Ligan seperti [[Asam etilenadiaminatetraasetat|EDTA]] berperilaku sebagai asam dikarboksilat. | Pembentukan kompleks bersaing dengan reaksi hidrolisis ion logam dan kompleks campuran dengan anion dan ion hidroksida juga terbentuk. Misalnya, turunan dari trimer siklik telah diketahui, dengan ligan bidentat menggantikan satu atau lebih pasang molekul air. Ligan seperti [[Asam etilenadiaminatetraasetat|EDTA]] berperilaku sebagai asam dikarboksilat. | ||
Asam hidroksikarboksilat seperti [[asam glikolat]] membentuk kompleks monodentat yang agak lemah dalam larutan di mana gugus hidroksil tetap utuh. Sebuah heksamer, <chem>Na_4[Be_6(OCH_2(O)O)_6] </chem>, di mana gugus hidroksil terdeprotonasi telah lama diisolasi, dalam keadaan padat. Ligan di-hidroksi aromatik membentuk kompleks yang relatif kuat. Misalnya, nilai log K<sub>1</sub> dan log K<sub>2</sub> sebesar 12,2 dan 9,3 telah dilaporkan untuk kompleks dengan [[Tiron (kimia)|tiron]]. | Asam hidroksikarboksilat seperti [[asam glikolat]] membentuk kompleks monodentat yang agak lemah dalam larutan di mana gugus hidroksil tetap utuh. Sebuah heksamer, <chem>Na_4[Be_6(OCH_2(O)O)_6] </chem>, di mana gugus hidroksil terdeprotonasi telah lama diisolasi, dalam keadaan padat.<ref>Arthur Rosenheim. ''Über innerkomplexe Beryllate''. ''Liebigs Ann. Chem''. 1924. Vol. 440. hlm. 153–166. doi:10.1002/jlac.19244400115.</ref> Ligan di-hidroksi aromatik membentuk kompleks yang relatif kuat. Misalnya, nilai log K<sub>1</sub> dan log K<sub>2</sub> sebesar 12,2 dan 9,3 telah dilaporkan untuk kompleks dengan [[Tiron (kimia)|tiron]].<ref>M. Schmidt. ''Beryllium Chelation by Dicarboxylic Acids in Aqueous Solution''. ''Z. Naturforsch''. 1997. Vol. 53b (10). hlm. 2040–2043. doi:10.1021/ic961410k.</ref> | ||
Ada banyak laporan awal tentang kompleks dengan asam amino, tetapi sayangnya mereka tidak dapat diandalkan karena reaksi hidrolisis yang menyertainya tidak dipahami pada saat publikasi. Nilai untuk log β dari sekitar 6 sampai 7 telah dilaporkan. Derajat pembentukannya kecil karena kompetisi dengan reaksi hidrolisis. | Ada banyak laporan awal tentang kompleks dengan asam amino, tetapi sayangnya mereka tidak dapat diandalkan karena reaksi hidrolisis yang menyertainya tidak dipahami pada saat publikasi. Nilai untuk log β dari sekitar 6 sampai 7 telah dilaporkan.<ref>A. Mederos. ''Recent aspects of the coordination chemistry of the very toxic cation beryllium(II): The search for sequestering agents''. ''Bol. Soc. Chil. Quim''. 1997. Vol. 42. hlm. 281.</ref> Derajat pembentukannya kecil karena kompetisi dengan reaksi hidrolisis. | ||
===Kimia organik=== | ===Kimia organik=== | ||
Kimia organoberilium terbatas pada penelitian akademik karena biaya dan toksisitas berilium, turunan berilium, dan reagen yang diperlukan untuk pengenalan berilium, seperti [[berilium klorida]]. Senyawa berilium organologam dikenal sangat reaktif. Contoh senyawa organoberilium yang diketahui adalah ''dineopentilberilium'', ''berilosena'' (Cp<sub>2</sub>Be), ''dialilberilium'' (melalui reaksi pertukaran dietil berilium dengan trialil boron), bis(1,3-trimetilsililalil)berilium, dan Be(mes)2. Ligan juga bisa berupa aril dan alkinil. | Kimia organoberilium terbatas pada penelitian akademik karena biaya dan toksisitas berilium, turunan berilium, dan reagen yang diperlukan untuk pengenalan berilium, seperti [[berilium klorida]]. Senyawa berilium organologam dikenal sangat reaktif.<ref>Naglav, D.; Buchner, M. R.; Bendt, G.; Kraus, F. and Schulz, S. ''Off the Beaten Track—A Hitchhiker's Guide to Beryllium Chemistry''. ''Angew. Chem. Int. Ed''. 2016. Vol. 55 (36). hlm. 10562–10576. doi:10.1002/anie.201601809.</ref> Contoh senyawa organoberilium yang diketahui adalah ''dineopentilberilium'',<ref>G. E. Coates. ''Preparation of base-free beryllium alkyls from trialkylboranes. Dineopentylberyllium, bis((trimethylsilyl)methyl)beryllium, and an ethylberyllium hydride''. ''Journal of the Chemical Society A: Inorganic, Physical, Theoretical''. 1971. hlm. 1308. doi:10.1039/J19710001308.</ref> ''berilosena'' (Cp<sub>2</sub>Be),<ref>Ernst Otto Fischer. ''Über Aromatenkomplexe von Metallen, XXV. Di-cyclopentadienyl-beryllium''. ''Chemische Berichte''. 1959. Vol. 92 (2). hlm. 482. doi:10.1002/cber.19590920233.</ref><ref>K. W. Nugent. [https://archive.org/details/sim_australian-journal-of-chemistry_1984_37_8/page/1601 A precise low-temperature crystal structure of Bis(cyclopentadienyl)beryllium]. ''Australian Journal of Chemistry''. 1984. Vol. 37 (8). hlm. 1601. doi:10.1071/CH9841601.</ref><ref>A. Almenningen. [https://archive.org/details/journal-of-organometallic-chemistry_1979-05-08_170_3/page/271 The molecular structure of beryllocene, (C 5 H 5 ) 2 Be. A reinvestigation by gas phase electron diffraction]. ''Journal of Organometallic Chemistry''. 1979. Vol. 170 (3). hlm. 271. doi:10.1016/S0022-328X(00)92065-5.</ref><ref>C. H. Wong. ''Crystal structure of bis(cyclopentadienyl)beryllium at −120 °C''. ''Acta Crystallographica Section B''. 1972. Vol. 28 (6). hlm. 1662. doi:10.1107/S0567740872004820.</ref> ''dialilberilium'' (melalui reaksi pertukaran dietil berilium dengan trialil boron),<ref>G. Wiegand. ''Ein Beitrag zur Existenz von Allylberyllium- und Allylaluminiumverbindungen''. ''Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie''. 1974. Vol. 405. hlm. 101–108. doi:10.1002/zaac.19744050111.</ref> bis(1,3-trimetilsililalil)berilium,<ref>Stephen C. Chmely. ''Bis(1,3-trimethylsilylallyl)beryllium''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2010. Vol. 49 (34). hlm. 5870–5874. doi:10.1002/anie.201001866.</ref> dan Be(mes)2.<ref>Naglav, D.; Buchner, M. R.; Bendt, G.; Kraus, F. and Schulz, S. ''Off the Beaten Track—A Hitchhiker's Guide to Beryllium Chemistry''. ''Angew. Chem. Int. Ed''. 2016. Vol. 55 (36). hlm. 10562–10576. doi:10.1002/anie.201601809.</ref> Ligan juga bisa berupa aril<ref>Karin Ruhlandt-Senge. ''Synthesis and structural characterization of the beryllium compounds [Be(2,4,6-Me 3 C 6 H 2 ) 2 (OEt 2 )], [Be{O(2,4,6-tert-Bu 3 C 6 H 2 )} 2 (OEt 2 )], and [Be{S(2,4,6-tert-Bu 3 C 6 H 2 )} 2 (THF)]⋅PhMe and determination of the structure of [BeCl 2 (OEt 2 ) 2 ]''. ''Inorganic Chemistry''. 1993. Vol. 32 (9). hlm. 1724–1728. doi:10.1021/ic00061a031.</ref> dan alkinil.<ref>B. Morosin. ''The crystal structure of dimeric methyl-1-propynyl- beryllium-trimethylamine''. ''Journal of Organometallic Chemistry''. 1971. Vol. 29. hlm. 7–14. doi:10.1016/S0022-328X(00)87485-9.</ref> | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Mineral [[beril]], yang mengandung berilium, telah digunakan setidaknya sejak [[Dinasti Ptolemaik|dinasti Ptolemeus]] di Mesir. Pada abad pertama [[Era Umum|CE]], naturalis Romawi [[Plinius Tua]] menyebutkan dalam ensiklopedianya ''[[Naturalis Historia]]'' bahwa beril dan [[zamrud]] ("smaragdus") serupa. [[Papirus Graecus Holmiensis]], yang ditulis pada abad ketiga atau keempat CE, memuat catatan tentang cara membuat zamrud dan beril buatan. | Mineral [[beril]], yang mengandung berilium, telah digunakan setidaknya sejak [[Dinasti Ptolemaik|dinasti Ptolemeus]] di Mesir. Pada abad pertama [[Era Umum|CE]], naturalis Romawi [[Plinius Tua]] menyebutkan dalam ensiklopedianya ''[[Naturalis Historia]]'' bahwa beril dan [[zamrud]] ("smaragdus") serupa. [[Papirus Graecus Holmiensis]], yang ditulis pada abad ketiga atau keempat CE, memuat catatan tentang cara membuat zamrud dan beril buatan. | ||
Analisis awal zamrud dan beril oleh [[Martin Heinrich Klaproth]], [[Torbern Bergman|Torbern Olof Bergman]], [[Franz Karl Achard]], dan Johann Jakob Bindheim selalu menghasilkan unsur yang serupa, yang mengarah pada kesimpulan keliru bahwa kedua zat tersebut adalah [[aluminium silikat]]. Ahli mineralogi [[René Just Haüy]] menemukan bahwa kedua kristal identik secara geometris, dan dia meminta ahli kimia [[Louis-Nicolas Vauquelin]] untuk analisis kimia. | Analisis awal zamrud dan beril oleh [[Martin Heinrich Klaproth]], [[Torbern Bergman|Torbern Olof Bergman]], [[Franz Karl Achard]], dan Johann Jakob Bindheim selalu menghasilkan unsur yang serupa, yang mengarah pada kesimpulan keliru bahwa kedua zat tersebut adalah [[aluminium silikat]]. Ahli mineralogi [[René Just Haüy]] menemukan bahwa kedua kristal identik secara geometris, dan dia meminta ahli kimia [[Louis-Nicolas Vauquelin]] untuk analisis kimia. | ||
Dalam makalah tahun 1798 yang dibacakan di hadapan [[Institut de France]], Vauquelin melaporkan bahwa ia menemukan "tanah" baru dengan melarutkan [[aluminium hidroksida]] dari zamrud dan beril dalam [[alkali]] tambahan. Editor jurnal ''Annales de Chimie et de Physique'' menamakan tanah baru ini "glucine" karena rasa manis dari beberapa senyawanya. Klaproth lebih suka nama "beryllina" karena [[Itrium(III) oksida|itria]] juga membentuk garam manis. Nama "berilium" pertama kali digunakan oleh Wöhler pada tahun 1828. | Dalam makalah tahun 1798 yang dibacakan di hadapan [[Institut de France]], Vauquelin melaporkan bahwa ia menemukan "tanah" baru dengan melarutkan [[aluminium hidroksida]] dari zamrud dan beril dalam [[alkali]] tambahan.<ref>Louis-Nicolas Vauquelin. [https://books.google.com/books?id=dB8AAAAAMAAJ&pg=RA1-PA155 De l'Aiguemarine, ou Béril; et découverie d'une terre nouvelle dans cette pierre]. ''Annales de Chimie''. 1798. Vol. 26. hlm. 155–169.</ref> Editor jurnal ''Annales de Chimie et de Physique'' menamakan tanah baru ini "glucine" karena rasa manis dari beberapa senyawanya.<ref>Dalam catatan kaki di [https://books.google.com/books?id=dB8AAAAAMAAJ&pg=RA1-PA169 page 169] dari (Vauquelin, 1798), editor menulis: "(1) La propriété la plus caractéristique de cette terre, confirmée par les dernières expériences de notre collègue, étant de former des sels d'une saveur sucrée, nous proposons de l'appeler ''glucine'', de γλυκυς, ''doux'', γλυκύ, ''vin doux'', γλυκαιτω, ''rendre doux'' … ''Note des Rédacteurs''." ((1) Sifat paling khas dari tanah ini, dikonfirmasi oleh percobaan terbaru dari rekan kami [Vauquelin], untuk membentuk garam dengan rasa manis, kami mengusulkan untuk menyebutnya ''glucine'' dari γλυκυς, ''manis'', γλυκύ, ''anggur manis'', γλυκαιτω, ''untuk membuat manis'' … ''Catatan editor''.)</ref> Klaproth lebih suka nama "beryllina" karena [[Itrium(III) oksida|itria]] juga membentuk garam manis.<ref>Klaproth, Martin Heinrich, ''Beitrage zur Chemischen Kenntniss der Mineralkörper'' (Kontribusi pada pengetahuan kimia zat mineral), vol. 3, (Berlin, (Jerman): Heinrich August Rottmann, 1802), [https://books.google.com/books?id=8A8KAAAAIAAJ&pg=PA78 pages 78–79] : "Als Vauquelin der von ihm im Beryll und Smaragd entdeckten neuen Erde, wegen ihrer Eigenschaft, süsse Mittelsalze zu bilden, den Namen ''Glykine'', ''Süsserde'', beilegte, erwartete er wohl nicht, dass sich bald nachher eine anderweitige Erde finden würde, welche mit völlig gleichem Rechte Anspruch an diesen Namen machen können. Um daher keine Verwechselung derselben mit der Yttererde zu veranlassen, würde es vielleicht gerathen seyn, jenen Namen ''Glykine'' aufzugeben, und durch Beryllerde (''Beryllina'') zu ersetzen; welche Namensveränderung auch bereits vom Hrn. Prof. Link, und zwar aus dem Grunde empfohlen worden, weil schon ein Pflanzengeschlecht ''Glycine'' vorhanden ist." (Ketika Vauquelin menganugerahkan – karena sifatnya membentuk garam manis – nama ''glycine'', ''tanah-manis'', pada tanah baru yang telah ditemukan olehnya di beryl dan smaragd, dia tentu tidak menyangka bahwa segera setelah itu akan ditemukan bumi lain yang dengan hak yang sama sepenuhnya dapat mengklaim nama ini. Oleh karena itu, untuk menghindari kebingungan dengan tanah-itria, mungkin disarankan untuk meninggalkan nama ''glycine'' dan menggantinya dengan tanah-beril (''beryllina''); perubahan nama yang mana juga direkomendasikan oleh Prof. Link, dan karena sudah ada genus tanaman ''Glycine''.)</ref> Nama "berilium" pertama kali digunakan oleh Wöhler pada tahun 1828.<ref>F. Wöhler. [https://books.google.com/books?id=3iAAAAAAMAAJ&pg=PA577 Ueber das Beryllium und Yttrium]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1828. Vol. 13 (89). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.</ref> | ||
[[Friedrich Wöhler]]<ref>Friedrich Wöhler. [https://books.google.com/books?id=YW0EAAAAYAAJ&pg=PA577 Ueber das Beryllium und Yttrium]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1828. Vol. 89 (8). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.</ref> dan [[Antoine Bussy]]<ref>Antoine Bussy. [https://books.google.com/books?id=pwUFAAAAQAAJ&pg=PA456 D'une travail qu'il a entrepris sur le glucinium]. ''Journal de Chimie Médicale''. 1828. hlm. 456–457.</ref> secara terpisah mengisolasi berilium pada tahun 1828 melalui [[reaksi kimia]] logam [[kalium]] dengan [[berilium klorida]], sebagai berikut: | |||
[[Friedrich Wöhler]] dan [[Antoine Bussy]] secara terpisah mengisolasi berilium pada tahun 1828 melalui [[reaksi kimia]] logam [[kalium]] dengan [[berilium klorida]], sebagai berikut: | |||
:BeCl<sub>2</sub> + 2 K → 2 KCl + Be | :BeCl<sub>2</sub> + 2 K → 2 KCl + Be | ||
Dengan menggunakan lampu alkohol, Wöhler memanaskan lapisan-lapisan berilium klorida dan kalium secara berselang-seling dalam wadah platina tertutup kabel. Reaksi di atas segera terjadi dan menyebabkan krus menjadi putih panas. Setelah mendinginkan dan mencuci bubuk hitam keabu-abuan yang dihasilkan, dia melihat bahwa itu terbuat dari partikel halus dengan kilau logam gelap. Kalium yang sangat reaktif telah diproduksi dengan [[elektrolisis]] senyawanya, sebuah proses yang ditemukan 21 tahun sebelumnya. Metode kimia yang menggunakan kalium hanya menghasilkan butiran kecil berilium yang tidak dapat dituang atau dipalu. | Dengan menggunakan lampu alkohol, Wöhler memanaskan lapisan-lapisan berilium klorida dan kalium secara berselang-seling dalam wadah platina tertutup kabel. Reaksi di atas segera terjadi dan menyebabkan krus menjadi putih panas. Setelah mendinginkan dan mencuci bubuk hitam keabu-abuan yang dihasilkan, dia melihat bahwa itu terbuat dari partikel halus dengan kilau logam gelap. Kalium yang sangat reaktif telah diproduksi dengan [[elektrolisis]] senyawanya, sebuah proses yang ditemukan 21 tahun sebelumnya. Metode kimia yang menggunakan kalium hanya menghasilkan butiran kecil berilium yang tidak dapat dituang atau dipalu. | ||
Elektrolisis langsung dari campuran cair [[berilium fluorida]] dan [[natrium fluorida]] oleh [[Paul Lebeau]] pada tahun 1898 menghasilkan sampel berilium murni pertama (99,5 hingga 99,8%). Namun, produksi industri baru dimulai setelah Perang Dunia Pertama. Keterlibatan industri asli termasuk anak perusahaan dan ilmuwan yang terkait dengan [[Union Carbide|Union Carbide and Carbon Corporation]] di Cleveland, Ohio, dan [[Siemens & Halske]] AG di Berlin. Di AS, proses tersebut dipimpin oleh Hugh S. Cooper, direktur The Kemet Laboratories Company. Di Jerman, proses produksi berilium pertama yang berhasil secara komersial dikembangkan pada tahun 1921 oleh [[Alfred Stock]] dan [[Hans Goldschmidt]]. | Elektrolisis langsung dari campuran cair [[berilium fluorida]] dan [[natrium fluorida]] oleh [[Paul Lebeau]] pada tahun 1898 menghasilkan sampel berilium murni pertama (99,5 hingga 99,8%). Namun, produksi industri baru dimulai setelah Perang Dunia Pertama. Keterlibatan industri asli termasuk anak perusahaan dan ilmuwan yang terkait dengan [[Union Carbide|Union Carbide and Carbon Corporation]] di Cleveland, Ohio, dan [[Siemens & Halske]] AG di Berlin. Di AS, proses tersebut dipimpin oleh Hugh S. Cooper, direktur The Kemet Laboratories Company. Di Jerman, proses produksi berilium pertama yang berhasil secara komersial dikembangkan pada tahun 1921 oleh [[Alfred Stock]] dan [[Hans Goldschmidt]].<ref>Johann Boillat. [https://www.researchgate.net/publication/309154800 From Raw Material to Strategic Alloys. The Case of the International Beryllium Industry (1919–1939)]. 27 Agustus 2016. doi:10.13140/rg.2.2.35545.11363.</ref> | ||
Sampel berilium dibombardir dengan [[Partikel alfa|sinar alfa]] dari peluruhan [[radium]] dalam percobaan tahun 1932 oleh [[James Chadwick]] yang mengungkap keberadaan [[neutron]]. Metode yang sama ini digunakan dalam satu kelas [[sumber neutron]] laboratorium berbasis radioisotop yang menghasilkan 30 neutron untuk setiap juta partikel α. | Sampel berilium dibombardir dengan [[Partikel alfa|sinar alfa]] dari peluruhan [[radium]] dalam percobaan tahun 1932 oleh [[James Chadwick]] yang mengungkap keberadaan [[neutron]]. Metode yang sama ini digunakan dalam satu kelas [[sumber neutron]] laboratorium berbasis radioisotop yang menghasilkan 30 neutron untuk setiap juta partikel α.<ref>[https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7 The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals]. Merck Research Laboratories, Merck & Co., Inc. 2006. ISBN 978-0-911910-00-1.</ref> | ||
Produksi berilium mengalami peningkatan pesat selama Perang Dunia II, karena meningkatnya permintaan paduan berilium-tembaga keras dan [[fosfor]] untuk [[lampu pendar|lampu fluoresen]]. Sebagian besar lampu fluoresen awal menggunakan [[Wilemit|seng ortosilikat]] dengan berbagai kandungan berilium untuk memancarkan cahaya kehijauan. Penambahan kecil magnesium [[wolframat]] meningkatkan bagian biru dari spektrum untuk menghasilkan cahaya putih yang dapat diterima. Fosfor berbasis halofosfat menggantikan fosfor berbasis berilium setelah berilium ditemukan beracun. | Produksi berilium mengalami peningkatan pesat selama Perang Dunia II, karena meningkatnya permintaan paduan berilium-tembaga keras dan [[fosfor]] untuk [[lampu pendar|lampu fluoresen]]. Sebagian besar lampu fluoresen awal menggunakan [[Wilemit|seng ortosilikat]] dengan berbagai kandungan berilium untuk memancarkan cahaya kehijauan. Penambahan kecil magnesium [[wolframat]] meningkatkan bagian biru dari spektrum untuk menghasilkan cahaya putih yang dapat diterima. Fosfor berbasis halofosfat menggantikan fosfor berbasis berilium setelah berilium ditemukan beracun.<ref>Kane, Raymond. [https://books.google.com/books?id=klE5qGAltjAC&pg=PA98 Revolution in lamps: a chronicle of 50 years of progress]. 2001. hlm. 98. ISBN 978-0-88173-378-5.</ref> | ||
Elektrolisis campuran [[berilium fluorida]] dan [[natrium fluorida]] digunakan untuk mengisolasi berilium selama abad ke-19. Titik lebur logam yang tinggi membuat proses ini lebih memakan energi daripada proses serupa yang digunakan untuk [[logam alkali]]. Pada awal abad ke-20, produksi berilium melalui dekomposisi termal [[berilium iodida]] diselidiki menyusul keberhasilan proses serupa untuk produksi [[zirkonium]], tetapi proses ini terbukti tidak ekonomis untuk produksi besar. | Elektrolisis campuran [[berilium fluorida]] dan [[natrium fluorida]] digunakan untuk mengisolasi berilium selama abad ke-19. Titik lebur logam yang tinggi membuat proses ini lebih memakan energi daripada proses serupa yang digunakan untuk [[logam alkali]]. Pada awal abad ke-20, produksi berilium melalui dekomposisi termal [[berilium iodida]] diselidiki menyusul keberhasilan proses serupa untuk produksi [[zirkonium]], tetapi proses ini terbukti tidak ekonomis untuk produksi besar.<ref>Babu, R. S. ''Beryllium Extraction – A Review''. ''Mineral Processing and Extractive Metallurgy Review''. 1988. Vol. 4. hlm. 39–94. doi:10.1080/08827508808952633.</ref> | ||
Logam berilium murni tidak tersedia sampai tahun 1957, meskipun telah digunakan sebagai logam paduan untuk mengeraskan tembaga jauh lebih awal. Berilium dapat diproduksi dengan mereduksi senyawa berilium seperti [[berilium klorida]] dengan logam kalium atau natrium. Saat ini, sebagian besar berilium diproduksi dengan mereduksi berilium fluorida dengan [[magnesium]]. Harga di pasar Amerika untuk berilium batangan [[Pengecoran logam|cor vakum]] adalah sekitar AS$338 per pon (AS$745 per kilogram) pada tahun 2001. | Logam berilium murni tidak tersedia sampai tahun 1957, meskipun telah digunakan sebagai logam paduan untuk mengeraskan tembaga jauh lebih awal. Berilium dapat diproduksi dengan mereduksi senyawa berilium seperti [[berilium klorida]] dengan logam kalium atau natrium. Saat ini, sebagian besar berilium diproduksi dengan mereduksi berilium fluorida dengan [[magnesium]].<ref>C.R. Hammond. [https://books.google.com/books?id=q2qJId5TKOkC&pg=PP9 CRC handbook of chemistry and physics]. CRC Press. 2003. hlm. 4–5. ISBN 978-0-8493-0595-5.</ref> Harga di pasar Amerika untuk berilium batangan [[Pengecoran logam|cor vakum]] adalah sekitar AS$338 per pon (AS$745 per kilogram) pada tahun 2001.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/beryllium/ Beryllium Statistics and Information]. United States Geological Survey.</ref> | ||
Antara tahun 1998 dan 2008, produksi berilium dunia menurun dari 343 menjadi sekitar 200 [[ton metrik|ton]]. Kemudian meningkat menjadi 230 ton pada tahun 2018, di mana 170 ton berasal dari Amerika Serikat. | Antara tahun 1998 dan 2008, produksi berilium dunia menurun dari 343 menjadi sekitar 200 [[ton metrik|ton]]. Kemudian meningkat menjadi 230 ton pada tahun 2018, di mana 170 ton berasal dari Amerika Serikat.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/beryllium/100300.pdf Commodity Summary: Beryllium]. United States Geological Survey.</ref><ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/beryllium/mcs-2010-beryl.pdf Commodity Summary 2000: Beryllium]. United States Geological Survey.</ref> | ||
===Etimologi=== | ===Etimologi=== | ||
Dinamai dari [[beril]], mineral semimulia, dari mana ia pertama kali diisolasi. | Dinamai dari [[beril]], mineral semimulia, dari mana ia pertama kali diisolasi.<ref>[https://www.etymonline.com/word/beryllium etymology online].</ref><ref>[https://www.britannica.com/science/beryllium Encyclopædia Britannica].</ref><ref>[http://www.elementalmatter.info/element-beryllium.htm Elemental Matter].</ref> | ||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
===Jendela radiasi=== | ===Jendela radiasi=== | ||
Karena nomor atomnya yang rendah dan penyerapan yang sangat rendah untuk sinar-X, aplikasi berilium tertua dan masih yang paling penting adalah jendela radiasi untuk [[tabung sinar-X]]. Tuntutan ekstrem ditempatkan pada kemurnian dan kebersihan berilium untuk menghindari artefak dalam gambar sinar-X. Foil berilium tipis digunakan sebagai jendela radiasi untuk detektor sinar-X, dan penyerapan yang sangat rendah meminimalkan efek pemanasan yang disebabkan oleh intensitas tinggi, sinar-X berenergi rendah yang khas dari radiasi [[sinkrotron]]. Jendela kedap vakum dan tabung sinar untuk eksperimen radiasi pada sinkrotron diproduksi secara eksklusif dari berilium. Dalam pengaturan ilmiah untuk berbagai studi emisi sinar-X (misalnya [[spektroskopi sinar-X dispersif energi]]) pemegang sampel biasanya terbuat dari berilium karena sinar-X yang dipancarkan memiliki energi yang jauh lebih rendah (≈100 eV) daripada sinar-X dari kebanyakan materi yang dipelajari.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> | |||
[[Nomor atom]] yang rendah juga membuat berilium relatif transparan terhadap [[partikel dasar|partikel]] energetik. Oleh karena itu, ini digunakan untuk membuat [[garis berkas|pipa berkas]] di sekitar daerah tumbukan dalam pengaturan [[fisika partikel]], seperti keempat eksperimen detektor utama di [[Penumbuk Hadron Raksasa]] ([[Eksperimen ALICE|ALICE]], [[Eksperimen ATLAS|ATLAS]], [[Solenoid Muon Padat|CMS]], [[Eksperimen LHCb|LHCb]]),<ref>R. Veness. [http://accelconf.web.cern.ch/accelconf/PAC2009/papers/mo6rfp010.pdf Installation and commissioning of vacuum systems for the LHC particle detectors]. CERN.</ref> [[Tevatron]], dan di [[Laboratorium Pemercepat Nasional SLAC|SLAC]]. Massa jenis berilium yang rendah memungkinkan produk tabrakan mencapai detektor di sekitarnya tanpa interaksi yang signifikan, kekakuannya memungkinkan vakum yang kuat dihasilkan di dalam pipa untuk meminimalkan interaksi dengan gas, stabilitas termalnya memungkinkannya berfungsi dengan benar pada suhu hanya beberapa derajat di atas [[nol mutlak]], dan sifat [[Diamagnetisme|diamagnetik]]nya membuatnya tidak mengganggu sistem magnet multikutub kompleks yang digunakan untuk mengarahkan dan [[Pemfokusan kuat|memfokuskan]] [[berkas partikel]].<ref>Wieman, H. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc786424/m2/1/high_res_d/860449.pdf A new inner vertex detector for STAR]. ''Nuclear Instruments and Methods in Physics Research Section A''. 2001. Vol. 473 (1–2). hlm. 205. doi:10.1016/S0168-9002(01)01149-4.</ref> | |||
[[Nomor atom]] yang rendah juga membuat berilium relatif transparan terhadap [[partikel dasar|partikel]] energetik. Oleh karena itu, ini digunakan untuk membuat [[garis berkas|pipa berkas]] di sekitar daerah tumbukan dalam pengaturan [[fisika partikel]], seperti keempat eksperimen detektor utama di [[Penumbuk Hadron Raksasa]] ([[Eksperimen ALICE|ALICE]], [[Eksperimen ATLAS|ATLAS]], [[Solenoid Muon Padat|CMS]], [[Eksperimen LHCb|LHCb]]), [[Tevatron]], dan di [[Laboratorium Pemercepat Nasional SLAC|SLAC]]. Massa jenis berilium yang rendah memungkinkan produk tabrakan mencapai detektor di sekitarnya tanpa interaksi yang signifikan, kekakuannya memungkinkan vakum yang kuat dihasilkan di dalam pipa untuk meminimalkan interaksi dengan gas, stabilitas termalnya memungkinkannya berfungsi dengan benar pada suhu hanya beberapa derajat di atas [[nol mutlak]], dan sifat [[Diamagnetisme|diamagnetik]]nya membuatnya tidak mengganggu sistem magnet multikutub kompleks yang digunakan untuk mengarahkan dan [[Pemfokusan kuat|memfokuskan]] [[berkas partikel]]. | |||
===Aplikasi mekanis=== | ===Aplikasi mekanis=== | ||
Karena kekakuannya, beratnya yang ringan, dan stabilitas dimensi pada rentang suhu yang luas, logam berilium digunakan untuk komponen struktural ringan dalam industri pertahanan dan [[dirgantara|kedirgantaraan]] pada [[pesawat udara|pesawat]] berkecepatan tinggi, [[peluru kendali|rudal]], [[wahana antariksa]], dan [[satelit]], termasuk [[Teleskop Luar Angkasa James Webb]]. Beberapa [[Roket propelan cair|roket berbahan bakar cair]] telah menggunakan [[Nosel mesin roket|nosel roket]] yang terbuat dari berilium murni. Serbuk berilium sendiri dipelajari sebagai [[propelan roket|bahan bakar roket]], tetapi penggunaan ini tidak pernah terwujud. Sejumlah kecil [[kerangka sepeda]] kelas atas yang ekstrem telah dibuat dengan berilium. Dari tahun 1998 hingga 2000, tim [[Formula Satu]] [[McLaren]] menggunakan mesin [[Mercedes-Benz]] dengan piston [[logam paduan|paduan]] berilium-aluminium. Penggunaan komponen mesin berilium dilarang menyusul protes dari [[Scuderia Ferrari]]. | Karena kekakuannya, beratnya yang ringan, dan stabilitas dimensi pada rentang suhu yang luas, logam berilium digunakan untuk komponen struktural ringan dalam industri pertahanan dan [[dirgantara|kedirgantaraan]] pada [[pesawat udara|pesawat]] berkecepatan tinggi, [[peluru kendali|rudal]], [[wahana antariksa]], dan [[satelit]], termasuk [[Teleskop Luar Angkasa James Webb]]. Beberapa [[Roket propelan cair|roket berbahan bakar cair]] telah menggunakan [[Nosel mesin roket|nosel roket]] yang terbuat dari berilium murni.<ref>Joseph R. Davis. [https://books.google.com/books?id=IpEnvBtSfPQC&pg=PA690 Metals handbook]. ASM International. 1998. hlm. 690–691. ISBN 978-0-87170-654-6.</ref><ref>Schwartz, Mel M. [https://books.google.com/books?id=6fdmMuj0rNEC&pg=PA62 Encyclopedia of materials, parts, and finishes]. CRC Press. 2002. hlm. 62. ISBN 978-1-56676-661-6.</ref> Serbuk berilium sendiri dipelajari sebagai [[propelan roket|bahan bakar roket]], tetapi penggunaan ini tidak pernah terwujud. Sejumlah kecil [[kerangka sepeda]] kelas atas yang ekstrem telah dibuat dengan berilium.<ref>[http://mombat.org/American.htm Museum of Mountain Bike Art & Technology: American Bicycle Manufacturing].</ref> Dari tahun 1998 hingga 2000, tim [[Formula Satu]] [[McLaren]] menggunakan mesin [[Mercedes-Benz]] dengan piston [[logam paduan|paduan]] berilium-aluminium.<ref>Wayne Ward. [http://www.ret-monitor.com/articles/967/aluminium-beryllium/? Aluminium-Beryllium]. Ret-Monitor.</ref> Penggunaan komponen mesin berilium dilarang menyusul protes dari [[Scuderia Ferrari]].<ref>Keith Collantine. [http://www.f1fanatic.co.uk/2007/02/08/banned-beryllium/ Banned! – Beryllium]. 8 Februari 2007.</ref> | ||
Mencampur sekitar 2,0% berilium dengan [[tembaga]] membentuk [[logam paduan|paduan]] yang disebut [[tembaga berilium]] yang enam kali lebih kuat dari tembaga saja. Paduan berilium digunakan dalam banyak aplikasi karena kombinasi elastisitasnya, [[Konduktivitas dan resistivitas listrik|konduktivitas listrik]] dan [[konduktivitas termal]] yang tinggi, kekuatan dan [[kekerasan (fisika)|kekerasan]] yang tinggi, sifat nonmagnetik, serta ketahanan terhadap [[korosi]] dan [[kelelahan (material)|kelelahan]]. Beberapa aplikasinya adalah alat tanpa percikan yang digunakan di dekat gas yang mudah terbakar ([[nikel berilium]]), pada [[pegas]] dan membran (nikel berilium dan [[besi berilium]]) yang digunakan dalam instrumen bedah dan perangkat suhu tinggi. Sedikitnya 50 bagian per juta paduan berilium dengan [[magnesium]] cair menyebabkan peningkatan ketahanan oksidasi yang signifikan dan penurunan sifat mudah terbakar. | Mencampur sekitar 2,0% berilium dengan [[tembaga]] membentuk [[logam paduan|paduan]] yang disebut [[tembaga berilium]] yang enam kali lebih kuat dari tembaga saja.<ref>''Concise Encyclopedia of Chemistry''. McGraw-Hill. 2004. ISBN 978-0-07-143953-4.</ref> Paduan berilium digunakan dalam banyak aplikasi karena kombinasi elastisitasnya, [[Konduktivitas dan resistivitas listrik|konduktivitas listrik]] dan [[konduktivitas termal]] yang tinggi, kekuatan dan [[kekerasan (fisika)|kekerasan]] yang tinggi, sifat nonmagnetik, serta ketahanan terhadap [[korosi]] dan [[kelelahan (material)|kelelahan]].<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Beberapa aplikasinya adalah alat tanpa percikan yang digunakan di dekat gas yang mudah terbakar ([[nikel berilium]]), pada [[pegas]] dan membran (nikel berilium dan [[besi berilium]]) yang digunakan dalam instrumen bedah dan perangkat suhu tinggi.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Sedikitnya 50 bagian per juta paduan berilium dengan [[magnesium]] cair menyebabkan peningkatan ketahanan oksidasi yang signifikan dan penurunan sifat mudah terbakar.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> | ||
Kekakuan elastis berilium yang tinggi telah menyebabkan penggunaannya yang luas dalam instrumentasi presisi, seperti dalam sistem [[Sistem Navigasi Inersia|pemandu inersia]] dan dalam mekanisme pendukung untuk sistem optik.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> Paduan berilium-tembaga juga digunakan sebagai bahan pengeras dalam "[[Penskala pistol jarum|pistol Jason]]", yang digunakan untuk mengelupas cat dari lambung kapal.<ref>[http://www.smh.com.au/news/National/Defence-forces-face-rare-toxic-metal-exposure-risk/2005/02/01/1107228681666.html Defence forces face rare toxic metal exposure risk]. ''The Sydney Morning Herald''. 1 Februari 2005.</ref> | |||
Berilium juga digunakan untuk kantilever dalam styli kartrid fonograf berkinerja tinggi, di mana kekakuannya yang ekstrem dan massa jenisnya yang rendah memungkinkan bobot pelacakan dikurangi menjadi 1 gram, tetapi tetap melacak bagian frekuensi tinggi dengan distorsi minimal.<ref>Shure V15VxMR user's guide, Halaman 2</ref> | |||
Aplikasi utama berilium sebelumnya adalah untuk [[rem]] [[pesawat terbang|pesawat]] militer karena kekerasannya, titik leburnya yang tinggi, dan kemampuannya yang luar biasa untuk [[Manajemen termal (elektronika)|menghilangkan panas]]. Pertimbangan lingkungan telah menyebabkan substitusi dengan bahan lain.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> | |||
Aplikasi utama berilium sebelumnya adalah untuk [[rem]] [[pesawat terbang|pesawat]] militer karena kekerasannya, titik leburnya yang tinggi, dan kemampuannya yang luar biasa untuk [[Manajemen termal (elektronika)|menghilangkan panas]]. Pertimbangan lingkungan telah menyebabkan substitusi dengan bahan lain. | |||
Untuk mengurangi biaya, berilium dapat [[Logam paduan|dipadukan]] dengan aluminium dalam jumlah yang signifikan, menghasilkan paduan [[AlBeMet]] (nama dagang). Campuran ini lebih murah daripada berilium murni, tetapi tetap mempertahankan banyak sifat yang diinginkan. | Untuk mengurangi biaya, berilium dapat [[Logam paduan|dipadukan]] dengan aluminium dalam jumlah yang signifikan, menghasilkan paduan [[AlBeMet]] (nama dagang). Campuran ini lebih murah daripada berilium murni, tetapi tetap mempertahankan banyak sifat yang diinginkan. | ||
===Cermin=== | ===Cermin=== | ||
[[Cermin]] berilium sangatlah menarik. Cermin berarea besar, sering kali dengan [[cermin sarang lebah|struktur pendukung sarang lebah]], digunakan, misalnya, pada [[satelit cuaca|satelit meteorologi]] di mana berat rendah dan stabilitas dimensi jangka panjang sangat penting. Cermin berilium yang lebih kecil digunakan dalam sistem [[Panduan rudal#Pemandu pasif|panduan optik]] dan [[sistem pengendali tembakan]], misalnya pada [[tank tempur utama]] [[Leopard 1]] dan [[Leopard 2]] buatan Jerman. Dalam sistem ini, diperlukan gerakan cermin yang sangat cepat yang sekali lagi menentukan massa rendah dan kekakuan tinggi. Biasanya cermin berilium dilapisi dengan [[Pelapisan nikel-fosforus nirlistrik|pelapisan nikel nirlistrik]] yang keras yang dapat lebih mudah dipoles hingga hasil akhir optik yang lebih halus daripada berilium. Namun, dalam beberapa aplikasi, blanko berilium dipoles tanpa lapisan apa pun. Hal ini terutama berlaku untuk operasi [[kriogenik]] di mana ketidaksesuaian ekspansi termal dapat menyebabkan lapisan tertekuk. | [[Cermin]] berilium sangatlah menarik. Cermin berarea besar, sering kali dengan [[cermin sarang lebah|struktur pendukung sarang lebah]], digunakan, misalnya, pada [[satelit cuaca|satelit meteorologi]] di mana berat rendah dan stabilitas dimensi jangka panjang sangat penting. Cermin berilium yang lebih kecil digunakan dalam sistem [[Panduan rudal#Pemandu pasif|panduan optik]] dan [[sistem pengendali tembakan]], misalnya pada [[tank tempur utama]] [[Leopard 1]] dan [[Leopard 2]] buatan Jerman. Dalam sistem ini, diperlukan gerakan cermin yang sangat cepat yang sekali lagi menentukan massa rendah dan kekakuan tinggi. Biasanya cermin berilium dilapisi dengan [[Pelapisan nikel-fosforus nirlistrik|pelapisan nikel nirlistrik]] yang keras yang dapat lebih mudah dipoles hingga hasil akhir optik yang lebih halus daripada berilium. Namun, dalam beberapa aplikasi, blanko berilium dipoles tanpa lapisan apa pun. Hal ini terutama berlaku untuk operasi [[kriogenik]] di mana ketidaksesuaian ekspansi termal dapat menyebabkan lapisan tertekuk.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> | ||
[[Teleskop Luar Angkasa James Webb]] memiliki 18 bagian berilium heksagonal untuk cerminnya, masing-masing dilapisi dengan lapisan emas tipis. Karena JWST akan menghadapi suhu 33 K, cermin tersebut terbuat dari berilium berlapis emas, yang mampu menangani dingin ekstrem lebih baik daripada kaca. Berilium berkontraksi dan berubah bentuk lebih kecil dari kaca – dan tetap lebih seragam – dalam suhu seperti itu. Untuk alasan yang sama, optika [[Teleskop Ruang Angkasa Spitzer]] seluruhnya terbuat dari logam berilium. | [[Teleskop Luar Angkasa James Webb]] memiliki 18 bagian berilium heksagonal untuk cerminnya, masing-masing dilapisi dengan lapisan emas tipis.<ref>[https://www.quantamagazine.org/why-nasas-james-webb-space-telescope-matters-so-much-20211203 The Webb Space Telescope Will Rewrite Cosmic History. If It Works]. Quanta Magazine. 3 Desember 2021.</ref> Karena JWST akan menghadapi suhu 33 K, cermin tersebut terbuat dari berilium berlapis emas, yang mampu menangani dingin ekstrem lebih baik daripada kaca. Berilium berkontraksi dan berubah bentuk lebih kecil dari kaca – dan tetap lebih seragam – dalam suhu seperti itu.<ref>Jonathan P. Gardner. [http://pos.sissa.it/archive/conferences/052/005/MRU_005.pdf The James Webb Space Telescope]. ''Proceedings of Science''. 2007. hlm. 5. doi:10.22323/1.052.0005.</ref> Untuk alasan yang sama, optika [[Teleskop Ruang Angkasa Spitzer]] seluruhnya terbuat dari logam berilium.<ref>M. W. Werner. ''The Spitzer Space Telescope Mission''. ''Astrophysical Journal Supplement''. 2004. Vol. 154 (1). hlm. 1–9. doi:10.1086/422992.</ref> | ||
===Aplikasi magnetis=== | ===Aplikasi magnetis=== | ||
Berilium adalah nonmagnetik. Oleh karena itu, alat-alat yang dibuat dari bahan berbasis berilium digunakan oleh tim [[Penjinakan bom|penjinak bahan peledak]] angkatan laut atau militer yang bekerja di atau dekat [[ranjau laut]], karena ranjau ini umumnya memiliki [[murang|murang magnetis]].<ref>Kojola, Kenneth. [http://oai.dtic.mil/oai/oai?verb=getRecord&metadataPrefix=html&identifier=AD0263919 The selection of low-magnetic alloys for EOD tools]. Naval Weapons Plant Washington DC. 9 Agustus 1961.</ref> Mereka juga ditemukan dalam bahan pemeliharaan dan konstruksi di dekat mesin [[pencitraan resonansi magnetik]] (MRI) karena medan magnet tinggi yang dihasilkan.<ref>Dorsch, Jerry A. [https://books.google.com/books?id=EqtlqFNkWwQC&pg=PT891 Understanding anesthesia equipment]. Lippincott Williams & Wilkins. 2007. hlm. 891. ISBN 978-0-7817-7603-5.</ref> Di bidang [[Radio#Komunikasi radio|komunikasi radio]] dan [[radar]] yang kuat (biasanya militer, perkakas tangan yang terbuat dari berilium digunakan untuk menyetel [[klistron]], [[magnetron]], dan [[tabung gelombang berjalan]] yang sangat magnetis, yang digunakan untuk menghasilkan daya [[gelombang mikro]] tingkat tinggi pada [[pemancar]].<ref>Richard C. Ropp. [https://books.google.com/books?id=yZ786vEild0C&pg=PA7 Encyclopedia of the Alkaline Earth Compounds]. 31 Desember 2012. hlm. 7. ISBN 9780444595539.</ref> | |||
Berilium adalah nonmagnetik. Oleh karena itu, alat-alat yang dibuat dari bahan berbasis berilium digunakan oleh tim [[Penjinakan bom|penjinak bahan peledak]] angkatan laut atau militer yang bekerja di atau dekat [[ranjau laut]], karena ranjau ini umumnya memiliki [[murang|murang magnetis]]. Mereka juga ditemukan dalam bahan pemeliharaan dan konstruksi di dekat mesin [[pencitraan resonansi magnetik]] (MRI) karena medan magnet tinggi yang dihasilkan. Di bidang [[Radio#Komunikasi radio|komunikasi radio]] dan [[radar]] yang kuat (biasanya militer, perkakas tangan yang terbuat dari berilium digunakan untuk menyetel [[klistron]], [[magnetron]], dan [[tabung gelombang berjalan]] yang sangat magnetis, yang digunakan untuk menghasilkan daya [[gelombang mikro]] tingkat tinggi pada [[pemancar]]. | |||
===Aplikasi nuklir=== | ===Aplikasi nuklir=== | ||
Pelat tipis atau foil berilium kadang-kadang digunakan dalam [[desain senjata nuklir]] sebagai lapisan paling luar dari [[Biji (senjata nuklir)|biji plutonium]] pada tahap utama [[Senjata termonuklir|bom termonuklir]], ditempatkan untuk mengelilingi bahan [[Bahan fisil|fisil]]. Lapisan-lapisan berilium ini adalah "pendorong" yang baik untuk [[delakan]] [[plutonium-239]], dan mereka adalah [[reflektor neutron]] yang baik, seperti pada [[reaktor nuklir]] yang dimoderasi berilium. | Pelat tipis atau foil berilium kadang-kadang digunakan dalam [[desain senjata nuklir]] sebagai lapisan paling luar dari [[Biji (senjata nuklir)|biji plutonium]] pada tahap utama [[Senjata termonuklir|bom termonuklir]], ditempatkan untuk mengelilingi bahan [[Bahan fisil|fisil]]. Lapisan-lapisan berilium ini adalah "pendorong" yang baik untuk [[delakan]] [[plutonium-239]], dan mereka adalah [[reflektor neutron]] yang baik, seperti pada [[reaktor nuklir]] yang dimoderasi berilium.<ref>Barnaby, Frank. [https://books.google.com/books?id=yTIOAAAAQAAJ&pg=PA35 How nuclear weapons spread]. Routledge. 1993. hlm. 35. ISBN 978-0-415-07674-6.</ref> | ||
Berilium juga biasa digunakan di beberapa [[sumber neutron]] pada perangkat laboratorium yang membutuhkan relatif sedikit neutron (daripada harus menggunakan reaktor nuklir, atau [[generator neutron]] bertenaga [[Pemercepat partikel|akselerator partikel]]). Untuk tujuan ini, target berilium-9 dibombardir dengan partikel alfa energetik dari sebuah [[radionuklida|radioisotop]] seperti [[polonium]]-210, [[radium]]-226, [[plutonium]]-238, atau [[amerisium]]-241. Dalam reaksi nuklir yang terjadi, inti berilium [[transmutasi|ditransmutasikan]] menjadi karbon-12, dan satu neutron bebas dipancarkan, bergerak ke arah yang sama dengan arah partikel alfa. Sumber-sumber neutron berilium yang digerakkan oleh [[peluruhan alfa]], yang dinamai inisiator neutron [[Inisiator neutron termodulasi|"urchin"]] digunakan dalam beberapa [[Senjata nuklir|bom atom]] awal.<ref>Barnaby, Frank. [https://books.google.com/books?id=yTIOAAAAQAAJ&pg=PA35 How nuclear weapons spread]. Routledge. 1993. hlm. 35. ISBN 978-0-415-07674-6.</ref> Sumber neutron di mana berilium dibombardir dengan [[sinar gama]] dari sebuah radioisotop yang meluruh melalui [[Sinar gama#Peluruhan radioaktif (peluruhan gama)|peluruhan gama]], juga digunakan untuk menghasilkan neutron laboratorium.<ref>Byrne, J. ''Neutrons, Nuclei, and Matter'', Dover Publications, Mineola, NY, 2011, , hlm. 32–33.</ref> | |||
Berilium juga digunakan dalam pembuatan bahan bakar untuk reaktor [[Reaktor CANDU|CANDU]]. Elemen bahan bakar memiliki pelengkap kecil yang resistan dibrazing ke kelongsong bahan bakar menggunakan proses pematerian induksi dengan Be sebagai bahan pengisi brazing. Bantalan ''bearing'' dibrazing di tempat untuk mencegah kontak antara bundel bahan bakar dan tabung tekanan yang mengandungnya, dan bantalan ''spacer'' antarelemen dibrazing untuk mencegah kontak elemen ke elemen. | Berilium juga digunakan dalam pembuatan bahan bakar untuk reaktor [[Reaktor CANDU|CANDU]]. Elemen bahan bakar memiliki pelengkap kecil yang resistan dibrazing ke kelongsong bahan bakar menggunakan proses pematerian induksi dengan Be sebagai bahan pengisi brazing. Bantalan ''bearing'' dibrazing di tempat untuk mencegah kontak antara bundel bahan bakar dan tabung tekanan yang mengandungnya, dan bantalan ''spacer'' antarelemen dibrazing untuk mencegah kontak elemen ke elemen. | ||
Berilium juga digunakan di [[fusi nuklir|laboratorium penelitian fusi nuklir]] [[Joint European Torus]], dan akan digunakan di [[ITER]] yang lebih maju untuk mengondisikan komponen yang berhadapan dengan plasma. Berilium juga telah diusulkan sebagai bahan [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum dari bahan bakar nuklir|kelongsong]] untuk [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum dari bahan bakar nuklir|batang bahan bakar nuklir]], karena kombinasi sifat mekanik, kimia, dan nuklirnya yang baik. [[Berilium fluorida]] adalah salah satu garam konstituen dari campuran garam eutektik FLiBe, yang digunakan sebagai pelarut, moderator, dan pendingin dalam banyak desain [[reaktor garam cair]], termasuk [[reaktor fluorida torium cair]] (LFTR). | Berilium juga digunakan di [[fusi nuklir|laboratorium penelitian fusi nuklir]] [[Joint European Torus]], dan akan digunakan di [[ITER]] yang lebih maju untuk mengondisikan komponen yang berhadapan dengan plasma.<ref>Clark, R. E. H. [https://books.google.com/books?id=9ngHTkC8hG8C&pg=PA15 Nuclear fusion research]. Springer. 2005. hlm. 15. ISBN 978-3-540-23038-0.</ref> Berilium juga telah diusulkan sebagai bahan [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum dari bahan bakar nuklir|kelongsong]] untuk [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum dari bahan bakar nuklir|batang bahan bakar nuklir]], karena kombinasi sifat mekanik, kimia, dan nuklirnya yang baik.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> [[Berilium fluorida]] adalah salah satu garam konstituen dari campuran garam eutektik FLiBe, yang digunakan sebagai pelarut, moderator, dan pendingin dalam banyak desain [[reaktor garam cair]], termasuk [[reaktor fluorida torium cair]] (LFTR).<ref>D. Petti. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc885108/ JUPITER-II molten salt Flibe research: An update on tritium, mobilization and redox chemistry experiments]. ''Fusion Engineering and Design''. 2006. Vol. 81 (8–14). hlm. 1439. doi:10.1016/j.fusengdes.2005.08.101.</ref> | ||
===Akustika=== | ===Akustika=== | ||
Berat yang rendah dan kekakuan berilium yang tinggi membuatnya berguna sebagai bahan untuk ''[[:en:Electrodynamic speaker driver|speaker driver]]'' frekuensi tinggi. Karena berilium berharga mahal (berkali-kali lebih mahal daripada [[titanium]]), sulit dibentuk karena kerapuhannya, dan beracun jika salah penanganan, ''[[:en:Tweeter|tweeter]]'' berilium terbatas pada aplikasi rumah kelas atas, [[Audio profesional|audio pro]], dan [[Sistem PA|alamat publik]]. Beberapa produk fidelitas tinggi secara curang diklaim terbuat dari bahan tersebut. | Berat yang rendah dan kekakuan berilium yang tinggi membuatnya berguna sebagai bahan untuk ''[[:en:Electrodynamic speaker driver|speaker driver]]'' frekuensi tinggi. Karena berilium berharga mahal (berkali-kali lebih mahal daripada [[titanium]]), sulit dibentuk karena kerapuhannya, dan beracun jika salah penanganan, ''[[:en:Tweeter|tweeter]]'' berilium terbatas pada aplikasi rumah kelas atas,<ref>[http://www.scan-speak.dk/news/20100429a.pdf Scan Speak offers Be tweeters to OEMs and Do-It-Yourselfers]. Scan Speak. Mei 2010.</ref><ref>John E. Jr. Johnson. [http://www.hometheaterhifi.com/speakers/232-usher-be-718-bookshelf-speakers-with-beryllium-tweeters.html Usher Be-718 Bookshelf Speakers with Beryllium Tweeters]. 12 November 2007.</ref><ref>[http://www.krksys.com/krk-studio-monitor-speakers/expose.html Exposé E8B studio monitor]. KRK Systems.</ref> [[Audio profesional|audio pro]], dan [[Sistem PA|alamat publik]].<ref>[http://www.focalprofessional.com/en/technologies/index.php#tabs-2 Beryllium use in pro audio Focal speakers].</ref><ref>[http://www.vueaudio.com/press/ VUE Audio announces use of Be in Pro Audio loudspeakers]. ''VUE Audiotechnik''.</ref> Beberapa produk fidelitas tinggi secara curang diklaim terbuat dari bahan tersebut.<ref>Mark Svilar. [http://www.docstoc.com/docs/45957370/BRUSH-WELLMAN Analysis of "Beryllium" Speaker Dome and Cone Obtained from China]. 8 Januari 2004.</ref> | ||
Beberapa [[Kartrid magnetis|kartrid fonograf]] kelas atas menggunakan kantilever berilium untuk meningkatkan pelacakan dengan mengurangi massa. | Beberapa [[Kartrid magnetis|kartrid fonograf]] kelas atas menggunakan kantilever berilium untuk meningkatkan pelacakan dengan mengurangi massa.<ref>[http://cdn.shure.com/user_guide/upload/2221/v15vxmr-user-guide-english.pdf Shure V15 VXmR User Guide].</ref> | ||
===Elektronika=== | ===Elektronika=== | ||
Berilium adalah dopan [[Semikonduktor ekstrinsik#Semikonduktor tipe-p|tipe-p]] dala [[Daftar bahan semikonduktor|senyawa semikonduktor III-V]]. Ia banyak digunakan dalam bahan-bahan seperti [[galium arsenida|GaAs]], [[Aluminium galium arsenida|AlGaAs]], [[Indium galium arsenida|InGaAs]], dan [[Aluminium indium arsenida|InAlAs]] yang ditanam oleh [[epitaksi berkas molekul]] (MBE). Lembar berilium yang digulung silang adalah dukungan struktural yang sangat baik untuk [[papan sirkuit cetak]] pada [[teknologi pemasangan permukaan]]. Dalam aplikasi elektronika kritis, berilium merupakan penopang struktural dan [[pembuang panas]]. Aplikasi ini juga membutuhkan koefisien [[Pemuaian|thermal expansion]] ekspansi termal yang cocok dengan [[Substrat (teknik material)|substrat]] alumina dan [[Kaca serat|kaca polimida]]. [[Komposit matriks logam|Komposit]] berilium-berilium oksida "[[E-Material]]" telah dirancang khusus untuk aplikasi elektronika ini dan memiliki keuntungan tambahan bahwa koefisien ekspansi termal dapat disesuaikan agar sesuai dengan bahan substrat yang beragam. | Berilium adalah dopan [[Semikonduktor ekstrinsik#Semikonduktor tipe-p|tipe-p]] dala [[Daftar bahan semikonduktor|senyawa semikonduktor III-V]]. Ia banyak digunakan dalam bahan-bahan seperti [[galium arsenida|GaAs]], [[Aluminium galium arsenida|AlGaAs]], [[Indium galium arsenida|InGaAs]], dan [[Aluminium indium arsenida|InAlAs]] yang ditanam oleh [[epitaksi berkas molekul]] (MBE).<ref>Diehl, Roland. [https://books.google.com/books?id=oJs6nK3TZrwC&pg=PA104 High-power diode lasers]. Springer. 2000. hlm. 104. ISBN 978-3-540-66693-6.</ref> Lembar berilium yang digulung silang adalah dukungan struktural yang sangat baik untuk [[papan sirkuit cetak]] pada [[teknologi pemasangan permukaan]]. Dalam aplikasi elektronika kritis, berilium merupakan penopang struktural dan [[pembuang panas]]. Aplikasi ini juga membutuhkan koefisien [[Pemuaian|thermal expansion]] ekspansi termal yang cocok dengan [[Substrat (teknik material)|substrat]] alumina dan [[Kaca serat|kaca polimida]]. [[Komposit matriks logam|Komposit]] berilium-berilium oksida "[[E-Material]]" telah dirancang khusus untuk aplikasi elektronika ini dan memiliki keuntungan tambahan bahwa koefisien ekspansi termal dapat disesuaikan agar sesuai dengan bahan substrat yang beragam.<ref>Behrens, V. ''Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials''. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.</ref> | ||
[[Berilium oksida]] berguna untuk banyak aplikasi yang memerlukan sifat gabungan dari [[insulator listrik]] dan konduktor panas yang sangat baik, dengan kekuatan dan kekerasan tinggi, serta titik lebur yang sangat tinggi. Berilium oksida sering digunakan sebagai pelat dasar insulator pada [[transistor]] [[Alat semikonduktor daya|daya tinggi]] pada [[pemancar]] [[frekuensi radio]] untuk telekomunikasi. Berilium oksida juga sedang dipelajari untuk digunakan dalam meningkatkan [[konduktivitas termal]] pelet [[bahan bakar nuklir]] [[uranium dioksida]]. Senyawa berilium digunakan dalam tabung [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], tetapi penggunaan ini dihentikan karena penyakit [[beriliosis]] yang berkembang pada pekerja yang membuat tabung. | [[Berilium oksida]] berguna untuk banyak aplikasi yang memerlukan sifat gabungan dari [[insulator listrik]] dan konduktor panas yang sangat baik, dengan kekuatan dan kekerasan tinggi, serta titik lebur yang sangat tinggi. Berilium oksida sering digunakan sebagai pelat dasar insulator pada [[transistor]] [[Alat semikonduktor daya|daya tinggi]] pada [[pemancar]] [[frekuensi radio]] untuk telekomunikasi. Berilium oksida juga sedang dipelajari untuk digunakan dalam meningkatkan [[konduktivitas termal]] pelet [[bahan bakar nuklir]] [[uranium dioksida]].<ref>[http://www.purdue.edu/uns/html4ever/2005/050927.Solomon.nuclear.html Purdue engineers create safer, more efficient nuclear fuel, model its performance]. Purdue University. 27 September 2005.</ref> Senyawa berilium digunakan dalam tabung [[Lampu pendar|lampu fluoresen]], tetapi penggunaan ini dihentikan karena penyakit [[beriliosis]] yang berkembang pada pekerja yang membuat tabung.<ref>Breslin AJ. ''Beryllium: Its Industrial Hygiene Aspects''. Academic Press, New York. 1966. hlm. 30–33. ISBN 978-0126718508.</ref> | ||
===Kesehatan=== | ===Kesehatan=== | ||
Berilium adalah komponen dari beberapa [[Material gigi|paduan gigi]]. | Berilium adalah komponen dari beberapa [[Material gigi|paduan gigi]].<ref>OSHA Hazard Information Bulletin HIB 4 Februari 2019 (rev. 14 Mei 2002) [https://web.archive.org/web/20161012071826/https://www.osha.gov/dts/hib/hib_data/hib20020419.html Preventing Adverse Health Effects From Exposure to Beryllium in Dental Laboratories]</ref><ref>W. Elshahawy. ''Biocompatibility of dental alloys used in dental fixed prosthodontics''. ''Tanta Dental Journal''. 2014. Vol. 11 (2). hlm. 150–159. doi:10.1016/j.tdj.2014.07.005.</ref> | ||
==Toksisitas dan keamanan== | ==Toksisitas dan keamanan== | ||
===Efek biologis=== | ===Efek biologis=== | ||
Sekitar 35 mikrogram berilium ditemukan dalam tubuh manusia rata-rata, jumlah yang tidak dianggap berbahaya. Berilium secara kimiawi mirip dengan magnesium dan karenanya dapat menggantikannya dari [[enzim]], yang menyebabkannya tidak berfungsi. Karena Be<sup>2+</sup> adalah ion yang bermuatan tinggi dan sangat kecil, ia dapat dengan mudah masuk ke banyak jaringan dan sel, di mana ia secara khusus menargetkan inti sel, menghambat banyak enzim, termasuk enzim yang digunakan untuk menyintesis DNA. Toksisitasnya diperburuk oleh fakta bahwa tubuh tidak memiliki sarana untuk mengontrol kadar berilium, dan begitu berada di dalam tubuh, berilium tidak dapat dihilangkan. | Sekitar 35 mikrogram berilium ditemukan dalam tubuh manusia rata-rata, jumlah yang tidak dianggap berbahaya. Berilium secara kimiawi mirip dengan magnesium dan karenanya dapat menggantikannya dari [[enzim]], yang menyebabkannya tidak berfungsi. Karena Be<sup>2+</sup> adalah ion yang bermuatan tinggi dan sangat kecil, ia dapat dengan mudah masuk ke banyak jaringan dan sel, di mana ia secara khusus menargetkan inti sel, menghambat banyak enzim, termasuk enzim yang digunakan untuk menyintesis DNA. Toksisitasnya diperburuk oleh fakta bahwa tubuh tidak memiliki sarana untuk mengontrol kadar berilium, dan begitu berada di dalam tubuh, berilium tidak dapat dihilangkan.<ref>B. Venugopal. ''Physiologic and Chemical Basis for Metal Toxicity''. Springer. 14 Maret 2013. hlm. 167–8. ISBN 9781468429527.</ref> | ||
===Inhalation=== | ===Inhalation=== | ||
[[Beriliosis]] kronis adalah penyakit [[granuloma]] [[paru-paru]] dan [[Sistem peredaran darah#Sirkulasi sistemik|sistemik]] [[granuloma]] yang disebabkan oleh penghirupan debu atau asap yang terkontaminasi berilium; jumlah besar dalam waktu singkat atau jumlah kecil dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit ini. Gejala penyakit ini bisa memakan waktu hingga lima tahun untuk berkembang; sekitar sepertiga pasien yang mengidapnya meninggal dan yang selamat menjadi cacat. [[Badan Penelitian Kanker Internasional]] (IARC) mencantumkan berilium dan senyawa berilium sebagai [[Karsinogen IARC golongan 1|karsinogen Kategori 1]]. | [[Beriliosis]] kronis adalah penyakit [[granuloma]] [[paru-paru]] dan [[Sistem peredaran darah#Sirkulasi sistemik|sistemik]] [[granuloma]] yang disebabkan oleh penghirupan debu atau asap yang terkontaminasi berilium; jumlah besar dalam waktu singkat atau jumlah kecil dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit ini. Gejala penyakit ini bisa memakan waktu hingga lima tahun untuk berkembang; sekitar sepertiga pasien yang mengidapnya meninggal dan yang selamat menjadi cacat. [[Badan Penelitian Kanker Internasional]] (IARC) mencantumkan berilium dan senyawa berilium sebagai [[Karsinogen IARC golongan 1|karsinogen Kategori 1]].<ref>[http://www.inchem.org/documents/iarc/vol58/mono58-1.html IARC Monograph]. International Agency for Research on Cancer. 1993. Vol. 58.</ref> | ||
===Paparan pekerjaan=== | ===Paparan pekerjaan=== | ||
Di AS, [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (Occupational Safety and Health Administration, OSHA) telah menetapkan [[batas paparan yang diizinkan]] (''permissible exposure limit,'' PEL) untuk berilium dan senyawa berilium sebesar 0,2 µg/m<sup>3</sup> sebagai rata-rata tertimbang waktu (''time-weighted average,'' TWA) 8 jam, dan 2,0 µg/m<sup>3</sup> sebagai batas paparan jangka pendek selama periode pengambilan sampel 15 menit. [[National Institute for Occupational Safety and Health|Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (National Institute for Occupational Safety and Health, NIOSH) telah menetapkan ambang batas atas [[batas paparan yang direkomendasikan]] (''recommended exposure limit,'' REL) sebesar 0,5 µg/m<sup>3</sup>. Nilai [[IDLH]] (''immediately dangerous to life and health,'' langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan) adalah 4 mg/m<sup>3</sup>. Toksisitas berilium setara dengan metaloid/logam beracun lainnya, seperti [[arsen]] dan [[raksa]]. | Di AS, [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (Occupational Safety and Health Administration, OSHA) telah menetapkan [[batas paparan yang diizinkan]] (''permissible exposure limit,'' PEL) untuk berilium dan senyawa berilium sebesar 0,2 µg/m<sup>3</sup> sebagai rata-rata tertimbang waktu (''time-weighted average,'' TWA) 8 jam, dan 2,0 µg/m<sup>3</sup> sebagai batas paparan jangka pendek selama periode pengambilan sampel 15 menit. [[National Institute for Occupational Safety and Health|Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (National Institute for Occupational Safety and Health, NIOSH) telah menetapkan ambang batas atas [[batas paparan yang direkomendasikan]] (''recommended exposure limit,'' REL) sebesar 0,5 µg/m<sup>3</sup>. Nilai [[IDLH]] (''immediately dangerous to life and health,'' langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan) adalah 4 mg/m<sup>3</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium&oldid=29342511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Toksisitas berilium setara dengan metaloid/logam beracun lainnya, seperti [[arsen]] dan [[raksa]].<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0038.html CDC - NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards - Arsenic (inorganic compounds, as As)].</ref><ref>[https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0383.html NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards - Mercury compounds]. The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).</ref> | ||
Paparan berilium di tempat kerja dapat menyebabkan respons imun sensitisasi dan seiring waktu dapat mengembangkan [[Beriliosis|penyakit berilium kronis]] (''chronic beryllium disease,'' CBD). [[National Institute for Occupational Safety and Health|NIOSH]] di Amerika Serikat meneliti efek ini bekerja sama dengan produsen besar produk berilium. NIOSH juga melakukan penelitian genetik tentang sensitisasi dan CBD, terlepas dari kolaborasi ini. | Paparan berilium di tempat kerja dapat menyebabkan respons imun sensitisasi dan seiring waktu dapat mengembangkan [[Beriliosis|penyakit berilium kronis]] (''chronic beryllium disease,'' CBD).<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/topics/beryllium/be-sensitization-drds.html CDC – Beryllium Research- NIOSH Workplace Safety and Health Topic]. ''www.cdc.gov''.</ref> [[National Institute for Occupational Safety and Health|NIOSH]] di Amerika Serikat meneliti efek ini bekerja sama dengan produsen besar produk berilium. NIOSH juga melakukan penelitian genetik tentang sensitisasi dan CBD, terlepas dari kolaborasi ini.<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/topics/beryllium/be-sensitization-drds.html CDC – Beryllium Research- NIOSH Workplace Safety and Health Topic]. ''www.cdc.gov''.</ref> | ||
Penyakit berilium akut dalam bentuk [[pneumonitis kimia]] pertama kali dilaporkan di Eropa pada tahun 1933 dan di Amerika Serikat pada tahun 1943. Sebuah survei menemukan bahwa sekitar 5% pekerja di pabrik yang memproduksi [[lampu pendar|lampu fluoresen]] pada tahun 1949 di Amerika Serikat menderita penyakit paru-paru yang berhubungan dengan berilium. Beriliosis kronis menyerupai [[sarcoidosis|sarkoidosis]] dalam banyak hal, dan [[diagnosis banding]] seringkali sulit untuk dilakukan. Penyakit ini membunuh beberapa pekerja awal dalam desain senjata nuklir, seperti [[Herbert L. Anderson]]. | Penyakit berilium akut dalam bentuk [[pneumonitis kimia]] pertama kali dilaporkan di Eropa pada tahun 1933 dan di Amerika Serikat pada tahun 1943. Sebuah survei menemukan bahwa sekitar 5% pekerja di pabrik yang memproduksi [[lampu pendar|lampu fluoresen]] pada tahun 1949 di Amerika Serikat menderita penyakit paru-paru yang berhubungan dengan berilium. Beriliosis kronis menyerupai [[sarcoidosis|sarkoidosis]] dalam banyak hal, dan [[diagnosis banding]] seringkali sulit untuk dilakukan. Penyakit ini membunuh beberapa pekerja awal dalam desain senjata nuklir, seperti [[Herbert L. Anderson]].<ref>[http://www.atomicarchive.com/Photos/CP1/image5.shtml Photograph of Chicago Pile One Scientists 1946]. Office of Public Affairs, Argonne National Laboratory. 19 Juni 2006.</ref> | ||
Berilium dapat ditemukan dalam terak batubara. Saat terak diformulasikan menjadi bahan abrasif untuk meledakkan cat dan karat dari permukaan yang keras, berilium dapat terbawa udara dan menjadi sumber paparan. | Berilium dapat ditemukan dalam terak batubara. Saat terak diformulasikan menjadi bahan abrasif untuk meledakkan cat dan karat dari permukaan yang keras, berilium dapat terbawa udara dan menjadi sumber paparan.<ref>[http://articles.dailypress.com/2013-08-31/business/dp-nws-shipyard-beryllium-20130831_1_beryllium-shipyard-workers-slag Newport News Shipbuilding Workers Face a Hidden Toxin] , Daily Press Virginia, Michael Welles Shapiro, 31 Agustus 2013</ref> | ||
Meskipun penggunaan senyawa berilium dalam tabung lampu fluoresen dihentikan pada tahun 1949, potensi paparan berilium ada dalam industri nuklir dan kedirgantaraan serta dalam pemurnian logam berilium dan peleburan paduan yang mengandung berilium, pembuatan perangkat elektronik, dan penanganan bahan lain yang mengandung berilium. | Meskipun penggunaan senyawa berilium dalam tabung lampu fluoresen dihentikan pada tahun 1949, potensi paparan berilium ada dalam industri nuklir dan kedirgantaraan serta dalam pemurnian logam berilium dan peleburan paduan yang mengandung berilium, pembuatan perangkat elektronik, dan penanganan bahan lain yang mengandung berilium.<ref>International Programme on Chemical Safety. [http://www.inchem.org/documents/ehc/ehc/ehc106.htm Beryllium: ENVIRONMENTAL HEALTH CRITERIA 106]. World Health Organization. 1990.</ref> | ||
===Deteksi=== | ===Deteksi=== | ||
Peneliti awal melakukan praktik yang sangat berbahaya untuk mengidentifikasi berilium dan berbagai senyawanya dari rasanya yang manis. Identifikasi sekarang dilakukan dengan menggunakan teknik diagnostik modern yang aman. Sebuah tes yang berhasil untuk berilium di udara dan di permukaan telah dikembangkan dan diterbitkan sebagai standar konsensus sukarela internasional ASTM D7202. Prosedur ini menggunakan [[amonium bifluorida]] encer untuk disolusi dan deteksi fluoresensi dengan berilium yang terikat pada hidroksibenzokuinolin tersulfonasi, yang memungkinkan deteksi sensitif hingga 100 kali lebih banyak daripada batas yang direkomendasikan untuk konsentrasi berilium di tempat kerja. Fluoresensi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi berilium. Prosedur baru ini telah berhasil diuji pada berbagai permukaan dan efektif untuk disolusi dan deteksi berilium oksida refraktori dan berilium silika dalam konsentrasi kecil (ASTM D7458). Manual Metode Analitik NIOSH berisi metode untuk mengukur paparan berilium di tempat kerja. | Peneliti awal melakukan praktik yang sangat berbahaya untuk mengidentifikasi berilium dan berbagai senyawanya dari rasanya yang manis. Identifikasi sekarang dilakukan dengan menggunakan teknik diagnostik modern yang aman.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Sebuah tes yang berhasil untuk berilium di udara dan di permukaan telah dikembangkan dan diterbitkan sebagai standar konsensus sukarela internasional ASTM D7202. Prosedur ini menggunakan [[amonium bifluorida]] encer untuk disolusi dan deteksi fluoresensi dengan berilium yang terikat pada hidroksibenzokuinolin tersulfonasi, yang memungkinkan deteksi sensitif hingga 100 kali lebih banyak daripada batas yang direkomendasikan untuk konsentrasi berilium di tempat kerja. Fluoresensi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi berilium. Prosedur baru ini telah berhasil diuji pada berbagai permukaan dan efektif untuk disolusi dan deteksi berilium oksida refraktori dan berilium silika dalam konsentrasi kecil (ASTM D7458).<ref>[http://www.astm.org/Standards/D7458.htm ASTM D7458 –08]. American Society for Testing and Materials.</ref><ref>E. M. Minogue. ''Development of a New Fluorescence Method for the Detection of Beryllium on Surfaces''. ''Journal of ASTM International''. 2005. Vol. 2 (9). hlm. 13168. doi:10.1520/JAI13168.</ref> Manual Metode Analitik NIOSH berisi metode untuk mengukur paparan berilium di tempat kerja.<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/nmam/method-b.html CDC – NIOSH Publications and Products – NIOSH Manual of Analytical Methods (2003–154) – Alpha List B]. ''www.cdc.gov''.</ref> | ||
==Sumber yang dikutip== | ==Sumber yang dikutip== | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
* | * | ||
* Mroz MM, Balkissoon R, Newman LS. "Beryllium". In: Bingham E, Cohrssen B, Powell C (eds.) ''Patty's Toxicology'', Edisi kelima. New York: John Wiley & Sons 2001, 177–220. | * Mroz MM, Balkissoon R, Newman LS. "Beryllium". In: Bingham E, Cohrssen B, Powell C (eds.) ''Patty's Toxicology'', Edisi kelima. New York: John Wiley & Sons 2001, 177–220. | ||
* Walsh, KA, [https://www.google.com/books?id=3-GbhmSfyeYC&printsec=frontcover ''Beryllium Chemistry and Processing'']. Vidal, EE. dkk. Eds. 2009, Materials Park, OH:ASM International. | * Walsh, KA, [https://www.google.com/books?id=3-GbhmSfyeYC&printsec=frontcover ''Beryllium Chemistry and Processing'']. Vidal, EE. dkk. Eds. 2009, Materials Park, OH:ASM International. | ||
* [https://web.archive.org/web/20190207015758/http://www.bjorklundnutrition.net/2011/11/belpt/ Beryllium Lymphocyte Proliferation Testing (BeLPT).] DOE Specification 1142–2001. Washington, DC: U.S. Department of Energy, 2001. | * [https://web.archive.org/web/20190207015758/http://www.bjorklundnutrition.net/2011/11/belpt/ Beryllium Lymphocyte Proliferation Testing (BeLPT).] DOE Specification 1142–2001. Washington, DC: U.S. Department of Energy, 2001. | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.atsdr.cdc.gov/csem/beryllium/ ATSDR Case Studies in Environmental Medicine: Beryllium Toxicity] [[Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat|Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS]] | * [http://www.atsdr.cdc.gov/csem/beryllium/ ATSDR Case Studies in Environmental Medicine: Beryllium Toxicity] [[Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat|Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS]] | ||
* [http://education.jlab.org/itselemental/ele004.html It's Elemental – Beryllium] | * [http://education.jlab.org/itselemental/ele004.html It's Elemental – Beryllium] | ||
| Baris 195: | Baris 178: | ||
* [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/beryllium/100798.pdf Historic Price of Beryllium in USA] | * [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/beryllium/100798.pdf Historic Price of Beryllium in USA] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berilium&oldid=29342511 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29342511 (2026-06-13T18:19:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.32

Berilium merupakan logam alkali tanah berwarna abu-abu-baja yang kuat dan ringan, tetapi rapuh. Berilium merupakan unsur divalen yang terbentuk secara alami hanya dalam kombinasi dengan unsur lain untuk membentuk mineral. Batu permata terkenal yang mengandung berilium tinggi adalah beril (akuamarin, zamrud) dan krisoberil. Ia adalah unsur yang relatif langka di alam semesta, biasanya terjadi sebagai produk dari pemisahan inti atom yang lebih besar yang bertabrakan dengan sinar kosmik. Di dalam inti bintang, berilium dihabiskan karena menyatu menjadi unsur yang lebih berat. Jumlah berilium di kerak Bumi adalah sekitar 0,0004 persen massa kerak Bumi. Produksi berilium tahunan dunia sebesar 220 ton biasanya diproduksi melalui ekstraksi dari mineral beril, proses yang sulit karena berilium berikatan kuat dengan oksigen.
Dalam aplikasi struktural, kombinasi dari kekakuan lentur, stabilitas termal, konduktivitas termal yang tinggi dan massa jenis yang rendah (1,85 kali dari air) menjadikan logam berilium sebagai bahan kedirgantaraan yang diinginkan untuk komponen pesawat terbang, rudal, wahana antariksa, dan satelit.[1] Karena massa jenis dan massa atomnya yang rendah, berilium relatif transparan terhadap sinar-X dan bentuk radiasi pengion lainnya; oleh karena itu, ia adalah bahan jendela paling umum untuk peralatan sinar-X dan komponen detektor partikel.[2] Ketika ditambahkan sebagai unsur paduan ke aluminium, tembaga (terutama paduan tembaga berilium), besi, atau nikel, berilium meningkatkan banyak sifat fisik.[3] Misalnya, perkakas dan komponen yang terbuat dari paduan tembaga berilium bersifat kuat dan keras serta tidak menimbulkan percikan api saat membentur permukaan baja. Di udara, permukaan berilium mudah teroksidasi pada suhu kamar untuk membentuk lapisan pasivasi setebal 1–10 nm yang melindunginya dari oksidasi dan korosi lebih lanjut. Logam berilium teroksidasi secara massal (di luar lapisan pasivasi) saat dipanaskan di atas , dan terbakar cemerlang saat dipanaskan hingga sekitar .
Penggunaan berilium secara komersial memerlukan penggunaan peralatan pengontrol debu yang sesuai dan kontrol industri setiap saat karena toksisitas debu yang mengandung berilium yang dihirup dapat menyebabkan penyakit alergi kronis yang mengancam jiwa pada beberapa orang, yang disebut beriliosis.[4] Beriliosis dapat menyebabkan pneumonia dan penyakit pernapasan terkait lainnya.
Karakteristik
Sifat fisik
Berilium adalah logam berwarna abu-abu-baja yang keras dan rapuh pada suhu kamar dan memiliki struktur kristal heksagonal tetal-rapat.[5] Ia memiliki kekakuan yang luar biasa (modulus Young 287 GPa) dan titik lebur 1287 °C. Modulus elastisitas berilium kira-kira 50% lebih besar daripada baja. Kombinasi modulus ini dan massa jenis yang relatif rendah menghasilkan kecepatan konduksi suara yang luar biasa cepat pada berilium – sekitar 12,9 km/dtk pada kondisi sekitar. Sifat penting lainnya adalah panas spesifik () dan konduktivitas termal yang tinggi (), yang menjadikan berilium sebagai logam dengan karakteristik pembuangan panas terbaik per satuan berat. Dalam kombinasi dengan koefisien ekspansi termal linear yang relatif rendah (11,4×10−6 K−1), karakteristik ini menghasilkan stabilitas yang unik di bawah kondisi beban termal.[6]
Sifat nuklir
Berilium alami, kecuali sedikit kontaminasi oleh radioisotop kosmogenik, adalah isotop berilium-9 murni, yang memiliki spin nuklir . Berilium memiliki penampang hamburan yang besar untuk neutron berenergi tinggi, sekitar 6 barn untuk energi di atas kira-kira 10 keV. Oleh karena itu, ia berfungsi sebagai reflektor neutron dan moderator neutron, secara efektif memperlambat neutron ke kisaran energi termal di bawah 0,03 eV, di mana total penampang setidaknya lebih rendah; nilai pastinya sangat bergantung pada kemurnian dan ukuran kristalit dalam material.
Isotop berilium primordial tunggal 9Be juga mengalami reaksi neutron (n,2n) dengan energi neutron sekitar 1,9 MeV, menghasilkan 8Be, yang segera pecah menjadi dua partikel alfa. Jadi, untuk neutron berenergi tinggi, berilium adalah pengganda neutron, melepaskan lebih banyak neutron daripada yang diserapnya. Reaksi nuklir ini adalah:[7]
- + n → 2 + 2 n
Neutron dibebaskan ketika inti berilium dipukul oleh partikel alfa energetik[8] yang menghasilkan reaksi nuklir
- + → + n
di mana adalah partikel alfa dan adalah inti karbon-12.[9] Berilium juga melepaskan neutron saat dibombardir oleh sinar gama. Dengan demikian, berilium alami yang dibombardir oleh partikel alfa atau sinar gama dari radioisotop yang cocok adalah komponen kunci dari sebagian besar sumber neutron reaksi nuklir bertenaga radioisotop untuk produksi laboratorium neutron bebas.
Sejumlah kecil tritium dibebaskan ketika inti menyerap neutron berenergi rendah dalam reaksi nuklir tiga langkah
- + n → + , → + β−, + n → +
memiliki waktu paruh hanya 0,8 detik, β− adalah sebuah elektron, dan memiliki penampang serapan neutron yang tinggi. Tritium adalah radioisotop yang menjadi perhatian dalam aliran limbah reaktor nuklir.[10]
Sifat optis
Sebagai logam, berilium transparan atau tembus cahaya ke sebagian besar panjang gelombang sinar-X dan sinar gama, membuatnya berguna untuk jendela keluaran tabung sinar-X dan peralatan sejenis lainnya.[11]
Isotop dan nukleosintesis
Isotop berilium yang stabil dan tidak stabil dibuat di bintang, tetapi radioisotopnya tidak bertahan lama. Dipercayai bahwa sebagian besar berilium yang stabil di alam semesta pada awalnya tercipta di medium antarbintang ketika sinar kosmik menginduksi fisi pada unsur-unsur yang lebih berat yang ditemukan dalam gas dan debu antarbintang.[12] Berilium primordial hanya mengandung satu isotop stabil, 9Be, dan karena itu berilium adalah unsur monoisotop dan mononuklida.
Isotop kosmogenik yang radioaktif 10Be diproduksi di atmosfer Bumi oleh spalasi sinar kosmik dari oksigen. 10Be terakumulasi di permukaan tanah, di mana waktu paruhnya yang relatif panjang (1,36 juta tahun) memungkinkan waktu tinggal yang lama sebelum meluruh menjadi boron-10. Dengan demikian, 10Be dan produk turunannya digunakan untuk memeriksa erosi tanah, pembentukan tanah dan perkembangan tanah laterit alami, dan sebagai proksi untuk pengukuran variasi aktivitas matahari dan usia inti es.[13] Produksi 10Be berbanding terbalik dengan aktivitas matahari, karena peningkatan angin matahari selama periode aktivitas matahari tinggi menurunkan fluks sinar kosmik galaksi yang mencapai Bumi. Ledakan nuklir juga membentuk 10Be melalui reaksi neutron cepat dengan 13C dalam karbon dioksida di udara. Ini adalah salah satu indikator aktivitas masa lalu di lokasi uji coba senjata nuklir.[14] Isotop 7Be (waktu paruh 53 hari) juga kosmogenik, dan menunjukkan kelimpahan atmosfer terkait dengan bintik matahari, seperti 10Be.
8Be memiliki waktu paruh yang sangat singkat, sekitar detik, yang berkontribusi pada peran kosmologisnya yang signifikan, karena unsur yang lebih berat dari berilium tidak mungkin dihasilkan oleh fusi nuklir pada Ledakan Dahsyat.[15] Hal ini disebabkan kurangnya waktu yang cukup selama fase nukleosintesis Ledakan Dahsyat untuk menghasilkan karbon melalui fusi inti 4He dan rendahnya konsentrasi berilium-8 yang tersedia. Astronom Inggris Sir Fred Hoyle pertama kali menunjukkan bahwa tingkat energi 8Be dan 12C memungkinkan produksi karbon melalui proses alfa tripel dalam bintang berbahan bakar helium di mana lebih banyak waktu nukleosintesis tersedia. Proses ini memungkinkan karbon diproduksi di bintang, tetapi tidak pada Ledakan Dahsyat. Dengan demikian, karbon yang diciptakan bintang (dasar kehidupan berbasis karbon) merupakan komponen dalam unsur-unsur dalam gas dan debu yang dikeluarkan oleh bintang AGB dan supernova (lihat pula nukleosintesis Ledakan Dahsyat), serta penciptaan semua unsur lain dengan nomor atomnya lebih besar dari pada karbon.[16]
Elektron 2s berilium dapat berkontribusi pada ikatan kimia. Oleh karena itu, ketika 7Be meluruh melalui penangkapan elektron-L, ia melakukannya dengan mengambil elektron dari orbital atomnya yang mungkin berpartisipasi dalam ikatan. Hal ini membuat tingkat peluruhannya bergantung pada tingkat yang dapat diukur pada lingkungan kimiawinya – kejadian langka dalam peluruhan nuklir.[17]
Isotop berilium berumur paling pendek yang diketahui adalah 16Be, yang meluruh melalui emisi neutron dengan waktu paruh detik.[18] Isotop eksotis 11Be dan 14Be diketahui menunjukkan halo nuklir.[19] Fenomena ini dapat dipahami karena inti 11Be dan 14Be masing-masing memiliki 1 dan 4 neutron yang mengorbit secara substansial di luar model inti 'tetesan air' Fermi klasik.
Keterjadian
Matahari memiliki konsentrasi 0,1 bagian per miliar (ppb) berilium.[20] Berilium memiliki konsentrasi 2 hingga 6 bagian per juta (ppm) di kerak Bumi.[21] Ia paling terkonsentrasi di tanah, 6 ppm. Jumlah jejak 9Be ditemukan di atmosfer Bumi. Konsentrasi berilium dalam air laut adalah 0,2–0,6 bagian per triliun (ppt).[22] Namun, di air sungai, berilium lebih melimpah dengan konsentrasi 0,1 ppb.[23]
Berilium ditemukan di lebih dari 100 mineral,[24] tetapi sebagian besar tidak umum hingga langka. Mineral yang mengandung berilium yang lebih umum meliputi: bertrandit (Be4Si2O7(OH)2), beril (Al2Be3Si6O18), krisoberil (Al2BeO4), dan fenakit (Be2SiO4). Bentuk beril yang berharga adalah akuamarin, beril merah, dan zamrud.[25][26][27] Warna hijau dalam bentuk beril berkualitas permata berasal dari jumlah kromium yang bervariasi (sekitar 2% untuk zamrud).
Dua bijih utama berilium, beril dan bertrandit, ditemukan di Amerika Serikat, Argentina, Brasil, India, Madagaskar, dan Rusia. Total cadangan bijih berilium dunia lebih besar dari 400.000 ton.
Produksi
Ekstraksi berilium dari senyawanya merupakan proses yang sulit karena afinitasnya yang tinggi terhadap oksigen pada suhu tinggi, dan kemampuannya untuk mereduksi air saat film oksidanya dihilangkan. Saat ini Amerika Serikat, Tiongkok, dan Kazakhstan adalah tiga negara yang terlibat dalam ekstraksi berilium skala industri.[28] Kazakhstan menghasilkan berilium dari konsentrat yang ditimbun sebelum pecahnya Uni Soviet sekitar tahun 1991. Sumber daya ini hampir habis pada pertengahan 2010-an.[29]
Produksi berilium di Rusia dihentikan pada tahun 1997, dan direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2020-an.[30][31]
Berilium paling sering diekstraksi dari mineral beril, yang disinter menggunakan zat ekstraksi atau dilebur menjadi campuran yang larut. Proses penyinteran melibatkan pencampuran beril dengan natrium fluorosilikat dan soda pada suhu untuk membentuk natrium fluoroberilat, aluminium oksida, dan silikon dioksida.[32] Berilium hidroksida diendapkan dari larutan natrium fluoroberilat dan natrium hidroksida dalam air. Ekstraksi berilium menggunakan metode peleburan melibatkan penggilingan beril menjadi bubuk dan memanaskannya hingga suhu .[33] Lelehan tersebut dengan cepat didinginkan dengan air dan kemudian dipanaskan kembali dalam asam sulfat pekat, sebagian besar menghasilkan berilium sulfat dan aluminium sulfat.[34] Amonia berair kemudian digunakan untuk menghilangkan aluminium dan belerang, meninggalkan berilium hidroksida.
Berilium hidroksida yang dibuat menggunakan metode sinter atau peleburan kemudian diubah menjadi berilium fluorida atau berilium klorida. Untuk membentuk fluorida, amonium hidrogen fluorida encer ditambahkan ke berilium hidroksida untuk menghasilkan endapan amonium tetrafluoroberilat, yang dipanaskan hingga untuk membentuk berilium fluorida.[35] Memanaskan fluorida hingga dengan magnesium akan membentuk berilium yang terbagi halus, dan pemanasan tambahan hingga akan menghasilkan logam padat.[36] Memanaskan berilium hidroksida akan membentuk oksida, yang menjadi berilium klorida bila dikombinasikan dengan karbon dan klorin. Elektrolisis berilium klorida cair kemudian digunakan untuk mendapatkan logam berilium.[37]
Sifat kimia
Atom berilium memiliki konfigurasi elektron [He] 2s2. Keadaan oksidasi utama berilium adalah +2; atom berilium telah kehilangan kedua elektron valensinya. Keadaan oksidasi yang lebih rendah telah ditemukan, misalnya, senyawa bis(karbena).[38] Perilaku kimia berilium sebagian besar disebabkan oleh jari-jari atom dan ioniknya yang kecil. Dengan demikian, ia memiliki potensi ionisasi yang sangat tinggi dan polarisasi yang kuat saat terikat pada atom lain, itulah sebabnya semua senyawanya bersifat kovalen. Sifat kimiawinya mirip dengan aluminium, contoh dari hubungan diagonal.
Pada suhu kamar, permukaan berilium membentuk lapisan pasivasi oksida setebal 1−10 nm yang mencegah reaksi lebih lanjut dengan udara, kecuali untuk penebalan oksida secara bertahap hingga sekitar 25 nm. Ketika dipanaskan di atas sekitar 500 °C, oksidasi menjadi logam curah berlangsung di sepanjang batas butir.[39] Setelah logam dinyalakan di udara dengan pemanasan di atas titik lebur oksida sekitar 2500 °C, berilium terbakar dengan cemerlang, membentuk campuran berilium oksida dan berilium nitrida. Berilium mudah larut dalam asam nonpengoksidasi, seperti HCl dan H2SO4 encer, tetapi tidak dalam asam nitrat atau air karena ini membentuk oksida. Perilaku ini mirip dengan logam aluminium. Berilium juga larut dalam larutan alkali.[40][41]
Senyawa biner berilium(II) bersifat polimer dalam keadaan padat. BeF2 memiliki struktur seperti silika dengan tetrahedra BeF4 yang dibagi sudut. BeCl2 dan BeBr2 memiliki struktur rantai dengan tetrahedra yang berbagi tepi. Berilium oksida, BeO, adalah padatan refraktori putih, yang memiliki struktur kristal wurtzit dan konduktivitas termal setinggi beberapa logam. BeO bersifat amfoter. Berilium sulfida, selenida, dan telurida telah diketahui, dan semuanya memiliki struktur bijih seng.[42] Berilium nitrida, Be3N2 adalah senyawa dengan titik lebur tinggi yang mudah dihidrolisis. Berilium azida, BeN6 telah dikenal dan berilium fosfida, Be3P2 memiliki struktur yang mirip dengan Be3N2. Sejumlah berilium borida telah dikenal, seperti Be5B, Be4B, Be2B, BeB2, BeB6, dan BeB12. Berilium karbida, Be2C, adalah senyawa merah bata refraktori yang bereaksi dengan air dan menghasilkan metana.[43] Tidak ada berilium silisida yang telah diidentifikasi.[44]
Halida BeX2 (X = F, Cl, Br, I) memiliki struktur molekul monomer linear dalam fase gas.[45] Kompleks halida terbentuk dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan total dua pasang elektron. Senyawa seperti itu mematuhi aturan oktet. Kompleks 4-koordinat lainnya seperti ion-akua [Be(H2O)4]2+ juga mematuhi aturan oktet.
Larutan berair
Kimia larutan berair dari berilium adalah subjek tinjauan komprehensif.[46] Larutan garam berilium, seperti berilium sulfat dan berilium nitrat, bersifat asam karena hidrolisis ion [Be(H2O)4]2+. Konsentrasi produk hidrolisis pertama, [Be(H2O)3(OH)]+, kurang dari 1% konsentrasi berilium. Produk hidrolisis yang paling stabil adalah ion trimerik [Be3(OH)3(H2O)6]3+. Berilium hidroksida, Be(OH)2, tidak larut dalam air pada pH 5 atau lebih. Akibatnya, senyawa berilium umumnya tidak larut pada pH biologis. Karena itu, penghirupan debu logam berilium oleh manusia menyebabkan berkembangnya kondisi beriliosis yang fatal. Be(OH)2 larut dalam larutan alkalin kuat.
Berilium(II) membentuk beberapa kompleks dengan ligan monodentat karena molekul air dalam ion akuo, terikat sangat kuat dengan ion berilium. Pengecualian penting adalah rangkaian kompleks yang larut dalam air dengan ion fluorida.[47]
Berilium(II) membentuk banyak kompleks dengan ligan bidentat yang mengandung atom donor oksigen.[48] Spesies terkenal karena memiliki ion oksida 3-koordinat di pusatnya. Berilium oksida asetat, , memiliki ion oksida yang dikelilingi oleh tetrahedron atom berilium.
Dengan ligan organik, seperti ion malonat, asam tersebut terdeprotonasi saat membentuk kompleks. Atom donor adalah dua oksigen.
Pembentukan kompleks bersaing dengan reaksi hidrolisis ion logam dan kompleks campuran dengan anion dan ion hidroksida juga terbentuk. Misalnya, turunan dari trimer siklik telah diketahui, dengan ligan bidentat menggantikan satu atau lebih pasang molekul air. Ligan seperti EDTA berperilaku sebagai asam dikarboksilat.
Asam hidroksikarboksilat seperti asam glikolat membentuk kompleks monodentat yang agak lemah dalam larutan di mana gugus hidroksil tetap utuh. Sebuah heksamer, , di mana gugus hidroksil terdeprotonasi telah lama diisolasi, dalam keadaan padat.[49] Ligan di-hidroksi aromatik membentuk kompleks yang relatif kuat. Misalnya, nilai log K1 dan log K2 sebesar 12,2 dan 9,3 telah dilaporkan untuk kompleks dengan tiron.[50]
Ada banyak laporan awal tentang kompleks dengan asam amino, tetapi sayangnya mereka tidak dapat diandalkan karena reaksi hidrolisis yang menyertainya tidak dipahami pada saat publikasi. Nilai untuk log β dari sekitar 6 sampai 7 telah dilaporkan.[51] Derajat pembentukannya kecil karena kompetisi dengan reaksi hidrolisis.
Kimia organik
Kimia organoberilium terbatas pada penelitian akademik karena biaya dan toksisitas berilium, turunan berilium, dan reagen yang diperlukan untuk pengenalan berilium, seperti berilium klorida. Senyawa berilium organologam dikenal sangat reaktif.[52] Contoh senyawa organoberilium yang diketahui adalah dineopentilberilium,[53] berilosena (Cp2Be),[54][55][56][57] dialilberilium (melalui reaksi pertukaran dietil berilium dengan trialil boron),[58] bis(1,3-trimetilsililalil)berilium,[59] dan Be(mes)2.[60] Ligan juga bisa berupa aril[61] dan alkinil.[62]
Sejarah
Mineral beril, yang mengandung berilium, telah digunakan setidaknya sejak dinasti Ptolemeus di Mesir. Pada abad pertama CE, naturalis Romawi Plinius Tua menyebutkan dalam ensiklopedianya Naturalis Historia bahwa beril dan zamrud ("smaragdus") serupa. Papirus Graecus Holmiensis, yang ditulis pada abad ketiga atau keempat CE, memuat catatan tentang cara membuat zamrud dan beril buatan.
Analisis awal zamrud dan beril oleh Martin Heinrich Klaproth, Torbern Olof Bergman, Franz Karl Achard, dan Johann Jakob Bindheim selalu menghasilkan unsur yang serupa, yang mengarah pada kesimpulan keliru bahwa kedua zat tersebut adalah aluminium silikat. Ahli mineralogi René Just Haüy menemukan bahwa kedua kristal identik secara geometris, dan dia meminta ahli kimia Louis-Nicolas Vauquelin untuk analisis kimia.
Dalam makalah tahun 1798 yang dibacakan di hadapan Institut de France, Vauquelin melaporkan bahwa ia menemukan "tanah" baru dengan melarutkan aluminium hidroksida dari zamrud dan beril dalam alkali tambahan.[63] Editor jurnal Annales de Chimie et de Physique menamakan tanah baru ini "glucine" karena rasa manis dari beberapa senyawanya.[64] Klaproth lebih suka nama "beryllina" karena itria juga membentuk garam manis.[65] Nama "berilium" pertama kali digunakan oleh Wöhler pada tahun 1828.[66]
Friedrich Wöhler[67] dan Antoine Bussy[68] secara terpisah mengisolasi berilium pada tahun 1828 melalui reaksi kimia logam kalium dengan berilium klorida, sebagai berikut:
- BeCl2 + 2 K → 2 KCl + Be
Dengan menggunakan lampu alkohol, Wöhler memanaskan lapisan-lapisan berilium klorida dan kalium secara berselang-seling dalam wadah platina tertutup kabel. Reaksi di atas segera terjadi dan menyebabkan krus menjadi putih panas. Setelah mendinginkan dan mencuci bubuk hitam keabu-abuan yang dihasilkan, dia melihat bahwa itu terbuat dari partikel halus dengan kilau logam gelap. Kalium yang sangat reaktif telah diproduksi dengan elektrolisis senyawanya, sebuah proses yang ditemukan 21 tahun sebelumnya. Metode kimia yang menggunakan kalium hanya menghasilkan butiran kecil berilium yang tidak dapat dituang atau dipalu.
Elektrolisis langsung dari campuran cair berilium fluorida dan natrium fluorida oleh Paul Lebeau pada tahun 1898 menghasilkan sampel berilium murni pertama (99,5 hingga 99,8%). Namun, produksi industri baru dimulai setelah Perang Dunia Pertama. Keterlibatan industri asli termasuk anak perusahaan dan ilmuwan yang terkait dengan Union Carbide and Carbon Corporation di Cleveland, Ohio, dan Siemens & Halske AG di Berlin. Di AS, proses tersebut dipimpin oleh Hugh S. Cooper, direktur The Kemet Laboratories Company. Di Jerman, proses produksi berilium pertama yang berhasil secara komersial dikembangkan pada tahun 1921 oleh Alfred Stock dan Hans Goldschmidt.[69]
Sampel berilium dibombardir dengan sinar alfa dari peluruhan radium dalam percobaan tahun 1932 oleh James Chadwick yang mengungkap keberadaan neutron. Metode yang sama ini digunakan dalam satu kelas sumber neutron laboratorium berbasis radioisotop yang menghasilkan 30 neutron untuk setiap juta partikel α.[70]
Produksi berilium mengalami peningkatan pesat selama Perang Dunia II, karena meningkatnya permintaan paduan berilium-tembaga keras dan fosfor untuk lampu fluoresen. Sebagian besar lampu fluoresen awal menggunakan seng ortosilikat dengan berbagai kandungan berilium untuk memancarkan cahaya kehijauan. Penambahan kecil magnesium wolframat meningkatkan bagian biru dari spektrum untuk menghasilkan cahaya putih yang dapat diterima. Fosfor berbasis halofosfat menggantikan fosfor berbasis berilium setelah berilium ditemukan beracun.[71]
Elektrolisis campuran berilium fluorida dan natrium fluorida digunakan untuk mengisolasi berilium selama abad ke-19. Titik lebur logam yang tinggi membuat proses ini lebih memakan energi daripada proses serupa yang digunakan untuk logam alkali. Pada awal abad ke-20, produksi berilium melalui dekomposisi termal berilium iodida diselidiki menyusul keberhasilan proses serupa untuk produksi zirkonium, tetapi proses ini terbukti tidak ekonomis untuk produksi besar.[72]
Logam berilium murni tidak tersedia sampai tahun 1957, meskipun telah digunakan sebagai logam paduan untuk mengeraskan tembaga jauh lebih awal. Berilium dapat diproduksi dengan mereduksi senyawa berilium seperti berilium klorida dengan logam kalium atau natrium. Saat ini, sebagian besar berilium diproduksi dengan mereduksi berilium fluorida dengan magnesium.[73] Harga di pasar Amerika untuk berilium batangan cor vakum adalah sekitar AS$338 per pon (AS$745 per kilogram) pada tahun 2001.[74]
Antara tahun 1998 dan 2008, produksi berilium dunia menurun dari 343 menjadi sekitar 200 ton. Kemudian meningkat menjadi 230 ton pada tahun 2018, di mana 170 ton berasal dari Amerika Serikat.[75][76]
Etimologi
Dinamai dari beril, mineral semimulia, dari mana ia pertama kali diisolasi.[77][78][79]
Aplikasi
Jendela radiasi
Karena nomor atomnya yang rendah dan penyerapan yang sangat rendah untuk sinar-X, aplikasi berilium tertua dan masih yang paling penting adalah jendela radiasi untuk tabung sinar-X. Tuntutan ekstrem ditempatkan pada kemurnian dan kebersihan berilium untuk menghindari artefak dalam gambar sinar-X. Foil berilium tipis digunakan sebagai jendela radiasi untuk detektor sinar-X, dan penyerapan yang sangat rendah meminimalkan efek pemanasan yang disebabkan oleh intensitas tinggi, sinar-X berenergi rendah yang khas dari radiasi sinkrotron. Jendela kedap vakum dan tabung sinar untuk eksperimen radiasi pada sinkrotron diproduksi secara eksklusif dari berilium. Dalam pengaturan ilmiah untuk berbagai studi emisi sinar-X (misalnya spektroskopi sinar-X dispersif energi) pemegang sampel biasanya terbuat dari berilium karena sinar-X yang dipancarkan memiliki energi yang jauh lebih rendah (≈100 eV) daripada sinar-X dari kebanyakan materi yang dipelajari.[80]
Nomor atom yang rendah juga membuat berilium relatif transparan terhadap partikel energetik. Oleh karena itu, ini digunakan untuk membuat pipa berkas di sekitar daerah tumbukan dalam pengaturan fisika partikel, seperti keempat eksperimen detektor utama di Penumbuk Hadron Raksasa (ALICE, ATLAS, CMS, LHCb),[81] Tevatron, dan di SLAC. Massa jenis berilium yang rendah memungkinkan produk tabrakan mencapai detektor di sekitarnya tanpa interaksi yang signifikan, kekakuannya memungkinkan vakum yang kuat dihasilkan di dalam pipa untuk meminimalkan interaksi dengan gas, stabilitas termalnya memungkinkannya berfungsi dengan benar pada suhu hanya beberapa derajat di atas nol mutlak, dan sifat diamagnetiknya membuatnya tidak mengganggu sistem magnet multikutub kompleks yang digunakan untuk mengarahkan dan memfokuskan berkas partikel.[82]
Aplikasi mekanis
Karena kekakuannya, beratnya yang ringan, dan stabilitas dimensi pada rentang suhu yang luas, logam berilium digunakan untuk komponen struktural ringan dalam industri pertahanan dan kedirgantaraan pada pesawat berkecepatan tinggi, rudal, wahana antariksa, dan satelit, termasuk Teleskop Luar Angkasa James Webb. Beberapa roket berbahan bakar cair telah menggunakan nosel roket yang terbuat dari berilium murni.[83][84] Serbuk berilium sendiri dipelajari sebagai bahan bakar roket, tetapi penggunaan ini tidak pernah terwujud. Sejumlah kecil kerangka sepeda kelas atas yang ekstrem telah dibuat dengan berilium.[85] Dari tahun 1998 hingga 2000, tim Formula Satu McLaren menggunakan mesin Mercedes-Benz dengan piston paduan berilium-aluminium.[86] Penggunaan komponen mesin berilium dilarang menyusul protes dari Scuderia Ferrari.[87]
Mencampur sekitar 2,0% berilium dengan tembaga membentuk paduan yang disebut tembaga berilium yang enam kali lebih kuat dari tembaga saja.[88] Paduan berilium digunakan dalam banyak aplikasi karena kombinasi elastisitasnya, konduktivitas listrik dan konduktivitas termal yang tinggi, kekuatan dan kekerasan yang tinggi, sifat nonmagnetik, serta ketahanan terhadap korosi dan kelelahan.[89] Beberapa aplikasinya adalah alat tanpa percikan yang digunakan di dekat gas yang mudah terbakar (nikel berilium), pada pegas dan membran (nikel berilium dan besi berilium) yang digunakan dalam instrumen bedah dan perangkat suhu tinggi.[90] Sedikitnya 50 bagian per juta paduan berilium dengan magnesium cair menyebabkan peningkatan ketahanan oksidasi yang signifikan dan penurunan sifat mudah terbakar.[91]
Kekakuan elastis berilium yang tinggi telah menyebabkan penggunaannya yang luas dalam instrumentasi presisi, seperti dalam sistem pemandu inersia dan dalam mekanisme pendukung untuk sistem optik.[92] Paduan berilium-tembaga juga digunakan sebagai bahan pengeras dalam "pistol Jason", yang digunakan untuk mengelupas cat dari lambung kapal.[93]
Berilium juga digunakan untuk kantilever dalam styli kartrid fonograf berkinerja tinggi, di mana kekakuannya yang ekstrem dan massa jenisnya yang rendah memungkinkan bobot pelacakan dikurangi menjadi 1 gram, tetapi tetap melacak bagian frekuensi tinggi dengan distorsi minimal.[94]
Aplikasi utama berilium sebelumnya adalah untuk rem pesawat militer karena kekerasannya, titik leburnya yang tinggi, dan kemampuannya yang luar biasa untuk menghilangkan panas. Pertimbangan lingkungan telah menyebabkan substitusi dengan bahan lain.[95]
Untuk mengurangi biaya, berilium dapat dipadukan dengan aluminium dalam jumlah yang signifikan, menghasilkan paduan AlBeMet (nama dagang). Campuran ini lebih murah daripada berilium murni, tetapi tetap mempertahankan banyak sifat yang diinginkan.
Cermin
Cermin berilium sangatlah menarik. Cermin berarea besar, sering kali dengan struktur pendukung sarang lebah, digunakan, misalnya, pada satelit meteorologi di mana berat rendah dan stabilitas dimensi jangka panjang sangat penting. Cermin berilium yang lebih kecil digunakan dalam sistem panduan optik dan sistem pengendali tembakan, misalnya pada tank tempur utama Leopard 1 dan Leopard 2 buatan Jerman. Dalam sistem ini, diperlukan gerakan cermin yang sangat cepat yang sekali lagi menentukan massa rendah dan kekakuan tinggi. Biasanya cermin berilium dilapisi dengan pelapisan nikel nirlistrik yang keras yang dapat lebih mudah dipoles hingga hasil akhir optik yang lebih halus daripada berilium. Namun, dalam beberapa aplikasi, blanko berilium dipoles tanpa lapisan apa pun. Hal ini terutama berlaku untuk operasi kriogenik di mana ketidaksesuaian ekspansi termal dapat menyebabkan lapisan tertekuk.[96]
Teleskop Luar Angkasa James Webb memiliki 18 bagian berilium heksagonal untuk cerminnya, masing-masing dilapisi dengan lapisan emas tipis.[97] Karena JWST akan menghadapi suhu 33 K, cermin tersebut terbuat dari berilium berlapis emas, yang mampu menangani dingin ekstrem lebih baik daripada kaca. Berilium berkontraksi dan berubah bentuk lebih kecil dari kaca – dan tetap lebih seragam – dalam suhu seperti itu.[98] Untuk alasan yang sama, optika Teleskop Ruang Angkasa Spitzer seluruhnya terbuat dari logam berilium.[99]
Aplikasi magnetis
Berilium adalah nonmagnetik. Oleh karena itu, alat-alat yang dibuat dari bahan berbasis berilium digunakan oleh tim penjinak bahan peledak angkatan laut atau militer yang bekerja di atau dekat ranjau laut, karena ranjau ini umumnya memiliki murang magnetis.[100] Mereka juga ditemukan dalam bahan pemeliharaan dan konstruksi di dekat mesin pencitraan resonansi magnetik (MRI) karena medan magnet tinggi yang dihasilkan.[101] Di bidang komunikasi radio dan radar yang kuat (biasanya militer, perkakas tangan yang terbuat dari berilium digunakan untuk menyetel klistron, magnetron, dan tabung gelombang berjalan yang sangat magnetis, yang digunakan untuk menghasilkan daya gelombang mikro tingkat tinggi pada pemancar.[102]
Aplikasi nuklir
Pelat tipis atau foil berilium kadang-kadang digunakan dalam desain senjata nuklir sebagai lapisan paling luar dari biji plutonium pada tahap utama bom termonuklir, ditempatkan untuk mengelilingi bahan fisil. Lapisan-lapisan berilium ini adalah "pendorong" yang baik untuk delakan plutonium-239, dan mereka adalah reflektor neutron yang baik, seperti pada reaktor nuklir yang dimoderasi berilium.[103]
Berilium juga biasa digunakan di beberapa sumber neutron pada perangkat laboratorium yang membutuhkan relatif sedikit neutron (daripada harus menggunakan reaktor nuklir, atau generator neutron bertenaga akselerator partikel). Untuk tujuan ini, target berilium-9 dibombardir dengan partikel alfa energetik dari sebuah radioisotop seperti polonium-210, radium-226, plutonium-238, atau amerisium-241. Dalam reaksi nuklir yang terjadi, inti berilium ditransmutasikan menjadi karbon-12, dan satu neutron bebas dipancarkan, bergerak ke arah yang sama dengan arah partikel alfa. Sumber-sumber neutron berilium yang digerakkan oleh peluruhan alfa, yang dinamai inisiator neutron "urchin" digunakan dalam beberapa bom atom awal.[104] Sumber neutron di mana berilium dibombardir dengan sinar gama dari sebuah radioisotop yang meluruh melalui peluruhan gama, juga digunakan untuk menghasilkan neutron laboratorium.[105]
Berilium juga digunakan dalam pembuatan bahan bakar untuk reaktor CANDU. Elemen bahan bakar memiliki pelengkap kecil yang resistan dibrazing ke kelongsong bahan bakar menggunakan proses pematerian induksi dengan Be sebagai bahan pengisi brazing. Bantalan bearing dibrazing di tempat untuk mencegah kontak antara bundel bahan bakar dan tabung tekanan yang mengandungnya, dan bantalan spacer antarelemen dibrazing untuk mencegah kontak elemen ke elemen.
Berilium juga digunakan di laboratorium penelitian fusi nuklir Joint European Torus, dan akan digunakan di ITER yang lebih maju untuk mengondisikan komponen yang berhadapan dengan plasma.[106] Berilium juga telah diusulkan sebagai bahan kelongsong untuk batang bahan bakar nuklir, karena kombinasi sifat mekanik, kimia, dan nuklirnya yang baik.[107] Berilium fluorida adalah salah satu garam konstituen dari campuran garam eutektik FLiBe, yang digunakan sebagai pelarut, moderator, dan pendingin dalam banyak desain reaktor garam cair, termasuk reaktor fluorida torium cair (LFTR).[108]
Akustika
Berat yang rendah dan kekakuan berilium yang tinggi membuatnya berguna sebagai bahan untuk speaker driver frekuensi tinggi. Karena berilium berharga mahal (berkali-kali lebih mahal daripada titanium), sulit dibentuk karena kerapuhannya, dan beracun jika salah penanganan, tweeter berilium terbatas pada aplikasi rumah kelas atas,[109][110][111] audio pro, dan alamat publik.[112][113] Beberapa produk fidelitas tinggi secara curang diklaim terbuat dari bahan tersebut.[114]
Beberapa kartrid fonograf kelas atas menggunakan kantilever berilium untuk meningkatkan pelacakan dengan mengurangi massa.[115]
Elektronika
Berilium adalah dopan tipe-p dala senyawa semikonduktor III-V. Ia banyak digunakan dalam bahan-bahan seperti GaAs, AlGaAs, InGaAs, dan InAlAs yang ditanam oleh epitaksi berkas molekul (MBE).[116] Lembar berilium yang digulung silang adalah dukungan struktural yang sangat baik untuk papan sirkuit cetak pada teknologi pemasangan permukaan. Dalam aplikasi elektronika kritis, berilium merupakan penopang struktural dan pembuang panas. Aplikasi ini juga membutuhkan koefisien thermal expansion ekspansi termal yang cocok dengan substrat alumina dan kaca polimida. Komposit berilium-berilium oksida "E-Material" telah dirancang khusus untuk aplikasi elektronika ini dan memiliki keuntungan tambahan bahwa koefisien ekspansi termal dapat disesuaikan agar sesuai dengan bahan substrat yang beragam.[117]
Berilium oksida berguna untuk banyak aplikasi yang memerlukan sifat gabungan dari insulator listrik dan konduktor panas yang sangat baik, dengan kekuatan dan kekerasan tinggi, serta titik lebur yang sangat tinggi. Berilium oksida sering digunakan sebagai pelat dasar insulator pada transistor daya tinggi pada pemancar frekuensi radio untuk telekomunikasi. Berilium oksida juga sedang dipelajari untuk digunakan dalam meningkatkan konduktivitas termal pelet bahan bakar nuklir uranium dioksida.[118] Senyawa berilium digunakan dalam tabung lampu fluoresen, tetapi penggunaan ini dihentikan karena penyakit beriliosis yang berkembang pada pekerja yang membuat tabung.[119]
Kesehatan
Berilium adalah komponen dari beberapa paduan gigi.[120][121]
Toksisitas dan keamanan
Efek biologis
Sekitar 35 mikrogram berilium ditemukan dalam tubuh manusia rata-rata, jumlah yang tidak dianggap berbahaya. Berilium secara kimiawi mirip dengan magnesium dan karenanya dapat menggantikannya dari enzim, yang menyebabkannya tidak berfungsi. Karena Be2+ adalah ion yang bermuatan tinggi dan sangat kecil, ia dapat dengan mudah masuk ke banyak jaringan dan sel, di mana ia secara khusus menargetkan inti sel, menghambat banyak enzim, termasuk enzim yang digunakan untuk menyintesis DNA. Toksisitasnya diperburuk oleh fakta bahwa tubuh tidak memiliki sarana untuk mengontrol kadar berilium, dan begitu berada di dalam tubuh, berilium tidak dapat dihilangkan.[122]
Inhalation
Beriliosis kronis adalah penyakit granuloma paru-paru dan sistemik granuloma yang disebabkan oleh penghirupan debu atau asap yang terkontaminasi berilium; jumlah besar dalam waktu singkat atau jumlah kecil dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit ini. Gejala penyakit ini bisa memakan waktu hingga lima tahun untuk berkembang; sekitar sepertiga pasien yang mengidapnya meninggal dan yang selamat menjadi cacat. Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) mencantumkan berilium dan senyawa berilium sebagai karsinogen Kategori 1.[123]
Paparan pekerjaan
Di AS, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Occupational Safety and Health Administration, OSHA) telah menetapkan batas paparan yang diizinkan (permissible exposure limit, PEL) untuk berilium dan senyawa berilium sebesar 0,2 µg/m3 sebagai rata-rata tertimbang waktu (time-weighted average, TWA) 8 jam, dan 2,0 µg/m3 sebagai batas paparan jangka pendek selama periode pengambilan sampel 15 menit. Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (National Institute for Occupational Safety and Health, NIOSH) telah menetapkan ambang batas atas batas paparan yang direkomendasikan (recommended exposure limit, REL) sebesar 0,5 µg/m3. Nilai IDLH (immediately dangerous to life and health, langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan) adalah 4 mg/m3.[124] Toksisitas berilium setara dengan metaloid/logam beracun lainnya, seperti arsen dan raksa.[125][126]
Paparan berilium di tempat kerja dapat menyebabkan respons imun sensitisasi dan seiring waktu dapat mengembangkan penyakit berilium kronis (chronic beryllium disease, CBD).[127] NIOSH di Amerika Serikat meneliti efek ini bekerja sama dengan produsen besar produk berilium. NIOSH juga melakukan penelitian genetik tentang sensitisasi dan CBD, terlepas dari kolaborasi ini.[128]
Penyakit berilium akut dalam bentuk pneumonitis kimia pertama kali dilaporkan di Eropa pada tahun 1933 dan di Amerika Serikat pada tahun 1943. Sebuah survei menemukan bahwa sekitar 5% pekerja di pabrik yang memproduksi lampu fluoresen pada tahun 1949 di Amerika Serikat menderita penyakit paru-paru yang berhubungan dengan berilium. Beriliosis kronis menyerupai sarkoidosis dalam banyak hal, dan diagnosis banding seringkali sulit untuk dilakukan. Penyakit ini membunuh beberapa pekerja awal dalam desain senjata nuklir, seperti Herbert L. Anderson.[129]
Berilium dapat ditemukan dalam terak batubara. Saat terak diformulasikan menjadi bahan abrasif untuk meledakkan cat dan karat dari permukaan yang keras, berilium dapat terbawa udara dan menjadi sumber paparan.[130]
Meskipun penggunaan senyawa berilium dalam tabung lampu fluoresen dihentikan pada tahun 1949, potensi paparan berilium ada dalam industri nuklir dan kedirgantaraan serta dalam pemurnian logam berilium dan peleburan paduan yang mengandung berilium, pembuatan perangkat elektronik, dan penanganan bahan lain yang mengandung berilium.[131]
Deteksi
Peneliti awal melakukan praktik yang sangat berbahaya untuk mengidentifikasi berilium dan berbagai senyawanya dari rasanya yang manis. Identifikasi sekarang dilakukan dengan menggunakan teknik diagnostik modern yang aman.[132] Sebuah tes yang berhasil untuk berilium di udara dan di permukaan telah dikembangkan dan diterbitkan sebagai standar konsensus sukarela internasional ASTM D7202. Prosedur ini menggunakan amonium bifluorida encer untuk disolusi dan deteksi fluoresensi dengan berilium yang terikat pada hidroksibenzokuinolin tersulfonasi, yang memungkinkan deteksi sensitif hingga 100 kali lebih banyak daripada batas yang direkomendasikan untuk konsentrasi berilium di tempat kerja. Fluoresensi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi berilium. Prosedur baru ini telah berhasil diuji pada berbagai permukaan dan efektif untuk disolusi dan deteksi berilium oksida refraktori dan berilium silika dalam konsentrasi kecil (ASTM D7458).[133][134] Manual Metode Analitik NIOSH berisi metode untuk mengukur paparan berilium di tempat kerja.[135]
Sumber yang dikutip
Bacaan lebih lanjut
- Mroz MM, Balkissoon R, Newman LS. "Beryllium". In: Bingham E, Cohrssen B, Powell C (eds.) Patty's Toxicology, Edisi kelima. New York: John Wiley & Sons 2001, 177–220.
- Walsh, KA, Beryllium Chemistry and Processing. Vidal, EE. dkk. Eds. 2009, Materials Park, OH:ASM International.
- Beryllium Lymphocyte Proliferation Testing (BeLPT). DOE Specification 1142–2001. Washington, DC: U.S. Department of Energy, 2001.
Pranala luar
- ATSDR Case Studies in Environmental Medicine: Beryllium Toxicity Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS
- It's Elemental – Beryllium
- MSDS: ESPI Metals
- Beryllium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- National Institute for Occupational Safety and Health – Beryllium Page
- National Supplemental Screening Program (Oak Ridge Associated Universities)
- Historic Price of Beryllium in USA
Referensi
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Ralph Puchta. A brighter beryllium. Nature Chemistry. 2011. Vol. 3 (5). hlm. 416. doi:10.1038/nchem.1033.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ Henry H. Hausner. Beryllium its Metallurgy and Properties. University of California Press. 1965. hlm. 239.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ Henry H. Hausner. Beryllium its Metallurgy and Properties. University of California Press. 1965. hlm. 239.
- ↑ T. A. Tomberlin. Beryllium – A Unique Material in Nuclear Applications. Idaho National Laboratory. Idaho National Engineering and Environmental Laboratory. 15 November 2004.
- ↑ About Beryllium. US Department of Energy.
- ↑ Ekspong, G. Physics: 1981–1990. World Scientific. 1992. hlm. 172 ff. ISBN 978-981-02-0729-8.
- ↑ Beryllium: Isotopes and Hydrology. University of Arizona, Tucson.
- ↑ Whitehead, N. A preliminary study on the use of (10)Be in forensic radioecology of nuclear explosion sites. Journal of Environmental Radioactivity. Feb 2008. Vol. 99 (2). hlm. 260–70. doi:10.1016/j.jenvrad.2007.07.016.
- ↑ R. N. Boyd. Can Be-9 provide a test of cosmological theories?. The Astrophysical Journal. 1989. Vol. 336. hlm. L55. doi:10.1086/185360.
- ↑ Arnett, David. Supernovae and nucleosynthesis. Princeton University Press. 1996. hlm. 223. ISBN 978-0-691-01147-9.
- ↑ Bill Johnson. How to Change Nuclear Decay Rates. University of California, Riverside. 1993.
- ↑ Hammond, C. R. "Elements" dalam
- ↑ Hansen, P. G. Nuclear Halos. Annual Review of Nuclear and Particle Science. 1995. Vol. 45 (45). hlm. 591–634. doi:10.1146/annurev.ns.45.120195.003111.
- ↑ Abundance in the sun. Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. WebElements.
- ↑ The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals. Merck Research Laboratories, Merck & Co., Inc. 2006. ISBN 978-0-911910-00-1.
- ↑ Abundance in oceans. Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. WebElements.
- ↑ Abundance in stream water. Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. WebElements.
- ↑ Search Minerals By Chemistry. www.mindat.org.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ Walsh, Kenneth A. Beryllium chemistry and processing. 2009. hlm. 20–26. ISBN 978-0-87170-721-5.
- ↑ Mining, Society for Metallurgy, Exploration (U.S). Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses. 5 Maret 2006. hlm. 265–269. ISBN 978-0-87335-233-8.
- ↑ Sources of Beryllium. Materion Corporation.
- ↑ "Beryllim" in 2016 Minerals Yearbook. USGS (September 2018).
- ↑ Уральский производитель изумрудов планирует выпускать стратегический металл бериллий . TASS.ru (15 Mei 2019)
- ↑ Russia restarts beryllium production after 20 years. Eurasian Business Briefing. 20 Februari 2015.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Merle Arrowsmith. Neutral zero-valent s-block complexes with strong multiple bonding. Nature Chemistry. 2016. Vol. 8 (9). hlm. 890–894. doi:10.1038/nchem.2542.
- ↑ C. Tomastik. Oxidation of beryllium—a scanning Auger investigation. Nucl. Fusion. 2005. Vol. 45 (9). hlm. 1061. doi:10.1088/0029-5515/45/9/005.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Wiberg, Egon. Inorganic Chemistry. Elsevier. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ Wiberg, Egon. Inorganic Chemistry. Elsevier. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Lucia Alderghi. Aqueous Solution Chemistry of Beryllium. Advances in Inorganic Chemistry. Academic Press. 2000. Vol. 50. hlm. 109–172. doi:10.1016/S0898-8838(00)50003-8. ISBN 9780120236503.
- ↑ Bell, N.A. Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry. Academic Press. 1972. Vol. 14. hlm. 256–277. doi:10.1016/S0065-2792(08)60008-4. ISBN 978-0-12-023614-5.
- ↑ Lucia Alderghi. Aqueous Solution Chemistry of Beryllium. Advances in Inorganic Chemistry. Academic Press. 2000. Vol. 50. hlm. 109–172. doi:10.1016/S0898-8838(00)50003-8. ISBN 9780120236503.
- ↑ Arthur Rosenheim. Über innerkomplexe Beryllate. Liebigs Ann. Chem. 1924. Vol. 440. hlm. 153–166. doi:10.1002/jlac.19244400115.
- ↑ M. Schmidt. Beryllium Chelation by Dicarboxylic Acids in Aqueous Solution. Z. Naturforsch. 1997. Vol. 53b (10). hlm. 2040–2043. doi:10.1021/ic961410k.
- ↑ A. Mederos. Recent aspects of the coordination chemistry of the very toxic cation beryllium(II): The search for sequestering agents. Bol. Soc. Chil. Quim. 1997. Vol. 42. hlm. 281.
- ↑ Naglav, D.; Buchner, M. R.; Bendt, G.; Kraus, F. and Schulz, S. Off the Beaten Track—A Hitchhiker's Guide to Beryllium Chemistry. Angew. Chem. Int. Ed. 2016. Vol. 55 (36). hlm. 10562–10576. doi:10.1002/anie.201601809.
- ↑ G. E. Coates. Preparation of base-free beryllium alkyls from trialkylboranes. Dineopentylberyllium, bis((trimethylsilyl)methyl)beryllium, and an ethylberyllium hydride. Journal of the Chemical Society A: Inorganic, Physical, Theoretical. 1971. hlm. 1308. doi:10.1039/J19710001308.
- ↑ Ernst Otto Fischer. Über Aromatenkomplexe von Metallen, XXV. Di-cyclopentadienyl-beryllium. Chemische Berichte. 1959. Vol. 92 (2). hlm. 482. doi:10.1002/cber.19590920233.
- ↑ K. W. Nugent. A precise low-temperature crystal structure of Bis(cyclopentadienyl)beryllium. Australian Journal of Chemistry. 1984. Vol. 37 (8). hlm. 1601. doi:10.1071/CH9841601.
- ↑ A. Almenningen. The molecular structure of beryllocene, (C 5 H 5 ) 2 Be. A reinvestigation by gas phase electron diffraction. Journal of Organometallic Chemistry. 1979. Vol. 170 (3). hlm. 271. doi:10.1016/S0022-328X(00)92065-5.
- ↑ C. H. Wong. Crystal structure of bis(cyclopentadienyl)beryllium at −120 °C. Acta Crystallographica Section B. 1972. Vol. 28 (6). hlm. 1662. doi:10.1107/S0567740872004820.
- ↑ G. Wiegand. Ein Beitrag zur Existenz von Allylberyllium- und Allylaluminiumverbindungen. Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie. 1974. Vol. 405. hlm. 101–108. doi:10.1002/zaac.19744050111.
- ↑ Stephen C. Chmely. Bis(1,3-trimethylsilylallyl)beryllium. Angewandte Chemie International Edition. 2010. Vol. 49 (34). hlm. 5870–5874. doi:10.1002/anie.201001866.
- ↑ Naglav, D.; Buchner, M. R.; Bendt, G.; Kraus, F. and Schulz, S. Off the Beaten Track—A Hitchhiker's Guide to Beryllium Chemistry. Angew. Chem. Int. Ed. 2016. Vol. 55 (36). hlm. 10562–10576. doi:10.1002/anie.201601809.
- ↑ Karin Ruhlandt-Senge. Synthesis and structural characterization of the beryllium compounds [Be(2,4,6-Me 3 C 6 H 2 ) 2 (OEt 2 )], [Be{O(2,4,6-tert-Bu 3 C 6 H 2 )} 2 (OEt 2 )], and [Be{S(2,4,6-tert-Bu 3 C 6 H 2 )} 2 (THF)]⋅PhMe and determination of the structure of [BeCl 2 (OEt 2 ) 2 ]. Inorganic Chemistry. 1993. Vol. 32 (9). hlm. 1724–1728. doi:10.1021/ic00061a031.
- ↑ B. Morosin. The crystal structure of dimeric methyl-1-propynyl- beryllium-trimethylamine. Journal of Organometallic Chemistry. 1971. Vol. 29. hlm. 7–14. doi:10.1016/S0022-328X(00)87485-9.
- ↑ Louis-Nicolas Vauquelin. De l'Aiguemarine, ou Béril; et découverie d'une terre nouvelle dans cette pierre. Annales de Chimie. 1798. Vol. 26. hlm. 155–169.
- ↑ Dalam catatan kaki di page 169 dari (Vauquelin, 1798), editor menulis: "(1) La propriété la plus caractéristique de cette terre, confirmée par les dernières expériences de notre collègue, étant de former des sels d'une saveur sucrée, nous proposons de l'appeler glucine, de γλυκυς, doux, γλυκύ, vin doux, γλυκαιτω, rendre doux … Note des Rédacteurs." ((1) Sifat paling khas dari tanah ini, dikonfirmasi oleh percobaan terbaru dari rekan kami [Vauquelin], untuk membentuk garam dengan rasa manis, kami mengusulkan untuk menyebutnya glucine dari γλυκυς, manis, γλυκύ, anggur manis, γλυκαιτω, untuk membuat manis … Catatan editor.)
- ↑ Klaproth, Martin Heinrich, Beitrage zur Chemischen Kenntniss der Mineralkörper (Kontribusi pada pengetahuan kimia zat mineral), vol. 3, (Berlin, (Jerman): Heinrich August Rottmann, 1802), pages 78–79 : "Als Vauquelin der von ihm im Beryll und Smaragd entdeckten neuen Erde, wegen ihrer Eigenschaft, süsse Mittelsalze zu bilden, den Namen Glykine, Süsserde, beilegte, erwartete er wohl nicht, dass sich bald nachher eine anderweitige Erde finden würde, welche mit völlig gleichem Rechte Anspruch an diesen Namen machen können. Um daher keine Verwechselung derselben mit der Yttererde zu veranlassen, würde es vielleicht gerathen seyn, jenen Namen Glykine aufzugeben, und durch Beryllerde (Beryllina) zu ersetzen; welche Namensveränderung auch bereits vom Hrn. Prof. Link, und zwar aus dem Grunde empfohlen worden, weil schon ein Pflanzengeschlecht Glycine vorhanden ist." (Ketika Vauquelin menganugerahkan – karena sifatnya membentuk garam manis – nama glycine, tanah-manis, pada tanah baru yang telah ditemukan olehnya di beryl dan smaragd, dia tentu tidak menyangka bahwa segera setelah itu akan ditemukan bumi lain yang dengan hak yang sama sepenuhnya dapat mengklaim nama ini. Oleh karena itu, untuk menghindari kebingungan dengan tanah-itria, mungkin disarankan untuk meninggalkan nama glycine dan menggantinya dengan tanah-beril (beryllina); perubahan nama yang mana juga direkomendasikan oleh Prof. Link, dan karena sudah ada genus tanaman Glycine.)
- ↑ F. Wöhler. Ueber das Beryllium und Yttrium. Annalen der Physik und Chemie. 1828. Vol. 13 (89). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.
- ↑ Friedrich Wöhler. Ueber das Beryllium und Yttrium. Annalen der Physik und Chemie. 1828. Vol. 89 (8). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.
- ↑ Antoine Bussy. D'une travail qu'il a entrepris sur le glucinium. Journal de Chimie Médicale. 1828. hlm. 456–457.
- ↑ Johann Boillat. From Raw Material to Strategic Alloys. The Case of the International Beryllium Industry (1919–1939). 27 Agustus 2016. doi:10.13140/rg.2.2.35545.11363.
- ↑ The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals. Merck Research Laboratories, Merck & Co., Inc. 2006. ISBN 978-0-911910-00-1.
- ↑ Kane, Raymond. Revolution in lamps: a chronicle of 50 years of progress. 2001. hlm. 98. ISBN 978-0-88173-378-5.
- ↑ Babu, R. S. Beryllium Extraction – A Review. Mineral Processing and Extractive Metallurgy Review. 1988. Vol. 4. hlm. 39–94. doi:10.1080/08827508808952633.
- ↑ C.R. Hammond. CRC handbook of chemistry and physics. CRC Press. 2003. hlm. 4–5. ISBN 978-0-8493-0595-5.
- ↑ Beryllium Statistics and Information. United States Geological Survey.
- ↑ Commodity Summary: Beryllium. United States Geological Survey.
- ↑ Commodity Summary 2000: Beryllium. United States Geological Survey.
- ↑ etymology online.
- ↑ Encyclopædia Britannica.
- ↑ Elemental Matter.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ R. Veness. Installation and commissioning of vacuum systems for the LHC particle detectors. CERN.
- ↑ Wieman, H. A new inner vertex detector for STAR. Nuclear Instruments and Methods in Physics Research Section A. 2001. Vol. 473 (1–2). hlm. 205. doi:10.1016/S0168-9002(01)01149-4.
- ↑ Joseph R. Davis. Metals handbook. ASM International. 1998. hlm. 690–691. ISBN 978-0-87170-654-6.
- ↑ Schwartz, Mel M. Encyclopedia of materials, parts, and finishes. CRC Press. 2002. hlm. 62. ISBN 978-1-56676-661-6.
- ↑ Museum of Mountain Bike Art & Technology: American Bicycle Manufacturing.
- ↑ Wayne Ward. Aluminium-Beryllium. Ret-Monitor.
- ↑ Keith Collantine. Banned! – Beryllium. 8 Februari 2007.
- ↑ Concise Encyclopedia of Chemistry. McGraw-Hill. 2004. ISBN 978-0-07-143953-4.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ Defence forces face rare toxic metal exposure risk. The Sydney Morning Herald. 1 Februari 2005.
- ↑ Shure V15VxMR user's guide, Halaman 2
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ The Webb Space Telescope Will Rewrite Cosmic History. If It Works. Quanta Magazine. 3 Desember 2021.
- ↑ Jonathan P. Gardner. The James Webb Space Telescope. Proceedings of Science. 2007. hlm. 5. doi:10.22323/1.052.0005.
- ↑ M. W. Werner. The Spitzer Space Telescope Mission. Astrophysical Journal Supplement. 2004. Vol. 154 (1). hlm. 1–9. doi:10.1086/422992.
- ↑ Kojola, Kenneth. The selection of low-magnetic alloys for EOD tools. Naval Weapons Plant Washington DC. 9 Agustus 1961.
- ↑ Dorsch, Jerry A. Understanding anesthesia equipment. Lippincott Williams & Wilkins. 2007. hlm. 891. ISBN 978-0-7817-7603-5.
- ↑ Richard C. Ropp. Encyclopedia of the Alkaline Earth Compounds. 31 Desember 2012. hlm. 7. ISBN 9780444595539.
- ↑ Barnaby, Frank. How nuclear weapons spread. Routledge. 1993. hlm. 35. ISBN 978-0-415-07674-6.
- ↑ Barnaby, Frank. How nuclear weapons spread. Routledge. 1993. hlm. 35. ISBN 978-0-415-07674-6.
- ↑ Byrne, J. Neutrons, Nuclei, and Matter, Dover Publications, Mineola, NY, 2011, , hlm. 32–33.
- ↑ Clark, R. E. H. Nuclear fusion research. Springer. 2005. hlm. 15. ISBN 978-3-540-23038-0.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ D. Petti. JUPITER-II molten salt Flibe research: An update on tritium, mobilization and redox chemistry experiments. Fusion Engineering and Design. 2006. Vol. 81 (8–14). hlm. 1439. doi:10.1016/j.fusengdes.2005.08.101.
- ↑ Scan Speak offers Be tweeters to OEMs and Do-It-Yourselfers. Scan Speak. Mei 2010.
- ↑ John E. Jr. Johnson. Usher Be-718 Bookshelf Speakers with Beryllium Tweeters. 12 November 2007.
- ↑ Exposé E8B studio monitor. KRK Systems.
- ↑ Beryllium use in pro audio Focal speakers.
- ↑ VUE Audio announces use of Be in Pro Audio loudspeakers. VUE Audiotechnik.
- ↑ Mark Svilar. Analysis of "Beryllium" Speaker Dome and Cone Obtained from China. 8 Januari 2004.
- ↑ Shure V15 VXmR User Guide.
- ↑ Diehl, Roland. High-power diode lasers. Springer. 2000. hlm. 104. ISBN 978-3-540-66693-6.
- ↑ Behrens, V. Landolt-Börnstein – Group VIII Advanced Materials and Technologies: Powder Metallurgy Data. Refractory, Hard and Intermetallic Materials. Springer. 2003. Vol. 2A1. hlm. 667–677. doi:10.1007/10689123_36. ISBN 978-3-540-42942-5.
- ↑ Purdue engineers create safer, more efficient nuclear fuel, model its performance. Purdue University. 27 September 2005.
- ↑ Breslin AJ. Beryllium: Its Industrial Hygiene Aspects. Academic Press, New York. 1966. hlm. 30–33. ISBN 978-0126718508.
- ↑ OSHA Hazard Information Bulletin HIB 4 Februari 2019 (rev. 14 Mei 2002) Preventing Adverse Health Effects From Exposure to Beryllium in Dental Laboratories
- ↑ W. Elshahawy. Biocompatibility of dental alloys used in dental fixed prosthodontics. Tanta Dental Journal. 2014. Vol. 11 (2). hlm. 150–159. doi:10.1016/j.tdj.2014.07.005.
- ↑ B. Venugopal. Physiologic and Chemical Basis for Metal Toxicity. Springer. 14 Maret 2013. hlm. 167–8. ISBN 9781468429527.
- ↑ IARC Monograph. International Agency for Research on Cancer. 1993. Vol. 58.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ CDC - NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards - Arsenic (inorganic compounds, as As).
- ↑ NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards - Mercury compounds. The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
- ↑ CDC – Beryllium Research- NIOSH Workplace Safety and Health Topic. www.cdc.gov.
- ↑ CDC – Beryllium Research- NIOSH Workplace Safety and Health Topic. www.cdc.gov.
- ↑ Photograph of Chicago Pile One Scientists 1946. Office of Public Affairs, Argonne National Laboratory. 19 Juni 2006.
- ↑ Newport News Shipbuilding Workers Face a Hidden Toxin , Daily Press Virginia, Michael Welles Shapiro, 31 Agustus 2013
- ↑ International Programme on Chemical Safety. Beryllium: ENVIRONMENTAL HEALTH CRITERIA 106. World Health Organization. 1990.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ ASTM D7458 –08. American Society for Testing and Materials.
- ↑ E. M. Minogue. Development of a New Fluorescence Method for the Detection of Beryllium on Surfaces. Journal of ASTM International. 2005. Vol. 2 (9). hlm. 13168. doi:10.1520/JAI13168.
- ↑ CDC – NIOSH Publications and Products – NIOSH Manual of Analytical Methods (2003–154) – Alpha List B. www.cdc.gov.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29342511 (2026-06-13T18:19:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.